<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#niat Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/niat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/niat/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Dec 2023 02:32:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#niat Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/niat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wawancara Khusus Nilmaizar; Luruskan Niat dan Sempunakan Ikhtiar</title>
		<link>https://prokabar.com/wawancara-khusus-nilmaizar-luruskan-niat-dan-sempunakan-ikhtiar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Dec 2023 02:32:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#ikhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[#niat]]></category>
		<category><![CDATA[#NilMaizar]]></category>
		<category><![CDATA[#wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=117161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Padang, prokabar &#8211; Kehadiran sosok Nilmaizar sebagai calon legislatif DPR-RI dari Partai NasDem untuk daerah pemilihan Sumbar 1, ternyata cukup menarik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wawancara-khusus-nilmaizar-luruskan-niat-dan-sempunakan-ikhtiar/">Wawancara Khusus Nilmaizar; Luruskan Niat dan Sempunakan Ikhtiar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Kehadiran sosok Nilmaizar sebagai calon legislatif DPR-RI dari Partai NasDem untuk daerah pemilihan Sumbar 1, ternyata cukup menarik perhatian masyarakat. Dia dipandang sosok pendatang baru yang fresh dan pantas untuk bersaing.</p>
<p>Nama besar dan popularitasnya sebagai salah satu pelatih sepakbola papan atas nasional membuatnya selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terutama kalangan generasi muda dan pecandu sepakbola.</p>
<p>Pernah maju di Pileg 2014 dan 2019 di Dapil 2 Sumbar, Pria 53 tahun kelahiran Paykaumbuh 2 Januari 1970 itu, kini mencoba bertarunhg di Dapil 1, dengan berbagai pertimbangan dari DPP NasDem.</p>
<p>Datang dengan brand yang mewakili pelaku olahraga, khususnya sepakbola, membuat Nilmaizar tampil beda dengan caleg-caleg lain. Karena tak banyak, bahkan belum pernah ada Caleg dengan basic olahraga maju di DPR RI Sumbar.</p>
<p>Berangkat dari situ, Nilmaizar dalam programnya akan lebih banyak fokus pada sisi generasi muda, kalangan milenial, pelaku olahraga, dan sepakbola sebagai segmen prioritasnya dalam usaha menggaet suara.</p>
<p>Walau bertarung dengan politisi-politisi handal dan berpengalaman di Partai NasDem untuk Dapil Sumbar 1, Nilmaizar yang memegang nomor urut tujuh (7) tetap optimis bisa bersaing. &#8220;Yang penting luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar, soal hasil saya serahkan kepada Allah SWT.&#8221;katanya bersahaja.</p>
<p>Sekaitan dengan hal itu, prokabar.com mencoba menggali sosok Nilmaizar, melalui wawancara khusus tentang latar belakang, dan motivasinya kembali terjun berpolitik di Pileg 2024, berikut ini:</p>
<p><em><strong>Apa yang melatarbelakangi Coach Nil terjun ke politik?</strong></em><br />
Pasca melatih Timnas Indonesia tahun 2013 awal, saya mendapat tawaran dari Partai NasDem untuk ikut Pileg 2014. Saya diperkenalkan dengan Bapak Surya Paloh, dan beliau sangat responsif dan mendorong saya untuk mencoba tantangan di dunia politik.</p>
<p><em><strong>Sejak kapan ide untuk terjun ke politik muncul?</strong></em><br />
Dari pertemuan dan pinangan dari Partai NasDem, mungkin dari situ awalnya. Ketika saya dihadapkan dengan dua pilihan, tetap di sepakbola atau mencoba berkiprah di politik, ketika itulah saya harus memutuskan. Dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan mulai berpolitik tahun 2014.</p>
<p><em><strong>Apa perubahan yang akan coach tawarkan jika coach berhasil mendapatkan kursi di parlemen?</strong></em><br />
Tidak ada yang berubah dalam diri saya. Jika di sepakbola saya sudah berikan apa yang saya punya. Bekerjasama dengan orang-orang yang mengantungkan hidupnya di sepakbola, maka di politik pun di politik saya juga melakukan hal yang sama. Simple saja, saya hanya ingin menjadi orang berguna bagi orang banyak.</p>
<p><strong>Jika coach sudah menjadi anggota dewan, apakah akan fokus ke sana? Apa sudah tidak akan kembali lagi ke sepak bola?</strong><br />
Saya tak mau berandai-andai, bagi saya hidup adalah sebuah tantangan yang harus dinikmati. Biarlah semuanya dijalani, biarkan semuanya mengalir. Dan saya hanya menikmati.</p>
