<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ninikmamak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ninikmamak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ninikmamak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2021 13:42:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ninikmamak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ninikmamak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Angku Yus Dt. Parpatiah Beri Pembelajaran Adat Pada Ratusan Murid dan Guru</title>
		<link>https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-beri-pembelajaran-adat-pada-ratusan-murid-dan-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2021 13:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85760</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Memanfaatkan moment Pesantren Ramadan 1442 Hijriah, SMA Negeri 1 Tanjung Raya menghadirkan Angku Yus Dt Parpatih (Angku Bandaro Bodi) sebagai Narasumber...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-beri-pembelajaran-adat-pada-ratusan-murid-dan-guru/">Angku Yus Dt. Parpatiah Beri Pembelajaran Adat Pada Ratusan Murid dan Guru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Memanfaatkan moment Pesantren Ramadan 1442 Hijriah, SMA Negeri 1 Tanjung Raya menghadirkan Angku Yus Dt Parpatih (Angku Bandaro Bodi) sebagai Narasumber berkompeten dalam bidang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Senin (19/4). Mengangkat materi &#8220;Kato Nan Ampek&#8221; dan &#8220;Sumbang Duo Baleh&#8221; menjadi topik perbekalan bagi generasi Minang tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita sangat paham dengan kondisi saat ini. Mereka tidak hanya butuh pelajaran ilmu pengetahuan umum dan sains semata. Namun terpenting saat ini pendidikan karakter sesuai nilai-nilai kultur budaya. Terutama pemahaman Adat Basandi Syaril, Syarak Basandi Kitabullah sebagai salah satu suku Bangsa yakni Minangkabau,&#8221; terang Burma, Kepala SMAN 1 Tanjung Raya kepada Prokabar.com, Senin (19/4).</p>
<p>Terkikisnya adab dan pendidikan karakter sebagai generasi Minangkabau disebabkan minimnya pembelajaran didapatkan dari orang-tua, Ninik Mamak atau pihak yang bertanggungjawab akan hal ini. Jauhnya hubungan personal dan komunikasi disebabkan banyak faktor. Terutama mendominasinya keluarga inti dan memberi jarak keluarga besar mereka.</p>
<p>&#8220;Kita butuh sangat sosok tokoh Ninik Mamak dan budayawan, paham sangat seluk beluk nilai-nilai Adat Istiadat, Adat Sabana Adat, Adat Nan Diadatkan dan Adat Nan Taradat. Dan Angku Yus Datuak Parpatih jelas sudah tersohor dengan karyanya melalui rekaman kaset dan video,&#8221; tutur Kepala SMAN 1 Tanjung Raya.</p>
<p>Burma melanjutkan sangat menghormati dan mengkagumi sosok Angku Yus Datuak Parpatih. Karya Gurindam dengan rekaman kaset, tersebar berbagai pedagang kaset hingga disiarkan melalui radio lokal daerah se-Sumatera Barat. Tidak hanya di Sumatera Barat, masyarakat melayu di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jambi hingga Malaysia sangat mengenal beliau. Terutama penggemar nilai-nilai adat budaya Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Kami bersyukur masih bisa berkesempatan berjumpa dan mendapat pembelajaran dari Angku Yus Datuk Parpatih. Meski umur telah mencapai 82 tahun, namun semangat dan daya ingatnya masih segar dan kuat. Semoga beliau selalu sehat dan diberi kesempatan untuk tetap mencerahkan Ninik Mamak dan Kemenakan saat ini,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-beri-pembelajaran-adat-pada-ratusan-murid-dan-guru/">Angku Yus Dt. Parpatiah Beri Pembelajaran Adat Pada Ratusan Murid dan Guru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angku Yus Dt. Bandaro Bodi Diskusi Dengan Ninik Mamak Parit Malintang, Ini yang Jadi Pembahasan</title>
