<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>minang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/minang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/minang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Nov 2021 14:20:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>minang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/minang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita Keteladanan Pendiri Bangsa di Sosialisasi Empat Pilar</title>
		<link>https://prokabar.com/cerita-keteladanan-pendiri-bangsa-di-sosialisasi-empat-pilar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2021 14:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Hipmi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97932</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Jurnalis senior sekaligus sejarawan Hasril Chaniago, menceritakan kisah-kisah keteladanan yang dilakukan pendiri bangsa asal ranah minang. Ini disampaikan saat sosialisasi empat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-keteladanan-pendiri-bangsa-di-sosialisasi-empat-pilar/">Cerita Keteladanan Pendiri Bangsa di Sosialisasi Empat Pilar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Padang, Prokabar &#8211;</a> </strong>Jurnalis senior sekaligus sejarawan Hasril Chaniago, menceritakan kisah-kisah keteladanan yang dilakukan pendiri bangsa asal ranah minang. Ini disampaikan saat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dihelat anggota MPR Emma Yohanna.</p>
<p>Mengawali kegiatan dengan penjelasan isi sumpah pemuda, dimana didalamnya terdapat bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Da in, sapaan akrab Hasril Chaniago menyampaikan bahwa awalnya, bahasa melayu lah, yang akan menjadi bahasa persatuan, ini mengemuka dalam kongres pemuda pertama yang digelar perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia september 1926. Ini dikarenakan bahasa melayu telah lama menjadi bahasa perdagangan.</p>
<p>Namun seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya diputuskan, bahasa indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan yang menjadi salah satu poin dari sumpah pemuda yang dikumandangkan pada 28 oktober 1928.</p>
<p>Dalam penjelasannya, hasril chaniago juga menjelaskan seputar bagaimana bukittinggi atau Sumatera Barat menjadi ibukota negara setelah Yogyakarta diduduki pada 19 desember 1948. Telegram yang tidak pernah sampai kepada Sjafrudin Prawiranegara, tak membuat Republik Indonesia hilang, karena melalui sambungan radio yang diteruskan ke Aceh, akhirnya dunia tahu, bahwa Republik Indonesia masih ada.</p>
<p>Dalam materinya di sosialisasi empat pilar ini, di hadapan Hipmi Sumbar, Hasril Chaniago, menjelaskan keteladanan dari para pendiri bangsa, mulai dari Mohammad Natsir yang menginisiasi mosi integral, termasuk peran tokoh bangsa lainnya, seperti mister Assaat dan juga Abdul Halim serta lainnya. Semua tokoh bangsa tersebut, bukan lah pejabat negara seperti yang kita lihat saat ini, dengan fasilitas sedemikian rupa, namun lebih dari pada itu, semuanya pun memiliki jabatan, namun keterbatasan keuangan negara, membuat pemimpin-pemimpin bangsa termasuk dari Sumatera Barat, murni bergerak karena keikhlasan demi bangsa dan negaranya.</p>
<p>Salah satu contoh lainnya, bagaimana Rahmi Hatta, istri dari Mohammad Hatta, urung membeli mesin jahit, karena adanya pemotongan nilai tukar rupiah, yang membuat nilai uang menjadi lebih kecil. Namun Mohammad Hatta tidak memberitahukan terlebih dahulu rencana tersebut, karena bagian dari rahasia negara, meski merugikan bagi istrinya yang hendak membeli mesin jahit.</p>
<p>Emma Yohanna menyebut, berkurangnya, atau nyaris tidak ada Tokoh Bangsa yang menjadi teladan saat ini, menjadi salah satu alasan, lambatnya kemajuan bangsa, sehingga sosialisasi empat pilar, yakni, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi bagian dari mengingatkan kembali generasi muda, seperti HIPMI Sumbar, agar dapat meneruskannya kepada rekan-rekan mereka, di lingkungan tempat tinggal, atau pun di komunitas dan juga relasi mereka.</p>
<p>Lebih lanjut, diantara kelemahan lainnya, yang kini perlu diminimalisir demi keutuhan bangsa adalah, radikalisme atau pemahaman sempit seputar agama atau kepercayaan yang dianut warga negara. Selain fanatisme daerah tentunya. Lebih lanjut, Emma Yohanna menambahkan, Kehadiran Hasril Chaniago dalam sosialisasi empat pilar, yang banyak menceritakan keteladanan pemimpin bangsa, diharapkan dapat membangkitkan kembali rasa memiliki dan semangat berbuat lebih baik bagi bangsa dan negara. Sebagaimana mereka anggota HIPMI Sumbar, memiliki peran dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di ranah minang. <strong>(Adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-keteladanan-pendiri-bangsa-di-sosialisasi-empat-pilar/">Cerita Keteladanan Pendiri Bangsa di Sosialisasi Empat Pilar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina</title>
