<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lansia Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/lansia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/lansia/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2021 00:04:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#lansia Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/lansia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 3 &#8211; Habis)</title>
		<link>https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-3-habis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 00:04:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#penyintas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halaman Sebelumnya: &#8230;&#8230;&#8230;.. faktor dari luar, seperti gempa, faktor dari dalam, seperti bangunan yang sudah tua, dan faktor kesalahan manusia, seperti tidak menerapkan SOP...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-3-habis/">Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 3 &#8211; Habis)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">Halaman Sebelumnya:<strong><em><br />
&#8230;&#8230;&#8230;.. faktor dari luar, seperti gempa, faktor dari dalam, seperti bangunan yang sudah tua, dan faktor kesalahan manusia, seperti tidak menerapkan SOP pengelolaan terhadap teknologi tersebut&#8230;&#8230;..</em></strong><br />
****</p>
<p>Pertama, dalam tahap prabencana perlu diadakan pencegahan dan mitigasi. Upaya atau kegiatan dalam rangka pencegahan dan mitigasi yang dilakukan, bertujuan untuk menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana.</p>
<p>Tindakan mitigasi dilihat dari sifatnya dapat digolongkan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu mitigasi pasif dan mitigasi aktif.</p>
<p>Tindakan pencegahan yang tergolong dalam mitigasi pasif antara lain adalah penyusunan peraturan perundang-undangan, pembuatan peta rawan bencana dan pemetaan masalah, Pembuatan pedoman/standar/prosedur.</p>
<p>Selanjutnya, pembuatan brosur/leaflet/poster, penelitian / pengkajian karakteristik bencana, pengkajian / analisis risiko bencana, internalisasi penanggulangan bencana dalam muatan lokal pendidikan, pembentukan organisasi atau satuan gugus tugas bencana, perkuatan unit-unit sosial dalam masyarakat, seperti forum, pengarusutamaan penanggulangan bencana dalam perencanaan pembangunan.</p>
<p>Sedangkan tindakan pencegahan yang tergolong dalam mitigasi aktif antara lain, yaitu pembuatan dan penempatan tanda-tanda peringatan, bahaya, larangan memasuki daerah rawan bencana, pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai peraturan tentang penataan ruang, ijin mendirikan bangunan (IMB), dan peraturan lain yang berkaitan dengan pencegahan bencana.</p>
<p>Pelatihan dasar kebencanaan bagi aparat dan masyarakat, pemindahan penduduk dari daerah yang rawan bencana ke daerah yang lebih aman, penyuluhan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat, perencanaan daerah penampungan sementara dan jalur-jalur evakuasi jika terjadi bencana, pembuatan bangunan struktur yang berfungsi untuk mencegah, mengamankan dan mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana, seperti: tanggul, dam, penahan erosi pantai, bangunan tahan gempa dan sejenisnya.</p>
<p>Kemudian, pada tahap ini juga diperlukan kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan dilaksanakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda dan berubahnya tata kehidupan masyarakat.</p>
<p>Upaya kesiapsiagaan dilakukan pada saat bencana mulai teridentifikasi akan terjadi, kegiatan yang dilakukan antara lain, pengaktifan pos-pos siaga bencana dengan segenap unsur pendukungnya, pelatihan siaga / simulasi / gladi / teknis bagi setiap sektor, penanggulangan bencana (SAR, sosial, kesehatan, prasarana dan pekerjaan umum).</p>
<p>Inventarisasi sumber daya pendukung kedaruratan, penyiapan dukungan dan mobilisasi sumberdaya/logistik, penyiapan sistem informasi dan komunikasi yang cepat dan terpadu guna mendukung tugas kebencanaan. Penyiapan dan pemasangan instrumen sistem peringatan dini (early warning), penyusunan rencana kontinjensi (contingency plan), dan mobilisasi sumber daya (personil dan prasarana/sarana peralatan).</p>
<p>Tahap kedua dalam manajemen ini adalah penanggulangan. Pada tahap ini diperlukan adanya tanggap darurat. Tahap Tanggap Darurat merupakan tahap penindakan atau pengerahan pertolongan untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana, guna menghindari bertambahnya korban jiwa.</p>
<p>Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada sat tanggap darurat meliputi pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi kerusakan, kerugian, dan sumber daya; penentuan status keadaan darurat bencana; penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana; pemenuhan kebutuhan dasar; perlindungan terhadap kelompok rentan; dan pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.</p>
<p>Selanjutnya, tahap ketiga dari manajemen ini adalah tahap pasca bencana. Pada tahap ini terdapat tahap pemulihan dan rekronstruksi. Tahap pemulihan meliputi tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Upaya yang dilakukan pada tahap rehabilitasi adalah untuk mengembalikan kondisi daerah yang terkena bencana yang serba tidak menentu ke kondisi normal yang lebih baik, agar kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat berjalan kembali.</p>
<p>Kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi, perbaikan lingkungan daerah bencana; perbaikan prasarana dan sarana umum; pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat; pemulihan sosial psikologis; pelayanan kesehatan; rekonsiliasi dan resolusi konflik; pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya; pemulihan keamanan dan ketertiban; pemulihan fungsi pemerintahan; dan pemulihan fungsi pelayanan publik.</p>
<p>Selanjutnya, tahap rekonstruksi merupakan tahap untuk membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana secara lebih baik dan sempurna. Oleh sebab itu pembangunannya harus dilakukan melalui suatu perencanaan yang didahului oleh pengkajian dari berbagai ahli dan sektor terkait.</p>
<p>Yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah pembangunan kembali prasarana dan sarana; pembangunan kembali sarana sosial masyarakat; pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana; partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat; peningkatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya peningkatan fungsi pelayanan publik; atau peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.</p>
<p>Disusun Oleh (*):<br />
Cikita Aidha Putri<br />
Nabilah Dina Humaidah<br />
Faulina Adma<br />
Belinnaya Rachmitha Primadhiati<br />
Riska Faradila<br />
Hany Lutfia</p>
<p>*) Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Program Studi Psikologi</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-3-habis/">Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 3 &#8211; Habis)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 2)</title>
		<link>https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 00:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#penyintas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99248</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Kejadian bencana alam berupa banjir, tanah longsor serta kebakan hutan dan lahan. Peristiwa yang terjadi pada banjir sebanyak 891 kejadian, 406 tanah longsor,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-2/">Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Kejadian bencana alam berupa banjir, tanah longsor serta kebakan hutan dan lahan. Peristiwa yang terjadi pada banjir sebanyak 891 kejadian, 406 tanah longsor, 258 kebakaran hutan dan lahan. Hal ini banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Aceh &#8230;&#8230;&#8230;..</strong></p>
<p>Bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia yang pertama yaitu banjir. Banjir sering terjadi saat musim hujan dapat membuat bangunan dan tempat tinggal makhluk hidup rusak, lapisan tanah yang subur hilang karena terbawa arus air, serta tanaman menjadi rusak.</p>
<p>Selain karena ulah manusia, banjir juga dapat terjadi karena faktor alam, misalnya hujan terus menerus. Curah hujan yang tinggi membuat sistem pengaliran air yang dari sungai dan anak sungai alamiah meluap, serta sistem saluran drainase dan kanal penampung banjir buatan tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut.</p>
<p>Secara umum, penyebab terjadinya banjir karena ulah manusia, seperti penebangan hutan secara liar tanpa reboisasi, membuang sampah sembarangan, pendangkalan sungai, pembuatan saluran air kurang baik.</p>
<p>Kedua adalah tanah longsor. Tanah longsor adalah salah satu jenis bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia selain gempa bumi, banjir, kekeringan, dan angin topan.</p>
<p>Bencana tanah longsor sering muncul di musim hujan, setelah musim kering yang menyebabkan permukaan tanah retak dan berpori. Saat tanah retak, maka air hujan makin mudah meresap ke bagian dalam tanah, membuat kandungan air dalam tanah menjadi jenuh.</p>
