<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lautnusantara Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/lautnusantara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/lautnusantara/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jul 2021 03:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#lautnusantara Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/lautnusantara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aplikasi Laut Nusantara Makin Kaya Fitur, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna</title>
		<link>https://prokabar.com/aplikasi-laut-nusantara-makin-kaya-fitur-kini-nelayan-bisa-deteksi-lokasi-tuna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2021 03:04:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ikantuna]]></category>
		<category><![CDATA[#lautnusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[#XL]]></category>
		<category><![CDATA[#xlaxiata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=91144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Aplikasi Laut Nusantara semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi. Fitur terbaru dalam aplikasi besutan PT XL...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aplikasi-laut-nusantara-makin-kaya-fitur-kini-nelayan-bisa-deteksi-lokasi-tuna/">Aplikasi Laut Nusantara Makin Kaya Fitur, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s1">Jakarta, Prokabar — </span></strong><span class="s2">Aplikasi Laut Nusantara semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Fitur terbaru dalam aplikasi besutan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) &#8211; Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut adalah pendeteksi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ketiganya adalah ikan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi primadona di pasar dunia. Fitur baru ini sudah bisa dimanfaatkan para nelayan sejak Juli 2021.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir mengatakan, memang terus berupaya meningkatkan fungsi dan manfaat dari aplikasi Laut Nusantara ini. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Visi kami jelas, yaitu membantu para nelayan Indonesia untuk mampu produktif dan aman dalam bekerja sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Apalagi, teman-teman dari BROL memiliki semua kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkaya manfaat aplikasi ini, dengan data-data hasil riset yang melimpah, dan bisa diimplementasikan menjadi sarana digital yang mendukung masyarakat nelayan kecil di seluruh Indonesia. Secara bertahap akan terus bertambah fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Laut Nusantara.” terangnya, Minggu (18/7).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kelautan, Dr. I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa keberadaan fitur baru pendeteksi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi merupakan terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan para nelayan dengan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dalam aplikasi ini, informasi ditampilkan secara sederhana untuk membantu nelayan sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat dilakukan secara efektif, efisien dan aman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Peneliti BROL, Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur pendeteksi ikan-ikan tersebut adalah dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan berdasarkan kesesuaian kondisi laut, yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kesesuaian tersebut didasarkan pada kriteria front suhu dan tingginya kesuburan perairan. Front suhu adalah daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Sedangkan untuk pelikan tuna dan cakalang, dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan pemodelan numerik dan pendekatan statistik non-linear. Yang jelas, lokasi-lokasi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore ditampilkan secara sederhana sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan, ” papar Eko.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore tersebut memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dari data Pusat Informasi Pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, harga Tuna Sirip Kuning di kisaran Rp 50.000/kg, Tuna Sirip Biru sekitar Rp. 100.000/kg, dan Albacore sekitar Rp 50.000/kg. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sampai tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga 3 kali lipatnya. Sementara itu di pasar internasional, seekor tuna Bluefin harganya pernah menembus rekor dunia dengan harga Rp 25 miliar dengan bobot 276 kg.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sebelumnya, aplikasi Laut Nusantara telah memiliki fitur pendeteksi ikan bernilai ekonomi tinggi lainnya yaitu Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, dan Cakalang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ikan Tuna dan Ikan Cakalang punya nilai permintaan yang tinggi di Indonesia dan pasar Internasional. Pada tahun 2017, Indonesia memasok lebih dari 16% produksi Tuna, Tongkol dan Cakalang dunia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama triwulan I 2021 komoditas Tuna, Tongkol, dan Cakalang (CTC) menempati primadona kedua untuk ekspor dengan nilai 228,55 juta dollar AS atau 13,08 dari total nilai ekspor sektor perikanan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Hal ini menjadikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang menjadi prioritas KKP. Sementara itu, Lemuru merupakan ikan khas/spesifik di selat Bali.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sejauh ini sudah ada 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara. Mayoritas pengguna merupakan masyarakat nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia melalui sosialisasi yang diselenggarakan bersama Balai Riset dan Observasi Laut maupun instansi lainnya seperti BAKAMLA dan Pemerintah Daerah. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Hingga saat ini ada lebih dari 5.000 nelayan yang telah menerima sosialisasi langsung. Mereka kemudian menginformasikan penggunaan aplikasi ini kepada para sejawatnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Hingga tahun 2020 lalu, XL Axiata dan BROL telah menjalin Kerjasama dengan sekitar 29 wilayah kabupaten/kota di berbagai provinsi untuk implementasi aplikasi Laut Nusantara. (<strong>Rel</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aplikasi-laut-nusantara-makin-kaya-fitur-kini-nelayan-bisa-deteksi-lokasi-tuna/">Aplikasi Laut Nusantara Makin Kaya Fitur, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Aplikasi Laut Nusantara Punya Fitur Baru</title>
