<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Sosial Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/media-sosial/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Feb 2025 14:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>Media Sosial Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/media-sosial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</title>
		<link>https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 13:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Propaganda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teknik propaganda selama ini sering kali digunakan untuk membentuk dan mengubah opini publik menggunakan teknik persuasif dan manipulatif. Konteks tersebut sejalan dengan Calin Hentea...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/">Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Teknik propaganda selama ini sering kali digunakan untuk membentuk dan mengubah opini publik menggunakan teknik persuasif dan manipulatif. Konteks tersebut sejalan dengan Calin Hentea yang mengatakan bahwa propaganda merupakan aktivitas komunikasi persuasif yang  dengan sengaja direncanakan untuk mempengaruhi dan mengubah sikap dan perilaku publik dengan menyebarkan informasi dan argumen palsu yang sebagian benar (Rusu &amp; Herman, 2018). Sejalan dengan itu, Rusu &amp; Herman (2018) juga mengatakan bahwa propaganda tidak bisa dianggap sebagai aktivitas subversif dan negatif melainkan bersifat menjatuhkan kekuasaan dengan cara di luar undang-undang dan terdapat perubahan secara menyeluruh dan mendasar. Hal tersebut tidak sedikit digunakan untuk merealialisasikan kepentingan luar negeri negara tersebut dengan tiga pendekatan. Pertama, propaganda dilakukan melalui aktor pemerintahan yang bertujuan untuk membentuk opini publik terkait isu-isu internasional yang dampaknya bisa dirasakan oleh suatu negara dan rakyatnya. Kedua, propaganda tidak sedikit digunakan untuk memperkokoh tindakan atau kebijakan publik suatu negara atau bahkan memperkuat branding suatu negara di mata negara lain. Ketiga, propaganda juga digunakan oleh lembaga non-pemerintah yang mencari akses terhadap saluran komunikasi global yang tujuannya juga untuk membantu merealisasikan kebijakan publik suatu negara dengan mempengaruhi opini publik  (Richard C. Vincent, 2016).</p>
<p>Setelah perang dunia pertama, propaganda tidak hanya terbatas pada peran para aktor pemerintahatan. Bentuk propaganda semakin mengalami perkembangan dengan menggunakan telegraf dan mesin cetak. Akses informasi diberikan kepada warga negara dan tentara di medan perang. Oleh karena itu propaganda telah menjadi cara yang mapan dalam mengubah dunia menjadi konflik dan peperangan yang mempengaruhi alam bawah sadar manusia (Abdulkhamidova, 2021).</p>
<p>Dewasa ini, propaganda telah beralih dari mesin cetak ke <a href="https://prokabar.com/perspektif-masyarakat-yang-dibajak-media/">media sosial</a>. Platform-platform digital seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi alat yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Karakteristik media sosial yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat dan dapat diakses oleh jutaan orang dalam hitungan detik membuatnya menjadi sarana yang sangat potensial untuk tujuan propaganda. Media sosial tidak hanya digunakan oleh pemerintah tetapi juga oleh aktor non-pemerintah, termasuk perusahaan, kelompok kepentingan, dan individu. Salah satu contoh nyata dari penggunaan propaganda di media sosial adalah dalam kampanye politik. Kampanye-kampanye ini sering kali memanfaatkan iklan berbayar dan konten viral untuk membentuk opini publik. Misalnya, pada pemilihan presiden di berbagai negara, kandidat menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan mereka, menyerang lawan politik, dan menggalang dukungan. Teknik-teknik seperti micro-targeting, di mana pesan disesuaikan dengan demografi dan preferensi pengguna tertentu, menjadi semakin umum dan efektif dalam mempengaruhi pandangan politik masyarakat.</p>
<p>Selain itu, propaganda di media sosial juga sering memanfaatkan algoritma platform untuk memperluas jangkauan pesan mereka. Algoritma ini dirancang untuk menampilkan konten yang relevan dan menarik bagi pengguna berdasarkan aktivitas online mereka. Namun, hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan atau bias dengan lebih efektif. Misalnya, berita palsu atau hoaks dapat dengan cepat menyebar di platform media sosial, menciptakan misinformasi yang dapat mempengaruhi opini publik dan bahkan memicu tindakan sosial atau politik. Tidak hanya itu, propaganda di media sosial juga memanfaatkan &#8216;bot&#8217; dan akun-akun palsu untuk menyebarkan pesan secara otomatis. Bot ini dapat memposting, menyukai, atau membagikan konten dalam jumlah besar, menciptakan ilusi bahwa pesan tersebut didukung oleh banyak orang. Hal ini bisa memperkuat narasi tertentu dan membuatnya tampak lebih kredibel atau populer daripada yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam konteks global, propaganda melalui media sosial juga digunakan untuk mempengaruhi opini publik di negara lain. Misalnya, terdapat laporan tentang campur tangan asing dalam pemilu negara lain melalui media sosial, di mana aktor-aktor