<p>Bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia yang ketiga yaitu kebakaran hutan. Berikut penyebab terjadinya kebakaran hutan karena ulah manusia yaitu kecerobohan manusia dalam membuang puntung rokok sembarangan karena sering terjadi mereka membuang puntung rokok begitu saja tanpa benar-benar mematikannya.</p>
<p>Lupa mematikan api saat berkemah atau api unggun yang dinyalakan di perkemahan bisa bahaya jika tidak dimatikan dengan benar karena bisa memicu kebakaran hutan yang lebih luas, membakar sampah sering dilakukan oleh masyarakat, yang mana hal ini menjadi kebiasaan tanpa menyadari dampaknya seperti menyebabkan polusi udara hingga berisiko membakar hutan.</p>
<p>Seiring dengan banyaknya aktivitas manusia yang membuat lingkungan menjadi parah dan mengakibatkan kerusakan lingkungan sehingga memicu terjadinya bencana oleh ulah manusia itu sendiri, permasalahan yang tampak secara langsung mengakibatkan terjadi bencana ialah seringnya membuang sampah sembarangan.</p>
<p>Sampai saat ini permasalahan mengenai kondisi tersebut sulit untuk dicegah. Secara empiris mengenai efek kesehatan mental dari bencana buatan manusia pada orang dewasa yang lebih tua terkait dengan bencana alam, karena tidak mengungkapkan kerentanan diferensial yang konsisten terkait dengan usia.</p>
<p>Individu yang lebih tua ini lebih memiliki masalah kesehatan mental yang persisten, terutama gejala terkait kecemasan dan depresi berat lainnya. Oleh karena itu, diperlukannya upaya untuk mencegah bencana ini tidak terjadi dikarenakan oleh ulah manusia itu sendiri.</p>
<p>Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadi banjir maupun longsor ialah dengan menjaga dan membersihkan saluran air agar tetap berjalan dengan baik tanpa adanya penyumbatan yang disebabkan sampah.</p>
<p>Bencana lainnya seperti longsor juga dapat dicegah dengan tidak menebang pohon sembarangan dan mendirikan bangunan di sekitaran sungai, untuk menjaga terjadinya banjir diupayakan juga untuk melakukan penyuluhan kepada warga. Kemudian, pencegahan pada kekeringan dapat kita lakukan dengan pembuatan waduk agar air selalu mengalir saat musim kemarau.</p>
<p>Dengan begitu, apapun bencana yang terjadi di sekitaran kita, hendaknya selalu menjaga lingkungan sekitar agar menjadi lebih baik dan dapat meminimalisir terjadi bencana.</p>
<p>Jenis bencana selanjutnya adalah bencana yang disebabkan kegagalan teknologi. Bencana ini adalah semua kejadian bencana yang diakibatkan oleh kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian dan kesengajaan manusia dalam penggunaan teknologi dan/atau industri.</p>
<p>Gagalnya sebuah sistem teknologi yang mengakibatkan terjadinya malapetaka teknologi (technological disaster) selalu bersumber pada kesalahan sistem (system error) yang bersumber pada desain sistem yang tidak sesuai dengan kondisi di mana sistem itu bekerja.</p>
<p>Hal ini terjadi karena perancangan sistem yang gagal mempertemukan sistem teknis dan sistem sosial. Hal yang demikian sering terjadi di Indonesia dan menjadi bencana yang mengakibatkan kerugian jiwa seperti kecelakaan transportasi (kapal laut, pesawat udara dan kereta api), kecelakaan industri (kebocoran gas, keracunan dan pencemaran lingkungan) dan kecelakaan rumah tangga (hubungan arus pendek listrik dan kebakaran).</p>
<p>Kegagalan teknologi transgenik juga merupakan salah satu ancaman potensial terkait dengan posisi Indonesia sebagai pasar yang terbuka terhadap produk &#8211; produk transgenik.</p>
<p>Kecelakaan transportasi merupakan bencana kegagalan teknologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan setiap tahun tercatat rata-rata 30.000 nyawa melayang karena bencana ini. Dengan angka ini Indonesia menempati peringkat ketiga di ASEAN.</p>
<p>Diantara penyebab terjadinya kegagalan teknologi adalah adanya kebakaran, kecelakaan industri, kesalahan desain dan prosedur, kecelakaan transportasi, dan jebolnya bendungan.</p>
<p>Tingkat kerentanan bencana gagal teknologi ini bergantung pada 3 faktor, yaitu manusia sebagai pengguna teknologi, teknologi sebagai media yang digunakan, serta proses dan prosedur yang dijalankan.</p>
<p>Hingga saat ini pembuatan mengenai standar yang terkait dengan bencana gagal teknologi, sebagai misalnya kecelakaan industry, secara teoritik hancurnya bangunan industri atau alat transportasi atau mesin &#8211; mesin buatan manusia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor dari luar, seperti gempa, faktor dari dalam, seperti bangunan yang sudah tua, dan faktor kesalahan manusia, seperti tidak menerapkan SOP pengelolaan terhadap teknologi tersebut.</p>
<p><strong><em>Bersambung ke bagian 3</em></strong></p>
<p><strong>Disusun Oleh (*):</strong><br />
Cikita Aidha Putri<br />
Nabilah Dina Humaidah<br />
Faulina Adma<br />
Belinnaya Rachmitha Primadhiati<br />
Riska Faradila<br />
Hany Lutfia</p>
<p><em>*) Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Program Studi Psikologi</em></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-2/">Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 1)</title>
		<link>https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 23:12:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#penyintas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99197</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bencana merupakan sebuah peristiwa yang terjadi karena kehendak Allah SWT sehingga tidak bisa diduga kapan dan dimana bencana itu akan terjadi. Bencana itu sendiri...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-1/">Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong><em>Bencana merupakan sebuah peristiwa yang terjadi karena kehendak Allah SWT sehingga tidak bisa diduga kapan dan dimana bencana itu akan terjadi. Bencana itu sendiri didefinisikan sebagai suatu kejadian atau serangkaian kejadian yang dapat mengancam maupun mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor dari alam atau faktor dari non-alam maupun faktor manusia sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan pada lingkungan, serta dampak psikologis (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2021).</em></strong></p>
<p>Definisi tersebut menyatakan bahwa bencana itu disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor alam, faktor non alam, dan faktor yang berasal dari manusia. Selain itu berdasarkan United Nation Development Program (UNDP) yang menyatakan bahwa bencana merupakan suatu peristiwa ekstrem dalam cakupan lingkungan alam maupun lingkungan manusia yang menyebabkan kerugian serta dapat mempengaruhi kehidupan manusia, harta benda ataupun hingga tingkat yang dapat menyebabkan kesulitan atau kesusahan <em>(Salamor, dkk., 2020).</em></p>
<p>Dari beberapa definisi tersebut dapat diketahui bahwa bencana merupakan peristiwa yang dapat mengancam dan merugikan serta memberikan dampak negatif terhadap psikologis korban yang mengalaminya.</p>
<p>Dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi dan dampak yang ditimbulkan, tentu memberikan duka yang berbeda-beda terhadap setiap orang yang menjadi korbannya. Seperti mengalami rasa takut yang berlebihan, merasa pada situasi yang tidak tenang, serta rasa kegelisahan yang selalu ada.</p>
<p>Selain itu hal yang juga dialami korban adalah sering mengalami panik yang berlebihan. Menurut Nawangsih (2014) serangan panik yang dialami individu dapat melibatkan reaksi kecemasan yang cukup intens dengan disertai simptom-simptom fisik berupa kesulitan bernafas, jantung berdebar-debar, banyak berkeringat serta merasa pusing dan lemas.</p>
<p>Selain itu juga disertai dengan perasaan takut yang luar biasa dan merasa adanya bahaya yang dapat mengancam dirinya yang diikuti dengan rasa ingin melarikan diri. Seperti pendapat yang disampaikan oleh Giller (2018) yang menjelaskan bahwa trauma psikologis adalah sebuah pengalaman individu ataupun suatu kondisi yang sedang dialami, yang mana individu tersebut akan merasa kesulitan secara emosi, fisik, serta kognitif yang mengakibatkan kemampuan dalam mengatasi kondisinya akan terganggu.</p>
<p>Selain itu trauma yang dimaksud merupakan respon emosional terhadap suatu peristiwa yang buruk ataupun kejadian yang tidak menyenangkan seperti kejahatan, kecelakaan, kejadian mengerikan, pencurian ataupun bencana alam lainnya.</p>
<p>Lansia menjadi salah satu kelompok rentan terhadap bencana yang dapat menimbulkan dampak pada dirinya sendiri baik secara fisik maupun psikologis. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Jannah, dkk (2021) bahwa usia rentan seperti lansia merupakan kelompok masyarakat yang tampak kurang siap dan lebih rentan terhadap bencana, serta banyak dampak yang mengancam lansia itu sendiri.</p>
<p>Selain itu menurut Surwaningsih, dkk. (2019) bahwa dampak yang ditimbulkan bencana itu seperti adanya korban yang meninggal dunia, cidera fisik, kerusakan rumah, kehilangan harta benda, kerusakan lahan, hilangnya mata pencaharian, kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan gedung-gedung, dan masih banyak lainnya yang dapat merugikan korban yang mengalaminya.</p>
<p>Lansia dibandingkan dengan kelompok usia lain dalam suatu komunitas rentan untuk terisolasi secara sosial dan memiliki beberapa kondisi kronis, keterbatasan dalam melakukan melakukan aktivitas sehari-hari, penurunan penglihatan dan pendengaran, cacat fisik dan kognitif yang dapat menghambat kemampuan mereka dalam berkomunikasi, mempersiapkan diri, dan menanggapi suatu bencana alam yang terjadi<em> (Shih et al., 2018).</em></p>
