<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kekeringan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kekeringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kekeringan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Oct 2023 10:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kekeringan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kekeringan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kekeringan, Semen Padang Distribusikan 46.000 Liter Air Bersih</title>
		<link>https://prokabar.com/kekeringan-semen-padang-distribusikan-46-000-liter-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2023 10:46:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#airbersih]]></category>
		<category><![CDATA[#Batugadang]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#KotaPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar -PT Semen Padang menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kelurahan Batu Gadang, Kota Padang akibat kemarau panjang. Pendistribusian air bersih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kekeringan-semen-padang-distribusikan-46-000-liter-air-bersih/">Kekeringan, Semen Padang Distribusikan 46.000 Liter Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> -PT Semen Padang menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kelurahan Batu Gadang, Kota Padang akibat kemarau panjang.</p>
<p>Pendistribusian air bersih di Batu Gadang itu dilakukan di kawasan Kasumbo, tepatnya di RT01 dan RT05, RW 02. Jumlah air bersih yang didistribusikan sebanyak 3 tangki atau 46 ribu liter.</p>
<p>&#8220;Pendistribusian air bersih itu dilakukan sejak Selasa kemarin. Ada ratusan rumah warga yang kami salurkan bantuan air bersih. Selain rumah warga, pendistribusian air bersih juga dilakukan ke masjid dan musala. Salah satunya, di Masjid Nurul Ilman Batu Gadang,&#8221; kata Anita, Rabu (11/10/2023).</p>
<p>Pendistribusian air bersih ini, sebut Anita, akan terus berlanjut, sesuai permintaan atau kebutuhan warga. &#8220;Kalau besok warga masih butuh air bersih, kami di Semen Padang siap untuk membantunya. Apalagi, Batu Gadang adalah bagian dari masyarakat lingkungan perusahaan Semen Padang,&#8221; ujarya.</p>
<p>Pendistribusian air bersih ini, kata Anita melanjutkan, sebagai bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat lingkungan perusahaan yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang telah berlangsung sejak 1 bulan ini. Dia berharap, bantuan air bersih tersebut dapat meringankan beban warga.</p>
<p>&#8220;Sejauh ini, informasi yang kami dapat baru Batu Gadang yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. Mudah-mudahan kemarau ini cepat berakhir, sehingga masyarakat Batu Gadang, maupun masyarakat daerah lainnya yang mengalami krisis air bersih, tidak kekurangan air bersih lagi,&#8221; ungkap Anita.</p>
<p>Sementara itu, Lurah Batu Gadang Syafriadi mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mengambil langkah cepat dalam mengatasi kesulitan air bersih warga Batu Gadang, khususnya di daerah Kasumbo. &#8220;Untuk itu, kami atas nama Pemerintah Kelurahan Batu Gadang, mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang yang telah memberikan bantuan air bersih,&#8221; katanya.</p>
<p>Krisis air bersih di Batu Gadang ini, lanjutnya, baru diketahui sejak Minggu kemarin. Kemudian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT Semen Padang. Setelah itu, PT Semen Padang langsung menurunkan tim untuk melakukan survei dan pemetaan daerah-daerah mana saja yang mengalami kriris air bersih.</p>
<p>Dari survei yang dilakukan, terdapat banyak rumah warga yang terdampak. Dan, rata-rata kondisi sumur di rumah-rumah tersebut sudah kekeringan. Kalaupun airnya ada, itu pun sudah keruh bercampur material berupa tanah dan pasir. &#8220;Jadi, kondisi airnya sudah tidak bersih lagi, karena bercampur sedimen,&#8221; ujarnya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kekeringan-semen-padang-distribusikan-46-000-liter-air-bersih/">Kekeringan, Semen Padang Distribusikan 46.000 Liter Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebahagian Wilayah Tanah Datar Mulai Mengalami Kekeringan</title>
		<link>https://prokabar.com/sebahagian-wilayah-tanah-datar-mulai-mengalami-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 06:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacapanas]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=102244</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Datar, kini mulai kekeringan dan sawah pun terancam gagal panen akibat cuaca panas. . Warga masyarakat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sebahagian-wilayah-tanah-datar-mulai-mengalami-kekeringan/">Sebahagian Wilayah Tanah Datar Mulai Mengalami Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Datar, kini mulai kekeringan dan sawah pun terancam gagal panen akibat cuaca panas. . Warga masyarakat di Jorong Kapuak Koto Panjang Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru Eli Yarnis dan Nelvi (30) mengaku cuaca panas yang terjadi di daerah itu sudaj sejak satu bulan belakangan. Cuaca panas juga membuat sumur di daerahnya tidak lagi ber air.</p>
<p>Akibatnya, dia dan beberapa masyarakat lainnya kesulitan untuk mendapatkan air bersih terutama untuk keperluan mandi, cuci dan kakus.</p>
<p>&#8220;Sumur kami kering, untuk mandi saja tidak cukup, sebelum-sebelumnya juga pernah kekeringan, tapi tidak selama dan separah ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Disisi lain, masyarakat Jorong Kapuak Koto Panjang Ponco itu terancam gagal panen karena kekeringan dan masih belum diperbaikinya saluran irigasi yang rusak parah pasca dihantam air bah kurang lebih tiga tahun yang lalu.</p>
<p>Meski sudah dilaporkan dan diusulkan kepemerintahan nagari setempat terkait perbaikan irigasi yang rusak, namun tidak juga diperbaiki.</p>
<p>Sudirman (63) mengatakan sejak musim kemarau lebih kurang satu bulan yang lampau hingga saat ini sawahnya tak kunjung berair dan terancam gagal panen karena tanah persawahannya yang sudah retak.</p>