		<link>https://prokabar.com/mengenal-sosok-raja-bagindo-ali-ulama-minangkabau-penyebar-agama-islam-di-filipina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2021 05:18:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Islam]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Bagindo Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95891</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Raja Bagindo Ali atau yang dari ejaan Filipina dikenal dengan nama Rajah Baguinda Ali adalah sosok penting atas jasanya dalam penyebaran agama....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-sosok-raja-bagindo-ali-ulama-minangkabau-penyebar-agama-islam-di-filipina/">Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;</strong></a> Raja Bagindo Ali atau yang dari ejaan Filipina dikenal dengan nama Rajah Baguinda Ali adalah sosok penting atas jasanya dalam penyebaran agama.</p>
<p>Ulama asal Minangkabau tersebut adalah orang yang bangun cikal-bakal Kesultanan Sulu Filipina di bagian selatan pada abad 14 akhir.</p>
<p>Raja Bagindo injak kaki di Sulu pada tahun 1390. Meski jadi ulama yang berpengaruh, ia bukan orang pertama yang sebar dakwah di kawasan Mutiara Laut dari Orien tersebut.</p>
<p>Ia melanjutkan estafet dakwah dari pendahulunya keturunan Arab yaitu Karim ul-Makhdun.<br />
Tak hanya ke Sulu, Raja Bagindo juga pernah kunjungi daerah lain di kawasan Asia yaitu Serawak dan Sabah, Malaysia.</p>
<p>Berkat dibawah bimbingan Raja Bagindo, agama Islam di Sulu cepat berkembang. Dibuktikan dari kelahiran bibit Kesultanan Sulu Selatan pada abad ke-14.</p>
<p>Masuk tahun 1450, Rajo Sulu yang sudah sukses dan terkenal dengan kerja yang baik ganti posisi dengan sang menantu yaitu Sharif ul-Hashim Syed Abu Bakar, putra asal Arab.</p>
<p>Dari keterangan sejarah, sampai akhir hayat Raja Bagindo berhasil buat masyarakat Sulu hingga Pulau Sibutu masuk agama Islam.</p>
<p>Meski sukses dengan dakwah dari Raja Bagindo, kemewahan kerajaan Sulu saat ini hanya jadi kenangan dan cerita sejarah.</p>
<p>Suasana agung Islam di kawasan itu sempat rusak karena muncul kasus penyanderaan warga Indonesia dari kelompok Abu Sayyaf.</p>
<p>Kepulauan Sulu sendiri adalah kawasan di bagian selatan Filipina yang tak jauh dari negara tetangga yaitu Sabah, Malaysia.</p>
<p>Pulau itu memiliki luas 1.600 kilometer. Mayarakat asli sana adalah keturunan Suku Banjau, Baguingui serta Tasug, dan pegang bahasa daerah yaitu Melayu dan Tagalog. <strong>(MG1_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-sosok-raja-bagindo-ali-ulama-minangkabau-penyebar-agama-islam-di-filipina/">Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-taufiq-ismail-sastrawan-kebanggaan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 15:03:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Sastrawan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#tanah datar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Taufiq Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Taufiq Ismail adalah seorang penyair dan sastrawan ternama Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi di telinga sebagian penikmat seni tanah air....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-taufiq-ismail-sastrawan-kebanggaan-indonesia/">Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com &#8211;</a> </strong>Taufiq Ismail adalah seorang penyair dan sastrawan ternama Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi di telinga sebagian penikmat seni tanah air.</p>
<p>Seniman dengan gelar Datuk Panji Alam Khalifatullah itu lahir dari pasangan A. Gaffar Ismail dan Sitti Nur Muhammad di Bukittinggi pada 25 Juni 1935.</p>
<p>Sama dengan dirinya, ayah dari Taufiq Ismail adalah seorang tokoh ternama, yang mana merupakan ulama serta pendiri dari Permi.</p>
<p>Masa Sekolah Dasar (SD) Taufiq lalui di tiga kota, yaitu Solo, Semarang, dan Yogyakarta. Semasa SMP ia menyelesaikan pendidikannya di Bukittinggi, dan SMA di Pekalongan.</p>
<p>Tumbuh dalam keluarga yang penuh nuansa pendidikan yaitu dari seorang guru dan wartawan, Taufiq jadi pribadi yang identik dengan dunia sastra.</p>
<p>Taufiq tidak langsung terjun jadi sastrawan secara langsung. Jauh dari kata seni, ia adalah alumni FKHP-UI (Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Universitas Indonesia) Bogor di tahun 1963.</p>
<p>Di masa kuliah, Taufiq cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Diantaranya pernah bergabung dengan Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PIII) dan Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961).</p>
<p>Ia juga jadi salah satu penerima beasiswa AFS International Scholarship dan aktif sejak tahun 1958 di  AFS Indonesia dan jabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya.</p>
<p>Kesuksesannya dalam dunia sastra tak hanya di Indonesia, namun juga sudah sampai ke luar negeri.  Beragam penghargaan pun telah ia dapatkan.</p>
