<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#musimhujan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/musimhujan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/musimhujan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Dec 2020 02:48:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#musimhujan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/musimhujan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>85 Persen Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Penghujan</title>
		<link>https://prokabar.com/85-persen-wilayah-indonesia-mulai-masuk-musim-penghujan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2020 03:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#InfoCuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan berdasarkan hasil pemantauan perkembangan musim hujan hingga menjelang akhir Desember 2020 menunjukkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/85-persen-wilayah-indonesia-mulai-masuk-musim-penghujan/">85 Persen Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Penghujan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan berdasarkan hasil pemantauan perkembangan musim hujan hingga menjelang akhir Desember 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 85 persen zona musim (ZOM) di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Sedangkan 15 persen sisanya belum memasuki musim hujan, yaitu Lampung bagian tengah dan timur, pesisir utara Banten, DKI Jakarta bagian barat, Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Timur, Bali bagian selatan, sebagian NTB, NTT bagian timur, Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara bagian timur, sebagian Maluku, dan Papua bagian tengah-selatan.<br data-reader-unique-id="4" /><br data-reader-unique-id="5" />&#8220;Musim hujan 2020/2021 kali ini diwarnai oleh latar belakang fenomena iklim global La Nina yang terjadi sejak awal Oktober 2020 dan diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas La Nina Moderat menjadi La Nina Lemah pada Maret 2021,&#8221; jelas Dwikorita dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sabtu (26/12).</p>
<p data-reader-unique-id="6">Saat ini, analisis anomali suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah menunjukan kondisi lebih dingin minus 1.34 derajat Celcius dari normalnya.</p>
<p data-reader-unique-id="7"><strong data-reader-unique-id="8">Musim Hujan Lebih Basah di Beberapa Daerah</strong></p>
<p data-reader-unique-id="9">Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan curah hujan bulanan, diprakirakan kondisi musim hujan hingga Maret 2021 akan bersifat normal sampai atas normal atau cenderung lebih basah dari biasanya atau bila dibandingkan dengan musim hujan tahun lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Selanjutnya Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menambahkan, beberapa daerah yang berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi (300-500mm/bulan) untuk periode enam bulan ke depan yaitu :<br data-reader-unique-id="11" />Januari &#8211; April 2021<br data-reader-unique-id="12" />Bagian barat Sumatera, sebagian besar Jawa, sebagian Bali, NTT, NTB, bagian tengah-utara Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Mei &#8211; Juni 2021 <br data-reader-unique-id="14" />Bagian utara Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah.</p>
<p data-reader-unique-id="15"><strong data-reader-unique-id="16">Potensi Banjir Meningkat</strong></p>
<p data-reader-unique-id="17">Secara umum, sambung Herizal, curah hujan pada Januari – Februari – Maret 2021 diprakirakan berkisar antara 200 – 500mm/bulan, atau cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 lalu. Sebagian Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua diprakirakan mendapatkan curah hujan bulanan lebih dari 500mm/bulan.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Selanjutnya, Dwikorita menambahkan, beberapa daerah diprakirakan akan mendapatkan peningkatan curah hujan 40 persen hingga 80 persen lebih tinggi dari curah hujan di tahun 2020, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan Timur dan Utara, sebagian besar Sulawesi kecuali Sulawesi Selatan, Maluku dan Maluku Utara, Papua Barat dan sebagian Papua.</p>