		<link>https://prokabar.com/angku-yus-dt-bandaro-bodi-diskusi-dengan-ninik-mamak-parit-malintang-ini-yang-jadi-pembahasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2020 15:41:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar — Angku Yus Datuak Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak memenuhi undangan Pemerintahan Nagari Parit Malintang beserta...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-bandaro-bodi-diskusi-dengan-ninik-mamak-parit-malintang-ini-yang-jadi-pembahasan/">Angku Yus Dt. Bandaro Bodi Diskusi Dengan Ninik Mamak Parit Malintang, Ini yang Jadi Pembahasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar — A</strong>ngku Yus Datuak Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak memenuhi undangan Pemerintahan Nagari Parit Malintang beserta Ninik Mamaknya. Pertemuan dengan tema Budaya Adat Salingka Nagari itu berlangsung di Kantor Nagari Parit Malintang, Kamis (17/12).</p>
<p>Kehadiran Angku Yus Datuak Bandaro Bodi didampingi Istri tercinta beserta tiga orang kemenakannya F. Katik Rajo Mudo, R. Rajo Intan dan A. Datuak Basa. Selain belasan ninik mamak, Walinagari Parik Malintang, Syamsuardi SA dan Dt. Simajolelo selaku Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) turut duduk mendampingi Tokoh Budayawan asal Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam itu. Tidak luput pula seorang Babinsa dan Babinkamtipmas Parit Malintang, melengkapi unsur.</p>
<p>Diskusi itu salah satu cara ninik mamak dan Pemerintah Kenagarian Parit Malintang, menambah pengalaman, khasanah dan wawasan terkait Budaya Alam Minangkabau yang universal. Dengan adanya diskusi itu, diharapkan mendapatkan solusi penyelesaian berbagai persoalan. Memahami lebih mendalam latar belakang permasalahan sehingga mencerahan. Terutama persoalan tantangan globalisasi berupatau perubahan zaman.</p>
<p>&#8220;Kegamangan saya sebagai narasumber kepada Bapak-bapak selaku Ninik Mamak Parik Malintang ini adalah mengangkatnya tema Budaya Salingka Nagari. Karena saya tidak paham dengan Adat Salingka Nagari Parik Malintang. Namun saya bisa menjelaskan Adat Sabatang Panjang atau aturan umum yang dipakai masyarakat Minangkabau secara luas,&#8221; tutur Angku Yus Datuak Bandaro Bodi, saat membuka diskusi.</p>
<p>&#8220;Budaya itu lebih luas,&#8221; lanjut Penasihat Ninik Mamak Nagari Sungai Batang itu. Berasal dari dua kata yaitu budi dan daya. Mengandung unsur daya atau upaya sehingga menjadi manusia berbudi.</p>
<p>Filosofinya ada dua adat bila dikaji dari sisi ruang lingkupnya. Pertama Adat Nan Sabatang Panjang dan kedua Adat Sacupak Payuang atau lebih dikenal Adat Salingka Nagari yang juga merupakan Adat Babuhua Sentak.</p>
<p>Adat Nan Sabatang Panjang adalah aturan-aturan umum di Minangkabau. Dan secara menyeluruh dipahami dan dipergunakan di seluruh masyarakat Minangkabau. Baik di rantau maupun di daerah asal.</p>
<p>Sementara, Adat Salingka Nagari merupakan produk atau aturan lokal yang hanya dipakai dalam sebuah nagari saja. &#8220;Itu dibentuk berdasarkan kesepakatan Ninik Mamak dalam ruang lingkup bernagari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Budayawan yang populer dari rekaman kaset dan video gurindam &#8220;Pitaruah Ayah&#8221; untuk anak laki-laki dan perempuan ini juga menjelaskan, ada tiga hukum atau aturan yang berlaku yang wajib ditaati dalam setiap individu masyarakat Minangkabau. Pertama Hukum Undang-undang Dasar 1945 beserta hukum bernegara Republik Indonesia lainnya. Pelanggar hukum ini sangsinya adalah penjara.</p>
<p>Kedua, hukum beragama Islam sebagai aturan tetap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggar aturan ini adalah dosa. Pengikat seorang individu kepada ALLAH SWT.</p>
<p>Ketiga, baru Hukum Adat. Aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan masyarakat nan berbudaya. Hukuman pelanggar ini berupa sangsi sosial nan efek jera rasa malu. &#8220;Penanaman rasa malu adalah hakikat dari sangsi adat ini,&#8221; ungkap Mantan Pendiri dan Pengelola Studio Rekaman Balairuang Produksi tersebut.</p>
<p>Lebih lanjut, ada tiga unsur penentu solusi akibat globalisasi yang mengkikis Budaya Alam Minangkabau ini. Kompak dan bersinerginya Tigo Tungku Sajarangan, Tigo Tali Sapilin. Yaitu, Alim Ulama, Ninik Mamak dan Cadiak Pandai.</p>
<p>Dalam hal ini tiga unsur ini terdiri dari Pemerintahan Nagari bersama Bamus, Pimpinan Kerapatan Adat Nagari (KAN) beserta Ninik Mamak lainnya dan serta Alim Ulama atau Tokoh Agama yang paling dituakan dalam nagari.</p>
