<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Minangkabau Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/minangkabau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/minangkabau/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2026 14:24:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Minangkabau Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/minangkabau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lomba Pidato Adat Minangkabau Wadah Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://prokabar.com/lomba-pidato-adat-minangkabau-wadah-pelestarian-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 14:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#lombapidatoadat]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran krusial dalam kebudayaan Minangkabau. Bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun hal itu bagian dari sistem...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lomba-pidato-adat-minangkabau-wadah-pelestarian-budaya/">Lomba Pidato Adat Minangkabau Wadah Pelestarian Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran krusial dalam kebudayaan Minangkabau. Bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun hal itu bagian dari sistem kemasyarakatan, norma dan tata krama suku.</p>
<p>Hal ini disampaikan wakil bupati Tanah Datar saat membuka lomba pidato adat Minangkabaudi Balai Adat Tantejo Gurhano Batusangkar, Kamis (6/8/26).</p>
<p>Dikatakan Ahmad Fadly, pidato adat atau alua pasambahan memiliki banyak makna yang terkandung di dalamnya, bahkan bisa dijadikan salah satu sarana untuk diplomasi di Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Alua pasambahan mengajarkan bagaimana etika berkomunikasi dengan lawan bicara, yang dilatih dengan rasa saling menghormati menggunakan tutur bahasa yang halus, kiasan atau bahasa perumpamaan, sehingga tidak menyinggung perasaan pihak lain,&#8221; sampainya.</p>
<p>Sementara, ketua pelaksana Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali menyampaikan, lomba pidato adat atau alua pasambahan tahun ini diikuti 24 grup dari Kecamatan se Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah antusias generasi muda Tanah Datar tahun ini untuk mengikuti lomba sangat tinggi, dibuktikan dengan telah mendaftar 24 grup se Kabupaten Tanah Datar,&#8221; sampainya. <strong>(Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lomba-pidato-adat-minangkabau-wadah-pelestarian-budaya/">Lomba Pidato Adat Minangkabau Wadah Pelestarian Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegagalan Branding Pariwisata di Sumatera Barat</title>
		<link>https://prokabar.com/kegagalan-branding-pariwisata-di-sumatera-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 16:12:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Branding]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Branding Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Branding telah menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan citra pariwisata internasional, nasional dan tak terkecuali regional. Selama ini terdapat berbagai pariwisata daerah di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kegagalan-branding-pariwisata-di-sumatera-barat/">Kegagalan Branding Pariwisata di Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Branding telah menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan citra pariwisata internasional, nasional dan tak terkecuali regional. Selama ini terdapat berbagai pariwisata daerah di Indonesia yang telah sukses melakukan branding pariwisata yang berdampak terhadap banyaknya kedatangan para wisatawan yang datang dari daerah lain bahkan juga tidak sedikit wisatawan dari mancanegara. Bali yang dianggap sebagai surganya Indonesia telah berhasil menerapkan branding BALI DWE yaitu menunjukkan kearifan lokal Bali seperti elemen kesenangan dalam merek yang dimaknai sebagai “The way to real Bali” (Mastika &amp; Nimran, 2020). Oleh karena itu, Bali menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam di sana. Kemudian Bandung yang banyak dikunjungi wisatawan dari Singapura dan Malaysia karena produk fashion dan tekstilnya yang terkenal murah (Dalimunthe &amp; Nurunnisha, 2017).</p>
<p>Namun, tidak semua wilayah di Indonesia berhasil mengelola branding pariwisata dengan baik. Sumatera Barat adalah salah satu contoh daerah yang menghadapi kegagalan dalam aspek ini. Meskipun memiliki potensi wisata yang besar dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan kuliner khas yang menarik, branding pariwisata Sumatera Barat belum berhasil menarik minat wisatawan secara maksimal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan branding pariwisata di Sumatera Barat, antara lain kurangnya strategi branding yang jelas, promosi yang kurang efektif, infrastruktur yang kurang memadai, manajemen dan koordinasi yang lemah, serta kurangnya inovasi dalam produk wisata.</p>
<p>Banyak destinasi di Sumatera Barat belum memiliki strategi branding yang terarah dan konsisten, padahal strategi yang kuat diperlukan untuk membedakan destinasi tersebut dari tempat lain dan menarik perhatian wisatawan. Promosi pariwisata di Sumatera Barat juga belum dilakukan secara maksimal dan efisien, sehingga informasi mengenai destinasi wisata sering kali tidak sampai kepada calon wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Media promosi yang digunakan masih terbatas dan tidak menyasar pasar yang tepat. Infrastruktur yang mendukung pariwisata di Sumatera Barat masih kurang memadai, seperti akses transportasi menuju destinasi wisata, fasilitas umum, serta sarana dan prasarana lainnya yang sering kali tidak memenuhi standar yang diharapkan wisatawan. Pengelolaan destinasi wisata sering kali dilakukan secara terpisah-pisah tanpa adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat setempat, sehingga pengembangan dan promosi pariwisata menjadi kurang optimal.</p>
<p>Destinasi wisata di Sumatera Barat cenderung menawarkan produk wisata yang monoton dan tidak inovatif, padahal wisatawan membutuhkan pengalaman yang unik dan berbeda dari tempat lain. Untuk meningkatkan branding pariwisata di Sumatera Barat, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi pengembangan strategi branding yang komprehensif dengan fokus pada keunggulan dan kekhasan Sumatera Barat, seperti kekayaan budaya Minangkabau dan keindahan alamnya; peningkatan promosi pariwisata dengan memanfaatkan berbagai media promosi, termasuk digital marketing, untuk menjangkau pasar yang lebih luas; peningkatan infrastruktur yang mendukung pariwisata, termasuk akses transportasi, akomodasi, dan fasilitas umum lainnya; penguatan manajemen dan koordinasi dengan membentuk badan atau lembaga khusus yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan promosi pariwisata; serta inovasi dalam pengembangan produk wisata yang kreatif dan inovatif untuk menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, langkah-langkah terseut diharapkan Sumatera Barat dapat memperbaiki branding pariwisatanya dan menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Keberhasilan dalam branding pariwisata akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalimunthe, G. P., &amp; Nurunnisha, G. A. (2017). Komunitas Aleut and History-based Tourism in City Branding: the Case of Bandung, West Java, Indonesia. <em>Rev. Integr. Bus. Econ. Research</em>, <em>6</em>(1), 264–275.</p>
<p>Mastika, I. K., &amp; Nimran, U. (2020). Destination branding model of an ecological tourism village in Bali, Indonesia. <em>Geojournal of Tourism and Geosites </em>, <em>31</em>(3), 1068–1074. https://doi.org/10.30892/gtg.31319-542</p>
<p><strong>Fadhlil Wafi<br />
</strong><strong>Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi UNAND</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kegagalan-branding-pariwisata-di-sumatera-barat/">Kegagalan Branding Pariwisata di Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budaya Kampar, Elok Dijaga</title>
		<link>https://prokabar.com/budaya-kampar-elok-dijaga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 01:12:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ocu]]></category>
		<category><![CDATA[Teratak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Kampar mempunyai sebuah sejarah yang cukup menarik. Pembagian wilayahnya pada zaman jajahan Belanda secara administratif, dilihat berdasarkan hukum adat. Terdapat beberapa kelompok regional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/budaya-kampar-elok-dijaga/">Budaya Kampar, Elok Dijaga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Kampar mempunyai sebuah sejarah yang cukup menarik. Pembagian wilayahnya pada zaman jajahan Belanda secara administratif, dilihat berdasarkan hukum adat. Terdapat beberapa kelompok <em>regional </em>Kabupaten Kampar, yaitu:</p>
<ol>
<li>Desa</li>
</ol>
<p>Desa Swapraja meliputi beberapa daerah seperti Kunto Darussalam, Tambusai dan Kepenuhan, Rambah, dan Rokan.</p>
<ol start="2">
<li>Kedemangan</li>
</ol>
<p>Kedemangan Bangkinang membawahi daerah Kuok, Salo, Air Tiris, dan Batu Bersurat. Kedemangan Bangkinang menggunakan struktur daerah yang sama dengan Minangkabau yaitu koto, nagari, dan teratak.</p>
