<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#keramba Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/keramba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/keramba/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2020 23:26:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#keramba Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/keramba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekitar 200 Petak KJA Alami Kematian Ikan Di Muaro Pauh Sungai Batang, Ratusan Juta Petani Merugi</title>
		<link>https://prokabar.com/sekitar-200-petak-kja-alami-kematian-ikan-di-muaro-pauh-sungai-batang-ratusan-juta-petani-merugi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2020 23:26:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Setelah Duo Koto, Bayur dan Maninjau, kini giliran Nagari Sungai Batang terkena kematian massal ikan Keramba jaring apung (KJA), Rabu (26/2)....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekitar-200-petak-kja-alami-kematian-ikan-di-muaro-pauh-sungai-batang-ratusan-juta-petani-merugi/">Sekitar 200 Petak KJA Alami Kematian Ikan Di Muaro Pauh Sungai Batang, Ratusan Juta Petani Merugi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Setelah Duo Koto, Bayur dan Maninjau, kini giliran Nagari Sungai Batang terkena kematian massal ikan Keramba jaring apung (KJA), Rabu (26/2). Kejadian sudah berlangsung dua hari ini, dan membunuh sekitar puluhan ton ikan di sekitar 200 petak KJA.</p>
<p>Selain di Jorong Kubu, kerugian terparah berada di Tapian Muaro Pauah, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Bencana tubo belerang di Danau Maninjau tersebut membuat duka dan kerugian ratusan juta rupiah petani keramba tersebut.</p>
<p>Fauzi salah seorang petani mengatakan kejadian berlangsung sejak selasa malam (25/2), namun belum terlalu banyak ikan yang mati. Namun Rabu pagi (26/2), dua petak ikan miliknya sudah mengapung.</p>
<p>&#8220;Kerugian terbanyak dialami Pak Asnal, salah satu pemilik KJA di Muaro Pauah. Sementara, pemilik lainnya rata-rata dua petak KJA. Meski demikian, kerugian dialami petani secara keseluruhan mencapai ratusan juta rupiah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Bencana tersebut masih diakibatkan kondisi angin darek atau angin kencang dari arah timur. Gelombang atau riak air danau semakin kuat dan membuat tubo belerang terus berputar mengelilingi danau.</p>
<p>Sementara itu, Fuadi salah satu peternak bibit ikan membenarkan kejadian tersebut. Berita duka dialami kampung halamanya. Perekonomian masyarakat sangat bergantung pada keramba jaring apung. Hampir 80 persen perekonomian masyarakat hidup melalui keramba tersebut.</p>
<p>&#8220;Jika keramba ini terganggu, maka akan berdampak buruk pada sektor perekonomian lainnya. Karena perputaran keuangan masyarakat, hanya bergantung pada keramba jaring apung ini. Dari sektor pertanian dan lainnya, hanya sekitar 20 persen saja,&#8221; pungkas Fuadi. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekitar-200-petak-kja-alami-kematian-ikan-di-muaro-pauh-sungai-batang-ratusan-juta-petani-merugi/">Sekitar 200 Petak KJA Alami Kematian Ikan Di Muaro Pauh Sungai Batang, Ratusan Juta Petani Merugi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengusaha KJA Bersekukuh Tolak Pengurangan Keramba Di Danau Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/pengusaha-kja-bersekukuh-tolak-pengurangan-keramba-di-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 17:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#kja]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Penolakan pengurangan keramba jaring apung (KJA) secara lantang dikemukakan puluhan pengusaha saat pertemuan kedua kalinya bersama Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengusaha-kja-bersekukuh-tolak-pengurangan-keramba-di-danau-maninjau/">Pengusaha KJA Bersekukuh Tolak Pengurangan Keramba Di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar —</strong> Penolakan pengurangan keramba jaring apung (KJA) secara lantang dikemukakan puluhan pengusaha saat pertemuan kedua kalinya bersama Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam dan Kodim 0304 Agam di Kantor Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (22/10). Hampir 90 orang pengusaha yang hadir melebihi pertemuan pertama, Senin (22/10) yang hanya mencapai 70 orang.</p>
