<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#obituary Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/obituary/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/obituary/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2022 11:25:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#obituary Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/obituary/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Obituary O Rei Pele; Manusia Terhebat yang Pernah Memainkan Sepakbola</title>
		<link>https://prokabar.com/obituary-o-rei-pele-manusia-terhebat-yang-pernah-memainkan-sepakbola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2022 11:25:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#obituary]]></category>
		<category><![CDATA[#pele]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110474</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sao Paolo, prokabar &#8211; Legenda sepakbola Brasil dan dunia, Pele, meninggal dunia di Sao Paolo, Kamis (30/12) waktu setempat. Pria bernama asli Edson Arantes...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/obituary-o-rei-pele-manusia-terhebat-yang-pernah-memainkan-sepakbola/">Obituary O Rei Pele; Manusia Terhebat yang Pernah Memainkan Sepakbola</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sao Paolo, prokabar</strong> &#8211; Legenda sepakbola Brasil dan dunia, Pele, meninggal dunia di Sao Paolo, Kamis (30/12) waktu setempat. Pria bernama asli Edson Arantes di Nascimento itu meninggal di usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker.</p>
<p>Pele, disebut-sebut oleh begitu banyak orang sebagai manusia terhebat yang pernah memainkan sepakbola di planet ini, walaupun banyak yang masih memperdebatkan sebagi pemain sepakbola terbaik sepanjang masa.</p>
<p>Pele sudah sejak lama berjuang melawan masalah kesehatan. Ia menggunakan kursi roda di Piala Dunia 2018 dan dilarikan ke rumah sakit setelah kolaps lantaran kelelahan satu bulan setelah turnamen.</p>
<p>Ia menerima perawatan rutin semenjak menjalani operasi untuk mengangkat tumor dari usus besarnya pada September 2021, tetapi kembali dirawat di rumah sakit di pengujung tahun 2022. Kondisinya tak membaik, dan Pele menetap di rumah sakit di Sao Paulo sepanjang Piala Dunia 2022 pun di hari Natal.</p>
<p>Putri Pele, Kely Nascimento, memberikan kabar terkini secara reguler terkait kondisi sang ayah selama sebulan terakhir, sebelum Pele dikonfirmasi meninggal pada Kamis, 29 Desember 2022 waktu setempat.</p>
<p>Pele melakoni debutnya untuk Santos pada 1956, langkah pertama dari sebuah karier yang kisahnya melegenda sampai seluruh penjuru dunia.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-21822" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/12/pele.jpg" alt="" width="549" height="400" /></p>
<p>Sang penyerang Brasil tersebut merevolusi sepakbola dengan gaya bermainnya serta ketajamannya selama 21 tahun kemudian, melahirkan sebuah legasi sebagai salah satu pemain terbaik dan paling berbakat yang pernah menginjakkan kaki di lapangan hijau.</p>
<p>Di usia 17 tahun, Pele menggaungkan namanya dengan spektakuler di Piala Dunia 1958, membantu Brasil juara dengan No.10 di punggungnya dengan berbagai skill yang tak pernah terlihat sebelumnya, sehingga mendapat julukan O Rei (Sang Raja).</p>
<p>Hat-trick di semi-final kontra Prancis, plus brace di final ke gawang Swedia, Pele kembali beraksi di Piala Dunia 1962 sebagai pemain terbaik yang pernah ada saat itu.</p>
<p>Di level klub, selama 18 tahun mengabdi untuk Santos, Pele menjuarai enam titel Liga Brasil dan dua Copa Libertadores. Ia lalu menghabiskan dua tahun terakhirnya sebagai pemain di NASL yang tengah booming bersama New York Cosmos. Ia menghabiskan sebagian besar masa pensiunnya sebagai ambassador di seluruh dunia.</p>
