<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kulinersumbar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kulinersumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kulinersumbar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2020 04:14:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kulinersumbar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kulinersumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 03:40:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rumahmakan]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahMakanPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#terangbulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/">Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang. Terutama mereka yang tumbuh dan besar di medio tahun 90’an.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Rumah Makan yang beralamat di jalan belakang olo No 53, ini dikenal dengan kelezatan lauk-pauknya seperti, Rendang, Atam Lado Hijau, Cancag Kambing, Gulai Kepala Ikan dan Dendeng Lamboknya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oky Marzuki, sang pemilik yang ditemui Prokabar bercerita banyak tentang sejarah kedai yang di rintis sang kakek sejak tahun 60’an. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mungkin tidak banyak yang tau bahwa, kedai ini pertama kali buka tepat di bawah Padang Teater pada tahun 1960.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rumah Makan Terang Bulan ini didirikan Almarhum Muhammad atau yang lebih dikenal dengan panggilan Babak. Awal mulanya, kedai ini merupakan sebuah Bofet yang menyajikan martabak, nasi goreng hingga bubur kampiun.” ungkap Oky yang merupakan generasi ketiga almarhum Babak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terang Bulan berubah menjadi Rumah Makan pada tahun 89, tepatnya saat pindah ke kawasan Belakang Olo. Dan sejak saat itu, Terang Bulan semakin berkembang, dikenal masyarakat dan memasuki masa kejayaannya.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-69725" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E.jpeg" alt="" width="750" height="739" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E.jpeg 750w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E-300x296.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E-80x80.jpeg 80w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tahun 89 kita mulai buka di kawasan Belakang Olo, kita dulu buka dari Subuh, saat itu jadi Rumah Makan. Karena dulu ini belakang Terminal Bus, jadi banyak supir-supir, kusir-kusir bendi, penumpang hingga pedagang makan kesini.” sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kendatipun saat ini, Terminal sudah tidak ada, namun Terang Bulan masih eksis dan menjadi salah satu Rumah Makan favorit bagi masyarakat bahkan wisatawan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saat ini kita buka mulai pukul 07 agi, da ada sekitar 15 karyawan, rata-rata sudah cukup lama semua. Bahkan ada yang dari tahun 95,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya bercerita, setelah puluhan tahun beroperasi, saat pandemi ini adalah kondisi paling berat yang dirasakannya. “Ya, kayaknya saat ini yang terasa cukup berat. Tapi InsyAllah masih bisa kita lalui,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menjaga kualitas, rasa dan pelayanan menjadi kunci bagi pihaknya untuk tetap menjaga pelanggan yang rata-rata sudah bertahun makan di Rumah Makan tersebut. </span></p>
<p>“Ingek Raso, Ingek Terang Bulan” ujarnya. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/">Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, SMPN 1 Painan Patenkan Menu Martabak Ikan</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-smpn-1-painan-patenkan-menu-martabak-ikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2019 02:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpesisirselatan]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#martabakikan]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[#smpn1pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Painan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), akan mematenkan masakan yang bersumber dari ikan jenis nila melalui...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-smpn-1-painan-patenkan-menu-martabak-ikan/">Keren, SMPN 1 Painan Patenkan Menu Martabak Ikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar — </strong>Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Painan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), akan mematenkan masakan yang bersumber dari ikan jenis nila melalui inovasi penciptaan menu martabak ikan.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Painan, Mardalena dengan didampingi ketua Komite, Suherman, menjelaskan bahwa SMPN 1 Painan memang terus melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.</p>