<p>Dari sisi aturan dalam bernegara, Pemerintah Kenagarian juga memiliki aturan bernama Peraturan Nagari atau disingkat PERNA. Aturan ini menjadi dasar dalam pemanfaatan Anggaran Dana Desa (Nagari) sebagai bentuk pembangunan sumber daya masyarakat yang berkebudayaan.</p>
<p>Dan PERNA terbentuk melalui Rapat Musyawarah Mufakat Bamus dengan Pemerintahan Nagari. Keputusan itu harus terlebih dahulu dijemput ke setiap komponen masyarakat. Keputusan berdasarkan hasil penghimpunan aspirasi seluruh kompunen masyarakat seperti dari pertemuan dengan Walijorong/ Walikorong, KAN yang mewakili aspirasi Ninik Mamak, Bundo Kanduang yang mewakili seluruh aspirasi organisasi perempuan di kenagarian. Serta seluruh aspirasi Pemuda-pemudi dan Parik Paga Nagari.</p>
<p>&#8220;Sudah saatnya tiga unsur Tigo Tungku Sajarangan, Tigo Tali Sapilin ini benar-benar kompak, seayun selangkah, sadanciang bak basi, saciok bak ayam. Jika ingin suatu nagari benar-benar beradat dan beragama. Harus berani terjun menampung aspirasi hingga ke akar-akar persoalan. Harus sampai ke jajaran masyarakat paling bawah.</p>
<p>Dan PERNA itu harus komitmen dan konsisten ditegakkan sesuai Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Syarak Bakato, Adat Mamakai. Jangan pula adat atau PERNA itu bertentangan dengan syarak,&#8221; pungkasnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-bandaro-bodi-diskusi-dengan-ninik-mamak-parit-malintang-ini-yang-jadi-pembahasan/">Angku Yus Dt. Bandaro Bodi Diskusi Dengan Ninik Mamak Parit Malintang, Ini yang Jadi Pembahasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ninik Mamak Diminta Ikut Berperan Dalam Penyaluran Bantuan Di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/ninik-mamak-diminta-ikut-berperan-dalam-penyaluran-bantuan-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2020 03:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#blt]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=67928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Menyikapi kondisi di lapangan terkait penyaluran bantuan Covid-19, Wali Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Firdaus minta ninik mamak ikut berperan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ninik-mamak-diminta-ikut-berperan-dalam-penyaluran-bantuan-di-agam/">Ninik Mamak Diminta Ikut Berperan Dalam Penyaluran Bantuan Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Menyikapi kondisi di lapangan terkait penyaluran bantuan Covid-19, Wali Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Firdaus minta ninik mamak ikut berperan dalam menciptakan situasi yang aman di tengah masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Firdaus menyebutkan, penyaluran bantuan Covid-19 ini ada prosesnya, dan tidak bisa sembarangan. Sebab setiap bantuan yang disalurkan harus ada pertanggungjawabannya, kalau tidak bisa berurusan dengan hukum.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Bahkan saat ini, katanya, masyarakat tengah menghadapi keadaan yang sangat tertekan. Perekonomiannya merosot dan kesehatan terancam, terutama di Nagari Bukik Batabuah.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Untuk itu, ia menghimbau ninik mamak dan stakeholder lainnya di nagari agar memberikan solusi dan kabar menyejukkan terhadap masalah ini kepada anak kemenakannya masing-masing.</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Jangan sampai kita ikut bersama mereka menimbulkan persepsi yang tidak bagus, tetapi kita lah yang memberikan ketenangan. Berikan himbauan, motivasi dan ikut bersama pemerintah memutus mata rantai Covid-19,” pintanya dilansir dari MC Agam, Senin (18/5).</p>
<p data-reader-unique-id="6">Karena, katanya, sebagian kecil masih ada masyarakat yang menyepelekan masalah Covid-19. Untuk itu, berikan pemahaman kepada anak kemenakan agar terus waspada, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak dengan orang sekitar. Bila tidak terlalu penting, jangan ke luar rumah.</p>
