<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pahlawan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pahlawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pahlawan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Nov 2021 06:25:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pahlawan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pahlawan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pahlawan Bulutangkis Putri Indonesia Verawaty Fadjrin Meninggal</title>
		<link>https://prokabar.com/pahlawan-bulutangkis-putri-indonesia-verawaty-fadjrin-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2021 06:25:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[#meninggal #bulutangkis]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97773</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211;  Dunia bulutangkis Indonesia berduka. Verawaty Fadjrin, pahlawan bulutangkis putri, berpulang di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (21/11), pukul 06.58 WIB setelah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pahlawan-bulutangkis-putri-indonesia-verawaty-fadjrin-meninggal/">Pahlawan Bulutangkis Putri Indonesia Verawaty Fadjrin Meninggal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar &#8211; </strong> Dunia bulutangkis Indonesia berduka. Verawaty Fadjrin, pahlawan bulutangkis putri, berpulang di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (21/11), pukul 06.58 WIB setelah sebelumnya mengalami sakit yang cukup lama.</p>
<p>Verawaty berpulang dengan tenang dalam usia 64 setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru.</p>
<p>&#8220;Innaalillaahi wa inna ilaihi rojiun. PBSI dan keluarga besar bulu tangkis Indonesia turut berduka cita atas berpulangnya salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fadjrin. Almarhumah adalah pemain yang berjasa besar mengangkat prestasi bulu tangkis Indonesia di pentas dunia. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan &#8221; kata Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam keterangan tertulisnya, Minggu.</p>
<p>Verawaty Fadjrin yang merupakan mantan pemain yang sarat prestasi besar ini berpulang dalam usia 64 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru. Hingga akhir hayatnya, Vera meninggalkan suami Fadjriansyah Bidoein, seorang anak Fidyandini dan dua cucu.</p>
<p>Rencananya, jenazah Vera akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu siang, diberangkatkan dari rumah duka Kavling DKI Cipayung yang berlokasi di Jalan Durian Blok T 1 No. 23 RT 01 / 08, Cipayung, Jakarta Timur. Sebelumnya, almarhumah disalatkan di Masjid Al Islam, di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.</p>
<p>Sederet prestasi telah dibukukan Vera semasa membela skuad Merah Putih. Pada tunggal putri, mantan atlet kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 ini menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Dia menjadi kampiun usai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie, 11-1, 11-3.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-97774" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/verawaty-300x300.jpg" alt="" width="576" height="576" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/verawaty-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/verawaty-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/verawaty-80x80.jpg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/verawaty.jpg 400w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></p>
<p>Setahun sebelumnya, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang) 15-3, 10-15, 15-5. Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968. Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981.</p>
<p>Bersama Imelda pula, Vera sukses merebut medali emas Asian Games VIII tahun 1978 di Bangkok. Pada babak final, mereka mengalahkan Chiu Yu Fang/Cheng Hui Ming (China). Sebelumnya, mereka juga memenangi titel Denmark Terbuka 1978.</p>
