<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lembah harau Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/lembah-harau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/lembah-harau/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 May 2022 08:45:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#lembah harau Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/lembah-harau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebakaran Landa Lembah Harau</title>
		<link>https://prokabar.com/kebakaran-landa-lembah-harau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 May 2022 08:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Damkar]]></category>
		<category><![CDATA[#lembah harau]]></category>
		<category><![CDATA[Lembah Harau terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Rimbo Piobang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103788</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar &#8211; Dinding cadas engan gulma kering di Lembah Harau, terbakar, Rabu (18/5). Api segera saja membesar dan asap hitam membumbung. Walau mantun, damkar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kebakaran-landa-lembah-harau/">Kebakaran Landa Lembah Harau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar </a>&#8211; </strong>Dinding cadas engan gulma kering di Lembah Harau, terbakar, Rabu (18/5).</p>
<p>Api segera saja membesar dan asap hitam membumbung. Walau mantun, damkar segera tiba di lokasi.</p>
<p>“Terbakar sedikit dan sudah padam, “ kata Kadis Pariwisata Limapuluh Kota, Desri</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/bank-nagari-mulai-bayarkan-100-persen-dana-nasabah-korban-skimming/"><strong>Bank Nagari Mulai Bayarkan 100 Persen Dana Nasabah Korban Skimming</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/cjh-tanah-datar-diminta-jaga-fisik-dan-mental/"><strong>CJH Tanah Datar Diminta Jaga Fisik dan Mental</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/cerita-callista-arum-perankan-cewek-tomboy-jago-balap-motor-di-sinetron-roda-roda-gila/"><strong>Cerita Callista Arum Perankan Cewek Tomboy Jago Balap Motor di Sinetron ‘Roda Roda Gila’</strong></a></li>
</ul>
<p>Dalam beberapa hari ini panas memang terik di Sumbar, suhu di atas 30 derajat. Langit biru selalu.</p>
<p>Kondisi ini memicu rumput-rumput mengering, apalagi yang tumbuh di batu cadas tegak tali.</p>
<p>Saat berita ini ditulis, langit masih saja bersih bening dan suhu sudah turun ke 27 derajat.</p>
<p>Kebakaran terjadi di Rimbo Piobang, Lembah Harau sekitar setengah satu siang. Tak lama beberapa Damkar Limapuluh Kota tiba di lokasi.</p>
<p>Menurut Desri kebakaran sama-sekali tidak merusak obyek wisata.</p>
<p>Ia berharap pada pelaku wisata untuk tidak membuang sampah kering atau sampah apa pun sembarangan.</p>
<p>Laporan wartawan di lapangan menyebutkan, lokasi kebakaran cukup jauh dari obyek wisata Harau.<strong>(adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kebakaran-landa-lembah-harau/">Kebakaran Landa Lembah Harau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lembah Harau, Apa Hendak Dikata</title>
		<link>https://prokabar.com/lembah-harau-apa-hendak-dikata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2022 22:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#bayu]]></category>
		<category><![CDATA[#lembah harau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inilah kisah tentang Lembah Harau, Grand canyon di Indonesia. Anugerah semesta yang terletak di Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu, dikelilingi tebing granit terjal dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lembah-harau-apa-hendak-dikata/">Lembah Harau, Apa Hendak Dikata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Inilah</strong> kisah tentang Lembah Harau, Grand canyon di Indonesia. Anugerah semesta yang terletak di Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu, dikelilingi tebing granit terjal dengan ketinggian 80 hingga 300 meter. Aduhai pokoknya.</p>
<p>Data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota per tahun 2019, kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara setiap tahunnya, menembus 450.000 jiwa. Angka ini, mengalami trend kenaikan pada 2020 hingga hitungan 700.000 jiwa.</p>
<p>Saat Rakor Pariwisata Juni 2021 lalu, Pemkab Limapuluh Kota memasang target, tahun 2022 ini jumlah kunjungan menjadi 2 juta jiwa. Ini dipresentasikan di ruang publik, mengundang pihak destination branding pula. Dipoles narasinya seoptimis mungkin.</p>
<p>Tapi tuen, optimisme Pemkab, agaknya harus dipinggirkan dulu. Serius ini kawan. Masih banyak hal krusial mesti diperbaiki. Dievaluasi dengan kaffah.</p>
<p>Dari sistym pengelolaan Harau yang mengalami kebocoran hebat, hingga status puluhan titik objekwisata swasta yang tak kunjung jelas izinnya. Terbentur status hutan dan kawasan.</p>
<p>Lembah Harau yang kaya pesona ini, hanya mampu mencetak pendapatan daerah setahunnya Rp1 miliar lebih sedikit dari target Rp3,5 miliar pada 2021. Jika dilelang ke swasta, sudah banyak yang berani pasang target realisasi di angka Rp5 miliar setahunnya.</p>
<p>Kenapa bisa bocor? Penyebabnya antara lain, jaringan pengaman potensi pendapatan daerah ini masih prematur. Ketika dikelola dengan cara konvensional oleh Pemkab, banyak tangan-tangan yang rentan bermain. Di sini, Pemerintah Daerah sebagai representasi negara, sudah kalah.</p>
<p>Selain itu, Pemkab belum kunjung transparan dalam meningkatkan potensi pendapatan dan penerapan yang menjadi pondasi tata kelola pemerintah.</p>
<p>Tidak sulit benar memantau kebocoran pendapatan daerah di Lembah Harau. Pergilah masuk ke sana, pakai mobil agak beberapa buah. Jangan kaget, uang wisatawan dimintak, lalu disuruh masuk. Tiket tak dikasih. Bak membayar uang takut kita ke Harau. Kelewatan. Saya paling tak terima negara kalah oleh preman. Entah kalau Pemkab!</p>
<p>Selain itu, pendapatan dari penginapan, objekwisata dan tempat permainan, juga tak jelas standarnya. Apa sebab? Ketika banyak kawasan wisata tak berizin berdiri, maka saat itu pula Pemkab tak berdaya memungut ke sana.</p>
<p>Orang bebas membangun, sesukanya saja. Izin mendirikan bangunan dan seabrek izin lainnya, itu nomor sekian. Tak perlu benar. Tapi, tidak semua objekwisata dan penginapan swasta begitu, ada juga yang berizin. Hehe</p>
<p>Ihwal bangunan yang tak berizin ini, Pemkab harusnya bertindak komprehensif. Bantu pelaku usaha mengurus izinnya. Mana yang terbentur dengan kawasan hutan suaka, ya dudukan dengan BKSDA. Diurus. Sepanjang sesuai aturan, mainkan. Jika tak bisa, segel. Memang ada kalanya, Bupati dan anak buah, tak perlu takut jika dianggap tak populis. No problem.</p>
<p>Sebenarnya, kenapa Pemkab harus ngilu pusat membereskan ini? Buatlah Satuan Tugas. SK-kan. Cukup dengan Perbup. Libatkan keterwakilan semua pihak di dalam. Terutama anak nagari. Ada standar kerja Satgas. Dengan bismillah, yuk kita benahi Lembah Harau. Percayalah, Pemkab tak bisa jalan sendiri.  <strong>(***)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lembah-harau-apa-hendak-dikata/">Lembah Harau, Apa Hendak Dikata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/64 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.032 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 15:11:27 by W3 Total Cache
-->