<p>Penghargaan luar negeri yang telah diraih Taufiq antara lain Cultural Visit Award dari Australia (1977) serta South East Asia Write Award dari kerajaan Thailand (1994).</p>
<p>Sedangkan penghargaan nasional yaitu Anugerah Seni Pemerintah di tahun 1970</p>
<p>Taufiq juga memiliki rumah sastra yang bernama &#8220;Rumah Puisi Taufiq Ismail&#8221;, tempat itu dijadikannya sebagai koleksi karya-karya sastrawan legendaris Indonesia.</p>
<p>Hingga saat ini rumah puisi Taufiq Ismail menjadi salah satu wisata edukatif di Tanah Datar. <strong>(MG1_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-taufiq-ismail-sastrawan-kebanggaan-indonesia/">Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Tokoh Minang Berpengaruh di Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/4-tokoh-minang-berpengaruh-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 02:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Orang minang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Orang Minang atau yang biasa dikenal dengan sebutan urang awak adalah kaum yang terkenal dengan kemampuan dalam berdagang. Sudah terbukti, banyak insan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-tokoh-minang-berpengaruh-di-dunia/">4 Tokoh Minang Berpengaruh di Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;</strong></a> Orang Minang atau yang biasa dikenal dengan sebutan urang awak adalah kaum yang terkenal dengan kemampuan dalam berdagang.</p>
<p>Sudah terbukti, banyak insan asal Sumatera Barat itu yang sukses di kota bahkan negara lain dengan kemampuan mereka dalam menjajakan dagangan.</p>
<p>Terkenal dengan kehebatan dalam berjualan, orang Minang ternyata juga punya bakat lain yang diakui dunia. Siapa saja orang dengan kemampuan tersebut? Berikut orang-orangnya:</p>
<h4><strong>1. Raja Bagindo </strong></h4>
<p>Raja Bagindo Ali adalah seorang tokoh inspiratif yang sukses dengan kecerdasannya di mancanegara.</p>
<p>Ia adalah ulama Minangkabau yang membangun Kesultanan Sulu di Filipina Selatan pada akhir abad ke-14, dan tiba di Sulu adalah pada tahun 1390.</p>
<p>Bukan orang pertama, Raja Bagindo adalah tokoh ulama yang ikut serta dalam pewarisan dakwah Islam yang pada waktu sebelum dia telah dibangun oleh Karim ul-Makhdum, seorang ulama yang punya garis keturunan Arab.</p>
<h4><strong>2. Tuanku Imam Bonjol</strong></h4>
<p>Masih dari kalangan ulama, tokoh inspiratif asal Minangkabau selanjutnya adalah Tuanku Imam Bonjol.</p>
<p>Ia adalah tokoh dengan beragam gelar yang lahir di Bonjol, Kabupaten Pasaman.</p>
<p>Urang awak dengan nama asli Muhammad Syahab ini adalah pemimpin kawasan setempat yang  sangat mendunia.</p>
<p>Diketahui semasa Imam Bonjol masih hidup ada seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan yang tunjuk ia untuk jadi Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol.</p>
<p>Selalu dikenang, Imam Bonjol jadi salah satu ikon dalam mata uang Indonesia, yaitu uang pecahan Rp. 5000.</p>
<h4><strong>3. Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi</strong></h4>
<p>Tokoh minang yang berikutnya adalah Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, beliau kelahiran Kota Tuo, Agam, Sumatera Barat pada hari Senin, 6 Dzulhijjah 1274 H (1860 M).</p>
<p>Ayah beliau bernama Abdul Lathif berasal dari Kota Gadang, sedangkan kakeknya bernama Abdullah merupakan salah satu ulama besar di daerahnya.</p>
<p>Beralih ke Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkbawi, beliau juga merupakan seorang ulama yang pernah menjadi imam besar di Masjdil Haram, Mekkah, dan satu-satunya imam besar non-Arab.</p>
<h4><strong>4. Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I (Sultan Johor)</strong></h4>
<p>Tokoh Minangkabau terakhir yang buat dunia takjub dengan prestasi yang ia punya adalah Sultan Abdul Jalil Syah atau Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I.</p>
<p>Ia punya nama kecil Raja Kecik atau Raja Kecil, asal Pagaruyung.</p>
<p>Di tahun 1717 Raja Kecik sukses ambil alih Kesultanan Johor Malaysia, yang mana hal itu buat dirinya otomatis menjadi Sultan Johor.</p>
<p>Namun pada tahun 1722, karena ada masalah antar bangsawan di Johor, Raja Kecik lengser dan pindah ke Siak di tahun 1723. <strong>(MG1_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-tokoh-minang-berpengaruh-di-dunia/">4 Tokoh Minang Berpengaruh di Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan Puan Maharani Pakai Baju Adat Bundo Kanduang</title>
		<link>https://prokabar.com/alasan-puan-maharani-pakai-baju-adat-bundo-kanduang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 13:36:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#tanah datar]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Indra Lukman]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<category><![CDATA[Taufiq Kiemas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92994</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Jakarta &#8211; Ketua DPR RI Puan Maharani mendapat sorotan publik lantaran memakai baju adat Bundo Kanduang asal Sumatera Barat (Sumbar) pada HUT RI...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alasan-puan-maharani-pakai-baju-adat-bundo-kanduang/">Alasan Puan Maharani Pakai Baju Adat Bundo Kanduang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar.com, Jakarta</strong> &#8211; Ketua DPR RI Puan Maharani mendapat sorotan publik lantaran memakai baju adat Bundo Kanduang asal Sumatera Barat (Sumbar) pada HUT RI ke-76 di Istana.</p>
