<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#museumbuyahamka Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/museumbuyahamka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/museumbuyahamka/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2023 01:27:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#museumbuyahamka Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/museumbuyahamka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masyarakat Goro Bersihkan Akses Jalan Menuju Museum Buya Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/masyarakat-goro-bersihkan-akses-jalan-menuju-museum-buya-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 01:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111305</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Setelah mendapat laporan dan keluhan warga, sejumlah pemuda bersama Walijorong Batung Panjang melaksanakan gotong royong pembersihan semak pengganggu akses jalan utama di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masyarakat-goro-bersihkan-akses-jalan-menuju-museum-buya-hamka/">Masyarakat Goro Bersihkan Akses Jalan Menuju Museum Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Setelah mendapat laporan dan keluhan warga, sejumlah pemuda bersama Walijorong Batung Panjang melaksanakan gotong royong pembersihan semak pengganggu akses jalan utama di Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Aksi sosial itu juga sangat membantu wisatawan menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>Fajri, Walijorong Batung Panjang mengatakan, akses jalan menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Tanjung Raya. Terutama yang berada di kawasan Danau Maninjau arah selatan dan barat.</p>
<p>Selain jalan utama, akses itu juga menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Pada saat ini, kunjungan wisatawan ke Museum Pahlawan Nasional itu sangat ramai dikunjungi wisatawan asal Malaysia.</p>
<p>&#8220;Agar terjadinya kecelakaan lalulintas, kami melakukan pencegahan dengan aksi bersih dan gotong royong. Kondisi jalan yang sempit dan tanjakan panjang juga salah satu penyebab lokasi ini cukup rawan,&#8221; ungkapnya kepada Prokabar.com, Minggu (12/2).</p>
<p>Fajri menambahkan akses jalan hampir dilalui bus pariwisata, menyulitkan pengunjung menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Untuk itu perhatian pemerintah daerah sangat diharapkan melakukan pelebaran dan perbaikan segeranya.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, Pemda Agam dapat memprioritaskan dengan perhatian sangat serius. Karena ini aset utama membawa inkam dan visa negara. Wisatawan Malaysia sangat sering dan hampir setiap hari berkunjung ke sini. Untuk itu kami berharap dukungan semua pihak, terutama pemerintah daerah,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masyarakat-goro-bersihkan-akses-jalan-menuju-museum-buya-hamka/">Masyarakat Goro Bersihkan Akses Jalan Menuju Museum Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SekDisParpora Agam Kupas Museum Buya Hamka dari Sudut Pandang Wisata Edukasi</title>
		<link>https://prokabar.com/sekdisparpora-agam-kupas-museum-buya-hamka-dari-sudut-pandang-wisata-edukasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 02:56:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka tidak hanya sebagai kenangan dan pajangan berupa benda mati, terletak indah di Tanah Sirah, Jorong Batung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekdisparpora-agam-kupas-museum-buya-hamka-dari-sudut-pandang-wisata-edukasi/">SekDisParpora Agam Kupas Museum Buya Hamka dari Sudut Pandang Wisata Edukasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka tidak hanya sebagai kenangan dan pajangan berupa benda mati, terletak indah di Tanah Sirah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Namun juga tersimpan pengalaman masa lalu yang sangat dalam dan penuh makna.</p>
<p>Begitulah pesan penyampaiannya Sekretari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Subhan saat memberikan materi kepada sejumlah juru penulis dan komunitas penggiat, beberapa hari lalu. Akan tetapi sangat disayangkan, yang berkunjung kebanyakan hanya wisatawan Malaysia dan Brunai Darussalam.</p>
