<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#KisahKisahLebaran Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kisahkisahlebaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kisahkisahlebaran/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jun 2018 21:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#KisahKisahLebaran Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kisahkisahlebaran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (3) : Anak Tek Minar, Diperebutkan</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2018 12:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran2018]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahKisah]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahKisahLebaran]]></category>
		<category><![CDATA[#RanahMinang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=9461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari sebelum lebaran, kampung sudah meriah. Perantau banyak yang pulang, dari se antero negeri yang luas ini. Pulang dengan gaya dan kaya masing-masing....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-3/">Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (3) : Anak Tek Minar, Diperebutkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari sebelum lebaran, kampung sudah meriah. Perantau banyak yang pulang, dari se antero negeri yang luas ini. Pulang dengan gaya dan kaya masing-masing. Pulang bujang atau pulang bersama anak istri.</p>
<p>Ini kisah yang pulang bujang:</p>
<p>Sore, sehabis mandi. Semua coga-coga, apalagi anak rantau. Di lapau-lapau, di simpang-simpang, bercerita apa saja. Juga tentang, “babinilah lai, samak utak den mancaliak ang.”</p>
<p>Tubo kawan-kawan itu, mengena. Di rantau berhasil tapi kalua pergi nanti masih sendirian, tak enak rasanya.<br />
Banyak anak gadis yang manis-manis melintas-lintas di jalan. Salah satunya bunga desa, anak Tek Minar. Sudah tamat SMA, tak kuliah sebab, malas saja dia kuliah. Sudah patut dapat junjungan.</p>
<p>Anak Tek Minar, jadi rebutan pemuda kampung, rantau atau bukan. Maka pemuda-pemuda pun berebut di suasana hari raya itu. Silih berganti saja pergi berhari raya ke rumahnya. Datang berombongan, dua atau lima orang.</p>
<p>Siapa yang mendapat? Si Cap!<br />
Si Cap ini memang elok laku. Dia ganteng pula, apalagi di kampung pakai kacamata hitam pula. Maka sehabis lebaran mereka baralek, lalu pergi ke rantau. Berdua, diantar sampai ke BIM, naik pesawat menjelang senja, tiba di Jakarta, malam sudah. Langsung ke rumah kontrakan Uda di dekat Salemba. Setelah itu, ya sudah.</p>
<p>Tak hanya si Cap. Si Ujang Mudiak Labuah juga dapat istri, bakonya, yang tamat SMA pula tapi kemarin itu sudah merantau ke Selat Panjang. Kini dengan suaminya ia pergi pula ke rantau. Ke Batam. Dekat dari Tanjung Pinang.</p>
<p>Nah, Anda bagaimana? <b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-3/">Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (3) : Anak Tek Minar, Diperebutkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (2) : Ada si Cap Pulang, Rayo Kini Tek?</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 16:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran2018]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahKisah]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahKisahLebaran]]></category>
		<category><![CDATA[#RanahMinang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=9417</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah dengar kisah, anak di rantau? Berpilin jantung hati orang tua dibuatnya, jika lebaran si anak tak pulang. Juga tidak kirim uang. Dulu uang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-2/">Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (2) : Ada si Cap Pulang, Rayo Kini Tek?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar kisah, anak di rantau? Berpilin jantung hati orang tua dibuatnya, jika lebaran si anak tak pulang. Juga tidak kirim uang. Dulu uang dikirim dengan wesel. Jika Pak Pos telah datang, rasa akan dijujungnya bumi oleh ibumu. Uang mu itu ia ambil ke kantor pos, memakai kartu namanya C-7. Atau ditolong oleh walinagari. Belakangan, kirim uang dengan bank.</p>
<p>Yang manapun zamanmu, rantau adalah sembilu, sekaligus dawai dendang dangdut kehidupan.</p>
<p>Makanya kalua Anda sedang di rantau dan orang tua di kampung, pulanglah. Kini berkirim SMS segampang menguap saja. Ikuti dengan berkirim uang. Jika pulang, maka pulanglah. Jika banyak uang, kirim dulu uang “pendahuluan,” biar ibundamu membuatkan masakan kesukaanmu. Sambil membuatnya, ibumu akan ingat, betapa cepak-cepongmu waktu kecil saat menyantap makanan itu. Pedusi atau Anda laki-laki, terserah.</p>
