<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kemenperin Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kemenperin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kemenperin/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Oct 2025 12:52:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kemenperin Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kemenperin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenperin Visitasi PT Semen Padang, Finalisasi SNI SEPABLOCK</title>
		<link>https://prokabar.com/kemenperin-visitasi-pt-semen-padang-finalisasi-sni-sepablock/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 12:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#sepablock]]></category>
		<category><![CDATA[#visitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=129581</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar– Upaya memperkuat inovasi dan keberlanjutan di sektor industri semen nasional terus dilakukan. Direktorat Jenderal Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kemenperin-visitasi-pt-semen-padang-finalisasi-sni-sepablock/">Kemenperin Visitasi PT Semen Padang, Finalisasi SNI SEPABLOCK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar–</strong> Upaya memperkuat inovasi dan keberlanjutan di sektor industri semen nasional terus dilakukan. Direktorat Jenderal Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang pada Selasa–Rabu (7–8 Oktober 2025) untuk memfinalisasi rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) bagi bata berbaut dan berlubang, yaitu Bata Interlock Presisi (BIP) atau yang dikenal dengan nama Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK).</p>
<p>Kunjungan kerja tersebut disambut jajaran manajemen PT Semen Padang, antara lain Direktur Operasi Andria Delfa, Tenaga Ahli SEPABLOCK Prof. Jafril Tanjung, Kepala Departemen Produksi BIP, Fery Sarvino, Kepala Bisnis Inkubasi Non Semen (BINS), Ridwan Muchtar, Quality Assurance Officer, Darwas, dan Kepala Unit Produksi BIP &amp; Aplikasi, Yelmi Arya Putra. Dari pihak Kemenperin hadir Ketua Tim Pembinaan Sektor Industri Semen dan Barang dari Semen Regina Anindita, serta Ketua Tim Kerja Pengujian Bahan Teknik dan Standarisasi.</p>
<p>Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menyambut baik agenda visitasi tersebut dan menegaskan bahwa PT Semen Padang siap menjadi pionir dalam penerapan produk hijau di industri semen nasional.<br />
“Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang ingin terus menjadi pelopor inovasi industri yang tidak hanya mengutamakan kualitas, tetapi juga keberlanjutan. Kehadiran standar nasional untuk BIP/SEPABLOCK akan menjadi tonggak penting bagi arah baru industri bahan bangunan Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Andria menambahkan, finalisasi SNI BIP/SEPABLOCK ini menjadi langkah penting dalam mendukung penerapan semen ramah lingkungan dan target Net Zero Emission (NZE).<br />
“Kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip green product ke seluruh lini produksi. Kami ingin memastikan bahwa penggunaan semen ramah lingkungan bukan hanya simbol, tetapi menjadi kekuatan nyata industri nasional dalam menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus berkelanjutan,” katanya.</p>
<p>Kepala Departemen Produksi BIP PT Semen Padang, Fery Sarvino, menjelaskan bahwa visitasi Kemenperin ini merupakan tindak lanjut dari proses panjang penyusunan standar nasional untuk BIP/SEPABLOCK.<br />
“Selama dua hari, kami berdiskusi intens dengan Komisi Teknis Standar Nasional Indonesia untuk menuntaskan seluruh aspek teknis, mulai dari dimensi, bahan baku, proses produksi hingga aspek lingkungan,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Fery, PT Semen Padang telah melalui serangkaian uji coba dan pengujian laboratorium untuk memastikan bahwa SEPABLOCK tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaannya.<br />
“Semua berjalan lancar dan penuh kolaborasi. Setelah ini akan ada jajak pendapat akhir sebelum disahkan menjadi SNI. Kami optimistis, dalam waktu dekat, BIP atau SEPABLOCK dapat digunakan secara luas di seluruh Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Pembinaan Sektor Industri Semen dan Barang dari Semen Kemenperin, Regina Anindita, mengatakan bahwa finalisasi RSNI BIP/SEPABLOCK tidak hanya penting dari sisi standarisasi produk, tetapi juga sejalan dengan roadmap dekarbonisasi industri semen nasional menuju Net Zero Emission 2050.<br />
“Kami ingin memastikan bahwa proses produksi bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang telah mengadopsi prinsip ramah lingkungan. Berdasarkan hasil kunjungan dan pengujian laboratorium, produk ini menggunakan Portland Pozzolana Cement (PCC) yang beremisi rendah,” ungkap Regina.</p>
<p>Ia menilai penggunaan bahan baku ramah lingkungan dalam produksi SEPABLOCK merupakan langkah strategis industri semen nasional untuk menekan emisi karbon tanpa mengorbankan kualitas dan efisiensi.<br />
“Standar nasional yang disusun bukan hanya soal kualitas teknis, tetapi juga arah transformasi industri yang berkelanjutan,” tambahnya.</p>
<p>SEPABLOCK atau Bata Interlock Presisi merupakan inovasi unggulan PT Semen Padang yang dikembangkan untuk mendukung pembangunan berwawasan lingkungan. Dengan sistem interlock, bata ini memiliki presisi tinggi, efisien dalam pemasangan, serta mengurangi kebutuhan mortar atau adukan semen sehingga lebih hemat energi dan material.</p>
<p>Sejak 2019, BINS PT Semen Padang bersama akademisi dan praktisi telah mengembangkan SEPABLOCK. Tenaga Ahli SEPABLOCK Prof. Jafril Tanjung menjelaskan, produk ini memiliki keunggulan signifikan dibandingkan material konvensional.<br />
“Penggunaan SEPABLOCK dapat menghemat biaya hingga 10 persen dibanding material lain. Penghematan ini terjadi karena kolom dan balok dinding dibangun bersamaan dengan dinding, tanpa perlu plester atau aci. Proses pembangunan juga lebih cepat, sekitar tiga minggu,” jelasnya.</p>
<p>Prof. Jafril menambahkan, SEPABLOCK diproduksi tanpa proses pembakaran dan tanpa pengecoran, sehingga lebih ramah lingkungan. Produk ini juga telah lolos cyclic atau lateral load test dari Kementerian PUPR yang membuktikan ketahanannya terhadap guncangan gempa.<br />
“Rongga pada bata berfungsi ganda, membantu meredam panas agar ruangan lebih sejuk serta menjaga kontrol mutu. Workshop ini penting agar regulator memahami SEPABLOCK dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, aplikasi hingga hasil akhirnya,” ujarnya.</p>
<p>Inovasi SEPABLOCK yang dikembangkan PT Semen Padang juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendorong transformasi ekonomi hijau dan peningkatan daya saing industri nasional. Melalui pengembangan produk ramah lingkungan dan efisien energi, PT Semen Padang menunjukkan komitmen nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kemenperin-visitasi-pt-semen-padang-finalisasi-sni-sepablock/">Kemenperin Visitasi PT Semen Padang, Finalisasi SNI SEPABLOCK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Perindustrian: Pendidikan Vokasi Kunci Menuju Lima Besar Ekonomi Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/menteri-perindustrian-pendidikan-vokasi-kunci-menuju-lima-besar-ekonomi-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 00:49:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#BPSDMI]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#vokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar&#8211; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kemajuan industri dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menteri-perindustrian-pendidikan-vokasi-kunci-menuju-lima-besar-ekonomi-dunia/">Menteri Perindustrian: Pendidikan Vokasi Kunci Menuju Lima Besar Ekonomi Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, <a href="http://Prokabar.com">Prokabar</a>&#8211;</strong> Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kemajuan industri dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai lima besar kekuatan ekonomi dunia.</p>
<p>Hal ini disampaikannya dalam seminar &#8220;Sawit Generasi Emas: Membangun Masa Depan Berkelanjutan&#8221; yang diadakan dalam rangka ulang tahun emas Politeknik ATI Padang, Selasa (21/5/2024).</p>
<p>&#8220;Kemajuan industri tidak bisa dilepaskan dengan pengembangan pendidikan vokasi untuk mempersiapkan SDM sebagai tenaga kerja dan pelaku industri itu sendiri. Strategi mencapai kemajuan industri tentu dengan menghadirkan SDM berkualitas melalui pendidikan vokasi yang berkualitas,&#8221; ujar Agus Gumiwang.</p>
<p>Menperin juga mengapresiasi digelarnya seminar bertajuk Sawit Generasi Emas ini. Menurutnya, seminar ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan vokasi dalam membangun industri yang kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, yang juga hadir dalam seminar tersebut, mengatakan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan SDM untuk mendukung kemajuan industri di Indonesia.</p>
<p>BPSDMI menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai &#8220;High Income Country&#8221; di antaranya menyediakan dan mengembangkan program pendidikan dan pelatihan sesuai kurikulum dan kebutuhan industri.</p>
<p>&#8220;Tentu SDM menjadi fokus utama kami. BPSDMI melalui sekolah seperti SMK atau Politeknik terus berusaha menyediakan dan mengembangkan program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kurikulum guna memberikan lulusan terbaik yang kompeten dan tentu berdaya saing global,&#8221; ujar Masrokhan.</p>