<p>Di luar itu, masih banyak prestasi besar yang dicatat Vera. Bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989. Mereka menjadi penentu kemenangan tim Garuda 3-2 atas Korea Selatan di final setelah mengatasi Park Joo-bong/Chung Myung-hee 18-13, 15-3.</p>
<p>Selamat jalan, pahlawan bulutangkis Indonesia.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pahlawan-bulutangkis-putri-indonesia-verawaty-fadjrin-meninggal/">Pahlawan Bulutangkis Putri Indonesia Verawaty Fadjrin Meninggal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Laila Majnun&#8221; Ala Alvaro Morata, Dari Pahlawan Jadi Biang Kerok Dalam Hitungan Menit</title>
		<link>https://prokabar.com/laila-majnun-ala-alvaro-morata-dari-pahlawan-jadi-biang-kerok-dalam-hitungan-menit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2021 01:33:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#kerok]]></category>
		<category><![CDATA[#morata]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90483</guid>

					<description><![CDATA[<p>London, bolabeten &#8211; Sungguh apes nasib Alvaro Morata. Penyerang Spanyol itu mengalami malam yang gila di Wembley Stadium, Rabu (7/7) dinihari WIB. Dia jadi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/laila-majnun-ala-alvaro-morata-dari-pahlawan-jadi-biang-kerok-dalam-hitungan-menit/">&#8220;Laila Majnun&#8221; Ala Alvaro Morata, Dari Pahlawan Jadi Biang Kerok Dalam Hitungan Menit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>London, bolabeten</strong> &#8211; Sungguh apes nasib Alvaro Morata. Penyerang Spanyol itu mengalami malam yang gila di Wembley Stadium, Rabu (7/7) dinihari WIB. Dia jadi biang kerok kekalahan Spanyol atas Italia di semifinal Euro 2021. Ibarat cerita Laila Majnun, kisah cinta yang berakhir tragis.</p>
<p>Duel Italia vs Spanyol, kedua tim bermain sama kuat dengan skor 1-1 selama 120 menit. Sebelumnya, Italia sempat unggul terlebih dahulu dan nyaris menutup laga dengan kemenangan di waktu normal.</p>
<p>Namun, Morata masuk sebagai pengganti di babak kedua dan mencetak gol penyeimbang di menit ke-80. Artinya Morata jadi pahlawan Spanyol di waktu normal.</p>
<p>Dengan golnya di waktu normal, Morata sempat jadi pahlawan timnya dan memecahkan rekor pribadi. Gol tersebut menambah koleksinya jadi total 6 gol untuk Spanyol di Euro.</p>
<p>Koleksi gol Morata ini ternyata mengungguli para penyerang Spanyol lainnya dalam sejarah. Dia jadi pencetak gol terbanyak untuk tim Matador di ajang Kejuaraan Eropa.</p>
<p>Morata menikmati laga jadi pahlawan yang memaksa laga dilanjutkan hingga extra time dan adu penalti. Sayangnya, nasibnya berubah 180 derajat dalam hitungan bebeberapa menit kemudian. Dia juga yang menjadi penyebab kegagalan Spanyol.</p>
<p>Striker Juventus ini terpilih sebagai penendang keempat Spanyol. Saat dia maju, Italia sukses dengan 3 gol penalti, Spanyol baru 2 gol.</p>
<p>Sayangnya eksekusi Morata terlalu lemah, mudah dihentikan Donnaruma. Skor tetap 3-2, lalu Jorginho maju dan jadi penentu kemenangan Italia sebagai eksekutor kelima.</p>
<p>Artinya, hanya dalam puluhan menit, Morata menjelma dari pahlawan menjadi biang kerok kekalahan. From hero to zero.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/laila-majnun-ala-alvaro-morata-dari-pahlawan-jadi-biang-kerok-dalam-hitungan-menit/">&#8220;Laila Majnun&#8221; Ala Alvaro Morata, Dari Pahlawan Jadi Biang Kerok Dalam Hitungan Menit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ruhana Kuddus, Inilah Kisah Sang Pahlawan Jurnalis Itu</title>
		<link>https://prokabar.com/ruhana-kuddus-inilah-kisah-sang-pahlawan-jurnalis-itu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 09:34:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#RohanKudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50933</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Rohana Kudus, selalu ditulis begitu, yang benar, Roehana Koeddoes, dalam ejaan sekarang menjadi Ruhana Kuddus, adalah wartawati yang gelisah. Pada awal abad...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ruhana-kuddus-inilah-kisah-sang-pahlawan-jurnalis-itu/">Ruhana Kuddus, Inilah Kisah Sang Pahlawan Jurnalis Itu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Rohana Kudus, selalu ditulis begitu, yang benar, Roehana Koeddoes, dalam ejaan sekarang menjadi Ruhana Kuddus, adalah wartawati yang gelisah. Pada awal abad lalu, sezaman dengan Sa&#8217;adah Alim, pemimpin redaksi Suara Perempuan</p>