<p data-reader-unique-id="19">Peningkatan curah hujan tersebut berpotensi meningkatkan peluang banjir di Indonesia pada bulan Januari &#8211; Maret 2021, khususnya di Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Sedangkan potensi Karhutla (hotspot/titik api) pada Januari &#8211; Maret 2021 secara umum berpeluang rendah, namun secara historis daerah Riau sering mengalami kejadian Karhutla pada Februari &#8211; Maret. Selanjutnya perlu peningkatan kewaspadaan potensi karhutla di Sumatera pada Mei dan Juni 2021, karena pada bulan-bulan tersebut curah hujan diperkirakan lebih rendah (kering) dibanding curah hujan tahun 2020 dan normalnya.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Deputi bidang Meteorologi Guswanto menyebutkan, cuaca sepekan kedepan yaitu pada 25-27 Desember 2020 diprakirakan terdapat potensi hujan lebat dengan curah hujan 50-100 mm/hari yang dapat terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Sedangkan untuk akhir tahun yaitu tanggal 28-31 Desember 2020, diprakirakan potensi hujan lebat dapat terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian 2,5 &#8211; 4 meter berpeluang terjadi pada tanggal 24-27 Desember 2020 di perairan barat Kepulauan Mentawai &#8211; Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Berdasarkan prakiraan tersebut, BMKG mengimbau pihak-pihak terkait di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, ataupun masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, agar mewaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor dan banjir bandang, serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. (<strong>rel</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/85-persen-wilayah-indonesia-mulai-masuk-musim-penghujan/">85 Persen Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Penghujan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan Datang, Ini Dia Tips Agar Tetap Sehat</title>
		<link>https://prokabar.com/musim-hujan-datang-ini-dia-tips-agar-tetap-sehat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 04:46:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hujan]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<category><![CDATA[#Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#tipskesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar —  Awal tahun 2020, hampir sebagian besar wilayah di Indonesia dilanda musim hujan, bahkan sejumlah kota terdampak banjir akibat ekstremnya curah hujan....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-hujan-datang-ini-dia-tips-agar-tetap-sehat/">Musim Hujan Datang, Ini Dia Tips Agar Tetap Sehat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar —</strong><span class="Apple-converted-space">  </span>Awal tahun 2020, hampir sebagian besar wilayah di Indonesia dilanda musim hujan, bahkan sejumlah kota terdampak banjir akibat ekstremnya curah hujan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perubahan cuaca ini membuat masyarakat rentan dengan penyakit. Namun jangan sampai “ancaman” penyakit malah jadi menghambat produktivitas Anda. Berikut empat cara mudah ini agar bisa tetap sehat saat musim hujan.</span></p>
<p><span class="s2"><b>1. Jaga pola makan sehat</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama musim hujan, cobalah untuk mengatur pola makan yang sehat untuk menguatkan daya tahan tubuh. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Variasikan menu makan harian agar mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, serta lemak sehat. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dan hindari </span><span class="s2">makan berlebihan</span><span class="s1">yang bisa bikin berat badan bertambah sehingga berisiko terkena masalah kesehatan lain.</span></p>
<p><span class="s1"><b>2. Kosumsi Vitamin C</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mengkosumsi Vitamin C dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan merangsang produksi sel darah putih untuk melindungi Anda dari risiko infeksi atau penyakit.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, antidioksidan dalam vitamin C dapat membantu meningkatkan stamina tubuh secara keseluruhan untuk mencegah Anda cepat stres dan kelelahan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Vitamin C dapat diperoleh dari mengkosumsi sayur dan buah-buahan segar serta dari multivitamin jika perlu.</span></p>
<p><span class="s1"><b>3. Hindari Stres</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama musim hujan, tak jarang anda jadi lebih cepat stres dikarenakan sejumlah keadaan. Mulai dari memikirkan tumpukan jemuran yang susah kering, hingga jadi sering terlambat ke kantor karena macet atau kebanjiran.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kondisi pikiran yang terganggu tentu dapat mempengaruhi kesehatan, untuk itu penting mengendalikan stres. Misalnya dengan berolahraga ringan di akhir pekan, mendengarkan musik yang menenangkan, tidur cukup tiap malam agar tidak gampang stres.</span></p>
