<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Mas&#039;amah Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/masamah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/masamah/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Apr 2018 09:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Mas&#039;amah Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/masamah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mas&#8217;amah : Mereka Semua Inginkan Aku Mati&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 09:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#HukumanMati]]></category>
		<category><![CDATA[#Mas'amah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cirebon, Prokabar&#8211; Mas&#8217;amah TKI yang hampir dihukum mati karena dituduh membunuh, akhirnya kembali ke kampung. Inilah kisah bagian tiga untuk pembaca prokabar.com semua: Ingin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/">Mas&#8217;amah : Mereka Semua Inginkan Aku Mati&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Cirebon, Prokabar&#8211; </b>Mas&#8217;amah TKI yang hampir dihukum mati karena dituduh membunuh, akhirnya kembali ke kampung. Inilah kisah bagian tiga untuk pembaca <i><b>prokabar.com</b></i> semua:</p>
<p>Ingin rasanya menjelaskan bila dirinya tak membunuh Marwa. Ibaratnya, Mas&#8217;amah sudah bersumpah atas nama Tuhan, kalau bukan dia yang melakukannya. &#8220;Demi Allah, aku nggak bunuh Marwa. Sidik jariku memang ada karena akulah yang menutupkan mata Marwa disaksikan Sa&#8217;ad (saksi),&#8221; lanjut Mas&#8217;amah.</p>
<p>Tanpa penerjemah, Mas&#8217;amah berusaha meyakinkan polisi. Sayang usahanya hanya sia-sia saja. Wanita kelahiran Cirebon, 16 Mei 1982 ini tetap saja di penjara sampai putusan pengadilan. &#8220;Ya Allah, aku akhirnya di penjara sambil menunggu putusan pengadilan. Sedihnya, keluargaku belum tahu kalau aku dituduh membunuh,&#8221; sedihnya.</p>
<p>Sampai akhirnya, Mas&#8217;amah pun diadili di pengadilan. Kali ini, ia didampingi penerjemah. Tapi sayang, Mas&#8217;amah harus menebus kesalahannya dengan hukuman mati. &#8220;Mereka (keluarga majikan) inginkan aku mati. Apa yang sudah dijelaskan semua tidak ada yang mempercayai,&#8221; bebernya.<br />
Pengadilan pun berusaha meyakinkan ayah Marwa (Ghalib) untuk memaafkan karena tak ada saksi atas kematian putrinya. Sehingga pengadilan berlangsung cukup lama hingga Mas&#8217;amah mendekam di penjara selama 8 tahun 5 bulan.</p>
<p>&#8220;Tiap kali ini pengadilan, majikan laki-laki minta aku mati. Ketemu lagi, minta mati lagi. Ya sudah bunuh aku saja kalau begitu. Aku nggak takut mati katena aku nggak salah. Mereka salah, aku dituduh,&#8221; kesalnya.</p>
<p>Kabar vonis mati Mas&#8217;amah pun terdengar pihak KJRI di Jeddah. Mas&#8217;amah pun ditangani langsung oleh pemerintah agar dibebaskan dari hukuman mati.</p>
<p>&#8220;Akhirnya aku didampingi KJRI Jeddah agar bebas dari hukuman. Alhamdulilah pemerintah membelaku mendapat maaf dari keluarga majikan,&#8221; syukurnya.</p>
<p>Hingga 13 Maret 2017, doa dan harapan Mas&#8217;amah dikabulkan Allah SWT. Ghalib lantas memberikan maaf tanpa syarat pada Mas&#8217;amah. Sehingga Mas&#8217;amah dinyatakan bebas tanpa membayar diyat sepeser pun.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180407-wa0038-1622746433.jpg" class="wp-image-4986 size-full aligncenter" width="648" height="1152"></p>
<p>&#8220;Ya Allah akhirnya kebenaran datang padaku. Aku yakin akan keajaiban Allah itu wujud adanya, aku bebas dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,&#8221; kenangnya<b>. (beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/">Mas&#8217;amah : Mereka Semua Inginkan Aku Mati&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupanya Ini yang Membuat Mas&#8217;amah Dituduh Membunuh</title>
