<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kulinerpadang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kulinerpadang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kulinerpadang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2020 15:23:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kulinerpadang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kulinerpadang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Es Teh Indonesia Tabing Selera Baru Pecinta Kuliner</title>
		<link>https://prokabar.com/es-teh-indonesia-tabing-selera-baru-pecinta-kuliner/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2020 15:23:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar.J umat 18 Desember 2020 Es Teh Indonesia kembali membuka cabang yang ke &#8211; 5 di Kota Padang. Pemotongan pita dilakukan oleh Adib...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/es-teh-indonesia-tabing-selera-baru-pecinta-kuliner/">Es Teh Indonesia Tabing Selera Baru Pecinta Kuliner</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar.</strong>J<b> </b>umat 18 Desember 2020 Es Teh Indonesia kembali membuka cabang yang ke &#8211; 5 di Kota Padang. Pemotongan pita dilakukan oleh Adib Alfikri Kepala Dinas Pendidikan Sumbar didampingi oleh owner Arvresko Nanda yang sehari &#8211; hari merupakan Pgs Manajer Pemasaran BRI Cabang Solok beserta Fadil Perwakilan Franchise EsTeh Indonesia Jakarta.</p>
<p>Dalam sambutannya Adib mengatakan bahwa berdirinya Es Teh Indonesia ini merupakan bukti bahwa perekonomian Kota Padang dan Sumbar khususnya kembali bergeliat. Adib berharap Es Teh Indonesia Tabing ini bisa menjadi tempat nongkrong anak milenial. Adib juga menghimbau owner Arversko Nanda untuk menyiapkan tempat representatif bagi rapat &#8211; rapat internal dan eksternal di Es Teh Indonesia Tabing.</p>
<p>Arvresko Nanda dalam sambutannya mengatakan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena telah resmi dibukanya outlet ke &#8211; 5 Es Teh Indonesia di Tabing sehingga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat kota Padang. Ke depan Nanda berharap perekonomian kota Padang bisa tumbuh secara kembali setelah diterpa badai Covid 19.</p>
<p>Fadil perwakilan Es Teh Indonesia mengatakan bahwa Es Teh Indonesia sangat mengapresiasi pembukaan outlet ke &#8211; 5 ini. Fadil yang khusus datang dari Jakarta ini menambahkan kalau Es Teh Indonesia akan terus membuka outlet -outlet baru di Sumbar dan Indonesia.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/es-teh-indonesia-tabing-selera-baru-pecinta-kuliner/">Es Teh Indonesia Tabing Selera Baru Pecinta Kuliner</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 03:40:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rumahmakan]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahMakanPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#terangbulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/">Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang. Terutama mereka yang tumbuh dan besar di medio tahun 90’an.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Rumah Makan yang beralamat di jalan belakang olo No 53, ini dikenal dengan kelezatan lauk-pauknya seperti, Rendang, Atam Lado Hijau, Cancag Kambing, Gulai Kepala Ikan dan Dendeng Lamboknya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oky Marzuki, sang pemilik yang ditemui Prokabar bercerita banyak tentang sejarah kedai yang di rintis sang kakek sejak tahun 60’an. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mungkin tidak banyak yang tau bahwa, kedai ini pertama kali buka tepat di bawah Padang Teater pada tahun 1960.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rumah Makan Terang Bulan ini didirikan Almarhum Muhammad atau yang lebih dikenal dengan panggilan Babak. Awal mulanya, kedai ini merupakan sebuah Bofet yang menyajikan martabak, nasi goreng hingga bubur kampiun.” ungkap Oky yang merupakan generasi ketiga almarhum Babak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terang Bulan berubah menjadi Rumah Makan pada tahun 89, tepatnya saat pindah ke kawasan Belakang Olo. Dan sejak saat itu, Terang Bulan semakin berkembang, dikenal masyarakat dan memasuki masa kejayaannya.