<p>&#8220;Kita di kalangan pelajar sangat minim dan sedikit berkunjung. Padahal dapat mendalami penanaman nilai-nilai karakter dan prinsip hidup,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, karakter itu adalah akhlak. Karakter itu terdapat dua bentuk, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral itu bersifat keimanan, ketaqwaan, alim, jujur, rendah hati dan sebagainya. Sedangkan Karakter Kinerja itu sifat kedisiplinan, keuletan, ketangguhan atau kerja tuntas.</p>
<p>Belajar psikologi, sosok karakter Buya Hamka itu pasti akan tergambar dari foto wajah beliau. Mewakili Prototipe Generasi Muda Minangkabau dan itu akan masuk pada tatanan tematik budaya.</p>
<p>&#8220;Jika tidak ada yang menceritakan, bagaimana tematik budaya tentang Buya Hamka untuk tujuan wisata berbasis Budaya. Penceritaan dan penggambaran sosok Buya Hamka ini kuat dalam bentuk story telling,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Harus ada pengembangan dan pemajuan kebudayaan, terutama terfokus pada Sosok Buya Hamka dan karakter yang dicontohkannya sebagai sosok ulama, sastrawan, penulis, sejarawan, budayawan dan politisi.</p>
<p>&#8220;Generasi muda berbicara masa depan, sementara generasi tua berbicara tentang masa lalu atau pengalaman,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Tantangan Pemuda saat ini adalah maraknya pornografi dan porno aksi melalui kemajuan teknologi. Dan ini harus gencar pula kalangan orang tua, pendidik dan lingkungan untuk <em>mengcounter</em> pengaruh buruk ini.</p>
<p style="text-align: left">&#8220;Masa muda bukan masa aman, karena harus melalui ujian-ujian yang sangat berat dan penuh tantangan rintangan. Melalui pengembangan pengoptimalan edukasi nilai dan fungsi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, maka selain penguatan nilai karakter generasi muda kedepan juga akan memperoleh perekonomian dari segi kepariwisataan religius dan berbudaya,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekdisparpora-agam-kupas-museum-buya-hamka-dari-sudut-pandang-wisata-edukasi/">SekDisParpora Agam Kupas Museum Buya Hamka dari Sudut Pandang Wisata Edukasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Ke Sungai Batang, Pemda Agam dan UM Sumbar Dampingi Pokdarwis</title>
		<link>https://prokabar.com/menparekraf-ke-sungai-batang-pemda-agam-dan-um-sumbar-dampingi-pokdarwis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2021 23:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#desawisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<category><![CDATA[#umsumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uni dijadwalkan berkunjung ke Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menparekraf-ke-sungai-batang-pemda-agam-dan-um-sumbar-dampingi-pokdarwis/">Menparekraf Ke Sungai Batang, Pemda Agam dan UM Sumbar Dampingi Pokdarwis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uni dijadwalkan berkunjung ke Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (27/8) nanti.</p>
<p>Hal itu dalam rangka Sungai Batang masuk nominasi 50 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.</p>
<p>Sebelumnya Nagari Sungai Batang ini melalui Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka juga masuk nominasi 10 besar, kategori Situs Sejarah Terfavorit Anugrah Pesona Indonesia (API) 2021.</p>
<p>Sorotan itu memperkuat hasrat Pengusaha Sukses itu untuk berkunjung ke Museum Tokoh Pahlawan Nasional sekaligus sosok ulama besar asal Sumatera Barat tersebut.</p>
<p>Menanggapi itu, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bersama mitra kerja Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pemerintah Nagari Sungai Batang untuk lebih matang mempersiapkan diri.</p>
<p>Tidak hanya itu, seluruh Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, turut berperan membantu sesuai peran dan kemampuannya.</p>
<p>&#8220;Kami tentu tidak akan membiarkan Pokdarwis Sungai Batang sebagai pelaku utama menghadapi kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini. Bersama UM Sumbar, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Nagari untuk segala kesiapannya dapat berjalan sesuai harapan,&#8221; ungkap Kadisparpora Agam, Syatria kepada Prokabar.com, saat membantu persiapan Pokdarwis Sungai Batang, Selasa (24/8).</p>
