<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#museum Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/museum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/museum/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2020 17:07:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#museum Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/museum/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mimpi Museum Sastra Nur St. Iskandar, Memperkuat Maninjau Sebagai Wisata Sastra</title>
		<link>https://prokabar.com/mimpi-museum-sastra-nur-st-iskandar-memperkuat-maninjau-sebagai-wisata-sastra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 00:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#literasi]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#NurStIskandar]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#rumahbaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=73273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Sekitar 129 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) atau sekitar 35 kilometer dari Lubuk Basung sebagai Pusat Pemerintahan Kabupaten Agam, Provinsi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mimpi-museum-sastra-nur-st-iskandar-memperkuat-maninjau-sebagai-wisata-sastra/">Mimpi Museum Sastra Nur St. Iskandar, Memperkuat Maninjau Sebagai Wisata Sastra</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Sekitar 129 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) atau sekitar 35 kilometer dari Lubuk Basung sebagai Pusat Pemerintahan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, terdapat sebuah gang kecil menuju Masjid Raya Kubu tepian Danau Maninjau. Tepatnya di komplek Pasar Sungai Batang, terdapat dua unit Rumah Gonjong Suku Guci Payung Datuk Pamuncak.</p>
<p>Satu di antaranya merupakan Rumah Gadang Baanjuang, telah masuk Cagar Budaya di BPCB Batusangkar. Tercatat SK Menteri Nomor PM. 86/PW.007/MPK/2011. Sementara Rumah Gadang satunya lagi terdapat Rumah Baca Nur St. Iskandar.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-73276" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/41B8ADD3-2AA8-401B-A60B-9760F3EF95F0-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/41B8ADD3-2AA8-401B-A60B-9760F3EF95F0-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/41B8ADD3-2AA8-401B-A60B-9760F3EF95F0-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/41B8ADD3-2AA8-401B-A60B-9760F3EF95F0-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/41B8ADD3-2AA8-401B-A60B-9760F3EF95F0.jpeg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Saya tinggal tidak jauh dari situ. Sudah banyak kali berkunjung ke rumah kelahiran sastrawan Angkatan Balai Pustaka itu. Kunjungan kali ini, permintaan khusus dari salah seorang dosen saya semasa kuliah di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Ia meminta saya untuk kembali melakukan sejumlah misi pengembangan.</p>
<p>Beliau, Dr. Pramono, dosen sekaligus teman diskusi saya hingga saat ini, mengharapkan saya dan Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) memikirkan pengembangan rumah kelahiran sastrawan besar zaman Balai Pustaka itu sebagai Museum Sastra. Semua ini merupakan kelanjutan pertamuan saya saat mengikuti FGD Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Kamis (27/8) lalu.</p>
<p>Berlanjut menuju lokasi, saat kondisi cuaca begitu cerah, dengan udara segar Danau Maninjau. Langit biru beserta cahaya surya bersinar indah. Memasuki pekarangan Rumah Adat itu, kebetulan pengelola rumah baca berada di tempat. Wajah ceria disambut salam sahabat.</p>
<p>Jusni (40) dipercaya keluarga besar pemilik Rumah Gadang itu, mengelola Rumah Baca Nur Sutan Iskandar sejak 2008 lalu. Ibu dari dua anak ini Lahir Kota Nopan, Sumut 10 Februari 1980. Ia adalah menantu dari keponakan Sastrawan Nasional tersebut. Mereka berada di bawah pimpinan Suku Guci Datuak Bandaro Sati.</p>
<figure id="attachment_73274" aria-describedby="caption-attachment-73274" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-73274" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/EC121D81-790C-4652-BC89-4959D155EA41-1024x576.jpeg" alt="Jusni (40), Pengelola Rumah Baca Nur St. Iskandar di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatra Barat." width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/EC121D81-790C-4652-BC89-4959D155EA41-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/EC121D81-790C-4652-BC89-4959D155EA41-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/EC121D81-790C-4652-BC89-4959D155EA41-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/EC121D81-790C-4652-BC89-4959D155EA41.jpeg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-73274" class="wp-caption-text">Jusni (40), Pengelola Rumah Baca Nur St. Iskandar di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatra Barat.</figcaption></figure>
<p>Diskusi pun berlanjut. Jusni mengatakan Rumah Baca Nur Sutan Iskandar itu didirikan dan diresmikan Pemda Agam pada 26 Januari 2006 lalu, pada saat Kabupaten Agam dinahkodai oleh Aristo Munandar. Koleksi saat ini sudah ada sebanyak 250 buku. Koleksi buku khusus karangan Nur Sutan Iskandar sendiri hanya ada 15 buku. Belum memadai.</p>
<p>Ditambah lagi suasana ruangan sekitar empat kali dua meter persegi; berada di ruang depan, masih sangat sederhana dan tidak menarik sama sekali. Tidak ada hiasan yang menarik, sehingga membuat orang agak kurang terpikat untuk berkunjung.</p>
<p>&#8220;Saya sudah berupaya semaksimalnya, melakukan upaya pengelolaan dan pengajuan bantuan berbagai pihak agar Rumah Baca dan Rumah Gadang Baajuang ini termanfaatkan dengan baik. Karena lemahnya daya yang saya miliki, membuat saya hanya mampu bertahan sesuai kondisi yang ada,&#8221; tuturnya.</p>
<figure id="attachment_73275" aria-describedby="caption-attachment-73275" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-73275" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/9738C0DA-B3F0-460B-9EE8-95F3A9BB20ED-1024x576.jpeg" alt="Ruang Baca Rumah Baca Nur St. Iskandar." width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/9738C0DA-B3F0-460B-9EE8-95F3A9BB20ED-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/9738C0DA-B3F0-460B-9EE8-95F3A9BB20ED-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/9738C0DA-B3F0-460B-9EE8-95F3A9BB20ED-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/9738C0DA-B3F0-460B-9EE8-95F3A9BB20ED.jpeg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-73275" class="wp-caption-text">Ruang Baca Rumah Baca Nur St. Iskandar.</figcaption></figure>
