<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#konservasi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/konservasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/konservasi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jan 2025 11:25:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#konservasi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/konservasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PT Semen Padang Lepaskan 1.500 Ekor Ikan Bilih di Danau Diatas</title>
		<link>https://prokabar.com/pt-semen-padang-lepaskan-1-500-ekor-ikan-bilih-di-danau-diatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jan 2025 11:25:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauKembar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=125078</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alahan Panjang, Prokabar – PT Semen Padang terus melanjutkan upaya konservasi ikan bilih (Mystacoleucus padangenesis), salah satu spesies ikan endemik yang terancam punah di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-lepaskan-1-500-ekor-ikan-bilih-di-danau-diatas/">PT Semen Padang Lepaskan 1.500 Ekor Ikan Bilih di Danau Diatas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Alahan Panjang, Prokabar</strong> – PT Semen Padang terus melanjutkan upaya konservasi ikan bilih (Mystacoleucus padangenesis), salah satu spesies ikan endemik yang terancam punah di Danau Singkarak. Setelah sebelumnya ikan bilih hasil konservasi yang dilakukan di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang berhasil dilepas ke habitat aslinya di Danau Singkarak, kali ini perusahaan semen terbesar di Sumatera Barat ini kembali melakukan pelepasan ikan bilih di Danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Pada Kamis, 16 Januari 2024, sebanyak 1.500 ekor ikan bilih dilepas ke dalam danau tersebut dalam acara yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Pelepasan ikan bilih secara bersama-sama dilakukan Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang, Oktoweri, Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Ilham Akbar, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Solok, Eva Nasri, dan Guru Besar Universitas Bung Hatta, Prof. Hafrijal Syandri.</p>
<p>Oktoweri mengungkapkan bahwa pelepasan ikan bilih ke Danau Diatas merupakan bagian dari komitmen PT Semen Padang terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Menurutnya, selain memberikan kontribusi terhadap pelestarian ekosistem, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Kami berharap ikan bilih yang kami lepaskan di Danau Diatas dapat berkembang biak dengan baik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan nelayan di sekitar danau. Ikan bilih dapat menjadi sumber daya alam yang bernilai tinggi, selain dapat meningkatkan daya tarik wisata dan mendukung ketahanan pangan lokal,&#8221; ujar Oktoweri.</p>
<p>Ikan bilih diketahui memiliki potensi reproduksi yang luar biasa. Satu ekor ikan bilih betina dapat menghasilkan hingga 5.000 telur, dan dengan 800 ekor ikan betina dari 1.500 ekor yang dilepas, diperkirakan jumlah ikan bilih yang berkembang biak akan mencapai lebih dari 4 juta ekor.</p>
<p>&#8220;Kami berharap upaya konservasi ini dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Seiring berkembangnya populasi ikan bilih, diharapkan hasil tangkapan nelayan akan semakin melimpah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sebelumnya, PT Semen Padang juga telah melepas sekitar 16.000 ekor ikan bilih hasil konservasi ke Danau Singkarak, yang merupakan habitat asli ikan bilih. Namun, kali ini perusahaan memilih Danau Diatas sebagai lokasi baru untuk memperkenalkan ikan bilih. Pemilihan ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Bung Hatta yang menunjukkan bahwa Danau Diatas memiliki kondisi yang mendukung untuk pengembangan ikan bilih.</p>
<p>Prof. Hafrijal Syandri, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, menjelaskan bahwa sebelum pelepasan ikan bilih ke Danau Diatas, pihaknya telah melakukan penelitian mendalam terkait kondisi dan potensi danau tersebut. Penelitian tersebut tidak hanya mencakup analisis pH air, tetapi juga faktor ekologi lainnya seperti ketersediaan pakan dan relung pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ikan bilih tanpa bersaing dengan ikan lain yang ada di danau.</p>
<p>&#8220;Sejak 1,5 bulan lalu, kami telah mencoba melepas sekitar 200 ekor ikan bilih ke dalam keramba di Danau Diatas untuk memantau perkembangannya. Hasilnya, ikan bilih tersebut mampu beradaptasi dengan baik, dengan tingkat kematian yang sangat rendah, yakni kurang dari 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Danau Diatas memiliki kondisi yang sangat mendukung bagi kelangsungan hidup ikan bilih,&#8221; jelas Prof. Hafrijal.</p>
<p>Selain dari sisi penelitian, PT Semen Padang dan Universitas Bung Hatta juga bekerja sama untuk mengembangkan metode budidaya ikan bilih yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan lokal. &#8220;Upaya konservasi ikan bilih ini sangat penting karena ikan bilih tidak hanya memiliki nilai ekologis yang tinggi, tetapi juga nilai ekonomis. Oleh karena itu, kami sangat serius dalam memastikan agar program konservasi ini berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang,&#8221; tambah Oktoweri.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Solok, Eva Nasri, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PT Semen Padang dan Universitas Bung Hatta dalam upaya konservasi ikan bilih. Ia berharap, dengan keberhasilan pelepasan ikan bilih ke Danau Diatas, dapat membuka peluang bagi konservasi di danau-danau lainnya yang ada di Kabupaten Solok. &#8220;Kami sangat mendukung langkah ini. Kabupaten Solok memiliki lima danau, dan jika Danau Diatas ini berhasil menjadi habitat yang baik untuk ikan bilih, kami berharap PT Semen Padang juga dapat mempertimbangkan untuk menjadikan danau-danau lainnya sebagai habitat baru bagi ikan bilih,&#8221; ujar Eva.</p>