<p>Masrokhan menambahkan bahwa BPSDMI juga berupaya memperkenalkan sekolah Kemenperin lebih luas dan meningkatkan minat masyarakat untuk bisa berpartisipasi langsung ke dunia industri di Indonesia. Hal ini terbukti dengan animo pendaftar di sekolah Kemenperin yang sudah mencapai 1:3.</p>
<p>&#8220;Saya terus mendorong untuk bisa mencapai 1:10,&#8221; ungkap Masrokhan.</p>
<p>Seminar dan Industrial Vocational Fair, bazaar dan temu industri yang dilaksanakan Politeknik ATI Padang mendapat apresiasi dari Masrokhan. Dia menilai rangkaian acara tersebut sangat baik dilihat dari antusias pengunjung dan peserta.</p>
<p>&#8220;Seminar dan pameran ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kolaborasi antara industri, pendidikan, dan pemerintah dalam membangun industri yang kuat dan berkelanjutan,&#8221; kata Masrokhan.</p>
<p>Seminar ini dihadiri oleh Direktur Politeknik ATI Padang, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, serta mitra-mitra industri. Setelah menghadiri seminar, Kepala BPSDMI menyempatkan mengunjungi stan-stan pameran dan Bazaar. <strong>(*/rel)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menteri-perindustrian-pendidikan-vokasi-kunci-menuju-lima-besar-ekonomi-dunia/">Menteri Perindustrian: Pendidikan Vokasi Kunci Menuju Lima Besar Ekonomi Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menperin Bangun Semangat Siswa dan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan</title>
		<link>https://prokabar.com/menperin-bangun-semangat-siswa-dan-mahasiswa-jadi-agen-perubahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 04:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#smakpa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Hal tersebut menjadi kekuatan di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menperin-bangun-semangat-siswa-dan-mahasiswa-jadi-agen-perubahan/">Menperin Bangun Semangat Siswa dan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang.</p>
<p>Hal tersebut menjadi kekuatan di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi mencapai 67.5% dari total jumlah penduduk Indonesia.</p>
<p>Bonus Demografi ini tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia, untuk menciptakan kesempatan kerja dan membangun daya saing SDM.</p>
<p>Menperin Agus Gumiwang pada kunjungannya di Kota Padang dalam acara kuliah umum bersama para mahasiswa dan siswa sekolah Kemenperin di Politeknik ATI Padang menyampaikan, sebagai upaya mendukung SDM industri yang kompeten, Kementerian Perindustrian saat ini telah menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana.</p>
<p>&#8220;Melalui 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK Industri, dan 7 Balai Diklat Industri yang berada di bawah BPSDMI. Seluruh satuan pendidikan Kemenperin tersebut ditetapkan dengan spesialisasi tertentu di bidang industri, dan telah link and match dengan dunia usaha industri, saya merasa bangga bahwa lulusan dari Politeknik dan SMK Kementerian Perindustrian selalu memiliki tingkat serapan tinggi di industri, dengan masa tunggu tidak mencapai 1 tahun,” ujar Menperin.</p>
<p>Saat ini, sektor industri manufaktur merupakan prime mover dari perekonomian nasional yang dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya adalah sebagai kontributor terbesar terhadap PDB nasional.</p>
<p>Dalam konsep Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045, Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia, dan menjadi bagian dari High Income Country.</p>
<p>Industri Pengolahan diharapkan sebagai pilar pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045 tersebut.</p>
<p>“Kebijakan yang telah dikeluarkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, meliputi Hilirisasi Industri berbasis sumber daya alam, Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi melalui Making Indonesia 4.0, Pengembangan Industri Hijau untuk pertumbuhan berkelanjutan, dan tentunya penguatan SDM Industri sebagai pondasi dari berbagai kebijakan tersebut,” papar Agus Gumiwang.</p>
<p><strong>Kunjungan Menperin ke Politeknik ATI Padang</strong></p>
<p>“Saya mengapresiasi Politeknik ATI Padang yang telah meningkatkan kapasitas penerimaan Mahasiswa Baru pada tahun ini, dan Kepala BPSDMI yang telah konsisten melaksanakan target peningkatan jumlah siswa dan mahasiswa vokasi Kemenperin” lanjut Menperin dalam sambutannya.</p>
<p>Politeknik ATI Padang saat ini telah ditetapkan spesialisasinya di bidang industri Agro, sesuai dengan kompetensi inti di wilayah Sumatera Barat yang memiliki kekuatan dan kekhasan di bidang pengolahan pangan.</p>
<p>Politeknik ATI padang telah memiliki Program Diploma IV Politeknik ATI Padang dengan program studi Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan.</p>
<p>Tidak saja menjadi peningkatan jenjang pendidikan ke level sarjana terapan, tetapi pemilihan program studi sudah bisa mengantisipasi kebutuhan industri di masa depan dalam mendukung hilirisasi dan Pengembangan industri hijau.</p>
<p>Di hadapan 9.000 peserta didik baru dari Politeknik dan Sekolah Kemenperin, Menteri Perindustrian menyampaikan apresiasi bagi para siswa dan mahasiswa yang telah lolos dalam program JARVIS Kemenperin.</p>
<p>Diharapkan dapat menjadi Agent of Change yaitu sosok Sumber Daya Manusia yang mampu membawa perubahan bagi industri nasional yang telah menjadi tulang punggung perekonomian.</p>
<p>Masrokhan selaku Kepala BPSDMI menyampaikan terima kasih kepada Menperin yang telah memberikan perhatian khusus bagi pendidikan vokasi dan hadir untuk para siswa dan mahasiswa sekolah Kemenperin.</p>
<p>Adapun kegiatan ini menjadi rangkaian dari Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik ATI Padang yang juga dihadiri para siswa dari SMK-SMAK Padang dan SMK-SMTI Padang.</p>
<p>Dalam laporannya, Kepala BPSDMI menuturkan bahwa, upaya peningkatan kualitas Pendidikan Vokasi terus pihaknya lakukan.</p>
<p>Semua unit pendidikan vokasi baik Politeknik, Akademi Komunitas maupun SMTI/SMAK diharuskan menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global.</p>
<p>Selain itu, mendorong untuk setiap unit pendidikan vokasi bisa memenuhi program One vocasional unit – one great achievement.</p>
<p>Terakhir Agus Gumiwang memberikan semangat bagi para siswa dan mahasiswa yang hadir pada acara tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalian merupakan putra putri terpilih yang telah lolos seleksi dengan menyisihkan ribuan pendaftar. Manfaatkan kesempatan yang diperoleh dan Semoga sukses dalam menjalani pendidikan dan setelah lulus dapat memberikan kontribusi besar kepada bangsa Indonesia khususnya kemajuan industri nasional.” pungkasnya. <strong>(*/rel) </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menperin-bangun-semangat-siswa-dan-mahasiswa-jadi-agen-perubahan/">Menperin Bangun Semangat Siswa dan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Vaksinisasi, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Industri 4 Persen</title>
		<link>https://prokabar.com/usai-vaksinisasi-pemerintah-optimis-pertumbuhan-industri-4-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2021 02:06:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#industri]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada dua kunci utama dalam upaya membangkitkan kinerja industri nasional pada tahun ini, yakni melalui program...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-vaksinisasi-pemerintah-optimis-pertumbuhan-industri-4-persen/">Usai Vaksinisasi, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Industri 4 Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada dua kunci utama dalam upaya membangkitkan kinerja industri nasional pada tahun ini, yakni melalui program vaksinasi COVID-19 dan penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Langkah strategis ini juga dapat dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di Tanah Air,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Jumat (15/1). Program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Agus menegaskan, pihaknya berkomitmen memacu kembali daya saing industri nasional melalui empat jurus jitu.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Pertama, menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Adapun, sebanyak 18.527 IOMKI telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Kedua, peningkatan kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung penanganan COVID-19, khususnya industri farmasi untuk penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Ketiga, pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).</p>