dari luar negeri menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan informasi yang bisa mempengaruhi hasil pemilu. Konteks Ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi medan baru dalam perang informasi dan propaganda di tingkat internasional. Secara keseluruhan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam cara propaganda dijalankan. Meskipun teknik-teknik dasar dari propaganda seperti manipulasi informasi dan teknik persuasif tetap sama, media sosial telah memberikan dimensi baru dalam hal kecepatan, jangkauan, dan efektivitas penyebaran pesan. Maka ini menuntut masyarakat untuk lebih kritis dan waspada terhadap informasi yang mereka terima, serta memahami bahwa di balik banyak pesan yang tersebar di media sosial, mungkin ada agenda tertentu yang ingin dicapai oleh para penyebar propaganda.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>Abdulkhamidova, F. (2021). <em>Role of Propaganda and its Effects on People ’ s Conscious Running head : ROLE OF PROPAGANDA AND ITS EFFECTS ON PEOPLE ’ S CONSCIOUS Role of Propaganda and its Effects on People ’ s Conscious Fazilat Abdulhamidova Public Opinion and Propaganda</em>. <em>July</em>.</p>
<p>Richard C. Vincent. (2016). Communication and Propaganda. In <em>The Red Vienna Sourcebook</em> (Issue July, pp. 232–268). https://doi.org/10.2307/j.ctvfrxrtp.41</p>
<p>Rusu, M.-L., &amp; Herman, R. (2018). The Implications of Propaganda as a Social Influence Strategy. <em>Scientific Bulletin</em>, <em>23</em>(2), 118–125. https://doi.org/10.2478/bsaft-2018-0015</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fadhlil Wafi<br />
</strong><strong>Pascasarjana Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/">Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</title>
		<link>https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 02:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#corona. #Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#literasi]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sexting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211;   Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;  </strong></a> Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia.</p>
<p>Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang ini begitu mudah tersedia melalui teknologi media yang berkembang, salah satunya platform media sosial.</p>
<p>Media sosial menjadi industri komunikasi raksasa. Publik mengonsumsi informasi dari media ini secara bebas.</p>
<p>Tidak hanya sebagai sarana mendapatkan informasi, setiap orang bahkan bisa menjadi pembuat informasi itu sendiri.</p>
<figure id="attachment_97344" aria-describedby="caption-attachment-97344" style="width: 951px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/asrizul-syafril/" rel="attachment wp-att-97344"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-97344" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg" alt="Asrizul Syafril, S.Kep Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas" width="951" height="653" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg 951w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-300x206.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-768x527.jpg 768w" sizes="(max-width: 951px) 100vw, 951px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97344" class="wp-caption-text">Asrizul Syafril, S.Kep, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas</figcaption></figure>
<p>Informasi yang ada di media sosial mengandung unsur positif dan negatif. Apalagi bisa menjadi sumber informasi tercepat untuk publik.</p>
<p>Keterbukaan informasi di media sosial membuat siapa saja bisa mengetahui apa saja.</p>
<p>Namun, terkadang informasi tersebut parsial sehingga bisa menimbulkan misspersepsi  bagi konsumen informasi.</p>
<p>Pengguna media ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa, namun juga remaja. Rentang usia  remaja menurut <em>World Health Organization</em> (WHO) yaitu 10-19 tahun.</p>
<p>Peraturan Menteri Kesehatan RI no 25 tahun 2014 menyatakan usia remaja adalah 10-18 tahun, sedangkan menurut BKKBN remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah.</p>
<p>Mengutip data statista (2020), remaja usia 13-17 tahun menduduki peringkat ke tiga paling banyak sebagai pengguna media sosial di Indonesia. Kemudian penduduk usia 18-24 tahun, dan yang paling banyak usia 25-34 tahun dengan rincian 20,6 % laki-laki dan 14,8 % perempuan. Pada tahun 2021, <em>We are social hootsuite </em>juga telah merilis data media sosial yang paling banyak di akses di Indonesia.</p>
<p>Hasilnya <em>youtube</em> menduduki peringkat pertama yang paling banyak di akses masyarakat Indonesia, kemudian  <em>whatsapp</em>, <em>instagram</em>, dan <em>facebook</em>.</p>
<h4>Konten seksual</h4>
<p>Kondisi media sosial saat ini, terdapat konten-konten berbau seksual yang bisa mengarahkan remaja untuk melakukan perilaku seksual tidak sehat.</p>
<p>Perilaku seksual oleh remaja bisa berupa berpegangan tangan antara lawan jenis, <em>kissing</em>, hingga terjadinya penetrasi atau <em>sexual</em> <em>intercouse</em>.</p>
<p>Aktivitas seksual ini tentu akan memicu terjadinya kehamilan di luar nikah yang beresiko terjangkit penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonorhea, bahkan HIV dan AIDS.</p>