<p>Eva juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian ekosistem di Danau Diatas. Belakangan ini, banyak ditemukan kegiatan reklamasi yang berpotensi merusak ekosistem danau. &#8220;Melalui pelepasan ikan bilih ini, Pemkab Solok juga berupaya untuk menjaga dan melestarikan ekosistem Danau Diatas. Kami akan terus memantau dan melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih lanjut,&#8221; tutup Eva. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-lepaskan-1-500-ekor-ikan-bilih-di-danau-diatas/">PT Semen Padang Lepaskan 1.500 Ekor Ikan Bilih di Danau Diatas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Sebar 3000 Ikan Bilih Hasil Konservasi dan Resmikan Reservat di Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-sebar-3000-ikan-bilih-hasil-konservasi-dan-resmikan-reservat-di-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 13:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=117088</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; PT Semen Padang kembali melakukan restocking (penyebaran ikan) ikan bilih sebanyak 3.000 ekor dari hasil konservasi ke habitat aslinya di Danau...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-sebar-3000-ikan-bilih-hasil-konservasi-dan-resmikan-reservat-di-danau-singkarak/">Semen Padang Sebar 3000 Ikan Bilih Hasil Konservasi dan Resmikan Reservat di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; PT Semen Padang kembali melakukan restocking (penyebaran ikan) ikan bilih sebanyak 3.000 ekor dari hasil konservasi ke habitat aslinya di Danau Singkarak, Senin (18/12/2023). Selain melakukan restocking, pada kesempatan itu juga diresmikan pemakaian reservat atau tempat suaka bagi ikan endemik yang dibuat oleh PT Semen Padang.</p>
<p>Restocking ribuan ikan bilih serta peresmian reservat yang berada di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar itu, dilakukan oleh Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa, bersama Direktur Operasional PT Semen Padang Indrieffouny Indra. Turut hadir pada acara itu Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Czi Sutrisno, dan Asisten I Bid Kesra dan Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar Elizar.</p>
<p>Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian reservat seluas 20&#215;50 meter persegi ini merupakan yang kedua dilakukan PT Semen Padang. Sebelumnya pada akhir Juli 2022, PT Semen Padang juga membuatkan reservat yang lokasinya juga berada di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur. Sedangkan untuk restocking ikan bilih, merupakan yang keempat kali dilakukan PT Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Kalau ditotalkan dengan yang sekarang ini, sudah 13.000 ikan bilih yang telah direstocking atau yang kami sebar di habitat aslinya di Danau Singkarak. Dan, ikan bilih ini merupakan hasil konservasi yang kami lakukan sejak 2018. Konservasi ini bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta (UBH). Untuk itu, kami pun mengucapkan terima kasih kepada UBH yang telah menjadi mitra kami dalam melakukan pelestarian ekosistem di Danau Singkarak ini,&#8221; kata Asri Mukhtar.</p>
<p>Dengan adanya reservat ini, Asri Mukhtar berharap agar ikan bilih yang disebar ini dapat berkembang biak dengan cepat, sehingga para nelayan di sekitar Nagari Sumpur ini bisa dengan mudah menangkap ikan bilih. &#8220;Tolong ini (reservat) ini dijaga bersama. Karena ini adalah tempat kita cari makan. Mari kita rawat, budidayakan ikan bilih ini supaya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi kita,&#8221; kata Asri Mukhtar.</p>
<p>Asri Mukhtar juga menyampaikan alasan kenapa PT Semen Padang melakukan konservasi ikan bilih. Kata dia, selain merupakan ikan endemik di Danau Singkarak yang terancam punah yang diduga akibat eksplorasi yang dilakukan secara besar-besaran, ikan bilih ini punya potensi yang cukup besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di salingka Danau Singkarak. Dan, PT Semen Padang ikut serta mengembangkan potensi ikan bilih ini, karena sebagai bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Asisten I Bid Kesra dan Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, Elizar, yang hadir mewakili Bupati Tanah Datar Eka Putra, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan UBH yang telah berkolaborasi melakukan konservasi ikan bilih. Dimana, kata dia, hasil dari konservasi tersebut dikembalikan ke habitatnya di Danau Singkarak, termasuk membuatkan reservat untuk pelestarian ikan bilih Danau Singkarak, khususnya di Nagari Sumpur.</p>
<p>&#8220;Semoga, keberadaan reservat yang telah dibuat Semen Padang ini, dapat menjadi usaha kita dalam rangka pelestarian ikan bilih. Karena, keberadaan ikan bilih di Danau Singkarak ini memiliki nilai ekologis yang penting. Dan, ikan bilih ini juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi bagi masyarakat sekitar Danau Singkarak. Bahkan, ikan ini menjadi simbol kekayaan alam dan kebanggaan lokal. Tidak hanya itu, keberadaan ikan bilih ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Danau Singkarak,&#8221; katanya.</p>
<p>Sejauh ini, sebutnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Pemerintah Provinsi Sumbar, telah melakukan berbagai upaya untuk kelestarian ikan bilih. Di antaranya, membuat reservat di Danau Singkarak, sehingga masyarakat tidak dibolehkan melakukan aktivitas penangkapan di kawasan reservat tersebut. Kemudian, juga memperkuat kelembagaan kelompok masyarakat pengawas di Danau Singkarak, dengan tujuan agar meningkatnya kesadaran akan pentingnya kelestarian ikan bilih.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan Wali Nagari Sumpur, Fernando Sutan Sati, yang juga Ketua Nelayan Nagari Sumpur. Kata dia, dirinya mewakili para nelayan dan masyarakat Nagari Sumpur, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang, dan juga UBH yang telah berkolaborasi dalam melestarikan ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Ini sebuah perhatian yang sangat luar biasa sekali. Kami sebagai masyarakat nelayan, berterima kasih kepada Semen Padang, termasuk UBH yang selama ini telah memberikan banyak masukan kepada kami para nelayan di Nagari Sumpur ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia berharap agar PT Semen Padang untuk tidak berhenti memperhatikan nelayan Sumpur yang jumlahnya sekitar 85 persen dari total kepala keluarga yang ada di Nagari Sumpur. Semua nelayan ini, berada di bawah organisasi 11 kelompok nelayan yang telah berbadan hukum.</p>