<p data-reader-unique-id="11">“Keempat adalah melanjutkan program substitusi impor 35 persen, yang dilaksanakan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi, mendorong pendalaman struktur industri, dan peningkatan investasi,” tuturnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Melalui berbagai program dan kebijakan tersebut, Menperin optimistis, industri manufaktur di Tanah Air akan tumbuh positif mendekati 4 persen pada 2021. Sebelumnya, di triwulan III-2020, pertumbuhan industri manufaktur mengalami kontraksi 4,31 persen dan pada triwulan II-2020 juga terkontraksi 6,19 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="13">‘‘Industri manufaktur pada 2021 diperkirakan kembali pada titik positif. Seluruh subsektor manufaktur akan kembali bergairah, dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh hampir 4 persen,” paparnya.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Menurut Agus, optimisme tersebut salah satunya didasarkan pada perbaikan <em data-reader-unique-id="15">Purchasing Managers’ Index</em> (PMI) Manufaktur Indonesia yang terus berada di level ekspansif. Pada Desember 2020, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 51,3 atau naik dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Angka indeks di atas 50 ini diartikan mengalami ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti kontraksi. PMI Manufaktur Indonesia di level 51,3 ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia selama HIS Markit melakukan survei di negara-negara industri.</p>
<p data-reader-unique-id="17">“Selama dua bulan berturut-turut, PMI Manufaktur Indonesia masuk ke fase ekspansif. Tentu ini ada beberapa alasan, salah satunya keyakinan dari pelaku industri bahwa dari data-data yang ada sudah mulai adanya <em data-reader-unique-id="18">reborn</em> dari konsumsi domestik, juga adanya <em data-reader-unique-id="19">signal</em> bahwa vaksin akan hadir. Ini yang menumbuhkan <em data-reader-unique-id="20">confidence</em> tinggi dari pelaku industri untuk mendorong proses produksinya,” jelas Agus.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Di samping itu, Bank Indonesia mencatat kegiatan usaha di industri pengolahan mulai menunjukkan sinyal ekspansi. Kinerja industri ini diprediksi terus membaik pada kuartal I-2021.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Geliat ekspansi itu tercermin dalam <em data-reader-unique-id="23">Prompt Manufacturing Index</em> Bank Indonesia (PMI BI) pada kuartal IV-2020 yang mencapai 47,29 persen. Capaian itu jauh lebih tinggi dari dua kuartal sebelumnya yang menyentuh angka 45,64 dan 44,91 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Dari sisi nilai investasi, lanjut Agus, investasi di sektor industri periode Januari-September lalu juga meningkat 37 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.</p>
<p data-reader-unique-id="25">“Selain itu ekspor produk manufaktur juga mengalami peningkatan signifikan. Kondisi inilah yang membawa harapan bagi pemulihan ekonomi pada 2021,” tandasnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-vaksinisasi-pemerintah-optimis-pertumbuhan-industri-4-persen/">Usai Vaksinisasi, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Industri 4 Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah ‘Pede’, Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Capai Lima Persen</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-pede-pertumbuhan-ekonomi-tahun-ini-capai-lima-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2021 01:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan menyentuh 5,5 persen. Optimisme tersebut tidak lepas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-pede-pertumbuhan-ekonomi-tahun-ini-capai-lima-persen/">Pemerintah ‘Pede’, Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Capai Lima Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan menyentuh 5,5 persen. Optimisme tersebut tidak lepas dari seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi COVID-19.</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Dengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang kita manfaatkan secara optimal, maka diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di sekitaran atau kisaran 4,5 hingga 5,5 persen di tahun 2021,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/1).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Menperin menegaskan, tekad pemerintah mengejar laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen pada 2021, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD memproyeksi ekonomi global pada 2021 tumbuh sebesar 4,0 persen. Sedangkan, Bank Pembangunan Asia atau ADB memperkirakan di angka 5,3 persen dan Dana Moneter Internasional atau IMF membidik 5,2 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Selain itu, Bank Dunia memprediksi ekonomi global pada tahun depan bakal berada di kisaran 4,4 persen, dan Bloomberg Median memasang target sekitar 5,6 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Sementara untuk <em data-reader-unique-id="11">outlook</em> APBN, yang sudah ditetapkan pertumbuhannya sebesar 5,0 persen,” jelas Agus.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Menperin menyebutkan, beberapa langkah strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan, antara lain melakukan pengadaan dan pemberian vaksin kepada masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“<em data-reader-unique-id="14">Game changer</em> pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi adalah pelaksanaan vaksinasi itu sendiri,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Selain vaksinasi, kunci pendorong pertumbuhan ekonomi nasional di 2021 juga meliputi implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Kemudian, penerapan program PEN yang sudah digencarkan pada 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="16">“Selain itu, sejumlah strategi lainnya selalu kami siapkan, salah satunya dengan melanjutkan program-program yang ada di Komite PEN atau penanganan COVID-19,” terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Sebagai langkah mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah juga akan melanjutkan dukungan kebijakan untuk pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p data-reader-unique-id="18">“Tak hanya itu, pemerintah akan melakukan penyusunan daftar prioritas investasi (DPI) serta pembentukan lembaga pengelola investasi atau LPI,” tutur Menperin.</p>
<p data-reader-unique-id="19">Sedangkan untuk pengungkit pertumbuhan ekonomi lainnya, adalah program ketahanan pangan, pengembangan kawasan industri, mandatori B30, dan program padat Karya. “Tentu yang tidak kalah penting adalah program pengembangan ekonomi digital,” tandasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Agus menyatakan, optimisme dalam memanfaatkan peluang-peluang pemulihan ekonomi tersebut, didasari dengan strategi pemulihan ekonomi melalui kebijakan dan program yang telah disusun oleh pemerintah.</p>
<p data-reader-unique-id="21">“Tentunya bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan adalah mutlak, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih cepat kembali bangkit pada tahun 2021 ini,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Menperin menambahkan, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk memacu pemulihan ekonomi di tahun 2021. Hal ini sejalan dengan kondisi ekonomi global yang menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan di tengah ancaman gelombang kedua COVID-19.</p>
<p data-reader-unique-id="23">“Modal yang cukup kuat yang dimiliki oleh Indonesia adalah terkait dengan upaya pemulihan ekonomi,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Pemulihan ekonomi sudah dapat dilihat misalnya dari aktivitas manufaktur di negara-negara maju dan berkembang, yang menunjukkan pada fase ekspansif. Geliat manufaktur juga terjadi di Indonesia yang terdorong dari peningkatan diferensiasi industri.</p>
<p data-reader-unique-id="25">“Hal ini mengindikasikan adanya optimisme pelaku sektor bisnis terhadap kondisi perekonomian ke depan,” paparnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-pede-pertumbuhan-ekonomi-tahun-ini-capai-lima-persen/">Pemerintah ‘Pede’, Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Capai Lima Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Berlakukan Pengendalian Berbasis CEIR</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-berlakukan-pengendalian-berbasis-ceir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2020 00:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#imei]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#smartphoneilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah memberlakukan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk perangkat telekomunikasi jenis handphone, komputer genggam, dan komputer tablet (HKT). Hal tersebut sesuai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-berlakukan-pengendalian-berbasis-ceir/">Pemerintah Berlakukan Pengendalian Berbasis CEIR</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="4"><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah memberlakukan pengendalian <em data-reader-unique-id="5">International Mobile Equipment Identity</em> (IMEI) untuk perangkat telekomunikasi jenis handphone, komputer genggam, dan komputer tablet (HKT).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui IMEI, mulai Selasa, 15 September 2020 Pukul 22.00 WIB.</p>
<p data-reader-unique-id="8">“Dalam rangka perlindungan konsumen, pengendalian IMEI pada perangkat telekomunikasi yang dibeli dan menggunakan perangkat yang memenuhi standar, sah atau legal dapat memberikan kepastian hukum kepada operator dalam menghubungkan perangkat yang sah ke jaringan telekomunikasi,” demikian bunyi rilis yang diterima Rabu (16/9).</p>