<p>Selain pembenahan sekretarian, sejumlah susunan acara dan atraksi budaya juga ikut disiapkan. Rancangan itu turut dibantu langsung Wakil Rektor III UM Sumbar, M. Abdi dan tim.</p>
<p>&#8220;Sejak awal, kami juga sudah menjalin kerjasama dengan Pokdarwis Sungai Batang dan Pemda Agam. Terutama Nominasi 10 besar katagori Situs Sejarah Terfavorit API 2021. Kita juga cukup terkejut Sungai Batang berhasil lolos nominasi 50 besar di ADWI 2021,&#8221; terang Abdi.</p>
<p>Pihaknya berjanji, akan terus mengawal dan membantu segala yang dibutuhkan bersama Pemda Agam, terutama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.</p>
<p>&#8220;Kita akan mengoptimalkan agar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini betul-betul menikmati keindahan alam Danau Maninjau dengan kenangan terindah di kampung halaman Buya Hamka,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menparekraf-ke-sungai-batang-pemda-agam-dan-um-sumbar-dampingi-pokdarwis/">Menparekraf Ke Sungai Batang, Pemda Agam dan UM Sumbar Dampingi Pokdarwis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sungai Batang Lolos Nominasi 50 Besar ADWI 2021</title>
		<link>https://prokabar.com/sungai-batang-lolos-nominasi-50-besar-adwi-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2021 15:21:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#desawisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93370</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, lolos nominasi 50 Besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Sejumlah pihak bangga dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sungai-batang-lolos-nominasi-50-besar-adwi-2021/">Sungai Batang Lolos Nominasi 50 Besar ADWI 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, lolos nominasi 50 Besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.</p>
<p>Sejumlah pihak bangga dan mengucapkan selamat kepada Nagari Kampung Kelahiran Buya Hamka tersebut.</p>
<p>Dari 1.400 desa se Indonesia yang berkompetisi, mengerucut menjadi 300 besar berlanjut 100 besar hingga 50 besar. Di Provinsi Sumatera Barat ada empat desa yang lolos nominasi tersebut. Selain Nagari Sungai Batang di Agam, ada Desa Wisata Kampung Minang Nagari Sumpu, Tanah Datar. Desa Wisata Seribu Gonjong, Lima Puluh Kota dan Desa Apar, Kota Pariaman.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, Sungai Batang satu-satunya nagari di Agam yang lolos hingga ke tahap nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia. Dan kita akan bisa full meminta dukungan penuh kepada Bapak Bupati Agam, Andri Warman dan seluruh OPD yang ada. Agar dapat mensukseskan ajang kompetisi Desa Wisata di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Syatria, Senin Malam (23/8).</p>
<p>Agar persiapan lebih maksimal, pihaknya akan menindaklanjuti untuk memperkuat Tim Pokdarwis dan Organisasi Kepemudaan yang ada di Sungai Batang.</p>
<p>Banyak penggerak yang telah melakukan aksi beberapa tahun ini, selain pokdarwis. Seperti Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya yang binaan langsung Camat Tanjung Raya.</p>
<p>Camat Tanjung Raya, Handria Asmi merasa bangga atas prestasi yang diraih Nagari Sungai Batang. Hal ini tidak lepas dari kerjasama semua pihak dan kepedulian bersama. Dimulai dari Pimpinan Pemerintah Kabupaten Agam bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang akan melakukan pendampingan secara intens selama empat bulan kedepan.</p>
<p>&#8220;Kami sangat bangga dan akan berusaha terus membantu perjuangan pemuda-pemudi Sungai Batang ini. Mengangkat potensi wisata religius dan budaya yang dimiliki secara maksimal. Dukungan semua pihak jelas sangat kita butuhkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor III UM Sumbar, Muhammad Abdi mengatakan, banyak pihak yang ikut serta membantu dalam mensukseskan sejumlah Nagari di Agam berkompetisi dalam ajang ADWI 2021 ini.</p>