<ol start="3">
<li>Desa Swapraja Bagian</li>
</ol>
<p>Desa Swapraja bagian Pelalawan meliputi daerah Pangkalan Kuras, Bunut, Serapung dan Kuala Kampar.</p>
<ol start="4">
<li>Desa Swapraja Bagian Sebapelan</li>
</ol>
<p>Desa Swapraja ini meliputi daerah Gunung Sahilan, Kewedanan Kampar Kiri, Kuantan Singingi sampai Tapung Kiri dan Tapung Kanan, dan Kesultanan Siak.</p>
<p>Kabupaten Kampar sekarang berada di posisi ke-II di Provinsi Riau dengan infrastruktur pembangunan yang cukup baik. Menurut perspektif sejarah, Kabupaten Kampar termasuk ke dalam Luhak Lima Puluh Kota yang terdiri dari Bangkinang, Salo, Kuok, dan Air Tiris.</p>
<p>Kabupaten Kampar masih memegang struktur kebudayaan Minangkabau seperti lingkungan tempat tinggal masyarakat, dan kesenian. Dalam lingkungan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>masyarakat terdapat koto, dusun, dan teratak, sedangkan bagian tradisi seperti <em>ayi ayo onam</em>, <em>batobo</em>. Adapun kesenian yang terdapat di Bangkinang seperti tari piring, <em>randai</em>, <em>calempong, cong</em>, <em>badikiu</em>, <em>berzanzi</em>, dan rebana. Tari piring dan randai merupakan kesenian yang berasal dari Minangkabau dan biasanya dilakukan ketika acara adat serta pernikahan.</p>
<p>Tari piring merupakan salah satu tarian yang berasal dari Minangkabau. Tarian ini dalam Bahasa Minangkabau disebut sebagai tari piriang dengan menjadikan piring sebagai media utama. Dahulu tari piring merupakan sebuah gerakan atau ritual sebagai ucapan rasa syukur terhadap para dewa setelah memperoleh hasil panen. Namun, setelah agama Islam telah masuk ke Minangkabau, maka tari piring tidak lagi digunakan dalam ritual ucapan rasa syukur terhadap para dewa, tapi dilaksanakan untuk hiburan masyarakat dan dalam sebuah acara seperti pernikahan.</p>
<p>Selain tari piring, dalam kesenian Kabupaten Kampar terdapat namanya tradisi <em>Batobo</em>. Tradisi <em>batobo </em>juga disebut sebagai arisan tani karena para petani akan melakukan gotong royong dalam mengerjakan pekerjaan sawah. Kata <em>batobo </em>berasal dari bahasa daerah Bangkinang, memiliki filosofi yaitu suatu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat selesai jika dikerjakan secara bersama-sama.</p>
<p>Selain mempunyai unsur makna gotong royong dan kebersamaan, <em>batobo </em>juga memiliki filosofi dalam hal tertib. Setiap anggota <em>batobo </em>harus menunggu jadwal pengerjaan sawah secara bergiliran, dengan kata lain bahwa akan lebih cepat selesai, <em>easy</em>, dan hasilnya dapat dinikmati secara bersama-sama.</p>
<p>Selain <em>batobo </em>yang menjadi ciri khas budaya Kabupaten Kampar, terdapat sebuah tradisi yang dilaksanakan ketika lebaran idul fitri. Tradisi ini dinamakan <em>ayi ayo onam/ zorah </em>atau hari raya enam/ ziarah yang dilaksanakan setelah hari pertama lebaran idul fitri.</p>
<p><em>Ayi Ayo Onam </em>(hari raya enam) merupakan sebuah tradisi dari daerah Kabupaten Kampar, terkhusus Bangkinang Seberang. <em>Ay</em>i <em>Ayo Onam </em>lebih meriah dilaksanakan daripada hari raya idul fitri. Sebelum melaksanakan <em>ayi ayo onam,</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>terlebih dahulu masyarakat melaksanakn puasa sunnah enam di bulan Syawal. Ayi ayo onam dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal dan terlebih dahulu mengerjakan puasa sunnah enam hari.</p>
<p>Unsur kebudayaan yang ada di Kabupaten Kampar selain tradisi adalah bahasa yang menjadi sarana komunikasi masyarakat. Masyarakat Kabupaten Kampar lebih dominan menggunakan bahasa daerah daripada bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan adalah bahasa <em>Ocu </em>yang mempunyai kemiripan dengan bahasa Minang.</p>
<p><em>Ocu </em>merupakan salah satu suku yang tidak terlalu besar di Riau dan Melayu. Suku <em>Ocu </em>adalah orang asli yang berasal dari Kabupaten Kampar dan mempunyai sejarah tersendiri dalam perkembangannya. Penulis mempunyai pandangan tersendiri terkait orang <em>Ocu </em>ini. Penulis berpandangan bahwa orang <em>Ocu </em>berasal dari Minangkabau, karena dilihat dari lokasinya Kabupaten Kampar berbatasan dengan Sumatera Barat. Selain itu dari perspektif sejarah bahwa dahulu Kabupaten Kampar seperti Bangkinang, Kuok, Salo, Air Tiris termasuk ke dalam Luhak Lima Puluh Kota. Maka hal inilah yang membuat bahasa <em>Ocu </em>hampir persis seperti bahasa Minang.</p>
<p>Bahasa <em>Ocu </em>merupakan percampuran antara bahasa Melayu dan Minang, serta mempunyai kemiripan dengan bahasa Kuantan. Adapun contoh bahasa <em>Ocu </em>sebagai berikut:</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="34">No</td>
<td width="200">Bahasa Indonesia</td>
<td width="164">Bahasa Minang</td>
<td width="154">Bahasa <em>Ocu</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="34">1</td>
<td width="200">Saya pengen pergi ke Riau</td>
<td width="164"><em>Awak nio pai ka Riau</em></td>
<td width="154"><em>Deyen</em> <em>nio</em> <em>poi ka Riau</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="34">2</td>
<td width="200">Saya tidak mau makan</td>
<td width="164"><em>Ndak amuah awak </em><em>makan</em></td>
<td width="154"><em>Ndak nio deyen </em><em>makan do</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="34">3</td>
<td width="200">Saya suka dengan dia</td>
<td width="164"><em>Aden suko samo paja tu</em></td>
<td width="154"><em>Den cinan ka inyo</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan kesamaan bahasa antara <em>Ocu </em>dan Minang, hal inilah yang membuat pandangan penulis semakin kuat tentang orang Ocu adalah masyarakat Minangkabau yang merantau dan menetap di Kabupaten Kampar, jauh sebelum wilayah ini masuk ke dalam Provinsi Riau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fakhrul Haq<br />
Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/budaya-kampar-elok-dijaga/">Budaya Kampar, Elok Dijaga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jusuf Kalla Sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau Alami Kemunduran</title>
		<link>https://prokabar.com/jusuf-kalla-sebut-sumber-daya-manusia-minangkabau-alami-kemunduran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 15:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Mahyeldi]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Orang minang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Mantan Wakil Presiden Indonesia 2004-2009 Jusuf Kalla sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau alami kemunduran. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato HUT Sumatera Barat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jusuf-kalla-sebut-sumber-daya-manusia-minangkabau-alami-kemunduran/">Jusuf Kalla Sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau Alami Kemunduran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com &#8211;</a> </strong>Mantan Wakil Presiden Indonesia 2004-2009 Jusuf Kalla sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau alami kemunduran.</p>
<p>Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato HUT Sumatera Barat ke-77 di Padang, Sabtu (1/10/2022).</p>
<p>Dia mengatakan dahulu orang Minang sangat terkenal dengan pemikiran-pemikirannya.</p>
<p>Sehingga, banyak tokoh-tokoh nasional berasal dari Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Orang Minangkabau keutamaannya adalah berfikir.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mereka bekerja dengan otak tidak dengan otot dan hal ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh Minangkabau menjadi tokoh nasional.&#8221;</p>
<p>&#8220;Namun saat ini sudah berkurang,&#8221; kata Jusuf Kalla.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengatakan hal itu selaras dengan perkataan Soekarno yang pernah berucap berfikirlah seperti orang Minang, berbicara seperti orang Batak dan bekerja seperti orang Jawa.</p>
<p>Sumbar mampu melahirkan tokoh-tokoh yang berperan penting untuk bangsa seperti Hatta, Sjharir, yamin, M Natsir dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar mereka adalah tokoh yang menjadi pelopor kemajuan bangsa ini,&#8221; ungkap Jusuf.</p>
<p>Selanjutnya, dia menjelaskan perbedaan orang Minang dengan Bugis pada zaman dahulu.</p>
<p>Pada tahun 1921 Minang telah melahirkan seorang doktor yakni M Djamil.</p>
<p>Sementara di Sulawesi Tenggara orang baru menjadi sarjana pada tahun 1949.</p>
<p>Ada perbedaan jarak waktu 30 tahun soal pendidikan dengan Bugis Sulawesi.</p>
<p>Hal ini menandakan lebih majunya pendidikan di Minang dibanding daerah lain.</p>
<p>&#8220;Bahkan guru-guru dari Minang ini dulu dikirim ke seluruh daerah untuk meningkatkan pendidikan bangsa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Salah satunya mertua saya yang dikirim sebagai kepala sekolah Muhammadiyah ke Makassar,&#8221; terangnya.</p>
<h2><strong>Kemunduran Pemuda Minang</strong></h2>
<p>Kemudian, dia menjelaskan perbedaan pemuda Minang zaman dulu dengan sekarang.</p>
<p>Zaman dulu, setelah makan di rumah, pemuda Minang langsung menuju ke surau.</p>
