<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lockdown Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/lockdown/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/lockdown/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2021 13:46:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#lockdown Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/lockdown/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Filipina Lakukan Lockdown 13 Juta Warga Manila untuk Menekan Lonjakan Covid</title>
		<link>https://prokabar.com/filipina-lakukan-lockdown-13-juta-warga-manila-untuk-menekan-lonjakan-covid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 13:46:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#lockdown]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[#varian delta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Filipina, prokabar.com &#8211; Filipina terapkan lockdown di Manila yang penduduknya lebih dari 13 juta orang. Penerapan lockdown tersebut di mulai hari ini, Jum&#8217;at (6/8)....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/filipina-lakukan-lockdown-13-juta-warga-manila-untuk-menekan-lonjakan-covid/">Filipina Lakukan Lockdown 13 Juta Warga Manila untuk Menekan Lonjakan Covid</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Filipina, <a href="https://prokabar.com/">prokabar.com &#8211;</a> </strong>Filipina terapkan <em>lockdown</em> di Manila yang penduduknya lebih dari 13 juta orang. Penerapan <em>lockdown</em> tersebut di mulai hari ini, Jum&#8217;at (6/8). Filipina menerapkan kebijakan ini bertujuan untuk meredam lonjakan Covid-19 varian delta.</p>
<p>Adapun <em>lockdown</em> ini berlaku hingga dua minggu ke depan. Aparat mengizinkan warga beraktifitas selama <em>lockdown</em> jika memiliki keperluan untuk membeli kebutuhan harian atau ke rumah sakit.</p>
<p>Sementara itu, ada pembatasan pergerakan dari dan menuju kawasan ibu kota. Pemerintah setempat hanya mengizinkan karyawan sektor esensial yang boleh keluar masuk kawasan ibu kota.</p>
<p>Pantauan dari <em>AFP</em>, kepolisian sudah mulai melakukan penjagaan sejak pagi hari di berbagai pos pemeriksaan yang berada di kawasan ibu kota.</p>
<p>Pihak kepolisian harus memastikan bahwa yang melintas di jalanan di kawasan ibu kota itu adalah yang bekerja di sektor esensial. Sehingga, akibat dari penjagaan ketat ini menyebabkan antrean panjang bagi warga yang ingin menuju ke kantor.</p>
<p>Pemerintah setempat menyatakan lockdown ketat ini mulai berlaku hari ini dalam rentan waktu dua minggu ke depan. Tapi, kemungkinan ada perpanjangan jika kasus tak kunjung turun. Filipina saat ini dalam kondisi diserang corona varian delta.</p>
<p>Mereka melaporkan terdapat lebih dari 330 kasus Covid-19  varian delta sejak beberapa pekan belakangan. Mereka khawatir virus varian baru ini meningkat pesat mengingat negara-negara yang berdekatan dengan Filipina telah terkepung oleh virus yang cepat menular ini.</p>
<p>Pemerintah setempat menggencarkan program vaksinasi untuk memperkuat imun warganya. Sampai-sampai Presiden Filipina Rodrigo Duterte sempat mengancam menahan warganya jika tidak melakukan <a href="https://20.detik.com/detikflash/20210806-210806062/ribuan-warga-filipina-ramai-ramai-ikut-vaksinasi-covid-takut-blt-dicabut">vaksinasi</a> sebelum berkeliaran.</p>
<p>Ancaman Duterte ini sempat mengundang rumor karena pemerintah melarang warganya berkeliaran ketika <em>lockdown </em>sebelum melakukan vaksinasi.</p>
<p>Sehingga mengakibatkan kepadatan oleh warga di pusat-pusat vaksinasi Covid-19 sehari sebelum <em>lockdown. </em>Dan membuat pusat-pusat vaksinasi menjadi kewalahan.</p>
<p>“Kami tak melarang bepergian orang yang belum divaksin. Kami hanya mengatakan bahwa karena saat ini vaksin sudah tersedia, silahkan ikut vaksinasi,” ujar Roque</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/filipina-lakukan-lockdown-13-juta-warga-manila-untuk-menekan-lonjakan-covid/">Filipina Lakukan Lockdown 13 Juta Warga Manila untuk Menekan Lonjakan Covid</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lockdown Dibuka Setelah 76 Hari, Ini 5 Kondisi Terkini di Kota Wuhan Pasca Corona</title>
		<link>https://prokabar.com/lockdown-dibuka-setelah-76-hari-ini-5-kondisi-terkini-di-kota-wuhan-pasca-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 14:50:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#china]]></category>
