<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#manggot Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/manggot/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/manggot/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Aug 2025 03:57:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#manggot Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/manggot/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ilham Akbar di RRI Padang: Maggot Solusi Cerdas Kurangi Sampah dan Tingkatkan Ekonomi</title>
		<link>https://prokabar.com/ilham-akbar-di-rri-padang-maggot-solusi-cerdas-kurangi-sampah-dan-tingkatkan-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 03:57:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#manggot]]></category>
		<category><![CDATA[#sampahorganik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=128461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Sampah organik yang mendominasi timbulan sampah Kota Padang mendorong PT Semen Padang menghadirkan solusi berkelanjutan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Inovasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ilham-akbar-di-rri-padang-maggot-solusi-cerdas-kurangi-sampah-dan-tingkatkan-ekonomi/">Ilham Akbar di RRI Padang: Maggot Solusi Cerdas Kurangi Sampah dan Tingkatkan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Sampah organik yang mendominasi timbulan sampah Kota Padang mendorong PT Semen Padang menghadirkan solusi berkelanjutan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Inovasi ini tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan pakan ternak, khususnya ikan, yang ekonomis dan ramah lingkungan.</p>
<p>Kepala Unit Komunikasi &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, memaparkan hal tersebut saat menjadi narasumber program Padang Pagi Ini di RRI Pro 1 Padang 97,5 FM, Sabtu (9/8/2025). Program yang dipandu Wahyudi Maswar ini turut menghadirkan Ketua Kelompok Usaha Budidaya BSF MinaGot Sumbar, Resti Rahayu (Dosen FMIPA Unand), dan Analis Akuakultur Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Zetria.</p>
<p>“Sebagai perusahaan BUMN, kami memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang tidak hanya bersifat charity, tetapi juga mendukung program pemerintah, termasuk pengelolaan sampah,” ujar Ilham.</p>
<p>Menurutnya, 60–70 persen dari ratusan ton sampah harian di Padang adalah sampah organik. Kondisi ini melatarbelakangi pembentukan Asosiasi Maggot Kota Padang (AGODANG) untuk mengolah sisa makanan menjadi pakan ternak alternatif, mengurangi volume sampah, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.</p>
<p>Selain pengolahan, PT Semen Padang juga mengedukasi masyarakat tentang teknik budidaya maggot dan pemanfaatannya. Bersama Dinas Perikanan Kota Padang, uji coba selama enam minggu pada Mei lalu menunjukkan ikan yang diberi pakan maggot tumbuh setara, bahkan lebih baik, dibanding ikan yang diberi pelet komersial. Biaya pakan pun lebih murah, sehingga meningkatkan keuntungan pembudidaya.</p>
<p>Tidak hanya mengelola sampah organik, PT Semen Padang juga menangani sampah anorganik lewat program Nabuang Sarok, melakukan mitigasi emisi gas rumah kaca dengan tanaman kaliandra, merehabilitasi lahan bekas tambang, dan melestarikan spesies lokal.</p>
<p>Atas dedikasinya, Ilham Akbar menerima Pin Emas dari Pemerintah Kota Padang yang disematkan Wali Kota Fadly Amran pada Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Padang ke-356, Kamis (7/8/2025). Penghargaan ini diberikan atas upayanya mengintegrasikan pendekatan multisektor yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi sekaligus.</p>
<p>Program pengelolaan sampah organik menjadi pakan ikan ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya poin ke-5: Mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya alam dan energi yang bijak, serta pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.</p>
