<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lado Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/lado/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/lado/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2021 17:27:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#lado Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/lado/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Features Lebaran: Nenek dan Gulai Itik Lado Hijau</title>
		<link>https://prokabar.com/features-lebaran-nenek-dan-gulai-itik-lado-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 May 2021 17:19:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#features]]></category>
		<category><![CDATA[#hijau]]></category>
		<category><![CDATA[#lado]]></category>
		<category><![CDATA[#nenek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo LAUNGAN  takbir itu masih terdengar mendayu-dayu dari mesjid  di kampung saya. Gerimis membuat suara takbir terkadang menjadi hilang-hilang timbul. Ramadhan sudah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/features-lebaran-nenek-dan-gulai-itik-lado-hijau/">Features Lebaran: Nenek dan Gulai Itik Lado Hijau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p><strong>LAUNGAN</strong>  takbir itu masih terdengar mendayu-dayu dari mesjid  di kampung saya. Gerimis membuat suara takbir terkadang menjadi hilang-hilang timbul.</p>
<p>Ramadhan sudah pergi, dilepas dengan rasa sedih. Penghulu bulan itu dilepas dengan suara takbir yang bersahutan, menikam ulu hati.</p>
<p>Suara yang didengar itu adalah suara fitrah manusia, suara kesucian. Setiap anak manusia memiliki fitrah itu, terbawa serta sejak lahir.</p>
<p>Namun, sering terabaikan karena kesibukan dan dosa-dosa. Suaranya begitu lemah, hanya sayup-sayup terdengar. Kini suara itulah yang dikumandangkan pada Idul Fitri ini.</p>
<p><em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar..</em><br />
<em>Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar wa lillaahil-hamd.</em><br />
semoga kita kembali dapatkan Fithrah itu.</p>
<p>Seorang nenek, termenung diterpa rasa sangat rindu ingin melihat wajah anak dan cucunya. Ini lebaran kedua, tak bertemu orang-orang tersayang yang jauh di tanah seberang.</p>
<p>Pandemi masih menjadi pembatas ruang rindu sang nenek. Gulai Itik lado hijau sudah dimasak. Gulai ini kebanggaannya, tidak ada yang bisa manandingi kelezatan gulai buatannya di kampung ini.</p>
<p>Kalamai dan anak inti juga sudah dibuat. Jenis makanan yang memang sengaja nenek bikin hanya setahun sekali saat lebaran.</p>
<p>Biasanya makanan itu luar biasa enak, apalagi dimakan bersama-sama dengan anak cucu yang pulang dari rantau. Karena dibikin dengan melibatkan cinta di dalamnya. Ini alasan yang mungkin sangat sentimentil, tapi sangat masuk akal.</p>
<p>Tapi corona telah menghancurkan banyak hal, salah satunya adalah kebahagiaan nenek yang sudah sangat rindu ingin melihat wajah anak dan cucu mereka.</p>
<p>Hanya bisa mengurut dada, video call dengan anak cucu sedikit mengobati rindu. Tapi pastinya tidak akan paripurna,</p>
<p>Bagi nenek, mungkin sudah tak ada kebahagiaan lain selain melihat saudara-saudaranya, anak-anak, cucu-cucu berkumpul. Mereka saling mengenal, sambil berharap semoga kelak mereka akan saling melanjutkan persaudaraan.</p>
<p>Kebahagiaan yang hanya bisa tervalidasi tiap kali lebaran datang. Tapi apa daya, ketika pandemi corona ini bertamu dan tak kunjung beranjak pergi, bisa dibayangkan betapa akan sunyi dan senyapnya pengalaman lebaran nenek tahun ini.</p>
<p>Saya membayangkan, betapa ia akan tetap memasak gulai itik lado ijau,, kalamai, dan anak inti dengan jumlah yang sama, untuk kemudian menatapnya lekat-lekat di hari kedua lebaran, sebab tak banyak yang berkurang.</p>
<p>Ia juga akan menatap toples-toples berisi kue-kue kering, kacang tojin, kue kamaloyang, atau kue sapik. Aneka kudapan yang sudah ia sediakan khusus untuk anak cucunya yang ternyata tidak jadi pulang.</p>
<p>Nenek tahu apa itu corona, ia tahu bahwa corona adalah penyakit berbahaya dan menular, namun tentu saja ia tak akan menyangka. bahwa penyakit itu sedemikian jahatnya sampai mencegah anak-anak cucunya untuk pulang dan menemuinya.</p>
<p>Saya yakin, perempuan tua tak takut dengan corona atau penyakit apa pun, ia jauh lebih takut pada sepi dan kesendirian yang perlahan akan mulai ia cicil di masa lebaran tahun ini.</p>
<p>Nenek itu, hanya salah satu orang tua kesepian di kampung saya. Dia masuk dalam parade wajah-wajah tua dan renta dari kakek dan nenek di banyak daerah di Indonesia.</p>
<p>Parade wajah sendu yang harus menerima kenyataan bahwa corona menghancurkan salah satu kebahagiaan terbesar mereka. Hari ini begitu berbeda dari hari raya tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Seperti ada yang hilang, ada yang berjalan tak seperti biasanya. Kesepian ini terlalu menikam ulu hati, menyusup jauh ke relung hati terdalam.</p>
<p>Banyak maaf, lahir dan bathin. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/features-lebaran-nenek-dan-gulai-itik-lado-hijau/">Features Lebaran: Nenek dan Gulai Itik Lado Hijau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/48 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:16:26 by W3 Total Cache
-->