<p><span class="s1"><b>4. Jangan Lupa Mandi Setela Hujan-hujanan</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Agar tetap sehat saat musim hujan, baiknya segera mandi setelah basah kuyup hujan-hujanan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meskipun hujan itu sendiri memang tidak otomatis bisa bikin sakit, tapi kondisi perubahan cuaca terutama secara drastis dari kering atau panas ke basah tentu akan mempengaruhi tubuh. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dan air hujan juga mungkin mengandung partikel-partikel polusi dan bakteri yang terbawa oleh angin dan mungkin terhirup. Selain itu, cipratan dari genangan air kotor di musim hujan juga dapat mendaratkan bakteri atau virus ke kulit kita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terlebih, daya tahan tubuh kita selama musim hujan cenderung lebih lemah dari biasanya sehingga lebih cepat jatuh sakit. (<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-hujan-datang-ini-dia-tips-agar-tetap-sehat/">Musim Hujan Datang, Ini Dia Tips Agar Tetap Sehat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Bencana Di Musim Hujan, Pemerintah Siapkan 306.139 kilo Beras Reguler</title>
		<link>https://prokabar.com/hadapi-bencana-di-musim-hujan-pemerintah-siapkan-306-139-kilo-beras-reguler/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2019 07:20:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#logistik]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Untuk memenuhi kebutuhan bagi korban dalam upaya penanggulangan bencana menghadapi musim penghujan, Kementerian Sosial telah menyiapkan sebanyak 306.139 kilogram beras reguler. &#8220;Selain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hadapi-bencana-di-musim-hujan-pemerintah-siapkan-306-139-kilo-beras-reguler/">Hadapi Bencana Di Musim Hujan, Pemerintah Siapkan 306.139 kilo Beras Reguler</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s2"><strong>Jakarta, Prokabar — </strong></span><span class="s2">Untuk memenuhi kebutuhan bagi korban dalam upaya penanggulangan bencana menghadapi musim penghujan, Kementerian Sosial telah menyiapkan sebanyak 306.139 kilogram beras reguler.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Selain beras reguler, juga disiapkan </span><span class="s3">bufferstock </span><span class="s2">(stok penyangga) yang ada di tiga gudang regional Kemensos yaitu di Palembang, Bekasi dan Makassar,&#8221; kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dilansir Prokabar, Sabtu (28/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Berdasarkan data yang diperbarui pada 25 Desember 2019, </span><span class="s3">bufferstock</span><span class="s2"> yang disiapkan yaitu permakanan berupa lauk pauk, mie instan, makanan anak dan makanan siap saji. Selain itu juga disiapkan peralatan evakuasi seperti tenda serbaguna keluarga, velbed, rompi pelampung, dapur umum lapangan, tenda gulung, kasur, matras, tenda psikososial.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Serta paket keluarga yang terdiri dari </span><span class="s3">kids ware, family kit</span><span class="s2">, peralatan makan, paket alat dapur, sandang dan selimut juga perlengkapan Tagana. &#8220;Selain ada di gudang regional, </span><span class="s3">bufferstock</span><span class="s2"> juga disiapkan di setiap gudang logistik provinsi dan kabupaten/kota,&#8221; tambah Harry.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sejumlah daerah menyatakan siaga darurat bencana menyusul masuknya musim penghujan dan terjadinya sejumlah bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung seperti Sumatera Barat, Jawa Timur dan Gorontalo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sebelumnya Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menetapkan provinsi itu siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor sebagai langkah antisipasi tingginya curah hujan hingga awal 2020.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sejak November 2019, silih berganti kabupaten dan kota di Sumbar dilanda banjir, banjir bandang dan longsor diantaranya Kabupaten Agam, Dharmasraya, Solok Selatan, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Bulan Januari dan Februari 2020. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hadapi-bencana-di-musim-hujan-pemerintah-siapkan-306-139-kilo-beras-reguler/">Hadapi Bencana Di Musim Hujan, Pemerintah Siapkan 306.139 kilo Beras Reguler</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curah Hujan di Sumbar Meningkat Hingga Maret 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/curah-hujan-di-sumbar-meningkat-hingga-maret-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2019 00:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas curah hujan di Sumatra Barat terus mengalami peningkatan hingga Maret 2020. Kepala BMKG Pusat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/curah-hujan-di-sumbar-meningkat-hingga-maret-2020/">Curah Hujan di Sumbar Meningkat Hingga Maret 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas curah hujan di Sumatra Barat terus mengalami peningkatan hingga Maret 2020.</p>
<p>Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati di Padang, mengatakan saat ini merupakan puncak musim hujan untuk wilayah Sumatra Barat.</p>
<p>&#8220;Intensitasnya masih tinggi seperti yang terjadi di Solok Selatan yakni sampai 100 milimeter lebih dalam waktu satu hari,&#8221; katanya dilansir Rabu (25/12).</p>
<p>Menurutnya, curah hujan tersebut masih berpotensi hingga seminggu ke depan yakni sampai akhir tahun 2019. &#8220;Bahkan hingga Januari curah hujan mencapai 200 hingga 300 milimeter dalam satu bulan, artinya curah hujan masih tinggi,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian menurut perkiraan BMKG curah hujan hingga Maret 2020 terus meningkat yakni mencapai 400 milimeter dalam satu bulan. &#8220;Karena itu, kita harus terus waspada akan potensi bencana hidrometeorologi yakni dengan cara menghindar apa bila terdapat tanda-tanda nya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Longsor, banjir dan banjir bandang diperkirakan masih berpotensi terjadi, oleh karena itu perlu ditingkatkan kewaspadaan bagi masyarakat, katanya.</p>
<p>&#8220;Biasanya sebelum banjir bandang terlihat tanda-tanda, namun terkadang tidak harus ada hujan di daerah terjadinya banjir bandang tersebut, bahkan hujannya justru di atas gunung,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika terlihat hujan di atas gunung maka yang berada di bawah atau di pinggir sungai harus waspada dan menjauh dari sungai, katanya. &#8220;Jika terlihat air sungai tiba-tiba keruh maka segera menjauhi sungai karena biasanya air tersebut menghanyutkan kayu dan benda lainnya yang membahayakan,&#8221; kata dia menerangkan.</p>
<p>Menurut perkiraan BMKG bencana alam puting beliung juga potensi terjadi yakni dengan ciri-ciri awan seperti bunga kol, biasanya selama 30 menit hingga satu jam kemudian jika semakin gelap maka akan terjadi puting beliung, dan segera menyingkir dari sana, kata dia.</p>
<p>ia juga menambahkan saat ini curah hujan hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia, namun jumlah curah hujannya berbeda-beda. &#8220;Potensi udah hujan di Aceh dan Sumatera Utara hampir sama dengan Sumbar,&#8221; katanya. Curah hujan yang normal biasanya tidak melebih dari 200 milimeter. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/curah-hujan-di-sumbar-meningkat-hingga-maret-2020/">Curah Hujan di Sumbar Meningkat Hingga Maret 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepekan Diguyur Hujan, Proyek Pembangunan di Pasaman Terkendala</title>
		<link>https://prokabar.com/sepekan-diguyur-hujan-proyek-pembangunan-di-pasaman-terkendala/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 12:49:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52401</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Hujan menjadi-jadi mengguyur Pasaman, sudah sepekan lamanya. Hanya setengah hari cuaca cerah, bila sudah siang ke malam, pasti hujan dan cukup lebat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sepekan-diguyur-hujan-proyek-pembangunan-di-pasaman-terkendala/">Sepekan Diguyur Hujan, Proyek Pembangunan di Pasaman Terkendala</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Hujan menjadi-jadi mengguyur Pasaman, sudah sepekan lamanya. Hanya setengah hari cuaca cerah, bila sudah siang ke malam, pasti hujan dan cukup lebat.</p>
<p>Terkendala aktivitas warga dibuat hujan. Terutama para rekanan yang sedang melaksanakan proyek pembangunan dari pemerintah.</p>
<p>&#8220;Sepenggal hari cuaca cerah, sepenggal lagi hujan, susah kami melangsungkan pekerjaan pertukangan,&#8221; kata Ando, salah seorang rekanan yang mengerjakan perbaikan jalan kampung di Nagari Tanjung Beringin Utara, Jumat (23/11).</p>
