<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#limbah Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/limbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/limbah/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Feb 2022 02:33:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#limbah Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/limbah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternak Sapi Warga Mati Diduga Keracunan Air Pembuangan Limbah</title>
		<link>https://prokabar.com/ternak-sapi-warga-mati-diduga-keracunan-air-pembuangan-limbah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2022 02:33:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#limbah]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100881</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiku, Prokabar &#8211; Kematian seekor ternak kerbau warga mendapat perhatian banyak pihak di Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ternak-sapi-warga-mati-diduga-keracunan-air-pembuangan-limbah/">Ternak Sapi Warga Mati Diduga Keracunan Air Pembuangan Limbah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tiku, Prokabar</strong> &#8211; Kematian seekor ternak kerbau warga mendapat perhatian banyak pihak di Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Informasi ternak itu mati di sebuah kebun warga pada Minggu, (20/2) sore sekitar pukul 17.30 WIB, sementara petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Agam turun mendapat laporan sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>Arif Restu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Agam mengatakan, pemilik ternak itu bernama Tando. Mengaku ternaknya mati karena diduga meminum air kali sisa limbah tambak udang.</p>
<p>&#8220;Tim sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lapangan terhadap hewan ternak yang mati tergeletak di areal kebun. Namun kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian kerbau milik warga itu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Arif Restu menambahkan, kita butuh sampel yang dibutuhkan dari daging ternak yang mati. Akan tetapi pada saat itu tidak bisa diambil sampelnya, karena kondisi bangkai kerbau itu sudah membusuk.</p>
<p>Untuk kebutuhan pemeriksaan, Tim hanya beralih kepada sampel air kali di tempat hewan ternak itu terdampak diduga keracunan. Dan Tim ini melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam.</p>
<p>Keracunan ini diduga berasal dari pembuangan limbah tambak udang di kawasan itu.</p>
<p>&#8220;Sampel air kali itu akan diperiksa ke labor, dan kita tunggu hasilnya dan akan bisa kita lihat nanti,&#8221; terangnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ternak-sapi-warga-mati-diduga-keracunan-air-pembuangan-limbah/">Ternak Sapi Warga Mati Diduga Keracunan Air Pembuangan Limbah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mengatasi Limbah Zat Warna Tekstil</title>
		<link>https://prokabar.com/cara-mengatasi-limbah-zat-warna-tekstil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2021 02:10:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#limbah]]></category>
		<category><![CDATA[#UNP]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Zat Kimia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Indonesia beberapa tahun terakhir terus mengalami tren peningkatan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan indsutri tekstil...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cara-mengatasi-limbah-zat-warna-tekstil/">Cara Mengatasi Limbah Zat Warna Tekstil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;</strong></a> Indonesia beberapa tahun terakhir terus mengalami tren peningkatan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang cukup signifikan.</p>
<p>Hal ini menyebabkan indsutri tekstil di tanah air mengalami lonjakan produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan ekspor.</p>
<figure id="attachment_97990" aria-describedby="caption-attachment-97990" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/cara-mengatasi-limbah-zat-warna-tekstil/whatsapp-image-2021-11-24-at-12-47-27/" rel="attachment wp-att-97990"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-97990" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-24-at-12.47.27.jpeg" alt="Penulis; Hamdhan Fathony merupakan lulusan kimia dari universitas negeri padang pada tahun 2017" width="400" height="579" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-24-at-12.47.27.jpeg 400w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-24-at-12.47.27-207x300.jpeg 207w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97990" class="wp-caption-text">Penulis; Hamdhan Fathony merupakan lulusan kimia dari universitas negeri padang pada tahun 2017</figcaption></figure>