<p>Secara lisan telah dilakukan upaya pengajuan permohonan ke berbagai pihak. Agar koleksi buku dapat bertambah banyak. Meminta bantuan dari berbagai pihak yang ia kenal, untuk melengkapi koleksi karangan mantan Kepala Pengarang Balai Pustakan itu. Namun, sangat disayangkan, hingga saat ini belum ada seorang pun yang merespon.</p>
<p>&#8220;Saya tidak mampu mengoperasikan komputer untuk menambah lebih informasi terkait Rumah Baca Nur St. Iskandar. Namun, saat ini saya memiliki dua orang anak, dapat membantu saya nantinya. Saya berharap ada penggiat atau pemerhati yang dapat membantu saya mengembangkan potensi Wisata Sastra ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Nur Sutan Iskandar memiliki nama asli Muhammad Nur. Lahir di Sungai Batang, 3 November 1893. Meninggal di Jakarta, 28 November 1975 (umur 82 tahun). Pernah bekerja di Balai Pustaka sebagai kolektor naskah karangan. Dan menjabat Pimpinan Redaksi Balai Pustaka (1925-1942). Diangkat menjadi Kepala Pengarang Balai Pustaka pada 1942-1945.</p>
<p>Seorang sastrawan paling produktif diangkatannya. Selain pengarang, juga menyadur dan menerjemahkan buku-buku karya pengarang asing. Seperti Alexandre Dumas, H. Rider Haggard dan Arthur Conan Doyle.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-73277" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/BD263F43-AE53-4112-A9E0-95CA84746665-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/BD263F43-AE53-4112-A9E0-95CA84746665-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/BD263F43-AE53-4112-A9E0-95CA84746665-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/BD263F43-AE53-4112-A9E0-95CA84746665-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/08/BD263F43-AE53-4112-A9E0-95CA84746665.jpeg 1040w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Rumah Baca Nur Sutan Iskandar sangat potensi jadi Museum Sastra. Potensinya sangat besar karena didukung dengan peninggalan sejarah lain di sekitarnya. Tidak jauh dari tempat ini adalah Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka dan KhutubChanah serta Makam H.A.K Amrullah (ayah Hamka).</p>
<p>Semoga mimpi Museum Sastra Nur St. Iskandar dapat diwujudkan. Semoga mimpi Maninjau sebagai satu tempat Wisata Sastra menjadi nyata. (<b>R. Rajo Intan</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mimpi-museum-sastra-nur-st-iskandar-memperkuat-maninjau-sebagai-wisata-sastra/">Mimpi Museum Sastra Nur St. Iskandar, Memperkuat Maninjau Sebagai Wisata Sastra</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Nabi Muhammad di Indonesia Harus Istimewa</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-nabi-muhammad-di-indonesia-harus-istimewa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2020 12:36:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ligaislam]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Museum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Peradaban Islam yang akan dibangun di Jakarta, Indonesia harus menjadi museum yang istimewa di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-nabi-muhammad-di-indonesia-harus-istimewa/">Museum Nabi Muhammad di Indonesia Harus Istimewa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Museum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Peradaban Islam yang akan dibangun di Jakarta, Indonesia harus menjadi museum yang istimewa di antara museum Nabi yang akan dibangun seluruh dunia. Sesuai rencana, museum Nabi akan dibangun di 20 negara di luar negara Arab Saudi.</p>
<p>Demikian harapan Liga Dunia Islam yang disampaikan Ketua Yayasan Wakaf Assalam, Syaikh Dr. Nashir Zahroni dalam pertemuan jarak jauh dengan Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, yang juga Ketua Panitia Pembangunan Museum Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, H Syafruddin di Jakarta, Kamis (30/4).</p>
<p>“Setelah peletakan batu pertama rencana pembangunan Museum Nabi Muhammad di Jakarta, semangat untuk mewujudkan pembangunan museum semakin bertambah beribu kali. Oleh karena itu, Kami sepakat untuk mewujudkan museum Nabi Muhammad di Jakarta yang tak ada duanya di dunia,” ujar Nashir Zahroni.</p>
<p>Nashir Zahroni, juga menyampaikan perhatian Sekjen Liga Dunia Islam, Sheikh Mohammed Abdulkarim Al-Isa, yang meminta kepadanya agar pembangunan Museum Nabi di Indonesia betul-betul mendapat perhatian yang serius dan istimewa.</p>
<p>“Meskipun ada hambatan wabah virus corona, namun kita tetap menyusun langkah-langkah strategis untuk mewujudkan impian pembangun museum Nabi di Indonesia. Pokoknya akan banyak kejutan saat kita rapat lagi setelah wabah corona usai,” ujar Nashir Zahroni.</p>
<p>Sementara itu, Syafruddin menyampaikan semua persiapan pembangunan Museum Nabi sudah diselesaikan, mulai dari urusan legal dan sebagainya. Termasuk pembangunan kantor panitia pembangunan Museum Nabi yang jaraknya dekat lokasi, juga sudah disiapkan.</p>
<p>“Jika wabah corona redah, maka kami akan segera memulai bekerja di kantor tersebut dan juga akan melakukan pertemuan dengan Liga Dunia Islam di Mekkah.</p>
<p>Pada saat ini, Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam akan dibangun di tiga kota, salah satunya di Indonesia. Dua tempat lainnya di Museum Shirah Nabawiyah (Madinah) dan Museum Assalamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy (Mekah).</p>
<p>Indonesia sendiri merupakan tempat pertama di luar Arab Saudi yang terpilih sebagai lokasi pembangunan museum. Negara kita dipilih lantaran jumlah pemeluk agama Islam yang sangat banyak.</p>
