<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#MinangCorner Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/minangcorner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/minangcorner/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Apr 2018 15:49:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#MinangCorner Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/minangcorner/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kerambil, Pedusi, Udut. Itu Bahasa Indonesia. Tak Percaya? Baca Ini!</title>
		<link>https://prokabar.com/kerambil-pedusi-udut-itu-bahasa-indonesia-tak-percaya-baca-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#BahasaIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Celakalah sudah anak muda Minang kini memakai dialek Jawa di kampung halaman. Di radio misalnya. Dalam dialek sehari-hari, untung masih memakai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kerambil-pedusi-udut-itu-bahasa-indonesia-tak-percaya-baca-ini/">Kerambil, Pedusi, Udut. Itu Bahasa Indonesia. Tak Percaya? Baca Ini!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Celakalah sudah anak muda Minang kini memakai dialek Jawa di kampung halaman. Di radio misalnya. Dalam dialek sehari-hari, untung masih memakai bahasa ibunya. Celaka pula jika bahasa Minang tak berubah. Zaman saja berganti apalagi bahasa.</p>
<p>Kosakata Minang dalam kamus bisa dilihat. Anda jangan heran, &#8220;apa? Bahasa awak tu?&#8221;</p>
<p>Apa misal? Berang, udut, sipi, kerambil, lawas (luas), jombang, sibir (cabik), gaek, lenyai, pedusi. Kemudian pernah dengar,&#8221; den cakiak mariah ang baru tau.&#8221; Mah mariah jadi bahasa Indonesia ditulis merih. Berikut mandeh, mamak, kemenakan, tadir dan sansai serta banyak lagi. Kan tadi nomor dua, ya banyak. Downlod saja Kamus Bahasa Indonesia cari di sana, habis waktu takkan sudah.</p>
<p>Di Sumatera Barat penggunaan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Minang dan hampir selalu adalah, himbau. Yang benar, imbau. Maka diimbau kulit kerambil muda jangan dibuang sembarangan saja, he he&#8230;<b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kerambil-pedusi-udut-itu-bahasa-indonesia-tak-percaya-baca-ini/">Kerambil, Pedusi, Udut. Itu Bahasa Indonesia. Tak Percaya? Baca Ini!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/">Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding bahasa daerah lain, seperti Bahasa Jawa (27,5%) dan Bahasa Sunda(2,5%). Meskipun dalam perkembangannya, jumlah kosakata Minangkabau cenderung menurun dibandingkan interferensi kedua bahasa daerah tersebut.</p>
<p>Posisi 1988</p>
<p>Kemudian menurut catatan Adi Budiwiya,<br />
bahasa Jawa menempati urutan teratas dalam kontribusinya terhadap pengembangan kosakata bahasa Indonesia, yakni 30,54 %. Berturut-turut disusul bahasa Minangkabau (25,59%), Sunda (6,14%), Madura (6,09%), Bali (4,21%), Aceh (3,08%), dan Banjar (2,75%)</p>
<p>Meski turun ke nomor dua, tapi melihat pengguna bahasa Jawa yang ratusan juta orang maka hal itu wajar. Wajar jiga Bahasa Minang nomor dua karena posisi liberonya sejak sebelum kemerdekaan sampai orde baru. Novel-novel para sastrawan Minang menggugah Nusantara. Waktu itu 9 dari 15 pengarang Balai Pustaka adalah anak Minang<b>.(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/">Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</title>
		<link>https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Bahasa Minangkabau memberi kontribusi paling hebat untuk kosa kata bahasa Indonesia. Saat dihitung pada 1966, posisinya nomor satu atau 38 persen....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/">Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Bahasa Minangkabau memberi kontribusi paling hebat untuk kosa kata bahasa Indonesia. Saat dihitung pada 1966, posisinya nomor satu atau 38 persen. Ketika dipreteli ulang 1988 posisinya turun ke nomor 2 atau 25,9 persen.</p>
<p>Kedudukannya digantikan Bahasa Jawa dengan 30, 54 persen yang pada 1966 di nomor dua dengan posisi 27.5 persen. Dari pemimpin klasemen ke nomor dua bukan tanpa sebab. Ini dimungkinkan dua hal. Pertama media massa nasional banyak mempopulerkan bahasa Jawa dan novel yang terbit sudah jarang dari Minangkabau.<b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/">Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/69 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-16 10:47:08 by W3 Total Cache
-->