<p data-reader-unique-id="9">Kebijakan pengendalian IMEI tersebut, menurut rilis, diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan didukung seluruh operator telekomunikasi seluler.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Sejak diberlakukannya peraturan tersebut, sistem <em data-reader-unique-id="11">Central Equipment Identity Register</em> (CEIR) sebagai pusat pengolahan informasi IMEI telah dibangun oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) untuk mengintegrasikan sistem <em data-reader-unique-id="12">Equipment Identity Register</em> dari 5 operator.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Penyempurnaan sistem dilakukan terus menerus untuk menjamin kesiapan pengendalian IMEI,” bunyi rilis dimaksud.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Pada tanggal 15 September 2020 pukul 17.00 WIB sistem CEIR dan EIR telah selesai dilakukan proses stabilisasi sistem dan Pelaksanaan Pengendalian IMEI Nasional akan beroperasi sepenuhnya pada 15 September 2020 pukul 22.00. Seluruh perangkat HKT yang IMEI-nya tidak terdaftar di dalam sistem CEIR, tidak akan mendapatkan layanan jaringan perangkat telekomunikasi bergerak seluler.</p>
<p data-reader-unique-id="15">“Oleh karena itu, masyarakat yang akan membeli perangkat HKT terlebih dahulu memastikan IMEI-nya tercantum pada kemasan dan perangkat HKT serta mengecek IMEI perangkatnya di http://imei.kemenperin.go.id,” bunyi rilis dimaksud.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Selanjutnya melakukan uji coba perangkat yang akan dibeli dengan memasukkan SIM card. Pastikan perangkat tersebut mendapatkan sinyal dari operator.</p>
<p data-reader-unique-id="17">“Jika tidak mendapat sinyal, patut diwaspadai bahwa perangkat tersebut tidak terdaftar,” sebagaimana bunyi rilis tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Untuk pembelian secara <em data-reader-unique-id="19">online</em>, pastikan bahwa penjual menjamin IMEI perangkat sudah tervalidasi dan teregistrasi sehingga dapat digunakan. Pedagang <em data-reader-unique-id="20">offline</em> maupun <em data-reader-unique-id="21">online</em>bertanggung jawab terhadap HKT yang diperdagangkan.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Bagi masyarakat yang membeli HKT secara daring melalui barang kiriman atau membawa perangkat dari luar negeri atau dari <em data-reader-unique-id="23">Free Trade Zone</em> melalui bandar udara dan pelabuhan, wajib mendeklarasikan, memenuhi kewajiban perpajakan dan dapat mendaftarkan IMEI perangkat melalui https://www.beacukai.go.id/register-imei.html atau melalui Aplikasi Mobile Beacukai yang dapat diunduh melalui <em data-reader-unique-id="24">Play Store</em>. Aktivasi perangkat dengan sim card Indonesia akan bisa dilakukan maksimal 2 x 24 jam.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Sebagai informasi, penyampaian keluhan layanan dapat menghubungi <em data-reader-unique-id="26">call center</em> operator telekomunikasi atau mengunjungi gerai layanan operator telekomunikasi. Untuk hal yang berkaitan dengan kebijakan dan regulasi serta hal lain diluar kewenangan operator telekomunikasi terkait dengan pengendalian IMEI dapat menghubungi Call Center Kominfo 159. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-berlakukan-pengendalian-berbasis-ceir/">Pemerintah Berlakukan Pengendalian Berbasis CEIR</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Investasi Sektor Industri Meningkat</title>
		<link>https://prokabar.com/jumlah-investasi-sektor-industri-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 01:16:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#industri]]></category>
		<category><![CDATA[#Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=71697</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Sepanjang semester I tahun 2020, jumlah investasi sektor industri mengalami peningkatan hingga Rp129,6 triliun atau naik 23,9 persen dibanding capaian pada periode...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumlah-investasi-sektor-industri-meningkat/">Jumlah Investasi Sektor Industri Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Sepanjang semester I tahun 2020, jumlah investasi sektor industri mengalami peningkatan hingga Rp129,6 triliun atau naik 23,9 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp104,6 triliun.</p>
<p data-reader-unique-id="6">“Pemerintah bertekad untuk terus mewujudkan iklim berusaha yang kondusif melalui kebijakan strategis, yang bisa menjadi daya tarik bagi para investor asing maupun domestik supaya mereka semakin percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir Rabu (29/7).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor industri memberikan kontribusi signfikan terhadap perolehan devisa pada periode Januari-Juni 2020, dengan menyumbang 32,2 persen dari total nilai investasi yang tercatat menyentuh angka Rp402,6 triliun.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Adapun lima sektor yang menanamkan modalnya paling besar selama enam bulan pertama tahun ini. Pertama, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dengan menggelontorkan dananya senilai Rp45,2 triliun, disusul industri makanan Rp26,6 triliun, serta industri kimia dan farmasi Rp19,5 triliun.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Selanjutnya, industri mineral non-logam merealisasikan investasinya sebesar Rp6,1 triliun, disusul industri kendaraan bermotor dan alat transportasi sekitar Rp6 triliun. Realisasi modal dari sektor industri ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk dijadikan basis produksi para investor dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Menperin menegaskan, pihaknya selama ini proaktif menggaet investor sektor industri yang potensial untuk menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk bagi yang ingin merelokasi pabriknya. Sektor-sektor yang menjadi incaran, antara lain industri padat karya, substitusi impor, dan berteknologi tinggi.</p>
<p data-reader-unique-id="11">“Kami mendorong investasi ini untuk memproduksi barang-barang pengganti-impor serta meningkatkan penggunaan bahan baku yang diproduksi secara lokal dan barang setengah jadi,” tuturnya. Oleh karena itu, dibutuhkan penciptaan iklim investasi yang kondusif, di antaranya dengan memfasiltasi kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Menurut Agus, di tengah dampak pandemi Covid-19, ada pelajaran berharga yang didapat, misanya mengetahui seberapa dalam struktur manufaktur di dalam negeri. “Hal ini terlihat karena kita masih butuh beberapa bahan baku atau barang modal dari negara lain, baik itu hasil sektor hulu maupun <em data-reader-unique-id="13">intermediate</em>. Jadi, apabila negara asal tersebut sedang terguncang, kita juga ikut terpengaruh,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Maka itu, penguatan rantai pasok yang terintegrasi menjadi penting guna meningkatkan daya saing industri manufaktur di tanah air. Dalam hal ini, peran investasi cukup besar dalam mengisi kekosongan sektor yang ada pada pohon industri nasional.</p>
<p data-reader-unique-id="15">“Kami telah memfasilitasi pembangunan kawasan-kawasan industri terpadu yang bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik investor skala global,” ungkap Menperin. Selama lima tahun terakhir, terjadi peningkatan pengembangan kawasan industri dari sisi jumlah dan luasannya.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Kementerian Perindustrian mencatat, dari sisi jumlah kawasan industri, terjadi peningkatan sebesar 40 persen, sedangkan dari sisi luas meningkat sebesar 16.238,59 hektare. Hingga saat ini, di Indonesia terdapat sebanyak 112 kawasan industri dengan total luas lahan sebesar 52 ribu hektare.</p>
<p data-reader-unique-id="17">“Sebanyak 27 kawasan industi sedang kami pacu pengembangannya hingga tahun 2024, yang tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua,” imbuhnya.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Sementara itu, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyatakan bahwa sampai Juni tahun 2020, sebanyak 50 investor atau perusahaan sudah masuk ke kawasan industri yang ada di Tanah Air. Ketua Umum HKI yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar menjelaskan, investor dari luar negeri mendominasi daftar tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="19">“Dari total 50 investor yang masuk ke kawasan industri sampai Juni 2020 ini, sebanyak 29 investor kategori penanaman modal asing (PMA), dan 21 investor kategori penanaman modal dalam negeri (PMDN),” sebutnya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Sanny merinci, 50 investor tersebut masuk ke 17 kawasan industri di Indonesia dengan luas lahan yang dipakai mencapai 139,31 hektare. Sebanyak 29 PMA menempati 99,44 hektare lahan dan 21 PMDN menggunakan 44,87 hektare.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Bila dilihat asal negaranya, dari 29 investor asing yang masuk ke Indonesia, 10 investor berasal dari Korea Selatan, 7 investor Jepang, 3 investor China, 1 investor Amerika Serikat, dan lain-lain. Bisnis yang dominan dibuka oleh para investor baru ini tersebar di beberapa sektor mulai dari otomotif dan turunannya. “Kemudian sektor makanan, logistik, kimia, dan industri manufaktur lainnya,” ujar Sanny. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumlah-investasi-sektor-industri-meningkat/">Jumlah Investasi Sektor Industri Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Akan Pamer Kemampuan Industri di Hannover Messe 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/indonesia-akan-pamer-kemampuan-industri-di-hannover-messe-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2019 04:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#industri4.0]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[HannoverMesse2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Indonesia terus berjuang untuk menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020. Target itu diperkuat seiring telah diluncurkannya peta jalan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indonesia-akan-pamer-kemampuan-industri-di-hannover-messe-2020/">Indonesia Akan Pamer Kemampuan Industri di Hannover Messe 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Indonesia terus berjuang untuk menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020. Target itu diperkuat seiring telah diluncurkannya peta jalan Making Indonesia 4.0, yang didedikasikan untuk modernisasi sektor manufaktur melalui pemanfaatan teknologi industri 4.0.</p>