<p>Peletakkan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam secara resmi dilakukan di Jakarta, pada tanggal 26 Februari 2020. Peletakkan batu pertama ini juga ditandai dengan menekan tombol sirine oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, bersama Sekretaris Liga Dunia Islam, Syekh Muhamad bin Abdul Karim Al Issa, Menteri Agama Fachrul Razi, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A Djalil. (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-nabi-muhammad-di-indonesia-harus-istimewa/">Museum Nabi Muhammad di Indonesia Harus Istimewa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Sejarah Nabi Terbesar di Dunia Akan Dibangunan di Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-sejarah-nabi-terbesar-di-dunia-akan-dibangunan-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 11:57:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47850</guid>

					<description><![CDATA[<p>JEDDAH,Prokabar &#8211; Penandatanganan MoU pendirian Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI), Liga Dunia Islam dan Yayasan Wakaf Assalam di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-sejarah-nabi-terbesar-di-dunia-akan-dibangunan-di-indonesia/">Museum Sejarah Nabi Terbesar di Dunia Akan Dibangunan di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEDDAH,Prokabar &#8211;</strong> Penandatanganan MoU pendirian Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI), Liga Dunia Islam dan Yayasan Wakaf Assalam di Jeddah, 30 September 2019.</p>
<p>Penandatanganan dilakukan di Kantor Liga Dunia Islam Jeddah oleh Wakil Ketua Umum DMI/MenPAN-RB Bapak Syafruddin yang mewakili Ketua DMI /Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Islam Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa dan Ketua Yayasan Wakaf Salam Dr. Nashir Az-Zahroni.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sekjen Liga Dunia Islam menyampaikan, bahwa Museum yang akan dibangun di Indonesia adalah museum terbesar dan pertama di luar Saudi Arabia.</p>
<p>Al-Isa menambahkan, bahwa Indoneaia sangat layak menjadi negara pertama, karena Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan Islam Indonesia merupakan Islam yang moderat, penuh dengan keberagaman dan toleransi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-47852" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0020.jpg" alt="" width="720" height="350" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0020.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0020-300x146.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0020-768x373.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0020-1024x498.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>&#8220;Indonesia memiliki perhatian yang sangat besar terhadap Nabi Muhammad SAW, dan pembangunan museum di Indoneaia akan mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang menyebarkan misi risalah Rosulullah yang penuh dengan akhlak mulia, kedamaian dan kasih sayang&#8221;, jelas Al-Isa.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Ketua DMI Bapak Syafruddin mejelaskan bahwa pembangunan Museum di Indoneaia merupakan kehormatan, sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Indoneasia menganut ajaran Washatiyyat Islam, Islam yang moderat, maka dengan hadirnya museum, akan membawa pesan penting Islam yang sesungguhnya&#8221;, jelas Bapak Syafruddin</p>
<p>Museum akan dibangun di Cimanggis Depok, bersebelahan dengan Universitas Islam Internasional Indonesia.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-47853" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0021.jpg" alt="" width="720" height="350" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0021.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0021-300x146.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0021-768x373.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0021-1024x498.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Rosul yang ada saat ini ada di Madinah, Makkah, dan akan segera dibangun di Indonesia.</p>
<p>Di akhir pertemuan, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Islam sangat mengapresiasi masyarakat Indonesia yang sangat mencintai agamanya, memahami agamanya dengan baik, sehingga dapat hidup berdampingan dengan damai.</p>
<p>@anizar masyhadi</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-sejarah-nabi-terbesar-di-dunia-akan-dibangunan-di-indonesia/">Museum Sejarah Nabi Terbesar di Dunia Akan Dibangunan di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Wastra Nusantara Bakal Digelar, Ini Lokasi dan Jadwalnya</title>
		<link>https://prokabar.com/festival-wastra-nusantara-bakal-digelar-ini-lokasi-dan-jadwalnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2019 01:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#festivalwastranusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=33774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan RI – Balai Kirti, Istana Bogor, pada tanggal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/festival-wastra-nusantara-bakal-digelar-ini-lokasi-dan-jadwalnya/">Festival Wastra Nusantara Bakal Digelar, Ini Lokasi dan Jadwalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan RI – Balai Kirti, Istana Bogor, pada tanggal 8 – 14 April 2019 mendatang.</p>
<p>Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid menyampaikan, Festival Wastra Nusantara ini, bertujuan untuk meningkatkan interaksi kreatif antarbudaya melalui platform aksi bersama yang terlembagakan dalam Pekan Kebudayaan Nasional.</p>
<p>“Festival ini pertama kalinya menampilkan wastra Ibu-ibu Negara. Mempertemukan Tokoh-tokoh Nasional dan orang-orang penting dalam pemerintahan maupun yang tidak di pemerintahan  memiliki kecintaan khusus akan Wastra Nusantara, sekaligus sebagai ajang selebrasi kekayaan budaya di Indonesia,” kata Hilmar Farid melalui suara tertulis yang diterima, Selasa (2/4).</p>
<p>Menurutnya, Festival ini juga memberikan edukasi bagi masyaralkat luas melalui kegiatan pameran, seminar yang terbuka bagi masyarakat umum, dan belajar bersama di museum berupa workshop membatik bagi anak SD.</p>
<p>“Melalui Festival Wastra Nusantara ini, diharapkan dapat diperluas jaringan antarpecinta wastra hingga penggiat wastra, sehingga dapat terjadi kerjasama yang menguntungkan antara kedua belah pihak, dan dapat memberikan dampak berupa meningkatnya kesejahteraan sosial melalui bentuk-bentuk turunan kebudayaan,” paparnya.</p>