<p>&#8220;Dulu saluran irigasi ke sawah kami ada, tapi sudah rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Alternatif satu-satunya selama ini dengan mengharapkan limpahan air dari sawah lain yang disambungkan ke saluran irigasi menuju persawahan kami juga sudah tidak berfungsi karena kekeringan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dampaknya jika kemarau ini berlangsung lama, sekitar puluhan hektare persawahan di daerah itu akan terancam gagal panen.</p>
<p>&#8220;Harapan kami para petani berharap kepada pemerintah baik nagari maupun kabupaten untuk memperbaiki segera saluran irigasi ke persawahan kami yang rusak itu,&#8221; katanya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sebahagian-wilayah-tanah-datar-mulai-mengalami-kekeringan/">Sebahagian Wilayah Tanah Datar Mulai Mengalami Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Hektar Tanaman Padi di Tanah Datar Terancam Kekeringan</title>
		<link>https://prokabar.com/ratusan-hektar-tanaman-padi-di-tanah-datar-terancam-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 03:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=102059</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Ratusan hektar lahan pertanian warga di tanah datar terancam gagal panen. Hal ini disebabkan kekeringan yang melanda daerah itu sejak satu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ratusan-hektar-tanaman-padi-di-tanah-datar-terancam-kekeringan/">Ratusan Hektar Tanaman Padi di Tanah Datar Terancam Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Ratusan hektar lahan pertanian warga di tanah datar terancam gagal panen. Hal ini disebabkan kekeringan yang melanda daerah itu sejak satu bulan terakhir.</p>
<p>Lahan pertanian milik warga di kecamatan rambatan dan lima kaum kini mulai menguning akibat tidak mendapatkan pasokan air. Selain itu, tanah sawah pun menjadi retak retak akibat tidak adanya pasokan air yang mencukupi.</p>
<p>&#8221; kendala kita kini tidak ada air. Untuk mendapat air kita harus ke atas (sumber air). Itu kita perginya ada beberapa orang,&#8221; kata Amril, petani di Jorong Balai Labuah Ateh, Nagari Lima Kaum.</p>
<p>Agar padi tidak mati kata Amril, petani kini harus bergantian mengairi dan menjaga sawah mereka.</p>
<p>&#8221; harus dijaga (air), kalau tidak dijaga nanti diambil pula sama yang lain,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Hal senada juga diungkapkan Daniel, petani di Jorong Balai Batu, Nagari Lima Kaum. Akibat kekeringan, ia harus mencari air hingga larut malam dan juga berbagi air dengan petani lainnya.</p>
<p>&#8221; kalau mendapatkan air susah. Kita gantian sama yang lebih dulu mendapatkan air. Itu 3 jam diairi, petani lain sudah minta. Air yang mengalir cuma sebesar kota rokok,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Daniel mengaku, jika kondisi ini dibiarkan berlarut larut, dikhawatirkan sebagian besar petani akan mengalami gagal panen.</p>
<p>&#8221; liat sawahnya sudah retak, dapat air sedikit sudah diminta sama yang lain,&#8221; ungkapnya sambil menunjuk sawah miliknya yang memang telah mulai retak.</p>
<p>Saat ini, petani didua kecamatan tersebut sangat berharap turunnya hujan, agar tanaman padi tidak mati. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ratusan-hektar-tanaman-padi-di-tanah-datar-terancam-kekeringan/">Ratusan Hektar Tanaman Padi di Tanah Datar Terancam Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dilanda Musim Kemarau, Warga Lubuk Sikaping Kesulitan Pasokan Air Bersih</title>
		<link>https://prokabar.com/dilanda-musim-kemarau-warga-lubuk-sikaping-kesulitan-pasokan-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2021 12:45:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#musimkemarau]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Musim kemarau juga melanda Pasaman, terutama di Kecamatan Lubuk Sikaping. Tak ayal, sumber air dari PDAM ikut terdampak musim kemarau. Pasokan air...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dilanda-musim-kemarau-warga-lubuk-sikaping-kesulitan-pasokan-air-bersih/">Dilanda Musim Kemarau, Warga Lubuk Sikaping Kesulitan Pasokan Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Musim kemarau juga melanda Pasaman, terutama di Kecamatan Lubuk Sikaping. Tak ayal, sumber air dari PDAM ikut terdampak musim kemarau. Pasokan air kurang dan tekanan pun menjadi lemah. Sehingga, beberapa daerah atau nigari di Kecamatan Lubuk Sikaping tidak teraliri air PDAM.</p>
<p>Direktur PDAM Tirta Dharma Kabupaten Pasaman, Ahmad Subur menjelaskan, selain debit air yang kurang, pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan terhenti juga diakibatkan adanya gangguan jaringan pada Instalasi Pengelolaan Air (IPA) milik PDAM setempat.</p>
<p>&#8220;Mohon maaf kepada pelanggan kami khusus wilayah Lubuk Sikaping. Pendistribusian air untuk sementara terhenti sehubungan dengan adanya perbaikan jaringan IPA Kapalo Banda dan kekurangan kapisitas debit air pada Intake Sungai Landai dan IPA Koto Tangah,&#8221; kata Subur, Rabu (24/2).</p>
<p>Menyiasati keluhan masyarakat, diakuinya PDAM tetap melayani pelanggan dengan bantuan mobil tanki. Untuk itu, pelanggan diharapkan menyiapkan wadah (ember) di depan rumahnya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Gangguan tersebut akan kami perbaiki sesegera mungkin sembari menunggu debit air cukup kuat di beberapa sumber. Mohon maaf atas ketidaknyamannya,&#8221; pungkas Subur. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dilanda-musim-kemarau-warga-lubuk-sikaping-kesulitan-pasokan-air-bersih/">Dilanda Musim Kemarau, Warga Lubuk Sikaping Kesulitan Pasokan Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem, Kebakaran Lahan Mulai Marak di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/cuaca-ekstrem-kebakaran-lahan-mulai-marak-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 16:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kebakaran Hutan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam. Rata-rata lahan sawit menjadi sasaran utama kebakaran tersebut. Kebakaran lahan pertama terjadi di Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cuaca-ekstrem-kebakaran-lahan-mulai-marak-di-agam/">Cuaca Ekstrem, Kebakaran Lahan Mulai Marak di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Kebakaran Hutan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam. Rata-rata lahan sawit menjadi sasaran utama kebakaran tersebut.</p>