<p>Di sisi lain, Kepala BPBD Pasaman, Ricky Riswandi meminta warga untuk ekstra hati-hati. Mengingat, siklus cuaca akhir-akhir ini, memang sering tidak menentu. Terutama di wilayah Pasaman.</p>
<p>&#8220;Lebih baik kita waspada. Kurangi dulu aktivitas di luar rumah. Terutama warga yang berladang di areal pegunungan,&#8221; tutup Ricky. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sepekan-diguyur-hujan-proyek-pembangunan-di-pasaman-terkendala/">Sepekan Diguyur Hujan, Proyek Pembangunan di Pasaman Terkendala</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan Landa Pasaman, Aspirasi Masyarakat Langsung Bergentayangan</title>
		<link>https://prokabar.com/musim-hujan-landa-pasaman-aspirasi-masyarakat-langsung-bergentayangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2019 14:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Hujan tidak ada henti-hentinya melanda Pasaman akhir-akhir ini. Tidak saja menyebabkan banjir dan longsor, hujan ternyata juga membuat suara-suara aspirasi warga bergentayangan....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-hujan-landa-pasaman-aspirasi-masyarakat-langsung-bergentayangan/">Musim Hujan Landa Pasaman, Aspirasi Masyarakat Langsung Bergentayangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Hujan tidak ada henti-hentinya melanda Pasaman akhir-akhir ini. Tidak saja menyebabkan banjir dan longsor, hujan ternyata juga membuat suara-suara aspirasi warga bergentayangan. Mulai di laman media sosial, Fb, twiter atau instagram hingga grup media sosial seperti whatsapp.</p>
<p>Suara-suara masyarakat ini motifnya sama. Harapan yang masih belum terealisasi atas janji-janji pembangunan oleh pemerintah, baik itu pemerintah nagari, kecamatan atau kabupaten.</p>
<p>Seperti yang diutarakan Rinal. Warga Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping. Bandar cacing alias irigasi yang berada di areal persawahan menjadi momok menakutkan setiap musim hujan. Sebab irigasi ini belum tersentuh pembangunan permanen dan menyebabkan banjir ke rumah warga hingga merusak areal sawah.</p>
<p>Hal serupa juga diutarakan Amir Mahmud Daulay. Di tempat ia tinggal, di Pegang Baru, Jorong Pegang Baru, Nagari Bahagia Kecamatan Padang Gelugur, irigasi sawah yang belum dibangun permanen juga dikeluhkan.</p>
<p>Sudah berbuih mulut warga meminta pemerintah terkait memperhatikan hal kecil-kecil seperti ini. Namun, belum juga ada tindakan.</p>
<p>&#8220;Dilihat memang ini masalah kecil, anggarannya tida besar bila terealisasi, namun dampaknya ini yang besar. Gagal panen, sawah rusak hingga banjir yang sampai ke pemukiman warga. Makanya kami minta tanggapilah keluhan kami ini,&#8221; tukad Amir. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-hujan-landa-pasaman-aspirasi-masyarakat-langsung-bergentayangan/">Musim Hujan Landa Pasaman, Aspirasi Masyarakat Langsung Bergentayangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Pessel Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-pessel-diminta-tingkatkan-kewaspadaan-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2019 00:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanaalam]]></category>
		<category><![CDATA[#BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hujan]]></category>
		<category><![CDATA[#Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49399</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengingatkan, mulai tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir, termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel),...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-pessel-diminta-tingkatkan-kewaspadaan-ini-sebabnya/">Warga Pessel Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Pesisir Selatan, Prokabar —</strong> Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengingatkan, mulai tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir, termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), harus disikapi dengan kewaspadaan oleh masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal ini dikarenakan cukup tingginya kerawanan bencana banjir dan longsor yang bisa melanda daerah tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk itu pihaknya telah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama camat dan walinagari, melakukan pemetaan wilayah sesuai dengan potensi bencana yang dimiliki.