<p>Inisiatif ini juga mendukung misi kedua RPJMD Provinsi Sumbar 2025–2029, yakni menjadi lumbung pangan nasional dengan ekonomi berkelanjutan berbasis hilirisasi, teknologi, dan pelestarian lingkungan. Di tingkat kota, program ini sejalan dengan Program Unggulan Padang Satujuan, seperti Padang Juara yang mendorong ekonomi kreatif, dan Padang Melayani yang mengedepankan pelayanan publik inovatif untuk lingkungan hidup sehat dan produktif. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ilham-akbar-di-rri-padang-maggot-solusi-cerdas-kurangi-sampah-dan-tingkatkan-ekonomi/">Ilham Akbar di RRI Padang: Maggot Solusi Cerdas Kurangi Sampah dan Tingkatkan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Dorong Koperasi Hijau Lewat Maggot dan Kaliandra</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-dorong-koperasi-hijau-lewat-maggot-dan-kaliandra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 14:36:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kaliandra]]></category>
		<category><![CDATA[#Koperasihijau]]></category>
		<category><![CDATA[#manggot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=128252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- PT Semen Padang menawarkan dua program berbasis ekonomi hijau kepada seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Padang: budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-dorong-koperasi-hijau-lewat-maggot-dan-kaliandra/">Semen Padang Dorong Koperasi Hijau Lewat Maggot dan Kaliandra</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> PT Semen Padang menawarkan dua program berbasis ekonomi hijau kepada seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Padang: budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik dan budidaya pohon kaliandra sebagai sumber energi terbarukan (EBT). Inisiatif ini diharapkan mendorong koperasi agar tak hanya berorientasi profit, tapi juga ramah lingkungan.</p>
<p>Kedua program diperkenalkan dalam talk show bertajuk “Penguatan Koperasi melalui Inovasi Hijau” yang digelar dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, pada Kamis (17/7/2025) lalu. Acara ini juga menjadi momentum peluncuran resmi Koperasi Kelurahan Merah Putih di 104 kelurahan se-Kota Padang.</p>
<p>Kepala Unit Komunikasi &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, menjelaskan bahwa perusahaan tengah fokus mengembangkan sumber energi alternatif, salah satunya melalui pohon kaliandra yang memiliki nilai kalor tinggi dan dapat menggantikan sebagian batubara pada proses produksi semen.</p>
<p>“Kayunya bisa jadi bahan bakar, daunnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti kambing dan sapi. Ini peluang usaha berkelanjutan yang bisa dikelola koperasi dari hulu ke hilir — mulai dari pembibitan hingga distribusi. Kami juga siap menjadi offtaker hasilnya,” ujar Ilham.</p>
<p>Selain EBT, ia juga memaparkan potensi ekonomi dari budidaya maggot atau larva lalat BSF (Black Soldier Fly). Maggot mampu mengurai limbah organik dengan cepat dan menghasilkan protein tinggi untuk pakan ikan.</p>
<p>“PT Semen Padang sudah menguji coba pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan nila bersama Dr. Resti Rahayu dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas. Hasilnya sangat menjanjikan, baik dari sisi pengurangan sampah maupun dukungan terhadap ketahanan pangan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sampah anorganik pun memiliki nilai ekonomi. Bahan seperti plastik dan tekstil yang sulit didaur ulang bisa diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), sebagai alternatif batubara untuk pabrik semen.</p>
<p>“Inilah prinsip sirkular ekonomi. Sampah yang dulu jadi masalah, kini bisa jadi sumber energi dan nilai tambah. Kami berharap koperasi bisa melihat ini sebagai peluang bisnis,” ujarnya.</p>
<p>Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi langkah PT Semen Padang yang menghadirkan solusi nyata untuk penguatan koperasi berbasis pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>“Kami sangat mendukung. Koperasi Merah Putih ini adalah komitmen kami membangun ekonomi dari akar rumput. Kolaborasi dengan PT Semen Padang akan kami dorong, dan seluruh camat serta lurah harus aktif membina koperasi ini di wilayah masing-masing,” tegas Fadly.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional dan akuntabel. “Koperasi itu dunia usaha, artinya kompetitif. Jadi harus dikelola serius. Kami bahkan akan beri reward untuk koperasi yang sehat dan tumbuh,” tambahnya.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyebut program Semen Padang sebagai peluang emas yang patut dimanfaatkan. “Prospeknya konkret. Apalagi ada jaminan pembelian hasil dari pihak industri. Ini sinergi yang perlu terus diperkuat,” ucapnya.</p>