<p>&#8220;Sejauh ini, semua kelompok nelayan ini patuh terhadap Peraturan Nagari Sumpur tentang cara penangkapan ikan. Dan, di salingka Danau Singkarak ini, hanya Nagari Sumpur satu-satunya nagari yang mengeluarkan aturan cara menangkap ikan secara tradisional. Aturan ini sudah ada sejak lama. Bahkan, waktu saya masih SD, aturan ini juga sudah ada,&#8221; ujarnya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-sebar-3000-ikan-bilih-hasil-konservasi-dan-resmikan-reservat-di-danau-singkarak/">Semen Padang Sebar 3000 Ikan Bilih Hasil Konservasi dan Resmikan Reservat di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Kembali Sebar Ribuan Ikan Bilih ke Habitat Asli Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-kembali-sebar-ribuan-ikan-bilih-ke-habitat-asli-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 12:16:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105478</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Ikan Bilih yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak dikonservasi oleh PT Semen Padang bersama Universitas Bung Hatta (UBH) sejak tahun 2018. Kini,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-kembali-sebar-ribuan-ikan-bilih-ke-habitat-asli-danau-singkarak/">Semen Padang Kembali Sebar Ribuan Ikan Bilih ke Habitat Asli Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Ikan Bilih yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak dikonservasi oleh PT Semen Padang bersama Universitas Bung Hatta (UBH) sejak tahun 2018. Kini, ikan ikan itu kembali disebar ke habitat aslinya di Danau Singkarak sebanyak 3000 ekor, Minggu (30/7).</p>
<p>Bertempat di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), penebaran ribuan ikan endemik yang terancam punah itu, dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumbar Audy Joynaldi, bersama Dirut dan jajaran Direksi PT Semen Indonesia (persero),Tbk (SIG) dan PT Semen Padang.</p>
<p>Dari SIG, penebaran ribuan ikan bilih itu dilakukan langsung oleh Direktur Utama, Donny Arsal, Direktur Operasi, Yosviandri, serta Direktur Bisnis dan Pemasaran, Aulia Mulki Oemar. Sedangkan dari PT Semen Padang, dilakukan oleh Direktur Utama, Asri Mukhtar, dan  Direktur Keuangan &amp; Umum, Oktoweri.</p>
<p>Selain Wagub, serta jajaran direksi SIG dan PT Semen Padang, penebaran ikan bilih itu juga dilakukan oleh Komisaris PT Semen Padang, Werry Darta Taifur dan Khairul Jasmi, Rektor UBH, Tafdil Husni serta guru besar UBH, Hafrijal Syandri, dan sejumlah staf pimpinan SIG dan PT Semen Padang.</p>
<p>Pada kesempatan itu juga diresmikan area suaka perikanan (reservat) di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, sebagai bagian dari konservasi ikan bilih di habitat aslinya (konservasi In-situ). Dan peresmian reservat itu, juga bagian dari upaya PT Semen Padang dan UBH dalam melestarikan ikan bilih.</p>
<p>Acara penebaran ikan bilih dan peresmian area suaka ikan bilih itu juga dimeriahkan oleh penampilan Silek Aia (bersilat di dalam air) dari perguruan silat Riak Sumpur, serta  dan pacu biduk dan lomba manjalo ikan (menangkap ikan pakai jala ikan) oleh nelayan Nagari Sumpur.</p>
<p>Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy  mengapresiasi SIG, maupun PT Semen Padang dan UBH yang telah melakukan konservasi ikan bilih Danau Singkarak.  Konservasi ikan bilih di luar habitatnya tidak mudah dilakukan, banyak kegagalan dan keberhasilannya sangat kecil.</p>
<p>&#8220;Kami dari Pemprov Sumbar sangat mengapresiasi upaya konservasi yang dilakukan SIG melalui PT Semen Padang yang bekerja sama dengan UBH. Sebab, ikan bilih ini pada tahun 2020, statusnya dinyatakan hampir punah. Harusnya, dengan status yang hampir punah, ikan bilih ini harus lebih mahal dibandingkan ikan salmon di restoran Jepang,&#8221; katanya.</p>
<p>Wagub juga mengapresiasi masyarakat Nagari Sumpur. Karena, dari 11 nagari yang ada di salingka Danau Singkarak, hanya Nagari Sumpur yang hingga kini masih menjaga keberadaan ekosistem Danau Singkarak, seperti ikan bilih ini melalui peraturan nagari yang telah diterapkan sejak puluhan tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Nagari Sumpur ini tidak hanya menjaga keberadaan ikan bilih sebagai habitat asli Danau Singkarak. Nagari Sumpur ini istimewa, dan masuk sebagai 50 Desa Terbaik pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Nagari ini terkenal dengan homestay yang bersih, makanannya juga istimewa. Saya berharap pariwisata daerah ini bisa digenjot lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pariwisata Nagari Sumpur ini perlu digenjot, sebut Audy, karena berdasarkan informasi dari masyarakat Sumpur disebutkan bahwa 90 persen masyarakat Sumpur adalah nelayan. &#8220;Kalau pariwisata daerah ini berkembang, tentunya bisa menjadi aktifitas ekonomi bagi masyarakat Nagari Sumpur, selain nelayan ikan bilih,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dirut SIG Donny Arsal menyebut bahwa upaya konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang bersama UBH ini harus dilakukan dengan skala yang lebih besar lagi. Dan SIG, komitmen untuk mendukungnya. &#8220;Kalau bisa program konservasi ini jadi edukasi bagi masyarakat, bagaimana membudidayakan bilih di luar habitatnya,&#8221; kata Donny.</p>