<p>Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar Alex Indra Lukman menjelaskan Puan Maharani memakai baju adat Bundo Kanduang karena ayahnya Taufiq Kiemas adalah orang Tanah Datar.</p>
<p>&#8220;Bapaknya Taufiq Kiemas adalah orang Tanah Datar dan yang dipakai Puan adalah baju adat dari sana sehingga auranya memancar,&#8221; kata Alex.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/alasan-puan-maharani-pakai-baju-adat-bundo-kanduang/puan-maharani-baju-bundo-kanduang/" rel="attachment wp-att-92995"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1069" height="1600" class="size-full wp-image-92995" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/puan-maharani-baju-bundo-kanduang.jpg" alt="&quot;&lt;yoastmark" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/puan-maharani-baju-bundo-kanduang.jpg 1069w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/puan-maharani-baju-bundo-kanduang-200x300.jpg 200w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/puan-maharani-baju-bundo-kanduang-684x1024.jpg 684w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/puan-maharani-baju-bundo-kanduang-768x1149.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/puan-maharani-baju-bundo-kanduang-1026x1536.jpg 1026w" sizes="(max-width: 1069px) 100vw, 1069px" /></a></p>
<p>Menurut Alex, pemilihan baju adat Bundo Kanduang merupakan penghargaan bagi warga Tanah Datar.</p>
<p>Bahkan Puan menunjukkan kebangaan sebagai anak dari Taufiq Kiemas yang bergelar Datuak Basa Batuah.</p>
<p>&#8220;Bangga sebagai anak dari Almarhum Taufiq Kiemas dan penghargaan untuk kampung dalam semangat kebinekaan,&#8221; ungkap Alex.</p>
<p>Alex menegaskan Puan Maharani tidak memiliki maksud lain saat mengenakan pakaian adat Bundo Kanduang.</p>
<p>Puan Maharani dan ibunya Megawati Soekarnoputri memang sangat perhatian pada Sumatera Barat.</p>
<p>Alex mencontohkan, saat Megawati menjabat sebagai Presiden Indonesia, pembangunan kelok 9 terwujud, Bandara Internasional Minangkabau, sampai pada perluasan Teluk Bayur.</p>
<p>Sayangnya saat itu anggaran terbatas sehingga pembangunan tersebut berlanjut pada Presiden setelahnya.</p>
<p>&#8220;Semua program itu sangat bermanfaat bagi rakyat. Karena keuangan saat itu, maka semuanya berjangka panjang dan berlanjut pada pemerintahan berikutnya,&#8221; jelas Alex.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alasan-puan-maharani-pakai-baju-adat-bundo-kanduang/">Alasan Puan Maharani Pakai Baju Adat Bundo Kanduang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Tahun Spartacks, Loyalitas itu Masih tanpa Batas</title>
		<link>https://prokabar.com/11-tahun-spartacks-loyalitas-itu-masih-tanpa-batas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2021 15:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#loyalitas]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#semen Padang Fc]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[spartacks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Kelompok suporter Semen Padang FC, Spartacks, merayakan hari jadinya yang ke-11, Selasa (18/5). Belum dan tidak akan pernah beranjak dari khitah-nya,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/11-tahun-spartacks-loyalitas-itu-masih-tanpa-batas/">11 Tahun Spartacks, Loyalitas itu Masih tanpa Batas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, <a href="https://www.bolabeten.com/">prokabar</a></strong> &#8211; Kelompok suporter Semen Padang FC, Spartacks, merayakan hari jadinya yang ke-11, Selasa (18/5).</p>
<p>Belum dan tidak akan pernah beranjak dari khitah-nya, loyalitas yang masih berdiri tegak dan tanpa batas untuk &#8220;kabau Sirah&#8221;.</p>
<p>Ketua Harian Spartacks, Vembi Fernando Piliang, mengatakan ulang tahun spartacks kali ini masih dalam suasana prihatin, karena pandemi Covid-19.</p>
<p>Namun hal itu, tak menyurutkan harapan kelompok suporter yang satu ini untuk tetap berdiri tegak mendukung Semen Padang FC.</p>
<p>&#8220;Harapan terbesar kami tentu saja pandemi ini segera hilang, aktifitas sepakbola kembali berjalan normal.&#8221;ujar Vembi kepada <em>bolabeten</em>, Selasa malam.</p>
<p>&#8220;Jika kembali normal, tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan agar kembali menyemangati Semen Padang FC berlaga di kandang maupun tandang. &#8221;</p>
<p>&#8220;Bisa kembali menciptakan gemuruh di stadion Agus Salim Padang,&#8221;tegasnya.</p>
