<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kknunand Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kknunand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kknunand/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2025 02:00:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kknunand Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kknunand/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saccharomyces: Pahlawan Tak Terlihat di Balik Kebangkitan Cabai Nan Limo di Nagari Nan Limo</title>
		<link>https://prokabar.com/saccharomyces-pahlawan-tak-terlihat-di-balik-kebangkitan-cabai-nan-limo-di-nagari-nan-limo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 01:09:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=128546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Di tengah krisis pertanian Nagari Nan Limo yang dilanda ketergantungan pupuk kimia dan degradasi lahan, sosok pahlawan mikroskopis bernama Saccharomyces muncul...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/saccharomyces-pahlawan-tak-terlihat-di-balik-kebangkitan-cabai-nan-limo-di-nagari-nan-limo/">Saccharomyces: Pahlawan Tak Terlihat di Balik Kebangkitan Cabai Nan Limo di Nagari Nan Limo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Di tengah krisis pertanian Nagari Nan Limo yang dilanda ketergantungan pupuk kimia dan degradasi lahan, sosok pahlawan mikroskopis bernama Saccharomyces muncul sebagai solusi tak terduga.</p>
<p>Ketika 98% petani terjebak dalam siklus pemakaian pupuk sintetis yang menyedot 45% biaya produksi—sementara limbah organik 120 ton jerami dan 35 ton kotoran sapi per musim dibiarkan terbuang—kelompok KKN Universitas Andalas memperkenalkan formula ajaib: Pupuk PSB berbasis bakteri fotosintetik yang diaktifkan oleh ragi Saccharomyces dalam EM4.</p>
<p>Mikroorganisme unik ini, yang selama ini dikenal sebagai pengembang roti, ternyata memegang peran kunci dalam fermentasi pupuk hayati melalui kemampuannya mengurai selulosa jerami dan menyediakan lingkungan ideal bagi bakteri fotosintetik Rhodopseudomonas palustris untuk berkembang.</p>
<p>Inilah revolusi diam-diam di balik kebangkitan cabai Nan Limo yang produktivitasnya sempat anjlok 20% akibat serangan antraknosa.</p>
<p>Saccharomyces bekerja bagai &#8220;arsitek ekosistem mikroba&#8221; dalam proses fermentasi PSB yang diajarkan pada pelatihan Minggu ke-3. Ketika petani mencampur 1 liter EM4 (mengandung Saccharomyces cerevisiae), 2 butir telur (sumber protein), 1 kg molase (makanan mikroba), dan 5 kg kotoran sapi dalam tong fermentor portabel, ragi ini segera membangun koloni yang mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida.</p>
<p>Proses ini menciptakan kondisi anaerob yang mengaktifkan bakteri fotosintetik, sementara enzim amilase dari Saccharomyces mengurai pati dalam telur menjadi senyawa bioaktif—sebuah simbiosis yang menghasilkan pupuk cair kaya hormon auksin dan sitokinin hanya dalam 14 hari.</p>
<p>Yang menakjubkan, biaya produksinya cuma Rp1.500/liter, berkat kemampuan Saccharomyces mengoptimalkan bahan baku lokal yang selama ini terbuang percuma.</p>
<p>Dampak &#8220;keajaiban Saccharomyces&#8221; langsung terlihat di lahan percontohan cabai Pak Rozi di Jorong Bateh Sariak Nagari Nan Limo. Setelah aplikasi PSB fermentasi ragi selama 4 minggu, tanaman cabai yang semula keriting akibat serangan hama menunjukkan perubahan dramatis, tinggi batang meningkat 15%, ketebalan daun bertambah 30%, dan buah yang sebelumnya busuk akibat antraknosa kini tumbuh gemuk mengilap.</p>
<p>Rahasianya terletak pada peran ganda Saccharomyces di tanah, ragi ini merangsang pembentukan biofilm pelindung di akar tanaman yang menghalangi patogen Ralstonia solanacearum, sekaligus memproduksi enzim fitase yang melarutkan fosfat terikat—nutrisi kunci yang selama ini terkunci dalam tanah asam Nan Limo.</p>
<p>&#8220;Ini seperti menyuntikkan energi baru ke tanah kami,&#8221; ujar Pak Rozi, petani yang berhasil menekan biaya pupuk 37% berkat formula ajaib ini.</p>
<p>Keberhasilan Saccharomyces tidak lepas dari integrasi dengan kearifan lokal &#8220;tabu bararak&#8221; yang dihidupkan kembali melalui pendekatan &#8220;Tungku Tigo Sajarangan&#8221;.</p>
<p>Dalam ritual pembuatan PSB yang dipandu Bundo Kanduang, ragi Saccharomyces dijuluki &#8220;angku nan indak kelihatan&#8221; (niniak mamak tak kasat mata)—metafora yang menyatukan sains mikrobiologi dengan filosofi Minang. Pada pelatihan praktis, nenek-nenek petani yang awalnya skeptis menjadi takjub melihat gelembung fermentasi bukti kerja Saccharomyces.</p>
