<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#makara Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/makara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/makara/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Sep 2019 14:07:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#makara Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/makara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usai Diteliti, Ini Kesimpulan Sementara Penemuan Makara di Sungai Batang Sibinail</title>
		<link>https://prokabar.com/usai-diteliti-ini-kesimpulan-sementara-penemuan-makara-di-sungai-batang-sibinail/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2019 14:07:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#makara]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47698</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Penelitian makara, benda bersejarah peninggalang masa Hindu-Budha yang ditemukan di di Sungai Batang Sibinail Kampung Padang Nunang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-diteliti-ini-kesimpulan-sementara-penemuan-makara-di-sungai-batang-sibinail/">Usai Diteliti, Ini Kesimpulan Sementara Penemuan Makara di Sungai Batang Sibinail</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Penelitian makara, benda bersejarah peninggalang masa Hindu-Budha yang ditemukan di di Sungai Batang Sibinail Kampung Padang Nunang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan terus disimpulkan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat.</p>
<p>Ternyata, penemuan ini sangat wajar. Hal ini didasari pada temuan-temuan sebelumnya di Pasaman. Baik berupa candi di Tanjung Medan, Candi Koto Rao, Candi Pancahan, Candi Patani, Candi Tanjung Bariang, temuan arca, prasasti seperti di Prasasti Ganggo Hilia, Prasasti Lubuk Layang atau Kubu Sutan, dan temuan lainnya yang berasal dari masa Hindu-Budha dari abad ke-13-14 Masehi.</p>
<p>“Jika kita merujuk kepada temuan-temuan sebelumnya, ini sangat wajar. Bahkan masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya yang belum terungkap di Pasaman. Dalam Laporan Penelitian Arkeologi di Sumatera oleh Bennet Bronsen (et.al) tahun 1973 oleh Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional serta The University of Pennsyvania Museum dijelaskan, wilayah Pasaman memiliki tinggalan dari masa Hindu-Buddha yang cukup banyak. Temuan arca dwarapala dan makara yang ditemukan sebelumnya di Sungai Batang Sibanail masih belum lengkap dan masih ada makara yang hilang dan mungkin berada di sungai yang sama,” jelas Kepala BPCB Sumatera Barat, Nurmatias.</p>
<p>Diakui Nurmatias, disimpulkannya makara yang ditemukan ini dari abad ke-13-14 Masehi, didukung oleh data Prasasti Lubuk Layang, Kubu Sutan yang ditemukan tahun 1970-an dulu. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, isi dari prasasti tersebut adalah penyebutan Bijayawarmma, seorang yauwasuta Jayendrawarmma, moksam, yauwaraja Bijayendrasekhara, pitamahadara dan Śrī Indrakilaparwatapuri.</p>
<p>Prasasti ini dibuat untuk memperingati pembinaan kuil pemujaan nenek moyang dari raja yang memerintah, yaitu Bijayawarmma. Terdapat seorang yuwaraja (raja muda) yang bernama Jayendrawarnan, beliau di gambarkan memiliki sifat selayaknya dewa/buddha. Menelisik pada temuan sebelumnya, temuan arca dwarapala dan makara menunjukkan adanya keterkaitan. Karena pada umumnya, arca dwarapala dan makara ditempatkan pada bagian depan candi, tepatnya di sisi kanan dan kiri bangunan candi. Bangunan candi yang terdapat khususnya di Rao diperkirakan berlatar agama Budha aliran aliran Tantrayana.</p>
<p>Tantrayana adalah salah satu sekte dalam agama buddha yang berkembang di Sumatera khususnya pada masa Adityawarman. Arca dwarapala ditempatkan di depan bangunan candi sebagai area penjaga, ditunjukkan dengan ciri-ciri peralatan yang dipegang oleh tangan kanannya yaitu sebuah gada, adapun laksana di tangan kirinya tidak diketahui karena sudah aus. Di bahu area tersebut juga terdapat upawita (tali kasta) berupa seekor ular. Laksana yang dipakai adalah sesuatu yang menyeramkan mengingat fungsi area tersebut sebagai area penjaga agar bangunan suci terhindar dari unsur-unsur yang tidak dikehendaki. Di bagian atas makara biasanya berasosiasi dengan kala yang diletakkan pada bagian atas pintu masuk bangunan candi. Kala-makara merupakan simbolisasi dari persatuan dari penguasa gunung (kala) dan laut (makara).</p>