		<link>https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 09:08:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#HukumanMati]]></category>
		<category><![CDATA[#Mas'amah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cirebon, Prokabar&#8211;Keinginan Mas&#8217;amah mengubah perekonomian keluarganya dengan cara berangkat ke Arab Saudi, sirna sudah. Sembilan tahun lamanya, Mas&#8217;amah justru harus terpisah dengan keluarga terutama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/">Rupanya Ini yang Membuat Mas&#8217;amah Dituduh Membunuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Cirebon, Prokabar&#8211;</b>Keinginan Mas&#8217;amah mengubah perekonomian keluarganya dengan cara berangkat ke Arab Saudi, sirna sudah. Sembilan tahun lamanya, Mas&#8217;amah justru harus terpisah dengan keluarga terutama suami dan anak semata wayangnya.</p>
<p>&#8220;Kalau dipikir lagi, sembilan tahun itu waktu yang cukup lama. Aku nggak bisa ketemu keluarga di kampung. Keburu kena masalah (dituduh membunuh),&#8221; kenang Mas&#8217;amah pada <b><i>Prokabar</i></b> ketika ditemui di rumahnya di Desa Buntet, Astanajapura, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.</p>
<p>Istri dari Hamid Sanusi (40) ini lantas menceritakan apa yang telah terjadi saat dirinya bekerja di rumah keluarga Ghalib. &#8220;Aku jadi TKW tahun 2008 lalu. Aku kena masalah di tahun 2009, sebelumnya aku kerasan tinggal di keluarga majikan. Mereka baik dan memperlakukanku sangat manusiawi,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Baru tujuh bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pengasuh, Mas&#8217;amah malah kena fitnah. Tak tanggung lagi, tuduhan itu menyebut wanita berusia 36 tahun ini sebagai pembunuh.</p>
<p>&#8220;Masya Allah mana mungkin aku membunuh. Aku nggak punya dendam, mereka baik sama aku. Aku bersumpah tidak membunuh Marwa, ini kecelakaan,&#8221; sebut Mas&#8217;amah menyebut nama anak majikannya yang ditemukan sudah tak bernyawa lagi.<br />
Saat kejadian berlangsung, Mas&#8217;amah sedang membuatkan susu untuk Marwa di dapur. Kebetulan saat itu, bayi berusia 11 bulan ini tengah menangis. &#8220;Aku buatkan susu di dapur. Masak air dan cuci botol. Nggak taunya setelah siap, aku melihat Marwa sedang ditindih kakaknya (Marwan berusia 3,5 tahun),&#8221; bebernya.</p>
<p>Sontak Mas&#8217;amah kaget dibuatnya. Ia lantas berlari dan mendorong tubuh Marwan. &#8220;Marwa sudah tidak menangis lagi. Aku pikir Marwa pingsan, tapi setelah di cek, nafasnya sudah tidak ada lagi,&#8221; ungkap Mas&#8217;amah.</p>
<p>Tentu saja Mas&#8217;amah kebingungan. Apalagi saat itu ibu Marwa tengah berada di kamarnya karena sakit. Sambil memeluk Marwa di pangkuannya, Mas&#8217;amah lantas menutupkan mata Marwa.</p>
<p>Di waktu yang bersamaan, Sa&#8217;ad (11) yang juga anak majikan melihatnya menutupkan mata. Mas&#8217;amah pun menyebut innalilahi wa innailaihi rojiun di hadapan Sa&#8217;ad. &#8220;Ternyata sidik jari aku ada di wajah Marwa. Karena memang aku menutupkan mata untuk Marwa,&#8221; kenangnya.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-4981 size-full aligncenter" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180407-wa0037-1622746433.jpg" width="648" height="1152"></p>
<p>Mas&#8217;amah yang belum fasih berbahasa Arab ini tentu saja kesulitan ketika polisi setempat mengintrograsinya. Mas&#8217;amah disebut telah mengakui menghabisi nyawa Marwa dengan tangannya sendiri.<br />
&#8220;Saat ditanya polisi aku nggak paham bahasa Arab. Jadinya hanya bahasa isyarat. Terjadi salah komunikasi. Aku pikir pertanyaan kamu yang menutup mata justru berbeda. Aku malah mengakui membunuh Marwa,&#8221; sesalnya.<b> (beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/">Rupanya Ini yang Membuat Mas&#8217;amah Dituduh Membunuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah TKW Mas&#8217;amah Lolos dari Hukuman Mati</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 06:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#HukumanMati]]></category>
