<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#mediamasa Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/mediamasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/mediamasa/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Sep 2022 10:21:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#mediamasa Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/mediamasa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seminar Literasi, Pemkab Tanah Datar Bersama Dewan Pers Bahas Media Abal-Abal</title>
		<link>https://prokabar.com/seminar-literasi-pemkab-tanah-datar-bersama-dewan-pers-bahas-media-abal-abal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 10:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dewanpers]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mediamasa]]></category>
		<category><![CDATA[#pemkabtanahdatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Dewan Pers menggelar seminar literasi media dengan tema &#8220;Membedakan Media Profesional dengan Media Abal-Abal di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seminar-literasi-pemkab-tanah-datar-bersama-dewan-pers-bahas-media-abal-abal/">Seminar Literasi, Pemkab Tanah Datar Bersama Dewan Pers Bahas Media Abal-Abal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Dewan Pers menggelar seminar literasi media dengan tema &#8220;Membedakan Media Profesional dengan Media Abal-Abal di Kabupaten Tanah Datar&#8221; di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar Senin, (12/).</p>
<p>Seminar diikuti Camat se Tanah Datar, Wali Nagari se Tanah Datar, Kepala OPD dan sejumlah wartawan di Kabupaten Tanah Datar, dan tamu undangan lainnya.</p>
<p>Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dewan Pers yang telah memprakarsai seminar literasi media.</p>
<p>Melalui seminar literasi media ini diharapkan memberikan pemahaman dan membatu peserta ataupun dalam mengenali mana media yang profesional mana yang abal-abal.</p>
<p>&#8220;Ini kesempatan bagi kita mempelajari dan mengetahui media mana, dan ini sangat penting diketahui di masyarakat di Tanah Datar,&#8221; kata Wabup.</p>
<p>Terkait dengan profesi pers kata Wabup, negeri ini juga dihasilkan oleh produk pers, tidak saja saat reformasi dan setelahnya, jauh sebelumnya pers sangat berpengaruh besar terhadap keberlangsungan bangsa.</p>
<p>Pers sebagai sebuah profesi adalah profesi yang sangat mulia, tapi justru dirusak oleh orang-orang yang mengaku jadi media.</p>
<p>&#8220;InsyaAllah di Tanah Datar antara Pers dengan pejabat pemerintah berjalan dengan baik, namun perlu peningkatan sinergitas lagi dalam promosi daerah,&#8221; kata Wabup.</p>
<p>Sebelumnya Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Azyumardi Azzra mengucapkan terimakasih pada Pemkab Tanah Datar yang telah memfasilitasi acara Dewan Pers ini.</p>
<p>Bagi Dewan Pers, kegiatan seminar literasi sangat penting karena menjadi prioritas dalam membangun Negara Indonesia yang merdeka dan sehat informasi.</p>
<p>&#8220;Juga menyikapi maraknya peredaran media sosial hingga muncul media yang tidak memiliki kredibilitas yang disebut media abal-abal, media yang tidak ada badan hukumnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Prof Azzra menjelaskan orang-orang yang berada di media abal tersebut, memiliki gaya dengan sering melakukan tindakan yang tidak terpuji, menakut-nakuti, mengancam dan mengajak damai yang ada kasusnya.</p>
<p>&#8220;Kita berharap melalui kegiatan ini baik instasi pemerintah, polri juga TNI agar menerima jurnalis yang betul terverifikasi medianya, dan memiliki badan hukum pers, verifikasi administrasi ataupun faktual,&#8221; harapnya.</p>
