<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#nrs Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/nrs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/nrs/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 May 2023 07:18:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#nrs Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/nrs/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pol PP Payakumbuh Sikat Spanduk Partai</title>
		<link>https://prokabar.com/pol-pp-payakumbuh-sikat-spanduk-partai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2023 07:18:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar &#8211; Polisi Pamong Praja di Kota Payakumbuh, menertibkan spanduk dan umbul2 partai politik yang dianggap liar dan menganggu kenyamanan kota. Beredar di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pol-pp-payakumbuh-sikat-spanduk-partai/">Pol PP Payakumbuh Sikat Spanduk Partai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar</strong> &#8211; Polisi Pamong Praja di Kota Payakumbuh, menertibkan spanduk dan umbul2 partai politik yang dianggap liar dan menganggu kenyamanan kota.</p>
<p>Beredar di wa grup, Pol PP Payakumbuh menurunkan bendera dan spanduk milik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kamis (11/5).</p>
<p>Sekretaris Polisi Pamong Praja Payakumbuh Dewi Novita menyebut di akun instagramya, penertiban tersebut mengacu dengan Perda nomor 01 tahun 2022 tentang kenyamanan dan ketertiban umum.</p>
<p>“Kami dari polisi pamong praja melakukan penyisiran dan penertiban pelaku pelanggar Perda. Dimana tidak boleh dipakai fasum, badan jalan , bahu jalan, taman kota serta jalur hijau,” kata Dewi Centong, nama lain Dewi Novita di sosial media.</p>
<p>Banyak pihak memuji langkah Pol PP Payakumbuh, yang terus mengawal Perda dan keindahan Kota. <strong>(Nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pol-pp-payakumbuh-sikat-spanduk-partai/">Pol PP Payakumbuh Sikat Spanduk Partai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hendak Jadi Pembicara di Kuala Lumpur, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Penerbangan</title>
		<link>https://prokabar.com/hendak-jadi-pembicara-di-kuala-lumpur-ketua-dewan-pers-jatuh-sakit-saat-penerbangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2022 11:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#dewanpers]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ketuadewanpers]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Dewan Pers Sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106875</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuala Lumpur, Prokabar &#8211; Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra sakit dalam penerbangan Jakarta &#8211; Kuala Lumpur, Jumat(16/9) Laporan yang didapat prokabar dari jaringan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hendak-jadi-pembicara-di-kuala-lumpur-ketua-dewan-pers-jatuh-sakit-saat-penerbangan/">Hendak Jadi Pembicara di Kuala Lumpur, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Penerbangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kuala Lumpur, Prokabar</strong> &#8211; Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra sakit dalam penerbangan Jakarta &#8211; Kuala Lumpur, Jumat(16/9)</p>
<p>Laporan yang didapat prokabar dari jaringan wartawan, menyebut saat ini Profesor asal Lubuk Alung itu, dirawat di ibukota Malaysia tersebut.</p>
<p>Azyumardi sebelum ke KL, hadir dalam acara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Bukittinggi. Laporan sementara menyebut, Azyu sakit di pesawat. Ia terpaksa memakai masker oksigen.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <strong><a href="https://prokabar.com/ketua-dewan-pers-pantau-langsung-ukw-sumbar/">Ketua Dewan Pers Pantau Langsung UKW Sumbar</a></strong></p>
<p>Sesuai jadwal, Sabtu 17 September ini, ia akan bicara dalam acara Muktamar Sanawi di Selangor.</p>