		<category><![CDATA[#Mas'amah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Aku Bersumpah Tidak Pernah Membunuh&#8230;&#8221; Cirebon, Prokabar &#8211; Suasana bahagia begitu terasa ketika Prokabar tiba di rumah Raswa (75) di Desa Buntet RT01/03 Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/">Kisah TKW Mas&#8217;amah Lolos dari Hukuman Mati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><b><i>&#8220;Aku Bersumpah Tidak Pernah Membunuh&#8230;&#8221;</i></b></p></blockquote>
<p><b>Cirebon, Prokabar &#8211;</b> Suasana bahagia begitu terasa ketika Prokabar tiba di rumah Raswa (75) di Desa Buntet RT01/03 Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Keluarga besar Raswa tampak tengah berkumpul di teras rumah.</p>
<p>Kebahagiaan mereka bukan tanpa alasan. Mereka masih meluapkan kerinduan pada Mas&#8217;amah (36) setelah sembilan tahun lamanya tak kembali. Ya, wanita yang akrab disapa Amah ini kembali setelah lolos dari hukuman mati di pengadilan Saudi Arabia.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah akhirnya aku kembali ke rumah. Kumpul sama keluarga, rasanya nggak kebayang masih diberi hidup oleh Allah SWT. Ternyata wujud keajaiban Allah itu,&#8221; puji syukur Amah membuka perbincangan, akhir pekan lalu. Rasa syukur itu makin dalam sebab pada Sabtu (7/4) sudah sepekan ia di kampung halaman.</p>
<p>Sejak kepulangannya ke rumah, Minggu (1/4) lalu, Amah tak hentinya didatangi wartawan. Meski lelahnya belum terbayar, Amah tak keberatan harus mengulang cerita dari awal. &#8220;Nggak apa-apa, ini kan kabar bahagia. Banyak silaturahmi juga sama wartawan,&#8221; ucap Amah dengan ramah.</p>
<p>Wanita kelahiran Cirebon, 16 Mei 1982 ini mengaku tak menyangka bisa bertemu dengan keluarga besarnya lagi. Banyak perubahan yang terjadi setelah sembilan tahun lamanya, Amah tak menginjakkan kakinya di kampung halaman.</p>
<p>&#8220;Pangling, banyak berubah terutama keluarga. Rumah juga banyak berubah, apalagi anak saya sudah berumur 16 tahun padahal waktu ditinggal dia masih usia tujuh tahun. Ya Allah tingginya juga jauh dari aku,&#8221; aku Amah menyebut putranya bernama Arul.</p>
<p>Mas&#8217;amah adalah TKW asal Cirebon yang dijayuhi hukuman mati. Aman dituduh membunuh Marwah (11 bulan), anak majikannya. Kasus Mas&#8217;amah bermula pada Februari 2009 lalu. Awalnya proses hukum berlangsung lancar dan menjatuhkan hukuman penjara selama 2,5 tahun di persidangan pertama.</p>
<p>&#8220;Karena tak ada bukti dan aku mengaku bersumpah tidak membunuh akhirnya di penjara 2,5 tahun. Tapi nyatanya keluarga majikan nggak terima dan naik banding. Dia (majikan) minta aku dihukum mati. Ya aku pasrah aja. Gimana lagi aku sudah mengaku tapi tetap saja keluarga majikan minta aku mati,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selama 8 tahun 5 bulan lamanya, Amah hanya bisa pasrah menunggu hari kematiannya. Sampai akhirnya keluarga majikan memaafkan Amah dan pengadilan pun membebaskannya pada 13 Maret 2017.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-4974 size-full aligncenter" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180407-wa0025-1622746433.jpg" width="648" height="1152"></p>
<p>Namun karena belum selesai perizinan, Amah pun akhirnya bisa pulang ke Tanah Air di awal April ini. &#8220;Aku berangkat ke Arab, April 2009. Sekarang pulang juga April serakah sembilan tahun,&#8221; senangnya. <b>(beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/">Kisah TKW Mas&#8217;amah Lolos dari Hukuman Mati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/75 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.035 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 12:18:07 by W3 Total Cache
-->