<p>&#8220;Ini juga membangun Negara Indonesia yang bertanggung jawab, sehat. Ibu bapak ini adalah front terdepan dalam memberikan sosialisasi di Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ini,&#8221; pungkasnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seminar-literasi-pemkab-tanah-datar-bersama-dewan-pers-bahas-media-abal-abal/">Seminar Literasi, Pemkab Tanah Datar Bersama Dewan Pers Bahas Media Abal-Abal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gathering Semen Padang-Media, Desi Anwar: Segera Berimigrasi ke Digital</title>
		<link>https://prokabar.com/gathering-semen-padang-media-desi-anwar-segera-berimigrasi-ke-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2021 04:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[##desianwar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mediamasa]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98157</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar &#8211; PT Semen Padang menggelar media gathering (spesial event bersama media) virtual melalui aplikasi zoom bersama ratusan wartawan dari berbagai media...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gathering-semen-padang-media-desi-anwar-segera-berimigrasi-ke-digital/">Gathering Semen Padang-Media, Desi Anwar: Segera Berimigrasi ke Digital</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; PT Semen Padang menggelar media gathering (spesial event bersama media) virtual melalui aplikasi zoom bersama ratusan wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektonik di Sumbar, dengan tema &#8220;Strategi Media Menghadapi Digitalisasi&#8221;, Selasa (30/11/2021).</p>
<p>Media gathering berupa talkshow dan diskusi panel itu dibuka Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury dengan menghadirkan wartawan senior CNN Indonesia, Desi Anwar sebagai narasumber utama. Sedangkan narasumber lainnya adalah CEO Padang Ekspres Muhammad Nazir Fahmi, CEO Info Sumbar Vembi Fernando dan Pemred Langgam.id, Hendra Makmur.</p>
<p>Media gathering PT Semen Padang itu juga dikuti oleh Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi, Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar Basril Basyar, serta sejumlah wartawan senior lainnya.</p>
<p>Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury mengatakan, media masa memiliki peran penting di dalam kehidupan masyarakat. Media juga sebagai agen of change di dalam lingkungan hidup yang dapat mempengaruhi khalayak dalam membentuk opini masa.</p>
<p>Perkembangan teknologi yang begitu cepat dengan dunia digital, tentunya membawa perubahan pada praktek jurnalisitik yang mengharuskan media massa berubah cara kerja model bisnis dan struktur organisasi medianya dengan tujuan, agar media massa lebih inovatif dan efisien, serta cepat.</p>
<p>Menurut Tubagus, saat ini semua industri media mengalami tantangan yang sama. Bagi yang mampu beradaptasi akan tetap hidup dan survive, bagi yang tidak beradaptasi lama kelamaan akan hilang. Dan tentunya, ini tidak terlepas dari pesatnya perkembangan digitalisasi.</p>
<p>Ia berharap, media gathering berupa talkshow dan diskusi penel tersebut bermanfaat bagi rekan-rekan jurnalis, baik dalam perubahan mindset maupun dalam pengelolaan media massa.</p>
<p>&#8220;Kemudian di samping itu, saya mewakili manajemen juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini mendukung PT Semen Padang. Semoga hubungan baik ini dapat terus dilakukan, begitu juga dengan semua narasumber yang telah meluangkan waktunya untuk sharing dengan rekan-rekan jurnalis peserta media gathering PT Semen Padang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Desi Anwar pada kesempatan itu menyatakan bahwa media pers adalah pilar keempat dalam demokrasi. Pers sangat penting, tanpa peran pers demokrasi tidak berdiri. Pers bentuk-bentuknya pasti berubah sesuai dengan jaman.</p>
<p>Tahun depan, media pers mau tidak mau harus berimigrasi ke platform digital. Indonesia sebenarnya sudah 10 tahun di belakang negara-negara lain. Sebagai contohnya kalau beli TV. Di negara lain, tidak ada lagi TV analog dengan tabung besar di belakang, semuanya sudah smart TV yang terkoneksi dengan internet atau digital.</p>