<p>Ruhana adalah pemred Koran Soenting Melajoe milik Datuk Sutan Maharaja orang Sulik Aie, sedang Ruhana anak nagari Koto Gadang, Agam. Koto Gadang, adalah negeri paling maju pendidikannya di Minangkabau.<br />
Soenting Melajoe merupakan Koran perempuan pertama di Indonesia, terbit 1912. Di Koran ini sering muncul perdebatan soal kesetaraan gender dan perdebatan soal pergaulan.</p>
<p>Wartawati ini lahir di nagarinya, pada 20 Desember 1884 dan meninggal dunia pada 17 Agustus 1972 di Jakarta dalam usia 87 tahun. Ayahnya bernama Mhd Rasjad Maharajadja Soetan dan ibunya Kiam. Sutan Sjahrir yang terkenal itu adalah kakak tirinya. Sepupu Haji Agus Salim dan demikian masih family Emil Salim.</p>
<p>Ruhana selain wartawati adalah juga pegiat pendidikan, bisnis dan politik. Semas hidup, Ruhana menerima penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia (1974), pada Hari Pers Nasional ke-3, 9 Februari 1987, Menteri Penerangan Harmoko menganugerahinya sebagai Perintis Pers Indonesia. Pada 6 November 2007 pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama. Dan Insya Allah besok, 8 November dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.</p>
<p>Sumatera Barat merupakan penyumbang pahlawan terbanyak di Indonesia di luar Jawa. Dari sekian banyak dua adalah wartawan, yaitu Abdul Muis dan Ruhana Kuddus. Abdul Muis adalah juga sastrawan. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ruhana-kuddus-inilah-kisah-sang-pahlawan-jurnalis-itu/">Ruhana Kuddus, Inilah Kisah Sang Pahlawan Jurnalis Itu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rohana Kudus Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/rohana-kudus-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 05:08:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RohanaKudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;Upaya Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk mengusulkan Jurnalis perempuan pertama di Indonesia, Ruhana Kuddus menjadi pahlawan nasional akhirnya berhasil. “Berkenaan hasil pertemuan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rohana-kudus-jadi-pahlawan-nasional/">Rohana Kudus Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong>Upaya Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk mengusulkan Jurnalis perempuan pertama di Indonesia, Ruhana Kuddus menjadi pahlawan nasional akhirnya berhasil.</p>
<p>“Berkenaan hasil pertemuan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dengan Presiden pada tanggal 6 November dan surat Menteri Sosial RI nomor : 23/MS/A/09/2019 tanggal 09 September perihal usulan calon Pahlawan Nasional tahun 2019, bersama ini kami sampaikan usulan yang telah mendapatkan persetujuan untuk dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional tahun 2019 atas nama almarhumah Ruhana Kuddus,” tulis Dirjen Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin, Kamis (7/11).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-50900" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0009.jpg" alt="" width="480" height="641" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0009.jpg 958w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0009-225x300.jpg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0009-768x1026.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0009-766x1024.jpg 766w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>Terkait hal tesebut Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar Jasman Rizal melalui pesan WhatsApp juga menyampaikan pencapai tersebut.</p>
<p>“Alhamdulillah, Berkat kerjakeras semua pihak, rakyat dan pemerintah Sumbar serta semua yg terlibat, akhirnya wartawati pertama di Indinesia asal Minangkabau, yaitu Ruhana Kuddus ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2019,” tulisnya.</p>
