<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#PadangMangatas Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/padangmangatas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/padangmangatas/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2021 06:56:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#PadangMangatas Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/padangmangatas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alex Indra Lukman : Lebih Baik Optimalkan BPTUHPT Padang Mangatas</title>
		<link>https://prokabar.com/alex-indra-lukman-lebih-baik-optimalkan-bptuhpt-padang-mangatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2021 06:56:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#AlexIndraLukman]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangMangatas]]></category>
		<category><![CDATA[#PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Padang Mengatas merupakan kawasan peternakan warisan Pemerintah Hindia Belanda yang dibangun 1916 silam di kaki Gunung Sago, Kabupaten Limapuluh Kota. Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alex-indra-lukman-lebih-baik-optimalkan-bptuhpt-padang-mangatas/">Alex Indra Lukman : Lebih Baik Optimalkan BPTUHPT Padang Mangatas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Padang Mengatas merupakan kawasan peternakan warisan Pemerintah Hindia Belanda yang dibangun 1916 silam di kaki Gunung Sago, Kabupaten Limapuluh Kota.</p>
<p>Padang sabana yang luasnya mencapai 280 hektare itu, pernah jadi peternakan terbesar di Asia Tenggara pada 1955.</p>
<p>“Jika Menteri BUMN, Erick Thohir ingin membeli peternakan sapi di Belgia untuk mengatasi impor sapi 1,5 juta ekor tiap tahun, lebih bijak rasanya jika mengoptimalkan Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman di Padang, Senin (19/4).</p>
<p>Pernyataan Alex ini terkait keinginan Menteri BUMN, Erick Tohir saat jadi pembicara webinar Milenial Hub: Milenial Fest x PPI Belgia.</p>
<p>Dalam webinar itu, Erik menyampaikan keinginanannya untuk membeli peternakan di Belgia.</p>
<p>Hal tersebut langsung dia sampaikan ke Dubes Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi yang juga peserta webinar itu.</p>
<p>Dalam webinar itu, Erick menegaskan, yang diinginkan saat ini adalah peternakannya.</p>
<p>Nantinya, BUMN yang membeli dan mengelola, demi memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri.</p>
<p>“Padahal potensi Padang Mengatas, bisa memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri jika pemerintah mau serius mengelolanya,” terang Alex.</p>
<figure id="attachment_85728" aria-describedby="caption-attachment-85728" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210419_133107.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-85728" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210419_133107.jpg" alt="" width="640" height="366" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210419_133107.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210419_133107-300x172.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-85728" class="wp-caption-text">Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota</figcaption></figure>
<p>BPTUHPT Padang Mengatas merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.</p>
<p>Memiliki luas 280Ha dengan populasi mencapai 1300 ekor, terdiri dari wilayah padang pengembalaan, kebun rumput dan lokasi perkandangan serta perkantoran.</p>
<h3><strong>Dikunjungi Presiden </strong></h3>
<p>BPTUHPT Padang Mengatas ini, ungkap Alex, juga telah dikunjungi Kepala BAPPENAS/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa pada 8-10 April 2021.</p>
<p>“Ada baiknya, koordinasi antar menteri diintensifkan lagi. Sehingga, potensi yang ada di dalam negeri bisa termanfaatkan secara optimal,” harap Alex.</p>
<p>Pada 2015 lalu, ungkap Alex, Presiden Joko Widodo juga telah meninjau peternakan sapi di BPTUHPT Padang Mengatas ini.</p>
<p>Presiden Joko Widodo memastikan, kedatangannya melihat dan memastikan Indonesia bisa melakukan sesuatu yang berkaitan dengan peternakan sapi dengan jumlah besar.</p>
<p>Jokowi mengungkapkan, konsep BPTUHPT Padang Mengatas ini akan di ‘copy’ ke daerah lainnya di Indonesia.</p>
<p>“Setiap daerah pasti mempunyai kawasan dengan areal kurang lebih 280 ha lalu ditanami rumput untuk pakan sapi dan sapinya tidak dikandangkan,” katanya.</p>
<p>Menurut Presiden, peternakan sapi Padang Mengatas ini sebuah contoh peternakan dengan biaya yang murah sehingga bisa ditiru daerah lain.</p>
<p>Presiden yakin jika setiap daerah memiliki peternakan seperti ini, maka kebutuhan daging dalam negeri akan terselesaikan. <strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alex-indra-lukman-lebih-baik-optimalkan-bptuhpt-padang-mangatas/">Alex Indra Lukman : Lebih Baik Optimalkan BPTUHPT Padang Mangatas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Presiden Pernah Selfie di Sini, Anda?</title>
		<link>https://prokabar.com/3-presiden-pernah-selfie-di-sini-anda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2018 16:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangMangatas]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden]]></category>
		<category><![CDATA[#Selfie]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=9513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Limapuluh Kota,Prokabar &#8211; Savana sesayup mata memandang, luasnya 200 hektare lebih. Awan merendah. Patut dijangkau saja. Itulah Padang Mengatas, Limapuluh Kota nan indah. Di sini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/3-presiden-pernah-selfie-di-sini-anda/">3 Presiden Pernah Selfie di Sini, Anda?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Limapuluh Kota,Prokabar &#8211;</strong> Savana sesayup mata memandang, luasnya 200 hektare lebih. Awan merendah. Patut dijangkau saja.</p>
