<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#neracaperdagangan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/neracaperdagangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/neracaperdagangan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2020 01:41:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#neracaperdagangan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/neracaperdagangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</title>
		<link>https://prokabar.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2020 01:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#impor]]></category>
		<category><![CDATA[#mendag]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Neraca perdagangan bulanan Indonesia kembali mencatat surplus pada bulan November 2020. Capaian ini melanjutkan tren surplus neraca perdagangan yang telah terjadi sejak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Neraca perdagangan bulanan Indonesia kembali mencatat surplus pada bulan November 2020. Capaian ini melanjutkan tren surplus neraca perdagangan yang telah terjadi sejak periode Mei 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Surplus perdagangan November 2020 mencapai USD2,61 miliar. Meskipun surplusnya menurun dibandingkan surplus Oktober lalu yang sebesar USD3,58 miliar, surplus November ini merupakan surplus tertinggi ketiga yang dicatatkan sepanjang 2020,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (18/12).</p>
<p data-reader-unique-id="6">Selain itu, lanjut Mendag, surplus perdagangan bulan November berbeda dengan surplus yang terjadi sebelumnya. Surplus ini terjadi karena adanya pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi dari pertumbuhan impor, bukan akibat impor yang melemah lebih dalam dibanding ekspor.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Agus menjelaskan, surplus neraca perdagangan Indonesia periode November 2020 bersumber dari surplus sektor nonmigas sebesar USD2,94 miliar dan defisit migas USD322,9 juta. Meskipun defisit migas bulan November mengalami penurunan, namun surplus neraca perdagangan secara total lebih rendah dibandingkan surplus bulan Oktober lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Penurunan surplus neraca perdagangan bulan November ini dilatarbelakangi adanya penurunan surplus nonmigas yang cukup besar jika dibandingkan surplus nonmigas Oktober.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Surplus neraca nonmigas November 2020 sebesar USD2,94 miliar, turun USD1,10 miliar dibandingkan surplus neraca nonmigas Oktober 2020 yang sebesar USD4,04 miliar. Sementara pada sisi migas, defisit neraca migas November sebesar USD322,9 juta, turun USD142,5 juta dibandingkan defisit migas pada Oktober lalu yang sebesar USD465,4 juta.</p>
<p data-reader-unique-id="11"><strong data-reader-unique-id="12">Ekspor November 2020 Tumbuh Lampaui Kinerja Ekspor November 2019</strong></p>
<p data-reader-unique-id="11">Pada November 2020 ekspor Indonesia tercatat sebesar USD15,28 miliar, tumbuh 6,36 persen (MoM) atau 9,54 persen (YoY).</p>
<p data-reader-unique-id="14">Mendag menyampaikan, pertumbuhan ekspor bulan November 2020 didorong terjadinya pertumbuhan ekspor antara lain produk lemak dan minyak nabati naik, bahan bakar mineral, besi dan baja, serta mesin dan peralatan dari mesin.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Secara sektoral semua sektor berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekspor bulan November. Sektor pertanian tumbuh 6,33 persen (MoM) atau 33,33 persen (YoY), sektor manufaktur 2,95 persen (MoM) atau 14,47 persen (YoY), dan sektor pertambangan naik 25,08 persen (MoM) atau menurun 2,05 persen (YoY).</p>
<p data-reader-unique-id="16">Di tengah pandemi COVID-19, secara kumulatif total ekspor Indonesia selama Januari – November 2020 mencapai USD146,78 miliar, sedikit mengalami penurunan yaitu 4,22 persen (YoY). Pada sektor nonmigas, sepanjang Januari – November 2020 ekspor sektor nonmigas turun sebesar 2,18 persen, begitu juga dengan ekspor sektor migas turun 31,59 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="17">“Ekspor bulan November semakin menunjukkan perkembangan pemulihan perekonomian global yang semakin baik. Menjelang setahun merebaknya pandemi COVID-19, masyarakat dunia kini semakin baik beradaptasi dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Dengan demikian, masyarakat dapat terus beraktivitas dan bekerja dengan produktif sehingga aktivitas perekonomian global ikut membaik,” jelas Mendag.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Nilai ekspor Indonesia pada November 2020 ke negara mitra utama terus tumbuh, antara lain ke Tiongkok tumbuh 16,17 persen (MoM), Jepang tumbuh 11,67 persen (MoM), India tumbuh 10,04 persen (MoM), Australia 16,56 persen (MoM), dan Korea Selatan tumbuh 7,12 persen (MoM).</p>
