<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#mutilasi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/mutilasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/mutilasi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jun 2025 13:28:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#mutilasi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/mutilasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>7 Fakta Kasus Mutilasi dan Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman yang Menggemparkan</title>
		<link>https://prokabar.com/7-fakta-kasus-mutilasi-dan-pembunuhan-berantai-di-padang-pariaman-yang-menggemparkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 13:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=127803</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar – Kasus mutilasi sadis di Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah menghebohkan masyarakat. Berikut adalah fakta-fakta terkait kasus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-kasus-mutilasi-dan-pembunuhan-berantai-di-padang-pariaman-yang-menggemparkan/">7 Fakta Kasus Mutilasi dan Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman yang Menggemparkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar</strong> – Kasus mutilasi sadis di Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah menghebohkan masyarakat. Berikut adalah fakta-fakta terkait kasus ini berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber resmi:</p>
<p><strong>1. Penemuan Potongan Tubuh</strong></p>
<p>Potongan tubuh pertama ditemukan pada Selasa, 17 Juni 2025, sekitar pukul 10.27 WIB, oleh nelayan di aliran Sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai. Mayat tersebut tanpa kepala, tangan, kaki, dan alat kelamin.</p>
<p>Pada Rabu, 18 Juni 2025, warga menemukan potongan kaki di Korong Talao Mundam, Nagari Ketaping, berjarak sekitar 3 km dari lokasi awal. Potongan kepala dan tangan ditemukan di TPI Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang masih bagian dari aliran Sungai Batang Anai, berjarak sekitar 6 km.</p>
<p>Temuan Terbaru: Pada Kamis, 19 Juni 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, potongan paha ditemukan di Sungai Batang Anai, menambah jumlah bagian tubuh yang ditemukan menjadi lima dari sepuluh bagian yang diduga dimutilasi.</p>
<p><strong>2. Identitas Korban</strong></p>
<p>Korban utama yang teridentifikasi adalah Septi Ananda (23), warga Lubuk Alung, Padang Pariaman, yang bekerja dan tinggal di Kota Padang. Identitasnya dikenali melalui dua cincin khas yang dikenakan di jari tangan korban, sebagaimana dikonfirmasi oleh keluarga dan teman dekatnya, Putri Wulan.</p>
<p>Septi Ananda dilaporkan hilang selama empat hari sebelum penemuan potongan tubuh. Terakhir, ia berkomunikasi dengan temannya mengenai rencana pengajuan pinjaman bank sebesar Rp20 juta.</p>
<p><strong>3. Penangkapan Pelaku</strong></p>
<p>Pelaku berinisial SJ alias Wanda (25), seorang petugas keamanan di sebuah pabrik bahan bangunan di Pasar Usang, Kecamatan Lubuk Alung. Ia ditangkap pada Kamis, 19 Juni 2025, pukul 02.00 WIB, di rumahnya di Korong Lakuak, Pasar Usang, Nagari Sungai Buluh, tanpa perlawanan.</p>
<p>SJ mengaku telah membunuh dan memutilasi Septi Ananda. Ia juga mengaku menghabisi dua perempuan lain, Siska Oktavia Rusdi (23) dan Adek Gustiana (24), yang hilang sejak 13 Januari 2024, setelah berpamitan ke Kota Padang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3. Motor tersebut ditemukan 11 hari kemudian di Kampus MTI Tabing, Kota Padang.</p>
<p><strong>4. Motif Pembunuhan</strong></p>
<p>Motif utama pembunuhan Septi Ananda adalah dendam terkait utang piutang. SJ mengaku kesal karena korban tidak melunasi utang sebesar Rp3,5 juta. Pembunuhan dilakukan pada Sabtu, 15 Juni 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, di sebuah kebun di Korong Kapalo Banda, Nagari Sungai Buluh. Korban dipotong menjadi sepuluh bagian menggunakan parang dan dibuang di Sungai Batang Anai.</p>
<p>Untuk dua korban lain (Siska dan Adek), motifnya belum sepenuhnya diungkap, tetapi SJ mengaku memiliki hubungan asmara dengan Siska dan merasa dikhianati karena korban diduga berselingkuh saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).</p>
<p><strong>5. Dugaan Pembunuh Berantai</strong></p>
<p>Polisi menduga SJ adalah pembunuh berantai karena pengakuannya telah menghabisi tiga perempuan. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah Siska dan Adek juga dimutilasi, serta untuk menemukan lokasi jenazah mereka. Polisi telah membongkar sebuah sumur tua dekat rumah pelaku untuk mencari petunjuk.</p>
<p><strong>6. Tragedi Keluarga Korban</strong></p>
<p>Nila Yusnita, ibu Siska Oktavia Rusdi, meninggal dunia saat menyaksikan pembongkaran sumur di dekat rumah pelaku pada Kamis, 19 Juni 2025. Ia pingsan dan menghembuskan napas terakhir di lokasi, menambah duka keluarga.</p>
<p><strong>7. Proses Hukum</strong></p>
<p>SJ dijerat dengan Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana) dan Pasal 338 KUHP (pembunuhan), dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.</p>
<p>Polisi terus melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mengidentifikasi potongan tubuh dan memastikan apakah semua bagian berasal dari satu korban. Tim gabungan Polres Padang Pariaman dan BPBD juga melakukan pencarian intensif di lokasi-lokasi pembuangan yang disebutkan pelaku.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-kasus-mutilasi-dan-pembunuhan-berantai-di-padang-pariaman-yang-menggemparkan/">7 Fakta Kasus Mutilasi dan Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman yang Menggemparkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/45 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.032 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:12:50 by W3 Total Cache
-->