<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pacujawi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pacujawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pacujawi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2021 07:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pacujawi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pacujawi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengunjung Membludak, Event Pacu Jawi Dihentikan</title>
		<link>https://prokabar.com/pengunjung-membludak-event-pacu-jawi-dihentikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 07:34:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pacujawi]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=83283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, melalui Dinas Pariwisata dan Olah Raga mencabut rekomendasi pelaksanaan event pacu jawi. Event pacu jawi dalam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengunjung-membludak-event-pacu-jawi-dihentikan/">Pengunjung Membludak, Event Pacu Jawi Dihentikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, melalui Dinas Pariwisata dan Olah Raga mencabut rekomendasi pelaksanaan event pacu jawi. Event pacu jawi dalam bentuk uji coba tersebut, dan dilaksanakan di Kenagarian Cubadak, Lima Kaum diduga syarat pelanggaran protokol kesehatan.</p>
<p>&#8220;Iya dicabut rekomendasinya, suratnya saya belum tahu, tapi izinnya tidak keluar lagi. Yang jelas, pacu jawi belum dibolehkan kalau tidak bisa mematuhi protokol kesehatan,&#8221; ungkap Kabid Pariwisata, Efrison saat dihubungi melalui sambungan telpon, Sabtu (13/3).</p>
<p>Kabid Pariwisata Disparpora Tanah Datar, Efrison mengatakan penghentian uji coba yang telah dilaksanakan selama dua kali penyelenggaraan itu dikhawatirkan akan mengabaikan protokol kesehatan.</p>
<p>&#8220;Terlau ramai pengunjungnya, bisa kewalahan kita (penerapan protkes). Rencananya, kan hari ini (Sabtu) terakhir, jadi karena terlalu ramai, terpaksa dihentikan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Efrison juga mengatakan, penghentian event pacu jawi yang dilakukan tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.</p>
<p>Sebelumnya, setelah satu tahun absen alek nagari pacu jawi di Tanah Datar kembali dilaksanakan dalam bentuk uji coba, Rabu lalu (3/3). Kadis Parpora, Abdul Hakim saat itu menerangkan, pelaksanaan alek pacu jawi di tengah pandemi Covid yang melanda berawal dari usulan pemilik sapi yang ingin dilaksanakannya event itu. Aspirasi pemilik sapi tersebut ditampung dan direkomendasikan dengan berbagai syarat oleh pemerintah daerah.</p>
<p>Hakim tak menampik, jika pacu jawi tersebut jelas jelas melanggar protokol kesehatan, maka izin pelaksanaan akan segera dicabut, dan sebaliknya, jika berjalan sukses maka pacu jawi akan kita lanjutkan untuk kedepannya.</p>
<p>Berdasarkan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Sekretaris Daerah Pemkab Tanah Datar, tertulis jika panitia wajib mematuhi perda provinsi Sumatera Barat nomor 6 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam penegakan dan pengendalian Covid 19 sebagai syaratnya. Selain itu, panitia juga wajib mematuhi Peraturan Bupati nomor 48 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya penegakan dan pengendalian Covid 19.</p>
<p>Jika terbukti tidak bisa mematuhi dua syarat yang ada, maka pemerintah daerah akan segera mencabut rekomendasi pelaksanaan kegiatan. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengunjung-membludak-event-pacu-jawi-dihentikan/">Pengunjung Membludak, Event Pacu Jawi Dihentikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersyarat, Alek Nagari Pacu Jawi Kembali Dihelat</title>
		<link>https://prokabar.com/bersyarat-alek-nagari-pacu-jawi-kembali-dihelat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 07:16:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pacujawi]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Satu tahun absen, alek nagari pacu jawi di Tanah Datar kembali dilaksanakan, Rabu (3/3). Dihelat ditengah pandemi Covid 19, tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersyarat-alek-nagari-pacu-jawi-kembali-dihelat/">Bersyarat, Alek Nagari Pacu Jawi Kembali Dihelat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Satu tahun absen, alek nagari pacu jawi di Tanah Datar kembali dilaksanakan, Rabu (3/3). Dihelat ditengah pandemi Covid 19, tidak menyurutkan niat masyarakat untuk menyaksikan olahraga tradisional khas Luhak Nan Tuo tersebut.</p>