<p>Kepala Museum Kepresidenan RI-Balai Kirti,  Bogor, Amurwani Dwi Lestari Ningsih mengatakan, acara pembukaan Festival Wastra Nusantara ini akan diselenggarakan pada tanggal 8 April 2019 bertempat di Museum Kepresidenan RI-Balai Kirti, dimana pada kesempatan ini akan di pentaskan Tari Gebyar Wastra Nusantara. Tari ini menggambarkan proses perjalanan Wastra Nusantara; dari sekedar ide menjadi Wastra yang digunakan sehari-hari.</p>
<p>Pertunjukan Tari Gebyar Wastra merupakan tarian yang ditampilkan oleh pekerja seni tari dari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja yang didirian tahun 1958 oleh seorang maestro seni tari bernama Bagong Kussudiardja (alm), yang sangat dikenal dengan kreasi-kreasi baru dalam seni tari pertunjukkan.</p>
<p>Kemudian juga ditampilkan Peragaan Busana yang akan menampilkan berbagai Wastra Nusantara yang akan dikoordinasi oleh Samuel Wattimena, sebagai hasil kolaborasi 11 Perancang Busana Indonesia yang diperagakan oleh 12 Peragawati Senior dari berbagai era.</p>
<p>Pada acara pembukaan tersebut, juga akan dipamerkan dan Bazaar Wastra Nusantara, Pameran akan dibuka untuk umum pada tanggal 9-14 April 2019, secara khusus akan menampilkan dan memamerkan berbagai koleksi kain wastra, antara lain : Kain-Wastra Ibu-ibu Negara, Wastra Koleksi Museum Nasional, Kain-Wastra Keraton, Kain-Wastra Tokoh Perempuan dan OASE, serta Kain-Wastra Kolektor.</p>
<p>“Adapun konsep pameran ini adalah menjadikan Balai Kirti Sebagai Interior Kain Nusantara. Dalam hal ini display pameran akan dibuat berbeda daripada konsep pameran pada umumnya. Dikatakan berdeda karena benda koleksi akan di-display sebagai bagian dari interior ruangan Balai Kirti,” tuturnya.</p>
<p>Disebutkan, Bazaar akan berlangsung selama tiga hari sejak Senin, 8 April 2019, dimana masyarakat umum dapat mengakses festival ini pada tanggal 9-10 April 2019, bertempat di Area Souvenir Shop Museum Kepresidenan RI-Balai Kirti, Peserta Festival adalah para penggiat Wastra Nusantara, bekerjasama dengan SMESCO, UMKM, dan DEKRANAS.</p>
<p>Seminar dengan tema “Wastra Nusantara: Tradisi dan Inovasi” akan diselenggarakan pada hari Selasa, 9 April 2019, akan dikemas dalam format talkshow, akan menghadirkan narasumber yang membuka wawasan peserta seminar tentang kekayaan dan keragaman wastra nusantara yang dimiliki Indonesia, dalam balutan tradisi dan inovasi.</p>
<p>Kemudian, belajar bersama di Museum dilaksanakan pada tanggal 10 April berupa workshop membatik yang akan dilaksanakan oleh Handayani Batik sebagai narasumber, dengan target peserta adalah anak-anak SD di Kota Bogor dan sekitarnya.</p>
<p>Pengunjung Festival Wastra Nasional dapat menikmati warisan budaya Indonesia ini secara gratis dan tentu saja mengikuti jadwal pengunjung Museum Kepresidenan RI-Balai Kirti yakni pukul 09.00 sampai dengan 15.00 setiap hari kecuali hari Sabtu hanya sampai pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Namun untuk masyarakat luas yang akan berkunjung harus secara rombongan dengan aturan paling telat sudah mendaftar untuk berkunjung pada hari Kamis, 4 April 2019 paling lambat pukul 13.59 WIB.</p>
<p>“Karena berlokasi di lingkungan Istana Bogor, Jawa Barat, maka pengunjung diharapkan membawa tanda pengenal yang masih berlaku dan berpakaian sopan dan rapi, tidak memakai kaos, baju tidak berlengan, dan bercelana pendek apalagi mengenakan jeans,” pesannya. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/festival-wastra-nusantara-bakal-digelar-ini-lokasi-dan-jadwalnya/">Festival Wastra Nusantara Bakal Digelar, Ini Lokasi dan Jadwalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Target Pendapatan Museum Adityawarman Pada Tahun 2019</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-target-pendapatan-museum-adityawarman-pada-tahun-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2019 13:21:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#museumadityawarman]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32881</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pada tahun lalu (2018) Museum Adityawarman Sumatera Barat berhasil melampaui target pendapatan asli daerah (PAD) yang dicanangkan. Beranjak dari pencapaian tersebut,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-target-pendapatan-museum-adityawarman-pada-tahun-2019/">Ini Target Pendapatan Museum Adityawarman Pada Tahun 2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Pada tahun lalu (2018) Museum Adityawarman Sumatera Barat berhasil melampaui target pendapatan asli daerah (PAD) yang dicanangkan. Beranjak dari pencapaian tersebut, tahun ini pihak museum sangat optimis kembali bisa melampaui target.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan. Kepala Museum Adityawarman Adi Saputra, Rabu (20/3). “Untuk tahun kemarin pencapaian PAD kita sekitar Rp235 juta, dari target Rp130 juta,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk tahun ini target PAD Museum Adityawarman sebesar Rp160 juta namun pihaknya optimis bisa mencapai Rp250 juta.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menggenjot kunjungan wisatawan melalui pusat peragaan iptek yang terdiri dari 9 properti permainan bersifat atraktif dan teknologi. Kemudian pembuatan ruang bermain ramah anak dan sepuluh penampilan dan atraksi budaya.</p>
<p>&#8220;Kunjungan ke museum selama tahun 2018 sebanyak 107.817 orang. Itu belum termasuk yang kita gratiskan dan kunjungan tamu dari berbagai even yang diselenggarakan disini,&#8221; ujarnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pihaknya berharap, agar masyarakat dan instansi terkait dapat mendukung keberadaan museum, sehingga<span class="Apple-converted-space">  </span>kunjungan akan terus meningkat setiap tahunnya.<span class="Apple-converted-space">  (hdp)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-target-pendapatan-museum-adityawarman-pada-tahun-2019/">Ini Target Pendapatan Museum Adityawarman Pada Tahun 2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Tuanku Imam Bonjol Bakal Direhab Besar-besaran</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-tuanku-imam-bonjol-bakal-direhab-besar-besaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2019 16:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Nyaris tidak terurus, objek wisata Museum Tuanku Imam Bonjol dI Kecamatan Bonjol, bakal direhab besar-besaran tahun ini. Anggaran Rp1.9 miliar pun telah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-tuanku-imam-bonjol-bakal-direhab-besar-besaran/">Museum Tuanku Imam Bonjol Bakal Direhab Besar-besaran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman</strong>, <strong>Prokabar — </strong>Nyaris tidak terurus, objek wisata Museum Tuanku Imam Bonjol dI Kecamatan Bonjol, bakal direhab besar-besaran tahun ini.</p>