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-69725" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E.jpeg" alt="" width="750" height="739" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E.jpeg 750w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E-300x296.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E-80x80.jpeg 80w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tahun 89 kita mulai buka di kawasan Belakang Olo, kita dulu buka dari Subuh, saat itu jadi Rumah Makan. Karena dulu ini belakang Terminal Bus, jadi banyak supir-supir, kusir-kusir bendi, penumpang hingga pedagang makan kesini.” sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kendatipun saat ini, Terminal sudah tidak ada, namun Terang Bulan masih eksis dan menjadi salah satu Rumah Makan favorit bagi masyarakat bahkan wisatawan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saat ini kita buka mulai pukul 07 agi, da ada sekitar 15 karyawan, rata-rata sudah cukup lama semua. Bahkan ada yang dari tahun 95,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya bercerita, setelah puluhan tahun beroperasi, saat pandemi ini adalah kondisi paling berat yang dirasakannya. “Ya, kayaknya saat ini yang terasa cukup berat. Tapi InsyAllah masih bisa kita lalui,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menjaga kualitas, rasa dan pelayanan menjadi kunci bagi pihaknya untuk tetap menjaga pelanggan yang rata-rata sudah bertahun makan di Rumah Makan tersebut. </span></p>
<p>“Ingek Raso, Ingek Terang Bulan” ujarnya. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/">Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Akan Tertibkan Cafe dengan Menu yang Kurang Pantas</title>
		<link>https://prokabar.com/pemko-padang-akan-tertibkan-cafe-dengan-menu-yang-kurang-pantas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 05:18:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#SatpolPP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Maraknya kafe maupun tempat makan yang memakai nama tempat maupun menu dengan nama yang kurang pantas mendapat perhatian serius dari Pemkot...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-akan-tertibkan-cafe-dengan-menu-yang-kurang-pantas/">Pemko Padang Akan Tertibkan Cafe dengan Menu yang Kurang Pantas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Maraknya kafe maupun tempat makan yang memakai nama tempat maupun menu dengan nama yang kurang pantas mendapat perhatian serius dari Pemkot Padang.</p>
<p>Pemko Padang melalui Satpol Akan tertibkan nama tempat makan atau kafe yang menggunakan kata seperti &#8216;neraka&#8217;, &#8216;setan&#8217;, &#8216;iblis&#8217;, &#8216;gila&#8217;, &#8216;dajjal&#8217; dan sebagainya.</p>
<p>Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang Al Amin mengatakan, nama-nama tersebut dirasa tidak sesuai dengan adat istiadat di Ranah Minang yang berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).</p>
<p>&#8220;Kita tidak melarang mereka berkreasi, tapi buatlah kreasi yang sifatnya mendidik,  kita data rumah makan tersebut,  setelah kita surati dengan melampirkan himbauan wali kota akan kita tertibkan,” ujar Al Amin Selasa( 17/7/2019), saat ditemui diruangannya</p>
<p>Mantan Kadis DLH ini menambahkan, pemakaian nama tak lazim dan tidak pantas itu dapat berdampak kepada keimanan generasi muda.</p>
<p>&#8220;Kita khawatir kalau mereka sudah biasa dengan kata-kata &#8220;neraka&#8221; dan sebagainya itu, nantinya mereka menganggap neraka itu biasa saja, atau mereka hanya bandingkan neraka dengan tingkat pedas suatu makanan, padahal seperti kita tahu, neraka adalah tempat yang paling ditakuti oleh umat Islam,” tambah Al Amin.</p>
<p>Al Amin pun menambahkan, langkah yang dilakukan Pemkot Padang Setelah himbauan baru kita lakukan penertiban, tergantung dari tanggapan para pemilik usaha sendiri.</p>
<p>&#8220;Kita harapkan para pemilik tempat makan mau mengubah namanya, silahkan berkreasi untuk menarik pembeli, tapi tentu sesuai koridor dan norma yang berlaku,” pungkas Al Amin. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-akan-tertibkan-cafe-dengan-menu-yang-kurang-pantas/">Pemko Padang Akan Tertibkan Cafe dengan Menu yang Kurang Pantas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Sate Siap Meriahkan Car Free Day Chatib Sulaiman</title>