<p>Di sana mereka mempelajari tentang agama, silat dan lainnya.</p>
<p>Sehingga, rasa persatuan mereka di surau itu kuat.</p>
<p>&#8220;Ini yang membuat mereka bertahan hidup dengan berdagang dan menjadi semakin kuat sehingga memunculkan dunia usaha yang baik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara, pemuda Minang saat ini justru lebih sibuk menonton televisi di rumah.</p>
<p>Tak ada lagi mereka yang berkumpul di surau-surau.</p>
<p>Tak hanya itu, dulu pada tahun 1960 dari 10 masjid yang melaksanakan shalat Jum&#8217;at di Jakarta, delapan dari 10 masjid itu khatib Jum&#8217;at berasal dari Minang.</p>
<p>Begitupun, yang mengislakan orang Bugis juga orang Minang.</p>
<p>Berbeda dengan sekarang, dulu orang belajar agama ke Thawalib Padang Panjang.</p>
<p>Sementara saat ini orang-orang ke Padang Panjang hanya untuk pergi makan sate.</p>
<p>Justru orang Minang malah belajar agama ke gontor dan pulau Jawa.</p>
<p>Terakhir, Jusuf Kalla menitip pesan ke Gubernur Sumatera Barat.</p>
<p>Dia ingin Minang yang sekarang bisa kembali seperti Minang yang dulu.</p>
<p>&#8220;Pak Gubernur perlu suatu upaya memajukan kembali tingkatkan pengetahuan keagamaan dan mampu kembalikan marwah orang Minang dalam urusan agama Islam.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada suatu degradasi dari sisi pendidikan keagamaan yang perlu diperbaiki di sini, ini tentu jadi perhatian,&#8221; tutup dia.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jusuf-kalla-sebut-sumber-daya-manusia-minangkabau-alami-kemunduran/">Jusuf Kalla Sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau Alami Kemunduran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pola Pelestarian Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau</title>
		<link>https://prokabar.com/pola-pelestarian-lingkungan-berbasis-kearifan-lokal-minangkabau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 May 2022 13:53:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103888</guid>

					<description><![CDATA[<p>MASYARAKAT tradisi Minangkabau yang agraris telah lama Mengenal, memanfaatkan, mengembangkan dan memelihara serta melestarikan keberlanjutan lingkungan hidupnya : Bentang alam, air, udara,Flora dan Fauna...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pola-pelestarian-lingkungan-berbasis-kearifan-lokal-minangkabau/">Pola Pelestarian Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MASYARAKAT</strong> tradisi Minangkabau yang agraris telah lama Mengenal, memanfaatkan, mengembangkan dan memelihara serta melestarikan keberlanjutan lingkungan hidupnya : Bentang alam, air, udara,Flora dan Fauna untuk berbagai keperluan kehidupan manusianya.</p>
<p>Punya aturan dan cara tersendiri agar tidak saling memusnahkan, sebagai penjabaran dari ajaran adatnya; Alam takambang jadi guru.<br />
Perilaku dan perbuatan manusia harus berpunca kepada alam.</p>
<p>Kehidupan manusia dan alam berada dalam keseimbangan dan perimbangan, saling memerlukan dan saling diperlukan.</p>
<p>Manusia memerlukan alam lingkungan (bentang alam, air dan udara), flora, dan fauna untuk hidupnya.</p>
<p>Alam lingkungan (bentang alam, air dan udara), flora, dan fauna memerlukan manusia untuk pelestarian, pengembangan dan pemeliharaannya.</p>
<p>Ketika masyarakat tradisi memasuki era modernisasi, kehidupan yang lebih mengarah pada eskploitasi dan jasa.</p>
<p>Alam lingkungan (bentang alam, air dan udara), flora, dan fauna dilihat sebagai sesuatu yang harus diekploitasi semaksimal mungkin untuk kepentingan manusia.</p>
<p>Tanpa mempertimbangkan hubungan antara alam dan manusia yang harus saling menjaga, seimbang, berimbang dan saling memerlukan.</p>
<p>Fungsi alam lingkungan (bentang alam, air dan udara), flora, dan fauna menjadi berubah. Tidak lagi sebagai bagian dari alam, tetapi sebagai pelengkap dari kehidupan manusia.</p>
<p>Dengan arti kata, konsepsi keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam, bergeser menjadi konsepsi penaklukan manusia terhadap alam.</p>
<p>Dari titik penaklukan inilah mulai timbulnya ketidak seimbangan antara alam dengan manusia.</p>
<p>Alam ditaklukkan dengan nafsu dan kerakusan berlebihan.</p>
<p>“Alam” melakukan perlawanan dengan memperlihatkan kerusakannya akibat penaklukan itu : Gempa, longsor, banjir, gunung meletus dan lain-lainnya terjadi dimana-mana.</p>
<p>Hilangnya berbagai species hewan dan tumbuhan yang berguna bagi kehidupan manusia.</p>
<p>Munculnya species-species baru yang tidak toleran, menyebabkan manusia harus membuat racun-racun pembunuh yang sekaligus juga membunuh manusia itu sendiri secara perlahan.</p>
<p>Dalam konteks terjadinya “ketidakseimbangan” antara manusia dan alam yang kini melanda dan sekaligus mengancam kehidupan, maka kita perlu menoleh kembali pada pola pelestarian alam lingkungan hidup manusia yang telah dilakukan masyarakat secara tradisi turun temurun.</p>
<p>Terutama pada penempatan posisi manusia dan alam.</p>
<p>Dalam hal ini bagaimana masyarakat tradisi Minangkabau dengan kearifan yang dimilikinya menempatkan diri sebagai “manusia” di tengah-tengah “alam” dan menempatkan “alam” dalam kehidupannya.</p>
<p>Pola pelestarian yang dimiliki masyarakat tradisi Minangkabau secara tertulis dapat ditemukan pada:<br />
Undang-undang Adat Minangkabau, tentang: kepememilikkan tanah pusako tinggi dan pemetaan penggunaan wilayah/lahan.</p>
<p>Syarat2 pendirian Rumah Gadang, Pola pekarangan Rumah Gadang, dan motif ukiran, sulaman.</p>
<p>Berbagai kaba seperti pada kaba Cindua Mato, Anggun Nan Tongga, Sabai Nan Aluih dllnya.<br />
Secara lisan dapat ditemukan dalam :Petatah petiti, mamangan adat dan pantun-pantun.<br />
Pola pelestarian tersebut hari ini masih dapat dirujuk pada tradisi mendirikan Rumah Gadang.</p>
<p>Rumah Gadang sebagai salah satu bentuk budaya Minangkabau yang utama melambangkan perkauman.</p>
<p>Dengan bentuk arsitekturnya yang unik dalam mengantisipasi bencana alam.</p>
<p>Arti dan fungsi Rumah Gadang</p>
<p>Rumah Gadang, adalah sebuah bangunan tempat tinggal, mempunyai banyak kamar, ruang tengah yang luas dengan bentuk bangunannya yang khas.</p>
<p>Rumah gadang juga tempat untuk upacara-upacara adat.</p>
<p>Oleh karenaitu rumah gadang juga disebut “Rumah Adat”.</p>
<p>Rumah gadang adalah “pusat informasi” suatu kaum/suku terhadap keberadaan setiap anggotanya.</p>
<p>Dari rumah gadang itu mereka mengetahui, mengenal dan mengontrol setiap tindakan dan perilaku anggota kaum.</p>
<p>Rumah gadang juga merupakan “Status dan alamat yang jelas” dari seseorang, tempat pulang/kembali.</p>
<p>Rumah Gadang tidak dimiliki secara pribadi, tapi dimiliki oleh kaum.</p>
<p>Oleh karena begitu pentingnya, rumah gadang mendapat perlakuan istimewa.</p>
<p>Selalu dipertahankan oleh setiap anggota kaumnya; dijaga status, wibawa dan fungsinya.</p>
<p>Bila rumah gadang tidak mendapat perawatan yang baik, mungkin karena tidak ada dana untuk perbaikannya,kaum itu dibolehkan menggadaikan tanah pusaka.</p>
<p>Mendirikan rumah gadang</p>
<p>Mendirikan rumah gadang adalah suatu kerja besar dan utama bagi sebuah kaum.</p>
<p>Setiap tahapan dari proses pendiriannya diperhitungkan dengan seksama dan dapat dilihat sebagai sebuah pola dari pengaturan keseimbangan dalam penggunaan lahan untuk bangunan dengan alam lingkungannya.</p>
<p>Urutan dari tahapan mendirikan rumah gadang<br />
dapat dilihat sbb:<br />
Pemilihan tapak rumah.<br />
Rumah gadang tidak boleh didirikan pada tanah yang basah, rendah dan labil atau di atas lahan pertanian.</p>
<p>Pembangunan rumah gadang tidak boleh mengurangi lahan pertanian.</p>
<p>Dalam arti yang lebih jauh sumber pangan dari suatu kaum harus dijamin.</p>
<p>Hal ini dapat disimak dari undang-undang adatnya tentang jenis dan tipografi tanah dengan kegunaannya: Nan lereng ditanam tabu. Nan tunggang ditanam buluah. Nan gurun buek ka parak. Nan bancah jadikan sawah. Nan munggu ka pandam pakuburan. Nan gauang katabek ikan. Nan lambah kubangan kabau. Nan padek ka parumahan.</p>
<p>Arah depan rumah gadang</p>
<p>Arah rumah gadang pada mulanya menghadap ke Gunung Merapi. Agar setiap penghuni rumah akan dapat melihat, mengamati jika terjadi bencana alam yang bersumber dari gunung itu.</p>
<p>Artinya bangunan sebuah rumah gadang harus mempertimbangkan segi keamanan, kepercayaan dan kesehatan.</p>
<p>Pemilihan bahan dan waktu pengambilan.<br />
Bahan atau kayu yang akan dipakai untuk mendirikan rumah gadang diperhitungkan dengan teliti. Harus memenuhi beberapa persyaratan dan waktu serta cara pengambilan yang tepat.</p>
<p>Kayu tidak boleh berasal dari kayu yang sedang dalam masa berbunga.</p>
<p>Umumnya jenis kayu yang dipakai untuk bangunan rumah gadang disesuaikan dengan kegunaan, seperti untuk tiang, lantai, dinding, pintu, paran dan lain-lain.</p>
<p>Atap rumah gadang umumnya dari ijuk yang tahan api.</p>
<p>Tiang utama dan kuda-kuda.</p>
<p>Sewaktu akan memancangkan tonggak tuo (tiang utama) dan menaikkan kudo-kudo (punca atap) diadakan suatu upacara.</p>
<p>Bibit tebu, bibit kelapa, benih padi, bibit pisang dan buahnya, diikatkan pada tonggak tuo atau pada kayu kudo-kudo sebagai lambang dari keinginan terhadap kesuburan dan sebagai konversi lahan kering yang telah dijadikan tapak rumah.</p>