<p data-reader-unique-id="19">Kinerja ekspor di beberapa negara di kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga masih terus tumbuh, seperti ekspor ke Malaysia dan Thailand masing-masing sebesar 24,5 persen dan 8,79 persen; serta ke Jerman dan Belanda sebesar 35,38 persen (MoM) dan 7,52 persen (MoM).</p>
<p data-reader-unique-id="20"><strong data-reader-unique-id="21">Impor Semua Kelompok Barang pada November 2020 Menguat</strong></p>
<p data-reader-unique-id="20">Impor Indonesia pada November 2020 tumbuh 17,40 persen (MoM) mencapai USD12,66 miliar; sementara jika dibandingkan November 2019 impor turun cukup dalam sebesar 17,46 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Peningkatan impor November 2020 ini disebabkan adanya peningkatan impor migas sebesar 0,59 persen (MoM) dengan nilai USD6,3 juta dan peningkatan impor nonmigas sebesar 19,27 persen (MoM) dengan nilai mencapai USD1,87 miliar.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Peningkatan impor migas sejalan dengan peningkatan konsumsi energi dan aktivitas masyarakat. Sementara, lonjakan impor nonmigas yang cukup tinggi mencapai USD11,58 miliar atau naik 19,27 persen (MoM) namun turun 12,33 persen (YoY), disumbang dari impor produk golongan mesin dan perlengkapan elektrik yang meningkat 23,82 persen (MoM) atau sebesar USD354,4 juta.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Secara penggunaan barang, pertumbuhan impor terbesar berasal dari impor barang modal dengan pertumbuhan mencapai 31,54 persen (MoM) dengan nilai USD2,43 miliar; diikuti pertumbuhan impor barang konsumsi yang mencapai 25,52 persen (MoM) dengan nilai USD1,3 miliar dan bahan baku/penolong yang mencapai 13,02 persen (MoM) dengan nilai USD8,93 miliar.</p>
<p data-reader-unique-id="26">Mendag mengungkapkan, peran golongan bahan baku/penolong mencapai 70,51 persen dari total impor Indonesia pada November 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Secara kumulatif, nilai impor Indonesia Januari – November 2020 mencapai USD127,13 miliar, turun sebesar 18,91 persen (YoY). Selama Januari – November 2020 nilai impor seluruh golongan penggunaan barang turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain penurunan terjadi pada kelompok barang konsumsi (turun 12,59 persen YoY), bahan baku/penolong (turun 19,78 persen YoY), dan barang modal (turun 18,61 persen YoY).</p>
<p data-reader-unique-id="28">Impor nonmigas Indonesia selama Januari – November 2020 didominasi impor barang asal Tiongkok dengan nilai USD34,91 miliar (dengan pangsa 30,53 persen total impor nonmigas Indonesia), Jepang USD9,77 miliar (8,54 persen), dan Singapura USD7,38 miliar (6,45 persen).</p>
<p data-reader-unique-id="29">Sementara itu secara kawasan, impor nonmigas dari ASEAN mencapai USD21,16 miliar dan berkontribusi sebesar 18,50 persen terhadap impor nonmigas Indonesia. Sedangkan impor dari kawasan Uni Eropa tercatat sebesar USD9,06 miliar dengan pangsa 7,92 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="30">“Selama pandemi COVID-19 ini, pangsa impor dari Tiongkok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dilatarbelakangi pemulihan pandemi COVID-19 yang relatif cepat di Tiongkok dibandingkan dengan negara lain sehingga pasokan dari Tiongkok menjadi alternatif utama bagi pasar Indonesia,” tutup Mendag. (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Optimistis Persoalan Defisit Perdagangan Bisa Selesai Dalam 3 Tahun</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-optimistis-persoalan-defisit-perdagangan-bisa-selesai-dalam-3-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 01:30:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keyakinannya, jika para pengusaha tambang mampu memproses barang-barang tambang menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, maka...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-optimistis-persoalan-defisit-perdagangan-bisa-selesai-dalam-3-tahun/">Pemerintah Optimistis Persoalan Defisit Perdagangan Bisa Selesai Dalam 3 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keyakinannya, jika para pengusaha tambang mampu memproses barang-barang tambang menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, maka akan memiliki <em>multiplier effect </em>yang besar, terutama dalam mengatasi <em>current account deficit, </em>defisit neraca berjalan dan defisit perdagangan kita, yang sudah berpuluh tahun tidak bisa diselesaikan.</p>