		<link>https://prokabar.com/pasar-sate-siap-meriahkan-car-free-day-chatib-sulaiman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2019 22:37:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#festivalsate]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#pasarsate]]></category>
		<category><![CDATA[#permindo]]></category>
		<category><![CDATA[#satepadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Puluhan pedagang sate di Padang siap memeriahkan kegiatan Car Free Day Chatib Sulaiman pada Minggu (17/3) besok. Kegiatan bertajuk ‘Pasar Sate’ ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasar-sate-siap-meriahkan-car-free-day-chatib-sulaiman/">Pasar Sate Siap Meriahkan Car Free Day Chatib Sulaiman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Puluhan pedagang sate di Padang siap memeriahkan kegiatan Car Free Day Chatib Sulaiman pada Minggu (17/3) besok. Kegiatan bertajuk ‘Pasar Sate’ ini merupakan gerakan makan sate yang sebelumya gencar diserukan pemerintah kota Padang.</p>
<p>Inisiator Persatuan Pedagang Sate Padang, Miko Kamal yang dihubungi Prokabar mengatakan bahwa kegiatan Pasar Sate akan dipusatkan di perkarangan Kantor Dinas Perdagangan Kota Padang.</p>
<p>“Kegiatan kali ini ditargetkan di ikuti 20 pedangan. Data sementara sudah ada 18 pedagang yang akan berpartisipasi diantaranya Sate KMS Patimura, Sate Taichan Padeh, Sate Mega, Sate Rima, Sate Ajo Pampangan, dan banyak lainnya,” terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, tujuan kegiatan ini adaah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengkosumsi sate. “Menurut pedagang, kepercayaan masyarakat saat ini sudah kembali sekitar 75 persen, hal tersebut diukur dari pelanggan yang datang sejak ada insiden oknum pedagang yang menggunakan daging babi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu kegiatan ini kegaitan ini bertujuan meningkatkan pendapatan pedagang. “Selain itu ini juga meramaikan kegiatan Car Free Day Khatib Sulaiman,” terangnya.</p>
<p>Pada kegiatan ini masyarakat dapat menikmati berbagai satu porsi sate dengan harga sangat terjangkau.</p>
<p>“Pada pasar sate nanti masyarakat dapat menikmati 3 tusuk daging, 2 ketupat dan air mineral hanya Rp10.000. Dan yang pasti terjamin kehalalannya.” tutupnya.<span class="Apple-converted-space"> (*/hdp)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasar-sate-siap-meriahkan-car-free-day-chatib-sulaiman/">Pasar Sate Siap Meriahkan Car Free Day Chatib Sulaiman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di tengah Rintik Hujan, Aroma Sate Sibak Langit Permindo</title>
		<link>https://prokabar.com/di-tengah-rintik-hujan-aroma-sate-sibak-langit-permindo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2019 13:31:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#festivalsate]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#permindo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30791</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar  — Asap putih menyibak di langit Permindo, Padang. Aromanya yang khas, menembus sela sela rintik hujan dan meliuk liuk menusuk hidung. Irisan daging...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-tengah-rintik-hujan-aroma-sate-sibak-langit-permindo/">Di tengah Rintik Hujan, Aroma Sate Sibak Langit Permindo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong><span class="Apple-converted-space">  — </span>Asap putih menyibak di langit Permindo, Padang. Aromanya yang khas, menembus sela sela rintik hujan dan meliuk liuk menusuk hidung. Irisan daging yang direbus dengan bumbu kemudian dibakar itu, mampu mengundang para pengunjung.</p>
<p>Begitulah aroma sate padang nan khas ini, saat dihelatnya Festival Makan Sate, Sabtu, (16/2).“Harum dan enak satenya,”sebut Yanti (21) seorang pengunjung.</p>
<p>Ditengah tengah puluhan stand pedagang sate, terdapat meja panjang yang dilengkapi bangku untuk pengunjung, saat menikmati makanan ikonik Sumbar ini.</p>
<p>Gerimis turun, pengunjung tak peduli. Yang mereka pedulikan hanya hidangan yang ada dimejanya. Ada yang cerdik, mereka pakai payung.</p>
<p>Dibangku panjang nan ramai itu, duduk juga Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Bukan duduk saja, tapi turut menikmati makan sate bersama pengunjung lainnya.</p>