<p>Dia menyebut, program konservasi ikan bilih ini cukup efektif dalam menjaga kelestarian ikan bilih yang terancam punah. Namun begitu, ia berharap konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang bersama UBH ini juga sejalan dengan pembatasan penggunaan bagan dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Ini mesti dilakukan sekaligus, jadi antara pembibitan berjalan agresif, masif, dan upaya mencegah kepunahan ikan bilih bisa dilakukan secara paralel. Kami dari SIG dan Semen Padang, akan terus mensupport kelestarian ikan bilih ini. Dan kami pun juga berterima kasih kepada Nagari Sumpur yang welcome terhadap kita, termasuk UBH yang telah membantu kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rektor UBH Tafdil Husni menyebut bahwa keterlibatan UBH dalam konservasi ikan bilih merupakan suatu bentuk kontribusi UBH, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) yang didukung oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UBH. Apalagi, status ikan bilih Danau Singkarak pada tahun 2020 menuju kepunahan.</p>
<p>&#8220;Jadi, ini penting kita selamatkan ancaman kepunahan ikan bilih ini melalui pembenihan secara in-situ dan membuat area suaka yang diresmikan. Dan Alhamdulillah, sudah dua kali PT Semen Padang bersama UBH kembali menebar anak ikan bilih ke habitatnya.<br />
Dan tentunya, hasil dari penebaran ikan bilih akan luar biasa terhadap ekonomi nelayan bilih Danau Singkarak,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai contoh, sebut Tafdil, dari 1500 ikan bilih yang disebar dan didalamnya ada 800 ekor betina, maka masing-masing betina akan mempunyai telur 3000. Jika dikalkulasikan, maka jumlahnya akan ada 2,4 juta ekor ikan bilih yang akan berkembang biak. Kemudian, untuk 1 juta ekor bilih, sama dengan 5000 kg.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini harga ikan bilih Rp50 ribu. Kalau kita kalkulasikan lagi dalam setahun, maka jumlahnya bisa dapat Rp250 juta. Ini untuk 1 juta ekor ikan yang dihasilkan dari 800 ikan bilih betina yang disebar hari ini. Apalagi kalau hitungan kertasnya 2,4 juta, tentu hasilnya ada sekitar Rp600 juta per tahun. Makanya, mari sama-sama kita jaga kelestarian ikan bilih ini, supaya bisa berkembang dengan baik di habitat aslinya ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala Unit CSR Semen Padang, Rinold Thamrin dalam laporan perkembangan Program Konservasi Ikan Bilih yang dilakukan oleh PT Semen Padang bekerjasama dengan UBH menyebut bahwa konservasi ikan bilih ini telah dimulai pada Juni 2018. Dan itu diawali dengan survei dan identifikasi sungai yang sesuai dengan habitat ikan bilih di aliran sungai di kawasan lapangan golf PT Semen Padang.</p>
<p>Dari identifikasi dan evaluasi kualitas air sungai, ditemukan kualitas air memenuhi persyaratan baku mutu kualitas air untuk perikanan. Kemudian, pada Juli 2018, sebanyak 400 ekor ikan bilih disebar di sungai yang berada di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang. &#8220;Setelah ikan disebar, beberapa bulan kemudian diketahui bahwa ikan bilih tumbuh dan berkembang dengan baik, namun jumlah populasinya tidak bisa ditentukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk memastikan perkembangbiakan ikan bilih, lanjut Rinold, PT Semen Padang kemudian melakukan pemijahan massal secara manual dan semi alami yang dilaksanakan di labor penelitian di area D1 PT Semen Padang. Bahkan, sarana pemijahan dan pembiakan ikan bilih itu berhasil mendapatkan Sertifikat Paten Sederhana dari Kemenkumham RI pada 2021.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemijahan massal secara manual dan semi alami, kami pun berhasil melakukan restocking anakan ikan bilih ke habitat aslinya di Danau Singkarak. Restocking ini sudah 2 kali kami lakukan. Sebelumnya pada 21 Maret 2022, sebanyak 4000 ekor dan hari ini sekitar 3000 ekor.  Kemudian, kami pun juga membuat area suaka perikanan di Nagari Sumpur sebagai upaya mempertahankan eksistensi ikan bilih di Danau Singkarak,&#8221; bebernya.</p>
<p>Konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang, lanjut Rinold, tidak hanya sampai di sini. Pada tahun 2023-2024, PT Semen Padang bersama UBH juga akan melakukan introduksi ikan bilih hasil pemijahan di PT Semen Padang ke sungai, embung dan kolam-kolam masyarakat yang berada di sekitar perusahaan.</p>
<p>&#8220;Rencana ini dilakukan sebagai upaya menjadikan Indarung sebagai daerah penyangga kelestarian ikan bilih di Sumbar, sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan melalui kegiatan budidaya ikan bilih. Kemudian tahun 2025, kami juga akan menjadikan labor penelitian ikan bilih dan area Kehati PT Semen Padang sebagai wahana edukasi, sekaligus lokasi penelitian bagi akademisi khususnya, dan masyarakat pada umumnya,&#8221; ungkap Rinold.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Nelayan Nagari Sumpur, Fernando Sutan Sati mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan UBH yang terus konsisten dalam melakukan konservasi ikan bilih. Dan masyarakat Sumpur sendiri, akan terus berusaha menjaga kelestarian ikan bilih Danau Singkarak ini agar tidak terancam punah.</p>
<p>&#8220;Kami di Nagari Sumpur ini ada peraturan yang dibuat oleh tiga tungku sajarangan tentang penangkapan ikan bilih melalui bagan, bom dan lain sebagainya. Aturan ini mungkin sudah ada sejak 100 tahun lalu, karena aturan ini sudah ada juga sejak saya lahir dan sekarang umur saya sudah 60 tahun. Sampai saat ini, kami masih kukuh dan taat dengan aturan tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Aturan yang dibuat oleh para pendahulu itu, sebutnya, juga telah direvisi melalui Peraturan Nagari No 3 tahun 2004 tentang Tata Tertib Penangkapan Ikan Dalam Kawasan Nagari Sumpur. Dalam pasal 2 peraturan tersebut berbunyi larangan menangkap ikan bilih di Danau Singkarak yang berada di Nagari Sumpur menggunakan ulang ali, bagan, keramba jaring apung, bahan peledak, stroom listrik, bahan kimia beracun/potassium dan memakai tubo aka.</p>
