<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#oleh-oleh Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/oleh-oleh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/oleh-oleh/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2019 11:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#oleh-oleh Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/oleh-oleh/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Disbudpar Padang Resmikan Outlet DB Foods di Pondok</title>
		<link>https://prokabar.com/disbudpar-padang-resmikan-outlet-db-foods-di-pondok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2019 11:04:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#dbfoods]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#oleh-oleh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53280</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang meresmikan dibukanya outlet Pusat Oleh-oleh Khas Padang Dendeng Balado (DB) Foods, Minggu (1/12). Outlet...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/disbudpar-padang-resmikan-outlet-db-foods-di-pondok/">Disbudpar Padang Resmikan Outlet DB Foods di Pondok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang meresmikan dibukanya outlet Pusat Oleh-oleh Khas Padang Dendeng Balado (DB) Foods, Minggu (1/12).</p>
<p>Outlet DB Foods ini berlokasi di Jalan Hos Cokrominoto No 17A Padang, Kecamatan Padang Barat. Toko oleh-oleh ini sudah dirintis sejak tahun 1969 dengan nama &#8220;Dendeng Belakang Kongsi Se-Lie&#8221;. Tahun 2009 dilakukan rebranding dengan nama DB Foods dan didirikanlah Pusat Oleh-Oleh DB Foods (Factory Outlet) di Jalan Niaga Dalam No. 39 Padang.</p>
<p>Untuk merayakan 50 tahun DB Foods (1969-2019), didirikanlah Pusat Oleh-oleh DB Foods (Premium Outlet) Jalan HOS Cokroaminoto tersebut.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Disbudpar Padang, Andree Algamar mengapresiasi kehadiran outlet ini dan berharap ramai dikunjungi wisatawan.</p>
<p>Selain itu, kepada pelaku usaha lainnya diharapkan memajukan produk lokal. Ini agar pemasukan bertambah dan produk yang dimiliki terkenal.</p>
<p>&#8220;Pemko Padang sangat mendorong pengusaha lokal untuk menjual produk lokal sehingga uang tetap beredar di Padang maupun Sumbar secara umum,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Owner DB Foods Padang, Heri Kurniadi mengatakan kuliner ini lebih lengkap, lebih besar, dan pastinya lebih nyaman untuk berbelanja bersama keluarga dan relasi bisnis.</p>
<p>&#8220;Hari perdana buka, konsumen diberi diskon 20 persen untuk semua pruduk,&#8221; ujarnya pada, Minggu (1/12).</p>
<p>Toko oleh-oleh Pondok produk andalan DB Foods lanjutnya adalah khas Dendeng Balado. Selain itu, DB Foods juga memproduksi Dendeng Lado Ijo, Dendeng Kering, dan Rendang.</p>
<p>&#8220;DB Foods saat ini menjadi satu-satunya brand dari Sumatera Barat yang berhasil menembus supermarket premium di ibu kota Jakarta dan sekitarnya seperti Ranch Market, Foodhall, Kemchicks, Gelael Supermarket, Lulu Supermarket, dan AEON. Totalnya ada 30 supermarket premium. Sedangkan di Kota Padang sendiri, ada Christine Hakim, CHIP, Shirley, 4&#215;7, Nan Salero, Rohana Kudus, Silungkang, dan beberapa pusat oleh-oleh lainnya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Toko DB Foods dipercaya oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (saat itu dipimpin oleh Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan) untuk mewakili Indonesia di ajang International Food Taipei selama 2 tahun berturut-turut bersama perusahaan-perusahaan raksasa seperti Sosro dan Garuda Food.<strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/disbudpar-padang-resmikan-outlet-db-foods-di-pondok/">Disbudpar Padang Resmikan Outlet DB Foods di Pondok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</title>
