<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#menristekdikti Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/menristekdikti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/menristekdikti/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2020 22:58:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#menristekdikti Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/menristekdikti/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alkes ‘Rapid Test’ Sedang Tahap Uji Validasi dan Registrasi Kemenkes</title>
		<link>https://prokabar.com/alkes-rapid-test-sedang-tahap-uji-validasi-dan-registrasi-kemenkes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2020 00:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#alkes]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#menristekdikti]]></category>
		<category><![CDATA[#rapidtest]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=67474</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menyampaikan perkembangan yang menggembirakan yakni alat kesehatan (alkes) untuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alkes-rapid-test-sedang-tahap-uji-validasi-dan-registrasi-kemenkes/">Alkes ‘Rapid Test’ Sedang Tahap Uji Validasi dan Registrasi Kemenkes</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong><span lang="IN" data-reader-unique-id="5">Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menyampaikan perkembangan yang menggembirakan yakni alat kesehatan (alkes) untuk <em data-reader-unique-id="6">test kit</em>, yakni <em data-reader-unique-id="7">rapid test</em>maupun yang PCR </span>sedang<span lang="IN" data-reader-unique-id="8"> dalam tahap uji validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan.</span></p>
<p data-reader-unique-id="12"><span lang="IN" data-reader-unique-id="13">“Sehingga ditargetkan akhir bulan ini untuk <em data-reader-unique-id="14">rapid test</em> yang berbasis peptida sintesis ini bisa diproduksi 50.000 sampai 100.000 unit,” ujar Menristek saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), Senin (11/5). </span></p>
<p data-reader-unique-id="15"><span lang="IN" data-reader-unique-id="16">Kapasitas industri dari <i data-reader-unique-id="17">rapid test</i> kit ini, menurut Menristek, bisa mencapai 100.000 unit per bulan, jadi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan untuk tes yang bersifat masif.</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="18"> </span></p>
<p data-reader-unique-id="19"><span lang="IN" data-reader-unique-id="20">“Selain <i data-reader-unique-id="21">rapid test</i> yang sudah dalam tahap validasi, sebenarnya ada 3 lagi jenis <i data-reader-unique-id="22">rapid test</i>yang sedang dikembangkan tapi mungkin masih membutuhkan waktu 1 sampai 2 bulan ke depan,” imbuh Kepala BRIN.</span></p>
<p data-reader-unique-id="23"><span lang="IN" data-reader-unique-id="24">Mengenai PCR <i data-reader-unique-id="25">tes</i></span><i data-reader-unique-id="26">t</i><i data-reader-unique-id="27"><span lang="IN" data-reader-unique-id="28"> kit</span></i><span lang="IN" data-reader-unique-id="29"> atau tes kit yang berbasis PCR, Menristek telah melaporkan bahwa tahapannya juga sudah dalam tahap validasi dan registrasi yang nantinya akhir bulan ini diharapkan bisa diproduksi sampai 50.000 unit juga. </span></p>
<p data-reader-unique-id="30"><span lang="IN" data-reader-unique-id="31">“Dan ini tentunya akan membantu upaya yang kita untuk melakukan tes PCR secara masif sesuai dengan target Presiden mencapai 10.000 tes per hari,” ungkap Menristek.</span></p>
<p data-reader-unique-id="32"><span lang="IN" data-reader-unique-id="33">U</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="34">ntuk ventilator, Menristek sampaikan yang telah dilaporkan sudah ada 4 prototipe ventilator yang selesai pengujian alatnya oleh BPSK (</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="35">Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) </span><em data-reader-unique-id="36"><span lang="IN" data-reader-unique-id="37">Kementerian Kesehatan</span></em><span lang="IN" data-reader-unique-id="38"> dan saat ini yang sedang menjalani uji klinis. </span></p>