<p>“Saat ini, ekonomi Indonesia yang terbesar di ASEAN, dan pada tahun 2030 ditargetkan bisa naik ke peringkat 10 besar ekonomi dunia. Ini merupakan aspirasi besar yang ada dalam Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (4/10).</p>
<p>Berdasarkan peta jalan tersebut, pada tahap awal implementasi industri 4.0, Indonesia akan lebih fokus mengembangkan lima sektor manufaktur andalannya, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. Kelima sektor itu yang dipilih karena mampu memberikan kontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.</p>
<p>“Sektor-sektor tersebut yang akan menjadi prioritas pengembangan ke depannya. Dalam implementasi strateginya, perlu melibatkan <em>stakeholders</em> terkait meliputi pemerintah, asosiasi industri, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dan investor,” papar Menperin.</p>
<p>Penerapan industri 4.0 dinilai memberikan efek ganda bagi Indonesia melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1-2 persen dari <em>baseline </em>5%, peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional hingga 25%, peningkatan ekspor bersih hingga 10%, serta peningkatan biaya penelitian dan pengembangan sekitar 2% dari PDB.</p>
<p><em>Adapun teknologi yang sedang berkembang seiring bergulirnya industri 4.0, antara lain berupa </em><em>artificial intelligence</em><em> (AI), </em><em>advanced robotic</em><em>, </em><em>internet of things</em><em> (IoT), </em><em>3D Printing</em><em>, dan </em><em>Augmented Reality</em><em>/</em><em>Virtual Reality</em><em> (AR/VR). </em></p>
<p><em>“Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi sektor industri secara lebih efisien. Sehingga sektor industri akan terus berkontribusi besar pada ekonomi,” sambung Menperin.</em></p>
<p>Pada triwulan II tahun 2019, sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional dengan capaian 19,52% (y-on-y). “Dari capaian yang mendekati 20 persen tersebut, Indonesia hampir sejajar dengan Jerman,” ujar Menperin.</p>
<p>Oleh karenanya, dengan terpilihya Indonesia sebagai The Official Partner Country pada Hannover Messe 2020, Menperin menilai, menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan kemampuan industri manufaktur nasional di mata dunia dalam bertransformasi menuju industri 4.0.</p>
<p>“Indonesia akan menempati panggung utama pameran terbesar dunia untuk teknologi industri tersebut. Kegiatannya akan berlangsung  pada 20-24 April 2020 di Hannover Messe, Jerman,” ungkap Airlangga.</p>
<p>Hannover Messe 2020 juga merupakan salah satu upaya Indonesia untuk memperkenalkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, mendorong peningkatan investasi sektor industri manufaktur dan pengembangan infrastruktur digital di Indonesia.</p>
<p>Chairman Managing Board Deutsche Messe, Dr. Jochen Köckler menyampaikan, sebagai <em>partner country</em> di Hannover Messe, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan ekonominya dengan Jerman, tetapi juga menunjukkan dirinya dalam event penting dunia tersebut.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia Peter Schoof menyebutkan, ada empat alasan Indonesia tepat dipilih sebagai mitra resmi pada perhelatan Hannover Messe 2020. Pertama, hubungan Indonesia dan Jerman selama beberapa dekade terkahir terus terjalin baik dan kuat, khususnya dalam bidang kerja sama ekonomi.</p>
<p>“Banyak perusahaan Jerman yang sudah lama ada di Indonesia. Kami terus mendukung negara ini untuk tumbuh dan berkembang, dan kami juga sudah banyak mendapatkan manfaat dari inspirasi yang ada di Indonesia,” tutur Peter.</p>
<p>Alasan kedua adalah potensi Indonesia yang luar biasa. Hal ini terlihat dari hasil penelitian McKinsey, yang memposisikan ekonomi Indonesia saat ini berada di peringkat ke-16 dunia. Bahkan, diproyeksi bisa menembus hingga peringkat ke-7 pada tahun 2050.</p>
<p>“Indonesia punya sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, serta didukung dengan infrastruktur yang lengkap. Ini menjadi peluang bagi Indonesia,” ujar Duta Besar Jerman itu.</p>
<p>Alasan ketiga, yakni Pemerintah Indonesia sudah tepat memilih program prioritas pembangunan ke depannya adalah pengembangan kualitas SDM. “Sebab, pembangunan SDM adalah salah satu syarat yang paling penting bagi Indonesia untuk terlibat dalam rantai pasok global yang tentunya akan dapat meningkatkan nilai tambah dan inovasi,” imbuhnya.</p>
<p>Kemudian, alasan terakhir karena Indonesia adalah negara demokratis, dan Jerman mendukung negara yang ingin menjalin kerja sama secara multilateral. “Tahun ini kami melihat demokrasi yang dijalankan oleh Indonesia. Indonesia tidak hanya bersaing di tingkat ASEAN, tetapi juga kancah global,” tandas Peter. Volume perdagangan antara Jerman dan Indonesia berjumlah lebih dari 6 miliar dollar AS pada 2017. Ekspor Jerman ke Indonesia sebagian besar terdiri dari mesin, produk kimia, teknologi pengukur dan kontrol, teknik elektro, elektronik, kendaraan dan bagian kendaraan.</p>
<p>Sementara itu, Indonesia mengekspor produk tekstil, sepatu, elektronik, makanan dan bahan baku ke Jerman. Saat ini lebih dari 250 perusahaan Jerman menjalankan bisnis di Indonesia, di antaranya Festo, Robert Bosch, SAP, TÜV NORD, Siemens, MAN, ThyssenKrupp, BASF, Bayer, Daimler dan BMW. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indonesia-akan-pamer-kemampuan-industri-di-hannover-messe-2020/">Indonesia Akan Pamer Kemampuan Industri di Hannover Messe 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Langkah Pemerintah untuk Kembangkan AMMDes Listrik</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-langkah-pemerintah-untuk-kembangkan-ammdes-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2019 01:09:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#AMMDes]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#mobillistrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46084</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar —Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Astra Otoparts, dan PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) untuk mendorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-pemerintah-untuk-kembangkan-ammdes-listrik/">Ini Langkah Pemerintah untuk Kembangkan AMMDes Listrik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong><span class="s1">Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Astra Otoparts, dan PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) untuk mendorong program pengembangan lanjutan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan berbasis tenaga listrik (e-AMMDes). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto mengatakan, langkah strategis ini sebagai landasan menuju kemandirian industri dalam negeri di masa mendatang, khususnya mengenai penguasaan teknologi kendaraan elektrik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kendaraan e-AMMDes ini sudah diciptakan dengan menggunakan teknologi elektrik. Masih ada beberapa hal teknis yang masih harus dikembangkan. Namun secara keseluruhan, kendaraan ini untuk pertama kali diproduksi, dan sudah diujicobakan ternyata cukup reliable karena dilengkapi dengan konsep power charging,” kata nya</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Harjanto menjelaskan, selain akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, program e-AMMDes ini juga dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku industri komponen di dalam negeri untuk menguasai kemampuan bidang penelitian dan pengembangan (R&amp;D), terutama hal rancang bangun dan teknologi desain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Apalagi, pemerintah telah memfasilitasi pemberian super tax deduction hingga 300% bagi perusahaan yang menciptakan inovasi dari hasil litbangnya,” ujarnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Skema insentif fiskal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No. 94 tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oleh karena itu, guna membangun perekonomian berbasis inovasi dan seiring bergulirnya era industri 4.0, diperlukan sebuah lompatan kemajuan bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jadi, industri 4.0 itu tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,” paparnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata dalam program pengembangan e-AMMDes. Misalnya, terhadap upaya pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). “AMMDes-nya sendiri telah memiliki tingkat kandungan komponen lokal yang cukup tinggi, dengan mencapai 70%,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Regulasi ini akan memperdalam struktur dan memacu daya saing industri nasional melalui peningkatan konten lokal dan menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-pemerintah-untuk-kembangkan-ammdes-listrik/">Ini Langkah Pemerintah untuk Kembangkan AMMDes Listrik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Bidik Universitas Top Dunia Kolaborasi di Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-bidik-universitas-top-dunia-kolaborasi-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 02:59:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#industri4.0]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45010</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kesiapan menyongsong era revolusi industri 4.0. Selain telah melakukan upaya strategis melalui...