<p>&#8220;Ternyata sama dengan proses menyadap tuak yang dulu dilakukan leluhur kami,&#8221; ujar Pak bagindo sambil mengaduk tong fermentor.</p>
<p>Kolaborasi sakral antara mikroba dan budaya ini memicu terbentuknya 5 kelompok kader PSB yang memproduksi 500 liter pupuk dari 2 ton limbah—sebuah transformasi yang menyelamatkan sungai Batang Palupuh dari eutrofikasi akibat limbah kimia.</p>
<p>Kini, Saccharomyces bukan sekadar ragi fermentasi, melainkan simbol kemandirian pertanian Nan Limo menuju &#8220;Nagari Zero Waste 2030&#8221;. Ketika tim KKN mendatangi lahan Pak Rozi , petani cabai di Jorong Bateh Sariak, raut skeptis masih menghiasi wajahnya.</p>
<p>&#8220;Saya sudah lama pakai urea, masa&#8217; mau diganti ragi roti?&#8221; ujarnya sambil menyodorkan foto tanaman cabainya yang terserang antraknosa. Namun, dua minggu setelah pelatihan, perubahan drastis terjadi.</p>
<p>&#8220;Lihat ini!&#8221; serunya antusias sambil menunjukkan buku catatan lapangan berisi data.</p>
<p>&#8220;Seminggu setelah disemprot PSB Saccharomyces, daun yang kuning mulai hijau kembali. Minggu kedua, bunga muncul 40% lebih banyak. Sekarang, buah cabainya lebih tebal dan tahan hujan.&#8221; Ia bahkan mengungkapkan perhitungan ekonomi yang mengejutkan.</p>
<p>Wawancara mendalam dengan Wali Nagari Nan Limo, Tri Sakti mengungkap dimensi spiritual program &#8220;Dalam pengajian subuh, kami bahas Surah Yasin ayat 33: &#8216;Tanda kekuasaan-Nya ialah bumi yang tandus menjadi hidup&#8217;. Saccharomyces itu bukti ayat kauniyah—mikro kecil yang menghidupkan tanah mati.&#8221;</p>
<p>Ia menunjukkan tong fermentor di dapur kelompok wanita.</p>
<p>&#8220;Setiap pagi sebelum masak, kami aduk pupuk ini sambil baca doa—seperti menyayangi makhluk Allah yang bekerja untuk kami.&#8221; Sementara dari pemuda,</p>
<p>Di balik gelembung-gelembung kecil yang berdesir dalam tong fermentor—simfoni tak kasat mata dari miliaran Saccharomyces yang bekerja tanpa lelah—tersimpan pelajaran besar untuk peradaban kita, bahwa solusi atas krisis pangan dan ekologi justru bersemayam pada hal-hal mikroskopis yang sering kita abaikan.</p>
<p>Program KKN di Nagari Nan Limo bukan sekadar membuktikan keampuhan Pupuk PSB dalam menyembuhkan lahan sakit atau menghemat biaya petani hingga 70%, melainkan sebuah manifesto tentang revolusi hubungan manusia dan alam yang berawal dari kesadaran kolektif bahwa tanah bukanlah media pasif, melainkan jaringan hidup yang merespon setiap kepedulian.</p>
<p>Ketika Bundo Kanduang meracik starter dengan doa, ketika pemuda jorong membangun &#8220;Bank Saccharomyces&#8221;, kini menjadi duta pupuk hayati, yang terjadi adalah kebangkitan ekosistem pertanian berbasis pengetahuan lokal yang mengakar pada prinsip &#8220;alam takambang jadi guru&#8221;.</p>
<p>Keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan babak pertama dari epik panjang menuju Nagari Zero Waste 2030, di mana setiap jerami, setiap tetes kotoran sapi, dan setiap bakteri fotosintetik akan menjadi aktor dalam drama sirkular yang memuliakan kehidupan—sebuah teladan bagi Indonesia bahwa di era perubahan iklim, pahlawan sejati bukanlah traktor berteknologi tinggi atau pupuk impor, melainkan mikroba-mikroba setia yang bekerja dalam sunyi, menyulam kesuburan dari limbah, dan mengajari kita arti merawat yang tak terlihat demi generasi mendatang.(fikri)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/saccharomyces-pahlawan-tak-terlihat-di-balik-kebangkitan-cabai-nan-limo-di-nagari-nan-limo/">Saccharomyces: Pahlawan Tak Terlihat di Balik Kebangkitan Cabai Nan Limo di Nagari Nan Limo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Universitas Andalas Ubah Limbah Tongkol Jagung Menjadi Usaha Jamur</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-universitas-andalas-ubah-limbah-tongkol-jagung-menjadi-usaha-jamur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 00:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=128506</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solok Selatan, Prokabar &#8211; Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas, limbah tongkol jagung yang biasanya hanya dibakar atau dibuang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-universitas-andalas-ubah-limbah-tongkol-jagung-menjadi-usaha-jamur/">Mahasiswa KKN Universitas Andalas Ubah Limbah Tongkol Jagung Menjadi Usaha Jamur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Solok Selatan, Prokabar &#8211; Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas, limbah tongkol jagung yang biasanya hanya dibakar atau dibuang kini disulap menjadi ladang jamur janggel yang menjanjikan.<br />