<p data-reader-unique-id="7">“Kita percaya anak kemenakan akan patuh terhadap titah ninik mamaknya, maka kita ingin ninik mamak ikut berperan bersama pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19 hingga proses penyaluran bantuan,” ulasnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ninik-mamak-diminta-ikut-berperan-dalam-penyaluran-bantuan-di-agam/">Ninik Mamak Diminta Ikut Berperan Dalam Penyaluran Bantuan Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Pituah Ungku Y. Dt. Bandaro Bodi Kepada Semua Generasi</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-pituah-ungku-y-dt-bandaro-bodi-kepada-semua-generasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 00:30:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=63203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Hampir semua masyarakat Minangkabau baik di ranah maupun perantau, mengenal baik Angku Yus Datuak Parpatih Guguak. Kini beliau sudah diangkat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-pituah-ungku-y-dt-bandaro-bodi-kepada-semua-generasi/">Ini Dia Pituah Ungku Y. Dt. Bandaro Bodi Kepada Semua Generasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar —</strong> Hampir semua masyarakat Minangkabau baik di ranah maupun perantau, mengenal baik Angku Yus Datuak Parpatih Guguak. Kini beliau sudah diangkat sebagai Penasihat Penghulu Niniak Mamak di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.</p>
<p>Tokoh Budayawan Minang, berkarya melalui Pituah atau Pitaruah Ayah serupa mamangan atau gurindam. Disiarkan melalui media kaset sejak 1980-an. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, pemilik Balairuang Record tersebut beralih ke audio visual DVD hingga youtube.</p>
<p>Karena lanjut usia, umur sudah mencapai 80 tahun lebih, membuat beliau banyak berdiam di rumah, kampung halaman Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang. Suatu kesempatan, Prokabar.com berkesempatan berjumpa beliau untuk menggali ilmu dan informasi.</p>
<p>&#8220;Kita sudah mulai tergerus dan terkikis moralitas budi pekerti. Minimnya control sosial sejumlah tokoh pemuka di ranah minang ini, membuat generasi muda berbuat semau dan seenaknya. Akhirnya, kehilangan arah, jati diri dan kebenaran hakiki,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Generasi Muda harus mampu membangkitkan jati dirinya untuk kemajuan personal, budaya dan bangsanya. Sejarah masa lalu adalah dasar pondasi ilmu generasi saat ini, untuk melangkah dan berbuat. &#8220;Melalui pengenal diri, tau diri, mengenal ranji keturunan, mengenal sosial budaya sendiri, mengenal lingkungan keluarga dan masyarakat, hingga mengenal nusa dan bangsa ini, kita bisa melangkah apa yang semestinya apa yang akan kita lakukan selanjutnya,&#8221; terang Pencetak 210 buah kaset Pituah tersebut.</p>
<p>Beliau juga menegaskan bahwa pada saat ini, kebanyakan Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Bundo Kandung tidak mengetahui tugas dan fungsinya secara utuh yang sesungguhnya. Kebanyakan yang telah diangkat, tidak berkompeten dan kepentingan kelompok atau politik semata. Sehingga seringkali memgabaikan kepantasannya dalam memimpin.</p>
<p>&#8220;Banyak sekali saat ini yang memimpin tidak tau apa yang akan dipimpinnya. Membuat yang dipimpin kebinguan dan semakin bingung,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dan sudah saatnya Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang berbenah diri dan memperdalam pemahaman nilai-nilai ABS, SBK. &#8220;Idealnya, sudah semestinya kita bangkit agar kemerosotan budaya Minangkabau tidak terus terjadi. Secara sadar mengenal kelemahan dan bersikap dewasa menyikapinya dengan berbedah diri. Jangan malah bersikap takabur dan merasa paling benar lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Agar kebangkitan itu terwujud memang harus diadakan pendidikan khusus. Bahkan kalau bisa berupa akademisi Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang. Dalam hal ini, tempat penerpaan itu jelas berada di Masjid. Otomatis masjid yang dimaksud seperti kompleks pemondokan khusus seperti pola nenek moyang melahirkan generasi hebat di masa prakemerdekaan RI.</p>