<p>&#8220;Namun keberuntungan diperoleh Nagari Sungai Batang. Mungkin ada keunggulan tersendiri dari Kampung Kelahiran Buya Hamka ini. Sehingga berhasil lolos 50 nominasi Anugrah Desa Wisata Indonesia 2021 ini,&#8221; terangnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sungai-batang-lolos-nominasi-50-besar-adwi-2021/">Sungai Batang Lolos Nominasi 50 Besar ADWI 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Terkendala Air Bersih</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-terkendala-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 09:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#airbersih]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar &#8211; Setiap kali hujan lebat melanda, setiap itu pula aliran sumber air bersih masyarakat Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-terkendala-air-bersih/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Terkendala Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>Sungai Batang, Prokabar</strong> &#8211; Setiap kali hujan lebat melanda, setiap itu pula aliran sumber air bersih masyarakat Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align: left">Dan kondisi ini, hampir seluruh masyarakat Selingkar Danau Maninjau mengalami hal yang sama.</p>
<p>Wali Jorong Batung Panjang, Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa mengatakan, ketika hujan lebat, kecemasan warga langsung terjadi.</p>
<p>Akan membayangkan sulitnya air bersih karena tersumbat di pusat hulu air bersih.</p>
<p>&#8220;Untuk mengatasinya, kami masyarakat harus bergotong royong. Membersihkan pasir dan sampah dedaunan yang menyumbat bak penampung. Lebatnya hujan, selalu membuat sungai kecil sebagai sumber air bersih membesar dan keruh,&#8221; terangnya.</p>
<p>Arus yang kuat dari pusat hulu lanjutnya, membawa tanah dan sampah ke lubang penampung bak air warga. Akhirnya menumpuk dan menyumbat sumber air bersih yang seharusnya mengalir ke tiap rumah warga.</p>
<p>&#8220;Parahnya, kondisi pipanisasi dan bak penampung air bersih dari atas perbukitan Lohong hingga ke rumah-rumah warga, sudah banyak yang rusak. Ditambah lagi struktur perbukitan yang tidak datar dan berkelok-kelok. Sumber air bersih pun tidak besar, besar pipa hanya 2,5 centi perkubik pula,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tidak jarang pula terjadi konflik, disaat warga berusaha menyalurkan air itu dengan cara menyumbat saluran pipa. Bertujuan bisa lancar masuk air ke rumah seorang warga.</p>
<p>&#8220;Kami sering menyelesaikan persoalan warga dan memang harus ada langkah kongkrit solusi jangka panjang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di jorong ini merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka beserta Ayahnya, Syekh Abul Karim Amrullah. Terdapat empat tapian (setingkat Rukun Tetangga atau RT) dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 824 jiwa atau 230 Kepala Keluarga (KK).</p>
<p>&#8220;Semua jumlah warga ini lah selalu rutin membutuhkan air bersih. Untuk mandi, mencuci, memasak dan kebutuhan lainnya. Karena air adalah sumber kehidupan manusia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Saluran air bersih belum memadai ini pula yang menjadi problema dan masalah di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang berada tepat di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Beruntung di masa pandemi ini, kunjungan wisatawan dari Asia dan Eropa masih dibatasi.</p>
<p>&#8220;Sebelum pandemi covid-19, kunjungan wisatawan Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura sangat banyak berdatangan. Salah satu destinasi paling favorit bagi pelancong Malaysia. Namun pengunjung itu sering mengeluh minimnya air bersih di toilet,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Di sini juga terdapat 2 unit situs cagar budaya, 2 unit sekolah, 1 unit Pustu (Puskesmas Pembantu), 2 unit Paud &amp; TK, 4 unit sarana ibadah satu diantaranya masjid. Serta terdapat sekitar 300 unit rumah pemukiman penduduk.</p>
<p>&#8220;Kondisi itu terus berulang-ulang terjadi dan berharap menjadi perhatian serius dari Pemerintah di bidang Pekerjaan Umum. Padahal telah masuk dalam anggaran tahun ini, tapi masih belum ada kejelasannya hingga saat ini,&#8221; kata Wali Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang tersebut. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-terkendala-air-bersih/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Terkendala Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMSB Bantu Pengembangan Wisata Religius Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/umsb-bantu-pengembangan-wisata-religius-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 13:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#UMSB]]></category>