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tujuanya agar dampak korban yang ditimbulkan oleh bencana sebagai mana potensi yang akan terjadi, bisa diminimalisir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Agar penanganan maksimal bisa dilakukan, terutama sekali bila banjir dan logsor, maka kepada BPBD bersama camat dan walinagari, diminta supaya melakukan pemetaan wilayah rawan bencana,&#8221; katanya dikutip dari MC Pessel, Senin (21/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya menyampaikan<span class="Apple-converted-space">  </span>kerawanan bencana itu muncul karena di Pessel terdapat 19 aliran sungai. Semua aliran sungai itu memiliki kecuraman yang cukup tinggi karena berhulu di sepanjang gugusan Bukit Barisan pada Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ke-19 aliran sungai ini, melewati 15 kecamatan yang ada mulai dari utara hingga ke selatan. Dari 19 aliran sungai ini, sebanyak 18 aliran dinyatakan rawan meluap karena memiliki tumpukan sendimen dan juga berbelok,&#8221; jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain BPBD, camat dan walinagari, dia juga memintak kerjasama dari masyarakat sebagai informan jika terjadi kejadian bencana di wilayanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Tujuanya agar bila bencana terjadi bisa dilakukan penanganan secara cepat. Ini tentu akan meminimalisir dampak korban jiwa, ataupun kerugian secara materil,&#8221; ingatnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pessel merupakan daerah yang memiliki pesisir pantai paling panjang di Sumbar, yakni 246,2 kilometer. Selain rawan terkena tsunami, Pessel juga rawan banjir dan tanah longsor. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-pessel-diminta-tingkatkan-kewaspadaan-ini-sebabnya/">Warga Pessel Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tips Sederhana Jauhi Serangan DBD dari Dinkes Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-tips-sederhana-jauhi-serangan-dbd-dari-dinkes-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2019 13:26:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#DBD]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Musim hujan melanda Pasaman. Ini adalah waktu terbaik bagi nyamuk berkembang biak, terutama jenis aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tips-sederhana-jauhi-serangan-dbd-dari-dinkes-pasaman/">Ini Tips Sederhana Jauhi Serangan DBD dari Dinkes Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Musim hujan melanda Pasaman. Ini adalah waktu terbaik bagi nyamuk berkembang biak, terutama jenis aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Arnida, mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup sehat serta menciptakan lingkungan yang bersih guna mewaspadai serta mencegah nyamuk aedes aegepty tersebut.</p>
<p>“Mari menjaga kebersihan dari jentik nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk dengan cara menguras tempat penampungan air,”ujar Arnida, Selasa (27/8).</p>
<p>Tindakan ini kata dia, adalah pencegahan utama penyakit DBD dalam membasmi penyebaran vektor-patogen dengan cara menghancurkan, mengubah, menghapus atau mendaur ulang wadah yang menjadi tempat telur nyamuk bersarang. Jentik nyamuk itu tumbuh di genangan air yang tidak mengalir seperti tempat penampungan air.</p>
<p>“Oleh karena itu, rutinlah menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, baskom, vas bunga, pot tanaman, dan akuarium,” himbau Arnida.</p>
<p>“Untuk penampungan air yang besar, rutinlah berikan bubuk abate agar terbebas dari jentik nyamuk. Tutup rapat tempat-tempat penampungan air ini agar nyamuk tak membuat sarang di situ,” tambahnya.</p>
<p>Arnida juga mengatakan, bersihkan tempat genangan air lainnya seperti tempat penampungan di bawah wastafel, kulkas, AC, bahkan tempat minum hewan peliharaan. Pastikan tak ada wadah yang dapat menampung air hujan di sekitar lingkungan.</p>
<p>Lebih lanjut Arnida juga menghimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya di dalam ruangan, pastikan pula lingkungan sekitar rumah aman dari jentik nyamuk.</p>
<p>“Dengan membersihkan lingkungan sekitar seperti tempat sampah, talang air, selokan, dan jalanan yang tergenang air. Gotong royong membersihkan komplek tempat tinggal dapat menjadi solusi bersama agar lingkungan tetap bersih,” tukas Arnida. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tips-sederhana-jauhi-serangan-dbd-dari-dinkes-pasaman/">Ini Tips Sederhana Jauhi Serangan DBD dari Dinkes Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan, Ini Tips Kesehatan dari Dinkes Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/musim-hujan-ini-tips-kesehatan-dari-dinkes-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 08:08:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, Jumat (30/11) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh saat musim hujan. Hal itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-hujan-ini-tips-kesehatan-dari-dinkes-padang/">Musim Hujan, Ini Tips Kesehatan dari Dinkes Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, Jumat (30/11) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh saat musim hujan. Hal itu berkaitan dengan perubahan cuaca sejak dua hari belakangan ini.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Kalau bisa minum vitamin, apalagi untuk anak anak Karena daya tahan tubuhnya masih lemah,&#8221; ujarnya<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak beraktifitas diluar ruangan.</p>