<p>&#8220;Surau dalam kekinian Masjid, merupakan pusat pencetak Tokoh Nasional Kemerdekaan Bangsa. Dan sejarah telah mencatat, masjid di Minangkabau merupakan pusat pendidikan, informasi dan edukasi. Dan fungsi itu harus kembali dihidupkan lagi sebagaimana pada fitrahnya. Seluruh komponen masyarakat harus bersatu memakmurkan kembali masjid. Sehingga fungsinya sesuai cultur masyarakat Minang, kembali hidup ditengah masyarakat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hal itu terwujud jelas butuh dukungan semua pihak. Terkhusus Pemerintah Daerah dan Pemerintahan Nagari. Tanpa didukung Peraturan Daerah dilanjutkan Peraturan Nagari, termasuk dari sisi anggaran akan memang akan sedikit sulit. Kecuali kesungguhan semua pihak serius tanpa terkecuali.</p>
<p>&#8220;Kita berharap Pemerintah Nagari beserta seluruh komponen masyarakatnya, dapat membuat peraturan nagari, merujuk kepada Al Quran dan Hadis diselaraskan undang-undang Dasar NKRI dan adat istiadat atau budaya lokal,&#8221; pangkas Angku Yus. Bandaro Bodi. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-pituah-ungku-y-dt-bandaro-bodi-kepada-semua-generasi/">Ini Dia Pituah Ungku Y. Dt. Bandaro Bodi Kepada Semua Generasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergesaran Peran Mamak di Minangkabau</title>
		<link>https://prokabar.com/pergesaran-peran-mamak-di-minangkabau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 11:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Mamak]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Enjeli Novita Sari, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas   Padang, Prokabar — Minangkabau adalah nagari yang tersistem dan terpola dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pergesaran-peran-mamak-di-minangkabau/">Pergesaran Peran Mamak di Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><em><strong>Oleh: Enjeli Novita Sari, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></em></p>
<p class="p1"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p1"><span class="s2"><strong>Padang, Prokabar — </strong></span>Minangkabau adalah nagari yang tersistem dan terpola dengan adat istiadat dan budayanya. Hal itu nampak jelas dengan adanya konsep pemetaan peran seseorang yang tersusun secara rapi dalam masyarakat, seperti halnya seorang mamak. Menurut adat Minangkabau, mamak secara umum adalah paman atau saudara laki dari ibu, kakak atau adiknya.</p>
<p class="p1"><span class="s2">Selain itu Minangkabau juga mengenal mamak secara khusus yang mengepalai suku yang biasa disebut dengan ninik mamak. Setiap masyarakat dikelompokkan menurut sukunya masing-masing dan setiap suku itu dipimpin oleh seorang ninik mamak atau yang lebih dikenal dengan datuak atau penghulu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di dalam adat istiadat Minangkabau ada beberapa peran seorang mamak. Mamak berperan dalam mendidik, membimbing dalam hal pewarisan peran, mengawasi pendidikan, serta tempat bertanya apapun oleh kemenakan. Mamak juga berperan dalam mengelola harta pusaka, memelihara, mengawasi, memanfaatkan mengembangkan dan mempertahankan supaya harta adat tetap berfungsi dan mamak juga harus menjaga kaumnya termasuk kemenakannya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mamak sangat berperan penting bagi kemenakan khususnya kemenakan perempuan untuk mencarikan jodoh. Semua yang terjadi terhadap kemenakannya, maka mamak lah yang akan bertanggung jawab dan mengatasi semuanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Seperti ungkapan berikut ini:</span></p>
<p class="p1"><em><span class="s3">Kaluak paku kacang balimbiang<br />
D</span>aun bakuang lenggang-lenggangkan</em><br />
<em>Anak dipangku kamanakan di bimbiang</em><br />
<em>Urang kampung dipatenggangkan.</em></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dulu, tugas seorang mamak sangat berperan penting dalam segala hal seperti berkewajiban dalam adat istiadat, agama, kesenian dan prilaku sehari-hari. Jika kemenakan melakukan kesalahan, maka mamak akan ikut malu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, pada saat sekarang ini pergeseran peran seorang mamak telah tergantikan seiring perkembangan zaman. Dulu, kewajiban seorang mamak mendidik kemenakannya tapi sekarang semuanya diambil alih oleh lembaga sosial sebagai lembaga pendidikan formal. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mamak mengatur dan mengawasi pemanfaatan harta pusaka, tetapi kini tidak lagi berjalan dengan baik, karena banyaknya harta pusaka yang tergadai bahkan dijual. Dulu mamak lebih mementingkan kemenakannya dan mengutamakan sukunya tapi kini semuanya telah diatur oleh keluarganya masing-masing.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">J. V. Maretin mengatakan dalam bukunya Idham Chalid, dari hasil penelitiannya bahwa berkesimpulan lambat laun sistem sosial masyarakat Minangkabau akan berangsur-angsur pudar. Adat istiadat Minangkabau tradisional sekarang sudah mulai tidak dijalankan lagi oleh masyarakat itu sendiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dulu hubungan mamak dan kemenakan sebagai pemimpin dan orang yang dipimpin seperti falsafah adat Minangkabau:</span></p>
<p class="p1"><em><span class="s3">Kamanakan baraja ka mamak<br />
</span>Mamak baraja ka pangulu </em><br />
<em><span class="s3">Pangulu baraja ka mufakat<br />
</span><span class="s3">Mufakat baraja ka nan bana<br />
</span><span class="s3">Bana badiri sandirinyo<br />
</span><span class="s3">Bana manuruik alua jo patuik<br />
</span><span class="s3">Manuruik patuik jo mungkin.</span></em></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tapi pada saat sekarang itu tidak lagi berguna, bahwa peran mamak hanya berlaku pada saat waktu yang penting saja. Sangat disayangkan saat sekarang ini, bahwa seorang kemenakan tidak lagi tahu akan mamaknya begitu juga mamaknya tidak terlalu mengenal kemenakannya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Hubungan mamak saat dulu dan sekarang sangat berbeda sekali. Dulu seorang mamak sangat disegani. Bahkan ada filosofi Minangkabau yang menyebutkan, didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. Artinya bahwa seorang pemimpin hanya didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Maksud dari filosofi tersebut bukan hanya dihargai sekedar saja, tapi maknanya begitu dalam, filosofi itu hanya mengibaratkan, bahwa seorang mamak pemimpin dikaumnya itu sangat berperan penting untuk kemajuan sukunya. Akan tetapi mamak tidak terlalu dihargai bahkan hanya sebatas mamak yang mengatur sebuah persoalan saja pada saat sekarang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bukan cuma peran mamak saja yang bergesar, akan tetapi sifat seorang mamak juga mulai pudar. Dulu seorang mamak di kaumnya ibaratkan kayu besar tengah padang, tempat berteduh kehujanan, tempat berlindung kepanasan, bahwa tempat bersandar. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sifat seorang mamak pada saat dulu sangat baik, sabar, lurus dan benar, pengasih dan penyayang, serta mempunyai ilmu yang cukup sempurna untuk diajarkan kepada kemenakannya. Akan tetapi mamak pada saat sekarang hanya bertugas menjalankan peran saja sebagai seorang mamak, makna menjadi seorang mamak tidak lagi didapatkan pada saat sekarang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mamak saat sekarang tidak lagi mencerminkan seorang mamak pada saat dulu, ada beberapa mamak yang berperangai buruk, kisad dan dengki, jauh dari kata baik bahkan mentelantarkan kemenakannya begitu saja, hanya memikirkan kelurganya sendiri dan tidak memperdulikan kaum dari sukunya. Ada juga mamak yang tidak tahu akan perannya, seharusnya sebagai seorang mamak menjaga semuanya agar tetap berjalan dinorma yang telah berlaku akan tetapi kini mamak tidak lagi memperdulikan itu semua. <strong>(***)</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s2"> </span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pergesaran-peran-mamak-di-minangkabau/">Pergesaran Peran Mamak di Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberdayaan Ninik Mamak di Nagari Mesti Ditingkatkan</title>
		<link>https://prokabar.com/pemberdayaan-ninik-mamak-di-nagari-mesti-ditingkatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2020 10:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dprdsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=59049</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri melihat ada kecendrungan pergeseran adat istiadat dan agama generasi muda di nagari. “Sebuah fakta...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemberdayaan-ninik-mamak-di-nagari-mesti-ditingkatkan/">Pemberdayaan Ninik Mamak di Nagari Mesti Ditingkatkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri melihat ada kecendrungan pergeseran adat istiadat dan agama generasi muda di nagari.</p>