<p>Anggaran Rp1.9 miliar pun telah disediakan, begitu juga dengan marter plane dan arah pengembangan selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Sumber pembiayaan rehabilitasi dan pembangunan sejumlah fasilitas di Taman Equator Bonjol itu dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK),&#8221; kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pasaman, Ricky Riswandi, Jumat (15/2).</p>
<p>Dalam master plane, objek wisata yang terkenal karena dilintasi oleh garis khatulistiwa (lintang 0°) ini, bakal dibangun taman dan beberapa toko yang diperuntukan sebagai tempat masyarakat menjual berbagai hasil produk UMKM. Kemudian fasilitas umum termasuk toilet.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Saat ini kita tengah melakukan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar segera bisa dilelang di LPSE Pasaman,&#8221; turup Ricky.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Berita sebelumnya, museum ini sangat memprihatinkan keadaannya. Rumput taman mulai memanjang, atap banyak bocor, belum lagi gedung yang juga sudah tumbuh lumut sana-sini. Akibatnya, banyak wisatawan yang datang hanya sekedar singgah dan berlalu. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-tuanku-imam-bonjol-bakal-direhab-besar-besaran/">Museum Tuanku Imam Bonjol Bakal Direhab Besar-besaran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Tuanku Imam Bonjol Terancam Tinggal Nama, Ada Apa?</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-tuanku-imam-bonjol-terancam-tinggal-nama-ada-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2019 13:37:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27778</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar —  Museum Tuanku Imam Bonjol di Kecamatan Bonjol sangat memprihatinkan. Mulai dari patung tuanku yang sudah berlumut hingga atap dan gonjong museum...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-tuanku-imam-bonjol-terancam-tinggal-nama-ada-apa/">Museum Tuanku Imam Bonjol Terancam Tinggal Nama, Ada Apa?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman</strong>, <strong>Prokabar</strong> —<span class="Apple-converted-space">  </span>Museum Tuanku Imam Bonjol di Kecamatan Bonjol sangat memprihatinkan. Mulai dari patung tuanku yang sudah berlumut hingga atap dan gonjong museum sudah lapuk, sampai-sampai taman museum tak lagi terurus, membuat museum itu terancam hanya tinggal nama.</p>
<p>&#8220;Jatuh ke dalam air mata ini melihat tempat bernanungnya sejarah di tanah Bonjol dibiarkan pemerintah begitu saja. Kemana pemerintah,&#8221; kata salah seorang tokoh masyarakat Bonjol, Inyiak (45).</p>
<p>Baru-baru ini, kondisi museum bertambah parah. Sudah sepekan lebih lampu mati di dalam museum akibat konslet. Gelap gulita pun menyergap di sisi-sisi dalam museum.</p>
<p>&#8220;Sudah kami sampaikan kepada pemerintah, namun tidak ada tindakan. Kini pengunjung jadi kecewa saat datang ke museum,&#8221; tegas Inyiak.</p>
<p>Masyarakat berharap, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui instansi terkait supaya dapat memperhatikan kondisi museum.</p>
<p>&#8220;Sejak dulu kami tanya, jawaban pemerintah selalu berkilah. Tahun ini lah, tahun esok lah untuk perbaikan museum, namun sudah 2019 pula saat ini, yang tindakan nyata tak ada dari pemerintah,&#8221; tutup Inyiak. (Ola)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-tuanku-imam-bonjol-terancam-tinggal-nama-ada-apa/">Museum Tuanku Imam Bonjol Terancam Tinggal Nama, Ada Apa?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga November Realisasi PAD Museum Adityawarman Lebihi Target</title>
		<link>https://prokabar.com/hingga-november-realisasi-pad-museum-adityawarman-lebihi-target/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2018 05:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#adityawarman]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#SumatetaBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Hingga akhir November 2018, UPTD Museum Adityawarman mencatat realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sudah mencapai Rp180 juta. Jumlah tersebut sudah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hingga-november-realisasi-pad-museum-adityawarman-lebihi-target/">Hingga November Realisasi PAD Museum Adityawarman Lebihi Target</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Hingga akhir November 2018, UPTD Museum Adityawarman mencatat realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sudah mencapai Rp180 juta. Jumlah tersebut sudah melebihi dari target yang ditetapkan yakni Rp130 juta.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Realisasi penerimaan PAD kita sudah mencapai<span class="Apple-converted-space">  </span>142 persen dari target yang ditetapkan,&#8221; kata Kepala UPTD Museum Adityawarman Adi Saputra, Jumat (28/12).</p>