		<category><![CDATA[#lockdown]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#wuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=64538</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wuhan, Prokabar &#8211; China akhirnya membuka status lockdown di kota Wuhan pada Rabu (8/4). Kota tempat pertama kali virus corona Covid-19 ditemukan itu telah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lockdown-dibuka-setelah-76-hari-ini-5-kondisi-terkini-di-kota-wuhan-pasca-corona/">Lockdown Dibuka Setelah 76 Hari, Ini 5 Kondisi Terkini di Kota Wuhan Pasca Corona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Wuhan, Prokabar &#8211;</strong> China akhirnya membuka status lockdown di kota Wuhan pada Rabu (8/4). Kota tempat pertama kali virus corona Covid-19 ditemukan itu telah mengakhiri berbagai pembatasan yang sudah dilakukan selama 76 hari.</p>
<p>Meskipun sudah dibuka, otoritas Wuhan masih mengingatkan masyarakat bahwa ancaman infeksi belum sepenuhnya selesai. Mengalihbahasakan dari CNN, berikut beberapa kondisi terkini Wuhan yang dirangkum dari berbagai sumber.</p>
<p>1. Transportasi Kembali Dibuka<br />
Pada hari Rabu (8/4), penduduk dan pengunjung yang sehat akhirnya diizinkan meninggalkan Wuhan dengan kereta api. Penerbangan dibuka dan pintu masuk jalan raya dibuka kembali.</p>
<p>Otoritas kereta api Wuhan memperkirakan lebih dari 55.000 penumpang akan meninggalkan Wuhan pada Rabu (8/4/2020). 40 persen menuju wilayah Delta Sungai Mutiara, pusat manufaktur utama di China.</p>
<p>2. Kota Mulai Berjalan<br />
Wuhan menjadi pusat industri yang luas di tepi Sungai Yangtze. Kota tersebut melaporkan lebih dari 50.000 infeksi telah dikonfirmasi dengan 2.500 kematian. Wuhan menyumbang 77 persen kematian di seluruh China.</p>
<p>Kota metropolitian dengan lebih dari 11 juta penduduk itu terhenti selama lebih dari dua bulan. Transportasi umum di Wuhan ditangguhkan, bisnis tutup, dan jutaan penduduk dikurung di rumah. Mereka bahkan tidak diizinkan pergi keluar untuk berbelanja bahan makanan.</p>
<p>Langkah-langkah kejam tampaknya berhasil. Pada pertengahan Maret, jumlah infeksi baru telah melambat. Melansir dari CNN, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Wuhan pada 10 Maret, memuji kota dan orang-orangnya yang menuruti aturan.</p>
<p>Luo, pejabat Wuhan, mengatakan kepada CCTV bahwa 10.641 pabrik dan bisnis skala besar di kota itu telah dibuka kembali pada 3 April. Pada hari Senin, bahkan ada antrean panjang di luar Pusat Darah Wuhan untuk melakukan donor.</p>
<p>3. Orang dengan Kode Hijau Boleh Keluar<br />
Penduduk dengan kode QR hijau telah diizinkan untuk kembali bekerja selama atasan mereka mengeluarkan surat izin.</p>
<p>Otoritas China memberika dua kode kepada para penyitas Covid-19. Mereka yang berkode hijau dinyatakan sehat, sementara yang berkode merah dinyatakan sehat namun masih harus isolasi karena masih berisiko.</p>
<p>&#8220;Untuk saat ini, kami masih meminta warga untuk tetap waspada terhadap epidemi, jangan keluar kecuali jika perlu, dan mengenakan topeng dan melindungi diri Anda dengan benar ketika Anda melakukannya,&#8221; kata Lou kepada CCTV.</p>
<p>4. Masih Ada Ancaman Kembalinya Virus<br />
Pakar kesehatan China mendesak masyarakat untuk terus berlatih hati-hati. Melansir CNN, Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan bahwa China belum melihat akhir dari epidemi.</p>
<p>&#8220;Tiongkok tidak mendekati akhir, tetapi telah memasuki tahap baru. Dengan epidemi global yang berkobar, China belum mencapai akhir,&#8221; katanya.</p>
<p>5. Mengubur yang Mati<br />
Selama berbulan-bulan, penduduk di Wuhan tidak dapat menguburkan orang-orang yang mereka cintai karena pemerintah melarang semua pemakaman dan menutup pemakaman pada 25 Januari. Sekarang setelah lockdown dibuka, tugas mereka adalah menguburkan yang meninggal.<strong>(*/mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lockdown-dibuka-setelah-76-hari-ini-5-kondisi-terkini-di-kota-wuhan-pasca-corona/">Lockdown Dibuka Setelah 76 Hari, Ini 5 Kondisi Terkini di Kota Wuhan Pasca Corona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pilihan Sulit</title>