<p>“Kemarin saya hitung-hitungan, kalau semuanya merujuk pada hilirisasi, industrialisasi, menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. Saya yakin tidak ada tiga tahun, problem yang tadi bertahun-tahun, berpuluh tahun nggak bisa diselesaikan yang namanya defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan akan bisa diselesaikan hanya dalam waktu tiga tahun,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Indonesia Mining Association Award 2019 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Palace, SCBD, Jakarta, kemarin (20/11).</p>
<p>Sebelumnya Presiden Jokowi mengakui, bahwa ekspor dari dunia pertambangan memberikan kontribusi yang besar kepada neraca perdagangan kita. Tetapi juga menjadikan kita tergantung, ketergantungan pada ekspor dari dunia pertambangan yang begitu sangat besar itu.</p>
<p>Oleh sebab itu, Presiden mengajak pentingnya hilirisasi, memulai memproses barang-barang tambang kita menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga negara kita memiliki nilai tambah dan memiliki <em>multiplier effect </em>yang besar kemana-mana, termasuk tentu saja dalam penciptaan lapangan kerja yang itu dibutuhkan oleh masyarakat.</p>
<p>Presiden meyakini banyak sekali yang bisa dilakukan dalam hilirisasi yang akan memberikan nilai tambah, akan muncul <em>value added.</em> Ia menunjuk contoh misalnya batubara, sekarang dengan teknologi ternyata sbisa menjadi DME (<em>dimethyl ether</em>). LPG (<em>liquified petroleum gas</em>),bisa menjadi <em>petrochemical</em> tadi metanol dan lain-lain.</p>
<p>“Kalau ini muncul dari dunia pertambangan kita, ngapain kita impor LPG, ngapain kita impor petrokimia yang sangat besar sekali, langsung hilang itu, begitu ini muncul. Bapak Ibu semuanya membangun ini, hilang itu yang namanya <em>current account deficit </em>kita. Saya jamin hilang, nggak akan lebih dari tiga tahun, kalau tambah satu komoditas, katakanlah batubara itu belok ke situ sebagian, rampung kita,” terang Presiden.</p>
<p>Jika masalah defisit neraca perdagangan, neraca transaksi berjalan bisa diselesaikan, menurut Presiden Jokowi, kita enggak akan ketakutan-ketakutan mengenai Rupiah dengan Dollar atau Rupiah dengan mata uang yang lain, akan aman kita. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-optimistis-persoalan-defisit-perdagangan-bisa-selesai-dalam-3-tahun/">Pemerintah Optimistis Persoalan Defisit Perdagangan Bisa Selesai Dalam 3 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Langkah Pemerintah Tekan Defisit</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-langkah-pemerintah-tekan-defisit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 14:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#defisit]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa fokus pemerintah ke depan adalah bagaimana bisa menekan sekecil mungkin, mengurangi sebanyak mungkin angka defisit yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-pemerintah-tekan-defisit/">Ini Langkah Pemerintah Tekan Defisit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa fokus pemerintah ke depan adalah bagaimana bisa menekan sekecil mungkin, mengurangi sebanyak mungkin angka defisit yang ada. Pada saat bersamaan kita bisa memperbesar surplus neraca perdagangan kita dengan menggenjot ekspor dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.</p>
<p>“Dalam menekan defisit saya mengingatkan lagi agar para menteri untuk konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk mengurangi angka impor kita, baik itu impor BBM yang menjadi penyumbang defisit terbesar,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Penguatan Neraca Perdagangan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11).</p>
<p>Oleh sebab itu, menurut Presiden, pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan <em>lifting</em> produksi minyak di dalam negeri juga harus terus kita tingkatkan. Termasuk di dalamnya adalah pengolahan energi baru terbarukan seperti B20, untuk segera bisa masuk ke B30, lalu B100, sehingga dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM.</p>
<p>Investasi yang dilakukan di sektor industri substitusi impor, lanjut Presiden, juga harus terus dibuka lebar sehingga barang-barang substitusi impor ini bisa mengganti produk-produk impor yang selama ini kita lakukan. Termasuk pengembangan industri pengolahan, yang ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan juga diekspor bisa diproduksi di dalam negeri.</p>
<p>Presiden Jokowi juga ingin mengingatkan mengenai kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) pada proyek-proyek pemerintah. “Ini mungkin sudah beberapa bulan tidak saya singgung tapi sekali lagi, optimalisasi kandungan TKDN harus kita optimalkan pada poyek-proyek pemerintah,” tegas Presiden.</p>