<p>Dirinya meyakini, selama tahun 2018 PAD Museum Adityawarman bisa mencapai 165 persen dari target. Jumlah tersebut pun mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2017, yang realisasinya mencapai sekitar Rp200 juta.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Jumlah Rp185 juta itu baru dari karcis pengunjung seharga dua ribu perkacis. Belum termasuk sewa gedung,&#8221; ucapnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Sementara itu, untuk jumlah kunjungan sampai November 2018 sudah menyentuh angka 130 ribu. Kunjungan tersebut juga meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 100 ribu orang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Adi optimis, untuk tahun 2019 kunjungan dan PAD Museum Adityawarman juga akan melebihi dari target yang ditetapkan. Untuk tahun depan, target PAD yang dibebankan mencapai Rp160 juta.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Apalagi di museum sudah ada Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Puspa Iptek) yang diyakini bisa menjadi daya tarik pengunjung. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hingga-november-realisasi-pad-museum-adityawarman-lebihi-target/">Hingga November Realisasi PAD Museum Adityawarman Lebihi Target</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Destinasi Wisata Baru di Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-destinasi-wisata-baru-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2018 01:09:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#puspaiptek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24834</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pusat Peragaan (Puspa) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Museum Adityawarman, Padang resmi dibuka oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Selasa (27/11)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-destinasi-wisata-baru-di-padang/">Ini Dia Destinasi Wisata Baru di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Pusat Peragaan (Puspa) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Museum Adityawarman, Padang resmi dibuka oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Selasa (27/11) kemarin.</p>
<p>Irwan mengungkapkan, keberadaan Puspa Iptek dapat menjadi destinasi wisata baru di Sumbar. Tak hanya itu, juga dapat dijadikan sebagai tempat pembalajaran yang edukatif.</p>
<p>&#8220;Kami di Sumbar sedang giat mendatangkan wisatawan. Satu dari objek wisata yang bisa menjadi daya tarik adalah Puspa Iptek. Tempat anak-anak dan keluarga belajar Iptek. Selain belajar juga wisata. Selaras dengan harapan Pemda meningkatkan wisatawan dengan menambah satu destinasi yakni Puspa Iptek,&#8221; tutur Irwan sebelum penguntingan pita.</p>
<p>Gubernur menginformasikan Puspa Iptek merupakan bantuan dan dukungan dari Kemenristekdikti. Ada 20 jenis alat peraga, dan 6 alat peraga yang bakal diberikan. Menggambarkan teknologi sains yang mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.</p>
<p>&#8220;Puspa Iptek inisiatif pusat. Kepada para siswa, bahwa kita sudah punya tempat peragaan Iptek. Dapat dijadikan tempat belajar dan bermain serta memotivasi siswa mempelajari sains,&#8221; ucap Irwan.</p>
<p>Kedepannya, kata gubernur pihaknya akan mencarikan lokasi atau tempat khusus Puspa Iptek. Sudah ada beberapa alternatif, atau rencananya bakal dibangunkan gedung tersendiri.</p>
<p>&#8220;Nantinya kami akan carikan tempat lebih baik. Sementara waktu kita gunakan dahulu Museum Adityawarman,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, gubernur memandang apa yang ada masih kurang. Untuk itu sudah dianggarkan di APBD 2019.</p>
<p>&#8220;Mudahan ini jumlah peragaan di tempat kita bertambah tahun depan. Kita harus terus kembangkan, karena kita tahu betul manfaat. Tempat ekspresikan anak-anak kita untuk ikutan mencoba. Berekspresi berekreasi sekaligus menumbuhkembangkan ilmu dengan pertunjukan teknologi yang aplikati,&#8221;jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur PP-IPTEK Kemenristekdikti, M Syachrial Annas<br />
berharap pemda bisa membuat kebijakan pelajar harus datang ke museum atau Puspa Iptek. Agar anak-anak bisa belajar Iptek, tetapi dengan bermain.</p>
<p>&#8220;Siapa saja bisa ke sini. Namun karena terkait dengan sains, lebih ke anak didik, dari Paud sampai mahasiswa. Orangtua juga biasanya tertarik,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pihaknya menargetkan, setiap kabupaten/kota harus ada satu Puspa Iptek. Hingga saat ini masih 24 daerah yang memilikinya.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mulai dari 7 tahun lalu mendirikan Puspa Iptek ini. Setiap tahun kami dirikan 3 hingga 4 Puspa Iptek,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkan Kepala Museum Adityawarman, Adi Saputra, Pupsa Iptek merupakan ikon baru di museum. Diharapkan bisa mendongkrak tingkat kunjungan pada 2019.</p>
<p>&#8220;Akan kami kelola dengan baik. dirawat dan dijaga. Nantinya akan datang empat lagi peralatan Iptek dari Litbang yang akan dihibahkan ke kami. Ke depan kami harap peralatan bisa bertambah terus, baik dari hibah BUMN, PTN, dan lain-lain. Kami butuh ruangan besar dan mungkin bisa diperluas atau diberikan gedung baru,&#8221; tuturnya. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-destinasi-wisata-baru-di-padang/">Ini Dia Destinasi Wisata Baru di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Besok, Puspa Iptek Digelar di Museum Adityawarman</title>
		<link>https://prokabar.com/besok-puspa-iptek-digelar-di-museum-adityawarman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2018 14:14:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#iptek]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24709</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia akan menggelar Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/besok-puspa-iptek-digelar-di-museum-adityawarman/">Besok, Puspa Iptek Digelar di Museum Adityawarman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia akan menggelar Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan ini akan resmi dibuka besok, Selasa (27/11) di Museum Adityawarman, Padang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Rencananya peresmian akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Program Pusat Peragaan Iptek Kemenristekdikti, Putu Lia Suryaningsih. Ia menuturkan, Puspa Iptek<span class="Apple-converted-space">  </span>merupakan wahana pembelajaran yang menyenangkan untuk menumbuh kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat bagi semua generasi. Dilakukan secara mudah, menghibur, berkesan, dan kreatif melalui berbagai program pembelajaran Iptek dan peragaan interaktif.</p>
<p>&#8220;Puspa Iptek yang berada di Galery Science Center Museum Adityawarman hadir atas kerja sama Kementerian Riset dan Teknologi dengan Balitbang dan Dinas Kebudayaan Sumbar,&#8221; ucapnya di Ruang Rapat Museum Adityawarman, Senin (26/11)</p>
