<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#padangRIF2017 Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/padangrif2017/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/padangrif2017/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Mar 2019 13:23:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#padangRIF2017 Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/padangrif2017/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Filosofi Kepo, Millenial Diajak Peduli Informasi Publik</title>
		<link>https://prokabar.com/filosofi-kepo-millenial-diajak-peduli-informasi-publik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2019 13:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#FilosofiKepi]]></category>
		<category><![CDATA[#padangRIF2017]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=33375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Hak untuk Tahu merupakan Hak Asasi Manusia diatur oleh Konstitusi UUD 1945 Pasal 28 F. Kepo emang bahasa gaul tapi esensinya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/filosofi-kepo-millenial-diajak-peduli-informasi-publik/">Filosofi Kepo, Millenial Diajak Peduli Informasi Publik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Hak untuk Tahu merupakan Hak Asasi Manusia diatur oleh Konstitusi UUD 1945 Pasal 28 F. Kepo emang bahasa gaul tapi esensinya adalah positf.</p>
<p>&#8220;Hak untuk tahu bagian dari HAM dijamin UU 1945, ditelurkannya UU Keterbukaan Informasi Publik jaminan masyarakat mendapatkan hak untuk tahunya sebagai bentuk rakyat awasi langsung penyelenggaraan pemerintah,”ujar Presiden BEM FHUA Ikbal Gusri, pada pembukaan talkshow Folosofi Kepo, Rabu 27/3 di Gedung F Unand Limau Manis Padang.</p>
<p>10 tahun UU keterbukaan informasi publik masih jalan ditempat karena pelaksanaannya tidak masif disebabkan berbagai faktor.</p>
<p>Mulai soal tidak dikuasai informasi oleh badan publik dan birokrasi berbelit untuk mendapatkannya serta masyarakat yang apatis atas haknya.</p>
<p>Talkshow yang digelar LBH dan BEM FHUA menghadirkan narasumber mumpuni soal topik, ada PPID Utama sekaligus Kadis Kominfo Sumbar Yelfin, ada Arief Yumardi Komisioner Komisi Informasi Sumbar, LBH Padang, ada Feri Amsari dari Pusako, Walhi dan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar.</p>
<p>Menurut Dekan III FHUA Lerry Patra mengatakan badan publik harus memberi tahu ke masyarakat untuk mendapatian informasi.</p>
<p>“Mahasiswa sebagai insan kawah-cadradimuka tentu harus tahu dan paham bagaimana mendapatkan informasi dan kalau disumbat kemana mengadu,” ujar Lerry.</p>
<p>Wendra sebagai moderator mengantarkan soal tema filosofi kepo memang bahasa kaum milenial tapi urgensi kepo itu adalah rasa ingin tahu yang menjadi kodrati manusia.</p>
<p>“Ini diangkat karena eksistensi pengetahuan menjawab rasa ingin tahu yang membawa manusia keberbagai hal kehidupan, bahkan bisa membawa manusia terbang ke bulan,”ujar<br />
Wendra.</p>
<p>Kepo di era milenial direduksi menjadi bahasa alay, tapi kepo hari ini bermakna rasa ingin tahu bereformasi kepada hal-hal bersifat positif.</p>
<p>&#8220;Ingat transparansi adalah kebutuhan untuk penbangunan negara yang baik, bisa diawali dan diberi masukan tentu penyelengggara negara buka informasi soal pembangunan itu”ujar Wendra.</p>
<p><strong>Pemprov Sumbar Berikan Akses Informasi</strong></p>
<p>PPID Utama sekaligus Kadis Kominfo Pemprov Sumbar Yeflin Luandri mengaku tersanjung karena berbicara keterbukaan informasi publik di hadapan mahasiswa.</p>
<p>“Pemprov Sumbar pastikan telah meneruskan amanah UUD 1945 pasal 28 F, semua warga negara berhak tahu tentang informasi apa saja yang dikerjakan Pemprov Sumbar, dan taat atas perintah UU 14 tahun 2008,”ujar Yeflin.</p>
<p>Soal informasi publik, Pemprov Sumbar kata Yeflin memberikan akses mudah dan cepat terhadap segala hal soal informasi publik.</p>
<p>“Informasi publik harus diberikan, harus dimudahkan publik mendapatkannya kalau tidak maka komisi informasi pasti akan menyidangkannya,” ujarnya.</p>
<p>Sementara Komisioner Komisi Informasi Sumbar Arief Yumardi menekankan kepada tugas dan kewenangan Komisi Informasi Sumbar sebagai pengawal keterbukaan informasi publik.</p>
<p>&#8220;Dan lembaga yang menjamin hak untuk tahu masyarakat, ada dua putusan sengketa informasi publik pada sidang di Komisi Informasi, buka dan berikan dan atau mendukung badan publik tidak memberikan informasi,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Bahkan peserta kebanyakan mahasiswa mempertanyakan pasca komisi informasi memutuskan.</p>