<p>Konten-konten yang tidak ramah terhadap remaja ini bisa kita lihat salah satunya dari konten kreator <em>youtube</em> yang pernah viral pada tahun 2019. Awalnya kanal <em>youtube </em>ini menyajikan konten <em>gaming</em>, namun terselip video yang bernuansa vulgar dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak <em>viewers</em>.</p>
<p><a href="https://milenialisme.com/edukasi/model-pembelajaran-nested-dalam-menghadapi-tantangan-pendidikan-di-era-pandemi/"><strong>Model Pembelajaran Nested dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Pandemi</strong></a></p>
<p>Menelisik media sosial <em>instagram</em> juga terdapat konten-konten yang tidak ramah dengan remaja, bahkan media sosial berbasis video <em>tik tok</em> pun banyak menampilkan video-video yang bisa membuat remaja berprilaku seksual yang tidak sehat.</p>
<p>Orang-orang termasuk remaja cenderung suka melihat gambar atau video setengah telanjang di situs media sosial daripada gambar atau video di situs porno.</p>
<p>Apalagi sekarang situs porno sudah di blokir oleh Kominfo. Konten kreator memanfaatkan realita ini di media sosial.</p>
<p>Mereka menyajikan hal-hal yang vulgar dan seksual demi mendapatkan <em>cuan</em> untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p>Remaja cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru untuk menjawab rasa penasaran mereka. Konten-konten di media sosial bisa menjadi informasi yang liar bagi remaja.</p>
<p>Tanpa adanya bimbingan dan pengawasan, remaja bisa berimajinasi dan berfantasi bebas terhadap apa yang mereka lihat di media sosial.</p>
<p>Remaja umumnya menjadi penyebab terjadinya perilaku seksual, terutama saat berpacaran.</p>
<h4>Data Survei</h4>
<p>Data survei demografi dan kesehatan menyatakan 33 % remaja mulai berpacaran pada usia 15-17 tahun.</p>
<p>Para remaja yang berpacaran tak hanya berkomunikasi tatap muka saja, namun juga melalui saluran-saluran media ini.</p>
<p>Apalagi pada saat pandemi Covid-19. keterbatasan bertemu langsung membuat aktivitas komunikasi hanya melalui media tersebut.</p>
<p>Hal inilah yang menimbulkan aktivitas <em>sexting</em>. Aktivitas ini merupakan kegiatan pengiriman teks, gambar, atau video yang bernuansa seksual.</p>
<p><em>Sexting</em> ini bisa dengan cara mengirim text, foto atau video secara langsung melalui media komunikasi seperti <em>whatsapp</em> atau memposting di media sosial.</p>
<p>Penelitian Mirnawati jufri tahun 2019 terhadap remaja di kota makassar menemukan 90,1 % remaja terpapar dengan aktivitas <em>sexting</em>. 33,5 % remaja mengirimkan pesan <em>sexting</em> berupa foto, dan media sosial yang paling banyak digunakan dalam aktivitas <em>sexting</em> adalah <em>facebook</em>.</p>
<p>Mengutip buku “Hidup cuma satu kali” dari Kementrian Komunikasi dan Informatika tahun 2013, perilaku <em>sexting</em> mempengaruhi perilaku seksual remaja.</p>
<p>Sebanyak 40 % remaja yang berhubungan seksual dalam tujuh hari terakhir, mengakui bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas <em>sexting</em> sebelumnya.</p>
<p>Efek negatif dari <em>sexting</em> akan berlanjut ke tahap hubungan yang lebih intim. Tidak hanya itu, foto atau video bisa disebar melalui media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, bahkan dari pasangan sekalipun.</p>
<p>Banyak kasus yang dilaporkan terkait penyebaran konten <em>sexting</em> ini, rata-rata disebarkan oleh mantan pacar dan masih berusia remaja.</p>
<p>Kasus ini akan meninggalkan trauma psikologis terhadap korban dari <em>sexting</em>, yang bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri hingga berujung depresi.</p>
<p>Namun yang lebih penting, remaja yang melakukan <em>sexting</em> akan beresiko terjadinya kehamilan pada usia remaja. kehamilan pada usia remaja akan beresiko terhadap janin hingga bisa menyebabkan terjadinya stunting pada bayi.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif,  remaja perlu membentengi diri dengan pengetahuan agama yang kuat, meningkatkan kecakapan literasi digital, serta tidak terlepas dari peran bimbingan orang tua. Remaja yang sehat, merupakan modal awal pembangunan Indonesia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UAH Tempuh Jalur Hukum Atasi Fitnah soal Penggelapan Donasi</title>
		<link>https://prokabar.com/uah-tempuh-jalur-hukum-atasi-fitnah-soal-penggelapan-donasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 May 2021 06:30:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[#uah]]></category>
		<category><![CDATA[#Youtube]]></category>
		<category><![CDATA[Eko Kuntadhi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Milenialisme]]></category>
		<category><![CDATA[Twitte]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Adi Hidayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar.com &#8211; Ustadz Adi Hidayat (UAH) bakal melaporkan Eko Kuntadhi yang menyebutnya menggelapkan donasi untuk Palestina. Eko Kuntadhi dalam cuitannya di Twitter menuduh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/uah-tempuh-jalur-hukum-atasi-fitnah-soal-penggelapan-donasi/">UAH Tempuh Jalur Hukum Atasi Fitnah soal Penggelapan Donasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a> &#8211;</strong> Ustadz Adi Hidayat (UAH) bakal melaporkan Eko Kuntadhi yang menyebutnya menggelapkan donasi untuk Palestina.</p>