<p><em><strong>Menurut coach, mengapa seorang olahragawan atau pelatih harus berpolitik?</strong></em><br />
Menurut saya kata-kata harus itu tidak pas, karena politik itu tidak ada keharusan, atau keterpaksaan. Semuanya tergantung niat dan panggilan hati. Kalau seorang dengan basic olahragawan punya interest dan ketertarikan menggeluti politik untuk sebuah tujuan yang baik, apa salahnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-117162" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/12/02-300x199.jpg" alt="" width="519" height="344" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/12/02-300x199.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/12/02-1024x678.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/12/02-768x509.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/12/02-1536x1018.jpg 1536w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/12/02-2048x1357.jpg 2048w" sizes="(max-width: 519px) 100vw, 519px" /></p>
<p><em><strong> Bagaimana ceritanya bisa bergabung dengan Nasdem? Apa hanya Nasdem yang datang? Atau ada partai lain?</strong></em><br />
Seperti yang sudah saya singgung diatas soal bergabungnya saya dengan Nasdem. Dan sejauh ini saya punya hubungan yang baik dengan partai, mulai dari tingkat DPD atau DPW di Sumatra Barat khususnya, sampai ke tingkat DPP NasDem Pusat, bahkan dengan ketua Umum Bapak Surya Paloh. Dan sejauh ini saya menikmati hubungan baik itu. 10 tahun bersama NasDem saya, membuat saya tak tertarik melirik partai lain.</p>
<p><em><strong>Selain coach, ada juga beberapa pelatih yang nyaleg. Ada coach RD dan coach Seto. Bagaimana tanggapan coach Nil melihat para pelatih lokal nyaleg?</strong></em><br />
Menurut saya tidak ada masalah, justru saya melihat sebagai sebuah hal yang positif. Sejawat saya tersebut maju nyaleg pasti untuk sebuah tujuan yang baik. Mungkin sama dengan saya, salah satu misi saya maju nyaleg adalah bisa berkontribusi untuk kemajuan sepakbola Indonesia dari sisi yang berbeda. Bagaimanapun, sepakbola adalah kehidapan kami.</p>
<p><em><strong>Ada komunikasi atau sharing nggak sih coach dengan para pelatih lokal tersebut dalam urusan politik?</strong></em><br />
Ada, tapi tidak terlalu intens. Kita sepakat saja untuk menjalani semua proses ini, dan menikmati.</p>
<p><em><strong>Saat coach terjun ke politik, apa tantangan yang coach hadapi?</strong></em><br />
Pastinya ada pola hidup keseharian yang bergesar atau berubah. Di sepakbola kita sudah terbiasa dengan aktivitas yang terjadwal rapi, tapi di politik tentu berbeda. Setidaknya sejak menekuni politik, jam tidur atau jam istirahat saja sedikit berantakan.</p>
<p><em><strong>Apa coach merasa kesulitan untuk meraih dukungan di wilayah pemilihan coach?</strong></em><br />
Saya berpengalaman pernah maju nyaleg dua kali, tahun 2014 dan 2019. Meraih dukungan atau mencari suara itu tidak semudah yang dibayangkan. Sama seperti di sepakbola, kita harus punya taktikal dan strategi bagaimana meraih simpati masyrakat untuk memberikan suaranya. Kabar buruknya, kalau di sepakbola kita berhadapan dengan 24 pemain ditambah kru team, tapi di politik berhadapan dengan ribuan mayarakat yang punya pola pikir, karakter, dan tingkah polah yang beribu macam pula.</p>
<p><em><strong>Ada ada sosok yang mengajarkan ilmu politik kepada coach?</strong></em><br />
Ketika saya mulai berdekat-dekat dengan politik, mau tak mau bacaan dan referensi saya juga begeser dari bola ke politik. Saya juga harus dan diharuskan bergaul dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia politik. Dari pergaulan itulah, saya mengambil banyak pelajaran. Bagi saya siapa yang memberikan saya pelajaran berharga adalah guru bagi saya. Tapi kalau harus menyebut nama, guru politik terbaik saya adalah bapak Surya Paloh. Saya senang dan bangga bisa menimba ilmu dari beliau.</p>
<p><em><strong> Lebih sulit mana? Sepak bola atau politik?</strong></em><br />
Jujur saja, tentu saja lebih sulit politik. Karena sepakbola adalah dunia yang sudah saya geluti sejak usia anak-anak. Sepakbola sudah memberi saya kehidupan yang lebih baik, dengan berbagai tantangan yang sudah saya hadapi. Politik, saya memang harus belajar lebih banyak lagi. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wawancara-khusus-nilmaizar-luruskan-niat-dan-sempunakan-ikhtiar/">Wawancara Khusus Nilmaizar; Luruskan Niat dan Sempunakan Ikhtiar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/49 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:16:12 by W3 Total Cache
-->