<p>Dalam hal ini gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada lansia sebagai korban pasca bencana adalah Post-Traumatic Syndrome Disorder atau yang dikenal sebagai PTSD. Seperti pendapat yang disampaikan oleh Mustikasari, dkk. (2018) bahwa ketika individu mengalami trauma yang berkepanjangan dan sampai dapat mengganggu kehidupan sehari harinya maka itu mengantarkan individu tersebut kepada Post-Traumatic Syndrome Disorder (PTSD) itu sendiri.</p>
<p>Post-Traumatic Syndrome Disorder (PTSD) merupakan suatu reaksi maladaptif yang bersifat berkelanjutan terhadap suatu kejadian atau peristiwa traumatis yang mengakibatkan cedera fisik yang serius atau suatu hal yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain hingga bisa mengakibatkan kematian (Nevid, 2005 dalam Sakuma, dkk., 2020).</p>
<p>Hal tersebut menjelaskan bahwa Post-Traumatic Syndrome Disorder (PTSD) merupakan reaksi yang timbul pada diri individu yang diakibatkan terjadinya peristiwa traumatis seperti cidera fisik, bencana yang mengancam kehidupan serta kehilangan akibat kematian.</p>
<p>Dalam situasi tersebutlah sangat penting untuk lansia mendapatkan perhatian khusus dari orang terdekat dan masyarakat sekitar. Berbagai usaha dapat dilakukan dalam menangani dampak yang dirasakan oleh lansia akibat terjadinya bencana alam tersebut.</p>
<p>Pengalaman yang sudah dialami oleh lansia mungkin dapat membantu mengatasi peristiwa serupa di masa depan, beberapa bukti menunjukkan bahwa akumulasi trauma dan stres seumur hidup dapat meningkatkan kerentanan terhadap psikopatologi terkait bencana <em>(Shih et al., 2018).</em></p>
<p>Selain itu, faktor-faktor yang berkaitan dengan penuaan seperti keterbatasan fisik dan kognitif dapat mengganggu dan membatasi lansia dalam melakukan persiapan pra-bencana, respons ketika menghadapi bencana, dan penyesuaian pasca bencana terjadi sehingga memerlukan perhatian khusus dalam hal ini.</p>
<p>Berbagai organisasi yang terlibat dalam kesiapsiagaan bencana dapat digalakan sebagai upaya dalam kesiapsiagaan bencana pada lansia. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan keterlibatan sehari-hari lansia dengan keluarga, teman, tetangga, dan lembaga terpercaya yang mendukung kerja kesiapsiagaan organisasi dan lembaga lain dengan memperkuat ikatan informal dan membangun jaringan informasi.</p>
<p>Dengan demikian, hal tersebut dapat memberikan kesempatan bagi lansia untuk terlibat dengan orang lain dan mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk tetap tinggal dengan aman di rumah seiring bertambahnya usia mereka (Shih et al., 2018).</p>
<p>Selain bencana yang diakibatkan oleh alam itu sendiri, bencana juga dapat disebabkan karena ulah manusia. Bencana ini terjadi karena ulah manusia yang dapat menyebabkan kerusakan maupun kematian pada korban bencana, hal ini dipicu dengan adanya perilaku masyarakat yang tidak tertib dan patuh akan kebersihan lingkungan sekitar.</p>
<p>Dengan terjadinya bencana tersebut, korban itu tidak hanya kehilangan harta benda saja, melainkan korban juga mengalami kerugian secara langsung dalam perekonomian, jumlah krisis ekonomi pada korban yang mengalami kejadian itu meningkat pada kondisi bencana tersebut.</p>
<p>Bencana alam mungkin memang peristiwa yang terjadi secara alami, namun tidak dipungkiri bahwa bencana alam terjadi akibat ulah manusia yang semena-mena terhadap lingkungannya. Bencana akibat manusia disebut man-made disaster, bencana yang diakibatkan oleh perbuatan manusia misalnya konflik horizontal, konflik vertikal dan terorisme<em> (Beach, 2010).</em></p>
<p>Namun, tak sedikit bencana alam yang terjadi karena ulah manusia yang abai terhadap alam, seperti banjir, kebakaran hutan hingga tanah longsor. Terjadinya bencana ini, memberikan dampak langsung dari berbagai kalangan. Ditinjau dari kesehatan lingkungan, sosial ekonomi, dan kondisi lingkungan membuat golongan dewasa akhir menjadi populasi yang berkembang pesat.</p>
<p>Bencana buatan manusia memiliki unsur dari niat manusia, kelalaian, dan kesalahan atau melibatkan kegagalan sistem (misalnya, terorisme, keruntuhan struktural, kecelakaan transportasi).</p>
<p>Dibandingkan dengan bencana alam, jauh lebih sedikit yang diketahui tentang efek dari bencana buatan manusia dalam kehidupan orang dewasa yang lebih tua. Baik kerugian materi maupun pribadi atau menyaksikan sisa-sisa manusia dikaitkan dengan diagnosis depresi pada individu yang lebih tua, sedangkan kerugian materi dikaitkan dengan depresi pada kelompok yang lebih muda.</p>
<p>Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), menyatakan bahwa bencana yang sering terjadi di Indonesia diakibatkan oleh ulah manusia. Bencana yang terjadi oleh ulah manusia ini diantaranya banjir, longsor, kebakaran hutan, kekeringan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Pada tahun 2020, peristiwa bencana ini mengalami penurunan presentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, bencana yang menjadi pusat utama peristiwa ini ialah banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Data yang tercatat oleh BNPB terdapat 2.203 bencana alam yang telah terjadi di Indonesia, terhitung sejak 1 januri &#8211; 30 oktober 2021.</p>
<p>Kejadian bencana alam berupa banjir, tanah longsor serta kebakan hutan dan lahan. Peristiwa yang terjadi pada banjir sebanyak 891 kejadian, 406 tanah longsor, 258 kebakaran hutan dan lahan. Hal ini banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Aceh.</p>
<p><em>Bersambung ke bagian 2</em></p>
<p><strong>Disusun Oleh:</strong><br />
Cikita Aidha Putri<br />
Nabilah Dina Humaidah<br />
Faulina Adma<br />
Belinnaya Rachmitha Primadhiati<br />
Riska Faradila<br />
Hany Lutfia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bagaimanakah-ciri-penyintas-lansia-dalam-menghadapi-bencana-bagian-1/">Bagaimanakah Ciri Penyintas Lansia dalam Menghadapi Bencana? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tempat Lansia Bukan di Panti Jompo</title>
		<link>https://prokabar.com/tempat-lansia-bukan-di-panti-jompo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2021 08:29:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pantijompo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan orangtuanya yang lansia ke panti jompo. “Kita sudah dibesarkan, dididik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tempat-lansia-bukan-di-panti-jompo/">Tempat Lansia Bukan di Panti Jompo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan orangtuanya yang lansia ke panti jompo.</p>
<p>“Kita sudah dibesarkan, dididik dan diasuh oleh orangtua. Tapi kenapa kita tega menitipkannya di panti jompo. Saya berharap, hal itu jangan sampai terjadi,” kata Afriadi, kemarin.</p>
<p>Afriadi berharap para lansia harus tetap bersama-sama dengan keluarganya. Kecuali lansia yang tidak lagi memiliki keluarga sama sekali.</p>
<p>“Mengutip pernyataan dari Gubernur Sumbar Bapak Mahyeldi, bahwasanya berdasarkan hadist Rasulullah SAW, di saat inilah kita bisa mendapatkan pahala kemuliaan melalui pengabdian kepada orangtua kita,” ucap Afriadi.</p>
<p>Jadi, bagi masyarakat yang masih mempunyai orangtua, seharusnya mereka ada bersama kita dan bukan berpisah dengan keluarga.</p>
<p>“Semoga para lansia di Kota Padang bisa terus bersama keluarganya dan mendapat perhatian dari anak-anaknya,” harap Afriadi.</p>
<p>&#8220;Harapan lansia selalu berada bersama keluarga sejalan dengan tema peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-25 Tingkat Sumbar Tahun 2021 yakni “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”,” jelas Afriadi. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tempat-lansia-bukan-di-panti-jompo/">Tempat Lansia Bukan di Panti Jompo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah 8,5 Juta Masyarakat Indonesia Menerima Vaksin</title>
		<link>https://prokabar.com/sudah-85-juta-masyarakat-indonesia-menerima-vaksin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2021 01:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#corona]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[Nadia Tarmizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Hingga kemarin (4/4) pelaksanaan vaksinas Covid-19 telah mencapai 12,5 juta dosis suntikan vaksin atau kurang lebih 8,5 Juta masyarakat Indonesia yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-85-juta-masyarakat-indonesia-menerima-vaksin/">Sudah 8,5 Juta Masyarakat Indonesia Menerima Vaksin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Hingga kemarin (4/4) pelaksanaan vaksinas Covid-</span>19 telah mencapai 12,5 juta dosis suntikan vaksin atau kurang lebih 8,5 Juta masyarakat Indonesia yang telah menerima vaksin.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular langsung Kementerian Kesehatan Nadia Tarmizi mengungkapkan hal ini.</p>