<p>Eko Kuntadhi dalam cuitannya di Twitter menuduh UAH tidak menyerahkan seluruh donasi ke Palestina.</p>
<p>Eko Kuntadhi juga menulis bahwa sumbangan yang sebenarnya terkumpul adalah Rp 60 miliar dan hanya Rp 14 miliar yang diserahkan.</p>
<p>Melihat dari akun Media Sosialnya, Eko Kuntadhi terlihat sebagai pendukung Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan dia kerap mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/"><strong>Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/ekspor-pt-semen-padang-meningkat-305-persen/"><strong>Ekspor PT Semen Padang Meningkat 30,5 Persen</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/pembebasan-lahan-jalan-ke-terminal-terganjal-refocussing-apbn/"><strong>Pembebasan Lahan Jalan Ke Terminal Terganjal Refocussing APBN</strong></a></p>
<p>Fitnah terhadap UAH juga beredar di akun Youtube Suara Istana dan Suara Inspirasi.</p>
<p>Kedua akun itu berjudul Keterlaluan Dana 30 M Digelapkan, Polisi Amankan Ust Adi Hidayat. Judul yang kedua, Akal-akalan Ust Kadrun, Somad Seret Adi Hidayata, Tipu Donasi Palestina Akhirnya Terungkap.</p>
<p>Namun pemilik akun sudah menghapus video tersebut. Naasnya, warganet berhasil melakukan tangkapan layar pada video itu.</p>
<h4>Ketegasan UAH soal Fitnah di Media Sosial</h4>
<p>UAH menegaskan melalui channel Youtubenya bahwa dia tidak mengambil sepeserpun uang donasi untuk Palestina.</p>
<p>UAH akan membawa fitnah dari penyebar hoaks tersebut ke ranah hukum dengan bukti yang sudah terkumpul.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com </a></strong></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/berita/syarat-dan-klarifikasi-bkn-soal-pendaftaran-cpns-2021/"><strong>Syarat dan Klarifikasi BKN soal Pendaftaran CPNS 2021</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/uncategorized/cyber-pr-penunjang-ritel-modern-daya-mart-kota-padang/"><strong>Cyber PR Penunjang Ritel Modern Daya Mart Kota Padang</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/cyber-pr-dalam-komodifikasi-pesan-media/"><strong>Cyber PR dalam Komodifikasi Pesan Media</strong></a></p>
<p>&#8220;Ada sebagian yang kami tempuh langkah hukum. Saya sudah katakan, jangan pernah ganggu singa yang sedang berzikir. Karena kalau sudah mengaum sulit dihentikan. Jadi ada beberapa bagian yang sudah ada skemanya saya siapkan agar menjadi pelajaran yang baik,&#8221; kata UAH di akun Youtubenya.</p>
<p>UAH sudah berkoodrinasi dengan Bareskrim Polri untuk melaporkan akun pefitnah tersebut dengan barang bukti yang sudah terkumpul.</p>
<p>UAH sebelumnya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 30,88 miliar dari masyarakat. Dana tersebut disalurkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebesar R 14,3 miliar, sebesar Rp 14,35 miliar ke Dubes Palestina di Indonesia Zuhair Al-Shun, dan Rp 5 miliar untuk sarana pendidikan di Palestina.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/uah-tempuh-jalur-hukum-atasi-fitnah-soal-penggelapan-donasi/">UAH Tempuh Jalur Hukum Atasi Fitnah soal Penggelapan Donasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</title>
		<link>https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 May 2021 05:38:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Polri]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#UAS]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Youtube]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Abdul Somad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88232</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar.com &#8211; Hoaks beredar soal Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi tersangka penggelapan sumbangan Umat. Video dari akun Youtube Suara Inspirasi beredar dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/">Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a></strong> &#8211; Hoaks beredar soal Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi tersangka penggelapan sumbangan Umat.</p>
<p>Video dari akun Youtube Suara Inspirasi beredar dengan judul UAS Jadi Tersangka, Polri Amankan Uang Sumbangan Umat.</p>
<p>Halam sampul video tersebut membuat kutipan AKhirnya Terungkap, Polri Temukan Bukti Baru, UAS Terjerat Pasal Berlapis.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/ekspor-pt-semen-padang-meningkat-305-persen/"><strong>Ekspor PT Semen Padang Meningkat 30,5 Persen</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/pembebasan-lahan-jalan-ke-terminal-terganjal-refocussing-apbn/"><strong>Pembebasan Lahan Jalan Ke Terminal Terganjal Refocussing APBN</strong></a></p>
<p><strong><a href="https://prokabar.com/selama-lebaran-pad-pariaman-dari-pariwisata-capai-rp256-juta/">Selama Lebaran, PAD Pariaman dari Pariwisata Capai Rp256 Juta</a></strong></p>
<p>Video tersebut ternyata hanya editan dari beberapa gambar bergerak dengan bubuhan tulisan tentang UAS yang menjadi tersangka.</p>
<p>Bahkan foto UAS yang memakai baju tahanan juga merupakan editan dari postingan pada laman Kompas.tv dengan judul Perkembangan Kasus Memiles, Siapa Lagi Artis yang Diperiksa.</p>
<p>Artikel tersebut tayang di laman Kompas.tv pada 21 Januari 2020.</p>