<p>Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tersebut rencananya akan dilaksanakan Jumat (8/11) di istana negara, dan dihadiri ahli waris penerima gelar.</p>
<p>Ruhana Kuddus merupakan perempuan kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam pada 20 Desember 1884. Sejarah mencatatnya sebagai perempuan yang peduli dengan pendidikan. Pada 1911, Ruhana mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang. Sembari mengajar, Ruhana aktif pula menulis. Hal itu menghantarkannya menulis di surat kabar perempuan, namanya Poetri Hindia. Namun surat kabar itu ditutup oleh pemerintahan kolonial. Akhirnya, Ruhana mencoba mendirikan surat kabar sendiri, yakni Soenting Melajoe. Ruhana Kuddus meninggal di Jakarta pada 17 Agustus 1972 pada usia 87 tahun. <strong>(hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rohana-kudus-jadi-pahlawan-nasional/">Rohana Kudus Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siti Manggopoh, Kisah Srikandi Pendekar Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/siti-manggopoh-kisah-srikandi-pendekar-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2018 03:20:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sitimanggopoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25792</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Rudi Yudistira. S.S &#160; Agam, Prokabar — Siti Manggopoh, diketahui salah satu dari banyak wanita Minang yang ikut mengangkat pedang, melawan penjajahan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/siti-manggopoh-kisah-srikandi-pendekar-minang/">Siti Manggopoh, Kisah Srikandi Pendekar Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <em>Rudi Yudistira. S.S</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Siti Manggopoh, diketahui salah satu dari banyak wanita Minang yang ikut mengangkat pedang, melawan penjajahan kolonial Belanda. Kisahnya seperti perjuangan pahlawan Cut Nyak Dhin asal Aceh. Ia berperang melawan penjajahan Belanda bersama suaminya Hasik Bagindo Magek dan 16 orang pendekar lainnya.</p>
<p>Awal kisah, Menurut Mahatma Juita (50), wanita tinggal di sekitar Makam Duplikat Perjuangan Pendekar Manggopoh Lubuk Basung, perjuangan itu dimulai dari surau yang sudah dinamai Surau Siti Manggopoh. Ia mengatakan, Inyiak Siti diketahui berasal dari Kecamatan Batang Gasan, Padang Pariaman. Anak dari Sutan Tariak dan Mak Kipap, lahir pada 1880. Anak bungsu dan satu-satunya perempuan dari 6 orang bersaudara. Mereka hidup dalam lingkungan keluarga pendekar jago silat.</p>
<p>Ia dipersunting dan hidup bersama suaminya selaku Dubalang di Nagari tersebut. Wanita pemberani itu pun dikaruniai seorang anak perempuan, namun meninggal saat usia masih balita. Ketika ia dikejar tentara musuh dan bersembunyi di hutan belantara.</p>
<p>Kezaliman penjajahan Kolonial Belanda semakin ngeri, terutama sejak ditetapkannya berbagai pajak langsung atau Balesting pada 21 Februari 1908. Setelah melakukan sosialisasi ke seluruh Manti, Dubalang, Kepala Nagari dan Panghulu, Belasting mulai diberlakukan 1 Maret 1908.</p>
<p>Berbagai pajak atau Incomstan belasting. seperti hoofd belasting (pajak kepala), hedendisten (pajak rodi), inkomesten balesting (pajak bea/cukai), landrente (pajak tanah), wins belasting (pajak keuntungan/kewenangan), meubels belasting (pajak rumah tangga), slach belasting (pajak penyemblihan), tabak belasting (pajak tembakau) dan adat huizen belasting atau pajak rumah adat.</p>
<p>Bahkan tindakan mabuk-mabukan, asusila, penculikan dan pemerkosaan terhadap anak gadis minang marak dilakukan Tentara Kolonial Belanda. Perbuatan itu membuat seluruh rakyat geram dan memberontak. Hampir seluruh masyarakat minang melakukan perlawanan. Seperti Wilayah Sumatera Westkust lainnya. Seperti di Nagari Air Bangis, Painan, Padang Panjang, Parit Malintang, Kayu Tanam, Batusangkar, Lubuk Alung dan Nanggalo. Tidak terkecuali di Kamang dan Manggopoh.</p>