<p>Kebakaran lahan pertama terjadi di Padang Joagam, Jorong Tandikek, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Senin (24/2). Kejadian diperkirakan pukul 09.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Kebakaran itu menghanguskan lahan Karet milik Kaban (82). Sekitar setengah hektat hangus terbakar. Lahan kedua, milik Almarhum Datuak Kunyian dengan luas sekitar 0,4 hektar. Saat ini api masih hidup dan masih dalam proses pemadaman. Dan lahan yang terbakar berjarak lebih kurang 50 meter dari permukiman,&#8221; ungkap Kalaksa BPBD Agam, melalui Kabid KL, Syafrizal, Senin (24/2).</p>
<p>Kejadian kedua terjadi di kebun warga di Tantaman, Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Sabtu (22/2). Kejadian sekitar pukul 23.30 WIB.</p>
<p>&#8220;Sekitar lahan seluas 1 hektar perkebunan sawit dan karet hangus terbakar si jago merah. Pemilik atas nama Ati (65),&#8221; terangnya.</p>
<p>Kebakaran lahan pada pohon sawit mati juga terjadi di Jorong Kajai Pisik, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Minggu (23/2). Lahan milik Irman Tasri (47) dan Andin (35) diperkirakan hangus terbakar lebih kurang 5 hektar.</p>
<p>&#8220;Sumber api diketahui sisa pembakaran sampah daun hidup kembali. Api cepat merambat karena cuaca panas dan angin kencang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Terakhir, kebakaran lahan terjadi di Jorong Sigiran, Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Minggu, (23/2) pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Lahan milik Kari Buyuang hangus terbakar sekitar setengah hektar. &#8220;Kebakaran lahan tersebut langsung mendapat tanggapan cepat dari Damkar Agam dibantu BPBD Agam. Sejumlah titik itu telah didata dan ditanggulangi dengan cepat. Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga lahan pertaniannya. Menghindari pembakaran lahan disaat cuaca ekstrim masih berlangsung. Terjadinya kebakaran akan berdampak buruk pada diri dan orang banyak,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cuaca-ekstrem-kebakaran-lahan-mulai-marak-di-agam/">Cuaca Ekstrem, Kebakaran Lahan Mulai Marak di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pipa Pansimas Rusak, Warga Batur Andalkan Distribusi Air Bersih</title>
		<link>https://prokabar.com/pipa-pansimas-rusak-warga-batur-andalkan-distribusi-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2019 06:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batusangkar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Pasca rusaknya bak kontrol air Pansimas di Jorong Batur Nagari Sungai Jambu, Kecamatan pariangan, Tanah Datar akibat terjangan air sungai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pipa-pansimas-rusak-warga-batur-andalkan-distribusi-air-bersih/">Pipa Pansimas Rusak, Warga Batur Andalkan Distribusi Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Pasca rusaknya bak kontrol air Pansimas di Jorong Batur Nagari Sungai Jambu, Kecamatan pariangan, Tanah Datar akibat terjangan air sungai malana beberapa hari lalu memutus kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Saat ini, sebanyak 200 kepala keluarga hanya mengandalkan air bersih yang didistribusikan oleh PDAM Tirta Alami.</p>
<p>Wali Jorong Batur, Poni Zulheri mengatakan untuk kebutuhan air bersih, masyarakat sangat mengandalkan aliran air pansimas yang dibangun pada 2015 lalu. Pasca diterjang debit air sungai yang tinggi, kini masyarakat tidak lagi bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan mereka sehari hari.</p>
<p>&#8220;Ini rusaknya akibat air sungai malana yang besar pak. Pipanya sudah berserak diatas (sumber air). Bak kontrolnya tertimbun, jadi memutus aliran air ke rumah rumah warga,&#8221; ujar Wali Jorong.</p>
<p>Agar warga bisa kembali menikmati air bersih, warga setempat juga telah melakukan pembersihan terhadap bak kontrol yang rusak itu. Hasilnya, baru sebagian rumah yang bisa terairi.</p>
<p>&#8220;Baru sebagian air yang mengalir kerumah warga itupun airnya tidak layak untuk diminum dan mandi. air yang mengalir saat ini keruh pak,&#8221; ucapnya lagi.</p>
<p>Sementara itu, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, Wahyu IP balon Bupati Tanah Datar periode 2021-2026 mendistribusikan air bersih kepada masyarakat setempat. Air bersih yang didistribusikan dijadwal pagi dan sore masing masing satu tangki mobil.</p>
<p>&#8220;Harapan kita dalam beberapa hari kedepan air bersih bisa mengalir kerumah rumah warga. Ini cobaan bagi kita, dan tidak harus kita sesali,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Wahyu IP juga memuji sifat kegotoroyongan masyarakat Batur yang secara swadaya lansung membersihkan bak kontrol yang rusak. Selain itu, kerjasama forkopimca Pariangan yang tanggap akan musibah ini diapresiasi Wahyu IP, sehingga air bisa mengalir dengan cepat kesebagian rumah warga, meski kondisi air belum bisa untuk dikonsumsi.</p>
<p>&#8220;Tanggap pemerintah nagari, kecamatan, koramil dan polsek, serta satgas nagari patut kita apresiasi. Luar biasa, dalam waktu singkat air bisa mengalir lagi,&#8221; tutup Wahyu IP.(<b>eym</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pipa-pansimas-rusak-warga-batur-andalkan-distribusi-air-bersih/">Pipa Pansimas Rusak, Warga Batur Andalkan Distribusi Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Daerah-daerah Yang Masih Dilanda Kekeringan</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-daerah-daerah-yang-masih-dilanda-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 00:28:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Berdasar data BMKG masih ada beberapa daerah yang belum turun hujan salah satunya adalah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu di Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-daerah-daerah-yang-masih-dilanda-kekeringan/">Ini Daerah-daerah Yang Masih Dilanda Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Berdasar data BMKG masih ada beberapa daerah yang belum turun hujan salah satunya adalah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, BNPB mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP).</p>