<p>Lonjakan produksi ini juga membuat pemakaian zat warna semakin tinggi, zat warna dari industri tekstil ini terbuat dari pewarna sintesis seperti <em>methylene blue </em>dan<em> reactive red</em>.</p>
<p>Produksi yang meningkat juga menyebabkan peningkatan limbah, terutama limbah cair dari proses pencelupan kain dengan zat warna.</p>
<p>Limbah cair tekstil mengandung senyawa organik tinggi, logam berat, suhu tinggi, COD tinggi, pH tinggi, dan warna pekat<sup>1</sup>.</p>
<p>Di mana limbah cair ini dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia.</p>
<p>Penanggulangan limbah ini bisa dengan berbagai proses serta metode pengolahan seperti fotolisis, sonolisis dan ozonolisis.</p>
<p>Ketiga metode ini sangat populer dalam penelitian yang berkaitan dengan zat warna.</p>
<h4>Ozonolisis</h4>
<p>Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang ozonolisis, di mana ozonolisis yaitu pemisahan ikatan pada senyawa oleh ozon untuk mengubah struktur yang dapat menyebabkan degredasi molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil.</p>
<p>Ozon dapat mendegradasi struktur kompleks zat warna dalam waktu singkat.</p>
<p>Oleh karena itu, ozonasi merupakan salah satu alternatif yang paling efektif untuk mengatasi masalah warna pada limbah tekstil.</p>
<p>Sebenarnya, warna dari zat warna tergantung pada kelompok kromofor. Ozon adalah agen yang sangat baik untuk penguraian gugus kromofor khususnya dan sangat efektif untuk menghilangkan warna dari zat warna dalam air limbah<sup>2</sup>.</p>
<p>Metode ozonolisis ini memiliki kelebihan yaitu menghilangkan warna pada air limbah, menhilangkan kekeruhan, pemasangan dan pengoperasian yang mudah serta dekomposisi ozon sisa menjadi oksigen.</p>
<h4>Pengolahan Limbah Cair</h4>
<p>Pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode ozonolisis sudah ada dengan skala laboratorium dan skala industri.</p>
<p>Pada skala laboratorium, pengujian dengan parameter nilai COD, pengaruh pH, dosis ozon, pengaruh konsentrasi awal serta kepekatan warna.</p>
<p>Ali Riza (2018) telah melakukan percobaan treatment pencemaran pewarna limbah tekstil untuk skala laboratorium di Turki.</p>
<p>Pemakaian zat warnag pada penelitian adalah <em>Reactive Red</em> 195 dan <em>Acid Blue</em> 284.</p>
<p>Hasilya, terdapat nilai COD yang terkandung dalam sampel tersebut menurun seiring bertambahnya waktu ozonasi serta kepekatan warna dari sampel juga menurun dengan bertambahnya waktu ozonasi.</p>
<figure id="attachment_97901" aria-describedby="caption-attachment-97901" style="width: 518px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/cara-mengatasi-limbah-zat-warna-tekstil/12-7/" rel="attachment wp-att-97901"><img decoding="async" class="wp-image-97901" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/12.png" alt="Gambar Sampel reactive red (a) kurva perubahan nilai COD dan (b) perubahan warna terhadap waktu" width="518" height="142" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/12.png 518w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/12-300x82.png 300w" sizes="(max-width: 518px) 100vw, 518px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97901" class="wp-caption-text">Gambar Sampel reactive red (a) kurva perubahan nilai COD dan (b) perubahan warna terhadap waktu</figcaption></figure>
<h4>Pengujian Zat Warna seperti Remazol Black B</h4>
<p>Pengujian zat warna lain seperti Remazol Black B jug amenggunakan ozonasi. Hasil pengujian ini memperlihatkan tingkat penghilangan warna <em>Remazol Black B</em> pada konsentrasi 1500 mg/L mencapai 94% penghilangan, dengan waktu 25 menit.</p>
<p>Hasil analisis biaya proses perawatan menunjukkan bahwa penghilangan warna maksimum dicapai dengan energi dan biaya yang sangat rendah<sup>3</sup>. Lihat tabel 1.</p>