Program ini digagas oleh Al Hamid Putra, Amelia Ramadhani Adwina, Rashid Muarif Irsyad, dan Siska Laila Desri, setelah menerima permintaan langsung dari Penjabat (PJ) Wali Nagari Persiapan Lubuk Gadang Tenggara, Sahrizal.</p>
<p>Jagung banyak ditanam oleh masyarakat setempat, setiap panen tumpukan tongkol bekas menggunung di halaman rumah dan pinggir ladang. Kebanyakan berakhir dibakar, menghasilkan asap pekat yang mengganggu kesehatan dan mencemari udara.</p>
<p>Melihat peluang dari tumpukan “limbah emas” ini, tim KKN bersama pemerintah nagari pun bersepakat mengubahnya menjadi media tanam jamur bernilai jual.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di Gedung SD Lokal Jauh, Jorong Sungai Sanda, Nagari Lubuk Gadang Tenggara, pada Selasa, 12 Agustus 2025. Acara dihadiri oleh Wali Nagari, Babinsa, dua Wali Jorong, warga, dan mahasiswa KKN.</p>
<p>“Kami mengapresiasi langkah mahasiswa KKN Unand yang cepat merespons kebutuhan nagari. Inovasi ini bukan hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga,” kata Sahrizal.</p>
<p>Metode yang digunakan adalah “broadcasting + fermentasi&#8221;, sebuah teknik sederhana tapi efektif untuk memaksimalkan nutrisi pada media tanam.<br />
Proses dimulai dengan memilih lokasi teduh, lalu menyusun tongkol jagung setebal ±15 cm di atas papan berlapis karung goni. Bahan pengayaan dibuat dari 2 kg bekatul, 1 kg urea, dan 250 gram ragi yang sudah diaktifkan air hangat.</p>
<p>Campuran ini kemudian disebar merata di atas tongkol (broadcasting) dalam dua tahap, ditutup goni dan terpal, lalu difermentasi selama 2–5 hari.<br />
Fermentasi menjadi tahap penting—dari sinilah aroma manis khas ragi muncul, tanda bahwa media siap menerima benih jamur. Setelah inokulasi benih, media diinkubasi 10–18 hari hingga tertutup miselium putih, kemudian dipicu untuk “fruiting” dengan memberi sirkulasi udara dan kelembapan terjaga. Panen pertama biasanya terjadi 14–21 hari setelah inokulasi, disusul 2–3 kali panen lanjutan (flush).</p>
<p>Bagi warga, proses ini tak hanya mudah diikuti, tetapi juga murah. Bahan utamanya tersedia di sekitar rumah, sementara peralatan seperti terpal, papan, dan goni dapat dipakai berulang kali.</p>
<p>Hasil uji coba di lapangan menunjukkan 10 kilogram tongkol jagung bisa menghasilkan sekitar 3 kilogram jamur segar—nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk skala rumah tangga.</p>
<p>DPL KKN Nagari Persiapan Lubuk Gadang Tenggara, Yayuk Lestari, mengatakan metode ini bisa menjadi pintu masuk untuk usaha mikro berbasis rumah.</p>
<p>“Selain meningkatkan pendapatan, warga juga mendapat keterampilan baru yang ramah lingkungan. Kedepannya bisa dikembangkan menjadi usaha kelompok yang lebih besar,” ujarnya.</p>
<p>Selain pelatihan teknis, tim KKN juga menekankan aspek pemasaran dan diversifikasi produk. Jamur yang dipanen dapat dijual segar ke pasar lokal atau diolah menjadi keripik, nugget, hingga abon jamur. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai, warga tak hanya menambah penghasilan, tapi juga ikut menjaga lingkungan.(adh)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-universitas-andalas-ubah-limbah-tongkol-jagung-menjadi-usaha-jamur/">Mahasiswa KKN Universitas Andalas Ubah Limbah Tongkol Jagung Menjadi Usaha Jamur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 Membuat Filtrasi Air Sederhana di Masjid Mukhlisin Surau Labuah</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-panampuang-unand-2023-membuat-filtrasi-air-sederhana-di-masjid-mukhlisin-surau-labuah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 07:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Masjid sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak jarang masalah infrastruktur...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-panampuang-unand-2023-membuat-filtrasi-air-sederhana-di-masjid-mukhlisin-surau-labuah/">Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 Membuat Filtrasi Air Sederhana di Masjid Mukhlisin Surau Labuah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Masjid sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak jarang masalah infrastruktur menjadi kendala dalam menjalankan aktivitas di masjid tersebut.</p>