<p>&#8220;Saya atas pribadi sekaligus sebagai Walinagari Koto Malintang yang juga pengusaha memiliki keramba. Mewakili masyarakat Koto Malintang secara tegas menolak pengurangan keramba ini,&#8221; ungkap Naziruddin Dt. Palimo Tuo saat mengemukakan pendapatnya dihadapan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto, Camat Tanjung Raya, Koramil 03 dan Kapolsek, Selasa, (22/10).</p>
<p>Penolakan tersebut beruntun disusul pengusaha lainnya, berkesempatan hadir sat itu. Mereka menolak pengurangan karena akan berdampak buruk pada perekonomian yang terlanjur bergantung hidup dengan KJA.</p>
<p>&#8220;Kita sudah pernah merasakan ditimpa musibah di saat bencana tubo belerang membunuh ratusan ton ikan KJA. perekonomian masyarakat sempat lumpuh total. Jika memang pemerintah berencana mengalihkan perekonomin ke pertanian atau pariwisata, harus lebih dahulu menunjukan pembuktian peningkatan perekonomian dari sisi itu,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Pemerintah daerah harus lebih intens melakukan sosialisasi ke bawah. Jangan hanya sampai ke tingkat pemerintahan nagari saja. Harus sampai ke tingkat jorong dan pengusaha itu langsung. Artinya, harus sering melakukan sosialisasi,&#8221; lanjut Naziruddin.</p>
<p>Sementara itu, Kepala DPKP Kabupaten Agam, Ermanto dalam pertemuan tersebut menegaskan kegiatan bukan menghabiskan. Melainkan hanya mengurangi jumlah keramba yang sudah over capasitas. Sudah melebihi selayaknya beban massage Danau Maninjau itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Kita hanya berniat untuk menyelamatkan Danau ini. Bukan bermaksut mengganggu kehidupan masyarakat, malah menyelamatkan warisan alam tidak hanya untuk kita sesaat ini saja. Melainkan untuk anak cucu kita yang juga memiliki hak untuk menikmatinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pertemuan tersebut belum mendapat titik temu dan solusi. Posisi masyarakat di atas angin karena lemahnya argumentasi pemerintah daerah dalam data pasti pemilik atau pengusaha KJA itu sendiri. Terutama investor asing dengan jumlah KJA mencapai ratusan petak. &#8220;Kita akan rencanakan kembali langkah-langkah strategis agar program ini dapat berjalan untuk tetap konsisten menyelamatkan Danau Maninjau dari kerusakan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengusaha-kja-bersekukuh-tolak-pengurangan-keramba-di-danau-maninjau/">Pengusaha KJA Bersekukuh Tolak Pengurangan Keramba Di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kodim 0304 Agam Mulai Bantu Masyarakat Tertibkan KJA di Danau Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/kodim-0304-agam-mulai-bantu-masyarakat-tertipkan-kja-di-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2019 02:12:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar – Dandim 0304 Agam, Letkol Inf. Victor Andhyka Tjokro memulai aksi penertipan dan pembersihan keramba jaring apung di Selingkar Danau Maninjau, Senin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kodim-0304-agam-mulai-bantu-masyarakat-tertipkan-kja-di-danau-maninjau/">Kodim 0304 Agam Mulai Bantu Masyarakat Tertibkan KJA di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar –</strong> Dandim 0304 Agam, Letkol Inf. Victor Andhyka Tjokro memulai aksi penertipan dan pembersihan keramba jaring apung di Selingkar Danau Maninjau, Senin (23/9) kemarin. Setelah melakukan kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Agam, simulasi menjadi langkah