<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Kemerdekaan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kemerdekaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kemerdekaan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Aug 2025 09:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Kemerdekaan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kemerdekaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Wae Rebo ke Istana: Tabola-Bale, Politik Akulturasi, dan Kemerdekaan</title>
		<link>https://prokabar.com/dari-wae-rebo-ke-istana-tabola-bale-politik-akulturasi-dan-kemerdekaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 09:50:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#HUTRI80]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[#tabolabale]]></category>
		<category><![CDATA[#Waerebo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=128634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Revdi Iwan Syahputra Tabola-Bale yang mengguncang Istana Merdeka pada perayaan HUT ke-80 RI bukan sekadar penutup acara. Lagu rancak yang memadukan dialek Indonesia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dari-wae-rebo-ke-istana-tabola-bale-politik-akulturasi-dan-kemerdekaan/">Dari Wae Rebo ke Istana: Tabola-Bale, Politik Akulturasi, dan Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh: Revdi Iwan Syahputra</strong></em></p>
<p>Tabola-Bale yang mengguncang Istana Merdeka pada perayaan HUT ke-80 RI bukan sekadar penutup acara. Lagu rancak yang memadukan dialek Indonesia Timur dengan bahasa Minangkabau, dinyanyikan Silet Open Up dan Diva Aurel, menjadi simbol politik kebudayaan. Presiden Prabowo Subianto berhasil menarik akulturasi ke ruang negara, menjadikannya bukan sekadar hiburan, melainkan pesan politik. Inilah seni yang masuk ke jantung kekuasaan.</p>
<p>Ingatan saya langsung terlempar pada perjalanan 17–19 Agustus 2019 lalu ke Wae Rebo. Bersama kawan-kawan—Firdaus Abi, Adrian Tuswandi, Nofal Wiska, Defri Mulyadi, Agusmardi—kami menempuh perjalanan panjang yang difasilitasi sahabat kami, Febby Dt Bangso. Dari Labuan Bajo menuju Lembor, kami singgah di pantai Nang Lili dan Pulau Molas, sebelum akhirnya tiba di Desa Denge, pintu masuk menuju negeri di atas awan.</p>
<p>Kami bermalam di rumah Blasius, seorang guru sekaligus tokoh adat yang ramah. Malam itu listrik padam tepat pukul 22.00, sinyal telepon nihil, hanya suara jangkrik menemani. Percakapan ringan mencairkan suasana. Adrian berkelakar soal istrinya yang tak bisa dihubungi karena ponselnya tak berguna. Tawa kami pecah, ditemani aroma kopi Arabika yang baru diseduh.</p>
<p>Keesokan harinya, perjalanan sesungguhnya dimulai. Jalan setapak menanjak dengan kemiringan tajam, licin karena sisa hujan malam sebelumnya. Kabut tebal menutup pandangan, membuat kami seakan masuk ke dunia lain. Sesekali suara burung dan gesekan dedaunan menjadi irama alam yang menuntun langkah. Nafas terengah, kaki gemetar, tapi ada energi aneh yang membuat kami terus mendaki. “Ini bukan sekadar jalan kaki, ini ziarah budaya,” batin saya.</p>
<p>Dan ketika kabut tersibak, tujuh rumah adat berbentuk kerucut—Mbaru Niang—tampak berdiri megah di lembah. Semua lelah sirna. Ada rasa haru, ada rasa pulang. Blasius kemudian bercerita bahwa leluhur Wae Rebo berasal dari Minangkabau, dipimpin oleh Empo Maro yang berlayar ribuan tahun lalu sebelum menetap di Flores. “Kita ini sebenarnya saudara,” ujarnya. Saya merinding mendengarnya.</p>
<p>Wae Rebo adalah bukti hidup bahwa akulturasi adalah DNA bangsa ini. Seperti Tabola-Bale yang memadukan Timur dan Minang di panggung Istana, Wae Rebo menunjukkan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan.</p>
<p>Dari perspektif sosiologi politik, langkah Presiden Prabowo menampilkan Tabola-Bale adalah upaya membangun legitimasi politik melalui simbol budaya. Ia memahami bahwa politik Indonesia pasca-reformasi kerap terjebak dalam sekat identitas, dari agama hingga etnisitas. Dalam ruang publik yang retak oleh polarisasi, simbol persatuan sulit ditemukan. Di titik inilah seni dan budaya menjadi strategi politik—lebih kuat dari jargon partai, lebih tulus dari pidato kampanye.</p>
<p>Tabola-Bale menghadirkan pesan: bangsa ini besar karena keberagaman yang tidak disembunyikan, tetapi dirayakan. Politik kebudayaan yang ditarik ke Istana adalah bentuk rekonsiliasi simbolik. Presiden Prabowo seakan berkata, “Kalau rakyat bisa menari bersama, maka elite pun seharusnya bisa duduk bersama.”</p>