<p>Salah satu kegiatan ekstrakurikuler siswa melalui kelompok kerja (Pokja) kolam ikan, sekolah ini mengembangkan salah satu jenis masakan yang bersumber dari hasil panen kolam ikan.</p>
<p>&#8220;Menu masakan yang diolah itu, diberi nama martabak ikan. Sebab bahan baku utama masakan itu adalah ikan nila yang dipanen dari kolam milik pokja,&#8221; katanya, dilansir dari MC Pessel, Senin (2/9).</p>
<p>Disampaikanya bahwa daging ikan yang sudah dipanen dan dibersihkan dari tulang dan sisiknya itu, dihaluskan dengan menggunakan blender atau mesin pembuat tepung.</p>
<p>&#8220;Agar daging yang dihaluskan memiliki cita rasa yang lezat, maka dicampur dengan rempah-rempah dan bumbu-bumbu penyedap yang tidak mengandung bahan berbahaya. Sebab rempah dan bumbu penyebab bisa didapatkan dari lingkungan sekitar, bukan olahan pabrik,&#8221; katanya.</p>
<p>Disampaikanya bahwa daging yang sudah dihaluskan , dicampur dengan berbagai jenis sayuran, seperti wortel, kentang, tomat, bawang, telur ayam dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Melalui berbagai jenis campuran sayur-sayuran dan telur ayam itu, maka masakan tersebut akan terlihat seperti layaknya martabak,&#8221; ujanrya.</p>
<p>Ditambahkanya, untuk mengenalkan menu martabak ikan itu, pihak baru sebatas menyajikanya kepada tamu-tamu istimewa yang berkunjung ke sekolah.</p>
<p>&#8220;Protein yang terkandung dalam daging ikan sangat bagus untuk kecerdasan, serta juga rendah kolesterol. Dari itu sangat bagus dikonsumsi oleh anak sekolah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Agar menu hasil inovasi Pokja Kantin melalui kerjasama Pokja kolam ikan tersebut mendapat pengakuan, maka pihaknya berencana akan mematenkan.</p>
<p>&#8220;Kita sudah merencanakan masakan jenis martabak ikan ini agar dipatenkan. Untuk mencapai harapan itu, sehingga kita dari pihak sekolah sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa lisensi atau hak paten martabak ikan itu, akan menjadi kebanggaan tersendiri nantinya bagi sekolah, bahkan Pessel secara umum.</p>
<p>&#8220;Dari itu dia berharap agar apa yang sudah direncanakan itu, mendapat dukungan dari semua pihak terkait,&#8221; tuturnya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-smpn-1-painan-patenkan-menu-martabak-ikan/">Keren, SMPN 1 Painan Patenkan Menu Martabak Ikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNP Akan Buka Program D3 Kuliner Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/unp-akan-buka-program-d3-kuliner-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2019 01:39:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infounp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#Rendang]]></category>
		<category><![CDATA[#sentrarandang]]></category>
		<category><![CDATA[#UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=43269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar — Fakultas Perhotelan dan Pariwisata Universitas Negeri Padang akan membuka program studi Diploma 3 Kuliner Minang dalam memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan melalui...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/unp-akan-buka-program-d3-kuliner-minang/">UNP Akan Buka Program D3 Kuliner Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar —</strong> Fakultas Perhotelan dan Pariwisata Universitas Negeri Padang akan membuka program studi Diploma 3 Kuliner Minang dalam memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan melalui kerjasama dengan Sentra Randang Kota Payakumbuh.</p>
<p>Melalui kerjasama antara UNP dengan Pemko Payakumbuh ini, pemanfaatan lulusan Prodi 3 Kuliner Minang diharapkan terserap. Nantinya mahasiswa Prodi D3 Kuliner Minang bisa berpraktek di Sentra Randang Kota Payakumbuh.</p>
<p>&#8220;Tahun ini, ada program studi D3 Tata Boga dengan konsentrasi kuliner minang. Sekarang ada 120 lebih pendaftar, namun hanya 30 orang yang diterima. Untuk pusat riset prodi Kuliner minang akan berpusat di Payakumbuh, karena Payakumbuh menjadi sentral kuliner termasuk randang sebagai makanan khas minang, dan kerjasama itu akan terus dilanjutkan kedepan,&#8221; kata Rektor UNP Prof. Ganefri, beberapa saat lalu.</p>