<p>Ia pensiun dengan tiga Piala Dunia &#8211; satu-satunya pemain yang mampu melakukannya &#8211; dan masih memegang gelar top skor Brasil dengan 77 gol dari 92 laga. Pele dilaporkan mencetak lebih dari 1200 gol sepanjang kariernya, termasuk laga persahabatan dan tur dunia, sembari menginspirasi generasi-generasi sepakbola mendatang lewat bakat yang tak terpungkiri.</p>
<p><strong>Inspirasi Sepakbola Modern</strong></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-21823" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/12/pele-2.jpg" alt="" width="736" height="552" /><br />
Sebuah rekaman menunjukkan beberapa bintang sepakbola modern menggunakan keterampilan Pele sebagai penghormatan kepada mendiang ikon Brasil.</p>
<p>Sebagai penghormatan kepada mendiang Pele, yang meninggal dunia pada usia 82 setelah berjuang melawan kanker, sebuah kompilasi muncul di media sosial yang menyoroti betapa berpengaruhnya dia dalam membentuk permainan modern.</p>
<p>Rekaman tersebut menunjukkan pemain seperti Lionel Messi, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Ronaldinho dan banyak lagi yang bermain dengan skill meniru cara Pele memainkan si kulit bundar.</p>
<p>Pengaruh Pele pada sepakbola jelas sangat besar. Setelah menembus tim utama Santos pada usia 15, ia kemudian membawa Brasil meraih kejayaan Piala Dunia dua tahun berselang pada 1958 dan membentuk dirinya sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah ada.</p>
<p>Keahliannya tidak seperti yang lain pada saat itu, dan instingnya untuk mencetak gol sama menakjubkannya. Setelah berjuang melawan kanker yang membuatnya dirawat di rumah sakit Sao Paolo pada akhir November, Pele meninggal dunia pada 29 Desember.</p>
<p>Selamat Jalan, O Rei</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/obituary-o-rei-pele-manusia-terhebat-yang-pernah-memainkan-sepakbola/">Obituary O Rei Pele; Manusia Terhebat yang Pernah Memainkan Sepakbola</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Obituary Toto Sudibyo: Gibol Sejati yang Cinta Matinya Hanya untuk Semen Padang FC</title>
		<link>https://prokabar.com/obituary-toto-sudibyo-gibol-sejati-yang-cinta-matinya-hanya-untuk-semen-padang-fc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 14:15:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#obituary]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadangFC]]></category>
		<category><![CDATA[#sudibyo]]></category>
		<category><![CDATA[#toto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93106</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Rizal Marajo Lama sekali tak terdengar kabarnya, dan komunikasipun sudah terputus bertahun-tahun. Hari ini, Rabu (18/8), saya mendapat kabar, dia sudah tiada, dipanggil...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/obituary-toto-sudibyo-gibol-sejati-yang-cinta-matinya-hanya-untuk-semen-padang-fc/">Obituary Toto Sudibyo: Gibol Sejati yang Cinta Matinya Hanya untuk Semen Padang FC</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Lama sekali tak terdengar kabarnya, dan komunikasipun sudah terputus bertahun-tahun. Hari ini, Rabu (18/8), saya mendapat kabar, dia sudah tiada, dipanggil Sang Khalik di RS Hermina Depok. Innalillahi Waina Ilaihi Rojiun.</p>
<p>Ir. Toto Sudibyo, mantan Direktur Produksi PT. Semen Padang itu berpulang. Yang saya tahu, dia menderita sakit beberapa tahun terakhir, dan itu pula yang membuat saya kehilangan kontak dengan pria tegas dan lugas itu.</p>
<p>Cukup banyak kenangan saya dengan pria yang akrab disapa Pak Totok itu. Kami disambungkan oleh sepakbola tau lebih spesifiknya, Semen Padang FC. Dia figur penting di jajaran manajemen Semen Padang FC dan dibalik nama besar Semen Padang FC, khususnya sejak awal milenium  2000.</p>