<p>&#8220;Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi berupa denda, sanksi adat dari ninik mamak/kepala kaum dan KAN Sumpur, hingga diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum. Tidak hanya itu, bahkan ada juga yang melanggar di usir dari Nagari Sumpur, dan itu pernah kami lakukan,&#8221; kata Fernando yang juga tokoh masyarakat Nagari Sumpur. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-kembali-sebar-ribuan-ikan-bilih-ke-habitat-asli-danau-singkarak/">Semen Padang Kembali Sebar Ribuan Ikan Bilih ke Habitat Asli Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Ajak 20 Orang Penggiat Medsos Ikuti Program Bertemu Ruslam</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-ajak-20-orang-penggiat-medsos-ikuti-program-bertemu-ruslam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2022 09:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[#rusatotol]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105010</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Sebanyak 20 orang penggiat media sosial (medsos) mengikuti program Bertemu Ruslam (Rusa Alam), anak rusa asal Istana Bogor yang lahir pada 29...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-ajak-20-orang-penggiat-medsos-ikuti-program-bertemu-ruslam/">Semen Padang Ajak 20 Orang Penggiat Medsos Ikuti Program Bertemu Ruslam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Sebanyak 20 orang penggiat media sosial (medsos) mengikuti program Bertemu Ruslam (Rusa Alam), anak rusa asal Istana Bogor yang lahir pada 29 Mei 2022 di penangkaran Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang, Kamis, (7/7/2022).</p>
<p>Sebelum Bertemu Ruslam, para penggiat medsos itu juga mengikuti sejumlah kegiatan yang digelar PT Semen Padang. Di antaranya, seminar Langkah Bijak Pilah Sampah dengan narasumber M. Bijaksana Junerosano, yang merupakan Managing Director Waste4Change sekaligus Inisiator dan Penasihat Bergerak untuk #IndonesiaBersih #BebasSampah.</p>
<p>Setelah itu, para penggiat juga mengikuti piknik dan edukasi program lingkungan PT Semen Padang di area bekas tambang tanah liat yang direklamasi menjadi lapangan golf. PT Semen Padang, serta mengunjungi tempat konservasi ikan bilih, dan foto hunting ke industrial heritage pabrik Indarung I, serta kompetisi medos dengan tema &#8216;a Day in My Life&#8217;.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati yang menyambut kedatangan rombongan penggiat medsos itu mengatakan bahwa nama Ruslam sendiri, adalah pemberian dari netizen melalui voting yang diadakan di instagram resmi PT Semen Padang, yaitu @semenpadang.</p>
<p>&#8220;Ruslam ini lahir dari rusa totol asal Istana Bogor yang diadopsi Semen Padang sejak tahun 2016. Awalnya berjumlah 6 ekor yang dipelihara, dan sekarang bertambah menjadi 15 ekor. Jumlah rusa totol sekarang ini menjadi bukti bahwa Semen Padang berhasil mengembangkan rusa totol,&#8221; kata Anita.</p>
<p>Izin pemeliharaan rusa totol ini, sebut Anita, tidak lah mudah. Sebelum dipelihara di Taman Kehati, berbagai prosedur harus dipenuhi oleh PT Semen Padang. Di antaranya izin dari BKSDA. Bahkan sebelum izin didapat, pihak Istana Bogor juga turun ke Taman Kehati ini untuk melihat kondisi suhu dan lingkungan.</p>
<p>Taman Kehati sendiri, memiliki luas 50 Ha. Selain rusa totol, di kawasan Kehati ini Semen Padang juga melakukan konservasi ikan bilih asal Danau Singkarak. Bahkan, hasil dari konservasi ikan bilih ini sebagiannya juga telah dikembalikan ke habitatnya di Danau Singkarak.</p>
<p>Selain itu, di Taman Kehati ini juga terdapat berbagai spesies flora dan fauna di antaranya, palem kipas, palem merah, tumbuhan paku tiang dan pakis haji, elang ular bido, cekakak sungai, cekakak belukar, burung madu sriganti dan burung madu. &#8220;Bagi Semen Padang, pemeliharaan rusa totol, ikan bilih dan juga flora dan fauna ini bagian kepedulian terhadap lingkungan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Salah seorang penggiat medsos bernama Ilona Bella, mengaku senang bisa mengikuti program Bertemu Ruslam yang digelar Semen Padang. Meskipun Ruslam sendiri saat ditemui, tidak menunjukkan interaksi yang cukup banyak dengan para peserta program bertemu Ruslam.</p>
<p>&#8220;Tadi kami kasih makan juga, tapi sayangnya Ruslam agak sedikit malu-malu, sulit untuk kami dekati. Tapi yang jelas, kami sangat senang bisa bertemu si anak rusa totol dari induk yang berasal dari Istana Bogor yang lahir di penangkaran Taman Kehati ini,&#8221; katanya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-ajak-20-orang-penggiat-medsos-ikuti-program-bertemu-ruslam/">Semen Padang Ajak 20 Orang Penggiat Medsos Ikuti Program Bertemu Ruslam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>25 Mahasiswa UBH Belajar di Area Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/25-mahasiswa-ubh-belajar-di-area-konservasi-ikan-bilih-pt-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2022 12:42:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bunghatta]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#UBH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Sebanyak 25 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta (UBH), mengunjungi area konservasi ikan bilih di kawasan Taman Keanekaragaman...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/25-mahasiswa-ubh-belajar-di-area-konservasi-ikan-bilih-pt-semen-padang/">25 Mahasiswa UBH Belajar di Area Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Sebanyak 25 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta (UBH), mengunjungi area konservasi ikan bilih di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang, Kamis, (23/6).</p>
<p>Didampingi Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UBH, Dr. Ir. Azrita M.Si, mahasiswa dari perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Padang itu, disambut Staf Diklat PT Semen Padang, Zamris.</p>
<p>Mahasiwa meninjau lokasi laboratorium konservasi ikan bilih dan juga kolam ikan bilih yang dilengkapi dengan tempat pemijahan di kawasan D1 PT Semen Padang.</p>
<p>Hafrijal Syandri mengatakan, kunjungannya bersama mahasiswa UBH ke Semen Padang dalam rangka praktek lapangan untuk mata kuliah Konservasi Sumber Daya Perikanan di Program Studi Budidaya. Dan kunjungan ini, juga dalam rangka proses Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.</p>