<p>Salah satu masalah umum yang sering dihadapi adalah kualitas air yang buruk, seperti yang terjadi di Masjid Mukhlisin Surau Labuah, Panampuang, Ampek Angkek, Agam. Air keruh dan berbau besi dapat mengganggu kenyamanan para jamaah serta berpotensi mengganggu kesehatan.</p>
<p>Oleh karena itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Panampuang Unand 2023 dibawah bimbingan Dr. Eng. Budi Rahmadya, M.Eng selaku dosen pembimbing lapangan, Etriwarmon, S.Pd selaku Wali Nagari Panampuang, dan Jorong Surau Labuah telah berkolaborasi untuk menciptakan solusi dengan membuat filtrasi air sederhana untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p>Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 telah merancang dan menerapkan solusi filtrasi air sederhana di Masjid Mukhlisin Surau Labuah.</p>
<p>Adapun beberapa mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan filtrasi air sederhana ini yaitu Daffa Fawnia Irma, Ahmad Rian, dan Heru Septria Wahyudi.</p>
<p>Berikut langkah-langkah yang dilakukan:</p>
<p>Penentuan Desain Filtrasi: Mahasiswa melakukan penelitian dan identifikasi terhadap masalah kualitas air yang dihadapi. Kemudian, kami merancang filtrasi sederhana yang dapat digunakan dengan mudah di masjid.</p>
<p>Pengumpulan Bahan dan Pembuatan Alat: Mahasiswa mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti karbon aktif, batu malang, kerikil zeolit, dan media filtrasi lainnya. Kemudian, kami merakit alat filtrasi dengan susunan bahan yang tepat.</p>
<p>Pengujian Alat Filtrasi: Sebelum diimplementasikan di masjid, alat filtrasi diuji terlebih dahulu untuk memastikan efektivitasnya dalam menghilangkan kekeruhan dan bau besi dari air.</p>
<p>Implementasi di Masjid: Setelah alat filtrasi terbukti berhasil, langkah berikutnya adalah mengimplementasikannya di Masjid Mukhlisin Surau Labuah. Mahasiswa bekerja sama dengan pengurus masjid untuk memasang alat filtrasi di titik yang tepat dalam sistem perpipaan air.</p>
<p>Kolaborasi antara Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 dan pengurus Masjid Mukhlisin Surau Labuah telah menciptakan solusi yang sederhana namun efektif dalam mengatasi masalah kualitas air yang buruk di masjid.</p>
<p>Filtrasi air sederhana ini memiliki potensi untuk memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup jamaah dan masyarakat sekitar. Dengan adanya upaya seperti ini, masjid dapat terus berfungsi sebagai pusat spiritual dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi semua orang.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-panampuang-unand-2023-membuat-filtrasi-air-sederhana-di-masjid-mukhlisin-surau-labuah/">Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 Membuat Filtrasi Air Sederhana di Masjid Mukhlisin Surau Labuah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 Membantu Kegiatan Jumat Berkah di Masjid Mukhlisin Surau Labuah</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-panampuang-unand-2023-membantu-kegiatan-jumat-berkah-di-masjid-mukhlisin-surau-labuah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 04:05:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Kegiatan Jumat merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, Jumat adalah hari di mana umat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-panampuang-unand-2023-membantu-kegiatan-jumat-berkah-di-masjid-mukhlisin-surau-labuah/">Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 Membantu Kegiatan Jumat Berkah di Masjid Mukhlisin Surau Labuah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Kegiatan Jumat merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, Jumat adalah hari di mana umat Muslim berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat Jumat, mengikuti khutbah, dan mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p>Namun, di beberapa tempat, kegiatan Jumat bukan hanya soal ibadah semata, tetapi juga merupakan ajang kebersamaan dan berbagi.</p>
<p>Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Panampuang Unand 2023 dibawah bimbingan Dr. Eng. Budi Rahmadya, M.Eng selaku dosen pembimbing lapangan kompak dalam keikutsertaan dalam kegiatan Jumat berkah dengan izin Jorong Surau Labuah dan Ibu-ibu warga Surau Labuah.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan contoh konkret dari kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam rangka membantu satu sama lain. Dalam hal ini, mahasiswa KKN Unand memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan kontribusi positif kepada komunitas tempat mereka menjalani KKN.</p>