<p>Rektor Ganefri menyebutkan, dengan adanya kerjasama yang nyata, mahasiswa Prodi D3 konsentrasi kuliner minang akan berpraktek di Sentra Randang dan mengembangan pendidikan kuliner. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/unp-akan-buka-program-d3-kuliner-minang/">UNP Akan Buka Program D3 Kuliner Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Kuliner FKAN Pauh IX Kuranji Diresmikan</title>
		<link>https://prokabar.com/pasar-kuliner-fkan-pauh-ix-kuranji-diresmikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2019 01:41:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#Kuranji]]></category>
		<category><![CDATA[#pasarkuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#pauh]]></category>
		<category><![CDATA[#PemprovSumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Forum Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji merupakan salah wadah bagi Anak Nagari untuk melakukan terobosan dan inovasi guna mendorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasar-kuliner-fkan-pauh-ix-kuranji-diresmikan/">Pasar Kuliner FKAN Pauh IX Kuranji Diresmikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar</strong> — Forum Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji merupakan salah wadah bagi Anak Nagari untuk melakukan terobosan dan inovasi guna mendorong pelaksanaan pembangunan di daerah mereka dalam ikut mensukseskan program pemerintah. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peresmian Pasar Kuliner Pasar Nagari Pauh IX sebuah bukti yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dan ini juga akan mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisata lokal dan mancanegara di daerah ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Nasrul Abit saat meresmikan Pusat Kuliner Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang, Selasa (23/7) malam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya menyampaikan, selama ini banyak anggapan bahwa budaya itu identik dengan tradisional terbelakang akan tetapi di nagari Pauh IX tidak, semua begitu baik dan dinamis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Selama ini kita hanya mengangap budaya itu identik dengan tradisional, ternyata hari ini Pauh IX adat budaya tetap dipertahankan dengan menampilkan kesenian-kesenian dan silat, ini suatu karakter kearifan lokal yang kuat,&#8221; tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pihaknya mengharapkan pusat kawasan wisata budaya dan kuliner ini bisa menjadi bangkitan ekonomi masyarakat Pauh IX Kuranji yang baru dengan dukungan segala unsur dalam Nagari Pauh IX Kuranji.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Konsep ini layak kita jadikan percontohan dalam pengembangan ekonomi UMKM di Sumbar. Harapan kami kedepan, tempat ini dapat semakin berkembang, jaga kualitas layanan dan kebersihan yang terpenting pertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi semangat awal saat mendirikan pusat kawasan wisata budaya dan kuliner ini,&#8221; sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nasrul Abit juga menilai permasalahan sosial yang belakang ini kerap terjadi di tengah masyarakat menjadi perhatian serius adalah masalah narkoba yang harus disikapi seluruh pemangku kepentingan di provinsi itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Dengan adanya kegiatan ini, anak nagari diharapkan bisa terhindar dari berbagai perbuatan tercela dan penyakit masyarakat, seperti narkoba, judi dan minuman keras, yang jelas-jelas merusak mental, moral dan kecerdasan inteletual generasi muda kita&#8221; ingatnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada FKAN dengan berbagai ide yang dilahirkan untuk pembangunan di Nagari. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Keberadaan FKAN saat ini betul-betul terasa oleh Anak Nagari, apalagi adanya pusat wisata budaya dan kuliner ini, dengan pola bagi hasil nagari Pauh IX bisa membangun nagarinya.” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pusat wisata budaya dan kuliner nagari Pauh IX menerapkan sistem dengan para pelaku usaha, yaitu penjual hanya menyediakan barang dagangan, sementara anak nagari menyediakan fasilitas mulai dari jasa pramusaji sampai dengan pembayaran listrik dan air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini merupakan wujud nyata dari penerapan konsep ekonomi kreatif, karena dari sini kita bisa melihat adanya pemberdayaan masyarakat, pertunjukan seni budaya tradisi dan ada penerapan sistem ekonomi kerakyatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, Pusat Kuliner Nagari Pauh IX ini merupakan ide dari anak nagari yang tergabung ke dalam FKAN.