<p>Putu menyebut, sifat alat peraga interaktif yang disajikan bisa langsung disentuh dan dimainkan, sehingga membuat Puspa Iptek berbeda dengan museum. Untuk itu pengunjung diharapkan aktif mencoba memainkan alat peraga, dengan terlebih dahulu membaca petunjuk yang tersedia.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Disini ada 6 alat peraga tetap yakni<span class="Apple-converted-space">  </span>film kartun, katrol, gyroextreme, baterai tangan, labirin cermin dan van de graf, dan 20 alat peraga keliling,&#8221; katanya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Hal utama yang dilakukan Puspa Iptek, sebut Putu, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Diharapkan dengan demikian, pengunjung merasa puas dan terkesan atas keberadaan Puspa Iptek.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Target utama kita adalah pelajar, tetapi siapa saja bisa datang,&#8221; ucapnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Sumbar merupakan daerah ke 24 yang memiliki Puspa Iptek di Indonesia. Nantinya akan ada tiga orang pemandu untuk membimbing, memotivasi, dan mengajak pengunjung mencoba alat peraga.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Kegiatan akan dilaksanakan hingga Kamis (29/11). Ada berbagai kegiatan seperti workshop, seminar, dan demonstransi sains,&#8221; ucapnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumbar Reti Wafda mengungkapkan, pendirian Puspa Iptek Sumbar melalui proses yang cukup panjang. Selain itu, lokasi yang dipilih pun sudah disetujui Gubernur Sumbar.</p>
<p>&#8220;Kita bersyukur karena di Sumbar telah ada Puspa Iptek. Padahal masih banyak daerah lain yang sudah mengajukan lebih lama dari kita ke Kemenristekdikti, tetapi belum disetujui hingga sekarang,&#8221; tuturnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Tambahnya, saat peresmian Puspa Iptek oleh Gubernur Sumbar, akan diadakan juga peluncuran roket air. Roket air tersebut dibuat dari botol bekas minuman bersoda.</p>
<p>&#8220;Paginya kita akan latih 100 siswa SMA di lantai 4 Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumbar untuk membuat roket air tersebut,&#8221; ucapnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Sementara itu, Kepala Museum Adityawarman Adi Saputra berharap, dengan adanya Puspa Iptek ini akan menambah daya tarik wisatawan, sehingga jumlah kunjungan menjadi meningkat.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Keberadaan Puspa Iptek dapat menambah ilmu pengetahuan bagi yang datang berkunjung. Mari kita bersama-sama datang dan menyaksikannya, &#8220;ucapnya. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/besok-puspa-iptek-digelar-di-museum-adityawarman/">Besok, Puspa Iptek Digelar di Museum Adityawarman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</title>
		<link>https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 06:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#batak]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#ulos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Keindahan motif kain tenun Ulos, akan dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, 20 September &#8211; 7 Oktober 2018 mendatang. Barang yang ditampilkan adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/">Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Keindahan motif kain tenun Ulos, akan dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, 20 September &#8211; 7 Oktober 2018 mendatang. Barang yang ditampilkan adalah koleksi pribadi milik Devi Pandjaitan bersama Kerri Na Basaria.</p>
<p>Pameran ini adalah persembahan Yayasan Del dan Tobatenun, serta didukung Kementerian Pariwisata. Tema yang diusung adalah Ulos, Hangoluan dan Tondi. Rencananya, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan membuka acara tersebut pada 19 September 2018.</p>
<p>Pameran merepresentasikan sebuah karya tenun yang menjadi simbol ikatan kasih sayang, restu dan persatuan dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat Batak.</p>
<p>Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Ulos adalah kebanggan Indonesia. Bahkan, saat IMF Meeting di Washington DC beberapa waktu lalu, Ulos Harungguan dipakai oleh para Pemimpin Keuangan dari berbagai negara yang hadir di sana.</p>
<p>“Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia,” paparnya beberapa saat lalu.</p>
<p>Menpar pun mengajak masyarakat untuk datang ke Museum Tekstil dan menyaksikan pameran ini. “Kalau mau tahu lebih dalam mengenai perjalanan sejarah pertenunan Ulos Batak yang sudah berusia puluhan tahun, ajak keluarga dan teman-teman untuk melihat kehebatan karya-karya dari para penenun. Kapan lagi bisa melihat koleksi Ulos Batak yang sudah berumur puluhan tahun di satu lokasi,” ajak Menpar.</p>
<p>Menteri asal Banyuwangi ini menilai Ulos tidak mudah lekang dengan panas, dan tidak lapuk dari hujan. “Ulos, tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna,” jelasnya.</p>
<p>Ulos memang terlihat istimewa. Ditemukan fakta bahwa ulos merupakan suatu produk penting asal salah satu peradaban tertua di Asia. Usianya diperkirakan sudah 4.000 tahun. Ulos bahkan disebut-sebut telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil.</p>
<p>&#8220;Ulos juga disebut sebagai representasi dari semesta alam. Di masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Devi Pandjaitan menjelaskan, Hangoluan berarti Kehidupan dan Tondi berarti Jiwa. Hal ini menggambarkan kain Ulos merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak.</p>
<p>Ia menambahkan, pameran berkolaborasi dengan salah satu interior desainer muda Indonesia, Mita Lukardi, yang artinya, pameran akan dikemas segar dan menarik. Kain-kain Ulos akan ditampilkan dalam berbagai bentuk instalasi dekor. Detailnya menceritakan tahapan kehidupan.</p>
<p>&#8220;Sangat diharapkan pameran dapat menarik minat anak muda untuk lebih menghargai budayanya. Salah satu instalasi modern yang ada di pameran adalah motif Ulos yang tertuang di anyaman rotan sepanjang 25 meter,&#8221; tutur Devi.</p>