<p class="p1"><span class="s1">“Cakupan dosis pertama mencapai 21,33 persen dari target 40 juta sasaran vaksinasi tahap pertama dan kedua.&#8221;</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kurang lebih 8,5 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19,” kata Nadia dilansir Prokabar, Senin (5/4).</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/ombudsman-sumbar-kembali-terapkan-wfh-ini-sebabnya/"><strong>Ombudsman Sumbar Kembali Terapkan WFH, Ini Penyebabnya</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-pantau-persiapan-peresmian-pasar-rakyat-pariaman/"><strong>Gubernur Sumbar Pantau Persiapan Peresmian Pasar Rakyat Pariaman</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/bpbd-agam-catat-27-kasus-bencana-alam-angin-kencang-dan-pohon-tumbang/"><strong>BPBD Agam Catat 27 Kasus Bencana Alam Angin Kencang dan Pohon Tumbang</strong></a></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia mengatakan, untuk selanjutnya pemerintah akan meningkatkan jumlah cakupan vaksinasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tujuannya untuk segera mencapai kekebalan kelompok (</span><em><span class="s2">herd immunity</span></em><span class="s1">) bagi 181,5 juta masyarakat Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah juga mendorong semua lapisan masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi COvid-19.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terutama, kata dia, kepada kelompok lanjut usia (lansia), yang memiliki resiko kematian dan kesakitan lebih besar tiga kali dari populasi kelompok lainnya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kenali-manfaat-kulit-ayam-untuk-kesehatan-dan-diet/"><strong>Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/bola-2/prediksi-tiga-calon-pelatih-semen-padang-fc/"><strong>Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pelantikan-wali-kota-padang-menanti-arahan-gubernur/"><strong>Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur</strong></a></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini, kelompok lansia yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 sebesar delapan persen. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nadia mengatakan terkait hal ini, ada beberapa kendala untuk mengakses pos pelayanan vaksinasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pertama kemungkinan masih ada rasa takut dari lansia untuk keluar rumah dan melakukan aktifitas di luar rumah.&#8221;</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kedua, adanya keterbatasan fisik lansia untuk menuju </span><span class="s2">centra</span><span class="s1"> vaksinasi, dan masih terbatasnya melakukan pendaftaran secara elektronik,” kata Nadia. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-85-juta-masyarakat-indonesia-menerima-vaksin/">Sudah 8,5 Juta Masyarakat Indonesia Menerima Vaksin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HTT Padang Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia</title>
		<link>https://prokabar.com/htt-padang-gelar-vaksinasi-covid-19-bagi-lansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2021 11:30:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#htt]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Perkumpulan Himpunan Tjinta Teman (HTT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang menggelar vaksinasi Covid-19 bagi lansia bertempat di Gedung GOR HTT...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/htt-padang-gelar-vaksinasi-covid-19-bagi-lansia/">HTT Padang Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211; </strong>Perkumpulan Himpunan Tjinta Teman (HTT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang menggelar vaksinasi Covid-19 bagi lansia bertempat di Gedung GOR HTT Padang, Jl. Kali Kecil III, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, pada Jum&#8217;at (5/3).</p>
<p>Peserta lansia yang akan diberikan vaksinasi Covid-19 telah mendaftarkan diri ke pihak HTT Padang, pada Kamis (4/4) dengan membawa kartu identitas diri (e-KTP).</p>
<p>Ketua Bidang Operasional HTT Padang Albert Hendra Lukman, mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia ini, dilakukan karena HTT yang beranggota ribuan orang itu sekitar 30-40 persen terdapat lansia.</p>
<p>“Untuk itu, HTT bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota berinisiatif menggelar vaksinasi bagi lansia ini,” katanya, Kamis (4/3).</p>
<p>Kerjasama ini langsung direspon positif oleh Dinas Kesehatan Kota Padang yang akan dilaksanakan pada Jum&#8217;at dimulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Dan direncanakan pemberian vaksinasi Covid-19 bagi lansia ini akan dilaksanakan dua hari yakni Jum&#8217;at dan Sabtu.</p>
<p>Selain itu kata Albert, pelaksanaan vaksinasi ini di gedung serba guna GOR HTT tetap menerapkan protokol kesehatan. Gedung itu bisa menampung hingga lebih dari dua ribuan orang. &#8220;Pada pelaksanaan vaksinasi ini nanti kita membatasi hanya 250 hingga 300 orang saja dengan menjaga jarak, tidak berkerumun, sehingga protokol kesehatan bisa dilaksanakan,&#8221; ujar Albert.</p>
<p>Dalam pemberian vaksin nanti akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan (screening), dan jika ada permasalahan dalam screening, maka dilakukan penundaan pemberian vaksin pada esok harinya bagi peserta tersebut.</p>
<p>“Perlu dicatat, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia ini sifatnya terbuka untuk umum, bukan hanya bagi anggota HTT saja atau komunitas masyarakat Tionghoa saja, tetapi untuk masyarakat Kota Padang secara umum, &#8221; ungkap Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman yang juga Ketua PDI Perjuangan Kota Padang ini. <strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/htt-padang-gelar-vaksinasi-covid-19-bagi-lansia/">HTT Padang Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Mendaftar Vaksinasi Covid Bagi Lansia</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-cara-mendaftar-vaksinasi-covid-bagi-lansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 02:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Sejak 17 Februari lalu, Pemerintah secara resmi memulai pelaksanaan tahap kedua vaksinasi COVID-19 dengan sasaran pekerja publik dan kelompok masyarakat lanjut usia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-cara-mendaftar-vaksinasi-covid-bagi-lansia/">Ini Cara Mendaftar Vaksinasi Covid Bagi Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Sejak 17 Februari lalu, Pemerintah secara resmi memulai pelaksanaan tahap kedua vaksinasi COVID-19 dengan sasaran pekerja publik dan kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Vaksinasi untuk target kelompok ini akan dimulai di DKI Jakarta dan ibu kota provinsi seluruh Indonesia. Namun dalam fase awal diprioritaskan terlebih dahulu untuk Jawa dan Bali di mana lebih dari 65 persen kasus COVID-19 nasional tercatat.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Seperti disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan dua opsi untuk pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok lansia.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Pertama, vaksinasi akan dilakukan di fasilitas kesehatan masyarakat baik di puskesmas maupun rumah sakit penyedia layanan vaksinasi. Untuk mekanisme ini peserta  dapat mendaftar dengan mengunjungi situs resmi Kemenkes <a href="https://www.kemkes.go.id/" data-reader-unique-id="8">kemkes.go.id</a> dan <a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/" data-reader-unique-id="9">sehatnegeriku.kemkes.go.id</a>serta situs resmi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di <a href="https://covid19.go.id/" data-reader-unique-id="10">covid19.go.id</a>.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Pada ketiga situs tersebut akan tersedia tautan atau <em data-reader-unique-id="12">link </em>yang dapat diklik oleh sasaran vaksinasi masyarakat lansia untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Dalam mengisi data tersebut, sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui ketua RT/RW setempat,” ujar Nadia.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Setelah peserta mengisi data di situs tersebut maka seluruh data peserta akan masuk ke dinas kesehatan (dinkes) provinsi masing-masing. dinkes akan menentukan jadwal, termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi, kepada masyarakat lanjut usia.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Berikut daftar tautan atau <em data-reader-unique-id="16">link </em>pendaftar vaksinasi COVID-19 bagi lansia yang tersedia di laman Kemenkes dan KPCPEN:</p>