<p>&#8220;Itu dilematis, UU sebagai dasar dibentuknya Komisi Informasi tidak memberikan kewenangan eksekutorial. Untuk eksekusi maka para pihak merujuk kepada Peraturan Mahakmah Agung nomor  2 tahun 2011,&#8221; ujar Arief.</p>
<p>Ramai dalam ruangan pun diikuti oleh antusias mahasiswa di stand Komisi Informasi dan PPID Utama Pemprov Sumbar.</p>
<p>&#8220;Gimana kami memperoleh informasi.dan bagaimana pula kalau informasi itu tidak diberikan,&#8221;ujar mahasiwi bertanya kepada staf Komisi Informasi Sumbar Tiwi Utami.</p>
<p>&#8220;Kalau informasi silahkan ke badan publik, nih ada PPID Utama Pemprov Sumbar, adek bisa mengisi formulir permohonan, kalau tidak diberikan  baru ajukan sengketa informasi ke Komisi Informasi Sumbar,&#8221;ujar Tiwi.</p>
<p>Sedangkan PPID Utama Pemprov Sumbar Indra Sukma memastikan apa yang  diminta, memenuhi kriteria informasi publik pasti diberikan.</p>
<p>&#8220;Kalau informasi diminta adalah informasi publik, pasti kami berikan, mohon isi permohonannya,&#8221; ujar Indra. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/filosofi-kepo-millenial-diajak-peduli-informasi-publik/">Filosofi Kepo, Millenial Diajak Peduli Informasi Publik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Keunggulan Indonesia Jadi Destinasi Investasi Pariwisata</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-keunggulan-indonesia-jadi-destinasi-investasi-pariwisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2017 16:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#AriefYahya]]></category>
		<category><![CDATA[#ip]]></category>
		<category><![CDATA[#padangRIF2017]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RIF2017]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3397</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADANG &#8211; Investasi di sektor pariwisata Indonesia terus digenjot. Investor &#160;dalam dan luar negeri juga terus dirayu. Kareananya, peluang investasi di sektor pariwisata ikut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-keunggulan-indonesia-jadi-destinasi-investasi-pariwisata/">Ini Keunggulan Indonesia Jadi Destinasi Investasi Pariwisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>PADANG &#8211; </b>Investasi di sektor pariwisata Indonesia terus digenjot. Investor &nbsp;dalam dan luar negeri juga terus dirayu. Kareananya, peluang investasi di sektor pariwisata ikut menjadi sajian utama dalam ajang Regional Invenstment Forum (RIF) yang berlangsung hari ini, Senin (16/10) di Padang, Sumatera Barat.</p>
<p>Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Kepala BKPM Tom Lembong dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang hadir dalam RIF 2017, semuanya kompak memaparkan dan mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di sektor pariwista. Sektor yang telah ditetapkan menjadi unggulan oleh Presiden Joko Widodo.&nbsp;</p>
<p>Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dalam sambutan awalnya menyatakan bangga sekaligus mengucapkan rasa terima kasihnya karena dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaran RIF kali ini. Hal ini dikatakannya menjadi kesempatan besar untuk dapat memaparkan dan memberikan informasi peluang-peluang investasi di Sumatera Barat. Khususnya di sektor pariwisata.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Padang siap terhadap investor. Siap memfasilitasi dan memberikan keamanan terhadap investor. Kita paham bahwa keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam investasi,&#8221; ujar Irwan Prayitno, Senin (16/10).</p>
<p>Di ajang RIF yang akan berlangsung hingga ‪17 Oktober‬ esok, ada dua kawasan terpadu yang akan dipromosikan Sumatera Barat. Yakni Mandeh dan juga Gunung Padang. &#8220;Sumatera Barat sangat terbuka bagi bisnis dan investasi,&#8221; ujar Irwan Prayitno.&nbsp;</p>
<p>Kepala BKPM Tom Lembong mengatakan penyelenggaraan RIF kali ini, setelah sebelumnya digelar di Manado, menjadi momen yang sangat penting karena saat ini investaai di sektor pariwisata benar-benar sedang berkembang.</p>
<p>Kerja keras Presiden, Menteri Pariwisata serta seluruh kabinet sudah mulai terasa. Kebijakan-kebijakan yang diambil, seperti bebas visa menunjukkan keberpihakan pemerintah pada sektor pariwisata yang tinggi.</p>
<p>&#8220;Indeks daya saing pariwisata melonjak luar biasa. Investasinya juga meningkat walau masih terbilang kecil,&#8221; kata Tom Lembong.</p>