<p data-reader-unique-id="39"><span lang="IN" data-reader-unique-id="40">“Bahkan satu di antara 4 itu yang berasal dari ITB itu sudah selesai uji klinis dan diharapkan bisa segera masuk fase produksi,” urai Menristek.</span></p>
<p data-reader-unique-id="41"><span lang="IN" data-reader-unique-id="42">Sedangkan yang lain dari UI, dari BPPT, maupun dari PT Dharma (swasta) itu, menurut Menristek, masih akan menyelesaikan uji klinis dalam hari-hari ini sehingga kemungkinan minggu depan produksi dalam jumlah besar sudah bisa dilakukan. </span></p>
<p data-reader-unique-id="43"><span lang="IN" data-reader-unique-id="44">“Kapasitas produksi kira-kira itu adalah 100 unit ventilator per pabrik per minggu. Jadi diharapkan ini bisa mengejar kebutuhan ventilator kita yang memang masih cukup besar di berbagai tempat di Indonesia,” ujarnya.</span></p>
<p data-reader-unique-id="45"><span lang="IN" data-reader-unique-id="46">Pada kesempatan itu, Menristek juga menyampaikan </span><span lang="IN" data-reader-unique-id="47">bahwa <i data-reader-unique-id="48">mobile lab</i> atau <i data-reader-unique-id="49">mobile</i> BSL2 saat ini sedang diselesaikan oleh BPPT dan targetnya tanggal 20 Mei nanti sudah bisa dioperasikan di </span>R<span lang="IN" data-reader-unique-id="50">umah </span>S<span lang="IN" data-reader-unique-id="51">akit Wisma Atlet ini. </span></p>
<p data-reader-unique-id="52"><span lang="IN" data-reader-unique-id="53">“Dan tentunya ini bisa membantu upaya percepatan pemeriksaan dari sampel dengan kapasitas bisa sampai 2</span>5<span lang="IN" data-reader-unique-id="54">0 sampel</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="55"> per hari,” imbuhnya.</span></p>
<p data-reader-unique-id="56"><span lang="IN" data-reader-unique-id="57">Di luar alat kesehatan, Menristek juga menyampaikan <i data-reader-unique-id="58">update</i> mengenai obat</span>, yang <span lang="IN" data-reader-unique-id="59">sedang dilakukan <i data-reader-unique-id="60">clinical trial</i> terhadap berbagai jenis obat yang saat ini banyak dipakai di berbagai negara untuk pasien Covid-19. </span></p>
<p data-reader-unique-id="61"><span lang="IN" data-reader-unique-id="62">“Selain itu kami juga melakukan uji klinis terhadap pil kina sebagai salah satu komponen obat modern asli Indonesia. Untuk suplemen, saat ini sedang dilakukan uji klinis di rumah sakit Wisma Atlet untuk berbagai bahan herbal Indonesia yang diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19,” ungkapnya.</span></p>
<p data-reader-unique-id="63"><span lang="IN" data-reader-unique-id="64">Mengenai terapi, Menristek sampaikan bahwa </span><i data-reader-unique-id="65"><span lang="IN" data-reader-unique-id="66">update</span></i><span lang="IN" data-reader-unique-id="67"> dari plasma konvalesen, ternyata sudah dikembangkan di beberapa rumah sakit dan saat ini sudah ada protokol nasional untuk melakukan <i data-reader-unique-id="68">clinical trial</i> di lebih banyak rumah sakit di Indonesia</span>, s<span lang="IN" data-reader-unique-id="69">ehingga diharapkan bisa meningkatkan tingkat kesembuhan dari para pasien Covid-19. </span></p>
<p data-reader-unique-id="70"><span lang="IN" data-reader-unique-id="71">Menurut Menristek, untuk vaksin memang masih membutuhkan waktu, tapi paling tidak dengan sudah dimulai <i data-reader-unique-id="72">whole genome sequencing</i> yang sudah di</span>–<i data-reader-unique-id="73">submit</i><span lang="IN" data-reader-unique-id="74"> oleh Eijkman dan kemudian juga oleh Universitas Airlangga Surabaya, maka selanjutnya bisa mendeteksi jenis virus Covid apa yang saat ini beredar atau yang mewabah di Indonesia.</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="75"> </span></p>
<p data-reader-unique-id="76"><span lang="IN" data-reader-unique-id="77">“Kemudian untuk serum saat ini prosesnya sedang ditahap awal,” pungkas Menristek seraya menambahkan bahwa</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="78"> sudah mulai dikembangkan pendekatan <i data-reader-unique-id="79">stem cell</i> untuk bisa memperbaiki jaringan paru-paru yang rusak akibat Covid-19. (*)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alkes-rapid-test-sedang-tahap-uji-validasi-dan-registrasi-kemenkes/">Alkes ‘Rapid Test’ Sedang Tahap Uji Validasi dan Registrasi Kemenkes</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menristekdikti Minta Mahasiswa Papua Jaga Kondusifitas</title>
