<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#nsr Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/nsr/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/nsr/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Feb 2020 13:52:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#nsr Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/nsr/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8216;Harimau Tol&#8217; dan Silek Harimau</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-tol-dan-silek-harimau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2020 13:35:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#nsr]]></category>
		<category><![CDATA[#SilekHarimau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Silek di Minangkabau diberi nama sesuai langkah atau nama daerah dan nama binatang. Tatkala harimau alias inyiak mancogok di proyek jalan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-tol-dan-silek-harimau/">&#8216;Harimau Tol&#8217; dan Silek Harimau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Silek di Minangkabau diberi nama sesuai langkah atau nama daerah dan nama binatang.</p>
<p>Tatkala harimau alias inyiak mancogok di proyek jalan tol di Riau, maka netizen ingat inyiak di Minangkabau. Bagi raja hutan ini tak ada batas provinsi segala. Mereka punya rimba raya yang dirusak secara serampangan oleh manusia.</p>
<p>Di Minangkabau dikenal ada silek harimau, yang di zaman amat lampau, ada manusia yang belajar gerak harimau pada harimau itu sendiri. Belakangan di zaman madya geraknya dipelajari dari guru.</p>
<p>Cerita rakyat Minang, zaman amat lampau itu, memang ada ahli harimau. Ini bukan ha mustahil, sebab sekarang saja ada pawang harimau.</p>
<p>Maka sileknya kemudian diberi nama Silek Harimau yang terkenal itu, yang mendunia dalam Film Merantau itu.<br />
Berikut nama-nama silek di Minangkabau, sebagaimana dikutip dari buku Pendekar Tanpa Pedang, Edwin Hidayat Abdullah (2019) yang ditulis Khairul Jasmi:</p>
<p>1. Silek Pangka Tuo (silek tanpa nama)<br />
2. Silek Tuo (silek bernama)<br />
3. Silek Kucing<br />
4. Silek Harimau<br />
5. Silek Kambing Hutan<br />
6. Silek Gajah Badorong<br />
7. Silek Balam<br />
8. Silek Buayo<br />
9. Silek Sikoka (Lutung)<br />
10. Silek Anjing Mualim<br />
11. Silek Alang Bangkeh<br />
12. Silek Singo<br />
13. Silek Kinantan<br />
14. Silek Kampuang<br />
15. Silek Rumah Gadang<br />
16. Silek Ulu Ambek<br />
17. Silek Kumango<br />
18. Silek Lintau<br />
19. Silek Sungai Patai<br />
20. Silek Balubui<br />
21. Silek Taralak<br />
22. Silek Sitaralak<br />
23. Silek Buah Tarok<br />
24. Silek Kinari<br />
25. Silek Pukulan 10<br />
26. Silek Pangian<br />
27. Silek Pakiah Rabun<br />
28. Silek Sunua<br />
29. Silek Simpie<br />
30. Silek Luncua<br />
31. Silek Cakak<br />
32.Silek Galuik<br />
33. Silek Bayang<br />
34. Silek Sewai<br />
35. Silek Gunuang<br />
36. Silek Durian<br />
37. Silek Gayuang<br />
38. Silek Natar<br />
39. Silek Sabondo<br />
40. Silek Pauh</p>
<p>Maka Silek Harmau dinamai demikian karena meniru gerak inyiak, raja rimba itu. Demikian juga dengan nama-nama lain. (nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-tol-dan-silek-harimau/">&#8216;Harimau Tol&#8217; dan Silek Harimau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Elang Laut Itu Bernama Minangkabau</title>
		<link>https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2019 15:48:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#nsr]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minangkabau adalah elang lautnya Indonesia. Kala terbang dan melayang, indahnya memukau. Inilah suku bangsa kecil, yang peran putra-putrinya luar biasa besarnya bagi Indonesia merdeka....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/">Elang Laut Itu Bernama Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Minangkabau adalah elang lautnya Indonesia. Kala terbang dan melayang, indahnya memukau.<br />
Inilah suku bangsa kecil, yang peran putra-putrinya luar biasa besarnya bagi Indonesia merdeka.</p>
<p>Menurut Harry Poetze, sejarawan Belanda penulis Biografi Tan Malaka, sebagaimana dikutip Hasril Chaniago, ada tujuh Begawan Revolusi Indonesia. Tiga di antara mereka adalah orang Minang: Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka –empat lainnya Soekarno, Sudirman, Amir Sjarifuddin, dan A.H. Nasution. Bahkan, dua di antara <em>Triumvirat</em> di puncak piramid <em>The Founding Fathers</em> (Bapak Bangsa) Indonesia –Soekarno, Hatta, Sjahrir— dua adalah orang Minang.</p>