<p>Alek pacu jawi dilaksanakan di Kenagarian Cubadak, Kecamatan Lima Kaum. Pelepasan jawi perdana dilakukan oleh Kepala Dinas Patiwisata dan Olahraga setempat, Abdul Hakim, dengan didampingi Forkopimca.</p>
<p>Hakim mengatakan, jika pada rabu (3/3) tepat satu tahun alek nagari pacu jawi dihentikan karena pandemi covid 19 yang melanda. Pelaksanaan kali ini pun menurutnya mesti menerepakan protokol kesehatan sebagai syaratnya.</p>
<p>&#8220;Iya hari ini tepat satu tahun pacu jawi dihentikan, dan kita mulai lagi tentunya dengan mematuji protokol kesehatan bagi penontonnya,&#8221; ungkap Hakim.</p>
<p>Hakim menerangkan, pelaksanaan alek pacu jawi di tengah pandemi Covid melanda berawal dari usulan pemilik sapi yang ingin dilaksanakannya pacu jawi. Aspirasi pemilik sapi tersebut ditampung dan direkomendasikan dengan berbagai syarat oleh pemerintah daerah.</p>
<p>&#8220;Tentu ada syaratnya, dimana panitia mesti mengikuti protokol kesehatan, seperti pengunjung wajib menggunakan masker saat masuk ke arena pacu jawi, menjaga jarak dan mencuci tangan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Hakim tak menampik, jika pacu jawi tersebut jelas jelas melanggar protokol kesehatan, maka izin pelaksanaan akan segera dicabut. Sebaliknya, jika berjalan sukses maka pacu jawi akan kita lanjutkan untuk kedepannya.</p>
<p>&#8220;Disini juga ada BPBD dan satgas Covid yang memantau, panitia juga mengingatkan masyarakat yang hadir. Seandainya, dinyatakan melanggar akan kita hentikan, dan begitu juga sebaliknya. Jika dipatuhi, maka bisa untuk dilanjutkan&#8221; ungkapnya lagi.</p>
<p>Berdasarkan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Sekretariat Daerah Pemkab Tanah Datar, tertulis jika panitia wajib mematuhi perda provinsi Sumatera Barat nomor 6 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam penegakan dan pengendalian Covid 19 sebagai syaratnya. Selain iti, panitia juga wajib mematuhi Peraturan Bupati nomor 48 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya penegakan dan pengendalian Covid 19.</p>
<p>Jika terbukti tidak bisa mematuhi dua syarat yang ada, maka pemerintah daerah akan segera mencabut rekomendasi pelaksanaan kegiatan.</p>
<p>Faktanya, dilapangan masih ditemukan masyarakat yang membandel dan menghiraukan himbauan panitia untuk tetap menegakan protokol kesehatan. Berkali kali melalui pengeras suara panitia menyampaikan agar penonton untuk tetap memakai masker, namun masih banyak yang enggan mamatuhinya.</p>
<p>Pada umumnya, penonton dengan usia lanjut dan beresiko tinggi Covid 19 menjadi penonton dominan alek nagari pacu jawi ini. Dikhawatirkan, jika protokol kesehatan tidak ditegakan secara tegas maka akan menimbulkan cluster baru. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersyarat-alek-nagari-pacu-jawi-kembali-dihelat/">Bersyarat, Alek Nagari Pacu Jawi Kembali Dihelat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pacu Jawi Edisi Khusus Pelancong Cina Batal, 14 Ekor Sapi Balik ke Kandang</title>
		<link>https://prokabar.com/pacu-jawi-edisi-khusus-pelancong-cina-batal-14-ekor-sapi-balik-ke-kandang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2020 07:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pacujawi]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58070</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Sebanyak 170 orang wisatawan asal Kota Kunming, Cina batal menyaksikan event tradisional pacu jawi di Kabupaten Tanah Datar. Padahal, event...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pacu-jawi-edisi-khusus-pelancong-cina-batal-14-ekor-sapi-balik-ke-kandang/">Pacu Jawi Edisi Khusus Pelancong Cina Batal, 14 Ekor Sapi Balik ke Kandang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Sebanyak 170 orang wisatawan asal Kota Kunming, Cina batal menyaksikan event tradisional pacu jawi di Kabupaten Tanah Datar. Padahal, event tradisional khas kabupaten Tanah Datar itu telah disediakan khusus bagi wisatawan yang hendak melacong.</p>
<p>Batalnya pelancong asal negeri tirai bambu ini dilakukan secara mendadak pada Senin (27/1) oleh pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Pembatalan dilakukan dengan dalih untuk menjaga situasi yang kondusif atas banyak nya penolakan warga yang khawatir dengan penyebaran virus corona.</p>