		<link>https://prokabar.com/menristekdikti-minta-mahasiswa-papua-jaga-kondusifitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2019 10:35:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#manokwari]]></category>
		<category><![CDATA[#menristekdikti]]></category>
		<category><![CDATA[#papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau masyarakat dan warga Indonesia yang berasal dari Papua untuk menjaga kondusifitas, dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menristekdikti-minta-mahasiswa-papua-jaga-kondusifitas/">Menristekdikti Minta Mahasiswa Papua Jaga Kondusifitas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau masyarakat dan warga Indonesia yang berasal dari Papua untuk menjaga kondusifitas, dan tidak membesar-besarkan masalah.</p>
<p>“Kita kembali kepada ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi kita jaga,” pinta Menristekdikti kepada wartawan menanggapi aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan aksi pembakaran di Kota Manokwari, Papua, Senin (19/8).</p>
<p>Kepada masyarakat dan mahasiswa di Manokwari yang ada di Universitas Papua (Unipa) untuk kembali ke kampus, melakukan pendidikan yang baik.</p>
<p>“Jangan sampai terjadi demo, menutup kampus yang mengakibatkan tidak kondusif,” seru Mohamad Nasir.</p>
<p>Ia mengingatkan, akibat dari demo itu nanti mengakibatkan sistem pembelajaran terganggu. Karena itu, Menristekdikti mengimbau mahasiswa, jangan sampai (itu) terjadi, supaya pendidikan bisa berjalan dengan baik.</p>
<p>“Jangan sampai pendidikan terganggu dengan adanya demo itu, semua harus berjalan dengan baik, supaya anak Indonesia makin pintar dan makin cerdas dan bisa memanfaatkan sumber daya alam untuk menjadi lebih baik,” pungkas Menristekdikti. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menristekdikti-minta-mahasiswa-papua-jaga-kondusifitas/">Menristekdikti Minta Mahasiswa Papua Jaga Kondusifitas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menristekdikti Larang Capres/Cawapres Datangi Kampus</title>
		<link>https://prokabar.com/menristekdikti-larang-capres-cawapres-datangi-kampus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 17:26:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#KPU]]></category>
		<category><![CDATA[#menristekdikti]]></category>
		<category><![CDATA[#Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[#Pilpres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menegaskan, sesuai undang-undang yang ada, semua calon presiden (capres) dan calon wakil presiden...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menristekdikti-larang-capres-cawapres-datangi-kampus/">Menristekdikti Larang Capres/Cawapres Datangi Kampus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menegaskan, sesuai undang-undang yang ada, semua calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) termasuk semua yang terkait dalam politik tidak boleh melakukan kegiatan di dalam kampus.</p>
<p>“Kampus bukan tempat untuk kampanye partai politik maupun kampanye calon presiden maupun calon wakil presiden. Ini harus betul-betul dilakukan. Sehingga kampus betul-betul untuk pengembangan akademik ke depan untuk meningkatkan kualitas sumber daya,” kata Menristekdikti kepada wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10) sore.</p>
<p>Soal kemungkinan terjadinya polemik antara ranah politik dan ranah akademik, Menristekdikti M. Nasir mengatakan, yang namanya kampus bukan dilihat dari ranah akademik dan politik. Namun, kalau orang akan datang ke kampus dia adalah seorang yang ditetapkan sebagai calon, menurut Menrisekdikti, itu <em>related party transaction</em>, ada hubungan istimewa. “Ini harus kita paham betul,” tegasnya.</p>
<p>Mengenai apakah larangan memasuki kampus itu juga berlaku bagi Presiden yang berstatus sebagai Calon Presiden, Menristekdikti M. Nasir mengatakan,  Presiden adalah sebagai kepala negara bukan sebagai calon.</p>
<p>“Saya selalu mendampingi Presiden dalam hal ini, belum pernah saya mendengar beliau kampanye dalam kampus,” ungkap Menristekdikti.</p>