<p>Tindakan kejahatan tersebut membuat seluruh masyarakat marah, termasuk seluruh pendekar dan parewa Nagari Manggopoh pada saat itu. Setelah berkumpul dan melakukan latihan bersama di surau, terpilihlah 17 orang pendekar dengan kemampuan tahan peluru dan memiliki senjata tajam. Inyiak Siti, satu-satunya wanita yang lulus ujian dan ikut berperang.</p>
<p>Amiruddin (82), orang tua yang masih hidup sekaligus mendengar cerita kisah dari Inyiak Siti pada 1965 menjelaskan, sebelum berperang 17 orang pendekar tersebut sempat bersimedi dalam surau. Setelah memantapkan diri untuk bertempur melawan penjajah, 15 Juni 1908 mereka memulai membuat strategi untuk membantai tentara Belanda tersebut. Menyerang markas mereka (Berada di sebelah kantor Camat Lubuk Basung saat ini), secara diam-diam tanpa ada korban dari tim yang dimiliki.</p>
<p>Dengan dilengkapi pedang yang sangat tajam. 17 orang pendekar tersebut berangkat dan menuju Camp Belanda itu. Inyiak Siti memanfaatkan dirinya sebagai wanita untuk mengelabui dan berpura-pura bergabung dengan tentara bejat tersebut. &#8220;Setelah mendapat kesempatan memudurkan lampu penerangan seluruh ruangan, 16 orang pendekar yang sudah siaga di luar langsung masuk dan membantai bala tentara penjajah itu,&#8221; tutur Amiruddin.</p>
<p>Dari 55 orang tentara kolonial Belanda, satu orang lolos dan berhasil menyelinap dibawah badan tentara yang sudah tewas. Selebihnya tewas mengenaskan dari pedang para pendekar Manggopoh. Sementara itu, satu tentara yang lolos kemudian menyampaikan pesan ke Camp di Maninjau. &#8220;Tau serdadunya dibantai hingga 54 orang, Pemerintah Kolonial Belanda marah dan mengejar 17 orang pendekar tersebut. Siti, Hasik Bagindo Magek dan anaknya yang masih bayi, terpaksa melarikan diri. Karena pasukan yang mengejar berjumlah ratusan. Tidak sebanding jumlah kekuatan pendekar yang dimiliki,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di saat dalam hutan, anak perempuan pejuang tersebut meninggal akibat sakit. Mereka pun akhirnya tertangkap dan di kurung dalam terali besi secara terpisah. Mereka dibuang dan dikurung Jauh dari kampung halamannya.</p>
<p>Namun konon, ada pula sebagian masyarakat mengatakan Inyiak Siti tidak tertangkap. Ia berhasil meloloskan diri ke hutan Pasaman. Dan kembali ke kampung halaman serta bertemu dengan sanak keluarga.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Hendaknya, perjuanganya memberi inspirasi dan semangat gelora bagi generasi muda saat ini. &#8220;Dan kami masih sangat berharap, agar Inyiak Siti Manggopoh dapat diangkat sebagai Pahlawan Nasional bersama 16 orang pendekar ini. Mereka berhasil menumpas penjajahan dan penindasan rakyat Manggopoh. Meski perang hanya satu malam, namun mampu melumpuhkan Tentara Kolonial Belanda atas bentuk penindasan dan penjajahan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Perang Belasting di daerah lainnya juga serentak terjadi pada 1908 itu. Seperti Perang Kamang<span class="Apple-converted-space">  </span>Dibawah kepemimpinan Syekh Abdul Manan bersama Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan Pemuda Kamang. &#8220;Hal tersebut bukti sejarah dan pelajaran agar generasi penerus jangan sampai dijajah lagi dikemudian hari,&#8221; pungkasnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/siti-manggopoh-kisah-srikandi-pendekar-minang/">Siti Manggopoh, Kisah Srikandi Pendekar Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</title>
		<link>https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2018 02:55:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#rasunasaid]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24932</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Rasuna Said (1910-1965) adalah wanita hebat yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI. Wanita Minang yang lahir 14 September 1910, di Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/">Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Rasuna Said (1910-1965) adalah wanita hebat yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI. Wanita Minang yang lahir 14 September 1910, di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.</p>