<p>Para pedagang dari berbagai merek sate becampur dalam satu festival itu. Sebelumnya, nama sate Padang tercoreng setelah terungkapnya kasus sate menggunakan daging babi.</p>
<p>Jika ke Padang, “jangan” cari sate Padang, tak akan ketemu. Karena mereknya sudah diberi nama khas bagi pedagangnya.</p>
<p>“Saya pribadi tidak takut makan sate, hanya karena kasus itu. Tidak semua pedagang sate yang badel,”tutur Leni kepada Prokabar</p>
<p>Pedagang mengipas daging nan dibakar itu. Pengunjung menghampiri. “Saporsi ni,”sebut pengunjung. Semakin bersemangat pedagang ini mengipasnya.</p>
<p>Dalam satu stand, terdapat tiga hingga empat orang pedagang. Namun satu stand hanya satu merek satenya. Yang tiga itu hanya bantu bantu saja. Maklum, pembeli ramai.</p>
<p>Di bawah stand bertenda biru itu, sudah bercengkrama saja walikota dengan pedagang. Walikota makan sate juga disana.</p>
<p>“Sate Padang ko lamak lamak. Sekarang masyarakat jangan pernah takut lagi makan sate, karena kasus sebelumnya,” sebut Mahyeldi sambil memegang piring sate itu.</p>
<p>Langit makin gelap. Gerimis mengiringi. Namun aktifitas di festival itu masih saja ramai. Sebagian pedagang tampak sibuk mengangkat dan membersihkan piring nan kotor itu.</p>
<p>Festival itu digelar dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00. Melalui festival ini, pengunjung diharapkan untuk tidak takut memakan sate. Khususnya sate Padang.</p>
<p>Fetival Makan Sate Padang itu digelar Kesatuan Pedagang Jalan Permindo (KPJP) bersama Dinas Perdagangan Kota Padang.</p>
<p>Turut hadir dalam kesempatan itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal dan perwakilan pemerintahan provinsi. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-tengah-rintik-hujan-aroma-sate-sibak-langit-permindo/">Di tengah Rintik Hujan, Aroma Sate Sibak Langit Permindo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang, Kampanyekan Kembali Makan Sate</title>
		<link>https://prokabar.com/pemko-padang-kampanyekan-kembali-makan-sate/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2019 11:28:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Sate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pasca penggerebekan pedagang sate menggunakan daging babi di kawasan Simpang Haru, Padang, Selasa (29/1) kemarin. Pemerintah kota Padang menghimbau masyarakat untuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-kampanyekan-kembali-makan-sate/">Pemko Padang, Kampanyekan Kembali Makan Sate</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Pasca penggerebekan pedagang sate menggunakan daging babi di kawasan Simpang Haru, Padang, Selasa (29/1) kemarin. Pemerintah kota Padang menghimbau masyarakat untuk tidak cemas tetap mengkosumsi sate karena jangan sampai satu pedagang yang curang semua dianggap sama.</p>
<p>“Kita saat ini mengkampanyekan makan sate, karena sate ini kan kuliner khas Sumatera Barat. Jangan gara-gara kasus kemaren, kuliner ini ditinggalkan dan akan berdampak pada masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi saat ditemui, Jumat (1/2).</p>
<p>Saat ini kampanye masih di lingkungan internal. “Kita makan sate sama-sama lalu posting di media sosial untuk mengajak masyarakat,” sambungnya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, Walikota Padang telah memerintahkan sejumlah SKPD melakukan pemeriksaan secara acak ke sejumlah pedangang sate. “Selain itu kita juga menampung dan menerima informasi masyarakat jika menemukan kejanggalan. Terkait pelaku yang kemarin, harus di tindak sesuai undang-undang perlindungan konsumen,” terangnya.</p>
<p>Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial Kamat juga mengatakan, sejauh ini pedagang sate yang diduga menggunakan daging babi hanya di satu tempat.</p>
<p>Tim terpadu Pemko Padang telah mengambil sampel di sejumlah pedagang sate. Termasuk sate &#8220;KMS&#8221;, sate &#8220;KMSB&#8221; di Simpang Haru, dan beberapa tempat lainnya. Setelah dilakukan uji sampel, hanya &#8220;KMSB&#8221; yang positif menggunakan daging babi.<span class="Apple-converted-space"> (<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-kampanyekan-kembali-makan-sate/">Pemko Padang, Kampanyekan Kembali Makan Sate</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/126 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:16:32 by W3 Total Cache
-->