<p>Ia berharap, kunjungan praktek lapangan kni dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan para mahasiswa yang didapat di kampus untuk dipraktekan di lapangan. Apalagi, antara Semen Padang dan LPPM UBH sebelumnya juga sudah melakukan kerja sama untuk konservasi ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Jadi ini bagian dari kerja sama kami di UBH dengan Semen Padang. Dan kami senang, Semen Padang memfasilitasi mahasiswa kami untuk praktek lapangan terkait konservasi ikan bilih, yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak,&#8221; kata Hafrijal Syandri</p>
<p>Pada kunjungan itu, ia berharap agar konservasi ikan bilih di PT Semen Padang yang terus berkembang dengan baik ini dapat dijadikan sebagai tempat penelitian bagi mahasiswa UBH. &#8220;Fasilitas laboratoriumnya sudah lengkap dan sangat memadai untuk penelitian mahasiswa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati menyebut bahwa PT Semen Padang terbuka untuk penelitian mahasiswa, apalagi bagi UBH yang sudah melakukan kerja sama dengan PT Semen Padang untuk konservasi ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Pada intinya, kami terbuka untuk mahasiswa UBH yang ingin melakukan penelitian konservasi ikan bilih. Namun tentunya, harus melengkapi syarat dari Departemen SDM &amp; Umum. Dan kami, juga senang dengan kunjungan adik-adik mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH,&#8221; katanya.</p>
<p>PT Semen Padang telah melakukan Konservasi ikan bilih, ikan endemik di Danau Singkarak yang terancam punah sejak Juli 2018. Upaya konservasi ini bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta yang diawali dengan konservasi ikan bilih di sungai di area Kehati PT Semen Padang.</p>
<p>Pada 21 Maret 2022 PT Semen Padang melakukan penebaran kembali 4.000 ekor ikan bilih hasil pembenihan yang dilakukan PT Semen Padang ke habitatnya di Danau Singkarak. Penebaran hasil pembenihan ikan bilih tersebut, dilakukan di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar. Selain gubernur, penebaran ikan endemik Danau Singkarak itu juga dilakukan oleh Plt. Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang, dan Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Prof. Dr. Tafdil Husni SE., MB.A. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/25-mahasiswa-ubh-belajar-di-area-konservasi-ikan-bilih-pt-semen-padang/">25 Mahasiswa UBH Belajar di Area Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tebar 4000 Benih Ikan Bilih di Singkarak, Gubernur Sumbar Apresiasi PT Semen Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/tebar-4000-benih-ikan-bilih-di-singkarak-gubernur-sumbar-apresiasi-pt-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2022 13:46:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah sukses mengkonservasi ikan bilih Danau Singkarak. Kesuksesan tersebut, kata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tebar-4000-benih-ikan-bilih-di-singkarak-gubernur-sumbar-apresiasi-pt-semen-padang/">Tebar 4000 Benih Ikan Bilih di Singkarak, Gubernur Sumbar Apresiasi PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah sukses mengkonservasi ikan bilih Danau Singkarak. Kesuksesan tersebut, kata Mahyeldi, dibuktikan dengan penebaran 4.000 ekor ikan bilih hasil pembenihan yang dilakukan PT Semen Padang ke habitatnya di Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Saya salut dan apresiasi PT Semen Padang. Saya menilai PT Semen Padang tidak hanya sukses memproduksi semen, tapi juga sukses mengkonservasi ikan bilih Danau Singkarak,&#8221; kata Mahyeldi saat acara penebaran hasil pembenihan ikan bilih ke habitatnya di Danau Singkarak, Senin (21/3/2022).</p>
<p>Penebaran hasil pembenihan ikan bilih tersebut, dilakukan di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar. Selain gubernur, penebaran ikan endemik Danau Singkarak itu juga dilakukan oleh Plt. Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang, dan Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Prof. Dr. Tafdil Husni SE., MB.A.</p>
<p>Acara penebaran ikan bilih itu juga dihadiri Staf Khusus Menteri Investasi, Dr. Isnaldi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provisin Sumbar, Dr.Desniarti, M.M., Bupati Tanah Datar yang diwaklil Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Drs. Suhermen, Camat Batipuh Selatan, Benny Yohendri, dan Wali Nagari Sumpur, Ade Hendrico ST Datuk Sari Pado Nan Ketek.</p>
<p>Kemudian dari UBH, juga hadir Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Azritaz M.Si, dan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prof. DR. Afrizal Syandri. Sedangkan dari PT Semen Padang, hadir Kepala Depatemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan, Oktoweri, Kepala Unit CSR, Rinold Thamrin, dan Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan, Nur Anita Rahmawati, serta jajaran TNI/Polri.</p>
<p>Mahyeldi menyebut, konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya ikan bilih Danau Singkarak yang terancam punah akibat ekploitasi yang dilakukan para nelayan. Dia berharap, penebaran ikan bilih ke habitatnya ini dapat mendukung ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan Danau Singkarak.</p>
<p>Namun begitu, ia meminta seluruh nelayan Danau Singkarak untuk tidak lagi mengeksploitasi ikan bilih secara masif. Karena, menurunnya populasi ikan bilih disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran yang dilakukan para nelayan dengan menggunakan alat tangkap yang mengancam kelangsungan hidup anakan ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Di Danau Singkarak ini, Nagari Sumpur merupakan nagari yang paling peduli terhadap pelestarian ikan bilih. Bahkan, Pemerintahan Nagari Sumpur juga mengeluarkan Peraturan Nagari (Pernag) terkait ikan bilih. Dalam Pernag tersebut, para nelayan hanya dibolehkan menangkap ikan bilih secara tradisional, seperti menggunakan jala,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Tentunya, apa yang telah dilakukan Pemerintahan Nagari Sumpur ini perlu kami apresiasi. Dan kami dari Pemprov Sumbar, juga berharap agar nagari lainnya di salingka Danau Singkarak ini juga bisa meniru apa yang telah dilakukan Nagari Sumpur,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Plt Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang mengatakan bahwa penebaran hasil pembenihan ikan bilih oleh PT Semen Padang ke habitatnya di Danau Singkarak ini dilakukan dalam rangka HUT ke-112 PT Semen Padang. Kemudian, terkait konservasi ikan bilih dilakukan perusahaan, karena ikan bilih ini menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Danau Singkarak.</p>