<p>Tema acara kosmopolitan Islam. Azyumardi adalah ahli jaringan ulama Nusantara, yang bukunya sudah dicetak berkali-kali. <strong>(Nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hendak-jadi-pembicara-di-kuala-lumpur-ketua-dewan-pers-jatuh-sakit-saat-penerbangan/">Hendak Jadi Pembicara di Kuala Lumpur, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Penerbangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Pasbar: Malam Tiba, Hujan Menambah Ketakutan</title>
		<link>https://prokabar.com/gempa-pasbar-malam-tiba-hujan-menambah-ketakutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2022 12:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#gempa]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#PasamanBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#pasamanberduka]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simpang Ampek, Prokabar &#8211; Malam datang seperti menjulurkan kaki-kaki ketakutan di Pasbar. Gelap datang bersama makin tebalnya awan hitam di sebagian langit daerah itu....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gempa-pasbar-malam-tiba-hujan-menambah-ketakutan/">Gempa Pasbar: Malam Tiba, Hujan Menambah Ketakutan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Simpang Ampek, Prokabar</strong> &#8211; Malam datang seperti menjulurkan kaki-kaki ketakutan di Pasbar. Gelap datang bersama makin tebalnya awan hitam di sebagian langit daerah itu.</p>
<p>Sementara Talamau, longsor, seolah mengirimkan kabar pertakut pada desa-desa di kakinya. Tanah bergerak, menari nari dialiran sungai, membawa lumpur pekat. Teriakan Allahu Akbar menggema dari bibir bibir yang sudah pucat.</p>
<p>Gempa 6,1 SR di Pasbar, Jumat pagi, membuat warga seperti berada dalam ayunan. Rumah ambruk, bangunan lain rubuh,. Masjid, seperti bersujud pada Illahi Robbi.</p>
<p>Sebanyak 10 ribu pengungsi, pergi dari rumah membawa serta ketakutan. Akan bermalam di tenda-tenda kendor, dengan tiang-tiang seadanya. Di beberapa tempat, tenda telah terpasang dalam jumlah sedikit.<br />
Gubernur Mahyeldi menemui pengungsi di kantor bupati, yang tenda belum terpasang.</p>
<p>Bantuan dari parpol, seperti Gerindra, telah sampai, Dari BUMN, BRI telah tiba. Tim Reaksi Cepat PT. Semen Padang, meluncur jauh ke daerah terdampak paling parah.</p>
<p>Dan memang, daerah paling parah, Kajai, malam ini kuyup oleh hujan lebat. Tak tentu mana yang akan diurus, sebab warga tinggal di pengungsian.</p>
<p>Di sini, gempa benar-benar membuat remuk redam, warga masih ketakutan, kini hujan lebat datang pula.</p>
<p>Hujan telah memberi tanda sejak sore, tatkala awam hitam kian merendah. Warga bergerombol, dari celah awam hitam itu, memandang jauh ke depan.</p>
<p>Di depan sana, pipi Gunung Talamau telah robek-robek oleh longsor. Tanahnya menggeduru ke bawah.<br />
Longsoran itu akan hanyut ke bawah dan kian ke bawah, jika hujan lebat terus turun.</p>
<p>Sementara itu, warga tidak bisa berkomunikasi. Jaringan telpon seluler putus, listrik apalagi. Maka lengkaplah derita mereka untuk malam ini. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gempa-pasbar-malam-tiba-hujan-menambah-ketakutan/">Gempa Pasbar: Malam Tiba, Hujan Menambah Ketakutan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Faldo: Soal Covid, Gubernur tidak Konsisten</title>
		<link>https://prokabar.com/faldo-soal-covid-gubernur-tidak-konsisten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2021 10:49:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#faldomaldini]]></category>
		<category><![CDATA[#GubernurSumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Seperti induknya, Indonesia, kondisi di Sumbar setali tiga uang. Pontang-panting menangani wabah Covid-19. Kebijakan pemerintah Sumbar dinilai tidak konsisten, seolah-olah, &#8221;...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/faldo-soal-covid-gubernur-tidak-konsisten/">Faldo: Soal Covid, Gubernur tidak Konsisten</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Seperti induknya, Indonesia, kondisi di Sumbar setali tiga uang. Pontang-panting menangani wabah Covid-19.</p>