<p>Karena itu, Vembi meminta kepada seluruh anggota Spartaks baik yang di ranah maupun di rantau, untuk selalu kompak, solid, total dan loyal dalam memberikan dukungan saat Semen Padang FC berlaga.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-87561" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/spartacks-300x194.jpg" alt="" width="419" height="271" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/spartacks-300x194.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/spartacks.jpg 750w" sizes="(max-width: 419px) 100vw, 419px" /></p>
<p>Tak lupa Vembi atas nama Spartackcs, menitipkan harapan untuk Semen Padang FC, teruslah berusaha semaksimal mungkin di tengah berbagai kendala.</p>
<p>&#8220;Kami pastikan, apapun kondisinya dukungan dari Spartacks akan terus mengalir untuk tim. Bermainlah dengan hati, dan berikan yang terbaik bagi Ranah Minang.&#8221;lanjut vembi.</p>
<h3>Berdirinya Spartacks</h3>
<p>Suporter militan Kabau Sirah ini berdiri 11 tahun yang lalu, bersamaan dengan promosinya Semen Padang FC ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.</p>
<p>Kelompok suporter mandiri ini terdiri dari para anak muda militan, seperti Rahmat Istiqlal, Ussyainar Malin Malano, Alfons, Jack Soekamty, Anton Rizal dan lain-lainnya.</p>
<p>Mereka bersatu dalam satu ide dengan mereka yang di rantau seperti Vembi, Feri Ferdian, Haris, dan banyak lagi, menjadi tonggak awal berdirinya Spartacks.</p>
<p>Mereka datang membawa semangat perubahan, bersepakat untuk mendirikan Supporter Padang dan Anak Rantau Cinta Kabau Sirah, atau Spartacks.</p>
<p>Misi awalnya menjadi supporter Sumatera Barat yang kreatif dan atraktif di tribun, di stadion manapun berada. Tagline atau yel-yel kebesaran yang selalu mereka usung adalah &#8220;Sasaka&#8221; atau salam sanak sakampuang.</p>
<p>Selalu memberikan warna merah di antara warna supporter lain di tanah rantau saat Semen Padang FC berlaga juga menjadi bagian dari bentuk loyalitas dan totalitas untuk tim.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, saat ini sudah menginjak angka 11 tahun sejak deklarasi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Semoga kita semua dapat terus menjaga eksistensi Spartacks, menjadi supporter yang kreatif, total, loyal dalam memberikan dukungan pada Semen Padang FC dimanapun berada.&#8221;tutup Vembi</p>
<p>Apresiasi juga diberikan manejer Semen Padang Fc, Effendi Syahputra di hari jadi Spartacks.</p>
<p>&#8220;Semoga Spartacks makin jaya, tetap solid, dan tetap setia mendukung Semen Padang FC di persepakbolaan nasional.&#8221;ujar Effendi melalui video pendek di IG resmi klub.</p>
<p>Selamat Milad Spartacks; Salam Sanak Sakampuang, Loyalitas tanpa Batas,<strong>(mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/11-tahun-spartacks-loyalitas-itu-masih-tanpa-batas/">11 Tahun Spartacks, Loyalitas itu Masih tanpa Batas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadhan, di Ranah Minang Pasar Tumpah Ruah</title>
		<link>https://prokabar.com/sambut-ramadhan-di-ranah-minang-pasar-tumpah-ruah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 06:13:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/sambut-ramadhan-di-ranah-minang-pasar-tumpah-ruah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Semua pasar di Sumbar, penuh sesak oleh warga guna membeli kebutuhan puasa. Mall pun tak ketinggalan diserbu. Di daerah-daerah pasar tradisional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sambut-ramadhan-di-ranah-minang-pasar-tumpah-ruah/">Sambut Ramadhan, di Ranah Minang Pasar Tumpah Ruah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Semua pasar di Sumbar, penuh sesak oleh warga guna membeli kebutuhan puasa. Mall pun tak ketinggalan diserbu.</p>
<p>Di daerah-daerah pasar tradisional yang hari &#8220;balai&#8221; Minggu, Senin, Selasa san Rabu besok, tingkat kepadatan pengunjung luar biasa. </p>
<p>Bukittinggi sejak sepekan ini ramai. Demikian juga Payakumbuh, Solok dan Batusangkar. Pasar Pangkalan dilaporkan ramai sekali. Juga di kawasan Sitiung.</p>
<p>*Ribuan orang*</p>
<p>Sementar itu, dilaporkan ribuan warga Agam,  tumpah ruah dan bergemberi dalam pesta pantai yang digelar di PasiaTiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Senin (14/5).</p>
<p>Salah seorang pedagang di Pantai Pasia Tiku, Ayang (48) di Lubuk Basung, Senin, mengatakan, pengunjung cukup ramai semenjak dimulainya pesta pantai pada 13 hingga 14 Mei.</p>
<p>&#8220;Mereka ini berasal dari beberapa kecamatan di Agam dan ada juga dari kabupaten dan kota lainnya di Sumbar. Ini berdasarkan pengakuan mereka saat berbelanja ke warung saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pesta ini digelar pemuda Pasir Tiku setiap tahun menjelang Ramadhan.</p>
<p>&#8220;Keramaian ini menjadi berkah bagi kami, karena setiap hari sekitar jutaan penjualan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Seorang pengunjung, Samsul Arman, mengatakan, dirinya sengaja membawa anak-anaknya dari Lubuk Basung ke lokasi untuk menikmati pesta pantai dan bermain ombak.</p>