<p>“Sebuah fakta yang tak bisa dielakan ketika informati tak ada batasnya, pola laku anak muda kota besar cepat menjalar ke generasi muda di nagari-nagari,” ujar Syamsul Bahri kepada media, Kamis (6/2) di Padang.</p>
<p>Sumbar kini tidak sama dengan era dulu lagi, anak muda tagak kampuang paga nagari sudah payah mencarinya.</p>
<p>“Justru generasi sopan santun dan mau bergotongroyong sulit untuk dihidupkan lagi, mana anak nagari nan pandai basilek dan mangaji nan berintegrasi dengan orang lebih tua mengedepankan sopan santun, jarang jumpa di Sumbar kini,” ujarnya.</p>
<p>Politisi PDI Perjuangan putera Pasaman Barat ini menawarkan solusi kepada stakeholder untuk lebih meningkatkan peran ninik mamak di nagari.</p>
<p>“Buat regulasinya kita berikan anggaran untuk pemberdayaan ninik mamak dengan tugas jadikan kembali anak muda sabana minang,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu gejala LGBT juga tidak domain perkotaan saja lagi, sangat kuat dugaan di nagari di Sumbar sudah menjalar.</p>
<p>“Lewat meningkatkan peran ninik mamak dan bundo kanduang maka bersama kita menjaga dan selamatkan anak kemenakan nagari Minangkabau ini,”ujarnya. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemberdayaan-ninik-mamak-di-nagari-mesti-ditingkatkan/">Pemberdayaan Ninik Mamak di Nagari Mesti Ditingkatkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>25 Orang Ninik Mamak Lubuk Basung Dikukuhkan</title>
		<link>https://prokabar.com/25-orang-ninik-mamak-lubuk-basung-dikukuhkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2019 01:38:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#LubukBasung]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar — Seiring memudarnya peranan Ninik Mamak di Ranah Minangkabau, menjadi perhatian serius dari Pemerintahan Kecamatan Lubuk Basung. &#8220;Kita sangat paham, di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/25-orang-ninik-mamak-lubuk-basung-dikukuhkan/">25 Orang Ninik Mamak Lubuk Basung Dikukuhkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar —</strong> Seiring memudarnya peranan Ninik Mamak di Ranah Minangkabau, menjadi perhatian serius dari Pemerintahan Kecamatan Lubuk Basung.</p>
<p>&#8220;Kita sangat paham, di Ranah Minang Ninik Mamak adalah pemimpin dalam kaumnnya. Peran dan fungsinya sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Tambah lagi kita berada di Ibukota Kabupaten Agam. Sehingga diperlukan peran besar dalam menunjang berbagai program kelembagaan,&#8221; ujar Camat Lubuk Basung, Harmezi saat pengukuhan KAN Lubuk Basung periode 2019-2022, akhir pekan kemaren.</p>
<p>Ia menambahkan ninik mamak dapat berperan menunjang berbagai program lembaga dan bekerjasama intensif dengan semua pihak.</p>
<p>Ketua KAN Lubuk Basung priode 2019-2022, Novi Endri Datuk Simarajo menambahkan, program perdana pihaknya melakukan pembinaan intensif di internal lembaga khusus bagi sako dan pusako. Permasalahan tanah ulayat juga bagian agenda terpenting untuk diulas dan dibahas.</p>
<p>&#8220;Disamping itu, kita juga melakukan sosialisasi dan pemantapan tentang adat bagi seluruh ninik mamak secara rutin di kantor adat ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Program lainnya, mengembangkan program seni budaya yang ada di nagari, sehingga anak kemanakan mengenal lebih mendalam tentang dinamika adat dimiliki selama ini.</p>
<p>&#8220;Setidaknya sebanyak 130 ninik mamak atau penghulu dari 7 suku mendukung penuh program yang ada dan dijalankan dengan sebaik baiknya,&#8221; pungkas. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/25-orang-ninik-mamak-lubuk-basung-dikukuhkan/">25 Orang Ninik Mamak Lubuk Basung Dikukuhkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda Sungai Limau Butuh Bimbingan Ninik Mamak, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/pemuda-sungai-limau-butuh-bimbingan-ninik-mamak-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2018 12:52:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#ninikmamak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Kondisi pemuda saat ini sudah jauh tertinggal terutama minimnya kontribusi dalam pembangunan daerahnya. Seolah-seolah tidak lagi diperhatikan Ninik Mamak, Pemerintah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemuda-sungai-limau-butuh-bimbingan-ninik-mamak-ini-penyebabnya/">Pemuda Sungai Limau Butuh Bimbingan Ninik Mamak, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar &#8211;</strong> Kondisi pemuda saat ini sudah jauh tertinggal terutama minimnya kontribusi dalam pembangunan daerahnya. Seolah-seolah tidak lagi diperhatikan Ninik Mamak, Pemerintah Daerah serta Komponen Masyarakat lainnya. Hal tersebut membuat mereka semakin tidak peduli (antipati) terhadap hubungan sosial kemasyarakatan di daerahnya.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Zainal Efendi, salah seorang Tokoh Pemuda Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, kepada prokabar.com, Kamis (19/7). Ia menyebutkan, kondisi tersebut disebabkan lemahnya perhatian Tokoh Masyarakat kepada &#8216;Paga Nagari&#8217; tersebut.</p>
<p>&#8220;Saat ini, Pemuda hanya fokus berolahraga saja. Dan memikirkan kepentingan kepemudaan semata. Sehingga keagamaan dan pendidikan sangat kurang mereka acuhkan. Pengayoman ninik mamak lemah dan hanya mementingkan diri mereka sendiri,&#8221;ungkapnya.</p>
<p>Kondisi tersebut lanjutnya, tidak bisa disalahkan karena pemuda tidak pula berkoordinasi dan meminta wejangan ke Ninik Mamak. Apapun segala kegiatan selalu minta imbalan. Akibatnya semangat gotong royong lemah dan memudar di Sungai Limau.</p>
<p>&#8220;Parahnya, orgen tunggal di malam hari meski sudah dilarang melalui Perbup Nomor 13 Tahun 2016, tetapi tetap saja mereka langgar. Apalagi ketika perantau pulang kampung, acara orgen tunggal terlalu favorit ketimbang kesenian tradisional seperti Randai, Gandang Tambua Tasa serta kesenian lainnya,&#8221;lanjutnya.</p>
<p>Menurutnya, solusinya adalah merangkul dan pembinaan kembali pemuda-pemudi yang sudah mulai kehilangan arah dan degradasi moral tersebut. &#8220;Kapan perlu merangkul TNI dan Polri untuk untuk membuat program pembinaan khusus pada pemuda dan pemudi,&#8221;tutur Zainal.</p>
<p>Tentu hal tersebut harus disokong Pemerintah Daerah. Tanpa perhatian serius dan bantuan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, semua harapan pembinaan mustahil terwujudkan.</p>
<p>Senada dengan Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Padang Pariaman, sekaligus Sekcam Sungai Limau, Anton W. T. Ia membenarkan kondisi tersebut butuh perhatian semua pihak agar bersatu padu membenahi banyak persoalan yang terjadi. &#8220;Sudah banyak kasus kriminal seperti pencurian dan narkoba di Sungai Limau beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa kasus kekerasan asusila terhadap anak dan perempuan di Sungai Limau. Termasuk seorang ayah merusak anak angkatnya. Namun sangat disayangkan, tidak ada respon pembinaan atau perlindungan terhadap psikologis pada korban,&#8221; kata Anton.</p>
<p>Kami menduga lanjutnya, akibat mereka yang sering menonton video porno di henpon genggam maupun media elektronik lainnya. Penampilan fulgar artis orgen maupun artis sower juga berdampak buruk. &#8220;Saya setuju dengan Peraturan Bupati (PERBUP) nomor 13 tahun 2016 tentang orgen tunggal dilarang beraktivitas dimalam hari,&#8221;ungkapnya.</p>
<p>Ia menganjurkan, bila memang Perda itu terwujud, jangan mengatur bendanya (alat musik orgen tunggal), namun yang diatur itu nilai-nilai atau norma-norma pada sosial masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kita harus lebih menonjolkan dan mbangkitkan kesenian dan kebudayaan asli, sehingga dengan sendirinya persoalan orgen tunggal aktif dimalam hari dengan artis berpakaian tidak sopan akan tersingkirkan dengan sendirinya,&#8221; kata Sekretaris KAHMI Padang Pariaman ini. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemuda-sungai-limau-butuh-bimbingan-ninik-mamak-ini-penyebabnya/">Pemuda Sungai Limau Butuh Bimbingan Ninik Mamak, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/140 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.022 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:28:33 by W3 Total Cache
-->