<p>Kebijakan pemerintah Sumbar dinilai tidak konsisten, seolah-olah, &#8221; taraso barek dilapehan.&#8221;</p>
<p>Angka Indonesia pada saat Lebaran total kasus sejak awal 1,73 juta. Yang sembuh Covid 1,58 juta dan wafat 47.617 orang.<br />
Sehari sebelum lebaran 2021, Sumbar mencatatkan positif: 40. 111, sembuh: 36. 365 dan meninggal: 878 orang.</p>
<p>Menurut jubir Satgas Penanganan Covid Sumbar, Jasman, ada 3 daerah yang nyaris zona merah, Tanah Datar, Limapuluh Kota dan Pasbar. Daerah lain, tak cenderung mencemaskan yaitu zona oranye dalan risiko sedang.</p>
<p><strong>Tak Konsisten</strong></p>
<p>Ketua PSI Sumatera Barat, Faldo Maldini, dalam postingannya, Jumat (14/5) prihatin dengan kondisi Sumbar.</p>
<p>&#8220;Selamat Idul Fitri Sumatera Barat, meski terasa sangat berat,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengkritisi kebijakan pemerintahan yang tidak konsisten. &#8220;Jelang hari raya Idul Fitri angka warga yang terinfeksi semakin naik. Butuh ketegasan dan konsistensi dari pemerintah.&#8221;</p>
<p>Pemerintah Sumbar masih belum terlalu serius tampaknya. Kebijakan pun berubah-ubah. Gubernur mengeluarkan surat yang mengoreksi suratnya sendiri.</p>
<p>Hanya dalam tiga hari, kata Faldo, Gubernur Sumatera Barat mengeluarkan kebijakan yang berbeda. Tanggal 8 Mei, Surat Edaran Gubernur Mahyeldi membatasi perayaan Idul Fitri di daerah merah dan oranye. Kemudian, 11 Mei, surat itu direvisi, bahwa perayaan lebaran diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota. Tampak sekali, kebijakan ini tidak memperhatikan nasib banyak orang dari awalnya.</p>
<p>&#8220;Raso kabarek dilapehkan, raso kasulik dielakkan, bak cando mangganggam baro.&#8221;</p>
<p>Perencanaan yang matang dari kepemimpinan tidak tampak, sebut Faldo.</p>
<p>&#8220;Mudah sekali Pak Gubernur mengubah-ubah aturan main. Pemerintah lama-lama tidak lagi dipercaya, semuanya bisa berubah dengan begitu mudah. Kredibilitasnya menjadi hilang.&#8221;</p>
<p>Dalam analisa Faldo gubernur tidak merasakan perubahan itu berdampak besar. Yang paling menakutkan, dalam situasi sulit adalah ketidakpastian.<br />
&#8221; Perubahan surat, bukan lah sekadar surat. Banyak yang tiba-tiba semangat, namun banyak juga yang tiba-tiba sekarat. Tasingguang kanai miangnyo, tagisia kanai rabehnyo,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Pada bagian lain ia menilai, kepemimpinan yang betul-betul memberikan ketenangan yang diperlukan hari ini. Banyak dari yang terhimpit ekonomi. Jangan sampai, kapal Sumatera Barat tidak punya haluan, apalagi tidak punya nahkoda.<br />
&#8221; Rumah indak batungganai, kappa nan indak banang kodoh.&#8221;</p>
<p>Ditambah lagi, sebut alumni UI ini, kasus terbaru pengadaan hand sanitizer mencapai Rp 4.5 miliar, ditambah sekitar Rp 7 miliar pengadaan barang dalam situasi Covid-19, menjadi temuan BPK. Demikian Faldo. (nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/faldo-soal-covid-gubernur-tidak-konsisten/">Faldo: Soal Covid, Gubernur tidak Konsisten</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Padang, Giliran Sabang Diguncang Gempa</title>
		<link>https://prokabar.com/setelah-padang-giliran-sabang-diguncang-gempa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2021 22:08:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#gempa]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#Sabang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86789</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Setelah gempa Tua Pejat Mentawai 5,7 SR mengguncang Padang, beberapa jam kemudian, giliran Sabang. Gempa Sabang terjadi pukul 03.49 atau 3...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/setelah-padang-giliran-sabang-diguncang-gempa/">Setelah Padang, Giliran Sabang Diguncang Gempa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Setelah gempa Tua Pejat Mentawai 5,7 SR mengguncang Padang, beberapa jam kemudian, giliran Sabang.</p>