<p>Namun hampir semua generasi muda saat ini melupakan perjuangan, sejarah dan asal Bundo Kanduang ini. Termasuk rumah kebesaran dimana ia dibesarkan dan hidup dari kalangan bangsawan dan ulama.</p>
<p>Ia anak dari Muhammad Said dan Syamsiah. Memiliki rumah kayu dua tingkat dan masih berdiri kokoh di Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Rumah tersebut sudah menjadi Bangunan Cagar Budaya Pemerintah Kabupaten Agam.</p>
<p>Menurut Miftahuddin (50), tokoh masyarakat setempat mengatakan bangunan itu sudah berulangkali dimanfaatkan masyarakat, pasca kepindahan keluarga besar almarhum Rasuna Said ke Jakarta.</p>
<p>&#8220;Sejak keluarga besar Rasuna Said pergi meninggalkan kampung halaman, bangunan bersejarah pahlawan nasional itu sempat dijadikan Asrama Tsanawiyah, Sekolah Taman Kanak-kanak Rasuna Said dan kantor Koperasi BMT Nagari Maninjau,&#8221; terangnya.</p>
<p>Bangunan ini juga pernah mendapatkan rehap dari bantuan CSR PT. Garuda Indonesia. Cat Ulang, menukar papan di lantai dua serta perbaikan tonggak dan tangga.</p>
<p>Bangunan tua itu dibangun 1917 oleh Muhammad Said, salah seorang ulama dan bangsawan di sana. Beliau juga sempat berjuang dengan Haji Abdulkarim Amrullah (ayah Hamka).</p>
<p>Saat ini katanya, lantai satu bangunan itu dijadikan sarana ibadah atau Mushalla. Meski sudah dijadikan cagar budaya, pihak keluarga dan masyarakat setempat tidak mau diambil alih sebagai aset pemerintah daerah. &#8220;Kami bersama keluarga besar Rasuna Said memang merencanakan menjadikannya museum kepahlawanan Ibunda kami. Pihak keluarga sedang mengumpulkan barang-barang berharga milik Rasuna Said. Sebagai Memorial nilai-nilai kepahlawanan Ibunda Kami,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Yusna Wirson salah satu keluarga terdekat dari anak kemenakan Rasuna Said mengatakan ia adalah wanita minang pertama yang berjuang dalam ranah politik di tanah air. Sikap dan orasinya yang tegas dan keras terhadap Belanda, sempat dicebloskan dalam penjara. Akibat, 1932 ia dijatuhi hukuman pembuangan dan dimasukan ke penjara wanita &#8220;Bulu&#8221; selama 13 bulan di Semarang.</p>
<p>Rasuna Said mengecap pendidikan pertama di Sekolah Desa Maninjau. Dan berlanjut ke Diniyah School Putri Padang Panjang. Dimasa itu, kegiatan politik dikalangan guru sangat kental. Sebagai bentuk pergerakan perlawanan terhadap penjajahan. Termasuk Inyiak Rasul atau Haka (Haji Abdulkarim Amrullah), salah satu tokoh ulama dan guru pelopor Islam Pembaharuan di Ranah Minang.</p>
<p>Rasuna Said juga sering belajar mengaji kepada Haka sebagai guru terbaik di Diniyah School Padang Panjang. Dari pengajian tersebut ia memperoleh berbagai ilmu pengetahuan agama dan pergerakan Islam Modern. Ia juga mengikuti pendidikan Meisjes School atau pekerjaan rumah tangga.</p>
<p>Pada tahun 1926, Padang Panjang mengalami gempa hebat dan merusak gedung Diniayah School Putri. Ia akhirnya terpaksa pindah ke Sekolah Thawalib Padang Panjang. Di sini ia sempat menjadi sekretaris Perkumpulan Serikat Rakyat yang kemudian menjadi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). Suatu organisasi menghimpun kekuatan melawan Belanda.</p>
<p>1930, &#8220;Sumatra Thawalib&#8221;, merupakan organisasi tempat ia melanjutkan pendidikan berubah menjadi &#8220;Persatuan Muslimin Indonesia&#8221; atau PMI atau Permi dan sampai menjabat sebagai pengurus besar Permi. Ia terpaksa mundur dari PSII dan tetap bergabung di Permi, karena aturan tidak diperbolehkannya rangkap organisasi atau bergabung diorganisasi lain.</p>
<p>1932, Rasuna Said ditangkap dan dijebloskan ke penjara bersama tokoh-tokoh Permi lainnya. Seperti Mokhtar Lutfi, H. Jalaluddin Taib, dan Ilyas Yakob. Ketiga tokoh besar ini dibuang ke Boven Digun Irian Barat (Irian Jaya). Sedangkan Ia sendiri dijebloskan ke penjara wanita, &#8220;Bulu&#8221; di Semarang.</p>
