<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kebudayaan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kebudayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kebudayaan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 13:34:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kebudayaan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kebudayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fadli Zon Dorong Pabrik Indarung I Jadi Ruang Kreatif Seni dan Budaya</title>
		<link>https://prokabar.com/fadli-zon-dorong-pabrik-indarung-i-jadi-ruang-kreatif-seni-dan-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 13:34:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#fadlizon]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#kebudayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=124731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang, mengunjungi Pabrik Indarung I PT Semen Padang, pabrik semen pertama di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fadli-zon-dorong-pabrik-indarung-i-jadi-ruang-kreatif-seni-dan-budaya/">Fadli Zon Dorong Pabrik Indarung I Jadi Ruang Kreatif Seni dan Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang, mengunjungi Pabrik Indarung I PT Semen Padang, pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang telah berusia lebih dari satu abad.</p>
<p>Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan dan memanfaatkan situs bersejarah tersebut sebagai pusat seni dan budaya.</p>
<p>Fadli Zon yang didampingi Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum, disambut oleh Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra, Pj Walikota Padang Andree Harmadi Algamar, anggota DPRD Verry Mulyadi, dan komunitas Indarung Heritage Society.</p>
<p>Fadli Zon mengapresiasi PT Semen Padang atas perjuangan mereka dalam menjadikan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional. Ia juga memuji upaya Indarung Heritage Society yang aktif menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya di kawasan tersebut. “Sebelum tahun 1950-an, Pabrik Indarung I adalah satu-satunya pabrik semen di Indonesia. Ini adalah narasi sejarah yang luar biasa,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Fadli Zon, dengan latar bangunan tua yang menyatu dengan alam, tempat ini sudah menjadi ruang seni yang sempurna untuk berbagai kegiatan budaya. Dia berharap pabrik semen yang didirikan sejak 1910 ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang seni dan budaya, dari festival musik hingga seni pertunjukan tradisional seperti pencak silat dan randai.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa renovasi tidak diperlukan, kecuali untuk perbaikan struktur yang membahayakan keamanan. Karena, kondisi Pabrik Indarung I saat ini sudah menjadi instalansi tersendiri dengan besi-besi dan rangka-rangkanya yang begitu massif. Di usia yang telah lebih dari satu abad, keberadaan pabrik semen ini sudah menjadi sebuah art space yang dibutuhkan oleh insan seni dan budaya untuk mengekspresikan diri.</p>
<p>&#8220;Jadi, tidak perlu direnovasi. Jangan merubah yang ada, kecuali kalau ada besinya keropos atau hal-hal yang membahayakan keamanan itu baru perlu dilakukan, termasuk menambah fasilitas publiknya. Dari kaca mata saya, Pabrik Indarung I ini sudah perfect, tinggal bagaimana kita bisa mendukung agar kegiatan-kegiatan seni budaya digelar di sini,&#8221; ujar Fadli Zon.</p>
<p>Kementerian Kebudayaan, katanya melanjutkan, siap mendukung atau ikut menstimulus kegiatan-kegiatan seni dan budaya di Pabrik Indarung I ini, yang penting konsepnya berangkat dari Bawah. Karena, Kementerian Kebudayaan punya dana abadi yang bisa diakses semua pihak untuk menggerakan kebudayaan. &#8220;Payung hukumnya ada, yaitu undang-undang untuk kemajuan kebudayaan nomor 5 tahun 2027,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Saat ini, sebutnya, Kementerian Kebudayaan fokus menggerakan seni dan budaya, khususnya dikalangan masyarakat. Maka dari itu, sanggar-sanggar dan komunitas seni seperti Indarung Heritage Society yang menjadi ujung tombak untuk memajukan kebudayaan, diharapkan bisa memanfaatkan keberadaan Pabrik Indarung I ini kegiatan seni pertunjukan.</p>
<p>&#8220;Banyak kegiatan yang bisa digelar seperti seni rupa, seni tari, seni suara, seni musik dan lain-lain sebagainya di Indarung I. Ini sangat penting dan kita ke depan bisa membuat konsep apa yang bisa kita lakukan. Apalagi Pabrik Indarung I ini sudah menjadi suatu Kawasan Cagar Budaya Nasional yang cukup luas, tinggal bagaimana kita mengeksplorasinya,&#8221; kata Fadli Zon.</p>