		<category><![CDATA[API 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Handria Asmi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Yudistira]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka semakin menjadi magnet bagi semua pihak. Termasuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), memiliki obsesi membantu pengembangan Wisata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/umsb-bantu-pengembangan-wisata-religius-sungai-batang/">UMSB Bantu Pengembangan Wisata Religius Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka semakin menjadi magnet bagi semua pihak. Termasuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), memiliki obsesi membantu pengembangan Wisata Reliqius.</p>
<p>Pasalnya, berkat seriusnya Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Pemda Agam, membuka peluang kerja sama untuk berkolaborasi.</p>
<p>Sebelumnya, pihaknya berhasil membawa Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi Situs Sejarah Terpopuler Anugrah Pesona Indonesia atau API 2021.</p>
<p>&#8220;Agar promosi yang sangat baik pada saat ini sukses dalam pengembangannya, butuh pendampingan pada pengelola dan masyarakatnya. Apalagi selain museum juga terdapat potensi hebat lainnya, seperti Kutub Chanah Inyiak Rasul, Rumah Baca Nur Sutan Iskandar, Makam Muhammad Amrullah dan Jenjang Batu Karak,&#8221; ungkap Muhammad Abdi, Wakil Rektor III UMSB sekaligus Ketua Tim Surve lokasi, Kamis (15/7).</p>
<p>Selain Wakil Rektor III UMSB, juga ikut Dekan Pariwisata UMSB, Roza bersama tim, Pejabat (Pj) Walinagari Sungai Batang, Rustian R, Ketua KPGH Tanjung Raya, Rudi Yudistira, Ketua Pokdarwis Sungai Batang, Tokoh Masyarakat beserta dua orang staf kenagarian lainnya. Melihat sejumlah lokasi potensi yang berpeluang berkembang.</p>
<p>&#8220;Dalam empat bulan kedepan, kita akan intens mendampingi kelompok masyarakat agar pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya ini sebagai destinasi unggulan di Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<h4>Pengabdian selama Empat Bulan</h4>
<p>Roza, Dekan Fakultas Pariwisata UMSB menambahkan, pihaknya melakukan pengabdian selama empat bulan kedepan dengan 15 orang mahasiswa dan mahasiswinya.</p>
<p>&#8220;Kita berharap mendapat dukungan semua masyarakat, pemerintah dan pihak swasta lainnya. Semoga apa yang kita niatkan, tercapai dengan sukses nantinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Camat Tanjung Raya, Handria Asmi didampingi Pj. Walinagari Sungai Batang, Rustian R mengatakan, sangat senang dan menyambut baik pengabdian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat ke Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ini.</p>
<p>&#8220;Sebuah kehormatan dan membanggakan dapat perhatian dari Akademisi UMSB ini. Peran dan pengabdiannya sudah banyak membantu masyarakat. Kini sampai pula di Tanjung Raya. Kami sangat senang dan bahagia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Program yang akan dibawa juga sangat singkron dengan apa yang telah digagas dan dilaksanakan sebelumnya. Terutama Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya, binaan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya. Didukung pula Pokdarwis Sungai Batang dan LSBFOR sebagai organisasi yang ada di Kenagarian Sungai Batang.</p>
<p>&#8220;Kita akan siap menunggu hasil kunjungan dan surve awal ini. Kapan pun siap, bahkan lebih cepat lebih baik agar niat baik ini segera terealisasi,&#8221; kata Camat Terbaik 2018 Provinsi Sumatera Barat ini. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/umsb-bantu-pengembangan-wisata-religius-sungai-batang/">UMSB Bantu Pengembangan Wisata Religius Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Buya Hamka Masuk 10 Besar Nominasi Situs Sejarah API 2021</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-buya-hamka-masuk-10-besar-nominasi-situs-sejarah-api-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2021 22:42:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#API2021]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi 10 besar jadi Situs Sejarah Terpopuler tingkat Nasional. Pengumuman itu ditandai launching dari Pemerintah Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-buya-hamka-masuk-10-besar-nominasi-situs-sejarah-api-2021/">Museum Buya Hamka Masuk 10 Besar Nominasi Situs Sejarah API 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi 10 besar jadi Situs Sejarah Terpopuler tingkat Nasional.</p>