<p>Chek Fakta dan Yandex mengungkap informasi tak benar soal ulama kondang ini.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/berita/syarat-dan-klarifikasi-bkn-soal-pendaftaran-cpns-2021/"><strong>Syarat dan Klarifikasi BKN soal Pendaftaran CPNS 2021</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/uncategorized/cyber-pr-penunjang-ritel-modern-daya-mart-kota-padang/"><strong>Cyber PR Penunjang Ritel Modern Daya Mart Kota Padang</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/cyber-pr-dalam-komodifikasi-pesan-media/"><strong>Cyber PR dalam Komodifikasi Pesan Media</strong></a></p>
<p>Tak hanya dari akun Suara Inspirasi, video hoax tersebut juga beredar pada akun Youtube lainnya.</p>
<p>Video tersebut kemudian menjadi viral di kalangan peselancar dunia maya.</p>
<p>Beberapa akun membagikan postingan tersebut di beberapa platform media sosial lainnya.</p>
<p>Pemeriksa fakta dari Universitas Pendidikan Indonesia, Fathia Islamiyatul Syahida memastikan informasi tersebut menyesatkan.</p>
<p>Tidak ada pemberitaan terkait UAS yang menjadi tersangka kasus penggelapan sumbangan umat.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/">Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rentetan Bencana Melanda Limapuluh Kota Malam Ini</title>
		<link>https://prokabar.com/rentetan-bencana-melanda-limapuluh-kota-malam-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2021 16:39:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#banjir]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#dprdlimapuluhkota]]></category>
		<category><![CDATA[#LimauManis]]></category>
		<category><![CDATA[#Manggilang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<category><![CDATA[Kapur IX]]></category>
		<category><![CDATA[limapuluh kota]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Limapuluh Kota, Prokabar.com &#8211; Bencana melanyau Kabupaten Limapuluh Kota di tengah pandemi. Selain banjir di Manggilang, juga ada rumah warga yang tersambar petir hingga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rentetan-bencana-melanda-limapuluh-kota-malam-ini/">Rentetan Bencana Melanda Limapuluh Kota Malam Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Limapuluh Kota, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a></strong> &#8211; Bencana melanyau Kabupaten Limapuluh Kota di tengah pandemi.</p>
<p>Selain banjir di Manggilang, juga ada rumah warga yang tersambar petir hingga hangus di Kapur IX.</p>
<p>Di Mungka, sebanyak tiga unit rumah warga tertimpa pohon.</p>
<p><strong>Berita Terkait:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/air-sudah-surut-warga-masih-was-was/"><strong>Air Sudah Surut, Warga Masih Was-Was</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/raungan-sirine-mobil-bpbd-limapuluh-kota-merobek-malam/"><strong>Raungan Sirine Mobil BPBD Limapuluh Kota Merobek Malam</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/warga-panik-air-nyaris-setinggi-pinggang/"><strong>Warga Panik, Air Nyaris Setinggi Pinggang</strong></a></li>
</ul>
<p>&#8220;Bencana di tengah pandemi,&#8221; tulis Kabid Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota di WhatsApp Group Info Bencana, Kamis (29/4) malam WIB.</p>
<p>Awak Pemadam Kebakaran Limapuluh Kota menginformasikan di media sosial, ada rumah warga di Kapur IX runtuh tersambar petir.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/opini/seo-wajib-untuk-public-relation-dalam-mengembangkan-website/"><strong>SEO Wajib untuk Public Relation dalam Mengembangkan Website</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/opini/pemanfaatan-website-oleh-pr-menuju-good-governance/"><strong>Pemanfaatan Website oleh PR Menuju Good Governance</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/opini/di-era-digital-humas-wajib-belajar-lagi/"><strong>Di Era Digital, Humas Digital Wajib Tingkatkan Pelayanan</strong></a></li>
</ul>
<p>Hingga berita ini turun, belum ada laporan korban jiwa.</p>
<p>Di Mungka, setu dari tiga unit rumah yang tertimpa pohon mengalami rusak berat.</p>
<p>Malam ini, masyarakat bergotong royong membersihkan material pohon yang tumbang.   <strong>(vbm)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rentetan-bencana-melanda-limapuluh-kota-malam-ini/">Rentetan Bencana Melanda Limapuluh Kota Malam Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurenah Puasa di Dunia Maya</title>
		<link>https://prokabar.com/kurenah-puasa-di-dunia-maya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 06:46:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ota Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[dotor]]></category>
		<category><![CDATA[dunia maya]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[profesor]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Kurenah Puasa di dunia maya. Entah puasa entah tidak, di dunia maya, orang-orang mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dengan faseh. Sementara, pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kurenah-puasa-di-dunia-maya/">Kurenah Puasa di Dunia Maya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar.com &#8211; </strong>Kurenah Puasa di dunia maya. Entah puasa entah tidak, di dunia maya, orang-orang mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dengan <em>faseh</em>.</p>