<p>Hal yang cukup penting untuk diamati lebih jauh adalah prinsip-prinsip penataan lingkungan yang mereka pakai.</p>
<p>Ajaran adatnya yang perpunca kepada alam, dan alam mengajarkan prinsip keseimbangan kepadanya, dicoba dituang dalam berbagai aspeknya.</p>
<p>Penataannya berada dalam pola simetris. Sehingga rumah gadang sebagai bangunan yang juga simetris sejalan dengan keseimbangan alam lingkungannya.</p>
<p>Orang Minangkabau sangat mempertimbangkan keberadaan sastwa baik yang dipelihara maupun yang liar dalam kehidupan mereka terutama di sekitar rumah gadang mereka.</p>
<p>Dengan menata pekarangan sedemikian rupa memberi kesempatan atau mengundang satwa liar untuk hidup di sekitar rumah gadang, seperti burung pipit, balam yang bersarang dipohon limau.<br />
Lebah bergantung di paran rumah dengan aman tanpa ditakuti.</p>
<p>Pola pelestarian</p>
<p>Dari apa yang telah dilakukan masyarakat Minangkabau dalam melestarikan alam lingkungannya terdiri dari beberapa komponen dasar.</p>
<p>Fungsional.<br />
Tanaman yang ditanam harus fungsional. Maksudnya dapat memberikan manfaat langsung.</p>
<p>Aktual.<br />
Tanaman yang ditanam haruslah aktual. Maksudnya tanaman harus dapat dipahami keberadaannya.</p>
<p>Proporsional.<br />
Tanaman yang ditanam harus berada dalam perimbangan, keseimbangan.</p>
<p>Tanaman tidak ditujukan hanya untuk satu keperluan saja, tetapi juga untuk keperluan kesehatan, keindahan dan aromatik.</p>
<p>Harmoni<br />
Keserasian dalam tata ruang antara bangunan dengan lingkungan dengan ragam, fungsi, tanaman, satwa yang dipelihara.maupun yang liar.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam waktu yang bersamaan seseorang yang sedang berada di rumah gadang dapat mendengar kicau burung (yang terbang atau bersarang di pepohonan), semerbak bunga-bunga, warna-warni yang beragam.</p>
<p>Dari keempat komponen ini, pola pelestarian alam lingkungan yang berpunca dari sebuah rumah gadang merupakan sebuah pola yang dapat dirujuk dan dikembangkan lagi. Dalam mencegah dan mengurangi dampak dari terjadinya bencana alam.</p>
<p>Terutama dalam era sekarang. Mungkin tidak semua kaum punya rumah gadang lagi, karena dibiarkan runtuh, tetapi setiap orang menginginkan rumah yang besar dan halaman yang luas dan lingkungan yang nyaman dan aman dari segala bencana alam.</p>
<p>Wassalam dan terima kasih.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pola-pelestarian-lingkungan-berbasis-kearifan-lokal-minangkabau/">Pola Pelestarian Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Ketenteraman, Kedamaian dan Kesejahteraan Negeri Minangkabau Ingin Tercapai</title>
		<link>https://prokabar.com/ketika-ketenteraman-kedamaian-dan-kesejahteraan-negeri-minangkabau-ingin-tercapai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 May 2022 01:41:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103706</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ &#8220;Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-ketenteraman-kedamaian-dan-kesejahteraan-negeri-minangkabau-ingin-tercapai/">Ketika Ketenteraman, Kedamaian dan Kesejahteraan Negeri Minangkabau Ingin Tercapai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mereka orang-orang yang diharapkan golongan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk&#8221;. (QS At-Taubah: 18).</p>
<p>Ada beberapa perkara diharapkan orang-orang masuk golongan mendapat petunjuk dan beriman Kepada Allah SWT. Sesuai Surat At Taubah ayat 18 adalah Memakmurkan Masjid, beriman kepada ALLAH dan hari kemudian (Keyakinan Hidup yang Mantap pada Maha Pencipta dan kebahagian masa depan), konsisten mendirikan sholat (komunikasi wajib kepada ALLAH), menunaikan zakat (ekonomi umat), Tidak pernah takut dengan siapapun dan kondisi apapun selain kepada ALLAH SWT.</p>
<p>Hampir setiap peradapan manusia berkeinginan mencari ketentraman, kesejahteraan dan kedamaian hidup. Namun tidak jarang kita selalu salah dan tersesat menuju tujuan itu.</p>
<p>Kenapa? Karena sering memperturutkan hawa nafsu duniawi, hingga terjebak dan tersesat masuk lingkaran setan. Menjalani hidup dunia dan akhirat itu harus seimbang sesuai petunjuk dan ridho-NYA!</p>
<p>Tidak boleh terlalu bernafsu menuju akhirat, apalagi memperturutkan hawa nafsu duniawi. Semuanya sudah diatur dengan sedemikiannya dalam Al-Quran dan Hadis, sebagai petunjuk dan penyelamat dari siksaan atau azab di dunia maupun di akhirat kelak.</p>
<p>Rasulullah SAW sebagai Utusan ALLAH SWT Untuk Umat Manusia sekalian Alam Semesta, telah memberi banyak petunjuk. Melalui Sahabat, Tabi&#8217;in, hingga ulama sebagai penyambung ilmu pengetahuan yang dititipkan-NYA hingga hari ini akan menjadi berkah bila para penyiar Agama Islam sejati ini kokoh dalam pendiriannya. Tidak tergoda dengan hawa nafsu duniawi, maka selamat itu pula umat muslimin selamat dari kesesatan, fitnah dunia dan azab ALLAH SWT.</p>
<p>Sementara, sarana utama Rasul hingga Ulama menyiarkan Islam itu berada di Masjid. Masjid tidak hanya tempat ibadah sholat semata, akan tetapi sebagai juga sebagai pusat pendidikan dunia dan akhirat. Pendidikan ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, bahasa, sosial dan budaya.</p>
<p>Tentang hal ini, Ulama Minangkabau Tempo Dulu sangat Istimewa dalam mengembangkan Islam. Sehingga berhasil melahirkan generasi emas (cerdas) dengan pendirian teguh, kokok, tegas dan konsisten (komitmen) menjalankan ibadah.</p>
<p>Membangun sebuah Konsep &#8220;Surau&#8221; memperkuat fungsi Mesjid. Di sekitar kawasan ini dibangun pula surau-surau kecil milik sebuah kaum persukuan. Seorang Ninik Mamak bersama Ulama dan Cadiak Pandai mengkader generasinya untuk menjadi calon-calon pemimpin Ulama, Ninik Mamak dan Cadiak Pandai masa depan. Ilmu Agama Islam, Adat Istiadat dan Sosial Budaya diajarkan. Sesuai Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.</p>
<p>Tidak hanya itu, Komplek Surau ini sebagai pusat pendidikan Ilmu Agama Islam seperti Syariat, Fikih, Kalam, dan sebagainya. Mereka generasi juga diajarkan Berbahasa Arab, Bahasa Belanda dan Bahasa Jepang. Berbagai kesenian dan permainan anak nagari juga diberikan untuk melatih seni atau estetika dan etika sebagai landasan moralitas bersosial budaya.</p>
<p>Hidup dengan seni akan semakin indah dan mudah menyatukan kehidupan. Seni Memimpin, Seni Bersikap dan Berbicara, menjadi andalan Masyarakat Minangkabau menjalin hubungan antar sesama Etnis Minang maupun dengan suku bangsa lainnya.</p>
<p>Semua aktifitas yang terpusat di Surau atau kawasan Masjid Utama ini akhirnya menjadi sebuah &#8220;Kampus&#8221; atau &#8220;Universitas&#8221;. Menurut Prof. Dr. Duski Samad, Syekh Burhanuddin menjadi Ulama Minangkabau Pertama yang mendirikan Peradapan Terbesar mendirikan Universitas Berbasis Surau di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.</p>
<p>Ratusan bahkan ribuan murid-muridnya berhasil menyebarkan Islam ke seluruh pelosok negeri. Meski sebelumnya telah ada ulama-ulama besar yang menyiarkan Islam termasuk sejumlah gurunya seperti Syekh Madinah, namun dimasa Syekh Burhanuddin perkembangan Islam cukup berkembang pesat dan meluas hingga ke Negeri Tetangga.</p>
<p>Di Komplek Surau atau Masjid itu terdapat Pusat Ilmu Pengetahuan Agama Islam, Sosial, Budaya, Bahasa, Teknologi dan Ekonomi. Tidak hanya ilmu Kalam, Fikih, Syar&#8217;i, atau pengetahuan agama semata.</p>
<p>Segala ilmu pengetahuan yang didapat generasi penerus, tetap memiliki dasar Tauhid Keislaman nan Taat Beribadah Kepada ALLAH SWT. Termasuk ilmu praktik kesenian atau kebudayaan masyarakat. Mereka para ulama tidak hanya memperkuat kelestarian kearifan lokal masyarakat, malah memperkokoh kemajuan adat dan budaya yang selaras erat dengan ajaran Islam. Sehingga melahirkan Adat Basandi Syarak, Syarat Basansi Kitabullah.</p>
<p>Pada masa kejayaan Generasi Emas Minangkabau lahirlah Syekh Tuanku Nan Tuo, Tuanku Imam Bonjol dan Kaum Padri nan Patriot, Syekh Amrullah, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Inyiak Canduang, Inyiak Rasul, Syekh Abdul Manan, Syekh Abdullah hingga Para Pejuang Kemerdekaan RI sekaligus Pahlawan Nasional Haji Agus Salim, Bung Hatta, M. Natsir, Buya Hamka dan Rasuna Said. Mereka semua adalah gemerasi emas hasil prodak Pendidikan Surau para Ulama-ulama besar Minangkabau.</p>
<p>Konsep Pendidikan Surau adalah Darah Daging, Roh dan Jiwa Masyarakat Minangkabau jika tetap ingin menjadi Umat Muslimin Sejati. Karena Jelas terlihat sekali, para ulama-ulama kita terdahulu Memakmurkan Masjid tidak sekedar sarana ibadah semata. Tetapi juga semua hal yang bersangkutan cara berfikir, merasa, meraba dan bersikap berkehidupan sesuai syariat Islam.</p>
<p>Contoh kuatnya pondasi hidup hasil prodak ulama terdahulu itu melahikan Konsep &#8220;Alam Takambang Jadi Guru&#8221;, &#8220;Raso Pareso&#8221; &#8211; &#8220;Raso dibaok naiak, Pareso dibaok turun&#8221;. Sebagai Dasar pondasi kepribadian Minang yang disandingkan kuat dengan Ayat-ayat Suci Al-Quran seperti :</p>
<p>لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ</p>