<p data-reader-unique-id="17"><strong data-reader-unique-id="18">Jawa dan Bali<br data-reader-unique-id="19" /></strong>1. Provinsi DKI Jakarta, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScJz6ae82XTzqJkbFztR4PBBNw6hmHazFypqE0e9JthAYH08Q/viewform" data-reader-unique-id="20">dki.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="21" />2. Kota Serang, Provinsi Banten, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSewl7uG7rXiLU_oTzaqNTBSLQV1JUGjQ9DP75shYZ5I364PEQ/viewform" data-reader-unique-id="22">serang.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="23" />3. Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPEAnVr0aKQmbh0OYvmSrYw0aUT0LdH606m2bjIoJQg8sG9A/viewform" data-reader-unique-id="24">bandung.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="25" />4. Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeP_8H--2THx-VmzpV_m_BXf4CDtAAy1DfH6GNcp4g9KQDgEw/viewform" data-reader-unique-id="26">semarang.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="27" />5. Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScGU6LcD8naylz39-kvaaGcFyVuSTOeDDUVQaGumDUnd2uk1Q/viewform" data-reader-unique-id="28">yogyakarata.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="29" />6. Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfY-alRg40EWD3ZGKXAQaflKw0dznKNvnd2Q_Nn7GvGqiNmZg/viewform" data-reader-unique-id="30">surabaya.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="31" />7. Kota Denpasar, Provinsi Bali, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeEQhRDce55toAIVuB4Uj0D-VAJLlpbpq0H1jq9jKnsPxOzEw/viewform" data-reader-unique-id="32">denpasar.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="33"><strong data-reader-unique-id="34">Sumatra<br data-reader-unique-id="35" /></strong>1. Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdXLdzauQlksVSGZXxPM61hbNz6gMurRZ3J5P3X9NS2l8KBVw/viewform" data-reader-unique-id="36">bandaaceh.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="37" />2. Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeqn8iP9XNL0w7RSxdBUDDH-S42IxC8r_uSfi99CKXekGU3_Q/viewform" data-reader-unique-id="38">medan.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="39" />3. Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSegatkXk3_7dzMuulHn_GoW3mtVdiqEAujGDjfIWTdHZUVm6Q/viewform" data-reader-unique-id="40">padang.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="41" />4. Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSelifQIpugoMbujcFAj7ZI1u4xesp_-9YjCgzF7sQX91bdZvQ/viewform" data-reader-unique-id="42">pekanbaru.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="43" />5. Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScsTddQu1S7g2ayxwugv_tR95GC66beQptuXg6veTGxsh4xRA/viewform" data-reader-unique-id="44">tanjungpinang.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="45" />6. Kota Jambi, Provinsi Jambi, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdmFV8X4vD34awd8966X9RhhQPoX3lcrk9OhEL6liU8YFxGWg/viewform" data-reader-unique-id="46">jambi.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="47" />7. Kota Palembang, Sumatra Selatan, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScKAGDhgUseA7S-YqU7ej4ckEFmQzm9hzlNo3w58PolIN-vDQ/viewform" data-reader-unique-id="48">palembang.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="49" />8. Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc7lR-ejJuJZEvLAWfbvxbTb3IEOCIRSnJxlhBpnCnlK--OTw/viewform" data-reader-unique-id="50">pangkalpinang.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="51" />9. Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeOQi9YRZ98ul49VycCLpUPxzOV3MHbmHUAjnm3ZR1l8cNe0A/viewform" data-reader-unique-id="52">bengkulu.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="53" />10. Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScVM21W3030gtG0jR2iF7OCq9qLGG4kGYn_58qLBud3b7sNCw/viewform" data-reader-unique-id="54">lampung.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="55"><strong data-reader-unique-id="56">Nusa Tenggara<br data-reader-unique-id="57" /></strong>1. Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc9-lIEYyohPtgob4aR9PSa2Jl7HPsW2JXR9AFop1eSk72D-Q/viewform" data-reader-unique-id="58">mataram.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="59" />2. Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSez-4dmCeCfnt5P-hkzwfHnjm1mW7grIqMsNVCh_jXf-LYoYw/viewform" data-reader-unique-id="60">kupang.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="61"><strong data-reader-unique-id="62">Kalimantan<br data-reader-unique-id="63" /></strong>1. Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, di  <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSctiMtabKdyWiONpg7lzLqXlEBklhk0zdAEHV_8uCd0btQXUg/viewform" data-reader-unique-id="64">pontianak.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="65" />2. Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfwgIxVGGvJ4cU_PFW-Gz2xtG_C7zkSPYdl7j3d3RrZQoviSQ/viewform" data-reader-unique-id="66">palangkaraya.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="67" />3. Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScAfsq3dypmRwM1tvW3ZEfuIDagK7w7KyCF75pOA0BF6Swbag/viewform" data-reader-unique-id="68">banjarmasin.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="69" />4. Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSflb3WG2DIJuF5QS7DDYMGgpRYeAywlKlvJ_WuAbgiaUW_fDg/viewform" data-reader-unique-id="70">samarinda.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="71" />5. Kota Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdN48k5WUy5E9ZnZGotyu1JW7pgGT3giiogyDbneYuA-ytcUQ/viewform" data-reader-unique-id="72">tanjungselor.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="73"><strong data-reader-unique-id="74">Sulawesi<br data-reader-unique-id="75" /></strong>1. Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSek0Qf8daTul9oR2wpngXuBpjr5K2VAu6-T1bAEpybqo4OdTA/viewform" data-reader-unique-id="76">manado.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="77" />2. Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScfbAYJNnrXvABTySbGi37UFUGBjIyH4TrAzXXYx922mRSLew/viewform" data-reader-unique-id="78">gorontalo.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="79" />3. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScoJhwEdo7HiTSHOudxJBdNED48b1em6ikmro1_zBznzWssBw/viewform" data-reader-unique-id="80">palu.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="81" />4. Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeWjNreFfaTQb2dQk_2TwU_nUoUYmuMCiy-FtXsBA8Pa7n-Ug/viewform" data-reader-unique-id="82">mamuju.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="83" />5. Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfzycYDGnIJd1VAcp1Lj4A9hiuyePD93DFbG8FYkcy7SMzxAg/viewform" data-reader-unique-id="84">makassar.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="85" />6. Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfVt-4gIshUkihSt3VpUl3gr7mbZRikx20CKi_Y0rWoMdH7gw/viewform" data-reader-unique-id="86">kendari.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="87"><strong data-reader-unique-id="88">Maluku<br data-reader-unique-id="89" /></strong>1. Kota Ambon, Provinsi Maluku, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdSrFyYkG2sNC8eXAeYFnrv9shY_aCLdRo7iO_BrD6jFt0QUw/viewform" data-reader-unique-id="90">ambon.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="91" />2. Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe0EZcDJ7pwCnuONnr422SYSpmOPUdNyKK5S0j8U7fhZokPGA/viewform" data-reader-unique-id="92">ternate.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="93"><strong data-reader-unique-id="94">Papua<br data-reader-unique-id="95" /></strong>1. Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdKCF7UnYalp8o4422qIsMp22kJU5ZI1Y0sxgWBsOMgPnhrwQ/viewform" data-reader-unique-id="96">manokwari.kemkes.go.id</a><br data-reader-unique-id="97" />2. Kota Jayapura, Provinsi Papua, di <a href="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdSkjQQwPJAj0935nrjUOPtg3sIydajNP8b33wNG3aSlpkyew/viewform" data-reader-unique-id="98">jayapura.kemkes.go.id</a></p>
<p data-reader-unique-id="99">Opsi kedua adalah melalui program vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh organisasi atau instansi yang bekerjasama dengan Kemenkes dan dinkes.</p>
<p data-reader-unique-id="100">Nadia mencontohkan, organisasi atau institusi seperti organisasi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI/Polri (PEPABRI), dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dapat melakukan vaksinasi massal dengan bekerja sama dengan Kemenkes atau dinkes.</p>
<p data-reader-unique-id="101">“Organisasi lain juga dapat menyelenggarakan vaksinasi secara massal, misalnya organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Syaratnya, organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat melaksanakan vaksinasi massal,” tegas Nadia.</p>
<p data-reader-unique-id="102">Organisasi atau instansi yang sudah menjalin kerja sama tersebut akan menentukan jadwal, termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi, kepada masyarakat lansia. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-cara-mendaftar-vaksinasi-covid-bagi-lansia/">Ini Cara Mendaftar Vaksinasi Covid Bagi Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Mekanisme Mendaftar dan Pelaksanaan Vaksin Covid Bagi Lansia</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-mekanisme-mendaftar-dan-pelaksanaan-vaksin-covid-bagi-lansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 01:12:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan dua mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-mekanisme-mendaftar-dan-pelaksanaan-vaksin-covid-bagi-lansia/">Ini Mekanisme Mendaftar dan Pelaksanaan Vaksin Covid Bagi Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan dua mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas, yaitu pertama vaksinasi yang dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan yang kedua vaksinasi massal di tempat.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers yang ditayangkan pada kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, dilansir Sabtu (20/2).</p>