<p>Namun, tentu kita perlu kritis. Politik akulturasi di Istana tidak boleh berhenti pada simbol. Ia harus mewujud dalam kebijakan: pendidikan yang menghargai keragaman lokal, pembangunan yang tidak menyingkirkan adat, serta distribusi ekonomi yang tidak memarjinalkan daerah pinggiran. Jika hanya berhenti di panggung, Tabola-Bale tak lebih dari kosmetik kekuasaan. Tapi jika dijadikan paradigma, ia bisa mengubah politik identitas menjadi politik peradaban.</p>
<p>Dari rumah adat di puncak Manggarai hingga Tabola-Bale di Istana, pesan itu sama: Indonesia adalah mosaik panjang perjumpaan budaya. Kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan, melainkan juga bebas dari politik yang membelah. Kini tinggal bagaimana Presiden Prabowo membuktikan bahwa simbol persatuan itu bukan sekadar tarian di hari kemerdekaan, tetapi arah politik bangsa lima tahun ke depan.(*)</p>
<p>#Penulis adalah Jurnalis Pemegang Kompetensi Utama, Pemred Rakyat Sumbar, dan mantan Pemred media arus utama di Sumatera Barat.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dari-wae-rebo-ke-istana-tabola-bale-politik-akulturasi-dan-kemerdekaan/">Dari Wae Rebo ke Istana: Tabola-Bale, Politik Akulturasi, dan Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hut Kemerdekaan RI Akan Berlangsung Meriah namun Sesuai Protokol Kesehatan</title>
		<link>https://prokabar.com/peringatan-hut-kemerdekaan-ri-akan-berlangsung-meriah-namun-sesuai-protokol-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 01:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hutri]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemerdekaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap berlangsung hikmat dengan segala kemeriahannya namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peringatan-hut-kemerdekaan-ri-akan-berlangsung-meriah-namun-sesuai-protokol-kesehatan/">Peringatan Hut Kemerdekaan RI Akan Berlangsung Meriah namun Sesuai Protokol Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap berlangsung hikmat dengan segala kemeriahannya namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19 dengan lebih banyak menitikberatkan pada aktivitas-aktivitas virtual.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, dalam keterangan kepada pers di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin, (6/7).</p>
<p data-reader-unique-id="7">“Perayaan hari ulang tahun ke-75 Republik Indonesia ini tetap harus hikmat, mensyukuri nikmat kemerdekaan. Namun, kita lakukan secara sederhana dengan kemeriahan yang tetap, antusiasme masyarakat yang tetap tinggi, kreativitas dan inovasi juga tetap, hanya saja sesuai dengan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Mensesneg sekaligus mengajak masyarakat untuk mulai memeriahkan suasana HUT RI tersebut sejak bulan Juli ini. Pratikno mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memasang logo dan tema HUT RI di jalan-jalan, tempat-tempat umum, sarana prasarana transportasi, dan berbagai saluran media. Kemeriahan tersebut akan semakin disemarakkan pada bulan Agustus atau bulan kemerdekaan dengan pemasangan bendera merah putih di berbagai tempat.</p>
<p data-reader-unique-id="9">“Jadi tanggal 1 Juli 2020 ini kita maju satu bulan dibanding tahun lalu,” tuturnya.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Pratikno menegaskan bahwa upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap digelar. Namun, untuk mematuhi protokol kesehatan, peringatan tersebut akan dihadiri secara terbatas.</p>
<p data-reader-unique-id="11">“Kami perlu sampaikan bahwa upacara tentu saja tetap dilaksanakan secara khidmat, tetapi dengan peserta yang terbatas. Semua komponen yang terlibat dalam upacara hadir di situ, termasuk misalnya paskibraka akan hadir, tetapi dalam jumlah yang terbatas,” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">“Jadi ini tidak berarti kemudian partisipasi masyarakat menjadi terbatas, tidak. Kami justru mengharapkan sebagaimana edaran yang kami sampaikan bahwa seluruh rakyat Indonesia kami sangat harapkan ikut aktif terlibat dalam upacara tersebut terutama secara virtual,” imbuh Mensesneg.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Nantinya, masyarakat akan dikenalkan kepada sebuah tradisi baru di mana saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat upacara peringatan berlangsung, masyarakat diharapkan menghentikan segala kegiatannya sejenak dan berdiri dengan sikap tegak sambil mengikuti lantunan lagu kebangsaan.</p>