<p><em>Lahuu mu&#8217;aqqibaatum mim baini yadaihi wa min khalfihii yahfadhuunahuu min amrillaah, innallaaha laa yughayyiru maa biqaumin hattaa yughayyiruu maa bi anfusihim, wa idzaa araadallaahu biqaumin suu an fa laa maradda lah, wa maa lahum min duunihii miw waal.</em></p>
<p>artinya, &#8220;Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.&#8221; (QS. Ar-Ra&#8217;d: 11).</p>
<p>Memperkuat suatu kaum dan individu untuk mengubah dirinya dan kelompok atau kaumnya hanya bergantung pada dirinya sendiri, melalui petunjuk-petunjuk yang telah diberikan berupa Al-Quran dan Hadis (Sunnah Rasul). Dan Para Ulama-ulama Besar terdahulu telah lebih dulu mengamalkan dan memberikan Ilmu itu kepada kita.</p>
<p>Maka jika ingin Negeri kita Tentram, Sejahtera dan Damai, Maka Ikutilah Petunjuk dengan mencontoh keteladaanan perjuangan mereka Orang-orang terdahulu yang diberi Nikmat ALLAH SWT sebagai orang-orang yang beruntung. Dan jangan seperti orang-orang yang sesat dan bukan orang-orang yang dimurkai ALLAH SWT. <strong>(***)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-ketenteraman-kedamaian-dan-kesejahteraan-negeri-minangkabau-ingin-tercapai/">Ketika Ketenteraman, Kedamaian dan Kesejahteraan Negeri Minangkabau Ingin Tercapai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lepas Rindu, Restoran Kampuang Minang Tawarkan Cita Rasa Kampung Halaman</title>
		<link>https://prokabar.com/lepas-rindu-restoran-kampuang-minang-tawarkan-cita-rasa-kampung-halaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2021 15:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampuangminang]]></category>
		<category><![CDATA[#Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerminangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Masakan Minang jadi kuliner tradisional yang paling dicari. Selain dikenal dengan racikan bumbu rempah yang khas, setiap rumah makan Minang menawarkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lepas-rindu-restoran-kampuang-minang-tawarkan-cita-rasa-kampung-halaman/">Lepas Rindu, Restoran Kampuang Minang Tawarkan Cita Rasa Kampung Halaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Masakan Minang jadi kuliner tradisional yang paling dicari. Selain dikenal dengan racikan bumbu rempah yang khas, setiap rumah makan Minang menawarkan suasana di kampung halaman.</p>
<p>Pajangan lukisan pemandangan Sumatera Barat, etalase berisi aneka macam masakan dan foto tokoh-tokoh orang Minang jadi ciri khas rumah makan kebanyakan.</p>
<p>Namun berbeda dengan Restoran Kampuang Minang yang terletak di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Restoran ini menawarkan konsep yang tak biasa dengan rumah makan Minang kebanyakan.</p>
<p>&#8220;Konsepnya memang restoran jadi kami tidak memasang etalase berisi masakan. Semua masakan dibuat fresh dimasak langsung. Selain rendang dan dendeng memang sudah tersedia karena butuh proses yang lama,&#8221; jelas pengelola Restoran Kampuang Minang, Hendri.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Utiah ini menjelaskan konsep Kampuang Minang ini dibuat santai. Pengunjung disuguhi suasana nyaman dengan meja kursi makan yang sederhana nan elegan.</p>
<p>&#8220;Disini bukan hanya makan saja, tapi kami ingin memberi tempat pada pengunjung untuk lebih bersantai dengan keluarga atau teman. Jadi tidak terburu buru makan dan pulang, tapi bisa ngobrol santai sambil menikmati suasana kekeluargaan,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-96802" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545-1024x1024.jpg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545-1024x1024.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545-768x768.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545-80x80.jpg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211031_220545.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Selain bisnis, Utiah ingin memberi tempat khususnya bagi perantau Minang yang tinggal di Jakarta. Bahkan Utiah tengah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Minang.</p>
<p>“Kalau ada Kampung Ambon, Kampung Bali, China Town, maka inilah Kampuang Minang. Tempat berkumpulnya orang Minang dan orang-orang yang ingin merasakan suasana Minang sesungguhnya,” jelasnya.</p>
<p>”Ke depan nggak hanya restoran. Segala hal tentang Minang ada di sini. Informasi, souvenir, oleh-oleh, dan semua tentang Minang ada di sini,” ujar Utiah menambahkan.</p>
<p>Selain masakan khas Minang, hidangan ringan khas seperti kalikih santan, katan durian, pisang bakar katan dan lainnya juga menjadi daya tarik restoran.</p>
<p>“Semua menu andalan. Cuma yang paling terkenal olahan ikannya karena menggunakan banyak bumbu sehingga sangat meresap. Juga Talua Barendo yang krispi. Dijamin ketagihan,” janji Utiah. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lepas-rindu-restoran-kampuang-minang-tawarkan-cita-rasa-kampung-halaman/">Lepas Rindu, Restoran Kampuang Minang Tawarkan Cita Rasa Kampung Halaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peduli Manuskrip Minangkabau: Komunitas SULUAH Padang adakan Pameran dan Pelatihan Preservasi</title>
		<link>https://prokabar.com/peduli-manuskrip-minangkabau-komunitas-suluah-padang-adakan-pameran-dan-pelatihan-preservasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2021 00:34:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#manuskrip]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#suluah]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Komunitas Suaka Luhung Naskah (SULUAH) Padang mengadakan Pameran dan Pelatihan Preservasi Khazanah Manuskrip Minangkabau, Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kemendikbudristek tahun 2021....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peduli-manuskrip-minangkabau-komunitas-suluah-padang-adakan-pameran-dan-pelatihan-preservasi/">Peduli Manuskrip Minangkabau: Komunitas SULUAH Padang adakan Pameran dan Pelatihan Preservasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Komunitas Suaka Luhung Naskah (SULUAH) Padang mengadakan Pameran dan Pelatihan Preservasi Khazanah Manuskrip Minangkabau, Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kemendikbudristek tahun 2021. Kegiatan berlangsung sejak Selasa (25/10) hingga (30/10) di Perpustakaan Universitas Andalas).</p>
<p>Ketua Suluah Padang Chairullah melalui Adit Dermawan kepada Prokabar.com menyebutkan, kegiatan bertujuan sebagai bentuk kepedulian dan upaya penyelamatan manuskrip Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat. Kepala UPT Perpustakaan Universitas Andalas Yasri, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset dan Teknologi cukup baik.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri Kepala UPT Perpustakaan Universitas Andalas, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, dalam hal ini diwakili oleh Kasi Kesenian dan Diplomasi Budaya, dan dibuka oleh Sekretaris Direktur Jenderal Kemendikbudrister dalam hal ini diwakili oleh Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, bapak Undri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kegitan ini mengikutsertakan 30 orang peserta yang terdiri dari pewaris naskah, utusan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Kebudayaan dan Museum.</p>
<p>&#8220;Karena situasi pandemi covid-19, sesuai dengan prosedur pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan, maka kegiatan acara dapat dilakukan secara luring dengan pembagian peserta menjadi dua gelombang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Gelombang pertama sebanyak 15 peserta pada hari Senin, 25 Oktober sampai Kamis, 28 Oktober 2021. Dan 15 orang peserta lainnya, gelombang kedua berlanjut pada hari Kamis, 28 Oktober sampai Sabtu, 30 Oktober 2021.</p>
<p>Pada rangkain acara Pameran dan Pelatihan Preservasi Khazanah Manuskrip Minangkabau juga akan diadakan Seminar Nasional dengan tema Pelestarian dan Penyelamatan Manuskrip.</p>
<p>&#8220;Dalam seminar ini kami menghadirkan pembicara Dr. Munawar Holil merupakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia juga Ketua MANASSA. Serta Dr. Pramono dari Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand, juga sebagai Sekum MANASSA.</p>
<p>&#8220;Seminar ini dilakukan secara during lewat zoom meeting yang dapat dihadiri oleh peserta sebanyak 500 orang.<br />
Melalui pameran khazanah manuskrip Minangkabau diharapkan akan dapat memberi informasi persebaran, kondisi, dan kekhasan manuskrip Minangkabau, serta pemanfaatannya sebagai ekonomi kreatif,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Melalui pelatihan preservasi manuskrip yang diberikan diharapkan akan banyak sumber daya yang dapat melakukan perawatan dan penyelamatan khazanah manuskrip Minangkabau,&#8221; tutup Adit. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peduli-manuskrip-minangkabau-komunitas-suluah-padang-adakan-pameran-dan-pelatihan-preservasi/">Peduli Manuskrip Minangkabau: Komunitas SULUAH Padang adakan Pameran dan Pelatihan Preservasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Tokoh Minang Berpengaruh di Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/4-tokoh-minang-berpengaruh-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 02:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Orang minang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Orang Minang atau yang biasa dikenal dengan sebutan urang awak adalah kaum yang terkenal dengan kemampuan dalam berdagang. Sudah terbukti, banyak insan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-tokoh-minang-berpengaruh-di-dunia/">4 Tokoh Minang Berpengaruh di Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;</strong></a> Orang Minang atau yang biasa dikenal dengan sebutan urang awak adalah kaum yang terkenal dengan kemampuan dalam berdagang.</p>