<p>Sementara itu, ibu-ibu di Jorong Surau Labuah turut serta dalam persiapan makanan untuk jamaah salat Jumat dengan dibantu oleh mahasiswa KKN Panampuang Unand.</p>
<p>Mahasiswa KKN Unand bergabung dengan ibu-ibu dari Jorong Surau Labuah di dapur. Mereka bekerja sama untuk menyiapkan hidangan yang akan disajikan kepada jamaah salat Jumat setelah ibadah selesai. Hidangan tersebut biasanya terdiri dari bihun tumis, kolak pisang dan labu, dll.</p>
<p>Proses persiapan makanan ini tidak hanya tentang memasak, tetapi juga menjadi ajang sosialisasi antara mahasiswa dan ibu-ibu setempat.</p>
<p>Mahasiswa dapat belajar tentang budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, sementara ibu-ibu juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan mereka tentang kuliner tradisional.</p>
<p>Setelah makanan selesai disiapkan, jamaah salat Jumat berkumpul di masjid. Setelah salat dan khutbah, mereka dapat menikmati hidangan yang telah disiapkan dengan penuh kasih sayang oleh mahasiswa KKN dan ibu-ibu dari Jorong Surau Labuah.</p>
<p>Kegiatan ini menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan di antara jamaah, yang juga merupakan tujuan dari kegiatan Jumat berkah ini.</p>
<p>Kegiatan Jumat berkah di Masjid Mukhlisin, yang melibatkan mahasiswa KKN Panampuang Unand dan ibu-ibu di Jorong Surau Labuah, adalah contoh nyata dari bagaimana ibadah Jumat dapat menjadi lebih dari sekadar ritual keagamaan.</p>
<p>Hal ini menggambarkan kekuatan kebersamaan dan kerjasama antara masyarakat dan mahasiswa dalam rangka memberikan dampak positif bagi komunitas setempat. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi orang lain untuk berbuat baik dalam konteks yang sama.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-panampuang-unand-2023-membantu-kegiatan-jumat-berkah-di-masjid-mukhlisin-surau-labuah/">Mahasiswa KKN Panampuang Unand 2023 Membantu Kegiatan Jumat Berkah di Masjid Mukhlisin Surau Labuah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi Pembuatan Pestisida Nabati dan Pupuk Kompos oleh Mahasiswa KKN Unand di Nagari Campago 2023</title>
		<link>https://prokabar.com/sosialisasi-pembuatan-pestisida-nabati-dan-pupuk-kompos-oleh-mahasiswa-kkn-unand-di-nagari-campago-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 00:04:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas mengadakan sosialisasi tentang pembuatan pupuk kompos dan pestisida nabati. Kegiatan ini berlokasi di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sosialisasi-pembuatan-pestisida-nabati-dan-pupuk-kompos-oleh-mahasiswa-kkn-unand-di-nagari-campago-2023/">Sosialisasi Pembuatan Pestisida Nabati dan Pupuk Kompos oleh Mahasiswa KKN Unand di Nagari Campago 2023</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas mengadakan sosialisasi tentang pembuatan pupuk kompos dan pestisida nabati. Kegiatan ini berlokasi di Musholla Mukhlisin Bukik Caliak Rawang Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Sosialisasi ini dihadiri oleh Camat, Wali Nagari, anggota kelompok tani, dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi sosialisasi.</p>
<p>Acara sosialisasi bertujuan untuk membantu masyarakat menghadapi mahalnya pupuk juga mengurangi volume limbah serta memperluas wawasan dan pemahaman masyarakat khususnya para petani dan kelompok tani dalam pembuatan pestisida nabati dan pupuk kompos. Acara tersebut bertujuan untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari di kampus agar bermanfaat bagi pertanian di daerah KKN.</p>
<p>“Tujuan kami mengadakan acara ini adalah untuk mengimplemtasikan ilmu yang dipelajari di kuliah agar bermanfaat bagi nagari Campago, khususnya di bidang pertanian yaitu tentang pupuk kompos dan pestisida nabati.” Ucap Reza Maulana Elfison selaku ketua KKN Unand di Nagari Campago 2023.</p>
<p>“Saya selaku pengurus kelompok tani sangat mengapresiasi acara ini, kami akan mencoba merealisasikan dan mengembangkan ilmu yang diberikan oleh adik-adik KKN yaitu tentang pupuk kompos dan pestisida nabati.” Ucap Anto, ketua kelompok tani.</p>