<p>Gempa Sabang terjadi pukul 03.49 atau 3 jam setelah gempa Padang.</p>
<p>Gempa di kedalaman 49 Km itu dirasakan 4 MMI di Banda Aceh. Titik gempa 94 Km dari Sabang.</p>
<p>Warga Sabang yang hendak sahur tersentak kaget. Belum ada laporan kerusakan. (nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/setelah-padang-giliran-sabang-diguncang-gempa/">Setelah Padang, Giliran Sabang Diguncang Gempa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>17 Bukit Jadi Tiang-tiang Bukittinggi</title>
		<link>https://prokabar.com/17-bukit-jadi-tiang-tiang-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 11:40:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#Singgalang]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Barisan]]></category>
		<category><![CDATA[Fort de Kock]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar.com &#8211; Bukittinggi, adalah kumpulan minimal 17 bukit dan guguak. Guguak adalah bukit kecil. Bukit adalah gundukan tanah tinggi tapi jauh lebih kecil...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/17-bukit-jadi-tiang-tiang-bukittinggi/">17 Bukit Jadi Tiang-tiang Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, P<a href="https://prokabar.com/">rokabar.com</a></strong> &#8211; Bukittinggi, adalah kumpulan minimal 17 bukit dan guguak.</p>
<p>Guguak adalah bukit kecil. Bukit adalah gundukan tanah tinggi tapi jauh lebih kecil dari gunung.</p>
<p>Kota Fort de Kock ini adalah kota wisata justru berada di puncak-puncak bukit. Di lembah-lembahnya.</p>
<p>Bukit ini bagian dari banjaran Bukit Barisan dan pasak gunung-gunung:Marapi, Singgalang dan Tandikek.</p>
<p>Bukit-bukit itu misalnya: Ambacang, Tambun Tulang, Mandiangin, Campago, Kubangankabau, Pinang Nan Sabatang, Canggang, Paninjauan.</p>
<p>Salah satu yang terkenal sekali. Itulah bukit tempat berdiri Jam Gadang dan Pasa Ateh dan Novotel serta Tri Arga.</p>
<p>Sebelahnya hotel Rocky lain lagi bukitnya. Benteng lain lagi.</p>
<p>Setinggi-tinggi bukit ada lembah. Itulah Ngarai Sianok. Bukittinggi luar biasa. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/17-bukit-jadi-tiang-tiang-bukittinggi/">17 Bukit Jadi Tiang-tiang Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukittinggi Kota Pejalan Kaki</title>
		<link>https://prokabar.com/bukittinggi-kota-pejalan-kaki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 08:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#jalankaki]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[Jam Gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85941</guid>

					<description><![CDATA[<p> Bukitinggi, Prokabar.com &#8211; Bukittinggi adalah kota pejalan kaki. Itu jika Anda memang berniat berwisata ke sana. Jika berada di titik nol kota itu, Jam Gadang,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bukittinggi-kota-pejalan-kaki/">Bukittinggi Kota Pejalan Kaki</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Bukitingg<a href="https://prokabar.com/">i, Prokabar.com</a></strong> &#8211; Bukittinggi adalah kota pejalan kaki. Itu jika Anda memang berniat berwisata ke sana.</p>
<p>Jika berada di titik nol kota itu, Jam Gadang, hendak ke Ngarai Sianok, maka berjalan kakilah.</p>
<p>Naik mobil malah ribet. Jalan kaki sepelemparan batu, sampai.</p>
<p>Tapi, baiknya ke kebun binatang dulu, menyeberang ke benteng, terus ke ngarai.</p>
<p>Ini salah satu contoh saja sebagai kota pejalan kaki.</p>
<p>Darimana kemana di Bukittinggi memang enak jalan kaki. Apalagi seputaran Jam Gadang.</p>
<p>Suasana dan suhu udara pun sangat mendukung berjalan kaki di Bukittinggi.</p>
<p>Ibarat matahari di atas kepala pun, udara tetap sejuk tak membuat gerah.</p>
<p>Pedestriannya pun kini sudah rancak. Nyaman tak berebut dengan kendaraan.</p>