<figure id="attachment_97902" aria-describedby="caption-attachment-97902" style="width: 623px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/cara-mengatasi-limbah-zat-warna-tekstil/13-5/" rel="attachment wp-att-97902"><img decoding="async" class="size-full wp-image-97902" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/13.png" alt="Tabel 1" width="623" height="119" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/13.png 623w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/13-300x57.png 300w" sizes="(max-width: 623px) 100vw, 623px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97902" class="wp-caption-text">Tabel 1</figcaption></figure>
<p>Ozonasi sangat efektif untuk menhilangkan zat warna pada limbah, akan tetapi jika ozonasi digunakan untuk menghilangkan warna pada kain akan menyebabkan kain tersebut akan rusak, hal tersebut dikarenakan kain akan kehilangan daya tariknya dan menyebabkan kain menjadi rapuh<sup>4</sup>.</p>
<p>Lucyna dkk (2019) juga melakukan penelitian terkait tentang limbah zat warna, pada penelitian ini peneliti menguji dengan kromatografi lapis tipis untuk mengetahui produk samping hasil ozonasi.</p>
<p>Telah diketahui bahwa perlakuan ozon dalam kondisi basa menyebabkan dekomposisi ozon sendiri, yang menghasilkan pembentukan radikal hidroksil.</p>
<p>Tidak hanya diluar negeri di Indonesia juga berkembang penelitian tentang ozonolisis dengan penambahan ZnO/zeolit sebagai katalis dalam mendegradasi tartrazine oleh Prof. Dr. Safni, M.Eng dan Dr. zilfa, MS yang berasal dari universitas andalas.</p>
<p>Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan  bahwa  katalis ZnO/zeolit  dapat  memperbesar  persen degradasi    tartrazin  secara  ozonolisis.</p>
<p>Dengan demikian  berarti  bahwa  zeolit  dapat mengefektifkan  pemakaian  ZnO. Untuk mengetahui penelitian ini lebih lanjut dapat mengunjungi google scholar dari Prof. Dr. Safni, M.Eng.<sup>6</sup></p>
<h4><strong>Referensi</strong></h4>
<ul>
<li>Ali Rıza DİNÇER, Meltem BAYRAM. Treatment Of Pollution From Textile Dyes With Ozone Method. International Agricultural, Biological &amp; Life Science Conference, Edirne, Turkey, 2018</li>
<li>Turhan K. Determination of optimal conditions in decolorization of disperse dyes in aqueous solution by ozonation. Global NEST Journal, Vol 23, No X, pp 143-151</li>
<li>R. Quaff, S. Venkatesh, K. Venkatesh. Degradation of Azo Dye by Ozone Oxidation: Cost Analysis and Buffering Effects on Dye Decomposition. Natl. Acad. Sci. Lett. <a href="https://doi.org/10.1007/s40009-020-01008-9">https://doi.org/10.1007/s40009-020-01008-9</a></li>
<li>Ajinkya Sudhir Powar, Anne Perwuelz, Nemeshwaree Behary, Levinh Hoang and Thierry Aussenac. Application of Ozone Treatment for the Decolorization of the Reactive-Dyed Fabrics in a Pilot-Scale Process—Optimization through Response Surface Methodology. Sustainability 2020, 12, 471; doi:10.3390/su12020471</li>
<li>Lucyna Bili ´nska, Kazimierz Blus, Marta Gmurek and Stanisław Ledakowicz. Brine Recycling from Industrial Textile Wastewater Treated by Ozone. By-Products Accumulation. Part 1: Multi Recycling Loop. Water 2019, 11, 460; doi:10.3390/w11030460</li>
<li>Zilfa Z, Safni S, Rahmi F. Penggunaan ZnO/Zeolit Sebagai Katalis Dalam Degradasi Tartrazin Secara Ozonolisis. <em>J Ris Kim</em>. 2021;12:53-64. doi:10.25077/jrk.v12i1.387</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cara-mengatasi-limbah-zat-warna-tekstil/">Cara Mengatasi Limbah Zat Warna Tekstil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Terbatas Pengolahan Limbah Medis Covid, Ini Hasilnya</title>
		<link>https://prokabar.com/rapat-terbatas-pengolahan-limbah-medis-covid-ini-hasilnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2021 07:21:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#limbah]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#medis]]></category>
		<category><![CDATA[#Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=91671</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar pengelolaan limbah medis tersebut dilakukan secara intensif dan sistematis. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Terbatas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rapat-terbatas-pengolahan-limbah-medis-covid-ini-hasilnya/">Rapat Terbatas Pengolahan Limbah Medis Covid, Ini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong></p>