<p>Masyarakat sangat antusias menyambut acara sosialisasi ini. Sosialisasi ini juga relate dengan situasi yang dihadapi masyarakat, yaitu mahalnya harga pupuk urea serta banyaknya hama tanaman yang menyerang daerah pertanian mereka sehingga dapat menyebabkan gagal panen. Penggunaan pestisida kimia yang biasa digunakan masyarakat dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satu solusi untuk mencegah hal tersebut adalah dengan mengganti penggunaan pestisida kimia dengan pestisida nabati. Kelebihan yang dimiliki oleh pestisida nabati dan pupuk kompos ini yaitu menggunakan bahan alami dalam pembuatannya.</p>
<p>Adapun cara pembuatan Pestisida Nabati adalah sebagai berikut.<br />
Bahan :<br />
Daun biduri 10 lembar (sebagai perekat)<br />
Daun sirsak 30 lembar<br />
Daun pepaya 5 lembar<br />
Sereh wangi 3 batang<br />
Jeruk nipis 5 buah<br />
Cabai 5 buah<br />
Mengkudu 5 buah</p>
<p>Cara pembuatan :<br />
Siapkan bahan yang terdiri dari 4-5 jenis (seluruh bagian tanaman yg sifatnya atau baunya menyengat dan rasanya pait) kumpulkan bahan pestisida nabati masing-masing 300 gr.<br />
Potong-potong bahan lalu haluskan.<br />
Tambahkan 15 liter air baiknya diaplikasikan langsung, dan boleh juga direndam selama 24 jam.<br />
Keesokan harinya saring pestisida nabati dengan kain kassa.</p>
<p>Tambahkan bahan perata perekat agar bisa bekerja sistemik.</p>
<p>Pestisida nabati-nya siap digunakan.(rls)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sosialisasi-pembuatan-pestisida-nabati-dan-pupuk-kompos-oleh-mahasiswa-kkn-unand-di-nagari-campago-2023/">Sosialisasi Pembuatan Pestisida Nabati dan Pupuk Kompos oleh Mahasiswa KKN Unand di Nagari Campago 2023</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN UNAND 2023 Sosialisasi Terkait Stunting di Kurai Taji Timur</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-unand-2023-sosialisasi-terkait-stunting-di-kurai-taji-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 01:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=114515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Mahasiswa KKN Unand (Universitas Andalas) 2023 yang bertugas di Nagari Kurai Taji Timur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, mengadakan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-unand-2023-sosialisasi-terkait-stunting-di-kurai-taji-timur/">Mahasiswa KKN UNAND 2023 Sosialisasi Terkait Stunting di Kurai Taji Timur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Mahasiswa KKN Unand (Universitas Andalas) 2023 yang bertugas di Nagari Kurai Taji Timur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, mengadakan kegiatan sosialisasi terkait stunting dimana kegiatan tersebut sejalan dengan program pengentasan stunting di Sumatera Barat. Kegiatan sosialisasi terkait sunting ini bekerja sama dengan Puskesmas Pauh Kambar dan dilakukan selama 2 hari.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi terkait stunting yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unand dimulai pada hari selasa, 25 Juli 2023 dengan sasarannya ibu-ibu yang mempunyai anak usia 0 – 24 bulan. Kegiatan sosialisasi kedua dilakukan pada hari rabu, 26 Juli 2023 dengan sasarannya ibu-ibu yang mempunyai anak usia 25 bulan – 40 bulan.</p>
<p>Kegiatan ini diadakan di salah satu rumah kader puskesmas di Korong Pasar, Nagari Kurai Taji Timur yang berlangsung pada pukul 10.00 WIB sampai 12.30 WIB.</p>
<p>Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1 hari pertama kehidupan, dan membuat anak menjadi pendek dari anak seusianya. Penyebab stunting ini karena asupan nutrisi yang tidak cukup sehingga anak kekurangan gizi serta mengalami pertumbuhan awal yang buruk.</p>
<p>Masalah stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penurunan angka stunting menjadi tujuan utama untuk menyiapkan generasi bangsa di masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Masyarakat di Indonesia sering menganggap bahwa pertumbuhan tinggi pendek anak di pengaruhi oleh factor keturunan, padahal kecukupan gizi merupakan faktor penting dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, sampai saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang serius terhadap sumber daya manusia. Salah satu permasalahan gizi yang ada di Indonesia adalah pendek (Stunting).</p>
<p>“Saya tidak menjalankan ASI Eksklusif karena sibuk bekerja,&#8221; kata salah seorang warga.</p>
<p>Pernyataan tersebut membuat masalah stunting ini tidak mudah diatasi begitu saja. Peran orang tua dalam menjaga asupan gizi anak sangatlah penting dalam tumbuh kembang anak.</p>
<p>Beberapa mahasiswa KKN Unand yang menjadi narasumber menjelaskan terkait pencegahan stunting dengan cara:</p>