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pembangunan pusat wisata budaya dan kuliner ini memang diperuntukan bagi warga Pauh IX, dengan mengumpulkan warga asli Pauh IX yang berjualan pakai gerobak ataupun berjualan dipinggir jalan, untuk bisa berjualan disini dengan cara bagi hasil.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Alhamdulillah, banyak warga kami yang berminat, semoga sarana wisata budaya dan kuliner ini akan membawa keberkahan bagi anak Nagari Pauh IX,&#8221; ungkap Evi Yandri. <b>(*/hdp)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasar-kuliner-fkan-pauh-ix-kuranji-diresmikan/">Pasar Kuliner FKAN Pauh IX Kuranji Diresmikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedagang Rinuak Di Maninjau Laris Manis di Libur Lebaran Idulfitri</title>
		<link>https://prokabar.com/pedagang-rinuak-di-maninjau-laris-manis-di-libur-lebaran-idulfitri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2019 13:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran 2019]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#IdulFitri]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#lebaran2019]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=39166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar – Libur lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah membawa berkah dan rezki berlimpah bagi pedagang. Termasuk pedagang kuliner khas ikan endemik Danau Maninjau di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pedagang-rinuak-di-maninjau-laris-manis-di-libur-lebaran-idulfitri/">Pedagang Rinuak Di Maninjau Laris Manis di Libur Lebaran Idulfitri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau</strong>, <strong>Prokabar</strong> – Libur lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah membawa berkah dan rezki berlimpah bagi pedagang. Termasuk pedagang kuliner khas ikan endemik Danau Maninjau di Jorong Gasang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. keberadaannya di sepanjang tepi jalan utama, Lubuk Basung menuju Padang Luar membawa keuntungan terbesar bagi mereka. Pengguna jalan dengan muda singgah dengan menepi ke pinggir jalan, untuk membeli makanan khas Maninjau tersebut.</p>
<p>Ernawati (56), salah seorang pedagang mengatakan, setiap lebaran atau hari libur, kunjungan pembeli selalu meningkat. Namun di lebaran Idul Fitri kali ini lebih meningkat tajam disbanding di waktu-waktu sebelumnya. “Alhamdulillah, di hari pertama ini, jual beli sudah sangat baik. Dan hal ini membuat kami senang dan bahagia,” ungkapnya, Sabtu</p>
<p>Ia melanjutkan untuk harga, terbilang normal karena hasil tangkap nelayan sangat baik saat ini. Hal itu mempengaruhi harga pada ikan asli Danau Maninjau.</p>
<p>Fina Yulita (19) pedagang lainnya menambahkan penjualan dihari biasa, hanya sekitar 500 ribu rupiah perhari. Khusus untuk di libur lebaran Idul Fitri akan meningkat bekisar dua juta hingga lima juta rupiah perharinya. Pada umumnya, para pembeli didominasi dari perantau. Mereka sering memborong dengan pembelian mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Mereka membeli banyak sesuai pesanan orang tua mereka yang berada di perantauan.</p>
<p>“Barang dagangan yang kami jual ini sangat khas dan asli hasil tangkap nelayan Danau Maninjau. Dan hanya ada di sini”terangnya. Seperti Rinuak, Bada dan Pensi Danau Maninjau. Hasil olahan menjadi beragam dengan kemasan yang bermacam-macam. Untuk Rinuak, yakni ikan kecil-kecil dapat dijadikan seperti Palai Rinuak, Goreng Rinuak, Peyek Rinuak, Pangek Rinuak, Pragede Rinuak dan Salai Rinuak. Hal sama pada Bada. Diolah menjadi Salai Bada atau Bada Asap, Bada Goreng, Pengek Bada dan Gulai Bada khas Maninjau.</p>
<p>Untuk harga penjualan, Palai Rinuak ukuran besar dijual senilai Rp5 ribu. Sementara untuk ukaran kecil, dijual Rp10 ribu tiga bungkus. Untuk pensi, dijual Rp5 ribu satu bungkus.</p>
<p>Bada goreng 1 one dijual Rp30 ribu, sedangkan perkilonya Rp300 ribu. Rinuak goreng dijual Rp25 ribu per-one, untuk 1 kilogarm dijual seharga Rp150 ribu. “Sejak air danau membaik, membuat hasil tangkapan nelayan semakin meningkat. Ikan endemik tersebut dapat dipanen kapan saja dan memberi berkah bagi kami rakyat kecil ini. Dan kami berharap kondisi air danau terus bersih dan tidak adalagi yang melakukan pencemaran. Dengan membuang sampah sembarangan, serta pengurangan KJA di Danau Maninjau,”lanjutnya.</p>