<p data-reader-unique-id="4">Nadia menjelaskan, untuk mekanisme pertama sasaran peserta vaksinasi lansia dapat mendaftar langsung pada <em data-reader-unique-id="5">website</em> Kemenkes www.kemkes.go.id dan juga <em data-reader-unique-id="7">website</em> Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) covid19.go.id.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Pada kedua <em data-reader-unique-id="11">website</em> tersebut, imbuhnya, akan disediakan tautan yang dapat diklik oleh sasaran penerima vaksinasi lansia untuk mengisi sejumlah pertanyaan yang diajukan.</p>
<p data-reader-unique-id="12">“Dalam mengisi data tersebut, sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui ketua RT/RW setempat,” ujarnya. Nadia pun mengingatkan agar sasaran vaksinasi mengisi data yang diminta dengan benar.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Tautan yang tersedia di <em data-reader-unique-id="14">website</em> Kemenkes dan KPCPEN ini, imbuhnya, sekaligus menggantikan tautan yang sebelumnya beredar di masyarakat dan tautan yang telah beredar tersebut dinyatakan sudah tidak dapat dipergunakan kembali.</p>
<p data-reader-unique-id="15">“Bagi peserta atau sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia yang sudah sempat mengisi tautan tersebut tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa data Bapak/Ibu sekalian dijamin aman dan tersimpan di dalam data yang ada di dinas kesehatan provinsi di mana peserta tinggal,” tegas Nadia.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Ditambahkannya, peserta vaksinasi lansia yang sudah mendaftar sebelumnya, tidak perlu mengisi kembali tautan yang ada di <em data-reader-unique-id="17">website</em>KPCPEN atau Kemenkes.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Selanjutnya, data yang telah diisi oleh sasaran vaksinasi akan masuk ke dinkes provinsi tempat peserta vaksinasi tinggal. Dinkes kemudian akan menentukan jadwal meliputi hari, jam, dan waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi bagi sasaran vaksinasi lansia. Vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan masyarakat, baik itu di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah dan swasta.</p>
<p data-reader-unique-id="19">“Kami harapkan tentunya Bapak/Ibu sekalian bisa menunggu dengan sabar informasi berikutnya yang akan disampaikan dinas kesehatan, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota, juga melalui puskesmas atau rumah sakit setempat, terkait waktu pelaksanaan vaksinasi bagi Bapak/Ibu sekalian masyarakat lanjut usia,” terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Sementara untuk mekanisme kedua, Nadia menyampaikan, dilakukan melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes dan juga dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Nadia mencontohkan, organisasi atau institusi seperti organisasi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI/Polri (PEPABRI), dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dapat melakukan vaksinasi massal dengan bekerja sama dengan Kemenkes atau dinkes provinsi maupun kabupaten/kota.</p>
<p data-reader-unique-id="22">“Organisasi lain juga dapat menyelenggarakan vaksinasi secara massal, misalnya organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Syaratnya, organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat melaksanakan vaksinasi massal,” tegas Nadia.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Dalam pelaksanaan vaksinasi massal ini, maka organisasi atau institusi tersebut akan melakukan pendataan dan pendaftaran untuk masyarakat sasaran lanjut usia yang berada di daerah mereka masing-masing.</p>
<p data-reader-unique-id="24">“Setelah melakukan pendaftaran, organisasi dan institusi tersebut akan bekerja sama dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk menentukan pelaksanaan, termasuk waktu dari vaksinasi massal. Organisasi tersebut akan memberitahukan jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi massal kepada para peserta yang tentunya sudah mendaftar,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Dalam pelaksanaan vaksinasi, Nadia menegaskan, Kemenkes juga telah menyiapkan langkah dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).</p>
<p data-reader-unique-id="26">“Untuk mengantisipasi munculnya KIPI, di setiap pelaksanaan vaksinasi akan memiliki <em data-reader-unique-id="27">contact person</em> perwakilan dari komisi daerah ataupun <em data-reader-unique-id="28">focal point</em> KIPI yang berasal dari kabupaten/kota atau provinsi tersebut yang tentunya dapat dihubungi oleh panitia penyelenggara ataupun fasyankes pelaksana,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="29">Lebih lanjut, Nadia juga menegaskan Kemenkes bersama dinkes akan memastikan bahwa proses vaksinasi yang akan dilaksanakan di fasyankes maupun vaksinasi massal tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.</p>
<p data-reader-unique-id="30">“Peserta harus senantiasa menggunakan masker saat menunggu hingga setelah vaksinasi. Kami akan memastikan bahwa dalam pelaksanaan tidak akan terjadi kerumunan. Dan juga kami akan pastikan seluruh tenaga vaksinator yang terlibat telah mendapatkan pelatihan,” tuturnya.</p>
<p data-reader-unique-id="31">Menutup keterangan persnya, Nadia kembali mengingatkan pentingnya disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) saat pandemi ini, termasuk bagi yang telah mendapatkan vaksinasi.</p>
<p data-reader-unique-id="32">“Meskipun kita telah divaksinasi kemungkinan kita untuk terpapar oleh virus COVID-19 akan tetap ada namun kemungkinan untuk menderita gejala parah akan semakin kecil. Dengan melaksanakan protokol kesehatan, kita akan mencegah penularan virus COVID-19 kepada orang lain,” tandasnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-mekanisme-mendaftar-dan-pelaksanaan-vaksin-covid-bagi-lansia/">Ini Mekanisme Mendaftar dan Pelaksanaan Vaksin Covid Bagi Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyuntikan Darurat Vaksin Sinovac untuk Lansia Dimulai Hari Ini</title>
		<link>https://prokabar.com/penyuntikan-darurat-vaksin-sinovac-untuk-lansia-dimulai-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2021 01:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#nakes]]></category>
		<category><![CDATA[#sinovac]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac bagi kelompok usia lanjut di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penyuntikan-darurat-vaksin-sinovac-untuk-lansia-dimulai-hari-ini/">Penyuntikan Darurat Vaksin Sinovac untuk Lansia Dimulai Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac bagi kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Berdasarkan keputusan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan BPOM mengeluarkan izin vaksin untuk bisa diberikan bagi orang dengan usia di atas 60 tahun yang berdasarkan uji klinis ke 3 di negara-negara di luar Indonesia.</p>
<p data-reader-unique-id="7">“Penting sekali bagi pemerintah untuk memprioritaskan tenaga kesehatan berusia lanjut karena adanya risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar COVID-19, selain itu usia mereka yang rentan,”,” katanya saat konferensi pers secara virtual, kemarin (7/2).</p>
<p data-reader-unique-id="9">Vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun akan dilaksanakan Senin (8/2), pukul 09.00 WIB.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun yang akan divaksinasi total berjumlah 11.600 orang di seluruh Indonesia.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Dengan diberikannya vaksin COVID-19 bagi tenaga kesehatan yang berusia lanjut dapat melindungi dan memberikan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan kita tanpa terkecuali.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes. Sekitar 10 persen populasi Indonesia berada dalam kelompok lansia, dan 50 persen lebih kematian akibat COVID-19 terjadi pada kelompok ini.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Pemberian vaksinasi kepada lansia dapat menekan kematian dan juga mengurangi tekanan terhadap Rumah Sakit dengan harapan angka rawat inap dan <em data-reader-unique-id="16">Bed Occupancy Ratio</em> dapat turun. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penyuntikan-darurat-vaksin-sinovac-untuk-lansia-dimulai-hari-ini/">Penyuntikan Darurat Vaksin Sinovac untuk Lansia Dimulai Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cluster Panyalaian. Lansia dan Bayi Positif Covid 19</title>
		<link>https://prokabar.com/cluster-panyalaian-lansia-dan-bayi-positif-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2020 07:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar. Data posko penanganan Covid 19 Tanah Datar kembali mencatat jika terjadi penambahan 2 orang yang terkonfirmasi positif Corona. Penambahan ini masih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cluster-panyalaian-lansia-dan-bayi-positif-covid-19/">Cluster Panyalaian. Lansia dan Bayi Positif Covid 19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar.</strong> Data posko penanganan Covid 19 Tanah Datar kembali mencatat jika terjadi penambahan 2 orang yang terkonfirmasi positif Corona. Penambahan ini masih berhubungan dengan kasus sebelumnya, 03 dan 04, dimana dari hasil swab didapati orang tua perempuan 03 dan keponakan 03 positif Covid 19.</p>