<p>Pemerintah Kabupaten TTU mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp 629.200.00 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan.</p>
<p>&#8220;Biasanya pada bulan November sudah turun hujan, sejak bulan Mei sampai dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering,&#8221; kata dia dalam keterangan resminya, Sabtu (23/11).</p>
<p>Menurut dia, selama ini BPBD melakulan dropping air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta untuk keperluan dropping air bersih dengan alokasi 10 tangki per desa di 20 desa yang mengalami kekeringan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan BPBD TTU terdapat 99 desa di 21 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan.</p>
<p>TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp 925.000.000 untuk mengatasi kekeringan. Terdapat 60 desa di 15 kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan.</p>
<p>Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan dropping air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada.</p>
<p>Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB hingga Jumat (22/11) berikut adalah wilayah yang masih mengalami kekeringan sampai dengan bulan November 2019:</p>
<p>99 desa di 21 kecamatan di TTU, NTT</p>
<p>60 desa di 15 kecamatan di Alor, NTT</p>
<p>27 desa 8 kecamatan di Flotim, NTT</p>
<p>24 Desa 6 kecamatan Kab. Pati Prov. Jateng</p>
<p>2 Desa di Kab. Kendal Prov. Jateng</p>
<p>12 Kecamatan di Kab. Cirebon Prov. Jabar</p>
<p>25 Desa di 8 Kecamatan di Kab. Brebes Prov. Jateng</p>
<p>7 Desa di 3 Kecamatan Kab. Karangasem Prov. Bali</p>
<p>Ia menjelaskan, solusi jangka pendek yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD masing-masing. &#8220;Jika masih kurang makan BNPB akan memberikan DSP sesuai kebutuhan dari daerah,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Sedang untuk solusi jangka panjang, BNPB menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi  menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dll.</p>
<p>Selain itu, BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-daerah-daerah-yang-masih-dilanda-kekeringan/">Ini Daerah-daerah Yang Masih Dilanda Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla</title>
		<link>https://prokabar.com/anomali-cuaca-di-sumsel-picu-kekeringan-dan-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2019 03:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#anomalicuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembang, Prokabar — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo menjelaskan, saat ini terjadi Anomali Cuaca yang berdampak pada beberapa hal antara lain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anomali-cuaca-di-sumsel-picu-kekeringan-dan-karhutla/">Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s2"><strong>Palembang, Prokabar —</strong> Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo menjelaskan, saat ini terjadi Anomali Cuaca yang berdampak pada beberapa hal antara lain kemunduran musim hujan di Sumsel dan Indonesia, serta cuaca kering dan angin kencang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Akibat Anomali Cuaca, potensi hujan diprediksi ada di tgl.27 &#8211; 30 Oktober 2019,&#8221; ujar Nuga, dilansir dari keterangan tertulis, Sabtu (26/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hari Tanpa Hujan di Tahun 2019 lebih panjang dibanding Tahun 2018 yang saat ini mengalami 30 Hari Tanpa Hujan, sehingga kondisi ini menjadi sumber pemicu kekeringan di beberapa lahan gambut yang mengakibatkan karhutla, terlebih di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memang notabene lahan nya merupakan lahan gambut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Anomali cuaca adalah kondisi tidak teraturnya cuaca yang menyimpang dari keadaan normalnya secara rata-rata,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu Kepala BPBD Prov Sumsel, Iriansyah menjelaskan tentang upaya-upaya yang di lakukan Pemprov Sumsel bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat dalam mengatasi Karhutla antara lain tambahan Heli untuk Water Bombing, Pesawat TMC, Penambahan Pasukan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Kemrin (25/10), Gubernur Sumsel H.  Deru bersama Kapolda Irjen.Pol.Firli Bahuri dan Pangdam II SWJ Mayjen Irwan, telah memberangkatkan pasukan tambahan berjumlah 500 personil dari unsur TNI,Polri, Pol PP dan BPBD untuk membantu pasukan yang telah ada dalam memadamkan Karhutla di Kab.OKI,&#8221; ujar Iriansyah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dirinya mengatakan, Pemprov mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan doa dan sholat istisqo meminta hujan, untuk mengatasi Karhutla. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anomali-cuaca-di-sumsel-picu-kekeringan-dan-karhutla/">Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Bantu Dua Sumur Bor Di Boyolali</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-bantu-dua-sumur-bor-di-boyolali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 13:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#biyolali]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#KemenESDM]]></category>