		<link>https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2018 07:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Makro]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar — Di sebuah tenda pojok, khusus lokasi kuliner dan jualan sekitar Kantor Disparpora dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/">Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong> <strong>Pariaman</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Di sebuah tenda pojok, khusus lokasi kuliner dan jualan sekitar Kantor Disparpora dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat ke 15 tahun 2018 Di Kabupaten Padang Pariaman, terlihat hidangan unik dan menarik. Lele Asap asal Kayu Tanam dengan nama Leriska.</p>
<p>Beberapa ibu-ibu dengan ramah menyapa dan melayani pembeli dengan baik. Barang dagangannya terlihat laris diborong pelanggan. Mereka pun tersenyum lebar dan puas.</p>
<p>Dan dalam suatu kesempatan, usaha ini pun dapat di telusuri lebih dalam tentang sejarah berdirinya beserta proses perjalanan mereka membangun usaha terlihat sederhana tersebut. Leriska (Lele Rezki Sejahtera Kayutanam), sebuah kelompok usaha rumah tangga asal Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2&#215;11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Kelompok yang mengolah makanan khas ikan lelel seperti Lele Asap, Rendang Lele Salai, Bakso Lele dan Naget Lele.</p>
<p>Lili Suryani (40) Ketua Leriska menjelaskan usaha tersebut bermula program PNPM 2013 lalu kepada Anggota SPP (Simpan Pinjam Perempuan) memberi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga miskin. Anggaran Pemeritah Pusat tersebut selain mendapatkan skill atau keterampilan, langsung dimodali berbagai peralatan masak.</p>
<p>Karena budi daya ikan lelel sudah membludak, bahkan telah berhasil mengekspor ke Kota Bukittinggi. Harga biasanya Rp13 ribu perkilo, menjadi Rp7 ribu perkilo, dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Maka lahirlah pelatihan pembuatan lele asap atau pengasapan lele.</p>
<p>Usai pelatihan dan skill diserap dengan baik, Kelompok tersebut langsung merealisasikannya sebagai usaha tambahan. 2014, dengan berjumlah Anggota 16 orang disertai modal simpanan pokok setiap Anggota Rp75 ribu perorang, mereka bergerak maju.</p>
<p>&#8220;Awalnya produksi hanya 2x dalam sebulan, dengan hasil 50 kg lele asap sekali produksi. Hingga kini kami sudah bisa produksi 3x dalam sebulan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Saat ini Leriska mempekerjakan beberapa orang ibu rumah tangga untuk memproduksi Lele Asap. Dengan upah Rp 25 ribu perkilonya.</p>
<p>Harga lele asap sudah mencapai Rp130 ribu perkilo. &#8220;Di acara Porprov. Sumbar 2018 di Padang Pariaman ini, kami tidak hanya menjajakan Lele Asap saja. Kami sudah mulai melakukan inovasi hasil turunan berupa Rendang Lele Salai, Bakso Lele, Naget Lele dan Sala,&#8221; terang Lili.</p>
<p>Pelanggan biasanya dari beberapa instansi Pemerintahan Padang Pariaman. Namun pada Ivent olahraga Sumatra Barat ini, para perantau maupun calon legislatif banyak singgah dan melirik usaha kami. &#8220;Mereka menyulai kuliner ini dan memesan banyak untuk dibawa ke perantauan. Dalam sehari itu, terjual 15 bungkus dan tambahan pesanan 30 bungkus lagi,&#8221; ungkap Ketua Leriska tersebut.</p>
<p>Setidaknya dalam ajang ini, kami mendapat pelanggan baru dan kemungkinan menjadi pelanggan tetap lanjutnya. Sebagai momentum promosi usaha kerajinan maupun kuliner khas Padang Pariaman tentunya.</p>
<p>Lili juga menerangkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman selama ini sudah sangat baik dalam melakukan pembinaan. Namun harus lebih serius dan berkelanjutan. Terutama permasalahan permodalan dan kemasan. &#8220;Kita kalah saing dengan kemasan elit milik daerah lain. Padahal dari segi kualitas rasa dan mutu, kita jauh lebih unggul,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Usaha rumah tangga Lele Asap daerah lain seperti Payakumbuh, Padang, Agam dan Bukittinggi sudah cukup maju. Namun kendala rata-rata modal, pada umumnya Pemerintah Daerah sering menggiring ke Perbankan. Padahal Perbankan tidak akan pernah melirik usaha kecil menengah ini Karena mereka pasti mencari keuntungan pula besar nasabahnya. &#8220;Mana mungkin perbankan percaya pada usaha kecil menengah ini akan memberi keuntungan kepada mereka?&#8221; herannya.</p>