<p>Ketua Indarung Heritage Society Aidil Usman, mengatakan bahwa Kawasan Cagar Budaya Pabrik Indarung I merupakan kawasan yang sangat artistik. &#8220;Kami punya mimpi dan harapan dari visi kebudayaan. Kami menaruh harapan besar kepada Pak Menteri supaya Pabrik Indarung I ini bisa menjadi pusat dari segala gagasan yang lahir dan tumbuh,&#8221; kata Aidil.</p>
<p>Kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Pabrik Indarung I ini, sebutnya, semakin membangun rasa optimis dari Indarung Heritage Society dan juga PT Semen Padang yang selama ini telah berupaya untuk mengaktivasi Pabrik Indarung I melalui berbagai kegiatan pertunjukan seni dan budaya. Dia berharap ke depannya, Indarung I ini bisa dikunjungi banyak wisatawan.</p>
<p>&#8220;Budaya betonisasi itu lahir di Pabrik Indarung I ini. Mahakarya seperti Jembatan Ampere, Gedung MPR dan Istora Senayan itu dibangun menggunakan semen dari Pabrik Indarung I ini. Jadi, apa yang menjadi harapan Indarung Heritage Society di bawah payung PT Semen Padang ini bisa dipercepat. Itu harapan kami dari kunjungan Menteri Kebudayaan ke Indarung I ini,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa pihaknya sangat bersyukur dan bangga bahwa Pabrik Indarung I telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 54/M/2023, yang ditandatangani pada 27 Februari 2023. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fadli-zon-dorong-pabrik-indarung-i-jadi-ruang-kreatif-seni-dan-budaya/">Fadli Zon Dorong Pabrik Indarung I Jadi Ruang Kreatif Seni dan Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Raudha Thaib: Eka Putra Sosok yang Serius Terapkan ABS- SBK di Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/raudha-thaib-eka-putra-sosok-yang-serius-terapkan-abs-sbk-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 05:34:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EkaFadly]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[#RaudhaThaib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=123524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Raudha Thaib, bundo kanduang Sumatera Barat mengapresiasi kepemimpinan Eka Putra selama menjabat Bupati Tanah Datar. Apresiasi ini tentunya terkait pelestarian adat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/raudha-thaib-eka-putra-sosok-yang-serius-terapkan-abs-sbk-di-tanah-datar/">Raudha Thaib: Eka Putra Sosok yang Serius Terapkan ABS- SBK di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Raudha Thaib, bundo kanduang Sumatera Barat mengapresiasi kepemimpinan Eka Putra selama menjabat Bupati Tanah Datar. Apresiasi ini tentunya terkait pelestarian adat dan budaya yang dilakukan Eka Putra.</p>
<p>Eka Putra dinilai sangat berkontribusi dalam penerapan adat basandi syara&#8217;, syara&#8217; basandi kitabullah (ABS-SBK) di Luhak nan Tuo. Hal ini turut dibuktikan dengan adanya dua kecamatan yang telah dijadikan pilot project atau percontohan pelestarian adat dan budaya.</p>
<p>&#8221; banyak terobosoan terkait pelestarian budaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tanah Datar, terutama oleh Eka Putra sebagai Bupati. Beliau juga menyambut baik sosialisasi nilai nilai adat dan budaya yang basandi syara&#8217;, syara&#8217; basandi kitabullah (ABS-SBK), dan hal itu disambut positif oleh bapak bupati,&#8221; kata Raudha Thaib saat dihubungi lewat telpon genggamnya beberapa waktu lalu.</p>
<p>Raudha Thaib meyakinkan jika ia sangat merasakan bagaimana dampak kegiatan pelestarian budaya yang telah dilakukan oleh Eka Putra.</p>
<p>&#8221; Dengan banyaknya kegiatan kegiatan kebudayaan, bundo kanduang sedunia, bupati membuka dan membantu dalam segala hal. Salah satunya kongres bundo kandung sedunia, diaspora Minangkabau yang diikuti seribuan orang, Festival kesultanan dan semua itu dilakukan di era bupati Eka Putra dan sebelum sebelumnya belum pernah,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Bagi Raudha Thaib, Eka putra dinilai sosok yang sangat konsen dan perhatian terhadap pelestarian dan pengambangan adat dan budaya Minangkabau di Tanah Datar.</p>