<p>&#8220;Setiap tahun saya datang untuk mengunjungi pesta pantai tersebut,&#8221; katanya.<b>(*/cpp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sambut-ramadhan-di-ranah-minang-pasar-tumpah-ruah/">Sambut Ramadhan, di Ranah Minang Pasar Tumpah Ruah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkah Bunyi Talempong Buat Kak Ros Takjub pada Budaya Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/tingkah-bunyi-talempong-buat-kak-ros-takjub-pada-budaya-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 02:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Arif#KakRos]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#Lida]]></category>
		<category><![CDATA[#Talempong]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/tingkah-bunyi-talempong-buat-kak-ros-takjub-pada-budaya-minang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8212; Penampilan Arif Firman rupanya sangat ditunggu tim juri LIDA. Meski di urutan terakhir, namun penampilan urang awak ini begitu berkesan. Salah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkah-bunyi-talempong-buat-kak-ros-takjub-pada-budaya-minang/">Tingkah Bunyi Talempong Buat Kak Ros Takjub pada Budaya Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta, Prokabar &#8212;</b> Penampilan Arif Firman rupanya sangat ditunggu tim juri LIDA. Meski di urutan terakhir, namun penampilan urang awak ini begitu berkesan.</p>
<p>Salah satunya juri asal Singapura, Rosalina. Wanita yang akrab disapa Kak Ros ini tak bisa berkata-kata ketika melihat penampilan Arif yang didahului suguhan bunyi Talempong dan tarian Minang dari sanggar Elly Kasim.</p>
<p>Saat memberikan penilaian, Kak Ros menarik nafas panjang. Kepada tiga finalis, ia menyerukan betapa beruntungnya mereka dilahirkan di bumi Indonesia yang kaya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6309" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180511-wa001073585591.jpg" width="800" height="801" /></p>
<p>&#8220;Kalian sangat beruntung berada di Indonesia yang kaya akan budaya, bahasa dan orang-orang yang sangat baik. Banyak orang di sini malah memberikan hadiah macam-macam pada finalis,&#8221; seru Kak Ros.</p>
<p>Sekedar ingin memuaskan keinginannya, Kak Ros meminta musisi Minang kembali memainkan Talempong. Begitu juga dengan para penari latar bersiap memberi hiburan pada Kak Ros.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-6310 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180511-wa0009-157210624.jpg" width="960" height="1200" /></p>
<p>&#8220;I&#8217;m very happy jadi orang Singapura satu-satunya yang menikmati indahnya budaya Indonesia. Hanya di sini di acara LIDA saja,&#8221; puji Kak Ros dengan suara bergetar.<b> (beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkah-bunyi-talempong-buat-kak-ros-takjub-pada-budaya-minang/">Tingkah Bunyi Talempong Buat Kak Ros Takjub pada Budaya Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerambil, Pedusi, Udut. Itu Bahasa Indonesia. Tak Percaya? Baca Ini!</title>
		<link>https://prokabar.com/kerambil-pedusi-udut-itu-bahasa-indonesia-tak-percaya-baca-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#BahasaIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Celakalah sudah anak muda Minang kini memakai dialek Jawa di kampung halaman. Di radio misalnya. Dalam dialek sehari-hari, untung masih memakai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kerambil-pedusi-udut-itu-bahasa-indonesia-tak-percaya-baca-ini/">Kerambil, Pedusi, Udut. Itu Bahasa Indonesia. Tak Percaya? Baca Ini!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Celakalah sudah anak muda Minang kini memakai dialek Jawa di kampung halaman. Di radio misalnya. Dalam dialek sehari-hari, untung masih memakai bahasa ibunya. Celaka pula jika bahasa Minang tak berubah. Zaman saja berganti apalagi bahasa.</p>
<p>Kosakata Minang dalam kamus bisa dilihat. Anda jangan heran, &#8220;apa? Bahasa awak tu?&#8221;</p>
<p>Apa misal? Berang, udut, sipi, kerambil, lawas (luas), jombang, sibir (cabik), gaek, lenyai, pedusi. Kemudian pernah dengar,&#8221; den cakiak mariah ang baru tau.&#8221; Mah mariah jadi bahasa Indonesia ditulis merih. Berikut mandeh, mamak, kemenakan, tadir dan sansai serta banyak lagi. Kan tadi nomor dua, ya banyak. Downlod saja Kamus Bahasa Indonesia cari di sana, habis waktu takkan sudah.</p>
<p>Di Sumatera Barat penggunaan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Minang dan hampir selalu adalah, himbau. Yang benar, imbau. Maka diimbau kulit kerambil muda jangan dibuang sembarangan saja, he he&#8230;<b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kerambil-pedusi-udut-itu-bahasa-indonesia-tak-percaya-baca-ini/">Kerambil, Pedusi, Udut. Itu Bahasa Indonesia. Tak Percaya? Baca Ini!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/">Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding bahasa daerah lain, seperti Bahasa Jawa (27,5%) dan Bahasa Sunda(2,5%). Meskipun dalam perkembangannya, jumlah kosakata Minangkabau cenderung menurun dibandingkan interferensi kedua bahasa daerah tersebut.</p>