<p>Sudah terbukti, banyak insan asal Sumatera Barat itu yang sukses di kota bahkan negara lain dengan kemampuan mereka dalam menjajakan dagangan.</p>
<p>Terkenal dengan kehebatan dalam berjualan, orang Minang ternyata juga punya bakat lain yang diakui dunia. Siapa saja orang dengan kemampuan tersebut? Berikut orang-orangnya:</p>
<h4><strong>1. Raja Bagindo </strong></h4>
<p>Raja Bagindo Ali adalah seorang tokoh inspiratif yang sukses dengan kecerdasannya di mancanegara.</p>
<p>Ia adalah ulama Minangkabau yang membangun Kesultanan Sulu di Filipina Selatan pada akhir abad ke-14, dan tiba di Sulu adalah pada tahun 1390.</p>
<p>Bukan orang pertama, Raja Bagindo adalah tokoh ulama yang ikut serta dalam pewarisan dakwah Islam yang pada waktu sebelum dia telah dibangun oleh Karim ul-Makhdum, seorang ulama yang punya garis keturunan Arab.</p>
<h4><strong>2. Tuanku Imam Bonjol</strong></h4>
<p>Masih dari kalangan ulama, tokoh inspiratif asal Minangkabau selanjutnya adalah Tuanku Imam Bonjol.</p>
<p>Ia adalah tokoh dengan beragam gelar yang lahir di Bonjol, Kabupaten Pasaman.</p>
<p>Urang awak dengan nama asli Muhammad Syahab ini adalah pemimpin kawasan setempat yang  sangat mendunia.</p>
<p>Diketahui semasa Imam Bonjol masih hidup ada seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan yang tunjuk ia untuk jadi Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol.</p>
<p>Selalu dikenang, Imam Bonjol jadi salah satu ikon dalam mata uang Indonesia, yaitu uang pecahan Rp. 5000.</p>
<h4><strong>3. Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi</strong></h4>
<p>Tokoh minang yang berikutnya adalah Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, beliau kelahiran Kota Tuo, Agam, Sumatera Barat pada hari Senin, 6 Dzulhijjah 1274 H (1860 M).</p>
<p>Ayah beliau bernama Abdul Lathif berasal dari Kota Gadang, sedangkan kakeknya bernama Abdullah merupakan salah satu ulama besar di daerahnya.</p>
<p>Beralih ke Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkbawi, beliau juga merupakan seorang ulama yang pernah menjadi imam besar di Masjdil Haram, Mekkah, dan satu-satunya imam besar non-Arab.</p>
<h4><strong>4. Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I (Sultan Johor)</strong></h4>
<p>Tokoh Minangkabau terakhir yang buat dunia takjub dengan prestasi yang ia punya adalah Sultan Abdul Jalil Syah atau Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I.</p>
<p>Ia punya nama kecil Raja Kecik atau Raja Kecil, asal Pagaruyung.</p>
<p>Di tahun 1717 Raja Kecik sukses ambil alih Kesultanan Johor Malaysia, yang mana hal itu buat dirinya otomatis menjadi Sultan Johor.</p>
<p>Namun pada tahun 1722, karena ada masalah antar bangsawan di Johor, Raja Kecik lengser dan pindah ke Siak di tahun 1723. <strong>(MG1_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-tokoh-minang-berpengaruh-di-dunia/">4 Tokoh Minang Berpengaruh di Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Surau Tetap jadi Solusi Bangkitkan Minangkabau Kekinian</title>
		<link>https://prokabar.com/pendidikan-surau-tetap-jadi-solusi-bangkitkan-minangkabau-kekinian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2021 05:01:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Buya Hamka dalam Bukunya &#8220;Ayahku&#8221; menceritakan, Tuanku Nan Tuo menyiarkan Islam berpusat di Koto Tuo, Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek. Meski demikian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendidikan-surau-tetap-jadi-solusi-bangkitkan-minangkabau-kekinian/">Pendidikan Surau Tetap jadi Solusi Bangkitkan Minangkabau Kekinian</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Buya Hamka dalam Bukunya &#8220;Ayahku&#8221; menceritakan, Tuanku Nan Tuo menyiarkan Islam berpusat di Koto Tuo, Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek.</p>
<p>Meski demikian juga menyiarkan Islam di Lareh Ampek Koto (Kecamatan Tanjung Raya) yang berpusat di Jorong Nagari, Kenagaraian Sungai Batang, peradapan Islam lahir dengan dilanjutkan generasi penerusnya.</p>
<p>Saat tokoh Padri perintis Tarikat Cangkiang atau Tarikat Naqsabandiyah itu meninggal, langsung digantikan cucunya, Syekh Muhammad Amrullah hasil pernikahan anaknya Siti Saerah dengan minantunya Syekh Abdullah Saleh atau Syekh Guguk Katur.</p>
<p>Tuanku Nan Tuo Cangkiang sendiri mendapatkan pendirikan melalui Tuanku Mansiang Nan Tuo yang berguru kepada Syekh Burhanuddin di Ulakan.</p>
<p>Pola pendidikan pemondokan yang memusatkan masjid atau surau sebagai pusat pendidikan Ilmu Pengetahuan.</p>
<p>Jadi, surau tidak hanya pusat pendidikan Agama Islam semata, jauh lebih lengkap segala ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa itu.</p>
<p>Namun, semuanya tetap merujuk pada Al Quran dan Hadis. Semua ilmu harus tetap merujuk dan tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam. Sesuai moto Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.</p>
<p>Syekh Burhanuddin memberikan ruang dan waktu untuk belajar, kepada semua kelompok di berbagai wilayah Minangkabau maupun luar daerah.</p>
<p>Belajar menuntut ilmu Agama Islam dan ilmu pengetahuan umum dengannya. Para santri itu diberi kesempatan mendirikan surau kecil dan pemondokan sendiri mengelilingi Surau Gadang milik Syekh Burhanuddin.</p>
<p>Menurut Profesor Duski Samad dalam penelitiannya menyebutkan, Pemondokan Pola Surau ini tidak hanya pendidikan biasa, bahkan setara Universitas yang berkembang saat ini.</p>
<p>Semakin hebat dan luas ilmu pengetahuan seorang Guru setara ulama di Surau itu, maka akan semakin hebat pula kemajuan dan perkembangannya.</p>
<p>Pola Pendidikan Surau ini pula lah yang akhirnya melahirkan generasi emas Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia seperti Tuanku Imam Bonjol, Haji Agus Salim, M. Hatta, M. Natsir, Buya Hamka, Rasuna Said, Tan Malaka dan sebagainya.</p>
<p>Karena mereka terlahir dimasa kejayaan Surau, mencetak generasi siap pakai. Mencetak generasi berkarakter tegas, lugas, cerdas, cendikiawan, sederhana, mandiri, bermartabat, amanah, jujur, adil, kesatria, patriot dan hebat berdiplomat.</p>
<p>Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi pondasi dasar dengan filosifi &#8220;<em>Alam Takambang Jadi Guru</em>&#8221; dalam diri mereka. &#8220;<em>Raso Pareso</em>&#8221; adalah ketajaman jiwa dalam berinteraksi sosial, sehingga sikap kehati-hatian memperhalus budi, bertutur kata yang indah. Pituah itu seperti :</p>
<p><em><strong>Nan Kuriak Kundi, </strong></em><br />
<em><strong>Nan Merah Sago. </strong></em><br />
<em><strong>Nan Baiak Budi, </strong></em><br />
<em><strong>Nan Indah Bahaso.</strong></em></p>
<p>Budaya inilah sebagai rel kereta yang mendidik melalui Pendidikan Surau untuk berpijak di atas Bumi, berfikir dalam alam logika, merasa di hati sanu bari, bergerak melangkah dan bertindak dengan panca indra.</p>
<p>Surau tidak hanya mematangkan Ilmu Agama Islam yang menjadi hubungan dengan Sang Kaliq, juga melatih diri kepada sesama Makluk-NYA. Habluminannas wa Habluminallah.</p>
<p>Di surau lah orang tua, guru, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai mendidik mengasah ketajaman lahir dan bathin dengan Silat. Silat Lahiriah, Silat Bathiniah dan Silat Lidah. &#8220;<em>Lahia mencari kawan, Bathin mencari Tuhan</em>&#8220;.</p>
<p>Merujuk lagi kepada tatanan sosial matrilineal Minangkabau, terdapat tiga komponen penting, yang bahu membahu, saling melengkapi dan menjaga generasi menjadi lebih baik dimasa akan datang. Istilah &#8220;<em>Tigo Tali Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan</em>&#8221; merupakan tiga tokoh wajib ada, berperan dan bertanggungjawab.</p>
<p>Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai terhimpun dalam wadah Kerapatan Adat Nagari. Memegang beban pengawasan, kontrol sosial bahkan memberi sanksi sesuai Adat Salingka Nagari yang tetap merujuk pada Al Quran dan Hadis.</p>
<p>Pertanyaannya, sudahkah ini berjalan sebagaimana mestinya? Hanya masyarakat itu sendiri yang bisa menjawab.</p>
<p>Pada dasarnya, tiga komponen ini hanya bisa dicetak dan dikader melalui pendidikan surau, sementara program tersebut tidak lagi berfungsi dan bahkan hampir punah.</p>