<p>Pria yang saya pastikan sangat mencintai sepakbola, atau mungkin levelnya sudah sampai pada tergila-gila pada sepakbola. Soal sepakbola, saya tahu cinta matinya hanya untuk Semen Padang FC.</p>
<p>Saya mulai dekat dengan Toto, ketika dia sebagai Ketua I Semen Padang FC, mengajak saya mengikuti pertandingan away Semen Padang FC tahun 2002 ke Bandung dan Cilegon, menghadapi Persib Bandung dan Pelita Krakatau Steel di kompetisi Liga Indonesia.</p>
<p>Tak tahu kenapa, dia sedikit perhatian kepada saya. Mungkin karena saya sering menulis seputar Semen Padang FC, entah itu berupa analisis, masukan, atau kritik.</p>
<p>Di sela kesibukannya, dia cukup sering mengajak saya berdiskusi soal Semen Padang FC. Dari situ saya tahu, dia punya obsesi yang tinggi untuk tim Semen Padang FC, sekaligus &#8220;menikmati&#8221; hari-harinya mengurus &#8220;Kabau Sirah&#8221;.</p>
<p>Tak selalu mulus, pernah juga dia menelpon saya jam 12 malam, karena tak senang dengan tulisan kritik saya tentang Semen Padang FC tahun 2007, yang dimuat di harian Singgalang. Gulanya sedikit naik, nadanya juga agakt tinggi.</p>
<p>Saya tanggapi santai, sambil menjabarkan argumen mengapa saya menulis seperti itu. Walau debat cukup sengit, tapi akhirnya dia memahami.</p>
<p>Setengah bercanda saya tawarkan untuk menggunakan hak jawab, saya akan sedikan porsi dan halaman yang sama dengan tulisan saya. &#8220;Sudahlah, saya sudah pasti kalah berpolemik dengan Anda.&#8221;ujarnya.</p>
<p>Tapi uniknya justru setelah &#8220;insiden&#8221; itu, kami makin intens berkomomunikasi. Topiknya hanya satu, sepakbola dan Semen Padang FC. Tak ada urusan dengan PT Semen Padang, masalah  pabrik, produksi semen, dan segala macamnya.</p>
<p>Saat itu dia sudah mulai membuka satu-persatu keinginan dan obsesinya untuk SPFC. Dia sudah berfikir bahkan mengaku sudah mempersiapkan sebuah klub yang dikelola secara profesional yang bernama Semen Padang FC.</p>
<p>Dia juga berfikir tentang sebuah klub yang punya stadion sendiri, dan bahkan sudah sempat terlontar sebuah impian Semen Padang FC akan punya stadion sendiri yang bernama Stadion Azwar Anas. Sayang impiannya itu kandas, dan kemudian hilang begitu saja.</p>
<p>Momentnya pas, ketika Semen Padang FC mengusung target lolos ke ISL, kasta tertinggi sepakbola Indonesia tahun 2009/2010, bertepatan dengan kampanye HUT 100 tahun PT. Semen Padang, Pak Toto ini begitu habis-habisan.</p>
<p>Dia orang dibalik datangnya pemain-pemain top ke Semen Padang FC, demi target lolos ke ISL saat itu. Ada Antanio Claudio, Marcio Souza, Edward Wilson Junior, Ahmad Kurniawan dan lain-lainnya, termasuk pelatih Arcan Iurie.</p>
<p>Perjuangan mencapai target itu hampir berhasil, ketika Semen Padang lolos ke babak 4 besar di Stadion Manahan Solo. Satu kemenangan di empat besar, Semen Padang FC akan mencatat sejarah berlaga di level elit kompetisi</p>
<p>Saya tak masuk list wartawan yang diundang manajemen SPFC ke Solo. Tapi, keinginan untuk menyaksikan moment bersejarah itu tak terbendung. Saya nekad mengirim SMS singkat:&#8221;Bolehkah saya jadi saksi lolosnya SPFC ke ISL Pak Toto?&#8221;</p>
<p>Tak disangka, mungkin cuma 10 menit, saya dapat balasan yang tak terduga. &#8220;Besok pagi berangkat, tiket sudah diurus.&#8221;</p>
<p>Itulah yang paling berkesan dari pria yang tegas dan lugas itu. Dibalik sikap dan responnya yang begitu surprise, hasrat saya menjadi saksi sejarah Semen Padang FC lolos ke ISL bisa terwujud.</p>
<p>Stadion Manahan Solo 2010, mungkin menjadi moment paling emosianal saya bersama Semen Padang FC, ketika saya sejenak menanggalkan jaket jurnalis saya untukjmenjadi seorang fans klub itu.</p>
<p>&#8220;Terima kasih supportnya untuk SPFC, ini baru awal.&#8221;katanya sumringah, ketika saya ucapkan selamat lolosnya Semen Padang FC ke ISL.</p>