<p>Posisi 1988</p>
<p>Kemudian menurut catatan Adi Budiwiya,<br />
bahasa Jawa menempati urutan teratas dalam kontribusinya terhadap pengembangan kosakata bahasa Indonesia, yakni 30,54 %. Berturut-turut disusul bahasa Minangkabau (25,59%), Sunda (6,14%), Madura (6,09%), Bali (4,21%), Aceh (3,08%), dan Banjar (2,75%)</p>
<p>Meski turun ke nomor dua, tapi melihat pengguna bahasa Jawa yang ratusan juta orang maka hal itu wajar. Wajar jiga Bahasa Minang nomor dua karena posisi liberonya sejak sebelum kemerdekaan sampai orde baru. Novel-novel para sastrawan Minang menggugah Nusantara. Waktu itu 9 dari 15 pengarang Balai Pustaka adalah anak Minang<b>.(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/">Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</title>
		<link>https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Bahasa Minangkabau memberi kontribusi paling hebat untuk kosa kata bahasa Indonesia. Saat dihitung pada 1966, posisinya nomor satu atau 38 persen....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/">Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Bahasa Minangkabau memberi kontribusi paling hebat untuk kosa kata bahasa Indonesia. Saat dihitung pada 1966, posisinya nomor satu atau 38 persen. Ketika dipreteli ulang 1988 posisinya turun ke nomor 2 atau 25,9 persen.</p>
<p>Kedudukannya digantikan Bahasa Jawa dengan 30, 54 persen yang pada 1966 di nomor dua dengan posisi 27.5 persen. Dari pemimpin klasemen ke nomor dua bukan tanpa sebab. Ini dimungkinkan dua hal. Pertama media massa nasional banyak mempopulerkan bahasa Jawa dan novel yang terbit sudah jarang dari Minangkabau.<b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/">Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?</title>
		<link>https://prokabar.com/tiga-ulama-minang-penyebar-islam-di-sulawesi-siapa-dia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2018 17:14:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4901</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, PROKABAR &#8211; Tiga ulama Minangkabau diminta datang ke Makassar, negeri nan jauh, di timur. Untuk apa? Islamkan kami. Tiga ulama itu kemudian membelah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-ulama-minang-penyebar-islam-di-sulawesi-siapa-dia/">Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>MAKASSAR, PROKABAR &#8211;</b> Tiga ulama Minangkabau diminta datang ke Makassar, negeri nan jauh, di timur. Untuk apa? Islamkan kami.</p>
<p>Tiga ulama itu kemudian membelah laut berbulan-bulan. Entah dengan kapal jenis apa. Ia tinggalkan kampungnya di Koto Tangah, Padang. Siapa ulama hebat itu?<br />
Ulama kita ini dipanggil Datuk. Ketiganya, Abdul Makmur Khatib Tunggal, disapa akrab Datuk ri Bandang. Kedua, Sulaiman Khatib Sulung, disapa Datuk Patipang dan ketiga Abdul Jawad Khatib Bungsu atau Datuk ri Tiro.<br />
Ulama Minang ini pergi meninggalkan kampung halamannya nan permai kira-kira abad ke-17.<br />
Tanyalah kepada siapa saja, asal orang Sulsek, termasuk Wapres Jusuf Kalla, pasti mereka menyebut Islam yang mereka peluk diajarkan oleh ulama Minangkabau.</p>
<p>Dari tiga datuk itu yang paling terkenal Datuk ri Bandang. Datuk ini bersama dua sahabatnya tak serta merta menyebarkan Islam. Pertama menyelidiki dulu siapa yang paling berpengaruh.</p>
<p>Setelah diketahui barulah ulama kita ini bergerak. Maka bacalah buku &#8220;Islamisasi Kerajaan Goa, Abad XVI sampai Abad XVII yang ditulis Ahmad M Sewang (2005)<br />
Dari buku ini diketahui Datuk ri Bandang seorang ahli fikih, Datuk Pitamang ahli tauhid dan Datuk ri Tiro ahli tasauf.</p>
<p>Sejak anak Minang ini hadir di angin mamiri itu, Islam pun lambat laun mulai tumbuh. Penganutnya raja-raja dan kaum bangsawan.<br />
Tak ada catatan kemana datuk-datuk ini setelah itu dan dimana kaumnya di Koto Tangah. Yang dicatat sebelum ke Sulawesi para datuk ini sempat menyebarkan Islam di Kutai, Kalimantan.</p>
<p>Lalu kini rasa hormat orang Sulsel pada orang Minang dipelihara dengan baik.<b> (nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-ulama-minang-penyebar-islam-di-sulawesi-siapa-dia/">Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Perantau, Pulanglah</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bperantau-pulanglah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2017 17:10:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/%e2%80%8bperantau-pulanglah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Perantau, Pulanglah. Kampung menunggu anda. Mereka ingin anda menjejak kembali pematang, tempat dulu berlari. Batang air yang dulu mengajarimu berenang. Dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bperantau-pulanglah/">​Perantau, Pulanglah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Perantau, Pulanglah. Kampung menunggu anda. Mereka ingin anda menjejak kembali pematang, tempat dulu berlari. Batang air yang dulu mengajarimu berenang. Dan pepohonan yang menjadi saksi, kenakalan kenakalan kecil yang dulu anda lakukan.<br />