<p data-reader-unique-id="14">“Kemeriahan dan kekhidmatan akan tetap dijaga, keterlibatan masyarakat justru kita maksimalkan di seluruh Indonesia terutama secara virtual,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, menjelaskan secara lebih rinci bahwa dalam upacara peringatan tahun ini, para tamu undangan dipersilakan untuk mengikuti jalannya acara secara virtual. Keputusan ini diambil mengingat suasana pandemi yang tidak memungkinkan untuk menghadirkan masyarakat dan tamu undangan lain dalam jumlah besar serta lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="16">“Kami tidak mengundang masyarakat bahwa kondisi kita paham masih adanya PSBB dan kita utamakan kesehatan masyarakat dan protokol kesehatan,” ucap Heru.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Adapun yang berkaitan dengan tim Paskibraka yang akan bertugas saat upacara berlangsung, telah diputuskan bahwa hanya terdapat tiga orang anggota Paskibraka yang nantinya akan bertugas mengibarkan bendera merah putih di lapangan Istana Merdeka.</p>
<p data-reader-unique-id="18">“Itu akan kami ambil dari Paskibra 2019 yang pada saat itu tidak naik. Ini ada cadangan di 2019 kami ambil untuk di kegiatan Paskibra di 2020. Sehingga kami melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak merekrut di 2020 karena kita sayangi kesehatan dan nyawa masyarakat serta mengutamakan protokol kesehatan yang harus kita junjung tinggi,” tandasnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peringatan-hut-kemerdekaan-ri-akan-berlangsung-meriah-namun-sesuai-protokol-kesehatan/">Peringatan Hut Kemerdekaan RI Akan Berlangsung Meriah namun Sesuai Protokol Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komnas PA Apresiasi Aksi Heroik Joni</title>
		<link>https://prokabar.com/komnas-pa-apresiasi-aksi-heroik-joni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2018 02:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hutri73]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[#komnaspa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16649</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengapresiasi aksi heroik Johannes Adekalla (Joni) yang memanjat tiang untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut saat upacara Hari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/komnas-pa-apresiasi-aksi-heroik-joni/">Komnas PA Apresiasi Aksi Heroik Joni</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengapresiasi aksi heroik Johannes Adekalla (Joni) yang memanjat tiang untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di pos PLBN-RDTL, Atambaua Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/8).</p>
<p>&#8220;Aksi yang dilakukan Djoni menunjukkan kepada dunia martabat bangsa Indonesia,&#8221; kata Arist dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/8).</p>
<p>Menurut Arist, di hadapan negara sahabat Timor Leste dan pejabat tinggi TNI, Joni telah menjadi anak yang heroik, genius dan patut menjadi contoh bagi anak-anak Indonesia lainnya.</p>
<p>Selain itu, tambah Arist, Joni juga dapat menjadi simbol partisipasi hak anak untuk menyuarakan nilai-nilai kebangsaan, kemajemukan, solidaritas serta pluralisme sebagai pejuang anak.</p>
<p>Untuk itu, kata Arist, Komnas PA akan menjadikan Joni sebagai duta patriotisme anak dan penegak nilai-nilai kebangsaan.</p>
<p>Arist menyatakan, bahwa penghargaan tersebut akan diberikan saat malam penganugerahan Komnas Perlindungan Anak Award Oktober 2018.</p>
<p>&#8220;Komnas PA akan memberikan award kepada Joni dalam kategori patriotisme anak Indonesia, dari 10 penerima award lainnya di berbagai kategori,&#8221; jelas Arist. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/komnas-pa-apresiasi-aksi-heroik-joni/">Komnas PA Apresiasi Aksi Heroik Joni</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekretaris Kabinet Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 RI di Lingkungan Lembaga Kepresidenan</title>