<p>Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Pampangan Nan XX, Elga Maidison, mengaku siap menyambut peluang ini. “Kami tertarik dengan budidaya maggot sejak awal. Ini bisa disinergikan dengan program bank sampah yang sudah kami jalankan,” katanya.</p>
<p>Sebagai bagian dari peringatan Harkopnas, Pemko Padang juga menyerahkan penghargaan kepada koperasi berprestasi. Koperasi Konsumen Keluarga Besar Semen Padang (KKSP) meraih Juara I Kategori Koperasi Konsumen. Juara II diraih KPRI Fakultas Ekonomi Unand, dan Juara III oleh KPRI RSUD Dr. Rasidin Padang.</p>
<p>Untuk kategori Koperasi Simpan Pinjam, Juara I diraih Koperasi Adipura Padang, disusul Koperasi Karyawan RS Yos Sudarso dan KPRI SMPN 21 Padang. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-dorong-koperasi-hijau-lewat-maggot-dan-kaliandra/">Semen Padang Dorong Koperasi Hijau Lewat Maggot dan Kaliandra</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jawab Tantangan Padang Rancak, PT Semen Padang Usung Kaliandra dan Maggot</title>
		<link>https://prokabar.com/jawab-tantangan-padang-rancak-pt-semen-padang-usung-kaliandra-dan-maggot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 02:07:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kaliandra]]></category>
		<category><![CDATA[#manggot]]></category>
		<category><![CDATA[#Padangrancak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=127820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Malam itu, suasana di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Padang terasa berbeda. Di balik obrolan hangat yang bergulir, manajemen PT Semen Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jawab-tantangan-padang-rancak-pt-semen-padang-usung-kaliandra-dan-maggot/">Jawab Tantangan Padang Rancak, PT Semen Padang Usung Kaliandra dan Maggot</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Malam itu, suasana di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Padang terasa berbeda. Di balik obrolan hangat yang bergulir, manajemen PT Semen Padang memaparkan sebuah tawaran kolaborasi yang ambisius. Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Ilham Akbar, memperkenalkan dua program unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat: budidaya kaliandra dan pengelolaan sampah berbasis maggot.</p>
<p>Ide yang sederhana, namun sarat potensi. Program ini tak sekadar bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL), tapi juga sebuah peta jalan menuju kota yang bersih, mandiri, dan berdaya saing. Semuanya selaras dengan visi besar Pemerintah Kota Padang: Padang Rancak.</p>
<p><strong>Kaliandra: Menanam Pohon, Menanam Harapan</strong></p>
<p>Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, langsung menangkap peluang besar dari budidaya kaliandra. Menurutnya, Pemko Padang memiliki banyak lahan tidur di 11 kecamatan yang bisa dimanfaatkan. “Kaliandra bukan sekadar pohon. Dalam setahun bisa dipanen, menghasilkan kayu berkualitas ekonomi tinggi. Sekaligus menghijaukan kota, menggerakkan ekonomi, dan melibatkan masyarakat. Ini model ekonomi sirkular yang sangat menarik,” kata Maigus.</p>
<p>Bahkan, lahan-lahan pribadi dan tanah ulayat yang selama ini terbengkalai pun dinilai potensial untuk digarap. “Menanam kaliandra berarti menanam harapan baru untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar mantan Anggota DPRD Sumbar itu.</p>
<p><strong>Maggot: Sampah Berubah Jadi Cuan</strong></p>
<p>Tak hanya fokus pada penghijauan, PT Semen Padang yang juga bagian dari SIG menawarkan solusi konkret mengatasi masalah klasik perkotaan: sampah. Selama ini, volume sampah Kota Padang terus meningkat sementara daya tampung TPA kian terbatas. Di sinilah maggot alias larva Black Soldier Fly (BSF) masuk sebagai solusi.</p>
<p>Limbah organik rumah tangga yang biasanya menimbulkan bau, bisa diolah menjadi pakan maggot bernilai ekonomi. Limbah bekas maggot (kasgot) pun berguna sebagai pupuk pertanian. Bahkan, sampah anorganik terpilah yang dicacah dapat dijual ke PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara.</p>
<p>“Program maggot ini luar biasa. Bukan hanya mengatasi persoalan lingkungan, tapi juga membuka peluang usaha baru. Sampah yang semula menjadi masalah, kini bisa menjadi sumber energi dan penghasilan,” ujar Maigus optimistis.</p>