<p>Sepanjang pedestrian pun tersedia bangku untuk istirahat jika penat menyerang. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bukittinggi-kota-pejalan-kaki/">Bukittinggi Kota Pejalan Kaki</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 11:53:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#inyiak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85690</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Harimau sapaan hormatnya Inyiak Balang, merupakan binatang buas. Oleh urang awak ditakuti, sekaligus dikagumi. Inyiak kembali muncul di Matur, beberapa waktu sebelumnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/">Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Harimau sapaan hormatnya <em>Inyiak Balang,</em> merupakan binatang buas. Oleh urang awak ditakuti, sekaligus dikagumi.</p>
<p dir="ltr"><em>Inyiak</em> kembali muncul di Matur, beberapa waktu sebelumnya muncul di kawasan Tandikek, Sumbar.</p>
<p dir="ltr">IlKemunculan <strong>Inyiak</strong> karena satu atau beberapa sebab. Pertama, doeloe untuk mengingatkan bahwa ada &#8220;harimau rantau&#8221; akan masuk.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, <em>Inyiak</em> mengingatkan warga sekitar, agar jangan ke  hutan dulu.</p>
<p dir="ltr">Caranya? Membuat marka dengan menggores dalam-dalam jalan ke rimba.</p>
<p dir="ltr">Muncul karena lapar. Ini sebagaimana yang diduga orang-orang sekarang.</p>
<p dir="ltr">Sebenarnya <em>Inyiak</em> muncul bukan karena lapar saja tapi mungkin minta bantuan. Ini karena sarang atau habitat terganggu.</p>
<p dir="ltr">Harimau yang ada sekarang sedang terkepung di rumahnya sendiri.</p>
<p dir="ltr">Manusia sekarang bukan kawannya tapi musuh. Begitu mancogok langsung dicarikan akal, agar bisa ditangkap.</p>
<p dir="ltr">Dalam kisah lain ada harimau yang jadi guru silat. Itulah silek harimau.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ada juga <i>Inyiak</i> dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut <i>“akuan”</i>.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><i>Akuan</i> adalah kawan pria-pria Minang. Kemana saja ia berjalan bersama I<i>nyiak</i> balang. <i>Inyiak</i> juga bisa diracak seperti kuda.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Seseorang bisa memanggil <i>Inyiak</i> ketika ia perlu bahkan untuk menjaga rumahnya.</p>
<p dir="ltr">Begitulah <em>Inyiak</em> di Minang. <strong>(nrs)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/">Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Perawat</title>
		<link>https://prokabar.com/polisi-tangkap-pria-yang-aniaya-perawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 22:53:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#penganiayaanperawat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppni]]></category>
		<category><![CDATA[#siloam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembang, Prokabar &#8211; Polisi meringkus seorang pria berinisial JS di Ogan Komering Ilir (OKI), Palembang, Jumat (16/4). Pria itu sebelumnya terekam menganiaya seorang perawat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/polisi-tangkap-pria-yang-aniaya-perawat/">Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Perawat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palembang, Prokabar</strong> &#8211; Polisi meringkus seorang pria berinisial JS di Ogan Komering Ilir (OKI), Palembang, Jumat (16/4).</p>
<p>Pria itu sebelumnya terekam menganiaya seorang perawat di RS Siloam, Palembang.</p>
<p>Dalam video itu, pria bertopi putih, kaos merah dan celana hitam itu, terlihat marah-marah.</p>
<p>Seorang perawat terjatuh, setelah (mungkin) dia pukul. Perawat itu juga dia jambak.</p>
<p>Pangkal masalah, infus yang terbuka di tangan anak pelaku. Ia jiga terlihat bertengkar dengan seorang pria.</p>
<p>Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando, menggelar jumpa pers dan minta polisi mengusut tuntas penganiayaan tersebut.</p>