<p>Kedua orang yang terkonfirmasi itu berjenis kelamin perempuan berinisial E usia 65 tahun dan seorang baliya berusia 1 tahun.</p>
<p>&#8221; iya benar ada tambahan 2 orang, Orang tua dari NS dan ponakannya,&#8221; ungkap Roza Mardiah, juru bicara protokol kesehatan tim penanganan Covid 19 Tanah Datar.</p>
<p>Lebih lanjut Roza menerangkan, jika terhadap orang yang terkonfirmasi itu tengah dilakukan pengecekan kesehatan terhadap keduanya. Jika kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, maka akan dilakukan peratawan terhadap orang yang terkonfirmasi. Sebaliknya, jika keduanya dalam kondisi sehat, maka akan dilakukan karantina di Bapelkes Sumbar.</p>
<p>&#8221; kita tengah melakukan pemeriksaan kesehatan. Kalu sehat, maka akan dikarantina, jika ada sakit, maka akan dilakukan perawatan,&#8221; kata Roza.</p>
<p>Kedua orang yang terkonfirmasi positif Covid 19 dari cluster Panyalaian ini merupakan hasilbswab dari 27 yang diambil samplenya beberapa waktu lalu, dan merupakan orang yang pernah kontak erat dengan pasien 03 dan 04. Sementara, terhadap 3 anggota keluarga pasien lainnya juga akan dilakukan pengecekan ulang, guna memastikan terpapar atau tidak dari Covid 19.</p>
<p>Dengam adanya penambahan sebanyak 2 orang, maka total orang yang terkonfirmasi positif Covid 19 di Tanah Datar sebanyak 6 orang. Sementara angka ODP tercatat 21 orang, PDP 2 orang, dan PTT atau pelaku perjalanan dari daerah terkonfirmasi sebanyak 2449 orang.<strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cluster-panyalaian-lansia-dan-bayi-positif-covid-19/">Cluster Panyalaian. Lansia dan Bayi Positif Covid 19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peduli Perempuan Lansia, KPPI Jaksel Gelar Bakti Sosial</title>
		<link>https://prokabar.com/peduli-perempuan-lansia-kppi-jaksel-gelar-bakti-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 03:28:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kppi]]></category>
		<category><![CDATA[#kppijaksel]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Aksi bakti sosial dilakukan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Jakarta Selatan. Aksi sosial digelar di Yayasan Penyantunan Sosial atau Yapensos Pusaka...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peduli-perempuan-lansia-kppi-jaksel-gelar-bakti-sosial/">Peduli Perempuan Lansia, KPPI Jaksel Gelar Bakti Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Aksi bakti sosial dilakukan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Jakarta Selatan. Aksi sosial digelar di Yayasan Penyantunan Sosial atau Yapensos Pusaka VI PSTW Bhakti Putra Pratama Non Panti Sosial Anak, Jalan Casablanca No.5, Jakarta.</p>
<p>Acara yang disambut hangat penghuni di hadiri Ketua DKI Jakarta KPPI Maya Saroso selaku Ketua KPPI Jakarta Selatan, Lia Kaniasari Kusumah dan para anggota KPPI.</p>
<p>Menurut Maya Saroso, kegiatan membagikan sembako dan baju, patut diacungi jempol. Pasalnya aktifitas tersebut atas inisiatif para anggota juga mengajak masyarakat agar lebih peduli kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama perempuan lansia.</p>
<figure id="attachment_49003" aria-describedby="caption-attachment-49003" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-49003 size-large" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37-1024x614.jpeg" alt="Peduli Perempuan Lansia, KPPI kunjungi Yapensos Pusaka VI PSTW Bhakti Putra Pratama" width="1000" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37-1024x614.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37-300x180.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37-768x461.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37-1000x600.jpeg 1000w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37-450x270.jpeg 450w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/C7F79D22-D80F-437E-BCF4-D38894706B37.jpeg 1037w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-49003" class="wp-caption-text">Peduli Perempuan Lansia, KPPI kunjungi Yapensos Pusaka VI PSTW Bhakti Putra Pratama</figcaption></figure>
<p>&#8220;Jadi kami berikan ke panti ini karena sudah jadi langganan yang setiap tahun didatangi. Ini contoh yang sangat baik dari KPPI Jakarta Selatan,” kata Maya disela acara bakti Sosial.</p>
<p>Lia Kaniasari Kusumah mengatakan bahwa tidak hanya ke panti itu pihaknya memberikan bantuan. Tetapi ada sejumlah tempat lain yang masuk dalam wilayah KPPI Jakarta Selatan. Bahkan kegiatan tersebut sekaligus menandakan KPPI telah terjun kembali untuk membantu sesama seusai pesta demokrasi yang dilaksanakan negeri ini.</p>
<p>“Kami adakan bakti sosial dan merupakan agenda tahunan, yang sekarang fokus di Jaksel. Selain disini ada lagi terutama di Jakarta Selatan, daerah Tebet ada beberapa. Namun tak selalu bersamaan, kita turun masing-masing. Buat saya, pemilu usai sudah, dan sekarang kita bersama lagi. Mari kita semua bersatu untuk memajukan perempuan-perempuan Indonesia,” papar wanita yang akrab disapa Kania ini.</p>
<p>Dengan adanya bakti sosial oleh KPPI Jakarta Selatan, baik Kania dan Maya berharap para anggota juga bisa melihat langsung apa yang mereka rasakan selama ini sehingga dapat menjadi dasar untuk mengusulkan anggaran untuk sosial bagi orang-orang yang sangat membutuhkan.</p>
<figure id="attachment_49004" aria-describedby="caption-attachment-49004" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-49004" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/13AF83B8-4D24-443D-B946-8DF152921890-1024x498.jpeg" alt="KPPI Jaksel berikan bantuan pada perempuan lanjut usia" width="1000" height="486" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/13AF83B8-4D24-443D-B946-8DF152921890-1024x498.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/13AF83B8-4D24-443D-B946-8DF152921890-300x146.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/13AF83B8-4D24-443D-B946-8DF152921890-768x373.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/13AF83B8-4D24-443D-B946-8DF152921890.jpeg 1117w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-49004" class="wp-caption-text">KPPI Jaksel berikan bantuan pada perempuan lanjut usia</figcaption></figure>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-49005" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/09D8F53C-B320-46C1-BE8E-344695515A88.jpeg" alt="" width="1000" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/09D8F53C-B320-46C1-BE8E-344695515A88.jpeg 1018w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/09D8F53C-B320-46C1-BE8E-344695515A88-300x180.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/09D8F53C-B320-46C1-BE8E-344695515A88-768x461.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/09D8F53C-B320-46C1-BE8E-344695515A88-1000x600.jpeg 1000w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/09D8F53C-B320-46C1-BE8E-344695515A88-450x270.jpeg 450w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>“Dengan kita turun maka kita ikut memperhatikan kekurangan. Disini kita yang mampu sudah selayaknya mau membagi kepada sesama, utamanya warga yang kekurangan. Kita sebagai KPPI juga wajib untuk mengusulkan,” tandas Maya di amini Lia Kania dan para anggota KPPI Jakarta Selatan yang hadir.</p>
<p>Acara bakti sosial tersebut membagikan sembako, baju-baju dan perlengkapan untuk para lansia dan berlangsung lancar. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peduli-perempuan-lansia-kppi-jaksel-gelar-bakti-sosial/">Peduli Perempuan Lansia, KPPI Jaksel Gelar Bakti Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Permasalahan Lansia di Kota Padang Menurut Walikota</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-permasalahan-lansia-di-kota-padang-menurut-walikota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2019 16:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#PemkoPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=36958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Walikota Padang, Mahyeldi menilai, permasalahan lansia secara garis besar yang ada di Kota Padang menurutnya ada tiga, yakni berkaitan dengan pangan, papan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-permasalahan-lansia-di-kota-padang-menurut-walikota/">Ini Permasalahan Lansia di Kota Padang Menurut Walikota</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Walikota Padang, Mahyeldi menilai, permasalahan lansia secara garis besar yang ada di Kota Padang menurutnya ada tiga, yakni berkaitan dengan pangan, papan dan kesehatan.</p>
<p>Pertama, Katanya, terkait pangan yaitu seperti kekurangan pangan tidak produktif, lalu kedua perihal papan seperti rumah tidak layak huni atau keluarga miskin serta tentang kesehatan berkaitan tidak memiliki jaminan kesehatan atau keterbatasan akses layanan kesehatan.</p>
<p>Sementara untuk jumlah lansia yang ada di Kota Padang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang pada tahun 2017, terdapat 36.277 jiwa atau 3,91 persen warga lansia dari total keseluruhan warga Kota Padang.</p>