<p>Alasan klasiknya, pendidikan formal telah menggantikan posisi Surau. Apakah pemangku itu tidak bisa menggagas lagi aturannya sendiri agar Pendidikan Surau ini dapat tetap berjalan? Tidak ada yang tidak mungkin, jika azas musyawarah mufakat dilaksanakan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Surau yang menyesuaikan kondisi saat ini tentunya. <strong>(***)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendidikan-surau-tetap-jadi-solusi-bangkitkan-minangkabau-kekinian/">Pendidikan Surau Tetap jadi Solusi Bangkitkan Minangkabau Kekinian</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tokoh Masyarakat Minang Doktor Mochtar Naim Wafat</title>
		<link>https://prokabar.com/tokoh-masyarakat-minang-doktor-mochtar-naim-wafat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 05:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<category><![CDATA[#wafat]]></category>
		<category><![CDATA[Alfan Miko]]></category>
		<category><![CDATA[Mochtar Naim]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92842</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Padang &#8211; Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Tokoh Masyarakat Minangkabau, Doktor Mochtar Naim. Beliau wafat dalam usia 89 tahun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tokoh-masyarakat-minang-doktor-mochtar-naim-wafat/">Tokoh Masyarakat Minang Doktor Mochtar Naim Wafat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com,</a> Padang</strong> &#8211; <em>Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, </em>telah berpulang ke rahmatullah Tokoh Masyarakat Minangkabau, Doktor Mochtar Naim.</p>
<p>Beliau wafat dalam usia 89 tahun pada pukul 11.01 WIB di RSUI Depok, Minggu (15/8)</p>
<p>Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Alfan Miko mengabarkan hal ini dalam WhatsApp Grup Top 100 pada Minggu (15/8).</p>
<p>&#8220;Mohon maafkan segala dosa dan khilaf beliau,&#8221; tulis Alfan Miko mengabarkan di Wag Top 100.</p>
<p>Mochtar Naim merupakam politikus dan mantan dosen di Universitas Andalas.</p>
<p>Dia juga sosiolog terkenal dengan bukunya Merantau, Pola Migrasi Minangkabau.</p>
<p>Kedua buku ini menjadi rujukan yang luas bagai para akademisi dan mahasiswa.</p>
<p>Pemikirannya juga sering menjadi rujukan. Banyak yang menilainya sebagai orang yang kritis dan teguh pendirian.</p>
<p>Mochtar Naim yang suka tersenyum dan ramah itu sudah banyak barjasa bagi Sumatera Barat.</p>
<p>Semoga Almarhum mendapatkan sisi terbaik dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tokoh-masyarakat-minang-doktor-mochtar-naim-wafat/">Tokoh Masyarakat Minang Doktor Mochtar Naim Wafat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Genta Alparedo Menjulang; Minangkabau Cup, Riwayatmu Kini</title>
		<link>https://prokabar.com/ketika-genta-alparedo-menjulang-minangkabau-cup-riwayatmu-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2021 12:17:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#genta]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Nama Genta Alparedo terus menuai perhatian. Pesepakbola muda yang kini berjersey Semen Padang FC, semakin menjulang namanya sejak dipanggil Timnas senior...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-genta-alparedo-menjulang-minangkabau-cup-riwayatmu-kini/">Ketika Genta Alparedo Menjulang; Minangkabau Cup, Riwayatmu Kini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Nama Genta Alparedo terus menuai perhatian. Pesepakbola muda yang kini berjersey Semen Padang FC, semakin menjulang namanya sejak dipanggil Timnas senior Indonesia.</p>
<p>Bahkan, Kamis (4/6) dinihari WIB, anak Kuranji ini dimainkan dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia melawan Thailand yang bekesudahan 2-2.</p>
<p>Walau bermain hanya tujuh menit sejak masuk sebagai pemain pengganti menitke-83, Genta telah mencatat sebuah sejarah dalam karir sepakbolanya yang baruseumur jagung.</p>
<p>Usai melakoni caps internasionalnya itu, selain mendapat apresiasi dari publik sepakbola Sumbar, juga banyak yang mengingatkan, agar pemain muda tersebut jangan cepat puas, apalagi besar kepala.</p>
<p>Perjalanan karirnya masih panjang, dan masih banyak potensi sepakbolanya yang bisa diekplorasi dalam dirinya. Talentanya sudah dirawat dan dipupuk sejak usia dini di Kuranji oleh orang-orang terdekatnya yang sudah mencium bakat sepakbolanya. .</p>
<p>Dia memang Wonderkid, anak ajaib yang belum mengecap caps di tim senior klubnya di kompetisi resmi, tapi sudah mengantongi caps internasional bersama Timnas.</p>
<p>Genta adalah anomali, tak banyak pemain sepakbola yang mengalami proses semulus itu, tatkala para pemain lain harus jungkir balik dan berdarah-darah di kompetisi untuk mendapat panggilan Timnas.</p>
<p>Tapi Genta, dia hanya produk sebuah kompetisi antar kecamatan di Sumatra Barat, yang bernama Minangkabau Cup (MKC). Boleh dikatakan Genta adalah produk terbaik dan paling berkilau dari turnamen itu sejauh ini.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, Genta menjadi buah bibir, dikenal, dan membuat  talent scouter tak bisa mengalihkan perhatian darinya, memang sejak dia menampilkan kemampuannya yang natural di turnamen itu.</p>
<p>Minangkabau Cup, riwayatmu kini<br />
Ya turnamen legend yang selalu membuat gairah sepakbola berdenyut di seantero Ranah Minang, kini terkapar, tak berdaya dihantam pandemi covid-19.</p>
<p>Setelah vakum untuk edisi 2020, untuk edisi 2021 sepertinya juga cukup sulit untuk kembali menggelar MKC. Pandemi belum usai, dan kondisi ini akan membuat banyak pertimbangan yang harus diambil untuk menghidupkan lagi.</p>
<p>Dan, para kreator MKC yang sudah begitu berjasa dengan ide dan action-nya menggelar MKC dalam tiga edisi, entah dimana sekarang. Apakah masih ada MKC di pikiran dan kepala mereka.</p>
<p>Apa kabar bung Ola Suprajeni, Uda Hardimen Koto, om Yulius Dede, dan lain-lainnya? Pastinya, banyak pelaku sepakbola di daerah, kabupaten/kota, dan kecamatan di Sumbar, yang merindukan mereka.</p>
<p>Para pelatih, ingin kembali berada di bench, mengekspresikan naluri kepelatihan mereka dalam sebuah pertandingan yang sengit.</p>
<p>Ada ribuan pemain muda, dengan spirit dan fanatisme nan terbudur ingin membela tim kampung halaman dalam sebuah pertandingan yang kompetitif. Tak ketinggalan, mereka ingin pamer talenta mereka yang selama ini terpendam.</p>
<p>Ada pula para bapak Camat yang setia mendukung tim kecamatannya, memberi motivasi dan semangat. Bahkan ada Bupati dan walikota yang tak segan-segan turun tangan, jika tim kecamatan di wilayahnya bertanding.</p>
<p>Tak ketinggalan, masyarakat umum, keramaian MKC adalah berkah secara ekonomi dibalik senyum pedagang-pedagang kuliner kecil-kecilan di sekitar lapangan pertandingan.</p>
<p>Ada perputaran uang yang signifikan selama turnamen, begitu dulu Bung Ola Suprajeni dalam setiap sambutannya tentang impact lain dari turnamen.</p>
<p>Minangkabau Cup, masih terkapar di hantam pandemi. Hanya bisa tersenyum letih dan tak kuasa untuk bangkit, tatkala melihat salah seorang anak yang dilahirkannya bernama Genta Alparedo sudah mencicipi megahnya panggung sepakbola internasional.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-genta-alparedo-menjulang-minangkabau-cup-riwayatmu-kini/">Ketika Genta Alparedo Menjulang; Minangkabau Cup, Riwayatmu Kini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 11:53:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#inyiak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85690</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Harimau sapaan hormatnya Inyiak Balang, merupakan binatang buas. Oleh urang awak ditakuti, sekaligus dikagumi. Inyiak kembali muncul di Matur, beberapa waktu sebelumnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/">Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Harimau sapaan hormatnya <em>Inyiak Balang,</em> merupakan binatang buas. Oleh urang awak ditakuti, sekaligus dikagumi.</p>
<p dir="ltr"><em>Inyiak</em> kembali muncul di Matur, beberapa waktu sebelumnya muncul di kawasan Tandikek, Sumbar.</p>
<p dir="ltr">IlKemunculan <strong>Inyiak</strong> karena satu atau beberapa sebab. Pertama, doeloe untuk mengingatkan bahwa ada &#8220;harimau rantau&#8221; akan masuk.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, <em>Inyiak</em> mengingatkan warga sekitar, agar jangan ke  hutan dulu.</p>
<p dir="ltr">Caranya? Membuat marka dengan menggores dalam-dalam jalan ke rimba.</p>
<p dir="ltr">Muncul karena lapar. Ini sebagaimana yang diduga orang-orang sekarang.</p>
<p dir="ltr">Sebenarnya <em>Inyiak</em> muncul bukan karena lapar saja tapi mungkin minta bantuan. Ini karena sarang atau habitat terganggu.</p>
<p dir="ltr">Harimau yang ada sekarang sedang terkepung di rumahnya sendiri.</p>
<p dir="ltr">Manusia sekarang bukan kawannya tapi musuh. Begitu mancogok langsung dicarikan akal, agar bisa ditangkap.</p>
<p dir="ltr">Dalam kisah lain ada harimau yang jadi guru silat. Itulah silek harimau.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ada juga <i>Inyiak</i> dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut <i>“akuan”</i>.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><i>Akuan</i> adalah kawan pria-pria Minang. Kemana saja ia berjalan bersama I<i>nyiak</i> balang. <i>Inyiak</i> juga bisa diracak seperti kuda.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Seseorang bisa memanggil <i>Inyiak</i> ketika ia perlu bahkan untuk menjaga rumahnya.</p>