<p>Polisi bergerak cepat dan pelaku pun ditangkap.</p>
<figure id="attachment_85614" aria-describedby="caption-attachment-85614" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210417_054416.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-85614" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210417_054416.jpg" alt="" width="640" height="367" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210417_054416.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210417_054416-300x172.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-85614" class="wp-caption-text">Peristiwa saat JS menganiaya perawat RS Siloam, Palembang.</figcaption></figure>
<p>Kasus ini menjadi buah bibir di Sumsel. Kalangan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) beraksi keras atas kasus tersebut.</p>
<p>PPNI pernah unjuk gigi pada 2013 menggeruduk DPR. Mereka mendesak wakil rakyat mengesahkan RUU Keperawatan. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/polisi-tangkap-pria-yang-aniaya-perawat/">Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Perawat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Atap Masjid Tua Berlenggek</title>
		<link>https://prokabar.com/kenapa-atap-masjid-tua-berlenggek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 17:54:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#MasjidTuoKayuJao]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85373</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Masjid tua, atapnya selalu bertingkat-tingkat dan jumlahnya ganjil. Pada bagian depan ada kulah pembasuh kaki. Kenapa? Karena masjid ini dibangun di zaman...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kenapa-atap-masjid-tua-berlenggek/">Kenapa Atap Masjid Tua Berlenggek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Masjid tua, atapnya selalu bertingkat-tingkat dan jumlahnya ganjil. Pada bagian depan ada kulah pembasuh kaki.</p>
<p>Kenapa? Karena masjid ini dibangun di zaman madia, era ketika pengaruh berbagai kebudayaan Nusantara dan agama lain membantuk satu teknik membuat bangunan.</p>
<p>Masjid beratap jumlah ganjil itu, makin ke atas makin kecil dan paling atas dipasang kemuncak.</p>
<p>Inilah masjid atau zaman madia, yaitu zaman perkembangan Islam di Nusantara. Tidak ada menara, tidak ada atap seperti masjid sekarang.</p>
<p>Masjid-masjid kuno di Minangkabau selalu beratap dengan lenggek ganjil tersebut. Rumah ibadah ini lengkap dengan bedug alias tabuah.</p>
<p>Masjid tua itu, bangunannya terpengaruhi oleh kekuatan tradisi dan budaya setempat.</p>
<p>Di Minang selain diukir, atap paling atasnya ada gonjongnya, juga memakai ijuk. Tidak dipaku dan kayunya kuat kokoh.</p>
<p>Biasanya pondasinya dibuat tinggi dan di bagian belakang ada kolam ikan. Bangunannya jika tidak persegi pajang malah bisa bujur sangkar.</p>
<p>Masjid modern sekarang, kubah bulat. Ini ditiru dari Timur Tengah, kabarnya dari Maroko. Bahkan ada yang menyebut meniru Aya Sofia, Turki.</p>
<p>Masjid dengan gaya terbaru dan unik, ada di sini yaitu Masjid Raya Sumatera Barat.</p>
<p>Sekarang banyak masjid hadir dengan berbagai gaya. Ada yang bulat ada yang petak empat. Di kota-kota masjid sudah banyak pakai AC.</p>
<p>Selain itu ada masjid yang dibuat perorangan atau sekelompok orang. Di Padang bermunculan masjid rancak, dua di antaranya di tepi laut. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kenapa-atap-masjid-tua-berlenggek/">Kenapa Atap Masjid Tua Berlenggek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parak Siang Kini tak Ada Lagi</title>
		<link>https://prokabar.com/parak-siang-kini-tak-ada-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 18:45:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#paraksiang]]></category>