<p>Pengumuman itu ditandai launching dari Pemerintah Kabupaten Agam, di Tanah Sirah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/7).</p>
<p>Bupati Agam, Andri Warman didamping Plt. Kadis Kominfo Agam, Isman Imran, Syatria, Kepala Dinas Pariwisata dan Isra Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam. Pengagas ini sendiri melalui Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Bukittinggi, Muhammad Abdi.</p>
<p>&#8220;Berkat kerja sama ini, kami bersama Bapak Syatria, Kepala Dinas Pariwisata Agam membuahkan hasil. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka berhasil masuk Nominasi 10 besar dalam katagori Situs Sejarah Terpopuler,&#8221; ungkap Muhammad Abdi dalam kata sambutannya.</p>
<p>Tugas berikutnya lanjut Abdi, mengirimkan SMS ketik API 2021 12F ke nomor 99386. Juga Like dan Subchribe di Instagram, Facebook dan youtube yang akan disebarkan nantinya.</p>
<p>Bupati Agam, Andri Warman merasa bangga dan senang atas Kabupaten Agam berhasil ini. Berhasil dan satu-satunya lolos mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional di API atau Anugerah Pesona Indonesia 2021 Kementerian Pariwisata.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili Pemerintahan Kabupaten Agam sangat berterimakasih kepada UMSB melalui Muhammad Abdi, yang menggagas kompetisi ini. Untuk itu mari kita dukung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini masuk ke peringkat pertama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, sekaligus mendorong masyarakat dan generasi muda peduli dengan ketokohan Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Siapa yang tidak mengenal Buya Hamka? Pahlawan Nasional yang mengharumkan Negara dan Bangsa Minangkabau,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sudah menjadi objek wisata dan Cagar Budaya langganan pelancong Malaysia. Hal ini salah satu menjadi perhatian khusus karena memiliki potensi besar yang harus diperjuangakan.</p>
<p>Sementara itu, Angku Bandaro Bodi (Angku Yus Datuk Parpatih) Tokoh Budayawan Minangkabau ikut senang dan bangga atas masuknya Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi 10 besar API 2021 di Katagori Situs Sejarah Terpopuler.</p>
<p>Buya Hamka Pahlawan Nasional Multitalenta. Selain Ilana dan Penulis, juga sosok sastrawan yang sangat produktif melahirkan karya tulis.</p>
<p>&#8220;Sosok Buya Hamka menjadi suri tauladan bagi kita masyarakat Minangkabau, umumnya di Asia dan Timur Tengah. Subtasinya, banyak pelajaran dan hikmah yang dipetik melalui ketokohan Ulama ini,&#8221; terang Angku Yus Datuk Parpatih.</p>
<p>&#8220;Buya Hamka lahir pada 17 Februari 1908 di Tanah Sirah ini. Meninggal pada 24 Juli 1981 di Jakarta. Buya Hamka lahir dan besar dari Surau ke Surau. Secara otodidak, berhasil menjadi manusia paling bermanfaat banyak umat. Hal itu tidak lepas kegigihan dan kesungguhannya dalam menuntut ilmu. Hal itu juga yang membuat ia mampu menjadi sosok ulama yang memiliki jiwa sastrawan, wartawan, dan budayawan,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Angku juga menerangkan, pentingnya surau sebagai alasan pondasi mencetak generasi muda Minang yang siap pakai.</p>
<p>&#8220;Berbeda dengan Pesantren, hanya memperkuat ilmu dan hubungan dengan Sang Kaliq, sementara Hablumminanas kurang didapatkan. Sementara melalui pola atau sistem Surau, ikut mengajarkan menjadi seorang Ninik Mamak dan Cadiak Pandai yang lihai berdiplomasi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili putra daerah Nagari Sungai Batang, khususnya masyarakat Tanjung Raya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak. Yang telah membantu penguatan ketokohan Buya Hamka dengan memperhatikan lebih Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Rasa syukur yang mendalam, semoga subtansi dan hikmah keteladan Buya Hamka ini, dapat diperoleh generasi penerus,&#8221; tutup Angku Yus Datuk Parpatih. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-buya-hamka-masuk-10-besar-nominasi-situs-sejarah-api-2021/">Museum Buya Hamka Masuk 10 Besar Nominasi Situs Sejarah API 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Agam Berdayakan KPGH Benahi Museum RK Buya Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/disdikbud-agam-berdayakan-kpgh-benahi-museum-rk-buya-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 01:30:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Agam merasa lega kehadiran Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJ), dalam melakukan pembenahan dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/disdikbud-agam-berdayakan-kpgh-benahi-museum-rk-buya-hamka/">Disdikbud Agam Berdayakan KPGH Benahi Museum RK Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Agam merasa lega kehadiran Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJ), dalam melakukan pembenahan dan pengembangan pengelolaan Museum Rumah Kelahiran (RK) Buya Hamka. Pasalnya, sejak lahirnya komunitas itu dan di SK-kan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi Jumat (21/6), membawa perubahan besar pada Kampung Halaman Buya Hamka. Termasuk Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Tapian Tanah Sirah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami atas Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, sangat terbantu atas kehadiran dan peran aktif KPGH. terutama intensitas di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini,&#8221; terang Kasi Cagar Budaya Disdikbud Agam, Muhammad Jasir mewakili Kadisdikbud Agam, Isra, kepada Prokabar.com saat melakukan pertemuan dengan KPGH di Ruang Baca Buya Hamka, Tanah Sirah, Minggu (10/11).</p>
<p>Menurutnya, peran serta komunitas telah membawa perubahan besar sejak berdirinya bangunan bersejarah ulama besar nan mendunia tersebut. &#8220;Sebelumnya, sejak pemandu almarhum Hanif meninggal, digantikan Akhiar dengan minim kemampuan sebagai pemandu, sempat merosot tajam. Baik secara pengelolaan maupun tingkat kunjungan. Dengan dorongan komunitas tersebut, kini hadir Ustad Dasri. Sebagai seorang mubaliq, beliau mampu melayani pengunjung dengan baik dan ramah. Bahkan menerangkan sejarah Buya Hamka dan Inyiak Rasul secara lengkap,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain masalah pemandu, konflik internal petugas yang selama ini menjadi momok, secara berlahan sudah mulai mendapat solusi. &#8220;Kehadiran komunitas yang mayoritas pemuda setempat, telah mendapat dukungan semua pihak. Dan momen ini jelas tidak akan kami sia-siakan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Disdikbuda Agam sebelumnya juga telah memberikan surat kuasa untuk membantu pengelola museum dalam pembenahan tersebut. Sejumlah perencanan juga akan direalisasikan secara bertahap.</p>
<p>&#8220;Kami berharap keberadaan Museum RK buya Hamka ini tidak hanya tempat kunjungan semata. Akan tetapi berdampak positif terhadap sosial budaya, sejarah, pendidikan Agama Islam, pariwisata dan perekonomian masyarakat,&#8221; ulas Jasir.</p>
<p>Sementara itu, Effendi panggilan akrap Uo Marah mewakili KPGH sekaligus tokoh masyarakat Sungai Batang menjelaskan, pertemuan dengan Kasi Cagar Budaya tersebut memberikan pencerahan dan kekuatan dalam pembenahan salah satu cagar budaya Agam tersebut.</p>
<p>&#8220;Nama Besar Buya Hamka hingga saat ini, masih sangat hebat di luar sana. Jika petugas dan pemandu museum ini baik pelayanannya, maka akan berdampak baik pula untuk kehidupan masyarakat secara luas. Jika buruk, maka tidak hanya berdampak buruk nama baik Kampung Halaman Buya Hamka ini, melainkan akan membuat cacat nama baik Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Bahkan nama baik Negara Indonesia juga akan buruk, terutama wisatawan mancanegara yang sering berkunjung ke sini,&#8221; kata Uo Marah.</p>