<p>Sementara terkait dengan peningkatan ekspor, Presiden Jokowi minta fokus mengenai penyelesaian perjanjian perdagangan.</p>
<p>“Saya kemarin sudah perintahkan ke Pak Menteri Perdagangan untuk secara khusus menugaskan Wamen, Ibu Menteri Luar Negeri juga menugaskan khusus Wamen, agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang menjadi tujuan ekspor kita, segera bisa kita selesaikan,” tegas Presiden.</p>
<p>Yang kedua, juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar non-tradisional yang selama ini belum  diperhatikan, terutama di Afrika, di Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo Pasifik.</p>
<p>Yang ketiga, yang berkaitan dengan ekspor yaitu promosi. Menurut Presiden, pembenahan promosi, pameran-pameran ke luar negeri yang sudah bolak-balik disampaikannya, baik promosi produk-produk ekspor maupun promosi pariwisata dan investasi, agar betul-betul kuat membangun sebuah <em>brand image</em> yang baik dan terintegrasi. Sehingga betul-betul pameran yang kita lakukan bisa mendapatkan manfaat.</p>
<p>“Sekali lagi, kalau mau pameran itu yang gede sekalian. Saya ingatkan, yang dulu-dulu pameran hanya menghabiskan anggaran. Pameran di sebuah expo besar tetapi stan kita ada di dekat toilet. Jangan diulang lagi, sudah, itu setop. Lebih baik enggak usah pameran kalau yang ada seperti itu.</p>
<p>Kalau mau pameran ya yang gede sekalian,” tutur Presiden.</p>
<p>Menurut Presiden, sebaiknya disiapkan setahun sebelumnya secara baik, sehingga saat pameran betul-betul akan menguatkan <em>brand image</em>Indonesia terhadap baik pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita.</p>
<p>Yang terakhir, Presiden minta juga penguatan sumber daya manusia secara besar-besaran di dalam memperkuat ekspansi dan ekspor di sektor jasa. Jangan lupa kita punya <em>unicor</em>n, punya <em>decacorn </em>yang sudah merambah ke luar negeri. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-pemerintah-tekan-defisit/">Ini Langkah Pemerintah Tekan Defisit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Klaim Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 85,1 Juta Dollar</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-klaim-neraca-perdagangan-indonesia-surplus-851-juta-dollar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 09:05:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Setelah bulan lalu mengalami defisit sebesar 60 juta dollar AS, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2019 mengalami surplus 85,1 juta dollar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-klaim-neraca-perdagangan-indonesia-surplus-851-juta-dollar/">Pemerintah Klaim Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 85,1 Juta Dollar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Setelah bulan lalu mengalami defisit sebesar 60 juta dollar AS, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2019 mengalami surplus 85,1 juta dollar AS. Angka ini didapat dari realisasi ekspor Agustus sebesar 14,28 miliar dollar AS, sementara realisasi impor pada bulan yang sama mencapai 14,20 miliar dollar AS.</p>
<p>Neraca perdagangan Agustus 2019 itu juga merupakan peningkatan yang cukup drastis dibanding periode yang sama tahun 2018, yang mencapai 1,02 miliar dollar AS. “Alhamdulillah, neraca dagang kita surplus,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam keterangannya di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (16/9) siang.</p>
<p>Kepala BPS mengemukakan, ekspor Indonesia pada Agustus 2019 menurun 7,60 persen dibanding Juli 2019, yaitu dari 15.454,2 juta dollas AS menjadi 14.280,3 juta dollar AS. Sementara jika dibanding Agustus 2018, ekspor menurun 9,99 persen.</p>
<p>Penurunan ekspor Agustus 2019 dibanding Juli 2019, menurut Suhariyanto, disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 3,20 persen, yaitu dari 13.848,6 juta dollar AS menjadi 13.404,9 juta dollar AS, demikian juga ekspor migas turun 45,48 persen dari 1.605,6 juta dollar AS menjadi 875,4 juta dollar AS.</p>
<p>“Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-Agustus 2019 mencapai 110,07 miliar dollar AS atau turun 8,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor kumulatif nonmigas mencapai 101,48 miliar dollar AS atau menurun 6,66 persen,” ungkap Suhariyanto.</p>
<p>Mengenai realisasi impor, Kepala BPS Suhariyanto mengemukakan, nilai impor Indonesia Agustus 2019 mencapai 14,20 miliar dollar AS atau turun 8,53 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 15,60 persen.</p>