<p><strong>Cukupi Gizi (ASI, MP-ASI)</strong><br />
Ibu hamil makan lebih banyak dari biasanya yaitu makan buah dan sayur, lengkapi dengan lauk-pauk.<br />
Mengonsumsi tablet tambah darah. Selama kehamilan dan dilanjutkan sampai dengan masa nifas dapat mencegah anemia dan menjaga sistem ketahanan tubuh.</p>
<p><strong>Melakukan IMD (Inisisasi Menyusui Dini)</strong>. Bayi mendapatkan ASI kolostrum yang kaya akan daya tahan tubuh dan ketahanan terhadap infeksi.<br />
Atasi kekurangan iodium. Pastikan menggunakan garam ber iodium agar dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dan mencegah bayi lahir cacat.</p>
<p><strong>ASI Eksklusif 0-6 bulan</strong>. Kebutuhan gizi pada bayi usia 0-6 bulan cukup terpenuhi dari ASI saja.</p>
<p><strong>Pemberian ASI hingga 23 bulan didampingi MP-ASI.</strong></p>
<p><strong>Menanggulangi kecacingan.</strong></p>
<p><strong>Lengkapi Imunisasi</strong><br />
Memberikan Imunisasi Dasar Lengkap. Imunisasi lengkap menjadikan anak tetap sehat untuk dirinya dan lingkungannya yakni, hepatitis B (HB), poliomyelitis, tuberculosis (BCG), difteri (DPT), pertussis (DPT), tetanus (DPT), pneumonia dan meningitis (Hib), campak.</p>
<p><strong>Perbaiki Sanitasi (Air bersih, Jamban sehat, CTPS)</strong><br />
Akses terhadap air bersih.<br />
Gunakan selalu jamban sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Fazri Nurul Huzaima (Mahasiswa Universitas Andalas, Jurusan Sastra Indonesia).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-unand-2023-sosialisasi-terkait-stunting-di-kurai-taji-timur/">Mahasiswa KKN UNAND 2023 Sosialisasi Terkait Stunting di Kurai Taji Timur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pawai Obor Pertama, Peringatan 1 Muharram di Dusun Koto Rajo, Nagari Koto Sawah Ujung Gading</title>
		<link>https://prokabar.com/pawai-obor-pertama-peringatan-1-muharram-di-dusun-koto-rajo-nagari-koto-sawah-ujung-gading/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 04:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=114207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman Barat, Prokabar &#8211; Tahun ini Dusun Koto Rajo Nagari Koto Sawah menjadi lokasi pilihan untuk pelaksanaan KKN PMM Unand 2023. Kegiatan KKN baru...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pawai-obor-pertama-peringatan-1-muharram-di-dusun-koto-rajo-nagari-koto-sawah-ujung-gading/">Pawai Obor Pertama, Peringatan 1 Muharram di Dusun Koto Rajo, Nagari Koto Sawah Ujung Gading</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pasaman Barat, Prokabar &#8211; Tahun ini Dusun Koto Rajo Nagari Koto Sawah menjadi lokasi pilihan untuk pelaksanaan KKN PMM Unand 2023. Kegiatan KKN baru pertama kali dilaksanakan di daerah ini.</p>
<p>Kedatangan mahasiswa KKN PMM Unand disambut hangat oleh masyarakat di Dusun Koto Rajo, Nagari Koto Sawah, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Selang beberapa hari dari kedatangan mahasiswa KKN Unand, bertepatan juga dengan Tahun Baru Islam yang jatuh pada hari Rabu tanggal 19 Juli 2023.</p>
<p>Kelompok KKN didaerah lain, banyak yang memperingati 1 Muharram salah satunya di Nagari Koto Sawah ini, tepatnya di Dusun Koto Rajo. Salah satu kegiatan yang diangkatkan oleh mahasiswa KKN yaitu pawai obor diiringi sholawat dan dilanjutkan dengan ceramah agama selepas sholat Isya. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmad.</p>
<p>Masyarakat Dusun Koto Rajo, sebelumnya belum pernah mengadakan kegiatan untuk memperingati 1 Muharram. Ini merupakan kali pertama dan bisa dibilang hal baru bagi masyarakat disini.</p>
<p>&#8220;Semoga seterusnya kita bisa merayakan 1 muharram untuk masa yang akan datang, karna generasi kita terlalu sibuk dengan gadget. Harapannya dengan mengadakan acara ini semoga tersentuh hati kita untuk menjadi muslim sejati dan diberi ganjaran syurga oleh Allah SWT,&#8221; ucap Iskandar dalam sambutannya sebagai Tokoh Masyarakat di Dusun Koto Rajo.</p>
<p>Kegiatan ini dimaknai sebagai hari yang sangat penting bagi umat Islam untuk memperingati hijrah nya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah. Alangkah baiknya kita sebagai umat muslim bersemangat menghidupkan Tahun Baru Islam, supaya kita tidak lupa dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Kegiatan 1 Muharram ini juga diisi dengan kajian, dimana kita berkumpul disebuah majelis ilmu dalam suasana yang khidmad. Harapannya kita bisa muhasabah diri dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan adanya kegiatan 1 Muharram ini bisa menjadi ajang perbaikan diri, yang semula ibadahnya masih bolong-bolong dapat ditingkatkan lagi,&#8221; jelas Budi Santosa sebagai Wali Nagari Koto Sawah.</p>
