<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#mri-act Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/mri-act/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/mri-act/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jan 2020 13:59:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#mri-act Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/mri-act/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>27 Tahun Sebatangkara Tak Terurus, Mbah Iyah Akhirnya Dibantu Relawan MRI-ACT</title>
		<link>https://prokabar.com/27-tahun-sebatangkara-tak-terurus-mbah-iyah-akhirnya-dibantu-relawan-mri-act/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2020 13:59:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#act]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemanusian]]></category>
		<category><![CDATA[#mri-act]]></category>
		<category><![CDATA[#Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58330</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang, Prokabar — Sukiyah atau biasa dipanggil Mbah Iyah (50) hidup sendiri dengan keadaan yang sangat memprihatinkan di Dusun Karangombo, Desa Polobugo, Kecamatan Getasan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/27-tahun-sebatangkara-tak-terurus-mbah-iyah-akhirnya-dibantu-relawan-mri-act/">27 Tahun Sebatangkara Tak Terurus, Mbah Iyah Akhirnya Dibantu Relawan MRI-ACT</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Semarang, Prokabar —</strong> Sukiyah atau biasa dipanggil Mbah Iyah (50) hidup sendiri dengan keadaan yang sangat memprihatinkan di Dusun Karangombo, Desa Polobugo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Mbah Iyah mengalami buta sejak usia 5 tahun dan mengalami gangguan jiwa sejak berusia 10 tahun. Penderitaan Mbah Iyah seakan semakin lengkap dengan hidupnya yang sebatang kara di dalam rumah berukuran sekitar 3&#215;6.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama 27 Tahun, Sukiyah mengurung diri di dalam rumah yang mirip kandang ayam. Untuk makan saja, Mbak Iyah sering diberikan oleh tetangga yang peduli dengannya. Selama mengurung diri tersebut, rambut Sukiyah tidak pernah dipotong selama 27 tahun hingga gimbal sepanjang 2 meter. Berbagai hewan sudah bersarang di rambutnya akibat tidak pernah dibersihkan. Rambut Mbah Iyah sudah menjadi sarang anak tikus hingga ulat. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ardian Kurniawan Santoso, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT merasa prihatin saat pertama kali berjumpa dengan sosok Sukiyah. Ia membujuk Mbah Iyah untuk memotong rambutnya itu. Proses pemotongan rambut Sukiyah berlangsung selama 20 menit. Ia mengatakan rambut itu tidak hanya panjang tetapi juga alot saat dipotong. “Rambutnya alot. Bulu kuduk saya merinding semua saat memotongnya. Saya sampai keringetan” ucap Ardian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah dipotong, rambut Sukiyah dibersihkan dan diberi baju serta kursi roda oleh para relawan. Sukiyah dibawa ke yayasan sosial yang tidak jauh dari rumahnya dan akan dirawat selama 3 bulan. Rumah Sukiyah juga dibersihkan oleh Ardian dan relawan lainnya. Ardian merupakan relawan ACT sejak tahun 2017, sebelum menjadi relawan Ardian pernah masuk penjara beberapa kali. Kini, Ardian mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan pada sekitarnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bagaimana bisa kita membiarkan seorang manusia dalam keadaan seperti itu. Kita semua harus memanusiakan manusia apapun keadaannya. Ia berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan manusiawi,&#8221; tutup Ardian. (<b>rel</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/27-tahun-sebatangkara-tak-terurus-mbah-iyah-akhirnya-dibantu-relawan-mri-act/">27 Tahun Sebatangkara Tak Terurus, Mbah Iyah Akhirnya Dibantu Relawan MRI-ACT</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/48 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.032 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 15:38:19 by W3 Total Cache
-->