<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kopiarabika Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kopiarabika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kopiarabika/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Dec 2019 00:11:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kopiarabika Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kopiarabika/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sikapi Pasar Eropa, Nofi Chandra Garap Kopi Tanpa Petstisida</title>
		<link>https://prokabar.com/sikapi-pasar-eropa-nofi-chandra-garap-kopi-tanpa-petstisida/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 00:11:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[#kopiarabika]]></category>
		<category><![CDATA[#NofiCandra]]></category>
		<category><![CDATA[#pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[#TDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54175</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Menyikapi permintaan pasar Eropa akan kopi bebas kontaminasi kimia, Nofi Chandra mulai mengembangkan kopi non-petstisida, dengan orientasi ekspor. Produk tanpa kandungan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sikapi-pasar-eropa-nofi-chandra-garap-kopi-tanpa-petstisida/">Sikapi Pasar Eropa, Nofi Chandra Garap Kopi Tanpa Petstisida</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Menyikapi permintaan pasar Eropa akan kopi bebas kontaminasi kimia, Nofi Chandra mulai mengembangkan kopi non-petstisida, dengan orientasi ekspor.</p>
<p>Produk tanpa kandungan petstisida memiliki prospek yang sangat menjanjikan dari sisi bisnis. Tidak hanya di pasar ekspor, tapi juga pasar dalam negeri maupun lokal.</p>
<p>Para penikmat kopi di sejumlah negara di kawasan Eropa kian selektif. Mereka mulai menolak kopi dari Indonesia yang dinilainya terkontaminasi zat kimia akibat petstisida.</p>
<p>&#8220;Saya kembangkan di Sungai Nanam, Lembah Gumanti, Kota Solok,&#8221; ujar mantan Anggota DPD RI 2014-2019 itu memalui telpon pada Prokabar di Solok, Rabu (11/12).</p>
<p>Importir kopi Jerman, Inggris dan Perancis membatalkan kontrak pembelian dengan beberapa koperasi yang menjadi eksportir Kopi Arabika Gayo.</p>
<p>Sebab berdasarkan penelitian laboratorium internasional, komoditas unggulan Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu terkontaminasi kimia jenis glyphotsate dari obat semprot racun rumput.</p>
<p>Kondisi seperti itu menjadi ancaman serius bagi kopi Arabika Gayo. Lebih dari itu, telah menimbulkan kekhawatiran bagi produsen (petani) serta eksportir kopi.</p>
<p>Penolakkan importir di Benua Putih itu, lanjut dia, tentu bukan tanpa alasan. Selain faktor kesehatan, importir menilai kandungan petstisida ternyata juga berpengaruh pada kualitas kopi.</p>
<p>Sementara, daerah dataran tinggi di Sumbar memiliki potensi bagus untuk budidaya kopi. Apalagi, permintaan terhadap kopi dari Solok kini semakin tinggi.</p>
<p>&#8220;Bukan pada kopi saja, tapi semua tanaman harus sudah mulai berfikir tanpa memakai petstisida,&#8221; ujar pria yang juga pernah sebagai Ketua Dewan Masjid Kota Solok itu.</p>
<p>Budidaya kopi tanpa petstisida merupakan contoh bagi petani sekitar. Dengan harapan, mereka bisa memulai menanam kopi dengan lebih baik.</p>
<p>Kopi jenis Arabika Kate yang ia tanam di atas lahan seluas empat hektare itu kini memasuki usia 1-1,5 tahun. Sesuai target, satu tahun ke depan mulai memasuki masa panen.</p>
<p>Untuk ekspor, ulasnya, budidaya kopi tanpa petstisida harus berkembang secara baik terlebih dahulu. Setidaknya produksi bisa mencapai 120 ton per bulan.</p>
<p>Jika berjalan lancar, target produksi itu dapat tercapai selama lima tahun. Namun, ia sadar, perkembangannya masih lamban. Petani kini masih menunggu bukti.</p>
<p>&#8220;Masyarakat petani kita untuk bertahan hidup selama 2,5 tahun tanpa menghasilkan masih belum mampu,&#8221; sebut mantan Ketua KUKMI itu sambil menegaskan.</p>
<p>Menurutnya, kondisi seperti itu merupakan tantangan tersendiri bagi dirinya dan para pengampu kebijakan. Perlu langkah strategis memanfaatkan potensi dan peluang itu.</p>
<p>Pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota harus mengupayakan lewat berbagai program seperti edukasi dan pola tanam yang baik pada petani.</p>
<p>Akan tetapi yang tak kalah penting adalah stimulan melalui kebijakan permodalan. Upaya itu beban biaya petani dalam memulai hingga masuknya masa panen.</p>
<p>&#8220;Ini bisa melalui pendekatanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), misalnya. Saya optimis. Jika tergarap dengan baik, ini akan mendongkrak nilai ekspor Sumbar,&#8221; terangnya.</p>
<p>Berdasarkan catatan Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo), kopi asal Sumbar kian diminati pasar ekspor antara lain di Korea, Inggris dan Australia.</p>
<p>Namun, produksi masih terbatas. Pada 2018, luas kebun kopi di Ranah Minang di kisaran 700-1.000 Hektare, dengan produksi 700 Kg per Hektare.</p>
<p>Kementerian Pertanian dalam Outlook Kopi mencatat, kontribusi Sumbar dari 2013-2017 terhadap produksi kopi nasional 5,19 persen. Sedangkan ekspor Juli 2019 hanya 18 ton. (<b>tds</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sikapi-pasar-eropa-nofi-chandra-garap-kopi-tanpa-petstisida/">Sikapi Pasar Eropa, Nofi Chandra Garap Kopi Tanpa Petstisida</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/40 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/8 queries in 0.496 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 12:07:28 by W3 Total Cache
-->