<p>Untuk mendukung program ini, Pemko Padang menargetkan pada 2026 seluruh kecamatan memiliki minimal satu bank sampah dengan fasilitas mesin pencacah. “Ini bukan proyek jangka pendek, tapi investasi jangka panjang untuk kebersihan dan kesejahteraan warga Padang,” tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, Maigus menilai sinergi pemerintah dan industri ini sebagai bagian dari transformasi menuju Padang Rancak: kota bersih, mandiri energi, dan makmur secara ekonomi. “Kami ingin Padang tak sekadar bersih dipandang, tapi punya daya saing kuat,” ujarnya.</p>
<p>Menggerakkan Ekonomi Melalui Koperasi Desa Merah Putih</p>
<p>Dukungan penguatan ekonomi masyarakat juga mengemuka. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi, melihat peluang besar untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, bisnis maggot, pengolahan sampah, hingga budidaya kaliandra memiliki model bisnis yang jelas dan pasar yang tersedia.</p>
<p>“Sinergi semacam inilah contoh ideal antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Koperasi bisa jadi motor penggerak agar manfaat ekonominya langsung dirasakan warga,” kata Fauzan.</p>
<p>PT Semen Padang sendiri siap menjadi pembeli utama hasil panen kaliandra yang diproyeksikan sebagai bahan bakar alternatif pabrik semen. “Kami siap menjadi offtaker. Kayu hasil panen akan kami serap untuk kebutuhan energi di pabrik,” jelas Ilham Akbar.</p>
<p>Selain itu, budidaya maggot juga sudah diujicoba sebagai pakan alternatif ikan nila. Hasilnya? Pertumbuhan ikan dengan pakan maggot tak kalah dari pakan komersial, sementara biayanya jauh lebih murah. “Masalah utama budidaya ikan itu harga pakan yang mahal. Maggot ini solusinya, ada multiplier effect dari sampah yang diolah,” tambah Ilham.</p>
<p>Program TJSL: Dari Beasiswa hingga Revitalisasi Komunitas</p>
<p>Selain program kaliandra dan maggot, PT Semen Padang juga memaparkan sejumlah program tanggung jawab sosial lainnya. Di antaranya Program Beasiswa Anak Nagari (Bangsa) hasil kerja sama dengan Politeknik Negeri Padang (PNP), yang memberikan beasiswa penuh kepada 25 anak dari lingkungan sekitar perusahaan.</p>
<p>Program lainnya mencakup Penguatan Guru MDA/MDTA, Pengembangan Geosite Gua Kelelawar Padayo, Revitalisasi Budidaya Ikan Gariang, Budidaya Kopi Bantjah, Program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), Program Disabilitas, serta Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) melalui Forum Nagari di Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Pauh, hingga Teluk Bayur.</p>
<p>Forum Nagari sendiri telah berjalan sejak 2015 dengan tujuan menggerakkan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. “Sejak berdiri, Semen Padang sudah mengalokasikan Rp31,71 miliar untuk mendukung 985 program BMN,” ungkap Ilham.</p>
<p>Hadir dalam paparan ini sejumlah pejabat Pemko Padang, di antaranya Asisten II Sekda Didi Aryadi, Kepala Bappeda Yenni Yuliza, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, Kepala Dinas Sosial Heriza Syafani, Kepala Dinas Perikanan Alfiadi, Kepala DLH Fadelan Fitra Masta, serta para camat.</p>
<p>Program-program ini tak hanya menjawab problematika kota, tetapi juga membuka jalan baru menuju Padang Rancak—kota bersih, makmur, dan mandiri secara energi. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jawab-tantangan-padang-rancak-pt-semen-padang-usung-kaliandra-dan-maggot/">Jawab Tantangan Padang Rancak, PT Semen Padang Usung Kaliandra dan Maggot</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Buktikan Efektivitas Maggot untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ikan Nila</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-buktikan-efektivitas-maggot-untuk-tingkatkan-pertumbuhan-ikan-nila/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 11:51:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Ikannila]]></category>
		<category><![CDATA[#manggot]]></category>
		<category><![CDATA[#Pakanikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=127628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- PT Semen Padang mencatat hasil menggembirakan dari uji coba pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif ikan nila. Dalam dua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-buktikan-efektivitas-maggot-untuk-tingkatkan-pertumbuhan-ikan-nila/">Semen Padang Buktikan Efektivitas Maggot untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ikan Nila</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> PT Semen Padang mencatat hasil menggembirakan dari uji coba pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif ikan nila. Dalam dua minggu, berat ikan meningkat hingga 23–27 persen, menjadikan maggot sebagai solusi potensial di tengah mahalnya harga pakan komersial.</p>