		<category><![CDATA[#sumurbor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyerahkan dua buah sumur bor untuk daerah sulit air di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, dilansir dari situs resmi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-bantu-dua-sumur-bor-di-boyolali/">Pemerintah Bantu Dua Sumur Bor Di Boyolali</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong><span class="s1">Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyerahkan dua buah sumur bor untuk daerah sulit air di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM, Minggu (06/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Unit tersebut merupakan program yang masuk tahun anggaran 2019 di wilayah Kabupaten Boyolali sebanyak empat unit dari yang direncanakan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sumur bor tersebut di Kabupaten Boyolali hingga tahun 2019 telah berhasil dibangun 11 unit sumur bor, tersebar di 7 kecamatan dan 10 desa/kelurahan, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 608 ribu m3 per tahun, dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sekitar 27 ribu jiwa penduduk.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jumlah sumur bor di Kabupaten Boyolali tahun 2019 ini direncanakan sebanyak empat unit dan hingga saat ini sudah selesai dibangun sebanyak dua unit dan diserahkan pada hari ini yaitu terletak di Desa Tanjung dan Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali,&#8221; terang Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, M. Halim Sari Wardana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami harapkan agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat di sekitar sumur bor pada khususnya,&#8221; lanjut Halim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Boyolali, Totok menyampaikan rasa terima kasihnya atas pembangunan sumur bor di daerah sulit air di Kabupaten Boyolali tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Terima kasih kepada KESDM yang telah membantu pembangunan sumur bor yang sangat tepat dibangun di musim kemarau ini, semoga bisa dilestarikan oleh masyarakat. Kemarau yang panjang menyebabkan 6 kecamatan dan 21 desa di Boyolali mengalami kekeringan. Kami harapkan bantuan sumur bor tahun depan bisa diperbanyak ,&#8221; ungkap Totok.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satu tugas dan fungsi Badan Geologi, Kementerian ESDM di bidang air tanah adalah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, yaitu penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air di seluruh wilayah Indonesia. Target di tahun 2019, KESDM akan membangun 650 unit sumur bor di wilayah sulit air yang tersebar di 33 provinsi. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-bantu-dua-sumur-bor-di-boyolali/">Pemerintah Bantu Dua Sumur Bor Di Boyolali</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Kecamatan terdampak kekeringan, PDAM Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih</title>
		<link>https://prokabar.com/dua-kecamatan-terdampak-kekeringan-pdam-salurkan-50-ribu-liter-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 01:59:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#pdampadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Sudah sebulan lamanya beberapa wilayah di Kota Padang mengalami kekeringan. Yang paling terdampak kekeringan yakni di dua Kecamatan di Kecamatan Lubuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-kecamatan-terdampak-kekeringan-pdam-salurkan-50-ribu-liter-air-bersih/">Dua Kecamatan terdampak kekeringan, PDAM Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Sudah sebulan lamanya beberapa wilayah di Kota Padang mengalami kekeringan. Yang paling terdampak kekeringan yakni di dua Kecamatan di Kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Padang Selatan Kota Padang.</p>
<p>Menyikapi kondisi itu, PDAM Kota Padang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah-BPBD, PMI dan Organisasi Kemanusian Aksi Cepat Tanggap-ACT kemaren melakukan pendistribusian air bersih ke dua Kecamatan tersebut. Air bersih yang didistribukan tersebut berjumlah 50 ribu liter air dalam satu hari.</p>
<p>Wakil Walikota Padang Hendri Septa usai melepas 4 unit armada air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat di halaman kantor PDAM Kota Padang pagi tadi mengatakan, Pemerintah Kota Padang akan terus melakukan pendistribusian air bersih kerumah rumah masyarakat yang terdampak kekeringan tersebut.</p>
<p>Hendri Septa mengimbau kepada masyarakat, untuk dapat menghemat dalam pemakaian air untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari mengingat kondisi musim kemarau saat ini.</p>
<p>“Kegiatan ini sudah kesekian kalinya dilakukan, Pemko akan terus memberikan bantuan air bersi kepada masyarakat. Pemko menghimbau masyarakat untuk menghemat dalam pemakaian air, selain itu masyarakat yang memiliki kelebihan debit airnya untuk saling membantu,”ujar Wakil Wali Kota. Kamis (19/9).</p>
<p>Sementara itu Direktur Teknik PDAM Kota Padang Andri Satria mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan karena kondisi air yang ada di sungai mengalami penurunan hingga 30 sampai 40 persen sehingga berdampak terhadap debit air yang akan didistribusikan kepada masyarakat.</p>
<p>“Kita distribusikan mulai dari Indarung, Baringin, Tarartak, Panambiran, Dangau Teduh, Jundul Rawang hingga ke Seberang Palinggam Padang Selatan. Ini disebabkan terjadinya penurunan air di sungai 30 hingga 40 persen, ini berdampak terdapat debit air yang akan di salurkan,”ujar Andri Satria.</p>
<p>Andri Satria menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pendistribusian air bersih ke rumah rumah warga yang membutuhkannya. Menurutnya, kapasitas produksi air di PDAM sekitar 1.415 liter per detik terutama di wilayah Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. (*/<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-kecamatan-terdampak-kekeringan-pdam-salurkan-50-ribu-liter-air-bersih/">Dua Kecamatan terdampak kekeringan, PDAM Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akibat Kemarau, Warga Baringin Terpaksa Konsumsi Air Sungai</title>