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-bidik-universitas-top-dunia-kolaborasi-di-indonesia/">Pemerintah Bidik Universitas Top Dunia Kolaborasi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kesiapan menyongsong era revolusi industri 4.0. Selain telah melakukan upaya strategis melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan industri, pemerintah juga sedang membidik kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi top dunia.</p>
<p>“Salah satu tantangan saat ini adalah di level universitas. Beberapa top universitas di Indonesia belum ada yang masuk dalam jajaran 300 besar dunia. Kami harapkan, beberapa univeritas unggulan di luar negeri mempunyai counterpart dengan beberapa universitas di Tanah Air. Sehingga mereka bisa menjadi top 100, setidaknya di level regional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dilansir, Senin (26/8).</p>
<p>Menperin mencontohkan, The University of Melbourne misalnya, bisa menjadi rekanan bagi universitas-universitas di Indonesia. “Melbourne University sekarang ada di peringkat ke-33 dunia, diharapkan dapat mendorong capacity building bagi sejumlah universitas yang ada di Indonesia,” tuturnya.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Airlangga ketika memberikan sambutan pada rangkaian acara yang diselenggarakan The University of Melbourne di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Setelah gencar membangun infrastruktur secara masif, program prioritas Bapak Presiden Jokowi selanjutnya adalah menaruh perhatian besar pada pengembangan kualitas SDM,” tegasnya.</p>
<p>Langkah itu guna mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia, terutama pada masa puncaknya di periode tahun 2020 hingga 2024. “Jika kita bisa lebih fokus untuk mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru, maka pemerintah meyakini bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan perlu terus didorong untuk melakukan pembenahan secara besar-besaran agar mampu menghadapi perubahan dari beragam aspek. “Kita butuh SDM yang terampil dan mampu menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan,” imbuhnya.</p>
<p>Airlangga pun menyampaikan, guna menghasilkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi terkini, dibutuhkan peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan. Hal ini bisa diwujudkan, salah satunya melalui hasil kolaborasi antara akademisi Indonesia dengan akademisi top dunia.</p>
<p>“Dengan demikian, nantinya diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelajar Indonesia untuk ikut bekolaborasi dalam menimba ilmu di luar negeri, serta memberi izin universitas atau politeknik dari luar negeri untuk beroperasi di kawasan ekonomi khusus. Ini yang akan kami rencanakan,” paparnya.</p>
<p>Karena itu, Menperin terus mengajak perguruan tinggi agar lebih aktif melakukan riset, khususnya di bidang industri untuk menghasilkan inovasi dan mendongkrak daya saing sektor manufaktur nasional. “Tentunya dalam hal ini universitas harus menjadi bagian dari salah satu langkah strategis dalam menyiapkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan di era industri 4.0,” ujarnya.</p>
<p>Airlangga menyebutkan, inovasi serta perubahan terhadap model bisnis yang lebih efisien dan efektif merupakan bagian dari hasil penerapan industri 4.0. Revolusi industri ini diyakini akan mempercepat peningkatan daya saing sektor industri nasional secara signifikan. Industri 4.0 ini ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi.</p>
<p>“Revolusi tersebut merupakan sebuah lompatan besar di sektor industri dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sepenuhnya tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga di seluruh rantai nilai guna mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya untuk melahirkan model bisnis yang baru dan berbasis digital,” tandasnya.</p>
<p>Selain itu, Airlangga mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan strategi dalam memasuki era industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Aspirasi besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.</p>
<p>“Dengan peta jalan tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas, Research and Development (RnD), inovasi, sekaligus untuk mendorong sektor manufaktur berkontribusi hingga 25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” terangnya. (<b>rel/hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-bidik-universitas-top-dunia-kolaborasi-di-indonesia/">Pemerintah Bidik Universitas Top Dunia Kolaborasi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pimpinan Hyundai Temui Jokowi, Ini yang Dibahas</title>
		<link>https://prokabar.com/pimpinan-hyundai-temui-jokowi-ini-yang-dibahas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 11:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[#hyundaimotor]]></category>
		<category><![CDATA[#infootomotif]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42703</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah pejabat pemerintah menerima delegasi Hyunday Motors Group yang terdiri dipimpin oleh  Executive Vice Chairman Hyundai Euisun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pimpinan-hyundai-temui-jokowi-ini-yang-dibahas/">Pimpinan Hyundai Temui Jokowi, Ini yang Dibahas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah pejabat pemerintah menerima delegasi Hyunday Motors Group yang terdiri dipimpin oleh  <em>Executive Vice Chairman</em> Hyundai Euisun Chung, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/7).</p>
<p>Menteri Perindustrian (Menperin) Hartarto yang dalam kesempatan itu mendampingi Presiden Jokowi kepada wartawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut dibahas rencana investasi Hyundai di Indonesia hingga masa depan teknologi di dunia otomotif.</p>
<p>“Di dalamnya termasuk <em>electric vehicle </em>(kendaraan listrik)<em>, fuel cell vehicle, autonomous vehicle </em>(kendaraan otonom), bahkan industri ini sedang mempertimbangkan <em>flying vehicle</em>. Jadi pembahasan seputar teknologi,” jelas Menperin usai pertemuan.</p>
<p>Sementara terkait dengan rencana investasi, Menperin Airlangga Hartarto mengemukakan, bahwa hal itu sedang dalam studi. Airlangga menjelaskan, bahwa Hyundai sedang melakukan survei kawasan untuk dijadikan pabrik di Indonesia, dan permintaan terkait insentif fiskal.</p>
<p>Demikian pula soal nilai investasi, menurut Menperin, masih dibicarakan karena tergantung skenario yang akan dilakukan perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu.</p>
<p>“Presiden menanggapi secara positif terkait industri otomotif karena ini salah satu yang menjadi andalan untuk ekspor Indonesia ke depan,” sambung Ailangga saat ditanya mengenai respon Presiden Jokowi atas rencana Hyundai itu.</p>
<p>Menperin menjelaskan, Hyundai menargetkan 40 persen dari produksi mereka di Indonesia nantinya akan diekspor. Sedangkan sisanya 60 persen untuk pasar domestik. Namun ekspor ke mana, lanjut Menperin, dirinya mengaku belum disampaikan karena masih dalam studi.</p>
<p>Sementara terkait pemberian insentif fiskal, Menperin Airlangga Hartarto mengemukakan, sedang dibicarakan. Namun Menperin mengingatkan, terkait dengan skema impor itu, Indonesia sudah punya perjanjian perdagangan dengan Korea, ASEAN-Korea, dan ASEAN-China, kemudian dengan India juga sedang dalam penjajakan.</p>
<p>Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu adalah Menperin Airlangga Hartarto, Sekretariat Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.</p>
<p>Sementara delegasi dari Hyundai Motors Group yang datang adalah Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung, President Hyundai Young Woon Kong, Executive Vice President Hyundai, Hong-Jae Park, Senior Vice President Youngtack Lee<strong>.</strong><strong> (*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pimpinan-hyundai-temui-jokowi-ini-yang-dibahas/">Pimpinan Hyundai Temui Jokowi, Ini yang Dibahas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Otomotif Korsel Siap Bangun Pabrik di Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/industri-otomotif-korsel-siap-berpabrik-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2019 02:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#Korea]]></category>