<p>Itulah Padang Mengatas, Limapuluh Kota nan indah. Di sini 3 presiden pernah berselfie: Soeharto, SBY dan Jokowi.</p>
<figure id="attachment_9514" aria-describedby="caption-attachment-9514" style="width: 718px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-9514 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-22.16.53.jpeg" alt="" width="718" height="436" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-22.16.53.jpeg 718w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-22.16.53-300x182.jpeg 300w" sizes="(max-width: 718px) 100vw, 718px" /><figcaption id="caption-attachment-9514" class="wp-caption-text">Foto : Jokowi di Padang Mangatas (net)</figcaption></figure>
<p>Di sini, jalan membentang seperti tangga langit. Angin jangan disebut, melambai dia. Sibak rambut dibuatnya.</p>
<p>Jika pundak anda berat karena beban pikiran, bisa hilang sakitnya, kalau tiba di sini. Sejuk tuen.</p>
<p>&#8220;Kalau ada menteri yang suntuk di Jakarta, bisa hilang stresnya kalau di sini,&#8221; kelakar mantan Presiden RI SBY, saat ke Padang Mengatas 2013 lalu.</p>
<figure id="attachment_9521" aria-describedby="caption-attachment-9521" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-9521 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-22.49.53.jpeg" alt="" width="720" height="481" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-22.49.53.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-22.49.53-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-9521" class="wp-caption-text">Foto : SBY dan Istri (net)</figcaption></figure>
<p>Begitu benarlah suasana padang gembala Padang Mengatas, atau disebut Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas milik Kementerian Pertanian di Luhak, Limapuluh Kota, Sumbar.</p>
<p>Sejak 4 tahun terakhir, Padang Mengatas mengalami kemajuan pesat.<br />
&#8220;Populasi sapi di sini, sudah 1.500 ekor lebih. Ada simental, limocyn dan sapi lokal jenis pesisir,&#8221; kata Irwandi, Kepala BPTU HPT Padang Mengatas, belum lama ini.</p>
<p>Deputi Pembibitan Kementrian Pertanian Sugiono yang juga mantan Kepala BPTU Padang Mengatas menyebut, fasilitas peternakan ini adalah warisan pendudukan Belanda di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Bahkan, sempat menjadi area peternakan terbesar se-Asia Tenggara,&#8221; kata Sugiono, terpisah. Padang gembala ini, pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916.</p>
<p>Saat itu hewan yang diternakkan adalah kuda. Baru pada 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala, India untuk dikembang biakan. Perjalanan peternakan ini kerap jatuh bangun.</p>
<p>Pada Zaman Revolusi Kemerdekaan sekitar 1945 –1949 kegiatan peternakan di area ini terhenti.</p>
<p>Baru, kemudian pada 1950 oleh Wakil Presiden Dr. Moh. Hatta dipugar kembali dan 1951 – 1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah dan di beri nama Induk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas.</p>
<p>Tahun 1955 ITT Padang Mengatas itu jadi peternakan yang terbesar di Asia Tenggara, di mana ternak yang dipelihara adalah ternak kuda, sapi, kambing dan ayam.</p>
<p>Padang Mengatas sempat mengalami kerusakan hebat, pada 1958 –1961, tepatnya saat terjadi pergolakan PRRI, dan lokasi ITT Padang Mengatas dijadikan sebagai basis pertahanan PRRI.</p>
<figure id="attachment_9524" aria-describedby="caption-attachment-9524" style="width: 830px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-9524 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-23.00.03.jpeg" alt="" width="830" height="556" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-23.00.03.jpeg 830w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-23.00.03-300x201.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-09-at-23.00.03-768x514.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px" /><figcaption id="caption-attachment-9524" class="wp-caption-text">Foto : SBY dan Istri (net)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Tahun 1973 –1974 Pemerintah Jerman mengadakan kajian di ITT Padang Mengatas maka pada 1974 – 1978 dilakukan kerja sama pembangunan kembali ITT Padang Mengatas antara pemerintah RI dan Jerman melalui proyek Agriculture Development Project (ADP),&#8221; sebut Sugiono.<br />
‎<br />
Nah, pada 1978, proyek ADP berakhir dan diserahkan kepada Departemen Pertanian dengan nama Balai Pembibitan Ternak – Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Padang Mengatas sesuai dengan SK Menteri Pertanian RI No. 313/Kpts/Org/1978 dengan wilayah kerja 3 propinsi yaitu Sumbar, Riau, dan Jambi.</p>
<p>Tahun 1978 Padang Mengatas dibiayai Pemda Sumbar dan Pemerintah Pusat. Barulah 1985 seluruh pembiayaan diambil alih pemerintah pusat.</p>
<p>Soeharto, Presiden RI saat itu, pernah berkunjung ke Padang Mengatas. Sampa kini, foto Soharto ada di sana. Begitupun Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ada pula foto SBY dan Ibu Ani di Padang Mengatas.</p>
<p>Tak kalah penting, kedatangan Presiden RI Joko Widodo 2015, justru seakan membuat Padang Mengatas kena vitamin baru. Kini, Padang Mengatas terus berbenah. Beberapa infrastrukturnya dibenahi total.</p>
<p>Hijauan, rumput khusus untuk makanan sapi, kini semakin luas saja ditanam. Mirip di New Zeland, Padang Mengatas indah sekali.</p>
<p>Sehabis menikmati panorama alam yang sempurna di Padang Mengatas, selain bulan Ramadhan, jangan lupa meneguk susu sapi segar di luar. Ada warga yang menjualnya. Susu sapi murni. Anda tak ke sini? Rugi! <strong>(vbm)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/3-presiden-pernah-selfie-di-sini-anda/">3 Presiden Pernah Selfie di Sini, Anda?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 22/97 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/21 queries in 0.053 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-22 21:34:36 by W3 Total Cache
-->