		<category><![CDATA[#sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Sahur sahur sahur&#8230; Lalu istilah Parak siang lenyap sudah. Keduanya sama, tapi parak siang asli dan khas Sumbar. Sekarang hanyalah sahur....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/parak-siang-kini-tak-ada-lagi/">Parak Siang Kini tak Ada Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Sahur sahur sahur&#8230; Lalu istilah Parak siang lenyap sudah.</p>
<p>Keduanya sama, tapi parak siang asli dan khas Sumbar.</p>
<p>Sekarang hanyalah sahur. Sepertinya gengsi saja</p>
<p>Bisa jadi karena tidak tahu. Memang banyak ucapan Minang terganti begitu saja</p>
<p>Zaman menggantinya tanpa tersadari. Misal obuak ganti rambuik. Tagolek ganti jatuah.</p>
<p>Demikian juga makan parak siang bertukar baju dengan makan sahur.</p>
<p>Dulu ditandai bunyi tabuah, kini tiang listrik.</p>
<p>Juga suara kaset orang mengaji. Atau rekaman ceramah.</p>
<p>Sekarang ada pula takjil dan istilah-istilah lain.</p>
<p>Negeri kita memang luar biasa. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/parak-siang-kini-tak-ada-lagi/">Parak Siang Kini tak Ada Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurenah Talakuang Saat Subuh</title>
		<link>https://prokabar.com/kurenah-talakuang-saat-subuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 18:31:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#asmarasubuh]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#talakuang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ketika subuh telah tiba, sedang gelap-gelap tanggung, kemana gadis yang memakai talakuang? Ke masjid. Walau begitu, ada yang tidak. Anak gadis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kurenah-talakuang-saat-subuh/">Kurenah Talakuang Saat Subuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Ketika subuh telah tiba, sedang gelap-gelap tanggung, kemana gadis yang memakai talakuang?</p>
<p>Ke masjid. Walau begitu, ada yang tidak. Anak gadis dan kekasihnya di desa memadu kasih dakek nan kalam.</p>
<p>Dalam talakuang mereka berdua. Atau sama-sama memakainya.</p>
<p>Atau kain sarung, berdua di dalamnya, dalam parak.</p>
<p>Sejak sebelum azan subuh sampai selesai shalat.</p>
<p>Orang bergerak pulang, mereka berdua juga selesai.</p>
<p>Tentu saja kurenah anak muda ini, hanya segelintir. Tapi, ada.</p>
<p>Begitulah Minangkabau kita, ada-ada saja yang terjadi.</p>
<p>Dalam zaman kontemporer di Padang dikenal, Asmara Subuh, di Pantai Seribu Janji</p>
<p>Dimana itu? Taplau. Kini? Sama-sama kita lihat sajalah. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kurenah-talakuang-saat-subuh/">Kurenah Talakuang Saat Subuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ke Rumah Mamak Maanta Pabukoan</title>
		<link>https://prokabar.com/ke-rumah-mamak-maanta-pabukoan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 18:18:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#maantapabukoan]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Tradisi lain saat Ramadhan di sini, maanta pabukoan ke rumah mamak. Biasanya maanta pabukoan dilakukan pada pekan kedua Ramadhan dan seterusnya....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ke-rumah-mamak-maanta-pabukoan/">Ke Rumah Mamak Maanta Pabukoan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Tradisi lain saat Ramadhan di sini, maanta pabukoan ke rumah mamak.</p>
<p>Biasanya maanta pabukoan dilakukan pada pekan kedua Ramadhan dan seterusnya.</p>
<p>Pabukoan diantar oleh istri dan didampingi suaminya.</p>
<p>Pabukoan dibawa dengan rantang yang disebut sia.</p>
<p>Isinya lauk pauk dan cemilan. Yang enak tentunya.</p>
<p>Makin kaya kita, makin tinggi lenggek sia. Makin banyak bawaan ke rumah mamak.</p>
<p>Di desa, suami istri ini, jangan harap jalan berduaan.</p>
<p>Bisa jadi suami sudah duluan pergi, atau sebaliknya. Bertemu saja di rumah mamak.</p>
<p>Kini naik motor tapi tradisi ini tak sehebat dulu lagi.</p>
<p>Sebabnya, sekarang segala mahal, hidup sarik pula.</p>