<p>Sementara itu, Bambang (50) menjalaskan, kami perantau sangat merindukan makanan khas yang tidak pernah ada di daerah manapun. “Rinuak dan Bada khas Maninjau hanya dapat kami temukan di sini, kecuali dikirimkan melalui paket ke daerah rantau,”paparnya.</p>
<p>Kami diperantauan jelas sangat berharap kelestariannya dapat terjaga. Sehingga tidak punah akibat kerusakan danau yang baru-baru ini sempat terjadi. “Kesadaran kita bersama sangat dibutuhkan saat ini. Sehingga kami yang diperantauan, tetap rindu melalui makanan ikan Rinuak, Bada dan Pensi ini,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pedagang-rinuak-di-maninjau-laris-manis-di-libur-lebaran-idulfitri/">Pedagang Rinuak Di Maninjau Laris Manis di Libur Lebaran Idulfitri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mampir ke Tiku, Rugi Rasanya Jika Tidak Mencicipi Makan Ini</title>
		<link>https://prokabar.com/mampir-ke-tiku-rugi-rasanya-jika-tidak-mencicipi-makan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 08:31:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerminang]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#tiku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32305</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiku, Prokabar — Matahari tegak dan merekah di balik awan gelap langit Tiku Selatan, Kabupaten Agam, Senin (11/3) siang. Hujan yang semula lebat, berangsur berhenti,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mampir-ke-tiku-rugi-rasanya-jika-tidak-mencicipi-makan-ini/">Mampir ke Tiku, Rugi Rasanya Jika Tidak Mencicipi Makan Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tiku</strong>, <strong>Prokabar — </strong>Matahari tegak dan merekah di balik awan gelap langit Tiku Selatan, Kabupaten Agam, Senin (11/3) siang. Hujan yang semula lebat, berangsur berhenti, perutpun mulai keroncongan.</p>
<p>Bila sudah begini dan kebetulan lewat di Tiku Selatan, para pengendara agaknya bisa menyambangi Rumah Makan Takana Juo, untuk mengisi perut yang lapar. Apalagi yang hobi menyantap kuliner ala masyarakat Minang di pinggiran pantai. Rumah makan yang terletak di dalam gang jalan menuju SMP 1 Tiku Selatan ini, paling cocok disinggahi.</p>
<p>&#8220;Di sini enak, murah pula. Di sini saja kita makan siangnya,&#8221; kata rekan Prokabar.com, Yolanda.</p>
<p>Makan di rumah makan milik Sefa Liana ini, ternyata memang luar biasa enak dan nikmatnya. Salah satu daya enaknya ialah, aroma nasi yang khas saat dihidangkan dengan dibungkus daun pisang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Ditambah, olahan lauk pauk lokan dan ikan laut segar. Rasanya minang sekali,&#8221; lanjut Yolanda.</p>
<p>Di sisi lain, selain enaknya nendang dan harga murah, kualitas rumah makan ini ternyata sudah teruji. Pada 19 Mei 2017 lalu, rumah makan dengan bangunan ala rumah makan pedesaan ini, pernah menyabet juara III, lomba implementasi Forikan pada rumah makan yang diberikan langsung Ketua Forikan Sumbar, Nevi Irwan Peayitno. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mampir-ke-tiku-rugi-rasanya-jika-tidak-mencicipi-makan-ini/">Mampir ke Tiku, Rugi Rasanya Jika Tidak Mencicipi Makan Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</title>
		<link>https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2018 07:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Makro]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar — Di sebuah tenda pojok, khusus lokasi kuliner dan jualan sekitar Kantor Disparpora dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/">Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong> <strong>Pariaman</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Di sebuah tenda pojok, khusus lokasi kuliner dan jualan sekitar Kantor Disparpora dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat ke 15 tahun 2018 Di Kabupaten Padang Pariaman, terlihat hidangan unik dan menarik. Lele Asap asal Kayu Tanam dengan nama Leriska.</p>
<p>Beberapa ibu-ibu dengan ramah menyapa dan melayani pembeli dengan baik. Barang dagangannya terlihat laris diborong pelanggan. Mereka pun tersenyum lebar dan puas.</p>