<p>Selepas keluar dari penjara, Ibu satu anak ini bergabung ke Islam College, salah satu Akademi Islam di Padang. Dan Ia dipercaya memimpin majalah sekolah bernama “Raya”. Tidak lama kemudian, ia pindah ke Medan dan memimpin mingguan bernama “Menara Putri”, terkenal dengan semboyan “Ini dadaku, mana dadamu”. Di samping perjuangan di bidang politik, ia sempat membina perguruan putri.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada masa penjajahan Jepang, Ia kembali ke Padang dan berjuang bersama Khatib Sulaiman mendirikan organisasi pemuda Sumatra Barat dengan nama “Pemuda Nippon Raya” bertujuan membina bibit perjuangan kemerdekaan. Gerakan ini diketahui Jepang dan menangkap kedua pejuang ini dan akhirnya dilepas kembali.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Rasuna Said dan Khatib Sulaiman pun kembali aktif mendirikan barisan Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi binaan tentara Jepang yang membentuk Giyu Gun atau tentara sukarela. Laskar ini menjadi sejarah lahirnya Tentara Nasional Indonesia atau TNI.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Setelah Kemerdekaan RI, Rasuna Said menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatra Barat. Kemudian berturut-turut menjadi anggota KNIP, DPR-RIS dan DPRS. 1959 wanita minang ini diangkat menjadi Anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung). Akibat kangker darah yang dideritanya, Rasuna Said meninggal 2 November 1965 di Jakarta. Ia dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Melalui SK Presiden Nomor 084/TK/Tahun 1974 diangkat menjadi Pahlawan Nasional. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/">Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 6 Tokoh Bangsa</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-6-tokoh-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2018 09:23:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=23364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh bangsa. Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018, dilangsungkan di Istana Negara,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-6-tokoh-bangsa/">Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 6 Tokoh Bangsa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh bangsa. Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018, dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11).</p>
<p>Keenam tokoh bangsa yang mendapat anugerah gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123/TK/Tahun 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tertanggal 6 November 2018 itu adalah:</p>
<ol>
<li>Almarhum Abdurrahman Baswedan, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta;</li>
<li>Almarhumah Agung Hajjah Andi Depu, tokoh dari Provinsi Sulawesi Barat;</li>
<li>Almarhum Depati Amir, tokoh dari Provinsi Bangka Belitung;</li>
<li>Almarhum Mr. Kasman Singodimedjo, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah;</li>
<li>Almarhum Ir. H. Pangeran Mohammad Noor, tokoh dari Provinsi Kalimantan Selatan; dan</li>
<li>Almarhum Brigjen KH Syam’un, tokoh dari Provinsi Banten.</li>
</ol>
<p>Usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, Presiden dan Wakil Presiden memberikan ucapan selamat kepada ahli waris dan pendamping penerima Gelar Pahlawan Nasional diikuti oleh pejabat dan tamu undangan yang hadir lainnya. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-6-tokoh-bangsa/">Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 6 Tokoh Bangsa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagindo Aziz Chan Pahlawan Nasional dari Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/bagindo-aziz-chan-pahlawan-nasional-dari-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2018 10:27:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[#BagindoAzizChan]]></category>