Perantau, pulanglah. Tidak kah anda rindu dengan harumnya rumah gadang tempat anda dibesarkan. Dengan dinginnya air di kulah yang lebarnya sama panjang dengan tali timba pengambil air. Tidakkah anda rindu suara amak yang memanggil disaat azan magrib berkumandang. Marapi, Singgalang dan Tandikek berdiri gagah, menjaga itu semua. Untuk anda.</p>
<p>Perantau, pulanglah. Merantau memang menjadi cara masyarakat minang bermigrasi. Bukan untuk tidak kembali, tapi mencari ilmu dunia, ilmu agama dan pengalaman hidup. Ada yang sukses, ada yang merana. Namanya jalan takdir, tak perlu disesali.</p>
<p>Tapi inilah kampung kita, tempat kita melepaskan semua masalah. Bercengkrama di lapau lapau, menghirup pahitnya kopi. Kampung memeluk anda layaknya ibu memeluk anaknya. Lepaskan beban rantau, anda adalah diri sendiri, bagian masyarakat komunal yang kental, tanpa kenal status sosial.</p>
<p>Perantau, pulanglah. Ranah rindu dengan anda. Perputaran uang menggelinding hingga ke saku anak anak yang manambang. Pemerintah menprediksi Rp. 2 T uang yang akan berputar. Berputarnya kemana? Kemana mana, yang menikmati adalah ranah ini.</p>
<p>Ketika anda jalan jalan ke tempat wisata. Sempatkan jugalah berbelanja. Ketika belanja makanan di kaki lima, jangan banyak tawar menawar pula. Si penjual hanya menikmati perputaran uang ini sekali setahun. Terbayangkah anda, apa yang dikorbankannya saat menjaja dagangannya? Kebahagiaan.</p>
<p>Mudik tidak hanya soal pulang kampung. Tapi ada makna mendalam. Mudik menyatukan harmoni diri kita dengan masa lalu. Apa yang ditemui? Ketenangan.&nbsp;</p>
<p>Perantau, pulanglah. Bongkar kembali memori masa lalu. Masa tanpa ada teknologi yang mengatur kita. Masa dimana interaksi adalah wajah dengan wajah. Bukan jari dengan jari.</p>
<p>Ajari anak anda tentang alam. Tentang indahnya keluar masuk hutan. Dan tentang dunia yang tidak melulu bergerak cepat. Dan jangan lupa, ajak mereka bernostalgia ke tempat tempat yang anda dulu takjub mendatanginya. Nikmati.</p>
<p>Perantau, pulanglah. Pulanglah dengan sederhana, jangan pulang dengan melagak bahwa anda telah sukses. Ini adalah kampung kita, tempat dimana dulu kita anggap seluruh masyarakat adalah dunsanak. Tidak ada gunanya menperlihatkan kita hebat, kita kaya. Toh, mungkin dunsanak kita sudah tahu.</p>
<p>Pulanglah, tinggalkan semua masalah di rantau. Dan kembalilah dengan rasa suka cita. Sambil bicara lantang saya anak kampung. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bperantau-pulanglah/">​Perantau, Pulanglah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Seribu Rumah Gadang Menang Kompetisi</title>
		<link>https://prokabar.com/film-seribu-rumah-gadang-menang-kompetisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 May 2017 03:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=1380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, ProKabar. Dulu Solok selatan identik dengan tambang ilegal, kini sudah mulai berubah. Orang sudah mulai tahu, Solok Selatan adalah negeri yang indah. Ada Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/film-seribu-rumah-gadang-menang-kompetisi/">Film Seribu Rumah Gadang Menang Kompetisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, ProKabar. </strong>Dulu Solok selatan identik dengan tambang ilegal, kini sudah mulai berubah. Orang sudah mulai tahu, Solok Selatan adalah negeri yang indah.</p>
<p>Ada Nagari Seribu Rumah Gadang, ada juga hot water boom, ada pemandangan alam dan air terjun, kemudian goa yang katanya seperti isi kapal.</p>
<p>Baru baru ini, Nagari seribu Rumah Gadang yang divideokan oleh tim Awak badunsanak berhasil mendapatkan penghargaan. Juara 1 dalam Kompetisi Pariwisata Indonesia. Lomba ini digelar antar mahasiswa di Indonesia, didukung penuh oleh Kementrian Pariwisata.</p>
<p><iframe loading="lazy" class="my-youtube-video" title="Pesona Nagari Saribu Rumah Gadang" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/hOl2j05DOnY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Film ini dibuat oleh 7 mahasiswa. Diketuai oleh Saka Anyana Nugraha mahasiswa UNP Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. Anggotanya berstatus mahasiswa UNP dan UPI YPTK.</p>
<p>Pegiat Pariwisata Nofrin Napilus mengapresiasi prestasi ini. &#8221; Saat ini hanya ada 3 kata kuncinya dulu dan setidaknya itu yg Paling Mudah kita bantu dan lakukan dg biaya sgt minim: promosi, promosi dan promosi&#8221; katanya di Grup WA Solsel Nan Indah Menawan.</p>
<p>Selamat untuk Solsel, walaupun jalan raya masih belum berkelas nasional. <strong>(eda)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/film-seribu-rumah-gadang-menang-kompetisi/">Film Seribu Rumah Gadang Menang Kompetisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 54/264 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:07:11 by W3 Total Cache
-->