<p>Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Kami terus mendorong solusi berkelanjutan terhadap tantangan sosial dan lingkungan. Salah satunya melalui pemanfaatan maggot BSF sebagai substitusi pakan komersial untuk budidaya ikan air tawar,” ujarnya di Padang, Minggu (1/6/2025).</p>
<p>Iskandar menjelaskan, program ini lahir dari dua persoalan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya pembudidaya kecil, yakni mahalnya harga pakan dan tingginya volume sampah organik yang belum tertangani. &#8220;Dengan pendekatan ekonomi sirkular, maggot menjadi solusi inovatif yang efisien secara biaya, sekaligus membantu pengurangan sampah dan peningkatan produktivitas budidaya,” jelasnya.</p>
<p>Tujuan dari program ini, tambahnya, adalah menciptakan pakan ikan yang ekonomis dan ramah lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Ia berharap inisiatif ini bisa direplikasi lebih luas di berbagai daerah. “Selain mengurangi biaya produksi, ini juga mendukung program pengurangan sampah organik dan pengendalian emisi gas rumah kaca,” ungkapnya.</p>
<p>Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Ilham Akbar, yang turut meninjau uji coba di Pokdakan Lubuk Tampurung Indah, Kecamatan Kuranji, menyebutkan hasil uji coba menunjukkan pertumbuhan signifikan pada ikan. “Ini menjadi bukti bahwa maggot sangat potensial menggantikan pakan komersial yang selama ini mahal dan menjadi keluhan utama pembudidaya,” katanya.</p>
<p>Program ini melibatkan Dr. Resti Rahayu, akademisi dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, sebagai pendamping teknis. Maggot yang digunakan berasal dari Rumah Sentra Budidaya Maggot BSF binaan PT Semen Padang, yang sebelumnya merupakan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS3R) di Kelurahan Rawang.</p>
<p>Menurut Ilham, inti dari program ini adalah mengolah limbah dapur menjadi pakan bernilai ekonomis. “Jika maggot dapat dibudidayakan secara mandiri, maka biaya produksi pakan bisa ditekan jauh lebih rendah,” ujarnya.</p>
<p>Dr. Resti menjelaskan bahwa uji coba berlangsung selama 45 hari menggunakan 12 kolam berukuran 1&#215;1 meter, masing-masing berisi 20 ekor ikan nila dengan bobot awal 100–125 gram. Empat jenis pakan diuji: 100% pakan komersial, 100% pakan Gerpari (campuran tepung roti, susu kedaluwarsa, ampas tahu, pelet), 100% pelet Pelkito SP (pakan olahan maggot), dan kombinasi 50% pakan komersial dengan 50% maggot segar.</p>
<p>“Pertumbuhan tertinggi masih dicapai oleh pakan komersial dengan kenaikan 30 persen. Namun, kombinasi maggot dan pakan komersial mencatat pertumbuhan 23–27 persen, dengan efisiensi biaya yang jauh lebih baik,” ungkapnya. Ia menambahkan, harga pakan komersial mencapai Rp12.000/kg, sedangkan maggot hanya Rp4.000–6.000/kg. Jika dibudidayakan sendiri, biayanya bisa jauh lebih murah.</p>
<p>“Manfaat lainnya adalah pengurangan sampah organik ke TPA dan penurunan emisi gas rumah kaca,” tambahnya. Dosen yang dikenal sebagai “Ayu Maggot” ini menilai budidaya maggot memiliki dampak lingkungan dan ekonomi yang luas.</p>
<p>Ketua Pokdakan Lubuk Tampurung Indah, Mikirizal, menyambut baik hasil ini. “Biaya pakan selama ini menjadi hambatan utama dalam budidaya ikan. Jika maggot dapat dikembangkan lebih luas, tentu akan sangat membantu kami,” ujarnya.</p>
<p>Program ini juga mendukung visi Pemerintah Kota Padang dalam pengurangan sampah organik dan selaras dengan program darurat sampah. Selain itu, inisiatif ini turut mengimplementasikan poin Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-buktikan-efektivitas-maggot-untuk-tingkatkan-pertumbuhan-ikan-nila/">Semen Padang Buktikan Efektivitas Maggot untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ikan Nila</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perluas Implementasi Solusi IoT, XL Axiata Dukung Budidaya Maggot dan Hidroponik di Ponpes Hidayattullah </title>
		<link>https://prokabar.com/perluas-implementasi-solusi-iot-xl-axiata-dukung-budidaya-maggot-dan-hidroponik-di-ponpes-hidayattullah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 01:02:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Depok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#IoT]]></category>