<p data-reader-unique-id="4">Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar pengelolaan limbah medis tersebut dilakukan secara intensif dan sistematis. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Terbatas mengenai Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) Medis COVID-19, melalui konferensi video, Rabu (28/07)</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Arahan Bapak Presiden bahwa terhadap penanganan limbah medis ini kita harus intensifkan dan harus lebih sistematis, betul-betul dilihat dari titik paling jauh di lapangannya. Jadi diperhatikan bagaimana sistem itu bekerja dari rumah sampai ke pusat-pusat pelayanan juga, atau paralel sampai kepada tempat penanganannya,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan persnya.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Berdasarkan data yang ada di Kementerian LHK jumlah limbah medis COVID-19 sampai dengan tanggal 27 Juli mencapai 18.460 ton, yang bersumber dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), rumah sakit darurat, pusat karantina/isolasi, rumah tangga (isolasi mandiri), serta tempat uji deteksi COVID-19 dan vaksinasi-COVID-19.</p>
<p data-reader-unique-id="8">“Limbah medis itu seperti infus bekas, masker, <em data-reader-unique-id="9">vial </em>vaksin, itu botolnya vaksin yang kecil itu, jarum suntik, kemudian <em data-reader-unique-id="10">face shield</em>, perban, hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR/antigen, dan alkohol pembersih <em data-reader-unique-id="11">swab</em>. Itulah yang disebut dengan limbah medis beracun, berbahaya,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Data mengenai jumlah limbah B3 medis COVID-19 ini dihimpun berdasarkan laporan dari provinsi. Namun Siti memperkiraan data yang diterima tersebut belum lengkap, untuk itu Kementerian LHK  akan terus melengkapinya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Kalau perkiraannya asosiasi rumah sakit itu limbah medisnya itu besar sekali, bisa mencapai 383 ton per hari,” imbuhnya.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Lebih jauh Siti memaparkan, kapasitas pengolah limbah B3 medis saat ini mencapai 493 ton per hari.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Namun diakuinya, meskipun kapasitas pengolah limbah B3 lebih besar dibandingkan limbah yang dikelola namun penyebarannya tidak merata dan terkonsentrasi di Pulau Jawa.</p>
<p data-reader-unique-id="15">“Jadi, arahan Bapak Presiden tadi supaya semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis, untuk menghancurkan limbah medis itu yang infeksius harus kita selesaikan,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Terkait pengelolaan limbah medis ini, Menteri LHK menambahkan, pihaknya telah memberikan relaksasi kepada fasyankes untuk dapat mengoperasikan insinerator yang belum berizin.</p>
<p data-reader-unique-id="17">“Sejak tahun lalu Kementerian LHK memberikan relaksasi. Jadi selain izin dipercepat juga relaksasinya bawa insinerator yang belum punya izin itu diperbolehkan beroperasi dengan syarat bahwa suhunya 800 derajat celcius dan terus diawasi oleh Kementerian LHK,” terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Lebih jauh Menteri LHK menyampaikan, untuk meningkatkan dan mempercepat ketersediaan fasilitas pengelolaan limbah medis di seluruh daerah di Tanah Air, Presiden Jokowi juga meminta agar diberikan dukungan fasilitas dan anggaran baik yang berasal dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dana transfer ke daerah, maupun sumber pendanaan lainnya.</p>
<p data-reader-unique-id="19">“Jadi akan dipercepat sarana untuk penyiapan ini karena pada dasarnya dukungan dari pusat sudah ada dan potensinya juga ada tapi di sisi lain juga Bapak Presiden meminta atau menginstruksikan kepada daerah juga untuk memperhatikan hal ini, dan nanti akan dikoordinasikan,” tandasnya.  (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rapat-terbatas-pengolahan-limbah-medis-covid-ini-hasilnya/">Rapat Terbatas Pengolahan Limbah Medis Covid, Ini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Padang Gali Pengawasan Pengelolaan Limbah dari Kuansing</title>
		<link>https://prokabar.com/dprd-padang-gali-pengawasan-pengelolaan-limbah-dari-kuansing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2021 11:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dprdpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kuansing]]></category>
		<category><![CDATA[#limbah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[Amril Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantan Singingi]]></category>
