<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lion Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/lion/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/lion/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Oct 2019 03:57:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#lion Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/lion/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seluruh Boeing 737 NG Diinspeksi Kemenhub, Ini Alasannya</title>
		<link>https://prokabar.com/seluruh-boeing-737-ng-diinspeksi-kemenhub-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2019 03:57:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#B737NG]]></category>
		<category><![CDATA[#Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi terhadap seluruh pesawat B737NG (Boeing 737 New Generation). Untuk itu,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seluruh-boeing-737-ng-diinspeksi-kemenhub-ini-alasannya/">Seluruh Boeing 737 NG Diinspeksi Kemenhub, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s2"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi terhadap seluruh pesawat B737NG (Boeing 737 New Generation).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Untuk itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Polana B. Pramesti telah memerintahkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) untuk melakukan tindaklanjut terhadap surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh FAA melalui laporan CANIC (Continued Airworthiness Notification to the International Community).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Laporan itu, lanjut Polana ditujukan kepada seluruh Otoritas Penerbangan Sipil dunia (CAA), pada 27 September 2019 lalu yang menyebutkan, seluruh pesawat B737NG disarankan untuk diperiksa guna mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada setiap pesawat jenis itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Kami telah melakukan tindak lanjut implementasi DGCA Indonesia Airworthiness Directives (AD) nomor <a href="tel:19-10-003"><span class="s3">19-10-003</span></a>, dan FAA Airworthiness Directives (AD) Nomor <a href="tel:2019-20-02"><span class="s3">2019-20-02</span></a>terhadap B-737-NG perihal Unsafe Condition. Ini dipicu oleh laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps yang dapat mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban,&#8221; ujar Polana, dilansir dari keterangan tertulis (16/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kondisi ini, menurut Polana, dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Kemenhub sangat mengutamakan keselamatan, oleh karena itu, Ditjen Hubud akan dan terus berupaya penuh untuk memastikan keselamatan dari setiap pesawat yang beroperasi di Indonesia. Kami akan melakukan inspeksi lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakan dari pesawat produksi Boeing, khususnya B737NG,&#8221; kata Polana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, Direktur Kelaikudaran dan Pengoperasian Pesawat Udara, Avirianto mengatakan, pihaknya telah memerintahkan operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat jenis ini agar segera melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive 19-10-003, yaitu :</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">1. B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 Flight Cycle Number (FCN) wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak tanggal efektif AD 19-10-003 atau 11 Oktober 2019.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">2. Boeing 737 NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1000 FCN sejak tanggal efektif AD 19-10-003</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">3. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kembali setiap 3500 FCN secara berulang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat B 737 NG adalah Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat, dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat,&#8221; ujar Avirianto.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan DKPPU per 10 Oktober 2019, terdapat crack pada salah satu dari 3 pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN, dan terdapat crack pada 2 pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN. Sedangkan Batik Air dan Lion Air tidak memiliki pesawat yang berumur melebihi 30.000 FCN.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dari hasil Pemeriksaan pesawat B 737 NG yang beroperasi di Indonesia, pesawat dengan umur lebih dari 30.000 FC, pertanggal 10 Oktober 2019, ditemukan terdapat 3 pesawat yang mengalami crack. Dari 3 pesawat B737NG yang ditemukan crack, pesawat diberhentikan operasinya menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Selanjutnya DKPPU meminta operator yang mengoperasikan B 737 NG yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Sriwijaya Air, untuk memasukan pemeriksaan, atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003, kedalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),&#8221; ujarnya. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seluruh-boeing-737-ng-diinspeksi-kemenhub-ini-alasannya/">Seluruh Boeing 737 NG Diinspeksi Kemenhub, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Orang ‘Awak’ Jadi Korban Kecelakaan Lion JT 610</title>
		<link>https://prokabar.com/8-orang-awak-jadi-korban-kecelakaan-lion-jt-610/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 13:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#JT610]]></category>
		<category><![CDATA[#lion]]></category>
		<category><![CDATA[#LionAirJatuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22502</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Musibah jatuhnya pesawat Lion Air di di Tanjung Kerawang, Jawa Barat menyisakan duka bagi Sumatera Barat. Bagaimana tidak, dikabarkan sebanyak 8 ‘urang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/8-orang-awak-jadi-korban-kecelakaan-lion-jt-610/">8 Orang ‘Awak’ Jadi Korban Kecelakaan Lion JT 610</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Musibah jatuhnya pesawat Lion Air di di Tanjung Kerawang, Jawa Barat menyisakan duka bagi Sumatera Barat. Bagaimana tidak, dikabarkan sebanyak 8 ‘urang awak’ ikut menjadi korban dalam kecelakaan tragis tersebut.</p>
<p>Berikut nama nama urang awak yang menjadi korban kecelakaam pesawat Lion Air JT 610:</p>
<p>1. Hasnawati (Hakim Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung &amp; Alumni Fakultas Hukum Unand).</p>
<p>2. Rijal Mahdi (Hakim Pengadilan Tinggi Bangka Belitung &amp; Berasal dari Kamang Hilir, Agam).</p>
<p>3. Rivandi Pranata (Pegawai Kemenkeu dan Alumni SMA Negeri 10 Padang).</p>
<p>4. Tamj Julian (Karyawan Telkomsel asal Jorong Aia Randah, Nagari Gaduik, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten 50 Kota)</p>
<p>5. Mery Yulyanda (Pramugari Lion Air asal Nagari Tanjuang, Kecamatan Sungayang, Tanah Datar.</p>
<p>6. Shinta Melina (Pramugari Lion Air, Asal Siteba, Padang)</p>
<p>7. Fauzan Azim (Asal Danguang-Danguang, Kabupaten Limapuluh Kota).</p>
<p>8. Reo Yomitro(Asal Paninggahan, Kabupaten Solok)</p>
<p>Sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng &#8211; Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pukul 06.20 WIB. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. (eym)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/8-orang-awak-jadi-korban-kecelakaan-lion-jt-610/">8 Orang ‘Awak’ Jadi Korban Kecelakaan Lion JT 610</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/62 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:14:59 by W3 Total Cache
-->