<p>Namun seiring dengan berjalannya waktu, populasi ikan bilih ini semakin menurun karena berbagai hal. Sebagai perusahaan peduli pada kelestarian lingkungan, PT Semen Padang mencoba untuk mengkonservasi ikan bilih. Bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), konservasi ikan bilih dilakukan di area Kanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Kegiatan konservasi dimulai tahun 2018 dengan berbekal benih lebih kurang sebanyak 1300 ekor. Alhamdulillah, ikan bilih dapat hidup dan berkembang biak. Bahkan indukan bilih yang kita pelihara ukurannya besar, ada yang mencapai 15 cm. Dan tentunya, ini merupakan keberhasilan yang sungguh membahagiakan dan membanggakan kita bersama,&#8221; kata Asri Mukhtar.</p>
<p>Program konservasi ikan bilih, sebut Asri Mukhtar, akan terus dilakukan, termasuk penebaran ikan bilih ke habitat Danau Singkarak yang juga terus dilakukan secara berkala. PT Semen Padang menargetkan pada tahun 2025, ikan bilih yang dikonservasi tidak hanya dikembalikan ke habitat Danau Singkarak, tapi juga bisa dikembangkan ke habitat baru.</p>
<p>Namun begitu, pihaknya terus berharap dukungan dari UBH. Karena, berkat dukungan UBH ini lah konservasi ikan bilih Danau Singkarak bisa berjalan sukses, sesuai dengan ekspektasi PT Semen Padang sebagai perusahaan semen yang peduli terhadap lingkungan, termasuk ikan bilih endemik di Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Terima kasih UBH. Mudah-mudahan, apa yang telah dilakukan ini dapat membantu menyelamatkan ikan bilih dari kepunahan, dan selanjutnya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, sebagai mata pencaharian. Mari kita jaga bersama Danau Singkarak beserta keanekarahaman hayati di dalamnya, demi anak cucu kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UBH Prof.Dr. Tafdil Husni, SE. MB.A, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah melibatkan UBH dalam konservasi ikan bilih. Karena, bagi UBH sendiri, keterlibatan dalam konservasi ikan bilih murupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Ia berharap sinergi UBH, khususnya LPPM melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PT Semen Padang ini dapat terus berlanjut dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti masyarakat nelayan di Danau Singkarak ini.</p>
<p>&#8220;Di Sumbar, hanya UBH yang memiliki Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan fakultas ini tentunya menjadi potensi bagi UBH untuk pemberdayaan masyarakat nelayan di Danau Singkarak. Seperti konservasi ikan bilih bersama PT Semen Padang ini misalnya, dapat memberikan manfaat dalam pemberdayaan masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai contohnya, sebut Tafdil, dalam penebaran ikan bilih di habitat Danau Singkarak ini. Jika dari ribuan ekor ikan bilih ini ada yang betina sebanyak 400 ekor misalnya, maka ketika bertelur ikan bilih betina tersebut akan menghasilkan telur sebanyak 2,4 juta.</p>
<p>&#8220;Bayangkan bagaimana besarnya dampak dari penebaran ikan bilih ini. Namun dengan catatan, masyarakat nelayan tidak boleh mengeksploitasi ikan bilih secara besar-besaran. Salah satunya, tidak boleh menangkap dengan bagan. Para nelayan Danau Singkarak diharapkan juga meniru apa yang dibuat Pemerintahan Nagari Sumpur, dalam menjaga kelestarian ikan bilih,&#8221; katanya mengingatkan.</p>
<p>Kepala Unit CSR PT Semen Padang Rinold Thamrin menyebut bahwa konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan melalui Pilar Lingkungan. Konservasi ikan bilih ini dimulai sejak awal tahun 2018, namun pada saat itu belum terarah dan sistematis.</p>
<p>Kemudian pada bulan Juli di tahun yang sama, PT Semen Padang melakukan kerjasama dengan UBH untuk konservasi ikan bilih secara ex-situ di sungai area Kehati PT Semen Padang. Selanjutnya dari tahun 2019/2020 berhasil dilakukan pembiakan secara alami di sungai tersebut.</p>
<p>Namun dari hasil monitoring dan evaluasi, diketahui bahwa tim Kehati PT Semen Padang kesulitan untuk mendeteksi populasinya. Akhirnya, pada tahun 2020, dimodifikasilah kolam di kawasan D1 PT Semen Padang menjadi replikanya Danau Singkarak dengan membuat area pemijahan di sekitar kolam.</p>
<p>Pada tahun tersebut, Kehati pun menebar ikan bilih di kolam yang kadar airnya, sesuai dengan hasil identifikasi di Sungai Kehati. Pada tahun 2021, dipeliharalah ikan bilih dengan menyediakan pakan, dan berlanjut pada skala labor di hatchery PT Semen Padang, melakukan pembesaran dan penyediaan pakan larva dan benih ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Total bilih yang dikonservasi dari Danau Singkarak berjumlah sekitar 1.300 ekor. Alhamdulillah dari konservasi yang dilakukan, jumlahnya sudah ribuan ekor. Program ini akan tetap kita lanjutkan sampai tahun 2025 sesuai roadmap yang telah kita rencanakan dengan target, membuat habitat baru di lubuk larangan dengan melibatkan masyarakat. Pada tahun ini, kami juga akan melakukan konservasi in-situ menggunakan rumpon,&#8221; katanya.</p>
<p>Wali Nagari Sumpur, Ade Hendrico ST Datuk Sari Pado Nan Ketek mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan UBH yang telah ikut serta berkontribusi dalam melestarikan ikan bilih melalui konservasi. Di mana, hasil dari konservasi itu diwujudkan dalam penebaran hasil pembenihan ikan bilih ke habitat Danau Singkarak.</p>