		<link>https://prokabar.com/sekretaris-kabinet-pimpin-upacara-peringatan-hut-ke-73-ri-di-lingkungan-lembaga-kepresidenan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2018 06:31:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#dirgahayuindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hutri73]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemerdekaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjadi Inspektur Upacara pada HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (17/8). Upacara ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekretaris-kabinet-pimpin-upacara-peringatan-hut-ke-73-ri-di-lingkungan-lembaga-kepresidenan/">Sekretaris Kabinet Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 RI di Lingkungan Lembaga Kepresidenan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjadi Inspektur Upacara pada HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (17/8). Upacara ini diikuti oleh sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Lembaga Kepresidenan.</p>
<p dir="ltr">Seskab sebagai Inspektur Upacara juga menyerahkan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 65 pejabat/pegawai Setkab atas masa baktinya selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus-menerus.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, diserahkan juga penghargaan Satyalencana Wira Karya kepada 3 pejabat Setkab, salah satu di antaranya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang, Administrasi Farid Utomo.</p>
<p dir="ltr">Yang berbeda dari upacara tahun ini adalah, peserta termasuk juga Inspektur Upacara diwajibkan memakai pakaian adat tradisional dari berbagai macam provinsi di Indonesia. Saat upacara tersebut, Seskab Pramono Anung sendiri memakai pakaian adat dari Sumatra Utara.</p>
<p dir="ltr">Untuk semakin memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI, Kementerian Sekretariat Negara juga mengadakan Lomba Busana Adat Terbaik dengan hadiah 3 buah <em>smartphone</em>. (<b>*/hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekretaris-kabinet-pimpin-upacara-peringatan-hut-ke-73-ri-di-lingkungan-lembaga-kepresidenan/">Sekretaris Kabinet Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 RI di Lingkungan Lembaga Kepresidenan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bendera Merah Putih Raksasa Bakal Berkibar di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/bendera-merah-putih-raksasa-bakal-berkibar-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2018 12:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hutri]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Ekspedisi mengibarkan bendera merah putih ukuran raksasa di Bukit Gadang, Kecamatan Lubuk Sikaping saat HUT RI 17 Agustus mendatang, sah untuk dilakukan....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bendera-merah-putih-raksasa-bakal-berkibar-di-pasaman/">Bendera Merah Putih Raksasa Bakal Berkibar di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Ekspedisi mengibarkan bendera merah putih ukuran raksasa di Bukit Gadang, Kecamatan Lubuk Sikaping saat HUT RI 17 Agustus mendatang, sah untuk dilakukan. Ini buktinya.</p>
<p>Bendera raksasa ukuran 17 x 13 meter itu, telah selesai dijahit. Bahkan telah diserahkan oleh Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama kepada tim ekspedisi, pertanda acara ini pasti untuk diselenggarakan.</p>
<p>&#8220;Secara simbolis, bendera ini diserahkan Wabup Pasaman Atos Pratama kepada tim ekspedisi, pertanda dukungan moril dari Pemkab Pasaman untuk mensukseskan terkibarnya bendera sangsaka ini,&#8221; kata Indral Jarab salah satu anggota Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI (KB-FKKPPI) Pasaman, Senin (13/8).</p>
<p>Diakui Indral, pemasangan yang bakal dilakukan tepat tanggal 17 Agustus itu, diikuti oleh 30 orang anggota tim ekspedisi. Dimana dari anggota Kodim 03/05 Pasaman sebanyak lima personel, serta 14 orang dari komunitas pecinta alam, dan 11 orang dari KB-FKKPPI.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan, acara kita untuk mengibarkan bendera raksasa di lereng Bukit Gadang, di kaki Bukit Barisan yang tepat berada pada sisi timur Kota Lubuk Sikaping ini berjalan lancar. Cukup jauh perjalanannya, untuk itu kami minta doa kepada masyarakat Pasaman agar kegiatan ini sukses. Momen ini bagi kami adalah sebuah pencapaian yang sangat tinggi. Jika kita tidak bisa jadi pahlawan sejati, setidaknya kita bisa menghargai jasa pahlawan kita yg telah gugur,&#8221; tutup Indral. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bendera-merah-putih-raksasa-bakal-berkibar-di-pasaman/">Bendera Merah Putih Raksasa Bakal Berkibar di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/101 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:47:37 by W3 Total Cache
-->