<p>Dan dalam suatu kesempatan, usaha ini pun dapat di telusuri lebih dalam tentang sejarah berdirinya beserta proses perjalanan mereka membangun usaha terlihat sederhana tersebut. Leriska (Lele Rezki Sejahtera Kayutanam), sebuah kelompok usaha rumah tangga asal Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2&#215;11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Kelompok yang mengolah makanan khas ikan lelel seperti Lele Asap, Rendang Lele Salai, Bakso Lele dan Naget Lele.</p>
<p>Lili Suryani (40) Ketua Leriska menjelaskan usaha tersebut bermula program PNPM 2013 lalu kepada Anggota SPP (Simpan Pinjam Perempuan) memberi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga miskin. Anggaran Pemeritah Pusat tersebut selain mendapatkan skill atau keterampilan, langsung dimodali berbagai peralatan masak.</p>
<p>Karena budi daya ikan lelel sudah membludak, bahkan telah berhasil mengekspor ke Kota Bukittinggi. Harga biasanya Rp13 ribu perkilo, menjadi Rp7 ribu perkilo, dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Maka lahirlah pelatihan pembuatan lele asap atau pengasapan lele.</p>
<p>Usai pelatihan dan skill diserap dengan baik, Kelompok tersebut langsung merealisasikannya sebagai usaha tambahan. 2014, dengan berjumlah Anggota 16 orang disertai modal simpanan pokok setiap Anggota Rp75 ribu perorang, mereka bergerak maju.</p>
<p>&#8220;Awalnya produksi hanya 2x dalam sebulan, dengan hasil 50 kg lele asap sekali produksi. Hingga kini kami sudah bisa produksi 3x dalam sebulan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Saat ini Leriska mempekerjakan beberapa orang ibu rumah tangga untuk memproduksi Lele Asap. Dengan upah Rp 25 ribu perkilonya.</p>
<p>Harga lele asap sudah mencapai Rp130 ribu perkilo. &#8220;Di acara Porprov. Sumbar 2018 di Padang Pariaman ini, kami tidak hanya menjajakan Lele Asap saja. Kami sudah mulai melakukan inovasi hasil turunan berupa Rendang Lele Salai, Bakso Lele, Naget Lele dan Sala,&#8221; terang Lili.</p>
<p>Pelanggan biasanya dari beberapa instansi Pemerintahan Padang Pariaman. Namun pada Ivent olahraga Sumatra Barat ini, para perantau maupun calon legislatif banyak singgah dan melirik usaha kami. &#8220;Mereka menyulai kuliner ini dan memesan banyak untuk dibawa ke perantauan. Dalam sehari itu, terjual 15 bungkus dan tambahan pesanan 30 bungkus lagi,&#8221; ungkap Ketua Leriska tersebut.</p>
<p>Setidaknya dalam ajang ini, kami mendapat pelanggan baru dan kemungkinan menjadi pelanggan tetap lanjutnya. Sebagai momentum promosi usaha kerajinan maupun kuliner khas Padang Pariaman tentunya.</p>
<p>Lili juga menerangkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman selama ini sudah sangat baik dalam melakukan pembinaan. Namun harus lebih serius dan berkelanjutan. Terutama permasalahan permodalan dan kemasan. &#8220;Kita kalah saing dengan kemasan elit milik daerah lain. Padahal dari segi kualitas rasa dan mutu, kita jauh lebih unggul,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Usaha rumah tangga Lele Asap daerah lain seperti Payakumbuh, Padang, Agam dan Bukittinggi sudah cukup maju. Namun kendala rata-rata modal, pada umumnya Pemerintah Daerah sering menggiring ke Perbankan. Padahal Perbankan tidak akan pernah melirik usaha kecil menengah ini Karena mereka pasti mencari keuntungan pula besar nasabahnya. &#8220;Mana mungkin perbankan percaya pada usaha kecil menengah ini akan memberi keuntungan kepada mereka?&#8221; herannya.</p>
<p>Kami berharap lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman serius memperhatikan usaha kecil menengah ini. &#8220;Kita iri dengan kebijakan beberapa Pemerintah daerah di daerah Jawa sana. Bahkan mereka konsisten dengan menetapkan Perda kepada ASN dan masyarakatnya untuk mengutamakan membeli produksi hasil karya daerahnya sendiri. Sehingga umkm mereka maju, berkembang dan jelas mensejahterakan masyarakatnya,&#8221; harapnya.</p>
<p>Dan di sisi lain, umkm adalah penompang pertumbuhan pariwisata. Wisatawan jelas tidak akan hanya melihat dan menikmati keindahan alam dan budaya saja saat berwisata. Mereka pasti membutuhkan makanan dan buah tangan dari tempat yang sudah ia kunjungi. &#8220;Dan kita di akayu Tanam sepertinya hanya menjadi penonton saja. Padahal rata-rata wisatawan nasional dan Internasional setial hari melintasinya. Hendaknya potensi Kayu Tanam dengan Istilah Bogornya Sumbar, dapat termanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman,&#8221; tutupnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/">Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 44/163 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.029 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:36:14 by W3 Total Cache
-->