<p>Untuk itu, mewakili masyarakat Nagari Sumpur, dia mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan UBH yang turut peduli pada ikan bilih yang terancam punah. Karena memang seperti yang dikatakan Gubernur Mahyeldi, di Danau Singkarak ini hanya Nagari Sumpur lah yang hingga kini masih meletarikan ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Bahkan, jika ada masyarakat atau nelayan yang menangkap ikan bilih menggunakan bagan, dan peralatan lain yang berdampak kepada kepunahan ikan bilih, akan kami denda. Aturan ini ada pada Pernag Sumpur,&#8221; katanya.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa ikan bilih Danau Singkarak merupakan jenis Mystacoleucus Padangensis dan satu-satunya di dunia. Ikan bilih ini berkerabat dekat dengan Genggehek (Mystacoleucus Marginatus ), atau Kapyah di Lampung, Lawak/Kalawak di Betawi, Wader, Wader Eco di Jawa, Keprek di Jatim, dan juga Regis di Sunda. Namun, Genggehek bertubuh lebih besar hingga 200 mm.</p>
<p>Pada tahun 1998, total produksi ikan bilih di Danau Singkarak sebesar 736,46 ton. Namun pada tahun 2003, produksinya mengalami penurunan hingga 50 persen, atau lebih kuang 352,3 ton. Penurunan produksi ikan bilih itu terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tebar-4000-benih-ikan-bilih-di-singkarak-gubernur-sumbar-apresiasi-pt-semen-padang/">Tebar 4000 Benih Ikan Bilih di Singkarak, Gubernur Sumbar Apresiasi PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKP Sumbar Apresiasi Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/dkp-sumbar-apresiasi-konservasi-ikan-bilih-pt-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2022 05:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DKPSumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengapresiasi PT Semen Padang yang telah melakukan konservasi ikan bilih, yang merupakan ikan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dkp-sumbar-apresiasi-konservasi-ikan-bilih-pt-semen-padang/">DKP Sumbar Apresiasi Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengapresiasi PT Semen Padang yang telah melakukan konservasi ikan bilih, yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Kami apresiasi PT Semen Padang yang telah melakukan konservasi ikan bilih. Bahkan upaya konservasinya kami lihat berhasil dan akan mengarah ke restocking atau pengembalian ke habitat asli di Danau Singkarak,&#8221; kata Kepala DKP Provinsi Sumbar, Desniarti, saat berkunjung ke area konservasi bilih PT Semen Padang, Senin (14/3) kemarin.</p>
<p>Dalam kunjungannya itu, Kepala DKP yang didampingi sejumlah stafnya juga mengatakan bahwa proses konservasi ikan bilih di laboratorium dan di area pemijahan ikan bilih PT Semen Padang yang berada di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) ini patut ditiru.</p>
<p>&#8220;Saat ini, dampak ekploitasi yang cukup tinggi terhadap ikan bilih di Danau Singkarak sudah mengarah ke kepunahan. Jadi, upaya konservasi yang dilakukan PT Semen Padang ini patut ditiru juga di tempat lain,&#8221; ujarnya.</p>
<p>DKP Provinsi Sumbar, kata Desniarti melanjutkan, juga sudah melakukan upaya konservasi ikan bilih di Sicincin, Padang Pariaman. Namun sayangnya, tingkat keberhasilan dari konservasi tersebut masih rendah. Bahkan setelah 21 hari lamanya dikonservasi, ikan bilih itu mati.</p>
<p>Oleh karena itu, ia bersama stafnya sengaja berkunjungan ke PT Semen Padang untuk melihat proses konservasi ikan bilih, agar pihaknya bisa mengadopsi hal-hal apa saja yang telah dilakukan PT Semen Padang dalam kegiatan konservasi ikan bilih tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami sengaja berkunjung ke PT Semen Padang ini untuk mengadopsi upaya konservasi ikan bilih yang telah dilakukan PT Semen Padang. Seperti teknologinya, pakan dan teknik pemeliharaannya seperti apa. Karena, kami juga ingin mengapilkasikanya di tempat lain,&#8221; tutur Desniarti.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati yang turut mendampingi pihak DKP Provinsi Sumbar dalam kunjungannya ke PT Semen Padang mengatakan bahwa upaya konservasi ikan bilih ini sudah dimulai sejak Juli 2018.</p>
<p>Upaya konservasi ini bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta yang diawali dengan konservasi ikan bilih di sungai di area Kehati PT Semen Padang.</p>
<p>Selama dikonservasi di sungai tersebut, ternyata ikan endemik Danau Singkarak itu berkembang. Namun sayangnya, PT Semen Padang tidak bisa memantau sejauh mana perkembangannya, sehingga dimanfaatkanlah kolam D1 PT Semen Padang sebagai tempat pengembangbiakannya.</p>
<p>&#8220;Kolam D1 itu juga dilengkapi dengan tempat pemijahan ikan bilih itu ibarat repilkanya Danau Singkarak. Selain kolam, juga ada laboratorium pemijahan. Alhamdulillah, ikan bilih itu berkembang biak sesuai dengan harapan perusahaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>PT Semen Padang telah menjadwalkan untuk melakukan restoking ikan bilih ke habitatnya di Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Restoking itu juga menjadi bagian dari rangkaian HUT PT Semen Padang ke-112 tahun,&#8221; kata Nur Anita.</p>
<p>Ia mengungkapkan, PT Semen Padang menggandeng LPPM Universitas Bung Hatta (UBH) untuk konservasi ikan bilih, dengan tujuan melestarikan ikan bilih karena jenis ikan endemik itu terancam mengalami kepunahan karena habitatnya mulai tercemar akibat pencemaran.</p>
<p>Kemudian, metode penangkapan ikan bilih yang dieksploitasi secara besar-besaran tanpa mengindahkan proses pengembangannya, juga menyebabkan populasi ikan bilih di Danau Singkarak semakin punah. Bahkan, dampak dari metode penangkapan secara besar-besaran itu membuat ikan bilih susah didapatkan di Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;PT Semen Padang sebagai perusahaan semen yang terus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, ingin menyelamatkan kepunahan ikan bilih yang merupakan ikan endemik di Danau Singkarak.&#8221;</p>
<p>Ikan bilih jenis mictacoleucus padangensis ini di dunia hanya satu, yaitu di Danau Singakarak. Ada yang menyerupai, tapi itu bukan bilih. Sekarang populasinya terancam punah, dan Semen Padang merasa terpanggil untuk menyelamatkan ikan bilih agar tidak punah,&#8221; pungkas Anita. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dkp-sumbar-apresiasi-konservasi-ikan-bilih-pt-semen-padang/">DKP Sumbar Apresiasi Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/120 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:24:35 by W3 Total Cache
-->