awal mengukur kekuatan dan teknik pengangkatan KJA atau keramba jaring apung yang akan diangkat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kemarin, kita Kodim 0304 Agam beserta stakeholder, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Pemerintah Kenagarian Sungai Batang melaksanakan simulasi pengangkatan keramba jaring aping di Danau Maninjau. Kita bekerjasama untuk melakukan penataan sebagai dampak buruk dari over kapasitas keramba dan merusak danau,” ungkap Dandim 0304 Agam tersebut, Selasa (24/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini, keramba jaring apung saat ini sudah mencapai 17 ribu unit KJA. Sementara kapasitas daya tampung danau untuk KJA hanya 6 ribu unit. “Karena dampak lingkungannya sangat besar. Dimana hasil KJA tersebut pelet makanan ikan itu, mengendap di bawah dasar danau. Menyebabkan polusi dna mencemari air danau, ditambah bau busuk ke permukaan. Kondisi itu memicu tuba atau tubo belerang dan ikan banyak yang mati karena kehabisan oksigen,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sehingga pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Agam melakukan pengangkatan dan diawali simulasi. Sehingga bisa menghitung kekuatan dan jumlah keramba yang dapat diangkat dari permukaan Danau Maninjau. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Personil yang kita persiapkan tergantung simulasi hari ini. Berapa kekuatan kita dan berapa KJA yang terangkat nantinya. Yang pasti, personil kita siapkan. Personil tidak hanya dari Kodim 0304 Agam saja, tetapi juga ada dari Batalion 131 Payakumbuh, Tenaga Medis atau Kesehatan dan Paldam,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">KJA ternyata terdapat dua jenis bentuk fisik, pertama terbuat dari kayu dan ada juga terbuat dari besi. Hal ini kita melibatkan Paldam yakni Pasukan khusus untuk Peralatan yang dapat memotong-motong besi KJA tersebut. “Personil kita siap berapa yang akan dibutuhkan dan dapat kita angkat semaksimal mungkin. Untuk waktu, kita tidak ditargetkan atau dipatok secara pasti, namun setelah penghitungan nanti kita bisa tau, sekitar 2 atau 3 bulan kedepan, KJA dapat kita tuntaskan,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kodim-0304-agam-mulai-bantu-masyarakat-tertipkan-kja-di-danau-maninjau/">Kodim 0304 Agam Mulai Bantu Masyarakat Tertibkan KJA di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Satgas Save Maninjau Bongkar 24 Petak Keramba Dari Danau Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/tim-satgas-save-maninjau-bongkar-24-petak-keramba-dari-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 13:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Tim Satuan Petugas Save Maninjau dipimpin AW. Datuak Palimo kembali membongkar dan mengeluarkan keramba jaring apung di Tepian panyinggahan, Jorong Kubu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-satgas-save-maninjau-bongkar-24-petak-keramba-dari-danau-maninjau/">Tim Satgas Save Maninjau Bongkar 24 Petak Keramba Dari Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar —</strong> Tim Satuan Petugas Save Maninjau dipimpin AW. Datuak Palimo kembali membongkar dan mengeluarkan keramba jaring apung di Tepian panyinggahan, Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu (14/9). Sebanyak 24 unit dari satu pemilik dikeluarkan dari danau dengan memakan waktu 1 minggu.</p>
<p>“Ini mengeluarkan keramba sekitar 1 minggu dengan jumlah personil 6 unit dengan 24 petak keramba jaring apung. Cukup lama dikarenakan drumnya sudah banyak yang lepas sehingga besi bingkai menjadi mandep ke dasar danau,” ungkap AW. Datuak Palimo kepada Prokabar.com usai istirahat di sebuah dermaga.</p>
<p>Sebelumnya mereka sudah pernah membongkar keramba jaring apung terbuat dari besi, namun tidak separah kondisi saat ini. “Untuk menarik ke tepi saja membutuhkan waktu 3 hari, sedangkan jarak keramba ke tepi mencapai 200 meter,” terangnya.</p>