		<link>https://prokabar.com/pilihan-sulit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2020 02:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lockdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=64093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau kita melihat angka-angka, Indonesia itu masih hebat. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Amitohu. Rahayu. Teman saya di luar negeri terus terheran-heran. Setengah tidak percaya. Dulunya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pilihan-sulit/">Pilihan Sulit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1">Kalau kita melihat angka-angka, Indonesia itu masih hebat. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Amitohu. Rahayu.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Teman saya di luar negeri terus terheran-heran. Setengah tidak percaya. Dulunya mereka terheran oleh tidak adanya Covid-19. Ketika negara lain sudah pada panik. Sekarang mereka terheran karena tidak adanya ledakan. Pertambahan jumlah penderitanya stabil di kisaran angka 115/hari. Seperti disetel saja. Itu pun baru belakangan. Sampai kemarin.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Ketika jumlah penderita di Malaysia sudah mencapai 3.200 lebih, Indonesia masih 1.790. Padahal penduduk kita sembilan kali lipat Malaysia.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Saya tidak bisa memberikan penjelasan kepada teman-teman itu: mengapa. Sama dengan ketika Covid-19 belum juga masuk ke Indonesia: mengapa.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Memang jumlah yang meninggal di Indonesia termasuk tinggi: 170. Bandingkan dengan Malaysia yang 50 orang. Demikian juga jumlah dokter yang meninggal di Indonesia. Sudah 17 orang. Di Malaysia hanya satu dokter &#8211;itu pun pulang dari Turki. Bukan tertular di garis depan pengabdian.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Saya sengaja tidak membandingkan dengan Singapura &#8211;yang serba baik itu. Juga tidak membandingkan dengan &#8216;kelompok negara 100.000 ke atas&#8217; seperti Amerika Serikat, Italia dan Spanyol. Pun tidak membandingkan dengan &#8216;kelompok negara 10.000 ke atas&#8217; seperti negara-negara Eropa Barat.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Dilihat dari bagusnya angka-angka itu betul saja kalau ada yang mengatakan Indonesia belum waktunya <em data-reader-unique-id="8">lockdown</em>. Tapi betul juga yang mengatakan harus segera <em data-reader-unique-id="9">lockdown</em> &#8211;mumpung belum terlambat.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Yang jelas, sekarang ini, tanpa ledakan jumlah penderita pun kualitas hidup kita sudah merosot. Dan akan terus merosot. Tukang pijat, spa, salon, ojol, taksi, tukang parkir, dan seterusnya mulai kelimpungan.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Saya perkirakan bahaya berikutnya akan datang: meledaknya kasus kriminalitas. Sepeda motor harus dijaga. Ponsel jangan dibiarkan.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Jangan bawa banyak uang kontan. Harus lebih hati-hati.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Maka penetapan jam malam di beberapa daerah sangatlah baik. Bukan hanya soal virus. Tapi juga soal kriminalitas.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Perlunya <em data-reader-unique-id="15">lockdown</em> juga harus dilihat dari segi keamanan itu.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Konsekwensinya memang biaya. Rasanya kita akan sepakat kalau orang miskin harus disantuni. Semua orang miskin digaji saja. Selama 3 bulan <em data-reader-unique-id="17">lockdown</em>. Tidak peduli mereka punya cicilan sepeda motor atau tidak.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Anggap saja ada 100 juta keluarga yang harus digaji Rp 1,5juta/bulan. Nilainya tetap lebih kecil dibanding runtuhnya ekonomi negara.</p>
<p data-reader-unique-id="19">Semua proyek dibatalkan saja. Tidak apa-apa kan tidak punya jembatan baru, gedung baru, jalan baru, sekolah baru, dan segala macam yang baru &#8211;termasuk yang baru satu itu.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Sesekali negara menggaji rakyatnya. Gaji itu larinya akan ke ekonomi juga. Ke daya beli. Uangnya muter.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Kalau semua orang miskin digaji negara akan aman, ekonomi aman, politik aman, hukum aman, yang punya uang juga aman.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Kalau pun tidak ada <em data-reader-unique-id="23">lockdown</em>, jaminkan kepada rakyat, angka kriminalitas tidak naik. Juga tidak ada perampokan-perampokan. Jangan sampai lolos dari virus tapi mati di tangan perampok.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Terlepas akan ada <em data-reader-unique-id="25">lockdown</em> atau tidak, saya melihat ke masjid. Ke pentingnya masjid di zaman Covid-19 ini.</p>