<p>Indonesia dengan program 10 Bali Baru dikatakannya sangat &#8220;seksi&#8221; bagi investor. Karena didalamnya tidak hanya pengembangan destinaai wisata, tapi juga infrastruktur. Di mana Indonesia juga menjadi anggota bersama 70 negara lain dalam konsep One Belt One Road dalam peningkatan pembangunan infrastruktur, mendukung konektivitas dan integrasi perekonomian di kawasan.</p>
<p>Pengembangan sektor pariwisata termasuk investasi didalamnya dikatakan Tom Lembong sangat penting untuk dikejar. Salah satu faktornya adalah perkembangan atau meningkatnya kelas menengah di sejumlah negara Asia Pasifik seperti India dan Cina. Hal ini membuat perkembangan digital lifestyle di dunia berkembang masif.</p>
<p>&#8220;Sekarang adalah eranya lifestyle dan kebutuhan akan pariwisata pun semakin nyata,&#8221; ujar Lembong.</p>
<p>Ia pun percaya di tangan Menpar Arief Yahya, perkembangan digital dan pariwisata akan berjalan baik. &#8220;Menpar kita ini juga mantan dirut PT Telkom. Jadi digital dan pariwisata akan terpadu dengan baik oleh dia,&#8221; kata Lembong.</p>
<p>Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya di hadapan 114 investor mancanegara dan kepala daerah mengatakan, penting bagi daerah untuk dapat memilih sektor pariwisata dalam pengembangan. Hal ini lantaran pemimpin tertinggi negeri ini, Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Rugi kalau kita nggak pilih pariwisata karena pariwisata sudah ditetapkan sebagi yang utama. Sebagai leading sector,&#8221; ujar Menpar Arief Yahya.&nbsp;</p>
<p>Bahkan di tahun 2018 Presiden Joko Widodo juga menetapkan sektor unggulan. Pariwisata berada di unggulan nomor dua, dibawah pertanian dan di atas perikanan.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Jadi saya sangat bersyukur Presiden sangat berkomitmen perkembangan pariwisata. Dimana seluruh kementerian/lembaga harus mendukung,&#8221; ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Selain itu, berdasarkan data, marketing performance pariwisata Indonesia juga menunjukkan angka yang tinggi. Bahwa Indonesia masuk Top 20 The Fastest Growing Travel Destination in the World tahun 2017.&nbsp;</p>
<p>Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia juga yang tertinggi di regional dan global. Pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 25 persen, empat kali lebih besar di regional dan global serta lima kali lebih besar dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.&nbsp;</p>
<p>Jadi secara keseluruhan marketing pariwisata Indonesia baik dan secara produk juga baik. Video Wonderful Indonesia ditetapkan sebagai yang terbaik oleh UNWTO. Indonesia juga ditetapkan sebagai Destination of the Year mengalahkan Thailand dalam sebuah penghargaan beberapa waktu lalu.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Price competitiveness kita juga baik. Jadi pariwisata kita adalah The Best Product, The Best Promote dan The Best Price,&#8221; ujar Menpar Arief Yahya.<b> (rls)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-keunggulan-indonesia-jadi-destinasi-investasi-pariwisata/">Ini Keunggulan Indonesia Jadi Destinasi Investasi Pariwisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​RIF 2017, Babak Baru Investasi di Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8brif-2017-babak-baru-investasi-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2017 15:49:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#ip]]></category>
		<category><![CDATA[#padangRIF2017]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RegionalInvestmentForum]]></category>
		<category><![CDATA[#RIF2017]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8212;&#160;Tiga destinasi pariwisata prioritas &#8220;dijual&#8221; senilai Rp39 triliun pada investor dalam Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang diselenggarakan di Padang, Sumatara Barat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8brif-2017-babak-baru-investasi-di-sumbar/">​RIF 2017, Babak Baru Investasi di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8212;&nbsp;</b>Tiga destinasi pariwisata prioritas &#8220;dijual&#8221; senilai Rp39 triliun pada investor dalam Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang diselenggarakan di Padang, Sumatara Barat (Sumbar) sejak tanggal 15 hingga 17 Oktober.<br />
Nominal tersebut ditawarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk mendukung beberapa proyek pengembangan tiga pariwisata prioritas, yakni; danau Toba, Borobudur, dan Tanjung Kelayang.</p>