<p>Saya beruntung, bisa sedikit berdekat-dekat dengan gibol sejati yang sarat visi dan ambisi demi klub kebanggaan urang awak itu..Bahkan setelah dia pindah tugas ke PT Semen Tonasa, kami masih sempat berkomunikasi  yang topiknya tetap Semen Padang FC.</p>
<p>Namun dibalik sikap lugasnya dan cenderung agak slebor itu, ternyata dia punya sisi humanis yang begitu manis dan tak terlupakan bagi saya, karena hubungan itu telah melampaui batas antara seorang jurnalis dan narasumber.</p>
<p>Suatu ketika dia mengajak saya bertemu untuk diskusi soal Semen Padang FC. Namun saya tak bisa memenuhi, karena kedua anak saya sedang sakit dan tak mungkin ditinggalkan. Tak lama kemudian dia kirim massage.&#8221;Semoga kedua anaknya cepat sembuh, mohon cek rekening semoga bisa sedikit membantu.&#8221;</p>
<p>Ya, Toto Sudibyo, termasuk sosok spesial dalam perjalanan karir saya di Jurnalistik. Saya mencatatnya, sebagai salah satu sosok penting yang membangun fondasi dan mendirikan pilar-pilar yang menjadikan Semen Padang FC sebagai sebuah klub sepakbola profesional di Indonesia.</p>
<p>Selamat Jalan, Pak Toto Sudibyo, tenanglah disana.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/obituary-toto-sudibyo-gibol-sejati-yang-cinta-matinya-hanya-untuk-semen-padang-fc/">Obituary Toto Sudibyo: Gibol Sejati yang Cinta Matinya Hanya untuk Semen Padang FC</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Obituary: Selamat Jalan Uda Dino, Sepengggal Kenangan Tentang Old Trafford</title>
		<link>https://prokabar.com/obituary-selamat-jalan-uda-dino-sepengggal-kenangan-tentang-old-trafford/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2021 13:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#Dino]]></category>
		<category><![CDATA[#obituary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Selasa pagi kemarin, saya mendapat kabar duka di WA Grup, bahwa telah berpulang H. Weldi Drieno di Bandung. Pria yang akrab...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/obituary-selamat-jalan-uda-dino-sepengggal-kenangan-tentang-old-trafford/">Obituary: Selamat Jalan Uda Dino, Sepengggal Kenangan Tentang Old Trafford</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Selasa pagi kemarin, saya mendapat kabar duka di WA Grup, bahwa telah berpulang H. Weldi Drieno di Bandung. Pria yang akrab disapa Haji Dino itu sudah saya kenal sejak satu dasa warsa terakhir.</p>
<p>Seperti kebanyakan sahabat saya, kami awalnya disambungkan, dihubungkan, disatukan oleh satu kata, sepakbola. H. Dino pun seperti itu, sepakbola pula yang menyebabkan saya kenal dan bisa selalu bersilaturahmi dengan pria berumur 58 tahun itu.</p>
<p><em>Innalillahi Waina Ilaihi Rojiun. </em><br />
Sekarang orang baik itu sudah berpulang, dipanggil-NYA dengan tenang. Sepenggal doa saya kirimkan, semoga akhir hayatnya berakhir dengan indah, dan mendapat tempat terbaik di sisi Sang Khalik.</p>
<p>Siapa H. Dino?<br />
Orang Bandung dan sekitarnya, khususnya yang menyukai bola dan Persib Bandung tentu saja, pasti kenal dengan nama Weldi Drieno. Minimal pernah mendengar namanya. Paling tidak pernah membaca namanya di harian-harian Kota Bandung.</p>
<p>Dia orang Minang, dan pengusaha garmen sukses di Kota Kembang. Lelaki separoh baya ini terkenal dengan produknya, Music T-shirt. Tapi dibalik aset niaganya yang tergolong sangat sukses itu, dia adalah seorang pecinta sepakbola sejati. Klub favoritnya adalah Manchester United.</p>
<p>Dia juga Orang yang punya komitmen tinggi pada pembinaan sepakbola usia dini. Bahkan komitmennya itu telah menghasilkan buah yang manis. Klub miliknya, Saswco Bandung, pernah tampil sebagai juara regional Asia Fasific dalam Manchester United Premier Cup (MUPC) U-15 tahun 2013.</p>