<p>“Impor nonmigas Agustus 2019 mencapai 12,56 miliar dollar AS atau turun 8,76 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 8,77 persen.  Sementara impor migas Agustus 2019 mencapai 1,63 miliar dollar AS atau turun 6,73 persen dibanding Juli 2019, dan turun 46,47 persen dibandingkan Agustus 2018,” kata Suhariyanto.</p>
<p>Nilai impor kumulatif Januari–Agustus 2019, menurut Suhariyanto, adalah 111.883,4 juta dollar AS atau turun 9,89 persen  (12.283,5 juta dollar AS) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing 5.498,9 juta dollar AS (27,82 persen) dan 6.784,6 juta dolar (6,50 persen).</p>
<p>Lebih lanjut penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah 2.621,3 juta dollar AS (41,98 persen), hasil minyak 2.566,3 juta dollar AS (22,26 persen), dan gas 311,3 juta dollar AS (15,61 persen).</p>
<p>BPS mencatat, selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Agustus 2018 dengan nilai mencapai 3.045,7 juta dollar AS dan terendah terjadi di Maret 2019, yaitu 1.520,8 juta dollar AS.  Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi tercatat di Oktober 2018, yaitu 4.750,7 juta dollar AS dan terendah di Juni 2019 dengan nilai 9.782,4 juta dollar AS.</p>
<p>Ditambahkan Kepala BPS, penurunan nilai impor non migas disebabkan oleh turunnya nilai impor beberapa negara utama seperti Tiongkok 358,7 juta dollar AS (8,75 persen), Italia 156,5 juta dollar AS (48,20 persen), dan Jerman 116,5 juta dollar AS (29,90 persen).</p>
<p>Demikian jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, impor Januari–Agustus 2019 dari tiga belas negara utama turun 7,84 persen (6.577,9 juta dollar AS ). Penurunan ini terutama disumbang oleh Jepang 1.488,2 juta dollar AS (12,42 persen), Thailand 1.010,9 juta dollar AS (13,88 persen), dan Singapura 889,6 juta dollar AS (13,37 persen).</p>
<p>“Dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas Januari–Agustus 2019, sumbangan tertinggi diberikan oleh kelompok negara ASEAN sebesar 19,54 persen, diikuti oleh Uni Eropa 8,47 persen. Sementara itu, tiga belas negara utama memberikan peranan 79,20 persen, dan Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar dengan peran 29,17 persen,” ungkap Suhariyanto. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-klaim-neraca-perdagangan-indonesia-surplus-851-juta-dollar/">Pemerintah Klaim Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 85,1 Juta Dollar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkeu Tetapkan Batas Maksimal Defisit dan Batas Maksimal Pinjaman Kumulatif Daerah 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/menkeu-tetapkan-batas-maksimal-defisit-dan-batas-maksimal-pinjaman-kumulatif-daerah-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2019 04:25:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Dengan pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2018 dan Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 PP...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menkeu-tetapkan-batas-maksimal-defisit-dan-batas-maksimal-pinjaman-kumulatif-daerah-2020/">Menkeu Tetapkan Batas Maksimal Defisit dan Batas Maksimal Pinjaman Kumulatif Daerah 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Dengan pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2018 dan Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 PP No. 12 Tahun 2019, pada 30 Agustus 2019, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 125/PMK.07/2019 tentang Batas Maksimal Kumulatif Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Batas Maksimal Defisit APBS, dan Batas Maksimal Kumulatif Pinjaman Daerah Tahun Anggaran 2020.</p>
<p>“Batas Maksimal Kumulatif Defisit APBD Tahun Anggaran 2020 ditetapkan sebesar 0,28 persen dari proyeksi PDB Tahun Anggaran 2020,” bunyi Pasal 2 ayat (1) PMK ini.</p>
<p>Proyeksi PDB (Produk Domestik Bruto) sebagaimana dimaksud merupakan proyeksi yang digunakan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggara 2020.</p>
<p>Adapun Batas Maksimal Defisit APBD Tahun Anggaran 2020 masing-masing daerah, menurut PMK ini, ditetapkan kategori Kapasitas Fiskal Daerah sebagai berikut:</p>
<p>a. Sebesar 4,5 persen dari perkiraan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 kategori sangat tinggi;</p>
<p>b. Sebesar 4,25 persen dari perkiraan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 kategori tinggi;</p>
<p>c. Sebesar 4 persen dari perkiraan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 kategori sedang;</p>
<p>d. Sebesar 3,75 persen dari perkiraan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 kategori rendah; dan</p>
<p>e. Sebesar 3,5 persen dari perkiraan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 kategori sangat rendah.</p>