<p dir="ltr">Begitulah <em>Inyiak</em> di Minang. <strong>(nrs)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/">Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angku Yus Dt. Parpatiah: Nenek Moyang Minangkabau Latih Kecerdasan Anak Cucu dengan Bahasa Kias</title>
		<link>https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-nenek-moyang-minangkabau-latih-kecerdasan-anak-cucu-dengan-bahasa-kias/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2021 00:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Angku Yus Datuak Parpatih Guguak (82) (kini bergelar Datuk Bandaro Bodi), seorang budayawan Minangkabau. Terkenal dengan karyanya cukup fenomenal &#8220;Pitaruah Ayah&#8221;...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-nenek-moyang-minangkabau-latih-kecerdasan-anak-cucu-dengan-bahasa-kias/">Angku Yus Dt. Parpatiah: Nenek Moyang Minangkabau Latih Kecerdasan Anak Cucu dengan Bahasa Kias</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Angku Yus Datuak Parpatih Guguak (82) (kini bergelar Datuk Bandaro Bodi), seorang budayawan Minangkabau. Terkenal dengan karyanya cukup fenomenal &#8220;Pitaruah Ayah&#8221; untuk anak laki-laki dan perempuan serta sejenis Gurindam lainnya melalui rekaman kaset dan video. Memberikan referensi sekaligus diskusi bersama 30 orang tim penyusun silabus Pelajaran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Tingkat SMP, di Aula Disdikbud Kabupaten Agam, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Angku Datuak Bandaro Bodi lebih banyak membahas pemaknaan kosa kata lama Bahasa Minangkabau yang sering diabaikan. Seringkali masyarakat dan tokoh adat menggunakan kata-kata kias, namun tidak memahami makna dari kata tersebut.</p>
<p>&#8220;Adapun yang memahami, namun tidak jarang mereka tidak memberikan edukasi kepada generasi penerusnya. Bahkan tidak terterapkan dalam diri dan kehidupannya sebagai pemimpin, contoh suri tauladan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tokoh adat sering menggunakan kosa kata itu dalam pidato adat berupa pasambahan atau di acara-acara resmi ataupun acara tidak resmi. Akan tetapi tidak banyak menyebarluaskan pemaknaan kata yang memiliki filosofi dan nilai budaya tata krama atau sopan santun.</p>
<p>&#8220;Tidak adab berarti tidak beradat. Sinonim dari orang berbudi, beretika, bermoral, bersopan santun dan bertata krama,&#8221; kata Angku Yus. Dt. Parpatiah Guguak.</p>
<p>Bahasa Minangkabau banyak menggunakan perumpamaan, ungkapan atau bahasa kias. Kalimat dengan memiliki makna ganda dan multitafsir. Bagi masyarakat adat yang taat dan patuh dalam nilai-nilai budayanya, akan memahami setiap kata perkata dalam setiap kosa kata bahasa adat atau bahasa kias.</p>
<p>&#8220;Apalagi mereka banyak bertanya dan berdiskusi dengan orang tua serta memiliki keingintahuan yang tinggi. Namun tidak banyak saat ini Ninik Mamak memiliki semangat belajar dan bertanya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya, telah terjadi kemunduran yang cukup signifikan pada tetua adat. Diakibatkan minimnya kaderisasi generasi adat sesuai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Untuk itu, memang harus dibutuhkan gebrakan dan strategi, sehingga generasi penerus penerus dapat kembali memahami dan membudayakan kelestarian bahasa kias melalui bahasa adat.</p>
<p>&#8220;Sudah semestinya dilakukan pembelajaran sekolah adat khusus kepada generasi kedepan. Dan gagasan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, memasukan pembelajaran adat ke kurikulum sekolah sangat tepat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seringkali anak-anak muda atau pelajar tidak suka sekali belajar bahasa dan budaya adat, dikarenakan tingkat kebosanan cepat terjadi. Karena sering pemateri memberi pelajaran yang terlalu kaku dan kurang memiliki nilai seni. Padahal tradisi dan budaya adat Minangkabau itu memiliki nilai estetika dan seni yang sangat tinggi.</p>
<p>Butuh keterampilan serta gaya dan inovatif dalam memberikan materi kepada anak didik. Apalagi di era globalisasi dan teknologi, jauh mengubah pola hidup, pola pikir dan pola rasa millenial saat ini.</p>
<p>&#8220;Padahal nenek moyang Minangkabau telah melahirkan budaya dengan sedemikian cerdas dan menariknya, dikarenakan nilai seni atau estetika seimbang dengan nilai-nilai adab dan etika yang sangat tinggi. Keelokan sifat, jiwa dan pikiran diterapkan dengan aturan-aturan bernagari,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dicontohkan pada pidato adat &#8220;Bapasambahan&#8221;. Seringkali terjadi pengulangan kalimat dalam debat diskusi. Kata antara pihak tuan rumah diulang kembali pihak tamu dan begitu sebaliknya. Hal itu sebagai bentuk penguatan kalimat atau diskusi, yang bicarakan sesuai dengan yang disampaikan kedua belah pihak.</p>
<p>&#8220;Pasambahan itu sesungguhnya memiliki makna tersendiri. Tabayum atau memperkuat kepastian makna kalimat atau kata dalam diskusi pasambahan pidato adat. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan kekeliruan dalam musyawarah mufakat. Dan semestinya, sifat dan tatanan nilai itu dipertajam. Bukan sebaliknya! Budaya Minabgkabau mempertajam keelokan budi. Mengasah raso jo pareso, etika dan sifat malu,&#8221; tutup Angku Yus Bandaro Bodi. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-nenek-moyang-minangkabau-latih-kecerdasan-anak-cucu-dengan-bahasa-kias/">Angku Yus Dt. Parpatiah: Nenek Moyang Minangkabau Latih Kecerdasan Anak Cucu dengan Bahasa Kias</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Webinar Khazanah Manuskrip Minangkabau Perdana Dihelat</title>
		<link>https://prokabar.com/webinar-khazanah-manuskrip-minangkabau-perdana-dihelat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2020 11:21:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#khazanahminangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, hadiri web seminar pertama Khazanah Manuskrip Minangkabau di ruang kerja Gubernur, Jumat, (12/6). Webinar ini adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/webinar-khazanah-manuskrip-minangkabau-perdana-dihelat/">Webinar Khazanah Manuskrip Minangkabau Perdana Dihelat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar –</strong> Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, hadiri web seminar pertama Khazanah Manuskrip Minangkabau di ruang kerja Gubernur, Jumat, (12/6).</p>
<p>Webinar ini adalah seminar pertama yang dilakukan Dinas kebudayaan Provinsi Sumatera Barat melalui media daring yang direncanakan sekali dua minggu tiap bulannya.</p>
<p>Dalam sambutannya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mengapresiasi Dinas Kebudayaan Sumbar, karena dalam keadaan pandemi tetap produktif tetapi aman covid, karena jaga jarak sosial dan jarak fisik.</p>
<p>“Melestarikan budaya adalah suatu keniscayaan, karena budaya adalah identitas kita,&#8221; tutur Irwan.</p>
<p>Pelestarian budaya disini tambah Irwan, termasuk menjaga kekhasan daerah kita, seperti tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 18 tentang perlunya menjaga kekhasan masing-masing daerah.</p>
<p>Sumatera Barat sebut Irwan, adalah salah satu Provinsi yang secara fakta mempunyai adat budaya yang tumbuh dan berkembang, hal ini terbukti dengan banyaknya macam pakaian adat perempuan di minangkabau.</p>
<p>Bahkan kata Irwan ada sekitar enam ratus lebih model baju dan asesoris, masakan khas minangkabau seperti; rendang dengan berbagai macam cara pembuatan, silat yang telah memasuki ranah perfilman Holywood dan telah menjadi salah satu warisan budaya tak benda dari UNESCO, serta pantun yang telah menjadi salah satu kekhasan budaya minangkabau yang perlu dilestarikan.</p>
<p>Namun Semua itu hendaknya dilestarikan, dengan cara dibukukan, dicatat agar menjadi acuan dimasa mendatang.</p>
<p>&#8220;Acara ini menjadi motivasi, tidak hanya melestarikan dan menjaga budaya minangkabau, akan tetapi meneruskan ke anak cucu kita, agar menjadi panduan dan nantinya tidak kehilangan arah, serta tidak dianggap ketinggalan zaman,&#8221; Ujar Irwan mengakhiri.</p>
<p>Selain itu, pada kesempatan yang sama Kepala Dinas kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan, bahwa webinar kali ini adalah salah satu langkah untuk mengungkit warisan budaya Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Webinar ini diharapkan bisa merealisasikan kekayaan budaya, terkumpul informasi, ide serta gagasan tentang warisan budaya yang tersebar diberbagai tempat di Sumbar,&#8221; Papar Gemala.</p>
<p>Terakhir Gemala berharap melalui webinar ini, masyarakat luas mengetahui pentingnya melakukan inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan dan penyelamatan terhadap kekayaan warisan budaya yang ada di Sumatera Barat. (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/webinar-khazanah-manuskrip-minangkabau-perdana-dihelat/">Webinar Khazanah Manuskrip Minangkabau Perdana Dihelat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 54/269 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.025 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:54:08 by W3 Total Cache
-->