<p>“Sebelum lebih jauh, kami masih perlu meneliti dan dilakukan pelindungan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat,” tukas Nurmatias. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-diteliti-ini-kesimpulan-sementara-penemuan-makara-di-sungai-batang-sibinail/">Usai Diteliti, Ini Kesimpulan Sementara Penemuan Makara di Sungai Batang Sibinail</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Jenis Benda Bersejarah yang Ditemukan di Sungai Batang Sibinail, Kecamatan Rao Selatan</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-jenis-benda-bersejarah-yang-ditemukan-di-sungai-batang-sibinail-kecamatan-rao-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2019 13:31:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#budha]]></category>
		<category><![CDATA[#candi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hindu]]></category>
		<category><![CDATA[#makara]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47688</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat turun gunung ke Pasaman, Sabtu (28/9). Penuh ketelitian tim menelisik benda diduga bersejarah di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-jenis-benda-bersejarah-yang-ditemukan-di-sungai-batang-sibinail-kecamatan-rao-selatan/">Ini Jenis Benda Bersejarah yang Ditemukan di Sungai Batang Sibinail, Kecamatan Rao Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat turun gunung ke Pasaman, Sabtu (28/9). Penuh ketelitian tim menelisik benda diduga bersejarah di Sungai Batang Sibinail Kampung Padang Nunang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan yang ditemukan pemuda setempat, Jumat (27/9).</p>
<p>Kepala BPCB Sumatera Barat, Nurmatias memastikan, benda tersebut adalah asli peninggalang bersejarah. Dimana benda itu dari masa Hindu-Budha berjenis makara.</p>
<p>“Makara dapat diartikan sebagai hiasan. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari berbentuk ikan berkepala gajah yang dikenal dengan sebutan gaja-mina. Ada juga makara lainnya dimana bentuknya merupakan gabungan dua hewan mitologi yang dibumbui dengan variasi ukiran tertentu. Pada zamannya, makara ini dijumpai pada bangunan-bangunan candi khususnya pada pipi tangga, gapura, pintu, relung, dan pancuran ari sebagai hiasan. Adanya makara ini dipercayai untuk penolak bala,” kata Nurmatias.</p>
<p>Dilanjutkan Fitriadi, tim BPCB Sumatera Barat yang turun ke lapangan, makara yang baru ditemukan ini diduga kuat peninggalan dari abad ke-13 sampai dengan 14 Masehi. “Kesimpulan sementara itu,” kata Fitriadi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-47689" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/FA22B8B3-00FD-4200-8166-E58044CE7774.jpeg" alt="" width="612" height="816" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/FA22B8B3-00FD-4200-8166-E58044CE7774.jpeg 612w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/FA22B8B3-00FD-4200-8166-E58044CE7774-225x300.jpeg 225w" sizes="(max-width: 612px) 100vw, 612px" /></p>
<p>Dilanjutkan Fitriadi, secara umum, makara yang ditemukan ini adalah makara gaja mina<br />
berukuran tinggi sekitar 95 cm. Terbuat dari bahan sandstone alias batu pasir yang banyak ditemukan di aliran Sungai Batang Sibinail.</p>
<p>Dari morfologi, makara yang baru ditemukan ini berbentuk kepala binatang dengan mulut terbuka lebar. Pada bagian samping digambarkan lengkungan belalai gajah yang dihiasi motif flora, bagian atas bulat membentuk ukel ke bawah. Penggambaran mata terkesan mata sipit dan telinga melengkung menyerupai kipas. Di atas makhluk yang berada di dalam mulut dipahatkan bentuk bunga dan benangsari. Pada sisi kiri dan kanan, terdapat beberapa motif hias sulur-suluran berbentuk lingkaran menyerupai kipas. Pada bagian dalam mulutnya, terlihat pengambaran figur manusia yang sedang memegang senjata di tangan kanan dan perisai di tangan kiri dan posisi berdiri.</p>
<p>“Banyak macam makara ini. Biasanya makara dipahatkan bersama-sama dengan kepala kala dan diletakkan pada bagian pintu masuk baik di kanan kiri maupun ambang pintu masuk candi, pada relung candi, dan di ujung pipi tangga candi,” tukas Fitriadi. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-jenis-benda-bersejarah-yang-ditemukan-di-sungai-batang-sibinail-kecamatan-rao-selatan/">Ini Jenis Benda Bersejarah yang Ditemukan di Sungai Batang Sibinail, Kecamatan Rao Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 25/66 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.161 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 16:03:40 by W3 Total Cache
-->