<p>“Rencana kunjungan wisatawan negara China ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak disampaikan melalui telpon kepada Saya, agar tidak berkunjung ke daerah kita. Setelah mengkaji berbagai aspek dan berkoordinasi dengan pihak manajemen serta pimpinan rombongan kunjungan, mereka memamhami apa yang kita sampaikan. Karena kunjungan mereka tidak pada kondisi yang tepat yang menimbulkan keresahan pada masyarakat kita di Tanah Datar, maka dari itu diputuskan kunjungan mereka dibatalkan ke Tanah Datar,” ujar Irdinansyah.</p>
<p>Helmi Muna, Ketua Porwi Tanah Datar saat dimintai keterangannya terkait batalnya kunjungan wisatawan asal China itu mengatakan jika Porwi dalam hal pelaksanaan pacu jawi yang diselenggarakan khusus bagi turis asal Cina di Pariangan tidaklah terlibat secara penuh.</p>
<p>Hal itu terjadi, karena agent perjalanan yang mengatur sendiri pelaksanaan tersebut, dan bertolak belakang dengan apa yang dirapatkan bersama pemkab Tanah Datar pada akhir tahun 2019 lalu.</p>
<p>&#8220;Seharusnya &#8220;bajanjang naik, batanggo turun&#8221;. Dari biro ke Porwi dulu, dan Porwi ke nagari. Seharusnya kan seperti itu. Ini agentnya yang mengatur sendiri ke nagari. Setelah bermasalah, dibawalah ke Dinas Parpora untuk diselesaikan,&#8221; kata Helmi Muna.</p>
<p>Ia menambahkan, meski bermasalah sejak awal, namun Porwi bersama pihak nagari akhirnya tetap memfasilitasi pacu Jawi khusus bagi turis Tiongkok itu. Hal ini dilakukan karena para turis merupakan tamu pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari Porwi Tanah Datar pula, pada event khusus itu panitia menyediakan 14 ekor sapi atau 7 pasang sapi yang siap berlaga diarena pacuan sawah milik warga di Kenagarian Pariangan. Karena batalnya kunjungan turis, pelaksanaan pacu jawi edisi khusus pelancong Tiongkok itu juga batal dilaksanakan, meski para joki berserta sapinya telah dipersiapkan di lokasi acara.</p>
<p>&#8220;Ada 14 ekor sapi. Karena batal, mereka pulang. Sapi-sapi itu milik putra nagari saja, tidak ada dari kecamatan lain,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Selain itu, pantauan prokabar.com pada senin pagi (27/1) di Istano Basa Pagaruyung, tim tari penyambutan juga telah bersiap untuk menyambut para tamu. Akibat batalnya kunjungan, mereka hanya tampak berfoto ria di kawasan Istano Basa Pagaruyung.<strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pacu-jawi-edisi-khusus-pelancong-cina-batal-14-ekor-sapi-balik-ke-kandang/">Pacu Jawi Edisi Khusus Pelancong Cina Batal, 14 Ekor Sapi Balik ke Kandang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari 2020, Wisatawan Asal Cina Akan Berkunjung ke Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/januari-2020-wisatawan-asal-cina-akan-berkunjung-ke-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2019 10:34:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#istanopagaruyung]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pacujawi]]></category>
		<category><![CDATA[#pagaruyung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Mulai Januari tahun 2020 mendatang, wisatawan asal Cina akan mulai berkunjung ke Tanah Datar. Istano Basa Pagaruyung dan Pacu Jawi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/januari-2020-wisatawan-asal-cina-akan-berkunjung-ke-tanah-datar/">Januari 2020, Wisatawan Asal Cina Akan Berkunjung ke Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Mulai Januari tahun 2020 mendatang, wisatawan asal Cina akan mulai berkunjung ke Tanah Datar. Istano Basa Pagaruyung dan Pacu Jawi menjadi tujuan para wisatawan negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu.</p>
<p>Hal ini diungkapkan Abdul Hakim, Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Tanah Datar saat menutup kegiatan event Pacu Jawi di Nagari Labuah, Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (9/11).</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menyambut wisatawan asal cina itu, pemerintah kabupaten akan duduk bersama untuk mengevaluasi dan berbenah dengan pengurus Persatuan Olahraga Pacu Jawi (PORWI). Pertemuan yang akan digelar ini juga untuk menetapkan kalender event kegiatan pacu jawi tahun 2020 mendatang.</p>
<p>&#8220;Jika sebelumnya, pelaksanaan pacu jawi sering berubah jadwal, dengan adanya kunjungan wisatawan Cina ini, nantinya jangan ada lagi jadwal pelaksanaan pacu jawi di kecamatan yang berubah-ubah. Kalau tempatnya berubah itu tidak masalah, harinya jangan. Karena kita telah mengedarkan jadwal pelaksanaan ke tingkat provinsi, nasional bahkan mancanegara. Kalau berubah-ubah itu, susah buat wisatawan untuk berkunjung, &#8221; ucap Abdul Hakim.</p>
