<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#MasjidTuoKayuJao Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/masjidtuokayujao/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/masjidtuokayujao/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 May 2021 05:21:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#MasjidTuoKayuJao Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/masjidtuokayujao/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Atap Masjid Tua Berlenggek</title>
		<link>https://prokabar.com/kenapa-atap-masjid-tua-berlenggek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 17:54:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#MasjidTuoKayuJao]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85373</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Masjid tua, atapnya selalu bertingkat-tingkat dan jumlahnya ganjil. Pada bagian depan ada kulah pembasuh kaki. Kenapa? Karena masjid ini dibangun di zaman...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kenapa-atap-masjid-tua-berlenggek/">Kenapa Atap Masjid Tua Berlenggek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Masjid tua, atapnya selalu bertingkat-tingkat dan jumlahnya ganjil. Pada bagian depan ada kulah pembasuh kaki.</p>
<p>Kenapa? Karena masjid ini dibangun di zaman madia, era ketika pengaruh berbagai kebudayaan Nusantara dan agama lain membantuk satu teknik membuat bangunan.</p>
<p>Masjid beratap jumlah ganjil itu, makin ke atas makin kecil dan paling atas dipasang kemuncak.</p>
<p>Inilah masjid atau zaman madia, yaitu zaman perkembangan Islam di Nusantara. Tidak ada menara, tidak ada atap seperti masjid sekarang.</p>
<p>Masjid-masjid kuno di Minangkabau selalu beratap dengan lenggek ganjil tersebut. Rumah ibadah ini lengkap dengan bedug alias tabuah.</p>
<p>Masjid tua itu, bangunannya terpengaruhi oleh kekuatan tradisi dan budaya setempat.</p>
<p>Di Minang selain diukir, atap paling atasnya ada gonjongnya, juga memakai ijuk. Tidak dipaku dan kayunya kuat kokoh.</p>
<p>Biasanya pondasinya dibuat tinggi dan di bagian belakang ada kolam ikan. Bangunannya jika tidak persegi pajang malah bisa bujur sangkar.</p>
<p>Masjid modern sekarang, kubah bulat. Ini ditiru dari Timur Tengah, kabarnya dari Maroko. Bahkan ada yang menyebut meniru Aya Sofia, Turki.</p>
<p>Masjid dengan gaya terbaru dan unik, ada di sini yaitu Masjid Raya Sumatera Barat.</p>
<p>Sekarang banyak masjid hadir dengan berbagai gaya. Ada yang bulat ada yang petak empat. Di kota-kota masjid sudah banyak pakai AC.</p>
<p>Selain itu ada masjid yang dibuat perorangan atau sekelompok orang. Di Padang bermunculan masjid rancak, dua di antaranya di tepi laut. <strong>(nrs)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kenapa-atap-masjid-tua-berlenggek/">Kenapa Atap Masjid Tua Berlenggek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masjid Tuo Kayu Jao, Simbol Akulturasi Islam dan Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/masjid-tuo-kayu-jao-simbol-akulturasi-islam-dan-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 08:22:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#ALR]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#MasjidTuoKayuJao]]></category>
		<category><![CDATA[#Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=6840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Di Sumatera Barat Masjid apa yang paling tua? Banyak versi, tapi MASJID Tuo Kayu Jao yang terletak di Jorong Kayu Jao,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masjid-tuo-kayu-jao-simbol-akulturasi-islam-dan-minang/">Masjid Tuo Kayu Jao, Simbol Akulturasi Islam dan Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang</b>, <b>Prokabar</b> &#8211; Di Sumatera Barat Masjid apa yang paling tua? Banyak versi, tapi MASJID Tuo Kayu Jao yang terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Masuk dalam daftar masjid tua itu.</p>
<p>Konon, masjid ini didirikan pada tahun 1599. Dalam versi lain bahkan disebutkan, masjid ini sudah ada satu abad sebelumnya. Keberadaan masjid tuo ini membuktikan bahwa pengaruh Islam sudah masuk ke Minangkabau sejak abad ke 15.</p>
<p>Masjid ini menurut sejarahnya didirikan oleh Angku Imam yang bernama Musaur dan Angku Labai sekaligus sebagai Bilal. Pengerjaan masjid dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat dahulu kala.</p>
<p>Secara arsitektur Masjid Tuo Kayu Jao ini tergolong unik. Atap mesjid yang bertingkat tingkat menggunakan atap ijuk. Selain itu juga dipadukan antara Islam dan Minangkabau, baik dari makna maupun lambang pada bangunan.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan panduan kebudayaan lokal dan Islam. Atap masjid disangga oleh 27 tiang, yang menandakan enam suku, yang masing-masing terdiri dari empat unsur pemerintahan ditambah dengan tiga unsur agama, yakni khatib, imam dan bilal,&#8221; jelas Mustamik, penjaga Masjid Tuo itu.</p>
<p>Mustamik juga memaparkan ada masjid ditopang dengan 24 tonggak (tiang) dalam yang melambangkan 24 jumlah Ninik Mamak. Kemudian memiliki jendela sebanyak 13 pintu melambangkan rukun salat. Anak tangga memasuki masjid berjumlah 5 undakan, melambangkan Rukun Islam. Masjid dibangun tiga tingkat atapnya yang melambangkan Imam, Khatib dan Bilal dan ada dua lantai melambangkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>&#8220;Mulai dari atap hingga lantai, masjid ini punya nilai cerita dan sejarah. Tapi tetap masjid dijadikan tempat beribadah,&#8221; kata mustamik lagi.</p>
<p>Beberapa bagian masjid sudah direnovasi, tapi secara keseluruhan tidak mengalami perubahan. Meski telah berusia 5 abad, Masjid Tuo Kayu Jao masih digunakan untuk aktivitas ibadah, mulai dari salat hingga pengkajian agama Islam.(alr)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masjid-tuo-kayu-jao-simbol-akulturasi-islam-dan-minang/">Masjid Tuo Kayu Jao, Simbol Akulturasi Islam dan Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 25/68 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.482 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 04:21:01 by W3 Total Cache
-->