<p>Sementara, pada kesempatan lain, di tengah hari yang terik, dia mengunggah pula gambar segelas es campur, yang gelasnya berembun karena dingin.</p>
<p>Di dalam gelas itu, warna-warni es campur menggoda selera. Tak kepalang juga menggoda iman.</p>
<p>Begitulah, kalau sudah berada di dunia maya, seperti berada di jalan tol.</p>
<p>Seenaknya menekan gas, tak berpikir kawan-lawan lagi. Kurenah puasa di dunia maya, <em>upload</em> dulu, urusan kemudian.</p>
<p>Tak perlu apa akibat dan tanggapan orang, yang penting <em>upload</em>.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/pakiah-mulai-indak-ka-lapau-simpang/"><strong>Pakiah Mulai Indak Ka Lapau Simpang</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://prokabar.com/yuang-pasa-kapiradan/">Yuang Pasa Kapiradan</a></strong></li>
<li><a href="https://prokabar.com/cucuak/"><strong>Cucuak</strong></a></li>
</ul>
<p>Mungkin orang sakit hati, menangis, marah, itu bukan <em>gue</em>, urusan <em>lu! </em></p>
<p><em>“Tak terasa puasa kita tinggal 29 hari lagi,” </em>begitu salah satu status hari pertama Ramadhan, ketika waktu berbuka tiba.</p>
<p>Puasa baru saja mulai, tapi sudah seakan-akan begitu dekat 29 hari itu. Atau sudah begitu lama ibadah puasa dilaksanakan.</p>
<p>Status ini, sebuah hiburan yang sangat sadar sedang membohongi nalar.</p>
<p>Lalu, pada bagian lain, dia mengunggah sebuah foto <em>sponge</em> belum terpakai dengan tulisan; <em>“Ngelihat busa buat nyuci jam segini, seperti lihat Bika Ambon.” </em></p>
<p>Biasanya ini muncul pada jam-jam yang rawan. Antara jam 12.00 Wib sampai 14.00 Wib.</p>
<p>Entah siapa yang memulai, foto ini dikirim dari satu tempat ke tempat, berputar-putar lalu mungkin kembali kepada pembuat pertamanya.</p>
<p>Yang jelas, sama modusnya dengan foto es campur tadi. <em>Cari perhatian! </em></p>
<p>Ampun kita. Puasa seperti <em>bagarah-garah</em> saja dibuatnya. <em>Request</em> adzan maghrib logat daerah, kepada penyiar radio.</p>
<p>Biasanya pendengar request lagu, kirim salam, kini request adzan maghrib di tengah hari. Orang lapar memang kreatif!</p>
<p>Mungkin begitu yang lebih tepat. Hehehe. Otaknya encer berpikir, demi melupakan rasa lapar dan melupakan waktu.</p>
<p>Selain yang tidak serius seperti di atas, banyak juga yang serius di bulan puasa.</p>
<p>Ada yang mengupload status tiap sebentar, ayat suci, hadits, kisah-kisah, kiat-kiat, munasabah bermacam-macam tema.</p>
<p>Entah dibaca entah tidak, yang jelas, unggah saja dulu, urusan  dibaca atau tidak, itu kemudian.</p>
<h3><strong>Hiburan Puasa </strong></h3>
<p>Kurenah puasa di dunia maya, media puasa menjadi hiburan.</p>
<p>Serupa dendang perintang waktu, kata orang-orang tua kita dulu.</p>
<p>Tempat jarak dan waktu dituntaskan. Ide berseliweran disampaikan.</p>
<p>Tempat kadang-kadang seperti air bah yang membawa banyak sampah! Hahaha.</p>
<p>Namun demikian, ini penting. Bermain di dunia maya itu harus hati-hati. Harus mengerti sedang apa dan mau apa.</p>
<p>Dunia maya, sebagai media komunikasi tidak bisa serta merta mampu membawa seluruh maksud yang akan disampaikan.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/soeharto-bangun-999-masjid-dari-sedekah-umat-islam/"><strong>Soeharto Bangun 999 Masjid dari Sedekah Umat Islam</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/sastra/lantunan-indah-para-gadis-di-malam-pertama-ramadhan/"><strong>Lantunan Indah Para Gadis di Malam Pertama Ramadhan</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/ramadhan/ramadhan-datang-hati-senang/"><strong>Ramadhan Datang Hati Senang</strong></a></li>
</ul>
<p>Catat itu. Sering kali orang hebat, orang kuat, orang berpangkat, doktor mungkin juga profesor, tergelincir komentarnya di media sosial karena tidak paham watak media sosial.</p>
<p>Ketika ia serius, ternyata lawan bicaranya bisa saja tidak serius-serius amat.</p>
<p>Jadi, sinyalnya sedang tidak sama, tidak senada. Akibatnya gagal mencapai tujuan komunikasi.</p>
<p>Kadar pengetahuannya tentang media sosial dan berselancar di dunia maya haruslah secara serius mempelajarinya.</p>
<p>Tidak bisa hanya sekali lalu saja. Bisa-bisa seperti anak kecil memegang pisau, semua mau dicatuknya! Ini berbahaya.</p>
<h3>Cerdas Bermedia Sosial</h3>
<p>Kecerdasan bermedia sosial, memang tidak bisa diukur tapi dapat dibaca bagaimana seseorang menggunakan.</p>
<p>Kadang-kadang, seseorang yang terkenal berwibawa bisa saja <em>lebay</em>.</p>
<p>Misalnya, politisi yang ingin mendapat simpati, dia akan mengunggah seluruh foto kegiatannya.</p>
<p>Mulai dari yang sederhana hingga yang paling wah, foto dengan presiden, artis dan sebagainya.</p>
<p>Foto dengan binatang piaran, foto dengan kenderaan kesayangan, pakaian kebesaran dari yang resmi sampai yang gaul.</p>
<p>Akibatnya, bukan mendapatkan simpati tapi malah menerima cemooh.</p>
<p>Ingat, sekali lagi, media sosial serupa jalan tol, semua bergegas tanpa pikir panjang. Emosi tinggi, apalagi kalau ada lawan!</p>
<p>Begitulah, dunia ujung jari yang melintas batas budaya, ruang, waktu, serta sekat-sekat normatif yang mengungkung kehidupan.</p>
<p>Dunia maya memberi kebebasan. Kebebasan yang jika kurang awas, bisa tergelincir menjadi persoalan sangat serius. Persoalan hukum.</p>