		<link>https://prokabar.com/kini-aplikasi-laut-nusantara-punya-fitur-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 11:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lautnusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#XL]]></category>
		<category><![CDATA[#xlaxiata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan aplikasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kini-aplikasi-laut-nusantara-punya-fitur-baru/">Kini Aplikasi Laut Nusantara Punya Fitur Baru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s2">Jakarta, Prokabar —</span></strong> <span class="s2">PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan aplikasi Laut Nusantara agar semakin besar manfaatnya bagi nelayan Indonesia. Hasil pengembangan terakhir berupa fitur baru yang mampu menunjukkan keberadaan tiga jenis ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, yaitu Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, dan Cakalang. Fitur ini sudah bisa dimanfaatkan oleh nelayan sejak Januari 2021 ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir, mengatakan, pihaknya akan terus berusaha menambah manfaat dari aplikasi Laut Nusantara dengan menghadirkan fitur-fitur baru yang bisa membantu para nelayan untuk semakin produktif. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Fitur terbaru ini bisa memandu nelayan untuk mendapatkan ikan-ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, yang juga dikenal sulit untuk ditangkap. Tentu kami berharap fitur baru ini bisa membantu usaha para nelayan untuk meningkatkan pendapatan mereka.” terangnya, Jumat (29/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Berdasarkan uji coba di sejumlah lokasi yang dilakukan oleh BROL, tingkat ketepatan informasi sebaran Tuna dan Cakalang ini cukup tinggi, yaitu antara 60% &#8211; 80%, tergantung kondisi musim penangkapan ikan. Artinya, berdasarkan petunjuk dan informasi yang diberikan, peluang nelayan untuk mendapatkan jenis-jenis ikan tersebut cukup besar. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Menurut Kepala BROL, Dr. Teja Arief Wibawa, fitur baru tersebut bekerja berdasarkan data dari Laboratorium Riset Kelautan yang dikelola oleh BROL. Hasil penelitian menunjukkan, setiap jenis ikan memiliki preferensi atau kesesuaian habitat masing-masing yang berpengaruh pada pola hidup ikan, termasuk migrasi, berkembang biak, juga kebiasaan makan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Berbekal pengetahuan tersebut, BROL melakukan pemodelan habitat ikan Tuna, Cakalang, dan Lemuru. Kondisi laut yang dijadikan dasar analisis pemodelan tidak hanya kondisi permukaan laut menyangkut suhu dan klorofil-a, tetapi sudah mempertimbangkan kondisi lingkungan pada lapisan renang ikan-ikan tersebut yang mencakup temperatur sub-surface, salinitas, dan arus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Tuna dan Cakalang termasuk di antara jenis ikan dengan permintaan pasar yang tinggi. Pada tahun 2017, Indonesia memasok lebih dari 16% produksi Tuna dan Cakalang dunia. Karena itu, keduanya dan juga Tongkol oleh menjadi program prioritas bidang perikanan tangkap oleh KKP. Sementara itu, Lemuru merupakan ikan khas dan spesifik di selat Bali, yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” tambah Teja Arief.</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Dipergunakan 5.000 nelayan</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, aplikasi Laut Nusantara telah dikenalkan kepada komunitas nelayan di berbagai daerah. XL Axiata dan BROL telah melakukan sosialisasi di 28 kota/kabupaten, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Total lebih dari 5.400 nelayan telah mengikuti pelatihan dan sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara. Mereka juga mendapatkan bantuan perangkat smartphone yang telah dipasang aplikasi Laut Nusantara dan paket data dari XL Axiata.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kini semakian luas masyarakat nelayan yang memanfaatkan aplikasi Laut Nusantara. Tidak hanya mereka yang mendapatkan sosialisasi, namun banyak nelayan yang mengetahuinya manfaat aplikasi ini dari komunikasi antarkomunitas nelayan, dari berita di media massa, serta dari media sosial. Karena itu, tercatat ada lebih dari 45 ribu akun yang telah memanfaatkan aplikasi ini, yang tersebar di hampir seluruh Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Aplikasi Laut Nusantara saat ini telah sampai pada tahap pengembangan Fase 4. Aplikasi ini merupakan aplikasi digital yang ditujukan bagi kalangan nelayanan tradisional yang biasa menggunakan peralatan tradisional dan beroperasi tidak lebih dari 20 mil dari garis pantai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Selain data-data yang akurat mengenai prakiraan lokasi keberadaan ikan, di aplikasi ini nelayan juga bisa mendapatkan informasi data cuaca laut terkait kecepatan angin dan tinggi gelombang, perhitungan BBM, hingga fitur untuk panggilan darurat. Selain itu, ada juga fitur perbincangan yang bisa nelayan manfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga ikan tangkapan di pasar. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kini-aplikasi-laut-nusantara-punya-fitur-baru/">Kini Aplikasi Laut Nusantara Punya Fitur Baru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/63 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.013 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:22:19 by W3 Total Cache
-->