		<category><![CDATA[#Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13904</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagindo-aziz-chan-pahlawan-nasional-dari-padang/">Bagindo Aziz Chan Pahlawan Nasional dari Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028.jpg" width="1080" height="1080" class="wp-image-13898 alignnone size-full" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028-768x768.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028-1024x1024.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180719-WA0028-80x80.jpg 80w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagindo-aziz-chan-pahlawan-nasional-dari-padang/">Bagindo Aziz Chan Pahlawan Nasional dari Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Inyiak Canduang Diusulkan Jadi Pahlawan</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8binyiak-canduang-diusulkan-jadi-pahlawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2018 14:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4013</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Syekh Sulaiaman ar Rasuli terkenal dengan sapaan Inyiak Canduang, segera diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Hal ini, pada Selasa (16/1)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8binyiak-canduang-diusulkan-jadi-pahlawan/">​Inyiak Canduang Diusulkan Jadi Pahlawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Syekh Sulaiaman ar Rasuli terkenal dengan sapaan Inyiak Canduang, segera diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Hal ini, pada Selasa (16/1) dilaporkan ke DPRD dan dalam waktu dekat ke gubernur Sumbar.</p>
<p>&#8220;Ini dia yang kita tunggu-tunggu, beliau tokoh dan ulama pejuang,&#8221; kata Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim.</p>
<p>Yang datang  Ketua Yayasan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Inyiak Canduang, Dr. Syukri, Penanggung jawab yayasan MTI, Prof. Syufyarma Marsyidin</p>
<p>Kepada DPRD disebutkan, dokumen-dokumen pendukung sudah banyak terkumpul, termasuk buku. Inyiak yang wafat 1970 itu, memang dikenal luas di Minangkabau dan menjadi buah bibir sampai sekarang.</p>
<p>Dalam waktu dekat akan diadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendudukkan aspek akademik. Setelah itu, seminar. Pergerakan panitia ini, sudah disetujui secara resmi oleh Bupati Agam, Indra Catri.</p>
<p><b>Sejarah Inyiak</b></p>
<p>Syekh Sulaiman Ar Rasuli punya catatan penting dalam sejarah Sumatera Barat dan Indonesia. Beliau adalah salah satu ulama kharismatik asal Minangkabau. Sejak kecil Syekh Sulaiman Ar Rasuli belajar pada banyak guru di Sumatera Barat.</p>
<p>Bekal itu membawa Syekh yang dikenal dengan Inyiak Canduang ini belajar agama ke Mekkah dan berguru langsung pada Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Disitu juga Syekh Ar Rasuli berkawan akrab dengan KH Hasyim Ashari, pendiri NU.</p>
<p>Tahun 1907, Inyiak Canduang kembali ke kampung halaman. Ulama ini mengajar dengan sistim pondok. Tahun 1928 Syekh Ar Tasuli merubah pola pendidikan dengan sistim kelas tanpa meninggalkan hakikat pelajaran akidah, tasawuf dan fikh.</p>
<p>Dalam pendidikan islam di Minangkabau, Syekh Ar Tasuli membentuk Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, yang hingga kini masih tetap eksis. MTI Canduang menghasilkan lulusan yang tersebar luas di Indonesia hingga ke luar negeri. Uniknya, MTI tetap mempertahankan pelajaran dengan kitab yang diwariskan oleh Syekh Arrasuli.</p>
<p>Sedangkan dalam pergerakan, Inyiak Canduang dan sejumlah ulama Sumbar lainnya membentuk Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Gerakan ini sempat menjadi partai politik hingga tahun 1969.</p>
<p>MTI dan Perti ini, menjadi tempat membentuk karakter masyarakat, termasuk inspirasi para tokoh untuk melawan penjajah.</p>
<p>Secara ketokohan Syekh Sulaiman Ar Rasuli, menjadi tempat menimba ilmu dan guru banyak tokoh bangsa, termasuk Soekarno yang seringkali meminta nasihat kepada Inyiak Canduang.</p>
<p>Ar Rasuli juga pernah dipercaya sebagai anggota Konstituante RI, dan kepala Mahkamah Syariah Provinsi Sumatera Bagian Tengah.</p>
<p>Penulis belasan buku ini wafat tahun 1970. Puluhan ribu masyarakat mengantar ulama besar Sumbar ini ke tempat peristirahatan terakhir. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8binyiak-canduang-diusulkan-jadi-pahlawan/">​Inyiak Canduang Diusulkan Jadi Pahlawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/175 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.048 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 13:25:13 by W3 Total Cache
-->