<p>Adapun hikmah yang bisa diambil dari kegiatan ini yaitu, kita kembali mengingat sejarah bagaimana Rasulullah SAW memperjuangkan agama Islam pada zaman jahiliah dulu.</p>
<p>Kita juga turut merasakan bagaimana Rasulullah bersusah payah menegakkan ajaran agama Islam. Bisa dibayangkan, Rasulullah merupakan penduduk asli Kota Mekkah dan lahir disana, namun demi menebarkan cahaya Islam, Ia diusir dari kampung halamannya sendiri.</p>
<p>Harapannya dengan diselenggarakan nya agenda 1 Muharram ini dapat mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah diantara kita semua sehingga kita bisa menjadi manusia yang lebih mencintai Rasulullah dan mendapatkan syafa&#8217;atnya diakhirat kelak.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pawai-obor-pertama-peringatan-1-muharram-di-dusun-koto-rajo-nagari-koto-sawah-ujung-gading/">Pawai Obor Pertama, Peringatan 1 Muharram di Dusun Koto Rajo, Nagari Koto Sawah Ujung Gading</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>97 Mahasiswa Unand Ikuti KKN Internasional</title>
		<link>https://prokabar.com/97-mahasiswa-unand-ikuti-kkn-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2019 14:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokampus]]></category>
		<category><![CDATA[#kkn]]></category>
		<category><![CDATA[#kknunand]]></category>
		<category><![CDATA[#Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41315</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Sebanyak 97 mahasiswa Universitas Andalas mengikuti Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKN) ditiga Negara yaitu Malaysia, Vietnam dan Jepang. Dalam mengikuti KKN Internasional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/97-mahasiswa-unand-ikuti-kkn-internasional/">97 Mahasiswa Unand Ikuti KKN Internasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Sebanyak 97 mahasiswa Universitas Andalas mengikuti Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKN) ditiga Negara yaitu Malaysia, Vietnam dan Jepang.</p>
<div class="itemFullText">
<p>Dalam mengikuti KKN Internasional ini penting bagi mahasiswa untuk membangun jejaring (networking) disana,” tekan Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA dalam keterangan tertulis yang dilansir, Sabtu (6/7).</p>
<p>Ia menyampaikan kemampuan bahasa terutama bahasa inggris menjadi hal penting dalam berkomunikasi sebagai bahasa internasional di tempat KKN nantinya baik di Vietnam maupun  Jepang.</p>
<p>Ditambahkannya kemungkinan bagi mahasiswa yang mengikuti KKN di Malaysia tidak akan terlalu susah dalam penyesuaian karena budaya, Iklim, makanan maupun bahasanya tidak berbeda jauh dengan Indonesia.</p>
<p>Lebih lanjut, ia juga mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada disana.</p>
<p>Ia berpesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan ini untuk tetap menjaga nama baik universitas dan tanah air.</p>
<p>“Sebab saat kita berada di negara lain kita tidak membawa nama universitas saja tetapi juga membawa nama negara kita sendiri,”sambungnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PU KKN Prof. Dr. Syamsuardi, MSc mengatakan 97 mahasiswa ini berasal dari berbagai fakultas akan mengikuti kegiatan KKN lebih kurang selama 30 hari di tiga Negara tersebut (Jepang, Vietnam dan Malaysia).</p>
<p>Untuk di Jepang sendiri dikatakanya ada dua lokasi yaitu Okayama dan Osaka. Disamping itu, ia juga sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa KKN Internasional untuk di Osaka. “Sedangkan untuk Okayama University Prof. Dr. Erizal Mukhtar, MS sebagai DPL nya,” ujarnya.</p>
<p>Sementara untuk Vietnam dikatakannya Dosen pembimbingnya Prof. Ardi, MS (yang sudah berangkat terlebih dahulu) sedangkan untuk Malaysia dibimbing oleh Dr. Masyhuri Hamidi.</p>
<p>Berikut jumlah mahasiswa KKN Internasional perlokasi Pahang-Malaysia (17 mahasiswa), Sabah-Malaysia (18 mahasiswa), Vietnam (24 mahasiswa), Okayama (20 mahasiswa) dan Osaka (18 mahasiswa). <b>(rel/hdp)</b></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/97-mahasiswa-unand-ikuti-kkn-internasional/">97 Mahasiswa Unand Ikuti KKN Internasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/124 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:14:39 by W3 Total Cache
-->