		<link>https://prokabar.com/akibat-kemarau-warga-baringin-terpaksa-konsumsi-air-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 11:48:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[#musimkemarau]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Sebagian warga di Baringin, kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, terpaksa mengkonsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari hari. Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akibat-kemarau-warga-baringin-terpaksa-konsumsi-air-sungai/">Akibat Kemarau, Warga Baringin Terpaksa Konsumsi Air Sungai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Sebagian warga di Baringin, kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, terpaksa mengkonsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari hari. Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu bulan, akibat musim kemarau.</p>
<p>Selain dikonsumsi, air sungai juga dimanfaatkan untuk keperluan mencuci pakaian hingga mandi.</p>
<p>Seorang warga setempat, Jusmanir, mengatakan, ia terpaksa menggali lubang kecil di tengah sungai yang sudah mengering, demi mendapatkan air resapan yang cukup bersih.</p>
<p>&#8220;Ya mau gimana lagi, air sumur sudah kering. Sedangkan kita tiap hari butuh air,&#8221; sebutnya kepada Prokabar.com , saat mengambil air, Kamis (19/9)</p>
<p>Dikatakan, dalam sehari, ia menjemput air ke sungai, lima hingga tujuh kali menggunakan dua derigen dan satu gayung, untuk penimba.</p>
<p>Saat ditanya mengenai pederstribusian air bersih, ia mengaku, air yang didistribusikan tidak untuk kebutuhan sehari hari.</p>
<p>&#8220;Karena kebutuhan kita banyak, buat minum, mandi, mencuci,&#8221; tambahnya. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akibat-kemarau-warga-baringin-terpaksa-konsumsi-air-sungai/">Akibat Kemarau, Warga Baringin Terpaksa Konsumsi Air Sungai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Global Zakat-ACT Distribusikan Air Bersih dan Makanan Gratis Bagi Warga Bekasi</title>
		<link>https://prokabar.com/global-zakat-act-distribusikan-air-bersih-dan-makanan-gratis-bagi-warga-bekasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2019 06:06:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#act]]></category>
		<category><![CDATA[#actsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[#gobalzakat]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45115</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekasi, Prokabar — Merespon kondisi kekeringan yang terjadi hampir di seluruh provinsi Indonesia, Global Zakat- Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mendistribusikan jutaan liter air bersih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/global-zakat-act-distribusikan-air-bersih-dan-makanan-gratis-bagi-warga-bekasi/">Global Zakat-ACT Distribusikan Air Bersih dan Makanan Gratis Bagi Warga Bekasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bekasi, Prokabar — </strong>Merespon kondisi kekeringan yang terjadi hampir di seluruh provinsi Indonesia, Global Zakat- Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mendistribusikan jutaan liter air bersih per hari di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah menjadi target distribusi.</p>
<p>Kondisi saat ini, hampir seluruh warga Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah mengalami krisis air. Penampungan air depan rumah warga sudah kering. Kalaupun ada, airnya hanya di dasar dan warnanya sudah kehijauan. Warga juga kerap mengambil air dari pasir sungai saking tidak adanya air.</p>
<p>Merespon bantuan dari Global-Zakat ACT, Komarudin selaku Kepala Desa Ridogalih mengatakan ia turut bersyukur dengan hadirnya bantuan dari ACT. Komarudin pun menambahkan bahwa di sisi lain pemerintah terus berupaya membantu warga melalui distribusi air hampir setiap harinya, yaitu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi.</p>
<p>“Kadang kalau ada warga yang memang mampu, ya mereka beli air. Kalau mau beli satu tangki air yang besar, itu sekitar 400 ribu rupiah. Sementara satu toren kecil itu harganya 50 ribu rupiah, dapat airnya sekitar seribu liter,” jelas Komarudin.</p>
<p>Namun, tidak mudah buat warga untuk membeli air. Komarudin mengatakan bahwa Desa Ridogalih yang dihuni sekitar 12.000 penduduk tersebut kebanyakan berada pada ekonomi menengah ke bawah. Mayoritas warga bekerja sebagai petani, sementara lahan di Desa Ridogalih sendiri semenjak kekeringan ini telah mengalami gagal panen sekitar 50% dari total lahan.</p>
<p>Sementara itu Masrifah, selaku perwakilan warga menjelaskan, kondisi kekeringan ini sudah berlangsung semenjak Ramadan kemarin atau lebih dari tiga bulan yang lalu. Dengan total 104.000 liter air yang didistribusikan di Kecamatan Cibarusah melalui 13 armada tangki air.</p>
<p>“Alhamdulillah senang rasanya, terima kasih sudah dibantu oleh ACT. Karena kalau di sini susah dapat air. Inginnya kita ada lagi bantuan-bantuan seperti ini. Kalau bisa sampai musim hujan nanti,” harapnya.</p>
<p>Joni Kusumahadi selaku koki dari Humanity Food Truck ACT mengatakan, sejalan dengan rutinnya distribusi air bersih, ACT juga mendistribusikan 1.000 makanan siap santap di daerah yang tengah dilanda kekeringan.</p>
<p>“Saat ini, kita ada sedekah pangan yang akan membagikan makan gratis bersama warga sekitar di Desa Ridogalih. Untuk menunya kita memasak seribu porsi ayam, olahan sayuran, menu pelengkap, menu pendamping, dan nasi putih,” katanya</p>
<p>Selain di Desa Ridogalih, Humanity Food Truck berencana mengadakan aksi lanjutan di sekitar Kecamatan Cibarusah. “Dengan kita berbagi makanan, otomatis kan juga mengurangi jumlah air yang dipakai di dalam rumah untuk memasak. Jadi insya Allah, masakan yang kita buat semoga bermanfaat, dan berkah buat masyarakat yang sedang tertimpa bencana kekeringan,” harap Joni.</p>
<p>Zeng Wellf selaku Branch Manager ACT Sumatera Barat mengungkapkan, sejauh ini, ACT telah merespons dengan melakukan distribusi air bersih, ACT pun menargetkan distribusi 2,1 juta liter air bersih di 28 cabang kantor ACT dengan total 500.000 penerima manfaat per hari. “Dalam kurun empat bulan terakhir juga, ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia.” ungkapnya</p>