<p>Pembongkaran keramba sesuai permintaan pemilik keramba sendiri. “Jadi, kita dibantu langsung pemilik keramba sehingga memudahkan kerja kita. Dan kami berharap, masyarakat selingkar Danau Maninjau untuk bisa bekerja sama dengan kita. Sehingga danau kita dapat kembali bersih sedia kala. Terutama adanya keramba yang tidak lagi beroperasi, untuk bisa dibersihkan ke tepi danau,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-satgas-save-maninjau-bongkar-24-petak-keramba-dari-danau-maninjau/">Tim Satgas Save Maninjau Bongkar 24 Petak Keramba Dari Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perda Rampung, Pemprov Sumbar Segera Razia Keramba dan Bagan di Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/perda-rampung-pemprov-sumbar-segera-razia-keramba-dan-bagan-di-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2019 08:30:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bagan]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama tim gabungan akan segera merazia bagan dan keramba di Danau Singkarak karena dasar hukum Peraturan Daerah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perda-rampung-pemprov-sumbar-segera-razia-keramba-dan-bagan-di-danau-singkarak/">Perda Rampung, Pemprov Sumbar Segera Razia Keramba dan Bagan di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama tim gabungan akan segera merazia bagan dan keramba di Danau Singkarak karena dasar hukum Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTRKSP) telah selesai diketok palu.</p>
<p>&#8220;Dasar hukumnya sudah ada. Jumat depan kita undang semua untuk sosialisasi, setelah itu kita lakukan razia,&#8221; kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri, Selasa.</p>
<p>Menurutnya ada sekitar 100-an bagan dan sekitar 11 keramba beroperasi di Danau Singkarak yang terbagi dalam daerah administrasi dua kabupaten yaitu Tanah Datar dan Solok.</p>
<p>Akibat alat tangkap ilegal itu, populasi ikan endemik Danau Singkarak, bilih, berkurang drastis hingga 80 persen hingga nelayan tradisional yang menangkap dengan sampan menjadi kesulitan mendapat ikan.</p>
<p>Jika kondisi itu terus dibiarkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama populasi ikan bilih di Singkarak akan punah.</p>
<p>Yosmeri mengatakan tokoh masyarakat di Solok maupun Tanah Datar sangat mendukung penertiban bagan dan keramba itu. Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Kepolisian, dan Wali Nagari setempat juga siap untuk membantu proses penertiban.</p>
<p>&#8220;Masyarakat mendukung karena ini untuk kepentingan bersama. Tinggal para pemilik bagan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya penertiban bagan dan keramba di Singkarak pernah dilakukan tetapi mendapatkan perlawanan dari pemilik bagan sehingga prosesnya ditangguhkan sementara.</p>
<p>Namun ke depan, dengan adanya Perda sebagai dasar hukum, penertiban akan dilakukan kembali dan tidak akan ada penangguhan lagi. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perda-rampung-pemprov-sumbar-segera-razia-keramba-dan-bagan-di-danau-singkarak/">Perda Rampung, Pemprov Sumbar Segera Razia Keramba dan Bagan di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tanggapan Masyarakat Danau Maninjau Terkait Rencana Penertipan KJA</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-tanggapan-masyarakat-danau-maninjau-terkait-rencana-penertipan-kja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 14:05:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Masyarakat Danau Maninjau terutama pemilik dan pengelola keramba jaring apung mengalami keresahan akibat informasi adanya rencana pemerintah daerah melakukan penertipan di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tanggapan-masyarakat-danau-maninjau-terkait-rencana-penertipan-kja/">Ini Tanggapan Masyarakat Danau Maninjau Terkait Rencana Penertipan KJA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar —</strong> Masyarakat Danau Maninjau terutama pemilik dan pengelola keramba jaring apung mengalami keresahan akibat informasi adanya rencana pemerintah daerah melakukan penertipan di September 2019 mendatang. Informasi yang diperoleh dari berbagai berita sudah merebak ke seluruh lapisan masyarakat, namun belum mendapat penjelasan pasti dari Pemerintah kabupaten Agam sendiri.</p>