<p>Untuk itu lanjutnya, tugas dan tanggungjawab pengelolaan museum, tidak hanya milik pengelola, petugas dan pemandu saja. Melainkan beban semua warga negara Indonesia. Terutama masyarakat yang berada di wilayah Museum RK Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, KPGH telah dipercaya untuk membantu pembenahan, pengembangan dan pengawasan. Tentu sesuai batasan-batasan yang telah ditentukan pastinya. Meski demikian, kita akan terus berupaya melakukan beberapa terobosan. Termasuk membagi piket tiap hari pada seluruh anggota KPGH untuk mendampingi Ustad Dasri memandu pengunjung,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/disdikbud-agam-berdayakan-kpgh-benahi-museum-rk-buya-hamka/">Disdikbud Agam Berdayakan KPGH Benahi Museum RK Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dibenahi, Kini Sudah Ada Pemandu</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-dibenahi-kini-sudah-ada-pemandu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2019 14:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#tokohminang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=37902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Setelah kepergian almarhum Hanif (Kemenakan kandung Buya Hamka/ anak dari A.R. Sutan Mansur), pengelolaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-dibenahi-kini-sudah-ada-pemandu/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dibenahi, Kini Sudah Ada Pemandu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai</strong> <strong>Batang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Setelah kepergian almarhum Hanif (Kemenakan kandung Buya Hamka/ anak dari A.R. Sutan Mansur), pengelolaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, sempat terbangkalai.</p>
<p>Meski sempat beberapa kali dilakukan pengganti beberapa orang, namun selalu tidak bertahan lama. Akibatnya, salah seorang tenaga OB sempat memandu pengunjung. SDM yang tidak memadai, sempat membuat kamelut dan gaduh menerpa Museum Ulama Besar tersebut.</p>
<p>Setelah banyak dorongan semua pihak, perhatiannya kembali memberi cahaya. Pemkab Agam melalui Disdikbud dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya melahirkan kebijakan hingga mendapat pengganti pemandu Museum bernama Ustad Dasri (50).</p>
<p>Beliau salah satu Mubalig dan tenaga pendidik di MTsS Muhammadiyah Sungai Batang. Ustad Dasri paham betul seluk beluk sejarah Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Sejak kepergian almarhum Hanif, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini sangat memprihatinkan. Kondisinya seperti tidak terurus dan sering kali mengecewakan pengunjung. Rata-rata wisatawan yang datang didominasi dari Malaysia. Mereka sangat fanatik sama Buya Hamka, sehingga sangat marah bila ada pemandu salah kaprah memaparkan sejarah beliau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sehingga kegaduhan sempat terjadi ketika ada orang mengaku-ngaku keturunan Buya Hamka ke 13, padahal hanya sebatas satu suku saja.</p>
<p>Saat Ustad Dasri menjalankan amanah tersebut, berbagai pembenahan dan perbaikan mulai dilakukan. Diawali lemari pajangan buku hingga dinding-dinding yang tebal debunya.</p>
<p>&#8220;Pada bagian kunci lemari pajangan buku, sudah banyak yang tidak cocok lagi. Sehingga harus dilakukan pencocokan kembali. Bila ada yang rusak, harus diganti yang baru,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain Lemari dan dinding, alas lantai berupa tikar pandan juga sudah lusuh dan pudar. &#8220;Kondisi ini akan segera kami laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam. Pasalnya, instansi ini penanggungjawab cagar budaya di Kabupaten Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Zulkarnain, salah seorang warga sekaligus penjual buku Buya Hamka di sekitar museum menambahkan, sejak tanpa Pak Hanif, museum tidak lagi terurus sebagai mana mestinya.</p>
<p>&#8220;Melalui kehadiran Pak Dasri ini, pelayanan dan kenyamanan pengunjung diharapkan semakin lebih baik. Karena ada saja oknum setempat menyalahgunakan nama Buya Hamka untuk kepentingan pribadi. Jika dilakukan dengan baik, tidak masalah. Parahnya, dilakukan dengan cara mengibuli pengunjung, itu kan buruk,&#8221; paparnya.</p>
<p>Untuk kedepan, pembenahan akan semakin ditingkatkan. &#8220;Dengan adanya kehadiran Ustad Dasri dengan control langsung Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Disdikbud dan Ninik Mamak setempat, diharapkan mampu meningkatkan destinasi wisata religius kehadiran depannya,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-dibenahi-kini-sudah-ada-pemandu/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dibenahi, Kini Sudah Ada Pemandu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/168 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.565 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-06-17 03:56:51 by W3 Total Cache
-->