<p>,&#8221;Maka itu kita di Kota Padang konsen dan selalu menyeru untuk merubah &#8216;maindset&#8217; masyarakat yang menilai lansia hanya pasrah dan tinggal menunggu ajal, dengan mengembalikan semangat lansia. Bahwasanya lansia masih berguna dan berhak menikmati hidup dengan berinteraksi sosial, giatkan program pro lansia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Mahyeldi pun membeberkan komitmen dan beberapa kebijakan Pemko Padang sekaitan ramah terhadap lansia. Seperti diantaranya memberikan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan, pelayanan khusus bagi lansia seperti antrian terpisah dan tempat khusus lansia, dan kendaraan umum yang tidak penuh sesak dan tersedia tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia.</p>
<p>Selanjutnya layanan ke rumah (home visit) termasuk layanan kesehatan bagi lansia, memberikan usaha ekonomi produktif (UEP) lansia produktif, lalu pembinaan pemantapan pemahaman bagi kader lansia dan sekaligus melaksanakan Posyandu Lansia di masing-masing Puskesmas.</p>
<p>&#8220;Pemko Padang juga telah menyediakan dukungan anggaran lansia melalui Dinas Sosial tahun 2019 lebih kurang sebanyak Rp516.028.000 dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) sebesar Rp50 juta. Alhamdulillah kita telah menjadikan jl. Permindo sebagai kawasan ramah disabilitas dan lansia, trotoar ramah lansia dan banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga melancarkan Program Singgah Sahur Sederhana (Singgasana), Program 1821 sebagai program ketahanan keluarga dan pembuatan Perda Ketahanan Keluarga (sedang proses),&#8221; tukasnya</p>
<p>Atas kepeduliannya, Mahyeldi berpeluang menerima sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di tahun ini.</p>
<p>Hal itu ditandai, setelah dirinya masuk dalam nominator calon penerima penghargaan kesejahteraan sosial lanjut usia (Lansia) tingkat nasional untuk ketegori perseorangan. Selasa (14/5), Mahyeldi dikunjungi tim verifikasi dari Kementerian Sosial yang diketuai Drs. Afrinaldi, M.Si di Rumah Dinasnya jl. A. Yani No.11.</p>
<p>Ketua Tim Verifikasi Afrinaldi, mengatakan ada empat kategori penghargaan yang dinominasikan tahun ini secara nasional, yakni perseorangan, kelompok, keluarga dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia.<br />
&#8220;Untuk kategori perseorangan, baik untuk tokoh masyarakat ataupun tokoh nasional, yaitu pimpinan daerah yang berkomitmen mensejahterakan lansia di wilayahnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, tim akan meninjau langsung di lapangan untuk verifikasi atau penilaian.</p>
<p>“Karena kita tidak ingin hanya menerima informasi dari OPD saja, tetapi ingin menyaksikan langsung berbagai program pimpinan daerah untuk Lansia,” ucapnya.</p>
<p>Terkait usulan calon penerima penghargaan, sebutnya, diterima pihaknya sesuai dengan skoring yang diterima, dan salah satu yang dinominasikan adalah Wali Kota Padang, Mahyeldi. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-permasalahan-lansia-di-kota-padang-menurut-walikota/">Ini Permasalahan Lansia di Kota Padang Menurut Walikota</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Lansia di Panti Jompo Sicincin Gunakan Hak Pilih</title>
		<link>https://prokabar.com/saat-lansia-di-panti-jompo-sicincin-gunakan-hak-pilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2019 03:56:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemilu 2019]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#pemilu2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=34893</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sicincin, Prokabar — Puluhan lansia di Panti Jompo Sabai Nan Aluih, Sicincin turut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi 2019. Mereka mencoblos di Tempat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/saat-lansia-di-panti-jompo-sicincin-gunakan-hak-pilih/">Saat Lansia di Panti Jompo Sicincin Gunakan Hak Pilih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Sicincin</strong>, <strong>Prokabar — </strong></span><span class="s1">Puluhan lansia di Panti Jompo Sabai Nan Aluih, Sicincin turut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi 2019.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mereka mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 di pelataran panti tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pantauan Prokabar dilokasi, para orang tua itu didampingi famili saat proses pencoblosan. Kebanyakan dari mereka banyak menggunakan kursi roda. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Harus didampingi, karena mereka tidak tau cara mencoblos,&#8221; sebut seorang panitia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tenda yang digunakan sebagai tempat pencoblosan tertulis dari Kemensos. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski usia lanjut, namun mereka tampak khidmat melakukan proses pencoblosan. (<b>gas</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/saat-lansia-di-panti-jompo-sicincin-gunakan-hak-pilih/">Saat Lansia di Panti Jompo Sicincin Gunakan Hak Pilih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Tips Mudik Nyaman Dengan Membawa Lansia</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-tips-mudik-nyaman-dengan-membawa-lansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 23:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lansia]]></category>
		<category><![CDATA[#Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=9014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap penghujung Ramadan bagi sebagian besar masyarakat. Meskipun butuh perjuangan yang menguras waktu dan juga tenaga, mudik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-tips-mudik-nyaman-dengan-membawa-lansia/">Ini Dia Tips Mudik Nyaman Dengan Membawa Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>,<strong> Prokabar &#8211; </strong>Mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap penghujung Ramadan bagi sebagian besar masyarakat. Meskipun butuh perjuangan yang menguras waktu dan juga tenaga, mudik tetap jadi momen favorit yang selalu dinanti.</p>
<p>Namun terkadang, bagi tidak banyak juga masyarakat yang mudik dengan orang tua yang sudah lanjut usia. Kondisi fisik lansia yang tak lagi sebugar orang-orang berusia muda membuatnya membutuhkan perhatian khusus, persiapan ini dilakukan demi mudik yang aman dan juga nyaman.</p>
<p>Berikut adalah berbagai hal yang perlu diperhatikan saat Anda berencana mudik bersama dengan lansia.</p>
<p><strong>1. Pilih Mode Transportasi</strong></p>
<p>Memilih transportasi yang tepat menjadi hal pertama yang perlu dilakukan saat mudik terutama jika membawa lansia. Selain mempertimbangkan waktu tempuh namun juga meminimalisir resiko yang akan terjadi saat melakukan perjalanan dengan lansia.</p>
<p>Salah satu hal yang sangat perlu menjadi pertimbangan adalah akses toilet,selama perjalanan lansia akan lebih sering buang air kecil akibat fungsi kandung kemihnya yang sudah menurun. Selain itu, lansia kerap tidak bisa duduk lama karena kondisi ini bisa menghambat aliran darah dan berbahaya untuk kesehatan lansia. Kaki bengkak, nyeri saat berdiri atau berjalan, kaki terasa panas, dan kemerahan bisa menandai kondisi ini.</p>
<p><strong>2. Chek Kesehatan Lansia</strong></p>
<p>Memeriksakan kondisi kesehatan lansia merupakan hal terpenting dilakukan, meskipun terlihat sehat, Anda tetap perlu memeriksakan kesehatan orangtua Anda secara menyeluruh.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Hal ini dilakukan untuk mencegah lansia yang tiba-tiba sakit saat perjalanan. Oleh karena itu, memeriksakan ke dokter  menjadi hal wajib sebelum Anda mudik.</p>
<p>Selain periksa kesehatan, Anda juga perlu mengonsultasikan rencana mudik ke dokter yang bersangkutan.</p>
<p><strong>3. Bawa Semua Obat Yang Dibutuhkan</strong></p>
<p>Membawa semua obat-obatan yang biasa dikonsumsi orang tua anda menjadi hal yang tak boleh terlupakan. Cek dengan teliti dan bila perlu buat daftar obat beserta dosis dan waktu minumnya.</p>
<p>Lupa membawa obat bisa berakibat serius, apalagi jika obat tersebut termasuk yang perlu diminum tepat waktu. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah apakah obat-obatan tersebut perlu ditaruh di suhu ruang atau justru wajib ditaruh di lemari pendingin untuk menjaga kualitasnya.</p>
<p><strong>4. Jaga Asupan Cairan</strong></p>
<p>Lansia umumnya rentan mengalami dehidrasi. Untuk itu, menjaga asupan cairan selama perjalanan sudah jadi hal wajib yang perlu Anda lakukan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Akan tetapi, jangan sampai lansia minum terlalu banyak. Pasalnya, terlalu banyak minum juga bisa membuat lansia terserang hiponatremia, atau kondisi saat kadar natrium dalam darah terlalu rendah.</p>
<p><strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>via : Hellosehat</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-tips-mudik-nyaman-dengan-membawa-lansia/">Ini Dia Tips Mudik Nyaman Dengan Membawa Lansia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 62/228 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.042 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:06:18 by W3 Total Cache
-->