<p>Kalau Anda perantau sejati, jangan sampai biarkan tetangga bertanya, ‘Ada si Cap Pulang Rayo Kini Tek?” Kalau kau pulang, maka ibumu akan menjawab empat kali. Jika tidak, dia akan menunduk saja, “Lun jelas kabar lagi Ros,” kata ibumu. Ia akan bergegas naik. Tahu apa yang ia lakukan? Ujung selendangnya basah oleh air mata</p>
<p>Dan kau pun pulang dengan kapal terbang atau bus, sendirian atau pulang basamo. Banyak beban di pundakmu.</p>
<p>Bukan ibu dan ayahmu saja, tapi kawan dan dunsanak-dunsanak semua. Juga masjid, surau, bola kaki, net volley dan sebagainya. Juga dirimu sendiri, harus segala baru. Kau hutang di rantau beli kontan, itu urusanmu di rantau. Urusanmu di kampung, membuat orangtuamu bangga.<br />
Maka lebaran ini pulang atau tidak?<b> (nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-2/">Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (2) : Ada si Cap Pulang, Rayo Kini Tek?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (1) : Story Kanak-kanak</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 06:28:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran2018]]></category>
		<category><![CDATA[#AnakAnak]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahKisah]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahKisahLebaran]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RanahMinang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=9345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini Story Kanak-kanak. Kisahmu Dulu?Apa kisah lebaran di Ranah Minang? Banyak, secukup tradisi yang ada. Kita bilang apa yang teringat saja ya. 1. Kanak-kanak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-1/">Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (1) : Story Kanak-kanak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ini Story Kanak-kanak. Kisahmu Dulu?Apa kisah lebaran di Ranah Minang? Banyak, secukup tradisi yang ada. Kita bilang apa yang teringat saja ya.</p>
<p><b>1. Kanak-kanak</b></p>
<p>Pernah masa kecil dulu dan Anda tak punya baju rirayo? Pasti ada, itulah kisah paling pilu, mungkin, dalam hidupmu. Baju baju, celana baru, sepau baru, itulah idaman anak-anak, dengan uang jajan di saku. Kemudian hilir mudik kampung sepenatnya.</p>
<p>Kita tak peduli darimana orang tua mendapatkan uang. Jika Anda dari keluarga berada, maka itu urusan sepela. Jika dari keluarga miskin, bias ke kening air mata ortu-mu dibuatnya. Itu tak pernah ia sampaikan pada kaliankan?</p>
<p>Paling kalua bandel, pusek kena pilin. Tak keras-keras amat. Intinya anak kecil harus serba baru. Tak mau tahu pula zakat fitrah sudah dibayar orang tua atau belum. Enaknya dunia anak-anak dan itu terasa benar saat lebaran.<br />
Bersama teman “sejawat,” anak-anak akan bercerita soal lebaran yang akan tiba. Puasa atau tidak, umpang atau genap, soal lain.Mengalir rasa bahagia, berjanji akan ke sana dna ke sini. Berjanji membeli ini dan itu.</p>
<p>Anda suka kue, kue bolu, atau apa saja, asal kue. Juga kacang goreng. Ketupat jangan disebut lagi, kalua ada.<br />
Pada pagi buta, itu Anda telah bangun. Mandi, berdandan, bersolek, lalu pergi shalat Idul Firi. Shalatnya tak penting benar, juga tidak kutbahnya. Yang penting, salam-salaman itu. Lalu pulang, kemudian bermain. Konvoi hilir mudik seharian. Siang atau sore sudah kelelahan, tidur. Senja mandi, lalu sampai malam main lagi.</p>
<p>Anak-anak di Ranah Minang, seharian lebaran itu, adalah bunga kehidupan. Merekalah yang hilir mudik di jalan desa. Mereka yang bermain. Mereka pula yang menjadi makhota rumah tangga hari itu. Saku penuh uang, uang dibelanjakan.</p>
<figure id="attachment_9346" aria-describedby="caption-attachment-9346" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-9346" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2016-08-11-02-38-15-anak.jpg" alt="" width="720" height="470" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2016-08-11-02-38-15-anak.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2016-08-11-02-38-15-anak-300x196.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2016-08-11-02-38-15-anak-768x501.jpg 768w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-9346" class="wp-caption-text">Ilustrasi anak-anak (net)</figcaption></figure>
<p>Kalau di padang, pergi menambang dari rumah ke rumah, dapat uang jajan, dikumpul lalu nanti dibelikan sesuatu.<br />
Anda punya kisah, silahkan tulis di komentar. Pasti tak panjang-panjang, karena sudah lupa-lupa ingat. Hayo. <b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-kisah-lebaran-di-ranah-minang-1/">Kisah-kisah Lebaran di Ranah Minang (1) : Story Kanak-kanak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/73 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:57:35 by W3 Total Cache
-->