<p>Kami berharap lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman serius memperhatikan usaha kecil menengah ini. &#8220;Kita iri dengan kebijakan beberapa Pemerintah daerah di daerah Jawa sana. Bahkan mereka konsisten dengan menetapkan Perda kepada ASN dan masyarakatnya untuk mengutamakan membeli produksi hasil karya daerahnya sendiri. Sehingga umkm mereka maju, berkembang dan jelas mensejahterakan masyarakatnya,&#8221; harapnya.</p>
<p>Dan di sisi lain, umkm adalah penompang pertumbuhan pariwisata. Wisatawan jelas tidak akan hanya melihat dan menikmati keindahan alam dan budaya saja saat berwisata. Mereka pasti membutuhkan makanan dan buah tangan dari tempat yang sudah ia kunjungi. &#8220;Dan kita di akayu Tanam sepertinya hanya menjadi penonton saja. Padahal rata-rata wisatawan nasional dan Internasional setial hari melintasinya. Hendaknya potensi Kayu Tanam dengan Istilah Bogornya Sumbar, dapat termanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman,&#8221; tutupnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/">Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tas Rajutan dan Noken, Jadi Ciri Kas Masyarakat Papua</title>
		<link>https://prokabar.com/tas-rajutan-dan-noken-jadi-ciri-kas-masyarakat-papua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2018 02:24:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[#papua]]></category>
		<category><![CDATA[#sorong]]></category>
		<category><![CDATA[#sovenir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sorong, Prokabar — Setiap daerah tentu memiliki ciri kahas daerahnya masing-masing. Begitu pula di Papua umumnya menjadi salah satu cirri khas daerahnya adalah tas rajutan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tas-rajutan-dan-noken-jadi-ciri-kas-masyarakat-papua/">Tas Rajutan dan Noken, Jadi Ciri Kas Masyarakat Papua</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sorong, Prokabar — </strong>Setiap daerah tentu memiliki ciri kahas daerahnya masing-masing. Begitu pula di Papua umumnya menjadi salah satu cirri khas daerahnya adalah tas rajutan dan noken.</p>
<p>Karena kedua benda tersebut telah dipergunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, hal ini merupakan peluang bagi perempuan Papua agar menyiapkan tas rajutan dan noken,  sehingga dapat menjadi pendapatan untuk memenuhi kehidupan keluarganya.</p>
<p>Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorong Junita Linda Kraar Kamuru mengatakan, selama ini persoalan ketidakberdayaan perempuan Papua menjadi latar belakang terjadinya kasus kekerasan.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan meningkatkan ketrampilan perempuan Papua, sehingga dapat memberikan azas manfaat untuk mendongkrak pendapatan  bagi keluarga, ujar Linda Kamuru, Jumat (14/9).</p>
<p>&#8220;Permasalahan kita di Papua berupa kekerasan dalam rumah tangga, pendidikan yang rendah, ekonomi yang lemah itu smeua karena ‘torang’ (kita) tidak punya kemampuan apa-apa, makanya  itu kita harus meningkatkan keahlian perempuan, melalui kegiatan ini,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dorkas Kanapau mengatakan,  melalui pelatihan ini, diharapkan potensi dan keahlian yang dimiliki perempuan dapat mengalami peningkatan, sehingga dapat mandiri.</p>
<p>&#8220;Melalui pelatihan ini agar dapat perhatian khusus oleh mama-mama kita. Bagaimana terus  kita dorong agar potensi diri diasah,&#8221; kata Dorkas Kanapau.</p>
<p>Pelatihan membuat noken dan rajutan berbahan wol ini diikuti 50 mama-mama Papua,  dan akan berlangsung selama enam hari mendatang. Dengan adanya  instruktur atau pelatih professional, sehingga peserta langsung dapat menyerap ketrampilan yang sedang kita lakukan ini. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tas-rajutan-dan-noken-jadi-ciri-kas-masyarakat-papua/">Tas Rajutan dan Noken, Jadi Ciri Kas Masyarakat Papua</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 38/82 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:42:43 by W3 Total Cache
-->