<p>&#8220;Usahakan didalam ruangan, karena perubahan cuaca seperti saat ini bisa menimbulkan penyakit&#8221; tambahnya.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, masyarakat juga dihimbau untuk tidak berteduh dibawah pohon dan mandi di sungai. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-hujan-ini-tips-kesehatan-dari-dinkes-padang/">Musim Hujan, Ini Tips Kesehatan dari Dinkes Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG : Waspadai Peningkatan Curah Hujan Diakhir bulan Oktober</title>
		<link>https://prokabar.com/bmkg-waspadai-peningkatan-curah-hujan-diakhir-bulan-oktober/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2018 04:32:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#InfoCuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#musimhujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta masyarakat untuk waspada terhadap adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia. “Peningkatan curah hujan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bmkg-waspadai-peningkatan-curah-hujan-diakhir-bulan-oktober/">BMKG : Waspadai Peningkatan Curah Hujan Diakhir bulan Oktober</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta masyarakat untuk waspada terhadap adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia.</p>
<p>“Peningkatan curah hujan diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia bagian Barat,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Drs. Mulyono R. Prabowo, M.Sc, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/10).</p>
<p>Peningkatan curah hujan itu, menurut Prabodo, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera yang menyebabkan terjadinya konsentrasi massa udara di wilayah tersebut.</p>
<p>“Konsentrasi massa udara ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih lembap yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” ungkap Prabowo seraya menambahkan, keadaan ini akan berlangsung hingga 3 hari kedepan.</p>
<p>Prabowo menjelaskan bahwa aktivitas sirkulasi ini akan menurun dan digantikan dengan konvergensi / area pertemuan angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Kalimantan bagian utara. Area pertemuan angin ini juga akan mendukung pertumbuhan awan.</p>
<p>Sebaliknya, lanjut Prabowo, wilayah pulau Jawa bagian Timur hingga NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua potensi hujan diprakirakan masih cukup minim. Minimnya curah hujan disebabkan oleh dominasi massa udara kering yang terpantau masih terdapat di wilayah tersebut dan pola angin yang cenderung terberai sehingga menghambat pertumbuhan awan-awan hujan.</p>
<p>Wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 26 – 28 Oktober 2018, menurut Prabowo, antara lain: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.</p>
<p>Sedangkan Wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 29 – 31 Oktober 2018, antara lain: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung. Jambi. Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Papua.</p>
<p>Untuk potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat Enggano, Perairan Selatan Banten, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudera Hindia Barat Enggano – Banten, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat.</p>
<p>Lebih lanjut, Prabowo menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.</p>
<p>Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui: call center <a href="tel:021-6546315">021-6546315</a>/18; <a href="http://bmkg.go.id/">http://bmkg.go.id</a>; follow @infobmkg; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bmkg-waspadai-peningkatan-curah-hujan-diakhir-bulan-oktober/">BMKG : Waspadai Peningkatan Curah Hujan Diakhir bulan Oktober</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 42/164 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:24:45 by W3 Total Cache
-->