<p>&#8221; Tanah Datar Luhak nan Tuo, pusek jalo pumpunan ikan dan itu diperhatikan oleh bapak bupati Eka Putra dengan serius dan sungguh sungguh. Nanti kami juga akan kongres untuk kedua kali dan bapak bupati itu ingin diadakan di Tanah Datar,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/raudha-thaib-eka-putra-sosok-yang-serius-terapkan-abs-sbk-di-tanah-datar/">Raudha Thaib: Eka Putra Sosok yang Serius Terapkan ABS- SBK di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Budaya Mentawai Belum Maksimal, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/pelajaran-budaya-mentawai-belum-maksimal-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2019 02:30:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[#kepulauanmentawai]]></category>
		<category><![CDATA[#Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mentawai, Prokabar — Meski telah masuk pada kurikulum pelajaran muatan lokal, ternyata penerapan pelajaran Budaya Mentawai (Bumen) masih belum maksimal. Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelajaran-budaya-mentawai-belum-maksimal-ini-sebabnya/">Pelajaran Budaya Mentawai Belum Maksimal, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s1">Mentawai, Prokabar — </span></strong><span class="s2">Meski telah masuk pada kurikulum pelajaran muatan lokal, ternyata penerapan pelajaran Budaya Mentawai (Bumen) masih belum maksimal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Lauren Saruruk mengatakan, tidak maksimalnya penerapan mata pelajaran Budaya Mentawai itu salah satunya disebabkan masih kurangnya guru untuk mengajar budaya Mentawai, selain juga masih terbatasnya bahan ajar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Sebenarnya budaya Mentawai itu seperti ekskul, dengan dasar pengajaran SK Pemkab Mentawai, diberikan prioritas dalam hal pembelajaran di semua tingkat sekolah yang ada di wilayah Mentawai. Tapi kendalanya<span class="Apple-converted-space">  </span>masih kesulitan mencari bahan ajar, dan juga<span class="Apple-converted-space">  </span>kesulitan mencari guru<span class="Apple-converted-space">  </span>yang benar-benar<span class="Apple-converted-space">  </span>memahami budaya Mentawai,” kata Lauren, dilansir dari MC Mentawai, Kamis (12/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lauren mengatakan, pelajaran muatan lokal budaya Mentawai sampai saat ini masih diajarkan kepada siswa-siswi<span class="Apple-converted-space">  </span>dari kelas IV sampai kelas VI SD khususnya di beberapa sekolah di Pulau Siberut. &#8220;Meski tidak semua SD di Mentawai, tapi pelajaran Budaya Mentawai ini masih tetap diajarkan di Pulau Siberut, seperti di Munthe, Matotonan dan beberapa sekolah lainnya,&#8221; ujar Lauren.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lauren menyebutkan, ke depan pihaknya akan mengusulkan adanya rekrutmen khusus untuk guru pengajar budaya Mentawai, sedangkan untuk bahan ajar budaya Mentawai tingkat SMP sampai saat ini masih dalam proses menyangkut penyampaian materi yang memuat konten budaya asli Mentawai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Untuk memaksimalkan peningkatan pendidikan budaya Mentawai kepada siswa-siswi, menurut Lauren, harus ada dukungan dana dalam arti anggaran guna memvalidasi data di lapangan, apalagi mengingat<span class="Apple-converted-space">  </span>kondisi geografis Mentawai menjadi suatu kendala dalam melakukan pengumpulan data, misalnya mengenai jumlah peratan tradisional Mentawai dalam sebuah uma.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Menurut dia, ada 11 kebudayaan yang ada di Mentawai, sesuai dengan Undang-Undang No. 5 tahun 2017, salah satunya kesenian. “Dari 11 itu salah satunya kesenian. Kesenian itupun belum diuraikan. Bagaimana menguraikannya, tentu dalam konteks kajian, harus </span><span class="s3">crosscheck</span><span class="s2">ke lapangan, misalnya lagu atau urai Sikerei sekian, bagaimana pembelajarannya, termasuk pakaian adat yang kemarin dilakukan lokakarya,” kata Lauren.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Pendidikan Budaya Mentawai yang diberikan oleh guru kata Lauren, merupakan pengenalan nama-nama alat tradisional Mentawai, seperti nama keranjang, luat atau kabit (cawat). Selain pengenalan nama-nama alat tradisional juga siswa-siswa langsung melihat bentuk atau mempraktikkan langsung cara pembuatannya.<span class="Apple-converted-space">  </span>(*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelajaran-budaya-mentawai-belum-maksimal-ini-sebabnya/">Pelajaran Budaya Mentawai Belum Maksimal, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/79 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:25:08 by W3 Total Cache
-->