		<category><![CDATA[#manggot]]></category>
		<category><![CDATA[#ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[#XL]]></category>
		<category><![CDATA[#xlaxiata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok, Prokabar &#8211; Solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meluas implementasinya, termasuk di kalangan pondok...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perluas-implementasi-solusi-iot-xl-axiata-dukung-budidaya-maggot-dan-hidroponik-di-ponpes-hidayattullah/">Perluas Implementasi Solusi IoT, XL Axiata Dukung Budidaya Maggot dan Hidroponik di Ponpes Hidayattullah </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depok,</strong> <strong>Prokabar</strong> &#8211; Solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meluas implementasinya, termasuk di kalangan pondok pesantren (Ponpes).</p>
<p>Produk paling baru adalah solusi untuk mendukung budidaya Maggot dan hidroponik di Ponpes Hidayattullah, Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Solusi yang sama akan juga diterapkan di ponpes lain di Tasikmalaya, Jawa Barat, serta beberapa pesantren lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.</p>
<p>Feby Sallyanto, Chief Enterprise &amp; SME Officer XL Axiata meresmikan pemanfaatan solusi digital canggih ini di Depok, Senin (13/3).</p>
<p>Program ini hasil Kerjasama XL Axiata bersama Tim Wakil Presiden, Pesantren Hidayatulloh dengan timnya yaitu BMH (Baitul Maal Hidayatulloh) dan RUM (Rumah Umat Mandiri), serta didukung juga oleh <a href="http://Benihbaik.com">Benihbaik.com</a>, Ngalup.co, TV9, PT. Xekar dan Majlis Taklim XL Axiata (MTXL).</p>
<p>Feby Sallyanto XL Axiata mengatakan, melalui Program Pesantren Digital, XL Axiata menyediakan sejumlah solusi digital yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia.</p>
<p>Penyediaan solusi IoT ini juga merupakan implementasi beberapa dari sekian banyak hasil inkubasi IoT di Laboratorium XCamp XL Axiata.</p>
<p>&#8220;Dipilih beberapa solusi IoT yang memang cocok dan dapat diterapkan, sehingga diharapkan dapat tercipta pemberdayaan ekonomi di lingkungan Pesantren, seperti yang dilakukan di Ponpes Hidayatullah, Depok ini.” ungkapnya.</p>
<p>Solusi IoT Maggot dikembangkan oleh XCamp sebagai laboratorium pengembangan solusi IoT milik XL Axiata untuk budidaya maggot, yang memiliki sejumlah fitur pemantauan lingkungan dan kontrol suhu atau kelembaban di lokasi peternakan Black Soldier Fly (BSF).</p>
<p>BSF ini adalah jenis lalat yang telurnya kemudian menjadi larva Maggot. Manfaat dari solusi ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional dan sumber data untuk keperluan Big Data dan Artificial Intelligent untuk mempermudah perencanaan, proyeksi, hingga perawatan.</p>
<p>Budidaya maggot ini secara tidak langsung juga mendukung program pengolahan dan pemberdayaan sampah organik dan non organik di pesantren tersebut.</p>
<p>Sementara itu untuk budidaya hidroponik, solusi IoT Hidroponik menyediakan manfaat berupa sistem memonitoring, auto feeding nutrisi, serta pemantauan suhu lingkungan tempat budidaya.</p>
<p>Faktor-faktor lingkungan dalam bertani hidroponik seperti suhu, kelembapan, cahaya matahari, kadar PH, cairan nutrisi, serta faktor terukur lainnya yang dapat menentukan keberhasilan bertani hidroponik dapat dimonitor dan diatur secara baik dan sesuai kebutuhan melaui sarana IoT Hidroponik ini.</p>
<p>Solusi IoT untuk hidroponik ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas rata-rata lebih dari dua kali lipat.</p>
<p>Sebelumnya, tanpa menggunakan alat ini, pengukuran nutrisi untuk tanaman dilakukan secara manual sehingga terdapat kecenderungan terjadi ketidakakuratan pengukuran dan keterlambatan penambahan nutrisi.</p>
<p>Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang konsisten dan mempengaruhi produktivitas. <strong>[*/rel]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perluas-implementasi-solusi-iot-xl-axiata-dukung-budidaya-maggot-dan-hidroponik-di-ponpes-hidayattullah/">Perluas Implementasi Solusi IoT, XL Axiata Dukung Budidaya Maggot dan Hidroponik di Ponpes Hidayattullah </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/107 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 14:47:15 by W3 Total Cache
-->