		<category><![CDATA[#otomotif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) akan segera merealisasikan investasinya di Indonesia. Rencananya ini ditegaskan pada pertemuan Menteri Perindustrian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/industri-otomotif-korsel-siap-berpabrik-di-indonesia/">Industri Otomotif Korsel Siap Bangun Pabrik di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) akan segera merealisasikan investasinya di Indonesia. Rencananya ini ditegaskan pada pertemuan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul, beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Mereka akan mulai produksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun,” kata Menperin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (1/7).</p>
<p>Jenis kendaraan yang akan digarap di Indonesia, antara lain adalah SUV, MPV, hatchback, dan sedan.</p>
<p>“Targetnya, sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor,” imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, Pemerintah Indonesia akan mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday.</p>
<p>Pabrik Hyundai di Indonesia yang lokasinya masih belum dikonfirmasi tersebut bakal mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Indonesia dinilai akan menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.</p>
<p>“Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia,&#8221; tutur Airlangga. Ia menegaskan, prinsipnya Pemerintah mendukung rencana investasi baru tersebut dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, sejak awal Januari 2018, Hyundai mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik di kawasan Asean dan Indonesia sebagai pilihan lokasinya.</p>
<p>“Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik,” ungkapnya.</p>
<p>Harjanto menjelaskan, dari total kapasitas produksi HMC di Indonesia, sebagian akan digunakan untuk membuat kendaraan listrik. Dari kapasitas itu, sebagian besar untuk mengisi pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Australia, serta sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MoTIE) Korea Selatan Sung Yun Mo menambahkan, penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan meliputi banyak sektor industri. Tidak hanya sektor industri baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor industri  otomotif. Bahkan, investasi ini dinilai penting karena dapat memperdalam struktur manufaktur dan meningkatkan daya saing industri di Indonesia.</p>
<p>“Kerja sama otomotif juga membuka kesempatan untuk penyedia komponen, dengan kebutuhan komponen kendaraan yang cukup banyak, ini bisa memperkuat juga IKM di Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti, karena akan meningkatkan daya saing, dan berkontribusi terhadap ekosistem industri yang lebih sehat,” paparnya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/industri-otomotif-korsel-siap-berpabrik-di-indonesia/">Industri Otomotif Korsel Siap Bangun Pabrik di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LG dan Sharp Akan Relokasikan Pabriknya Dari Thailand dan Vietnam ke Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/lg-dan-sharp-akan-relokasikan-pabriknya-dari-thailand-dan-vietnam-ke-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2019 10:40:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#lg]]></category>
		<category><![CDATA[#perangdagang]]></category>
		<category><![CDATA[#sharp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=39882</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Dua perusahaan elektronik asal Jepang dan Korea Selatan, yaitu Sharp dan LG akan merelokasikan sejumlah pabriknya dari negara Thailand dan Vietnam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lg-dan-sharp-akan-relokasikan-pabriknya-dari-thailand-dan-vietnam-ke-indonesia/">LG dan Sharp Akan Relokasikan Pabriknya Dari Thailand dan Vietnam ke Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Dua perusahaan elektronik asal Jepang dan Korea Selatan, yaitu Sharp dan LG akan merelokasikan sejumlah pabriknya dari negara Thailand dan Vietnam ke Indonesia.</p>
<p>Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Janu Suryanto menyampaikan Sharp akan merelokasi pabrik mesin cuci dua tabung dari Thailand ke pabrik yang ada di Karawang International Industrial City (KIIC). Rencananya, peresmian ekspansi pabrik Sharp akan dilakukan bulan depan.</p>
<p>“Jadi, nanti ada penambahan lini produksi. Ini juga untuk pasar ekspor. Mereka akan menyerap ratusan tenaga kerja,” kata Janu sebagaimana dikutip siaran pers Kemenperin, Senin (17/6).</p>
<p>Sedangkan, LG akan merelokasi pabrik pendingin ruangan dari Vietnam ke fasilitas produksi yang ada di Legok, Tangerang. “Mereka akan mulai produksi dan mulai dipasarkan pada September 2019 sebanyak 25 ribu unit,” ungkap Janu seraya menambahkan, selanjutnya, jumlah produksinya ditargetkan naik menjadi 50 ribu unit.</p>
<p>“Ya, paling tidak nanti bisa di ekspor (juga) ke ASEAN. Investasi Sharp dan LG sekitar ratusan miliar rupiah,” ungkap Janu.</p>
<p>Kemenperin mencapat, industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menyumbang cukup signfikan bagi total investasi di Indonesia. Pada triwulan I tahun 2019, industri pengolahan nonmigas berkontribusi sebesar 18,5% atau Rp16,1 triliun terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).</p>
<p>Adapun tiga sektor yang menunjang paling besar pada total PMDN tersebut di tiga bulan awal tahun ini, yakni industri makanan yang menggelontorkan dana mencapai Rp7,1 triliun, disusul industri logam dasar Rp2,6 triliun dan industri pengolahan tembakau Rp1,2 triliun.</p>
<p>Selanjutnya, industri manufaktur juga menyetor hingga 26% atau 1,9 miliar dollar AS terhadap realisasi penanaman modal asing (PMA). Tiga sektor yang menopangnya, yaitu industri logam dasar sebesar 593 juta dollar AS, diikuti industri makanan 376 juta dollar AS, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia 217 juta dollar AS.</p>
<p>Sementara itu Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menilai, Indonesia memiliki peluang di tengah bergulirnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebab, Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat dalam menghadapi situasi global saat ini.</p>
<p>“Bagi Indonesia, sebetulnya perang dagang AS-China ini <em>zero sum game</em>, yang artinya tidak ada yang diuntungkan. Tetapi, di sini kita punya peluang. Adanya <em>trade war</em> ini, orang melihat negara kita berada di zona aman,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (16/6).</p>
<p>Menperin menjelaskan, Indonesia telah masuk zona aman investasi sejak 20 tahun lalu, yakni setelah berakhirnya Orde Baru dan dimulainya masa Reformasi. “Sebagai negara dengan kondisi geopolitik yang cukup stabil, Indonesia kini semakin diincar oleh investor asing,” ujarnya.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&amp;P) Global Ratings meningkatkan peringkat utang jangka panjang atau <em>sovereign credit rating</em> Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. Dengan demikian, Indonesia kini memperoleh status layak investasi atau <em>investment grade</em> dari ketiga lembaga pemeringkat internasional, yakni S&amp;P, Moody’s, dan Fitch.</p>
<p>Airlangga menambahkan, Indonesia sedang dipandang sebagai salah satu negara yang serius dalam mengembangkan ekonomi digital. Itu menjadi nilai positif tersendiri bagi para pelaku usaha dunia. “Bahkan, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melihat Asia Tenggara terutama Indonesia bisa menjadi <em>ground</em> untuk <em>digital economy</em>,” tuturnya.</p>
<p>Untuk itu, salah satu langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional agar bisa lebih kompetitif dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam.</p>
<p>“Indonesia masih menjadi daya tarik untuk investasi industri berbasis elektronika, garmen, alas kaki, serta makanan dan minuman,” imbuh Airlangga.</p>
<p>Menperin menunjuk contoh produsen elektronika Sharp Corporation dan LG Electronics, yang akan menambah kapasitas pabriknya di Indonesia. Produk yang bakal mereka hasilkan untuk tujuan ekspor dan domestik.</p>
<p>Menperin menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan ekspansi atau perluasan pabrik LG dan Sharp tersebut. “Kami masih monitor sampai mereka realisasi. Pembahasannya sudah lama,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Airlangga, kedua industri berbasis elektronika tersebut telah memiliki basis produksi di Indonesia, sehingga apabila terjadi relokasi pabrik, maka akan bersifat ekspansi. “Jadi, sifatnya ekspansi. Salah satunya karena mereka sudah punya pengalaman di Indonesia, dan Indonesia dinilai sudah stabil,” imbuhnya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lg-dan-sharp-akan-relokasikan-pabriknya-dari-thailand-dan-vietnam-ke-indonesia/">LG dan Sharp Akan Relokasikan Pabriknya Dari Thailand dan Vietnam ke Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini, Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Naik Hingga 15 Persen</title>