<p>Bisa saja calon presiden/calon wakil presiden datang ke kampus, lanjut Menristekdikti, asal syaratnya satu, itu permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan para calon yang telah ditetapkan didatangkan semua.</p>
<p>Menristekdikti menunjuk contoh di Amerika Serikat, dimana mungkin saja kandidat presiden/wakil presiden mendatangi kampus bersama-sama untuk melakukan debat yang diselenggarakan oleh KPU, bukan sosialisasi. Kalau demikian, Menristekdikti mempersilakan.</p>
<p>“Tapi bukan sebagai datang orang per orang. Perorangan datang ke sini, tidak lagi, bukan per individu. Ini harus kita pahami betul. Kalau itu dilakukan per individu, ini enggak boleh. Akan terjadi nantinya adalah walaupun datang hanya kuliah umum, ini terjadi <em>related party transaction</em>hubungan istimewa, enggak boleh,” pungkas Menristekdikti. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menristekdikti-larang-capres-cawapres-datangi-kampus/">Menristekdikti Larang Capres/Cawapres Datangi Kampus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menristekdikti Usulkan Dibentuknya Badan Riset Nasional ke Presiden RI</title>
		<link>https://prokabar.com/menristekdikti-usulkan-dibentuknya-badan-riset-nasional-ke-presiden-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2018 02:08:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#menristekdikti]]></category>
		<category><![CDATA[#Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#riset]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18089</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, telah mengusulkan pembentukan  badan riset nasional kepada Presiden RI Joko Widodo. Badan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menristekdikti-usulkan-dibentuknya-badan-riset-nasional-ke-presiden-ri/">Menristekdikti Usulkan Dibentuknya Badan Riset Nasional ke Presiden RI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, telah mengusulkan pembentukan  badan riset nasional kepada Presiden RI Joko Widodo. Badan itu akan berada di bawah koordinator Kemenristekdikti, yang bertujuan untuk menaungi semua riset secara nasional, sehingga dapat dilakukan penghematan anggaran.</p>
<p>“Sebenarnya begini, saya mengusulkan kepada Presiden RI bahwa lembaga riset yang ada di Indonesia itu ada di Kementerian dan Lembaga. Sementara lembaga itu mendapatkan alokasi anggaran, dan riset itu dilakukan terjadi (pemborosan) redundancy, duplikasi,” kata Nasir.</p>
<p>Menurutnya, kalau riset bisa disentralkan menjadi satu badan, maka akan lebih efisien. “Oleh karena itu, saya mengusulkan kepada Presiden kalau ini akan lebih baik. Ke depan itu harus ada satu badan riset nasional yang bisa mengintegrasikan ini,” terangnya.</p>
<p>Dengan demikian lanjut Nasir, nanti diketahui mana yang bertanggung jawab terhadap riset dasar, mana riset terapan, dan mana yang sudah inovasi. “Ini harus kita pilah sesuai dengan kebutuhan kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia ini,” tuturnya.</p>
<p>Selanjutnya, tinggal mengaplikasikan. “Ini mengintegrasikan ke depan tanggung jawabnya ke Kemenristekdikti, dan Kemenristekdikti akan mengeluarkan suatu regulasi, mereka  yang melaksanakan, jadi nanti penugasannya bisa di bagi-bagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Misalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  ingin membangun jembatan layang dengan kondisi kekuatan tertentu, riset akan dilakukan di situ. &#8220;Kalau Kementerian Perhubungan membutukan motor listrik riset bisa dilakukan di situ, dan lain sebagainya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nasir mengatakan, hal ini tidak bisa dilakukan Kemenristekdikti, karena menyangkut masalah anggaran, karena kalau digabung anggaran itu bisa mencapai Rp24,9 triliun,  bahkan  jika di 2018 itu bisa mencapai Rp29 triliun. &#8220;Jadi kalau itu satu badan betapa besarnya, jadi terkait ini presiden menyambut positif,&#8221; tambahnya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menristekdikti-usulkan-dibentuknya-badan-riset-nasional-ke-presiden-ri/">Menristekdikti Usulkan Dibentuknya Badan Riset Nasional ke Presiden RI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/91 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.013 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:36:49 by W3 Total Cache
-->