<p>Tak satu dua yang akan dipikirkan. Ya sejak negeri berhape-hape inilah, tradisi itu makin berkurang. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ke-rumah-mamak-maanta-pabukoan/">Ke Rumah Mamak Maanta Pabukoan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Hari Balai Jelang Ramadhan</title>
		<link>https://prokabar.com/tradisi-hari-balai-jelang-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 18:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Balai]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ramadhan tahun ini dimulai Selasa (12/4). Dua hari lagi. Senin hari terakhir, maka balai atau pekan pada hari itu disebut, &#8220;sinayan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tradisi-hari-balai-jelang-ramadhan/">Tradisi Hari Balai Jelang Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Ramadhan tahun ini dimulai Selasa (12/4). Dua hari lagi.</p>
<p>Senin hari terakhir, maka balai atau pekan pada hari itu disebut, &#8220;sinayan tingga ciek.&#8221; Maka ramailah orang ke pasar.</p>
<p>Demikian juga dengan hari sebelumnya. Ahad. Maka Pokan Akaik akan ramai.</p>
<p>Ramai untuk belanja dapur dan puasa. Ramai oleh anak muda.</p>
<p>Mereka seolah bergembira sambut Ramadhan, padahal pergi &#8220;baintaian&#8221;.</p>
<p>Mereka yang baru menikah biasanha wajib berbelanja.</p>
<p>Pergi berduaan bagai dua ekor balam sedang terbang.</p>
<p>Pulang membawa ikan atau daging untuk keperluan Ramadhan.</p>
<p>Jika sudah puasa, pasar akan ramai kembali. Selalu saja ada yang makan siang hari.</p>
<p>Lokasinya disurukkan atau terkurung. Tak ada pol pp sebab berlaku &#8220;akmalana akmaluku.&#8221; <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tradisi-hari-balai-jelang-ramadhan/">Tradisi Hari Balai Jelang Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Urang Siak, Pakiah Dijemput Pada Ramadhan</title>
		<link>https://prokabar.com/urang-siak-pakiah-dijemput-pada-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 18:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#pakiah]]></category>
		<category><![CDATA[#urangsiak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85198</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar &#8211; Urang Siak, sebuah sapaan bagi orang berilmu agama di Minangkabau. Sapaan ini dipungut dari nama daerah di Riau. Ini sekaligus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/urang-siak-pakiah-dijemput-pada-ramadhan/">Urang Siak, Pakiah Dijemput Pada Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Urang Siak, sebuah sapaan bagi orang berilmu agama di Minangkabau.</p>
<p>Sapaan ini dipungut dari nama daerah di Riau.</p>
<p>Ini sekaligus membuktikan, minimal syiar Islam di Minangkabau dilakukan orang Siak, Riau.</p>
<p>Urang Siak disegani, sering memberikan pengajian.</p>
<p>Juga acap diundang membacakan doa ke rumah.</p>
<p>Selain Urang Siak, juga ada Pakiah di Minang.</p>
<p>Pakiah adalah santri yang keliling kampung membawa buntil.</p>
<p>Anak bujang inu berkupiah dan sarungan.</p>
<p>Ia akan mengetuk pintu. Lalu meminta sedekah beras.</p>
<p>Kaum ibu, suka kalau Pakiah sudah lewat bahkan ditunggu.</p>
<p>&#8220;Naiklah Pakiah.&#8221;<br />
Anak muda itupun naik ke rumah.</p>
<p>Disuruh makan. Lalu diminta membaca doa.</p>
<p>Setelah itu diberi beras dan uang. Lalu Pakiah terus dan terus berjalan.</p>
<p>Bila senja tiba, ia tiba kembali di asramanya. Beras untuk makan bersama kawan-kawannya sudah ada.</p>
<p>Minangkabau dengan takzim menyambut Pakiah, karena ia menuntut ilmu.</p>
<p>Sekarang Pakiah masih ada, walau sudah berkurang. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/urang-siak-pakiah-dijemput-pada-ramadhan/">Urang Siak, Pakiah Dijemput Pada Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 42/261 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.078 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 16:18:05 by W3 Total Cache
-->