<p>&#8220;Tapi kenyataannya sampai sekarang ini di Indonesia, TV yang kita tonton masih TV analog. Padahal dunia itu sudah berimigrasi ke 5G, dan kita masih analog, bayangkan. Jadi mau tidak mau, semua TV dan media lainnya harus beradaptasi dengan platform-platform digital,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia pun juga menceritakan perkembangan media dari era orde baru hingga di era demokrasi sekarang ini. Saat orde baru, TVRI bukan merupakan media yang dipahami sekarang ini, karena TVRI merupakan corong pemerintah, TVRI adalah platform pemerintah untuk memberikan informasi.</p>
<p>&#8220;Zaman orde baru media-media masih disensor oleh Menteri Penerangan dan saat itu tidak ada pers yang sifatnya bebas. Siaran berita di Indonesia hanya semacam informasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah. Sedangkan yang sifatnya konflik dan masalah, itu adanya di program Dunia Dalam Berita,&#8221; katanya.</p>
<p>Pada awal tahun 1990-an, barulah lahir TV swasta pertama, yaitu RCTI yang menayangkan iklan untuk pertama kalinya di Indonesia dan ketika tidak ada namanya redaksi. RCTI didirikan ketika itu dengan tujuan bukan untuk memberikan informasi atau menciptakan iklim keterbukaan, tapi semata-mata untuk kepentingan bisnis.</p>
<p>&#8220;RCTI ketika itu tidak ada redaksi. Saya membuat namanya program Seputar Jakarta yang menayangkan kejadian seputar Jakarta. Ketika itu, kita tidak boleh menggunakan kata berita, karena berita hanya boleh disiarkan TVRI. Ini seolah-olah majalah yang sifatnya human interes yang isisnya tentang kehidupan sehari-hari di Jakarta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah RCTI, barulah lahir berbagai televisi swasta lainnya seperti TPI, SCTV, Lativi, Indosiar dan lainnya, sehingga masyarakat Indonesia mulai dimanjakan oleh informasi dari televisi, dan bukan lagi dari majalah atau koran.</p>
<p>Bahkan ketika program Seputar Indonesia sangat populer, Seputar Indonesia menjadi siara berita sebenarnya yang akhirnya ditiru oleh TVRI, meskipun ketika itu kata berita belum bisa digunakan. Padahal secara informal, program-program Seputar Indonesia adalah program berita, tapi secara formal itu bukan program berita.</p>
<p>Menjelang krisis moneter, masyarakat Indonesia pun semakin haus terhadap informasi dan berita. Masing-masing televisi swasta pun mulai berkompetisi untuk mendapatkan share dan rating tertinggi, karena semakin tinggi ratingnya, maka semakin mahal harga tayang iklannya.</p>
<p>Kemudian ketika krisis moneter masuk ke Indonesia pada tahun 1997 dan reformasi bulan Mei 1998, sebenarnya semua ini sangat dipengaruhi dengan perjalanan televisi di Indonesia, sehingga membuat Indonesia menjadi negara yang sangat demokratis.</p>
<p>Hal itu bisa terjadi, karena masyarakat sudah terbiasa dengan berita, sehingga upaya untuk melarang pemberitaan seperti penembakan mahasiswa, penjarahan yang akhirnya bermuara pada reformasi dan unjuk rasa terus menerus dilakukan, membuat orde baru terpaksa berakhir, dan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya juga disiarkan di seluruh televisi.</p>
<p>&#8220;Pada sekejap mata, reformasi di Indonesia kran demokrasi pun dibuka. Dengan demokrasi ini, pers berbas-bebas sebebasnya, dan di sinilah dimulai perjalanan pers yang terbuka dan demokratis di Indonesia. Kebebasan berkespresi dan kebebasan bersuara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan adanya demokrasi, masyarakat Indonesia haus terhadap politik, karena politik di zaman era orde baru tidak ada, hanya satu partai yang berkuasa, yaitu Golkar. Sedangkan partai lain hanya sebagai penggembira. Awal demokrasi, semua orang pun ingin berpolitik, semua orang ingin mendapatkan informasi berita.</p>