		<category><![CDATA[Wariman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=83628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Komisi III DPRD Padang mengunjungi Kabupaten Kuantan Singingi untuk berbagi pengetahuan terkait pengawasan limbah pabrik, Rabu (17/3). &#8220;Kita mengunjungi DPRD Kuantan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dprd-padang-gali-pengawasan-pengelolaan-limbah-dari-kuansing/">DPRD Padang Gali Pengawasan Pengelolaan Limbah dari Kuansing</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Komisi III DPRD Padang mengunjungi Kabupaten Kuantan Singingi untuk berbagi pengetahuan terkait pengawasan limbah pabrik, Rabu (17/3).</p>
<p>&#8220;Kita mengunjungi DPRD Kuantan Sengingi dalam rangka sharing dan berbagi pengetahuan terkait pengawasan pengelolaan limbah pabrik,&#8221; kata Wakil Ketua DPRD Padang Amril Amin.</p>
<p>Amril Amin menjelaskan Kuantan Singingi memiliki banyak pabrik dengan limbah yang melimpah.</p>
<p>Namun, DPRD Kuantan Singingi mampu memberikan pengawasan yang baik pada limbah pabrik tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk itu kita ingin mengetahui kiat DPRD Kuantan Singingi ini dalam melaksanakan pengawasannya,&#8221; lanjut Amril Amin yang juga kader PAN ini.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://prokabar.com/ini-dia-nahkoda-baru-dpd-pan-pasaman/">Ini Dia Nahkoda Baru DPD PAN Pasaman</a></strong></li>
<li><a href="https://prokabar.com/lagi-sampah-memenuhi-dunia-maya-pasaman/"><strong>Lagi, Sampah Memenuhi Dunia Maya Pasaman</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/sharing-pengendalian-banjir-komisi-iii-dprd-padang-datangi-dinas-pupr-kuansing/"><strong>Sharing Pengendalian Banjir, Komisi III DPRD Padang Datangi Dinas PUPR Kuansing</strong></a></li>
</ul>
<p>Amril Amin berharap anggota DPRD Padang bisa menambah wawasan dan bisa mengadopsi kiat DPRD Kuantan Singingi untuk diterapkan di Padang.</p>
<p>&#8220;Dengan pengawasan  kita berharap kepada dinas terkait bisa serius dalam pengelolaan limbah di pabrik-pabrik yang ada di Padang,&#8221; ujarnya.</p>
<figure id="attachment_83631" aria-describedby="caption-attachment-83631" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210317_180812.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-83631" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210317_180812.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210317_180812.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210317_180812-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-83631" class="wp-caption-text">Wakil Ketua DPRD Padang Amril Amin serahkan cendera mata saat berkunjung ke DPRD Kuansing.</figcaption></figure>
<p>Sebab, kata Amril Amin, jika tidak serius, maka akan berimbas kepada masyarakat.</p>
<p>Kedatangan rombongan DPRD Padang yang terdiri dari sejumlah anggota.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kosmetik-mahal-perhatikan-tips-cantik-ini/"><strong>Kosmetik Mahal, Perhatikan Tips Cantik Ini</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/empat-fungsi-rendang-khas-minangkabau/"><strong>Empat Fungsi Rendang Khas Minangkabau</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/hoax-menjamur-media-komunitas-solusi-untuk-pembaca/"><strong>Hoax Menjamur, Media Komunitas Solusi untuk Pembaca</strong></a></li>
</ul>
<p>Asrizal, Delma Putra, Amran Tono, Junaidi Hendri, Rafdi dan Jupri masuk dalam kunjungan DPRD Padang tersebut.</p>
<p>Mereka mendapatkan sambutan baik dari Sekretaris DPRD Kuantan Singingi, Wariman.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wariman menyatakan kedatangan anggota DPRD Padang selain bersilaturahmi, juga saling berbagi informasi terkait pengelolaan limbah.</p>
<p>&#8220;Kita tentunya menyambut baik kedatangan anggota DPRD Padang. Kedepan kita harap silaturahmi ini semakin baik,&#8221; punglasnya. <strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dprd-padang-gali-pengawasan-pengelolaan-limbah-dari-kuansing/">DPRD Padang Gali Pengawasan Pengelolaan Limbah dari Kuansing</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KemenPUPR Kerjasama Dengan JICA Bangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta</title>
		<link>https://prokabar.com/kemenpupr-kerjasama-dengan-jica-bangun-sistem-pengelolaan-air-limbah-domestik-di-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2019 02:03:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#jica]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenpupr]]></category>