<p>Ini belum termasuk fasilitator dan penghubung dengan yang menjinakkan Jepang, Dahlan Abdullah. Walikota Jakarta ini, menurut budayawan Ridwan Saidi, peran Dahlan sangat kuat dan besar. Tokoh ini hadir dan berada di pentas saat pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945. Nama dan fotonya justru tak muncul.</p>
<p>Di dunia sastra, 9 dari 15 pengarangnya di zaman kemerdekaan, adalah putra Minang.</p>
<p>Demikian juga di dunia perfilaman dan ekonomi. Peran besar itu sampai hari ini jadi kebangaan.</p>
<p><strong>Kini elang laut itu kemana?</strong></p>
<p>Kini, negeri terus berkembang, tokoh Minang hebat, diam dalam hiruk-pikuk nasional. Maka hiruk itu dikuasai oleh tokoh lain. Bahkan belakangan, untuk lagu-lagu nasional saat HUT RI di Istana Negara, sudah tak terdengar lagi lagu, &#8220;Ayam Den Lapeh.&#8221;</p>
<p>Ini bukan sekali dua, namun setidaknya sudah tiga tahun.</p>
<p>Selain itu, peran Minang kian melorot dalam persepakbolaan. PSP sudah tenggelam, eks klub Galatama, Semen Padang FC, sekarang sedang berjuang mati-matian di papan bawah klasemen Liga 1.</p>
<p>Elang laut itu kini sedang hinggap di puncak kayu di bukit yang rindang, bersiap-siap terbang, merobek awang-awang di atas teluk yang bergemuruh.<br />
Anak-anak mudanya yang milenial itu, 5 atau 10 tahun dari sekarang, akan muncul di pentas nasional. Mereka dari berbagai bidang.</p>
<p>Kenapa bisa begitu? Karena di secara nasional identitas itu ternyata penting. Kalau bagi dia tak perlu, bagi orang lain justru penting. Masa depan itu telah menunggu. Minangkabau yang sekarang seolah sedang kalah, sesungguhnya justru sudah bersiap-siap di garis start.</p>
<p><strong>Lengang</strong></p>
<p>Memang sekarang, Sementara itu, Sumatera Barat sepi. Bandara tak ramai lagi. Jauh sebelunya jalan kereta api ditutup dan mobil kian banyak. Akibatnya jarak pendek Padang &#8211; Bukittinggi yang 2 jam tempuh, kini naik jadi 3 jam atau lebih.</p>
<p>Kunjungan wisata sepi. Bukittinggi ramai oleh orang Riau saja di akhir pekan. Ini akan membuat Bukittinggi akan semakin penting.</p>
<p>Peran sentral Bukittinggi itu, beringsut secara alamiah.</p>
<p>Maka elang laut itu akan melintasi bukit dan gunung, 5 atau 10 tahun dari sekarang. Ketika itulah, posisi prokabar, media yang Anda baca ini, akan jadi saksi kehebatan itu. (nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/">Elang Laut Itu Bernama Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Lagi di Seluruh Wilayah, Sumbar Siaga Bencana</title>
		<link>https://prokabar.com/hujan-lagi-di-seluruh-wilayah-sumbar-siaga-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Oct 2018 14:52:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#nsr]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21201</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar &#8211; Sejak Sabtu (13/10) hujan turun merata di Sumbar. Provinsi itu siaga bencana. Hujan yang merata itu, menyebabkan warga malas keluar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hujan-lagi-di-seluruh-wilayah-sumbar-siaga-bencana/">Hujan Lagi di Seluruh Wilayah, Sumbar Siaga Bencana</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Sejak Sabtu (13/10) hujan turun merata di Sumbar. Provinsi itu siaga bencana.</p>
<p>Hujan yang merata itu, menyebabkan warga malas keluar rumah. Gubernur Irwan Prayitno minta aparat siaga 24 jam.</p>
<p>BMKG merilis, update peringatan dini cuaca Sumatera Barat 13 Oktober 2018 Pukul 19.00 WIB. Disebut masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat pada di wilayah Kepulauan Mentawai (Siberut Selatan), Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluhkota, Payakumbuh, Bukittinggi, Agam, Tanah Datar (X Koto,Batipuh, Pariangan, Rambatan, Salimpaung, Sungai Tarab, Pariangan, Sungaiyang, Lintau Buo). Berikut Sijunjung, Sawahlunto, Dharmasraya, *<br />
Padang Panjang, Padang Pariaman ( IV Koto Aur Malintang, Sungai Limau, Sungai Geringging, V Koto Timur, Sungai Sariak, Patamuan). Selanjutnya Pesisir Selatan dan dapat meluas ke wilayah Pariaman, Padang, Kab. Solok, Kota Solok, Solok Selatan dan sekitarnya. Kondisi ini diprakirakan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.<br />
Demikian prakirawan-BMKG Minangkabau (nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hujan-lagi-di-seluruh-wilayah-sumbar-siaga-bencana/">Hujan Lagi di Seluruh Wilayah, Sumbar Siaga Bencana</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/67 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.032 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:40:17 by W3 Total Cache
-->