<p>Lanjutnya, ACT juga mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan melalui aksi nyata di bit.ly/DermawanPadangAtasiKekeringan atau via transfer rekning atas nama Yayasan Global Zakat BNI Syariah 99 0000 761 dan Mandiri 127 000 77 89512 . “Mari kita atasi kekeringan yang mematikan ini dengan menjadi Dermawan. Insya Allah, ini bukti kita peduli tidak hanya untuk warga Indonesia namun juga dunia.” tutupnya. (<b>rel/hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/global-zakat-act-distribusikan-air-bersih-dan-makanan-gratis-bagi-warga-bekasi/">Global Zakat-ACT Distribusikan Air Bersih dan Makanan Gratis Bagi Warga Bekasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Bulan Terakhir tak Hujan, Sembilan Daerah di Sumbar Mulai Kekeringan</title>
		<link>https://prokabar.com/dua-bulan-terakhir-tak-hujan-sembilan-daerah-di-sumbar-mulai-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 09:41:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim Sicincin Sumatera Barat mengungkapkan sejumlah daerah di provinsi itu mulai mengalami kekeringan karena...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-bulan-terakhir-tak-hujan-sembilan-daerah-di-sumbar-mulai-kekeringan/">Dua Bulan Terakhir tak Hujan, Sembilan Daerah di Sumbar Mulai Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim Sicincin Sumatera Barat mengungkapkan sejumlah daerah di provinsi itu mulai mengalami kekeringan karena tidak turun hujan sejak dua bulan terakhir.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tidak hanya daerah zona musim tetapi daerah pesisir pantai juga mengalami penurunan curah hujan,&#8221; kata Pengamat Meteorologi Geofisika Analisis Iklim BMKG Staklim Sicincin Rizky A.Saputra, Kamis.</p>
<p dir="ltr">Ia menyampaikan daerah yang mengalami kekeringan, antara lain Kabupaten Dharmasraya, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Limapuluh Kota, Pasaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, dan Tanah Datar. Masyarakat di sejumlah daerah itu mulai merasakan dampak penurunan ketersediaan air.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Daerah Sitiung di Kabupaten Dharmasraya saat ini mengalami hari tanpa hujan yang sangat panjang sudah lebih dari 30 hari,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">Ia menyampaikan untuk daerah Koto Besar dan Koto Salak di Dharmasraya hingga saat ini sudah lebih dari 20 hari tanpa hujan.</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan hari tanpa hujan dengan kategori sangat panjang, yaitu 30 sampai 60 hari, harus diwaspadai sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian yang lebih besar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Oleh sebab itu langkah-langkah mitigasi dan adaptasi perlu untuk disiapkan dalam mengatasinya,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Ia menyampaikan di Sangir Jujuan di Solok Selatan tercatat hari tidak hujan selama 31 hari dengan jumlah curah hujan 47,5 milimeter dalam 50 hari, sedangkan sejak Juli hingga saat ini hujan turun hanya tiga hari.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bahkan berdasarkan data yang dihimpun di daerah Sungai Kunyit Sangir Balai Janggo juga sudah mulai krisis air bersih,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">Oleh karena itu, pemangku kepentingan terkait harus mewaspadai dampak kekeringan pada sektor pertanian.</p>
<p dir="ltr">Sekitar 100 hektare areal persawahan warga di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, di Solok Selatan terancam gagal panen karena turunnya debit air Sungai Batang Sangir sehingga tidak mampu mengaliri pertanian masyarakat.</p>
<p dir="ltr">BMKG memperkirakan dalam 10 hari ke depan peluang curah hujan hanya kategori rendah hingga menengah.</p>
<p dir="ltr">Untuk itu, katanya, perlu antisipasi penyesuaian pola tanam di daerah musim kering pada sawah tadah hujan dengan menyesuaikan tanaman, seperti hortikultura berumur pendek atau menunda tanam.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, perlu pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan atau ladangnya sehingga membuat rendahnya titik api di Sumatera Barat<strong>.(*/mbb)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-bulan-terakhir-tak-hujan-sembilan-daerah-di-sumbar-mulai-kekeringan/">Dua Bulan Terakhir tak Hujan, Sembilan Daerah di Sumbar Mulai Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ACT Salurkan 2,1 Juta Liter Air Bersih Di Sejumlah Daerah</title>
		<link>https://prokabar.com/act-salurkan-21-juta-liter-air-bersih-di-sejumlah-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 03:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#act]]></category>
		<category><![CDATA[#actsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan level ekstrim dimana tercatat ada daerah yang tidak turun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/act-salurkan-21-juta-liter-air-bersih-di-sejumlah-daerah/">ACT Salurkan 2,1 Juta Liter Air Bersih Di Sejumlah Daerah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan level ekstrim dimana tercatat ada daerah yang tidak turun hujan lebih dari 90 hari. Kondisi ini memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Merespon kondisi ini, ACT akan mendistribusikan 2,1 juta liter air bersih per hari di 28 cabang kantor ACT dengan total 500.000 penerima manfaat per hari. Sedangkan, untuk 4 bulan terakhir ini ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia. Tahap awal penanganan kekeringan ACT pun akan menyuplai kebutuhan air melalui mobile water tank dengan total 60 juta liter/ bulan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Air bersih yang diberikan umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan primer, yakni minum dan memasak. Selanjutnya, ACT Jatim terus berkomitmen untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh penjuru Jatim. Misalnya saja, Pasuruan, Malang, Bangkalan, Jember, dan beberapa daerah lainnya, misal Yogyakarta. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dipo Hadi selaku Kepala Program ACT Jatim mengatakan, satu juta liter air bersih telah disalurkan ke beberapa daerah kekeringan di Jawa Timur. “Diperlukan sinergi antar pengampu kebijakan untuk mengatasi masalah kekeringan yang hampir setiap tahun ada. Semakin banyak kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menangani bencana kekeringan ini, maka akan semakin cepat penyelesaiannya. Dan tentu saja dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,&#8221; terang Dipo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di sisi lain, Winarno, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Yogyakarta menambahkan bahwa pengeboran sumur yang cukup dalam memungkinkan air dapat terus keluar. “Sumur ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar, terlebih saat kemarau seperti sekarang ini,” ungkap Winarno.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari penampungan air Sumur Wakaf di Yogyakarta, selain menyediakan air bagi jemaah mushola, warga sekitar musala Dusun Karangmojo, Desa Grogol, Kecamatan Paliyan juga memanfaatkan air dari Sumur Wakaf. Para warga mengalirkan air menggunakan pipa-pipa yang mencapai puluhan hingga ratusan meter dari sumber air di Sumur Wakaf hingga ke kamar mandi di rumah mereka masing-masing.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Karmujiyanto, salah satu warga dusun yang menikmati air Sumur Wakaf mengatakan, Di Gunungkidul ini sumber air sangat susah dan dalam. Sumber air kemungkinan ada di sungai bawah tanah yang posisinya sangat dalam. “Untuk membuat sumur yang cukup dalam perlu biaya yang besar juga, warga di sini belum ada yang mampu untuk itu,” jelas Karmujiyanto.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu Kharis Pradana dari ACT DI Yogyakarta, mengatakan, desa-desa di Gunungkidul tiap harinya akan mendapatkan kiriman air bersih dari ACT. Di Gunungkidul, ACT akan memasok 16-20 ribu liter bagi warga terdampak kekeringan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Lima hari dalam sepekan, ACT akan rutin mengirimkan air bersih. Setiap harinya hingga 20 ribu liter bisa kami kirimkan. Ketersediaan armada sendiri dari ACT DI Yogyakarta memudahkan pendistribusian air bersih ini,” jelas Kharis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di tempat terpisah, Aan Saputra selaku staf program ACT Sumatera Barat mengatakan, di daerah Sumatera Barat belum terdampak adanya kekeringan yang sangat vital, “Kita dari ACT Sumatera Barat terus mensuport saudara-saudara kita yang terkena dampak dari kekeringan ini dengan cara megajak para dermawan untuk berpartisipasi dalam mengatasi bencana kekeringan di Indoesia ini. Untuk Sumatera Barat sendiri, kita juga perlu mewaspadai akan Kekeringan ini karena dalam masa bulan Agustus ini merupakan puncak kemarau.” ungkapnya</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini, ACT mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuannya melalui aksi-aksi nyata untuk saudara-saudara di bit.ly/DermawanPadangAtasiKekeringan atau bisa melalui transfer via rkening BNI Syariah 8660 2910 1908 0082, Mandiri 127 000 77 21242, BRI 0382 01 000 769 305. Mari kita atasi kekeringan yang mematikan ini dengan menjadi Dermawan. Insya Allah, ini bukti kita peduli tidak hanya untuk warga Indonesia namun juga dunia. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/act-salurkan-21-juta-liter-air-bersih-di-sejumlah-daerah/">ACT Salurkan 2,1 Juta Liter Air Bersih Di Sejumlah Daerah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1.963 Desa di 79 Kabupaten Terdampak Kekeringan</title>
		<link>https://prokabar.com/1-963-desa-di-79-kabupaten-terdampak-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 00:26:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#InfoCuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Hingga hari Senin (15/7) kemarin, dari data yang berhasil dikumpulkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sudah 1.963 desa, kecamatan berjumlah 556,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/1-963-desa-di-79-kabupaten-terdampak-kekeringan/">1.963 Desa di 79 Kabupaten Terdampak Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Hingga hari Senin (15/7) kemarin, dari data yang berhasil dikumpulkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sudah 1.963 desa, kecamatan berjumlah 556, kabupaten sejumlah 79 kabupaten yang terdampak kekeringan.</p>
<p>“Itu berada di Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangannya kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Antisipasi Dampak Kekeringan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7) sore.</p>
<p>BNPB sendiri, menurut Doni, telah mendapatkan permohonan dari para kepala daerah untuk hujan buatan dalam mengatasi dampak kekeringan. Dan sesuai arahan Presiden, BNPB untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bantuan hujan buatan ini.</p>
<p>“Oleh karenanya, BNPB tentu tidak bisa sendirian. Perlu kerja sama dengan beberapa lembaga khususnya BMKG, BPPT, dan markas besar TNI,” ujar Doni.</p>
<p>Dijelaskan Kepala BNPB, bahwa teknologi modifikasi cuaca ini juga tergantung dari keadaan awan. Apabila awannya masih tersedia maka sangat mungkin hujan buatan masih bisa dilakukan.</p>
<p>Untuk jangka menengah dan panjang, Kepla BNPB Doni Monardo mengaku telah saya melaporkan Presiden tentang perlunya penyiapan bibit pohon agar masyarakat bisa menjaga lingkungan dan juga tersedianya sumber air.</p>
<p>Dari beberapa pengalaman yang ada, menurut Doni, jenis pohon tertentu itu memiliki kemampuan menyimpan air, antara lain adalah sukun. “Jadi kalau tiap desa punya sukun yang cukup banyak, sangat mungkin akar sukun itu bisa mengikat air sehingga ketika musim kemarau panjang, sumber air di desa itu masih bisa terjaga. Termasuk juga pohon aren,” ungkapnya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/1-963-desa-di-79-kabupaten-terdampak-kekeringan/">1.963 Desa di 79 Kabupaten Terdampak Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 42/247 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.026 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:28:24 by W3 Total Cache
-->