<p>Kemudian, lahirlah Metro TV, yaitu TV berita pertama. TV ini dibangun untuk merespons keinginan masyarakat terhadap hal-hal yang sifatnya berita dan kebanyakan berita itu sifatnya politik. Bahkan lebih dari 70 persen, programnya berita.</p>
<p>&#8220;Metro TV pun menjadi sebuah media yang tujuannya juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana kita berdemokrasi, karena peran Metro TV sebagai media, luar biasa penting untuk mengedukasi masyarakat berdemokrasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di era digital saat ini, media pers dituntut untuk berimigrasi ke digital, apalagi jumlah pengguna android yang bisa mengakses internet melebihi populasi Indonesia. Bahkan dari data Daily Time Spent, dalam sehari sekitar 202,6 juta internet user di Indonesia.</p>
<p>Kemudian dalam sehari, yang mengakses internet mencapai 8 jam 52 menit/hari. Waktu hampir 9 jam itu dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses berbagai platform-platform, termasuk platform berita dari berbagai media dari gadget. Bahkan, pengguna gadget usia 13 tahun ke atas penggunanya mencapai 77,5 persen dan usia 18 tahun ke atas 69,1 persen.</p>
<p>&#8220;Artinya, mau tidak mau media pers harus memiliki aplikasi, dan pers harus bisa melakukan live streaming. Kalau tidak, media pers akan kehilangan orang-orang yang menggunakan gadget yang jumlahanya lebih dari 200 juta di Indonesia. Jadi, media pers harus berimigrasi, harus menyediakan konten yang menarik dan disukai oleh user internet. Inilah yang menjadi tantangan media pers saat ini,&#8221; kata Desi pada Media Gathering dengan Host, Andayani Joseph dari Classy Corp.</p>
<p>Usai pemaparan dari Desi Anwar, dilanjutkan sharing dengan narasumber media lokal. CEO Padek M. Nazir Fahmi pada kesempatan itu mengangkat materi tentang &#8220;Strategi Media Era Digital&#8221;, kemudian CEO Info Sumbar Vembi Fernando mengusung tema &#8220;Grab The Opportunity in Digitalization Era. Ditutup dengan presentasi Pemred Langgam.id, Hendra Makmur,&#8221; Tantangan Media di Era Digital.&#8221;</p>
<p>Komisaris PT Semen Padang yang juga wartawan senior, Khairul Jasmi di akhir acara menegaskan bahwa sehebat-hebat teori dalam jurnalistik yang penting adalah wartawan dan kesehatan perusahaan. &#8220;Yang perlu dilakukan adalah menjadikan pribadi-pribadi wartawan itu wartawan hebat. Kalau media hebat, wartawan hebat sama saja. Kalau wartawan hebat tentu medianya akan terbawa hebat,&#8221; katanya seraya mengingatkan keterampilan jurnalistik harus diasah setiap hari.</p>
<p>Kegiatan media gathering PT Semen Padang 2021 juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize berhadiah 1 unit smartphone, 2 unit sepeda, serta voucher belanja ratusan ribu rupiah.</p>
<p>Kemudian di akhir rangkaian media gathering, PT Semen Padang juga memberikan penghargaan kepada tiga orang wartawan dan dua media yang selama ini telah mendukung PT Semen Padang melalui pemberitaan-pemberitaan positif. Adapun penghargaan yang diserahkan PT Semen Padang kepada insan media tersebut adalah sebagai berikut, untuk Most Favorite Journalist diraih Ridho Syarlinto dari majalahintrust.com, kategori Most Enganged Printed Journalist diraih Yoserizal dari Harian Singgalang, kategori Most Enganged Online Journalist diraih Hendra Efison dari Padek.co. Kemudian untuk kategori Most Enganged Online Media diraih Padek.co dan Most Enganged Printed Media diraih Harian Singgalang. (eym)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gathering-semen-padang-media-desi-anwar-segera-berimigrasi-ke-digital/">Gathering Semen Padang-Media, Desi Anwar: Segera Berimigrasi ke Digital</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 25/67 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.057 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 16:03:28 by W3 Total Cache
-->