<p>“Batas Maksimal Defisit APBD Tahun Anggaran 2020 masing-masing Daerah menjadi pedoman Pemerintah Daerah dalam menetapkan APBD Tahun Anggaran 2020,” bunyi Pasal 4 PMK ini.</p>
<p>PMK ini juga menetapkan Batas Maksimal Kumulatif Pinjaman Daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar 0,28 persen dari proyeksi PDB Tahun Anggaran 2020.</p>
<p>Pinjaman daerah sebagaimana dimaksud, menurut PMK ini, termasuk pinjaman yang digunakan untuk mendanai pengeluaran pembiayaan.</p>
<p>Dalam hal rencana Defisit APBD lebih besar dari Batas Maksimal Defisit APBD, menurut PMK ini, pelampaan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.</p>
<p>“Persetujuan atau penolakan atas Batas Maksimal Defisit APBD menjadi pertimbangan dalam proses evaluasi Rancangan Peraturan Daerah mengenai APBD oleh Menteri Dalam Negeri/Gubernur,” bunyi Pasal 9 PMK ini.</p>
<p>Ditegaskan dalam PMK ini, Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan melakukan pemantauan terhadap Pemerintah Daerah yang menganggarkan penerimaan Pinjaman Daerah untuk membiayai Defisit APBD dan/atau untuk membiayai pengeluaran pembiayaan.</p>
<p>“Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 14 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/PMK.07/2019 yang diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana, pada 30 Agustus 2019 itu. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menkeu-tetapkan-batas-maksimal-defisit-dan-batas-maksimal-pinjaman-kumulatif-daerah-2020/">Menkeu Tetapkan Batas Maksimal Defisit dan Batas Maksimal Pinjaman Kumulatif Daerah 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juni, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</title>
		<link>https://prokabar.com/juni-neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 02:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#impor]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 kembali mencatat surplus sebesar 0,19 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 0,22...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/juni-neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Juni, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 kembali mencatat surplus sebesar 0,19 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 0,22 miliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan tersebut terutama bersumber dari defisit neraca perdagangan migas yang membaik, sedangkan surplus neraca perdagangan nonmigas stabil.</p>
<p>Defisit neraca perdagangan migas yang membaik terutama disebabkan oleh penurunan impor migas yang lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor migas. Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas, di tengah penurunan impor nonmigas.</p>
<p>Neraca perdagangan migas tercatat defisit 0,97 miliar dolar AS pada Juni 2019, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,05 miliar dolar AS. Perbaikan tersebut ditopang oleh menurunnya impor migas dari 2,18 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 1,71 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan impor migas terjadi pada seluruh komponen baik minyak mentah, hasil minyak, maupun gas. Sementara itu, ekspor migas menurun dari 1,14 miliar dolar AS menjadi 0,75 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen ekspor gas sejalan dengan menurunnya volume dan harga ekspor gas.</p>
<p>Neraca perdagangan nonmigas Juni 2019 mengalami surplus 1,16 miliar dolar AS, tidak banyak berbeda jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya yang mencatat surplus 1,26 miliar dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas yakni dari 13,69 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 11,03 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta lemak dan minyak hewani/nabati.</p>
<p>Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar 9,87 miliar dolar AS pada Juni 2019, menurun 2,55 miliar dolar AS (mtm) dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya. Penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada komponen mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja.</p>
<p>Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Juni 2019 berdampak positif terhadap prospek neraca transaksi berjalan 2019, yang diprakirakan defisit dalam kisaran 2,5%–3,0% terhadap PDB. Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/juni-neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Juni, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/111 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.053 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 11:33:55 by W3 Total Cache
-->