		<category><![CDATA[#limbah]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sanitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Untuk mengatasi masalah sanitasi dan air limbah di DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kemenpupr-kerjasama-dengan-jica-bangun-sistem-pengelolaan-air-limbah-domestik-di-jakarta/">KemenPUPR Kerjasama Dengan JICA Bangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Untuk mengatasi masalah sanitasi dan air limbah di DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun instalasi pengolahan air limbah domestik dan jaringan perpipaan yang disebut dengan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tujuannya selain untuk meningkatkan akses sanitasi di DKI Jakarta juga melindungi kualitas air dari pencemaran limbah domestik seperti mandi, cuci, kakus dan aktivitas rumah tangga lainnya,” bunyi siaran pers Kementerian PUPR, Minggu (13/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan masalah sanitasi bukan semata masalah ketersediaan infrastruktur, namun juga sangat bergantung pada pola perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Persepsi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan masih belum menjadi kebutuhan. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) juga masih terjadi di beberapa tempat,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pembangunan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik di DKI Jakarta terdiri atas dua zona pelayanan, yaitu zona 1 dan zona 6. Konstruksi IPAL Zona 1 direncanakan akan dibiayai menggunakan APBD Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian PUPR melalui bantuan Pemerintah Jepang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nilai investasi untuk pembangunan IPAL zona 1 sebesar Rp 9,87 triliun (Rp 7,7 triliun Kementerian PUPR dan Rp 2,17 triliun APBD DKI), termasuk untuk jaringan perpipaan dengan sistem interseptor.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">IPAL zona 1 akan mulai dibangun pada Februari 2021 di kawasan Pluit dengan luas lahan 3,9 hektar dengan kapasitas sebesar 240.000 m3/hari untuk melayani 220.000 Sambungan Rumah (SR) atau 989.389 jiwa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Cakupan layanannya meliputi 41 kelurahan yang tersebar di 8 Kecamatan yakni Kecamatan Menteng, Tanah Abang, Gambir, Sawah Besar, Taman Sari, Tambora, Pademangan, dan Penjaringan. Saat ini telah diselesaikan Detail Engineering Desain (DED),” bunyi siaran pers itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk zona 6 akan dibangun IPAL di kawasan Duri Kosambi dengan kapasitas 282.500 m3/hari menggunakan teknologi pengolahan A2O yang dikombinasikan dengan Integrated Fixbed Film Acivated Sludge (IFAS).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Target penerima manfaat sebanyak 180.800 jiwa di 2 Kecamatan di Jakarta Pusat, yakni Gambir dan Tanah Abang, serta 8 kecamatan di Jakarta Barat yakni Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, Kalideres, Palmerah, Kembangan, dan Tambora; Kecamatan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan dan Kecamatan Penjaringan di Jakarta Utara,” jelas siaran pers itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kebutuhan  biaya Pembangunan IPAL zona 6 diperkirakan sebesar Rp 4,6 triliun berasal dari Kementerian PUPR, bantuan luar negeri (BLN) sebesar Rp 3,75 triliun dan Rp 0,85 triliun dari APBD DKI Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kesepakatan nota kesepahaman antara Jepang melalui  JICA dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan pada tanggal 11 Juli 2019.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pembangunan IPAL zona 6 terdiri atas 4 fase dan saat ini akan difokuskan pada fase pertama dengan total 4 paket pekerjaan, yakni Paket 1 IPAL (termasuk Stasiun Pompa dan ICB), Paket 2 (Trunk Sewer, Paket 3 (Pipa Servis, Pipa Lateral, dan Pipa Persil dalam model area) serta Paket 4 (Pipa Servis, Pipa Lateral, dan Pipa Persil luar model area). Basic and Detailed Design mulai dilaksanakan pada Agustus 2020 dan diikuti dengan pekerjaan konstruksi</span><span class="s2">. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kemenpupr-kerjasama-dengan-jica-bangun-sistem-pengelolaan-air-limbah-domestik-di-jakarta/">KemenPUPR Kerjasama Dengan JICA Bangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 43/138 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.031 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:06:26 by W3 Total Cache
-->