<p>Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, pariwisata merupakan salah sektor yang tumbuh di level 35-40 persen. Realita tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang pertahunnya hanya di angka 12-14 persen.</p>
<p>&#8220;Makanya, potensi pariwisata termasuk sektor yang harus diperhatikan. Saat ini, porsinya memang kecil. Tapi, lama kelamaan akan besar, jika pertumbuhannya terus dan signifikan,&#8221; kata Thom dalam konfrensi pers yaang didampingi Arif Yahya Menteri Pariwisata, Irwan Prayitno Gubernur Sumbar, Deputy Senior Bank Indonesia dan Staf Ahli Kementerian ESDM usai menabuh gong pembukaan RIF di Grand Inna Muara Hotel Padang, Senin (16/20).</p>
<p>Sebetulnya terang Thom, ada Delapan destinasi di Indonesia yang ditawarkan dalam RIF 2017. Enam diantaranya merupakan destinasi prioritas. Dua diantaranya berada di Sumbar, masing-masing, Kawasan wisata Terpadu Gunung Padang dan kawasan wisata bahari pantai Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan.</p>
<p>&#8220;Nah, dari 6 destinasi prioritas ini, tiga destinasi yang ditawarkan Rp 39 triliun itu telah memiliki proyek-proyek ready to offer,&#8221; bebernya.</p>
<p>Meskipun demikian lanjut Thom, 5 destinasi lainnya juga tak kalah menarik dari 3 destinasi yang siap ditawarkan tersebut. &#8220;Misalnya saja Padang yang memiliki destinasi tak kalah cantik, indah dengan lokasi lainnya di Indonesia. Ini juga pantas untuk segera dikembangkan. Apalagi, Sumbar juga sudah kian berbenah dan menggenjot potensi pariwisatanya,&#8221; kata Thom.</p>
<p>Senada dengan itu, Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya menyebutkan, potensi pariwisata Indonesia tidak bisa dianggap enteng. Bahkan, potensi devisa dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai Rp 260 triliun dan menjadi sektor kedua sebagai penyumbang devisa terbesar.</p>
<p>Dengan begitu, sektor pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia pada masa mendatang. &#8220;Terpenting itu, prioritas kita adalah menyiapkan Atraksi, Amenitas atau sarana dan prasarana, dan Aksesibilitas (3A). Terutama untuk 10 &#8216;Bali baru&#8217; yang terhampar di danau Toba hingga ke Maluku Utara,&#8221; kata Arif.</p>
<p>Arief menilai, investasi sangat diperlukan dalam sektor pariwisata. Sebab, hal itu tidak sekedar menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pertumbuhan yang dicapai sektor usaha. Namun, juga menjadi game changer ditengah persaingan negara-negara dalam menarik wisatawan.</p>
<p>Sedangkan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, bahwa pihaknya berharap kegiatan RIF dapat berdampak positif bagi perbaikan infrastruktur pariwisata di Sumatera Barat.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hingga tahun 2016, jumlah hotel di Sumatera Barat yang hotel bintang 58 hotel yang non bintang 316 hotel, totalnya 374 hotel. Ini masih sepertiga dari jumlah hotel di Nusa Tenggara Barat yang mencapai 900-an atau Bali yang mencapai 2.000 hotel,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>
<p>Irwan juga mengemukakan bahwa jumlah wisatawan asing yang masuk ke Sumatera Barat tahun lalu bahkan hanya 46 ribu wisatawan, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 48 ribu wisatawan.&nbsp;</p>
<p>”Oleh karena itu, dengan adanya RIF diharapkan jumlah hotel maupun wisatawan asing ke Sumatera Barat dapat meningkat,&#8221; tegasnya.&nbsp;</p>
<p>Kegiatan RIF Padang 2017 merupakan salah satu upaya Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan sektor pariwisata. Hingga tahun 2019, pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta orang pertahun, serta wisatawan nusantara berjumlah 275 juta orang. Dari sektor pariwisata tersebut pemerintah mengestimasi jumlah devisa yang dihasilkan mencapai Rp 260 triliun.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kegiatan RIF 2017 di Kota Padang ini telah menjadi trending topic oleh netizen diberbagai medsos dengan taggar <b>#padangRIF2017</b>&#8221; ungkap Gubernur.</p>
<p>Lebih lanjut Gubernur Irwan menyampaikan, bahwa masyarakat sangat peduli dan berharap banyak dengan RIF ini.</p>
<p>&#8220;Hal ini menunjukkan, bahwa kegiatan ini telah menjadi perhatian publik se Indonesia. Artinya banyak harapan masyarakat tertumpang dengan RIF 2017 ini&#8221; imbuh Irwan Prayitno <b>(rls)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8brif-2017-babak-baru-investasi-di-sumbar/">​RIF 2017, Babak Baru Investasi di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/77 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.010 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:25:58 by W3 Total Cache
-->