<p>Dalam putaran final regional di Penang Malaysia, Saswco yang menjadi wakil Indonesia mengalahkan Thailand melalui adu penalti, dengan skor 9-8. Atas keberhasilan ini, untuk pertama kali sepanjang tujuh kali penyelengggaraan MUPC, ada wakil Indonesia yang akan tampil di MUPC final di Theatre of dreams Old Trafford Manchester. MUPC Finals ini akan digelar 2 Agustus 2013.</p>
<p>Tanpa banyak omong, tanpa gembar-gembor berlebihan, H. Dino dengan Saswco-nya membuat sejarah dan memberi sedikit kebanggaan bagi sepakbola Indonesia. &#8220;Luar biasa, ini sebuah sejarah bagi sepakbola Indonesia, pertama kali akan ada wakil Indonesia di putaran final di Old Trafford.&#8221;</p>
<p>Dia pantas bahagia, anak asuhnya atau klub binaannya mampu menembus Old Trafford. Stadion yang menjadi tempat terindah yang pernah dikunjunginya,  kandang kebanggan klub kesayangannya, Manchester united.</p>
<p>Itulah sekelumit tentang H. Dino, saya ingat delapan tahun lalu itu dia begitu bahagia berbagi kabar Saswco lolos ke Old Trafford dengan saya via sambungan telepon. Sejak itulah, persahabatn dengan H. Dino berjalan, walau kesempatan bertemu langsung hanya bila saya ada kesempatan tugas ke Bandung, atau bertemu saat dia pulang kampung di hari lebaran.</p>
<p>H. Dino berasal dari Sungayang, Tanah Datar, masih saudara atau kerabat dari pihak ayah, dengan H. Yasman Yanusar, seorang pebisnis handal yang juga dikenal tercatat sebagai tokoh sepakbola dan futsal di Sumbar.</p>
<p>Bersama Dino, H. Yasman ini juga tercatat sebagai salah satu pendiri klub Saswco tahun 2001 di Bandung. Dikampung halaman mereka di Sungayang kedua orang ini juga punya klub yang bernama Jordus FC. Bukan klub profesional, tapi klub kampung yang menyalurkan hasrat bermain bola anak-anak muda yang ingin meraih prestasi di sepakbola.</p>
<p>Selain memilki Saswco, Dino juga memiliki dua klub sepakbola lainnya di Bandung, yang berkompetisi di divisi utama Persib. Disamping Saswco, klub itu Jetira dan Java juga miliknya.</p>
<p>Kiprahnya dalam persepakbolaan di Tanah Pasundan atau di Tatar Sunda, dia pernah tercatat sebagai pengurus Persib Bandung. Di era dia jadi manejer tim, Persib Yunior juara nasional Liga remaja 2003.</p>
<p>Selain itu dia juga punya SSB yang diberi nama Saswco juga. Prestasi SSB-nya ini, pernah runner up Festival Danone Cup U-12 2013 tingkat nasional.</p>
<p>SSB Saswco sebagai wakil Jawa Barat kalah adu penalti dari SSB Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, sehingga gagal ke festival Danone tingkat dunia di London. Tapi kegagalan itu ditebus oleh Saswco U-15 dengan menjadi wakil Asia ke Manchester.</p>
<p>Itulah Dino, dengan SSB dan klub-klub amatirnya bekerja mengumpulkan pemain-pemain muda berbakat untuk menciptakan pemain sepakbola berkualitas.</p>
<p>Beberapa nama populer yang beredar di kompetisi profesional saat ini adalah alumni Saswco, sebut saja Ferdinand Sinaga, Eki Nurhakim, Gilang Angga Kusuma, Shahar Ginanjar, dan Wildansyah.</p>
<p>Diluar itu semua, jasa Dino untuk tim-tim sepakbola atau futsal Sumbar, yang bertanding ke Bandung juga tak sedikit. Dia akan membantu memfasilitasi dan membantu segala kebutuhan tim dengan senang hati dan ikhlas, misalnya saat tim futsal PON Sumbar 2016, atau iven-iven lainnya di Bandung.</p>
<p>Selamat Jalan Uda Dino, tenanglah disana dan teruslah ke surga.<br />
Semoga Allah SWT membuatkan Istana di Surga dengan lapangan sepakbola di halamannya.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/obituary-selamat-jalan-uda-dino-sepengggal-kenangan-tentang-old-trafford/">Obituary: Selamat Jalan Uda Dino, Sepengggal Kenangan Tentang Old Trafford</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/82 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.032 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:10:27 by W3 Total Cache
-->