<p>Ramadhan di  media sosial, adalah wajah realitas ramadhan di tengah ummat. Mereka yang sudah memegang teknologi, akan kelihatan kurenahnya.</p>
<p>Aktif di group <em>chat</em>, menciracau, aktif menulis status dan mengomentari status teman, bisa terpantau jelas, mengatakan apa, sedang apa dia, di mana dia.</p>
<p>Begitulah, pokoknya, ada uang, beli seluler android, lalu belajar sedikit, selebihnya watak personal akan kelihatan di media sosial. Tak lagi mau dan mampu bersembunyi.</p>
<h3><strong>Kesadaran Komunikasi  </strong></h3>
<p>Kesadaran komunikasi itu penting namun bila tidak dengan kesadaran penggunaan media, bisa juga membuat seseorang salah kaprah mengambil kesimpulan.</p>
<p>Sederhananya, bila saja seseorang sangat serius, lalu ada yang menjawab dengan tidak serius, bisa akan muncul amarah.</p>
<p>Karena komunikasi melalui media apapun tetap memiliki kelemahan, kecuali bila media tersebut mampu membawa pesan emosi yang sama, nada yang sama kepada penerima pesan.</p>
<p>Hanya berkomunikasi secara langsung (<em>face to face</em>), kegagalan komunikasi bisa berkurang.</p>
<p>Melalui media sosial sangatlah mudah terjadi prasangka, apalagi emosi dalam komunikasi di media sosial memang kadang-kadang tak terkendali.</p>
<p>Kalau sudah bicara soal negara, pemerintah, atau apalah, seakan-akan serba tahu.</p>
<p>Padahal, yang terjadi, tahu sedikit sudah berani mengambil kesimpulan. Ini kerap terjadi.</p>
<p>Selamat berpuasa di dunia nyata, di dunia maya tetaplah pelihara etika agar pahala tetap terjaga. Amin.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kurenah-puasa-di-dunia-maya/">Kurenah Puasa di Dunia Maya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</title>
		<link>https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 08:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ota Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#lintau]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Primata]]></category>
		<category><![CDATA[Primata Sumtra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84572</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR.COM, PADANG-  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat. Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya. Kenapa pula ada yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR.COM, PADANG-</strong>  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat.</p>
<p>Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya.</p>
<p>Kenapa pula ada yang menyiksa Simpai nan lincah ini.</p>
<p>Primata langka itu bertungkai dan berlengan panjang. Bulunya halus warna kuning. Pelompat indah adalah primata Sumatera.</p>
<p>Lincah, suka berayun-ayun pada dahan kayu besar.</p>
<p><strong>Berita Terkait</strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</strong></a></p>
<p>Biasanya kera berekor panjang itu turun ke tanah untuk minum di tepi sungai atau batang air.</p>
<p>Pada anak-anak sungai dalam rimba.</p>
<p>Di rimba, parak, ladang-ladang simpai hidup bersama siamang, beruk, cigak atau kera.</p>
<p>Makhluk lompat-melompat di pepohonan ini, terlincah dari kawan-kawannya.</p>
<p>Ekor simpai yang panjang, terlihat lucu. Binatang lucu itulah yang dilindungi, karena telah langka.</p>
<p>Beberapa anak bujang menyiksa hewan primata itu pula. Kabarnya di Lintau.</p>
<h3>Video Penyiksaan Simpai</h3>
<p>Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.</p>
<p>Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.</p>
<p>Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.</p>
<p>Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.</p>
<p dir="ltr">Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/robot-tercanggih-di-dunia-indonesia-masuk-daftar/"><strong>Robot Tercanggih di Dunia, Indonesia Masuk Daftar</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.</p>
<p dir="ltr">Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra memastikan kejadian tersebut di Lintau.</p>
<p dir="ltr">Pihak BKSDA masih menelusuri kejadian hingga sekarang, Kamis (1/4/2021).   (nrs)</p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koalisi Masyarakat Kritik soal Bocoran Draft Peralihan Aset Limopuluh</title>
		<link>https://prokabar.com/koalisi-masyarakat-kritik-soal-bocoran-draft-peralihan-aset-limopuluh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 08:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[Adi Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Aspon Dedi]]></category>
		<category><![CDATA[Bukik Sibaluik]]></category>
		<category><![CDATA[Limopuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Parmato Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Riza Falepi]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyudi Thamrin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84569</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR.COM, PAKUMBUH- Rencana peralihan aset eks kantor Bupati yang berada di Kota Payakumbuh mendapat penolakan dari Koalisi Masyarakat Sipil Luhak Limopuluh. Koalisi masyarakat ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koalisi-masyarakat-kritik-soal-bocoran-draft-peralihan-aset-limopuluh/">Koalisi Masyarakat Kritik soal Bocoran Draft Peralihan Aset Limopuluh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR.COM, PAKUMBUH-</strong> Rencana peralihan aset eks kantor Bupati yang berada di Kota Payakumbuh mendapat penolakan dari Koalisi Masyarakat Sipil Luhak Limopuluh.</p>