<p>Kegiatan ini, dilakukan untuk melestarikan budaya. Selain itu untuk menanam rasa cinta terhadap kain tenun Ulos kepada generasi muda. Pameran ini juga ditujukan untuk memperkenalkan Ulos kepada masyarakat luas dan mendorong masyarakat untuk menggunakan kain bermotif Ulos dalam berbagai acara, seperti layaknya batik.</p>
<p>Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata NW Giri Adnyani mengatakan, Ulos lebih dari sekadar tradisi. Menurutnya, Ulos tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.</p>
<p>&#8220;Ulos tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi,&#8221; ujar Giri.</p>
<p>Tidak hanya Indonesia, lanjut Giri, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos, karena dianggap unik dan sangat tua.</p>
<p>&#8220;Karya seni ini dianggap memiliki makna yang tinggi. Dominasi warna hitam, merah, dan putihnya dinilai punya daya pikat. Warna merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, dan hitam melambangkan kekuatan,&#8221; katanya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/">Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Objek Wisata Museum Tuanku Imam Bonjol Semakin Tak Terawat</title>
		<link>https://prokabar.com/objek-wisata-museum-tuanku-imam-bonjol-semakin-tak-terawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2018 08:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Semakin hari semakin kurang terawat saja museum Tuanku Imam Bonjol sampai-sampai sepi pengunjung wisatawannya. Tidak terawat bahkan banyak kerusakan di bagian bangunan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/objek-wisata-museum-tuanku-imam-bonjol-semakin-tak-terawat/">Objek Wisata Museum Tuanku Imam Bonjol Semakin Tak Terawat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Semakin hari semakin kurang terawat saja museum Tuanku Imam Bonjol sampai-sampai sepi pengunjung wisatawannya. Tidak terawat bahkan banyak kerusakan di bagian bangunan menjadi tontonan tersendiri museum saat ini.</p>
<p>&#8220;Ternyata Museum Tuanku Imam Bonjol tidak sebagus promosinya di luar. Gedungnya tidak terawat apalagi fasilitasnya,&#8221; kata Leni (45) salah seorang wisatawan yang berkunjung, Rabu (12/9).</p>
<p>Tidak saja minim nilai menariknya museum unu untuk dikunjungi karena kurang terawat, museum Tuanku Imam Bonjol ternyata juga menyimpan sisi lain yang membuat wisatawan bosan.<br />
Hal ini terjadi saat para wisatawan yang singgah digentayangi oleh beberapa pedagang. Mulai dari pedagang baju khas tulisan Bonjol atau sejenisnya sampai pedagang aksesoris.</p>
<p>&#8220;Mereka menyodor-nyodorkan barang dagangannya pada kami. Ngotot pula belilah-belilah kata pedagang. Ini teramat mengganggu. Kami berharap pemerintah bisa membenahi hal ini. Kalau tidak ingin kawasan wisata Bonjol tinggal nama,&#8221; tutup Leni bersama Dian (39) dan rekan wisatawan lainnya. <b>(Ola)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/objek-wisata-museum-tuanku-imam-bonjol-semakin-tak-terawat/">Objek Wisata Museum Tuanku Imam Bonjol Semakin Tak Terawat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>72 Senjata Tradisional Pulau Sumatera Dipamerkan Museum Adityawarman</title>
		<link>https://prokabar.com/72-senjata-tradisional-pulau-sumatera-dipamerkan-museum-adityawarman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2018 23:31:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#adityawarman]]></category>
		<category><![CDATA[#ayokemuseum]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=17281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Sebanyak 72 Koleksi senjata tradisional khas Pulau Sumatera dipamerkan mulai hari ini, Selasa (28/8) di Museum Adityawarman, Padang. Pameran tersebut akan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/72-senjata-tradisional-pulau-sumatera-dipamerkan-museum-adityawarman/">72 Senjata Tradisional Pulau Sumatera Dipamerkan Museum Adityawarman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Sebanyak 72 Koleksi senjata tradisional khas Pulau Sumatera dipamerkan mulai hari ini, Selasa (28/8) di Museum Adityawarman, Padang. Pameran tersebut akan berlangsung selama enam bulan kedepan, hingga Februari 2019.</p>
<p>&#8220;Secara resmi pameran akan dibuka Selasa oleh Gubernur Sumbar,&#8221; ujar Kepala Museum Adityawarman, Adi Saputra, Selasa (28/8).</p>
<p>Lebih lanjut dirinya menginformasikan, pameran senjata tradisional diikuti delapan provinsi di pulau Sumatera. Diantaranya yakni Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada tahun lalu, pameran serupa ada di Provinsi Jambi, sedangkan tahun 2018 Provinsi Sumbar yang berkesempatan untuk memamerkannya.</p>
<p>&#8220;Tahun besok pameran akan berlangsung di Provinsi Riau,&#8221;katanya.</p>
<p>Menurutnya, pameran senjata yang bertemakan &#8220;Mendalami Budaya Memaknai Simbol Leluhur&#8221;dapat dijadikan pengunjung untuk menambah ilmu pengetahuan. Terutama bagi para pelajar. Memperoleh pemahaman tentang senjata tradisional, sebagai salah satu warisan turun-temurun yang kaya dengan nilai sejarah budaya dan estetika.</p>
<p>Selain itu, peninggalan sejarah merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi kehidupan di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Benda sejarah, termasuk juga senjata tradisional, yang berfungsi sebagai alat pembelajaran agar manusia tidak lupa pada akar masa lalunya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya akan menggratiskan tiket masuk melihat pameran senjata tradisional untuk 70 sekolah di Kota Padang selama satu minggu. Saat peresmian besok, ada 12 sekolah yang diundang untuk melihat pameran ini.</p>
<p>&#8220;Kami berikan gratis tiket masuk bagi sekolah yang mendapatkan undangan. Maksimal satu sekolah mengirimkan 40 siswanya untuk melihat koleksi pameran senjata tradisional,&#8221;tuturnya.<span class="Apple-converted-space"> <b>(hdp)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/72-senjata-tradisional-pulau-sumatera-dipamerkan-museum-adityawarman/">72 Senjata Tradisional Pulau Sumatera Dipamerkan Museum Adityawarman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 60/224 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.034 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:05:56 by W3 Total Cache
-->