<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#megathrust Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/megathrust/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/megathrust/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Aug 2021 01:17:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#megathrust Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/megathrust/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gempa yang Guncang Padang Subuh Tadi, Ciri Khas Gempa Megathrust</title>
		<link>https://prokabar.com/gempa-yang-guncang-padang-subuh-tadi-ciri-khas-gempa-megathrust/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 01:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#gempa]]></category>
		<category><![CDATA[#gempamentawai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infogempa]]></category>
		<category><![CDATA[#megathrust]]></category>
		<category><![CDATA[#Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92004</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Gempa bumi berkekuatan 5.9 Magnitudo kagetkan masyarakat kota Padang usai salat subuh, Selasa (3/8). Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada 135...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gempa-yang-guncang-padang-subuh-tadi-ciri-khas-gempa-megathrust/">Gempa yang Guncang Padang Subuh Tadi, Ciri Khas Gempa Megathrust</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Gempa bumi berkekuatan 5.9 Magnitudo kagetkan masyarakat kota Padang usai salat subuh, Selasa (3/8).</p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada 135 km arah Barat Daya Kota Mukomuko, Bengkulu pada kedalaman 21 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono melalui akun twitter pribadinya menjelaskan gempa Pagai Selatan M5,9 pagi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di zona megathrust Segmen Mentawai-Pagai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Pagai M5,9 pagi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang menjadi ciri khas gempa megathrust.” tulisnya.</span></p>
<p><a href="https://mobile.twitter.com/DaryonoBMKG/status/1422347284419813377"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-92005" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/EA6CB46A-E942-4BD5-ADC8-6A4091F67822.jpeg" alt="" width="750" height="943" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/EA6CB46A-E942-4BD5-ADC8-6A4091F67822.jpeg 750w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/EA6CB46A-E942-4BD5-ADC8-6A4091F67822-239x300.jpeg 239w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Gempa Pagai Selatan M5,9 pagi ini lokasinya dekat gempa besar pada 25 Okt 2010 dengan kekuatan M7,7 yang memicu tsunami menyebabkan 408 orang meninggal dan 303 orang hilang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hanya saja gempa 2010 dekat ke deformation front, yang pagi ini lebih jauh ke arah Pulau Pagai Selatan.” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan sudah terjadi 2 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M=5,4 dan M=3,6.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat Gempa Pagai Selatan Mag. 5,9. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa yg terjadi tidak berpotensi tsunami. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Magnitudo gempa belum cukup kuat untuk menimbulkan deformasi dasar laut yg menimbulkan gangguan kolom air laut.” terangnya. (<strong>hdp</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gempa-yang-guncang-padang-subuh-tadi-ciri-khas-gempa-megathrust/">Gempa yang Guncang Padang Subuh Tadi, Ciri Khas Gempa Megathrust</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terkait Zona Megathrust di Selat Makassar, Ini Penjelasan BMKG</title>
		<link>https://prokabar.com/terkait-zona-megathrust-di-selat-makassar-ini-penjelasan-bmkg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2020 09:45:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infogempa]]></category>
		<category><![CDATA[#makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#megathrust]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56844</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa tidak ada zona megathrust di Selat Makassar seperti viral disebutkan beberapa waktu terakhir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terkait-zona-megathrust-di-selat-makassar-ini-penjelasan-bmkg/">Terkait Zona Megathrust di Selat Makassar, Ini Penjelasan BMKG</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa tidak ada zona megathrust di Selat Makassar seperti viral disebutkan beberapa waktu terakhir yang mampu memicu gempa maha dahsyat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Tentu saja informasi ini tidak benar. Di selat Makassar tidak ada aktivitas penunjaman lempeng (</span><span class="s2">pate subduction</span><span class="s1">) tetapi yang ada adalah sumber gempa Makassar Strait Thrust yang artinya sesar naik Selat Makassar,&#8221; kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Sabtu (11/1/).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Daryono menjelaskan, megathrust adalah istilah untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng, tepatnya lajur subduksi landai dan dangkal. Wilayah Pulau Sulawesi merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Disebut seismik aktif karena wilayah ini memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi. Disebut kompleks karena memiliki banyak sebaran sumber gempa dengan berbagai mekanisme.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Studi gempa Nasional (Pusgen), wilayah Pulau Sulawesi memiliki 48 struktur sesar aktif dan satu zona Megathrust Sulawesi Utara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di Sulawesi, zona megathrust ini berhadapan dengan wilayah pesisir pantai utara Sulawesi Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Tengah bagian utara. Megathrust Sulawesi Utara merupakan sumber gempa yang berpotensi memicu gempa kuat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Catatan sejarah gempa dan tsunami menunjukkan bahwa di Pulau Sulawesi dan sekitarnya sejak tahun 1800 sudah terjadi lebih dari 69 kali gempa merusak dan tsunami. Peristiwa gempa merusak terjadi lebih dari 45 kali dan tsunami lebih dari 24 kali. Sebagian besar gempa dan tsunami di Sulawesi dipicu oleh aktivitas sesar aktif, bukan aktivitas zona megathrust.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari sebanyak 24 kali tsunami di Sulawesi yang dipicu oleh Megathrust Sulawesi Utara hanya empat kali kejadian yaitu Tsunami Utara Gorontalo 25 Agustus 1871 tanpa ada korban jiwa, Tsunami Tolitoli 2 Februari1904 tidak ada korban jiwa, Tsunami Kwandang-Manado 29 Januari 1920 tidak ada korban jiwa dan Tsunami Tolitoli 1 Januari 1996 yang menyebabkan sembilan orang meninggal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sulawesi memang rawan gempa, mengingat wilayahnya banyak terdapat sumber gempa. Namun demikian potensi gempa harus disampaikan kepada masyarakat apa adanya sesuai fakta tidak berlebihan hingga menimbulkan kecemasan masyarakat,&#8221; tambah dia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dia mengatakan, adanya potensi gempa dan tsunami di Sulawesi tidak perlu membuat masyarakat kecil hati dan khawatir berlebihan. Semua informasi terkait potensi gempa dan tsunami harus direspon dengan langkah nyata dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Meskipun tinggal di daerah rawan gempa, kita tetap dapat hidup dengan aman dan nyaman karena yang paling penting dan harus dibangun adalah mitigasi, kesiapsiagaan, kapasitas stakeholder dan masyarakat, serta menyiapkan infrastruktur yang tahan gempa,&#8221; tambah dia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nagara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Selandia Baru adalah contoh negara rawan gempa dengan sumber gempa yang aktif dan kompleks. Tetapi mereka berusaha memitigasinya hingga menjadi negara maju dan terus berkembang. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terkait-zona-megathrust-di-selat-makassar-ini-penjelasan-bmkg/">Terkait Zona Megathrust di Selat Makassar, Ini Penjelasan BMKG</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/70 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 03:26:53 by W3 Total Cache
-->