<p>Adanya kunjungan wisatawan asal Cina ke Tanah Datar mulai Januari 2020 nanti, Abdul Hakim mengatakan jika hal ini seiring dengan dibukanya rute penerbangan langsung dari Cina ke bandara International Minangkabau. Selain Cina, tim survey dari Amerika pun juga akan berkunjung untuk menyaksikan secara langsung pacu jawi pada 19 November esok.</p>
<p>&#8220;Kemaren sudah di survey oleh tim biro nya, sudah ditetapkan kalau ke Tanah Datar itu, wisatawan Cina akan mengunjungi Istana Pagaruyung dan Pacu Jawi. Selain ke Tanah Datar, juga ada ke destinasi wisata di kabupaten lainnya,&#8221; tambah Abdul Hakim.</p>
<p>Untuk mendukung kedatangan wisatawan asal cina itu, khusus untuk pacu jawi, nanti tidak lagi akan dilaksanakan seperti jadwal sebelumnya. Abdul Hakim mengatakan jika pelaksanaan pacu jawi bisa saja dilaksanakan setiap minggu.</p>
<p>&#8220;Minimal dulu, kita bisa satu kali dalam satu minggu (pacu jawi) atau bisa kita coba dulu dua kali dalam satu bulan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Abdul Hakim juga mengaku jika pada tahun 2020 mendatang, pemerintah kabupaten Tanah Datar kembali menaikan target tingkat kunjungan wisatawan menjadi 1,5 juta wisatawan. Dari jumlah target tersebut, 9 % diantaranya wisatawan mancanegara.<strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/januari-2020-wisatawan-asal-cina-akan-berkunjung-ke-tanah-datar/">Januari 2020, Wisatawan Asal Cina Akan Berkunjung ke Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Sekedar Tradisi, Pacu Jawi Juga Dikenal Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/tak-sekedar-tradisi-pacu-jawi-juga-dikenal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2019 09:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pacujawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=33120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Pacu Jawi merupakan Alek Anak Nagari Kabupaten Tanah Datar yang berdasarkan sejarahnya dilaksanakan setiap usai panen padi. Namun saat ini,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-sekedar-tradisi-pacu-jawi-juga-dikenal-dunia/">Tak Sekedar Tradisi, Pacu Jawi Juga Dikenal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Pacu Jawi merupakan Alek Anak Nagari Kabupaten Tanah Datar yang berdasarkan sejarahnya dilaksanakan setiap usai panen padi. Namun saat ini, pacu jawi tidak lagi sekedar tradisi, melainkan telah menjadi tujuan wisatawan dari mancanegara.</p>
<p>Alek pacu jawi di Tanah Datar digelar di empat kecamatan yakni kecamatan Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Sungai Tarab.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Zuldafri Darma pada pembukaan Alek Pacu Jawi di Sawah Payo Nagari Parambahan, Lima Kaum.</p>
<p>&#8220;Pacu jawi adalah iven anak nagari kita dan saat ini sudah mendunia, ini terbukti dengan banyaknya para pencinta fotography dalam dan luar negeri yang datang untuk mengabadikan momen-momen menarik dalam balapan sapi di atas lumpur sawah tersebut, jadi mari kita dukung bersama-sama&#8221;, katanya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Wabup juga sampaikan nilai luhur juga terkandung  didalamnya selain meningkatkan silaturahim, pacu jawi juga mengenalkan adat dan budaya sebagai contoh membawa makanan dengan talam/jamba.</p>
<p>&#8220;Ivent ini sangat bermanfaat, selain meningkatkan harga sapi hingga mencapai Rp50 juta per ekor, pacu jawi juga menggerakan perekonomian masyarakat di sekitarnya, karena banyaknya masyarakat yang berjualan aneka makanan, minuman dan lainnya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu Zuldafri juga ucapkan selamat datang kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang telah mengagendakan untuk menyaksikan alek pacu jawi.</p>
<p>Sebelumnya, Walinagari Parambahan  menyampaikan ucapan terimakasih kepada  panitia dan masyarakat yang sudah menyukseskan kegiatan pacu jawi ini. Ia berharap kegiatan ini kedepan akan terus berlanjut sebagai tradisi yang telah turun temurun dari dulunya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-sekedar-tradisi-pacu-jawi-juga-dikenal-dunia/">Tak Sekedar Tradisi, Pacu Jawi Juga Dikenal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/91 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:13:12 by W3 Total Cache
-->