<p>Koalisi masyarakat ini merupakan gabungan dari warga Payakumbuh dan Limopuluh.</p>
<p>Sebelumnya, peralihan aset Limapuluh Kota di pusat Kota Payakumbuh menghebohkan masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi memulai isu ini.</p>
<p>Riza Falepi beralasan isu ini harusnya antara Wali Kota dan Bupati saja.</p>
<p>Namun, DPRD Payakumbuh menghangatkan isu ini dengan membuat Pansus Aset.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/data-sementara-32-bangunan-rusak-akibat-cuaca-ekstrim-di-tanah-datar/"><strong>Data sementara, 32 Bangunan Rusak Akibat Cuaca Ekstrim di Tanah Datar</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/dukung-program-vaksinasi-semen-padang-berikan-kaos-untuk-warga-pasar/"><strong>Vaksinasi Covid-19, Semen Padang Berikan Baju Kaos</strong></a></li>
</ul>
<p>Berkas Pansun Aset DPRD Payakumbuh pun beredar di media sosial dan grup WhatsApp sejak Jumat (2/4/2021).</p>
<p>Bocoran pada wartawan, dalam berkas tersebut tertulis Pembentukan Panitia Khusus Persiapan Pengambilalihan atau pengelola aset Kabupetan Lima Puluh Kota yang berada di Kota dan menjadi aset Kota Payakumbuh.</p>
<p>Menariknya, Ketua Pansos ini berasal dari Anggota DPRD Golkar YB Dt Parmato Alam.</p>
<p>Dugaan muncul, Parmato Alam mengurusi aset ini dengan hitung-hitungan Bupati Limapuluh berasal dari Golkar.</p>
<p>Sementara Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi punya hubungan yang panjang dengan Rizki Kurniawan yang masih menjadi Wakil Bupati Limapuluh Kota.</p>
<p>&#8220;Aset kota Payakumbuh selama ini, malah sudah berkali-kali beralih ke swasta. &#8221;</p>
<p>&#8220;Misal, eks kantor walikota samping Lapas, sudah di kontrak pihak swasta, jadi mall.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu eks kantor Walikota di Bukik Sibaluik, sudah ada pembicaraan dengan pihak swasta unt luk dijadikan hotel,&#8221; sindir Budayawan dan Sastrawan asal Koto Nan Gadang Payakumbuh, Aspon Dedi.</p>
<p>Naasnya kata Aspon, pengambilalihan dan pengelolaan aset Limapuluh Kota justru oleh Kota Payakumbuh.</p>
<p>&#8220;Nalar saya buntu berpikir, ini barang masuknya dari mana,&#8221; kata Aspon.</p>
<p>Inisiator masyarakat sipil lainnya, Adi Surya, meminta secara tegas Pemerintah Kabupaten untuk tidak rugi dalam hitungan ekonomi.</p>
<p>&#8220;Bersama aktivis pergerakan, kita akan kawal supaya tidak jadi lahan baru utk KKN,&#8221; kata Adi Surya yang juga pengurus Kadin Pusat ini.</p>
<h3><strong>Ultimatum soal Aset Limopuluh</strong></h3>
<p>Tokoh Masyarakat Luak Limpopuluh pun juga mengultimatum agar tidak satupun dari pihak mencoba mengutakatik eks kantor bupati.</p>
<p>&#8220;Apalagi, sampai mau diurus Pemko Payakumbuh. Tak bisa, ini akan kita tantang, Bupati dan wakilnya jangan main api di sini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ilson curiga, aroma ini sudah tercium semenjak pilkada di Limapuluh Kota.</p>
<p>&#8220;Saat safari memenangkan kontestasi ini, sebagai gambaran tidak akan terbentuk pansus. Dugaannya, tentu ada komitmen dan signal terlebih dahuli,&#8221; curiga Ilson.</p>
<p>Ketua Umum AMPI Sumbar Wahyudi Thamrin secara tegas meminta eks kantor Bupati tidak boleh lepas.</p>
<p>&#8220;Kalau semangatnya investasi, saya sendiri yang akan bangun hotel di sana. Jadi jangan terlalu jauh,&#8221; kata dia.</p>
<p>Tokoh masyarakat Lua Limopuluh Muhammad Bayu Vesky juga berbicara soal aset ini.</p>
<p>Bayu mengatakan akan menjadi sensitif apabila Pansus DPRD Payakumbuh main sendiri.</p>
<p>&#8220;Membahas rumah tangga orang lain, dengan membentuk tim khusus,&#8221; kata Bayu.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme</a>:</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/robot-tercanggih-di-dunia-indonesia-masuk-daftar/">Robot Tercanggih di Dunia, Indonesia Masuk Daftar</a></strong></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
</ul>
<p>Jika komitemen dan komunikasi antarlegislatif dan tokoh masyarakat kedua daerah sudah berjalan, maka Pansus boleh saja ada.</p>
<p>&#8220;Eks kantor bupati ini bukan saja urusan fisik, tapi ada nilai historis,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Eks Kantor Bupati ini sudah masuk dalam neraca keuangan daerah Limapuluh Kota.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai, ada dugaan yang muncul, ini jadi bahan bancakan semata,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Praktisi hukum Nurhuda menilai, jika tidak hati-hati dalam mengurus aset dan niat yang tulus dalam mengeksekusinya, maka jangan harap pengalihan aset ini.</p>
<p>Ketua Pansus Aset YB Dt Parmato Alam mengkalaim, dokumen pansus yang bocor itu, merupakan draft.</p>
<p>&#8220;Setelah dikoreksi, menjadi pansus penyelesaian aset,&#8221; jelas Parmato Alam. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koalisi-masyarakat-kritik-soal-bocoran-draft-peralihan-aset-limopuluh/">Koalisi Masyarakat Kritik soal Bocoran Draft Peralihan Aset Limopuluh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 66/213 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 08:21:59 by W3 Total Cache
-->