<p data-reader-unique-id="26">Masa seperti inilah yang akan membuat masjid sangat strategis untuk menyelesaikan masalah sosial.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Kalau saja setiap masjid memiliki daftar orang miskin di sekitarnya alangkah masjid bisa dipakai sentral penyelesaian masalah. Masjid bisa menjadi jembatan antara yang kaya dan miskin.</p>
<p data-reader-unique-id="28">Gereja mungkin juga bisa diperankan seperti itu. Tapi masjid lah yang umumnya berada langsung di tengah masyarakat miskin.</p>
<p data-reader-unique-id="29">Tapi ini memang memerlukan kepengurusan masjid yang modern &#8211;cara berpikirnya.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Tentu negara juga punya <em data-reader-unique-id="31">database</em> orang miskin. Yang sudah sangat rinci. <em data-reader-unique-id="32">By name</em>. <em data-reader-unique-id="33">By address.</em></p>
<p data-reader-unique-id="34">Terserahlah.</p>
<p data-reader-unique-id="35">Tapi saya sungguh kagum dengan kerelaan banyak masjid mengutamakan keselamatan umat manusia. &#8220;90 persen masjid di NTB tidak menyelenggarakan salat Jumat,&#8221; ujar Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah kepada saya tadi malam. &#8220;Hari ini mungkin 95 persen,&#8221; tambahnya.</p>
<p data-reader-unique-id="36">Padahal NTB sempat yang paling dikhawatirkan. Terutama Lombok. Yang mendapat gelar &#8216;Pulau Seribu Masjid&#8217;.</p>
<p data-reader-unique-id="37">Saya pun mendapat kiriman pidato Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy. Yang begitu tegas. &#8220;Semua masjid harus ditutup. Yang melanggar bawa ke kantor polisi,&#8221; katanya.</p>
<p data-reader-unique-id="38">Ia tidak mau banyak berdebat soal alasan. &#8220;Kurang berkah apa Masjidil Haram di Makkah. Ditutup. Kurang hebat apa para ulama di Al Azhar, Kairo, Mesir. Mereka telah berfatwa agar masjid ditutup,&#8221; kata Sukiman Azmy.</p>
<p data-reader-unique-id="39">Memang Masjid Agung Surabaya tetap melaksanakan salat Jumat siang nanti. Tapi SOP-nya begitu ketat. (Baca DI&#8217;s Way:<a href="https://www.disway.id/r/884/masjid-jarang" data-reader-unique-id="40">Masjid Jarang</a>).</p>
<p data-reader-unique-id="41">Ditambah rencana baru: agar masing-masing membawa sandal/sepatu yang sudah dimasukkan kantong plastik ke dalam masjid. Untuk diletakkan di sebelah masing-masing. Agar selesai salat tidak perlu bergerombol di tempat sandal.</p>
<p data-reader-unique-id="42">Gereja-gereja juga sudah meliburkan kebaktian bersama di hari Minggu. Yang awalnya juga agak seret. Saya sempat mendapat kiriman video seorang pendeta yang mengajak umatnya jangan takut virus. Dengan alasan gereja itu rumah Tuhan. Kematian itu di tangan Tuhan.</p>
<p data-reader-unique-id="43">Bahkan pendeta itu turun dari panggung. Berjalan menuju tempat duduk umat. &#8220;Jangan takut. Ayo kita pelukan,&#8221; katanya dalam khotbahnya.</p>
<p data-reader-unique-id="44">Lalu jemaat yang di depan itu berdiri. Melayani pelukan sang pendeta.</p>
<p data-reader-unique-id="45">&#8220;Ayo. Pelukan,&#8221; katanya lagi. Sambil mengajak jemaat di sebelah yang pertama untuk juga pelukan.</p>
<p data-reader-unique-id="46">Begitulah seterusnya. Sampai tiga jemaat diajak pelukan.</p>
<p data-reader-unique-id="47">Saya kenal pendeta itu. Saya pernah hadir di salah satu khotbahnya. Tapi saya tidak tega menegurnya <em data-reader-unique-id="48">via</em> WA.</p>
<p data-reader-unique-id="49">Saya pun mendengar seminggu kemudian kebaktian di gereja itu sudah ditiadakan.</p>
<p data-reader-unique-id="50">Di Israel juga ada problem serupa. Dari jemaah Yahudi Ortodok.</p>
<p data-reader-unique-id="51">Di negara kecil itu sudah lebih 6.000 warganya yang terkena Covid-19. Meski yang meninggal hanya 33 orang.</p>
<p data-reader-unique-id="52">Jadi, saya memilih <em data-reader-unique-id="53">lockdown</em> atau tidak?</p>
<p data-reader-unique-id="54">Saya memilih sulit menjawab pertanyaan teman-teman di luar negeri.(Dahlan Iskan)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pilihan-sulit/">Pilihan Sulit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/80 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:15:24 by W3 Total Cache
-->