<p>Ketua Kerapatan Adat Nagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo, mengatakan hampir sebagian masyarakat Kecamatan Tanjung Raya saat ini, bergantung hidup pada Danau Maninjau. Dan adanya berita dari media masa tentang penertipan dan pengelolaan, sempat membuat gejolak dan asumsi negarif dari kalangan masyarakat “ Semestinya Pemerintah kalau ingin melakukan kegiatan di danau, terutama terkait penataan atau mengatur keramba, sebaiknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat maupun ke pelaku-pelaku usaha,” katanya.</p>
<p>Kita berharap lanjutnya, dengan sosialisasi masyarakat bisa memahami dan tidak ada kesalahpahaman terhadap rencana pemerintah dengan pelaku usaha. Sehingga gejolak negatif dapat terhindari. “Dengan demikian, peranan pemerintah sebagai pengayom masyarakat benar-benar dapat dirasakan,” terangnya.</p>
<p>Ia melanjutkan kebutuhan masyarakat terhadap keramba cukup tinggi. “Untuk persentase angka jumlah keramba, saya tidak terlalu jelas, tetapi cukup terasa waktu dulu itu mendapat musibah tubo. Nyata ekonomi itu tidak berjalan. Walau warung banyak tetapi tidak berjalan, tidak ada jual beli. Sementara pada setiap orang tua dengan anak-anak juga membutuhkan biaya pendidikan yang cukup tinggi,” ulasnya.</p>
<p>Oleh karena itu, apapun yang dilakukan pemerintah, kita berharap cukup bijaksanalah melakukan kegiatan penertipan, untuk kebersihan danau. “Kita sangat setuju sangat danau ini dibersihkan, danau ini kembali jernis kita setuju. Masyarakat tetntu ingin seperti itu. Namun yang diharapkan masyarakat disamping penertipan ini ada jalan keluarnya. Ada pemikiran dari pemerintah, tanpa itu gejola pasti ada,”ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ermanto, Kepada Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam menjelaskan sosialisasi memang sudah dirancang dan segera dilakukan. Sebelum melakukan penertipan KJA, tatap muka dengan wali nagari, wali jorong dan tokoh masyarakat harus dilakukan terlebih dulu. “Ya, rencana kita melakukan penertipan KJA Danau Maninjau, untuk tahun ini kita fokus pada keramba milik pengusaha luar. Untuk pengusaha dala, lebih dari 50 sampai ratusan, itu juga ada persentase yang diberikan, bahwasanya harus dikurangi sesuai yang kita harapkan nantinya,” Ungkap Ermanto.</p>
<p>Rencana penertipan, bekerjasama dengan TNI melalui Korem 032 Padang dan Kodim 0304 Agam. “Setelah ini kita akan rapatkan dulu dengan walinagari, wali jorong dan pemuka masyarakat di Kantor Camat. Kita duduk bersama dulu dan akan minta pendapatnya, bahwasanya penertipan tidak pada anak nagari tapi fokus pada pengusaha-pengusaha besar. Disusul sosialisasi dari TNI,” terangnya.</p>
<p>Ia berharap agar tidak ada gejolak nantinya di masyarakat bahwasanya pemerintah daerah bukan menghabiskan tapi mengatur, bahwa danau sudah tercemar. Jangan ditambah lagi keramba keramba baru. Kita harus kontrol dan tertipkan sehingga pariwisata bisa tumbuh berkembang, hidup dengan alam bersih dan tenang. “Jika danau sudah bersih, kita harapkan pariwisata bisa tumbuh. Dan KJA kita tetap pertahan sesuai perda kita dengan jumlah 6000 unit KJA,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam tersebut.</p>