		<link>https://prokabar.com/tahun-ini-pemerintah-targetkan-ekspor-mobil-naik-hingga-15-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2019 04:08:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[#otomotif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35516</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian membidik jumlah ekspor mobil pada tahun 2019 akan menembus 400 ribu unit atau naik 15,6 persen dibanding capaian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-pemerintah-targetkan-ekspor-mobil-naik-hingga-15-persen/">Tahun Ini, Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Naik Hingga 15 Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian membidik jumlah ekspor mobil pada tahun 2019 akan menembus 400 ribu unit atau naik 15,6 persen dibanding capaian tahun 2018 sebesar 346 ribu unit.</p>
<p>Peningkatan ini seiring tumbuhnya permintaan konsumen luar negeri terutama di ASEAN dan terbukanya pasar baru seperti di Australia.</p>
<p>“Pasar ASEAN masih sangat potensial. Sekarang, ekspor mobil Indonesia terbesar, di antaranya ke Filipina dan Vietnam, bahkan pasar di Thailand juga mulai terbuka,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dari keterangan yang diterima, Jumat (26/4).</p>
<p>Menperin menyampaikan, peluang peningkatan ekspor mobil Indonesia yang juga ada di depan mata adalah ke pasar Australia. Ini merupakan hasil negosiasi yang sudah ditandatangani dari perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif di antara kedua negara.</p>
<p>“Pemerintah tentu masih menunggu ratifikasi parlemen kedua belah pihak. Tetapi apabila sudah diratifikasi, potensi untuk ekspornya terbuka, termasuk kendaraan yang <em>electric vehicle</em>, pemerintah Australia juga memberi prioritas,” paparnya.</p>
<p>Menurut Airlangga, industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang sudah memiliki struktur dalam di Indonesia, mulai dari hulu sampai hilir. “Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga <em>engine</em> itu sudah diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80%. Ini yang menjadi andalan ekspor kita,” tuturnya.</p>
<p>Di samping itu, potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar, dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai USD13,76 miliar sepanjang tahun 2018. Saat ini, empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global.</p>
<p>“Dalam waktu dekat, ada beberapa <em>principal</em>otomotif lagi yang bergabung dan akan menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur otomotif di wilayah Asia,” imbuhnya. Hal tersebut akan menggenjot kinerja industri otomotif, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. “Apalagi, industri ini menyerap tenaga kerja yang banyak, lebih dari satu juta orang,” ujar Airlangga.</p>
<p>Oleh karena itu, industri otomotif terpilih menjadi bagian dari lima sektor manufaktur andalan dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Selain mendapat prioritas pengembangan untuk lebih berdaya saing global, pemerintah juga mendorong industri otomotif siap memasuki era industri 4.0.</p>
<p>“Di dalam <em>roadmap</em> tersebut, ditargetkan pada tahun 2030, Indonesia dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor <em>Internal Combustion Engine</em> (ICE) maupun <em>Electrified Vehicle</em> untuk pasar domestik maupun ekspor,” ungkapnya.</p>
<p>Hal ini perlu didukung kemampuan industri dalam negeri, mulai dari memproduksi bahan baku dan komponen utama sampai pada optimalisasi produktivitas sepanjang rantai nilainya.</p>
<p>Kemudian, dalam peta jalan pengembangan industri kendaraan nasional, pemerintah menargetkan sebanyak 20% dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi tenaga listrik pada tahun 2025.</p>
<p>Ini guna mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29% pada tahun 2030, sekaligus menjaga kemandirian energi nasional. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-pemerintah-targetkan-ekspor-mobil-naik-hingga-15-persen/">Tahun Ini, Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Naik Hingga 15 Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Pemilu, Investasi Manufaktur Diyakini Semakin Meningkat</title>
		<link>https://prokabar.com/usai-pemilu-investasi-manufaktur-diyakini-semakin-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2019 07:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#industri]]></category>
		<category><![CDATA[#Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sekkor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-pemilu-investasi-manufaktur-diyakini-semakin-meningkat/">Usai Pemilu, Investasi Manufaktur Diyakini Semakin Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sekkor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Dengan mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0, selain diproyeksi industri dapat tumbuh optimal, juga mendorong kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.</p>
<p>“Setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek priotitas yang akan segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas seperti di industri petrokimia. Selain itu, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri,” kata Menperin di Jakarta, Sabtu (20/4).</p>
<p>Airlangga menerangkan, tren petumbuhan industri seusai pemilu akan terjadi, karena Indonesia adalah negara yang paling matang dalam penerapan sistem demokrasinya. Demokrasi yang matang menjadi modal pemerintah dalam menarik investasi dari luar negeri.</p>
<p>“Optimisme pembangunan yang digaungkan pemerintah saat ini juga penting untuk menarik investasi. Semua sektor industri akan <em>running</em>setelah pilpres dan pileg,” papar Menerin.</p>
<p>Menperin juga meyakini, kondisi ekonomi, politik, dan keamanan di Indonesia masih tetap stabil dan kondusif. Sehingga akan mendukung berjalannya aktivitas usaha atau perindustrian semakin agresif. “Apalagi, beberapa kebijakan baru akan diluncurkan untuk memudahkan pelaku industri berusaha di Indonesia dan melanjutkan kembali yang sedang terlaksana dengan baik,” tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya pada rapat terbatas Presiden Joko Widodo dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja, disebutkan bahwa Arab Saudi akan berinvestasi di sektor industri petrokomia senilai 6 miliar dollar AS atau setara Rp84,31 triliun. Rencana investasi ini telah dibicarakan oleh Presiden Jokowi dan pihak kerajaan Arab Saudi, saat presiden melakukan kunjungan ke Negara Minyak tersebut, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Arab Saudi ingin melakukan kerja sama untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi industri petrokimia di Asia Tenggara. Untuk itu, Presiden Jokoowi menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga pemerintah dan non kementerian yang terkait agar segera melakukan kajian untuk bisa memudahkan realisasi investasi tersebut.</p>
<p>“Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk memperdalam struktur manufaktur dari sektor hulu sampai hilir. Sebab, industri petrokimia menghasilkan berbagai komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan produk elektronika,” kata Airlangga.</p>
<p>Industri petrokimia juga turut memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Kemenperin mencatat pada tahun 2018, investasi di sektor industri kimia dan farmasi mencapai Rp39,31 triliun. Selain itu, kelompok industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menorehkan nilai ekspor sebesar 13,93 miliar dollar AS.</p>
<p><strong>Investasi Rp 97 triliun</strong></p>
<p>Selain itu, Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9 persen pada tahun 2019 karena mendapatkan tambahan investasi. Tahun ini, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menamkan modalnya total sebesar Rp79 triliun.</p>
<p>Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp63 triliun, naik 11 persen dari tahun 2018.  Kemudian untuk industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp2,8 triliun dan Rp14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Pemerintah menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan menufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan. “Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor,” sambung Menperin.</p>
<p>Pada tahun 2018, ekspor nonmigas tercatat di angka 130 miliar dollar AS atau naik sebesar 3,98 persen dibanding tahun 2017. “Pada tahun 2018, kontribusinya mencapai 72,25 persen. Selama ini memang industri menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, artinya bahwa produk-produk industri manufaktur dalam negeri sudah banyak berbicara di level global,” ungkap Airlangga.</p>
<p>Kemenperin juga mencatat, investasi di sektor industri manufaktur terus tumbuh signifikan. Pada tahun 2014, penanaman modal masuk sebesar Rp195,74 triliun, kemudian naik mencapai Rp222,3 triliun di 2018. Peningkatan investasi ini mendongkrak penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang di 2018, yang berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional.</p>
<p>“Dari tahun 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019 seiring adanya realisasi investasi,” ungkap Menperin.</p>
<p>Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4 persen. Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-pemilu-investasi-manufaktur-diyakini-semakin-meningkat/">Usai Pemilu, Investasi Manufaktur Diyakini Semakin Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 39/233 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.046 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:29:25 by W3 Total Cache
-->