<p>Setelah keluar aturan Tata Ruang dan Tata Kelola Danau Maninjau, Pemerintah Daerah Kabupaten Agam bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat kembali mengatur sesuai pembagian pengelolaan keramba, sesuai daerah dan panjang tapian. “Jadi, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing bila ada provokasi atau isu tidak benar. Kita tidak membongkar habis, melainkan mengatur dan menertipkan. Kita juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki keramba usang dan tidak terpakai lagi, tolong dipingirkan dan dikeluarkan dari danau. Sehingga tidak berdampak buruk pada lingkungan,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tanggapan-masyarakat-danau-maninjau-terkait-rencana-penertipan-kja/">Ini Tanggapan Masyarakat Danau Maninjau Terkait Rencana Penertipan KJA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>35 Unit KJA Di Danau Maninjau Akan Dibongkar</title>
		<link>https://prokabar.com/35-unit-kja-akan-dibongkar-di-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 10:50:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Agam melakukan aksi gabungan melakukan pembersihan dan pembongkaran 35 unit Keramba Jaring Apung (KJA) di 3 titik di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/35-unit-kja-akan-dibongkar-di-danau-maninjau/">35 Unit KJA Di Danau Maninjau Akan Dibongkar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung Raya, Prokabar –</strong> Pemerintah Kabupaten Agam melakukan aksi gabungan melakukan pembersihan dan pembongkaran 35 unit Keramba Jaring Apung (KJA) di 3 titik di Danau Maninjau, Akhir pekan ini. Aksi tersebut telah terprogram dan berlangsung secara berkelanjutan sejak dua tahun belakangan ini.</p>
<p>Tiga titik pelaksanaan pembersihkan dilakukan Di Nagari Duo Koto, Koto Kaciak dan Koto Malintang. Khusus di Nagari Koto Kaciak dan Duo Koto, melakukan pembersihan tanaman eceng gondok, yang sudah mengganggu keindahan dan aktivitas masyarakat nelayan. Sementara itu, di Jorong Rambai, Nagari Koto Malintang direncanakan akan membongkar beberapa unit keramba jaring apung atau KJA.</p>
<p>“Minggu ini, kita akan targetkan membongkar 35 unit KJA. Ini adalah salah satu dari sepuluh program untuk mensukseskan Progarm Save Danau Maninjau,” ungkap Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, sekaligus Ketua Tim Save Danau Maninjau.</p>
<p>Ia melanjutkan selain KJA, penetapan zonasi juga bagian prioritas dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat saat ini. setelah beberapakali melakukan rapat koordinasi pengelolaan konservasi Danau Maninjau, Tim telah terbentuk dan sedang dan akan terus mempercepat proses zonasi. Berharap pemerintah pusat dapat mengkucurkan anggaran guna penyelamatan Danau Maninjau.</p>
<p>Selain itu, peralihan ekonomi masyarakat yang membludaknya budi daya ikan yang melebihi beban tamping Danau juga tengah dilakukan. “Dahulunya, masyarakat Danau Maninjau terkenal dengan Petani Cengkeh dan Pala. Dan kita sudah melakukan giat penanaman tanaman itu, dan ditargetkan 3 tahun kedepat, masyarakat sudah menikmati hasilnya,”</p>
<p>Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi sekalihus Ketua Pelaksana Penggerak Pembersihan dan Save Danau Maninjau menambahkan, aksi pembersihan dilaksanakan sekali dalam seminggu. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Lingkungan Hidup telah membentuk Petugas Save Maninjau. Mereka sekitar 10 orang, setiap hari bekerja untuk membersihkan Danau Maninjau. Mulai dari pembersihan sampah, eceng gondok hingga KJA using.</p>
<p>“Kita berharap kepedulian seluruh OPD Pemerintahan tingkat daerah hingga seluruh komponen masyarakat, dapat terus peduli kelangsungan kelestarian Danau Maninjau. Penyelamatan disertai aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Pengendalian dengan pengurangan KJA harus dilakukan, bila ingin Danau ini dapat bersih dan hancur nantinya,” pungkas Handria Asmi. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/35-unit-kja-akan-dibongkar-di-danau-maninjau/">35 Unit KJA Di Danau Maninjau Akan Dibongkar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/122 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:46:51 by W3 Total Cache
-->