<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kebakaranhutan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kebakaranhutan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kebakaranhutan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 05:19:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kebakaranhutan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kebakaranhutan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabut Asap Semakin Pekat, Pembelajaran di Tanah Datar Dialihkan ke PJJ</title>
		<link>https://prokabar.com/kabut-asap-semakin-pekat-pembelajaran-di-tanah-datar-dialihkan-ke-pjj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:19:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#sekolahdiliburkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Pemerintah kabupaten Tanah Datar akhirnya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh tingkatan satuan pendidikan. Keputusan ini tertuang dalam edaran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-semakin-pekat-pembelajaran-di-tanah-datar-dialihkan-ke-pjj/">Kabut Asap Semakin Pekat, Pembelajaran di Tanah Datar Dialihkan ke PJJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> — Pemerintah kabupaten Tanah Datar akhirnya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh tingkatan satuan pendidikan. Keputusan ini tertuang dalam edaran bupati Tanah Datar1 Nomor 00.3.4.2/2027/DIKBUD-2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan dalam rangka Antisipasi Penurunan Kualitas Udara di Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Kondisi kualitas udara di Kabupaten Tanah Datar yang berfluktuasi dari kategori sedang hingga tidak sehat menjadi menjadi acuan PJJ. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 51–152, kondisi tersebut berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.</p>
<p>Dalam SE tersebut disampaikan bahwa pembelajaran pada PAUD dan TK diliburkan sepenuhnya, sedangkan untuk SD dan SMP, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring terstruktur. Ketentuan serupa juga berlaku bagi satuan pendidikan nonformal.</p>
<p>“Pembatasan aktivitas di luar rumah, penggunaan masker jika berada di luar rumah serta pemantauan kesehatan anak,” demikian disampaikan dalam SE tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik selama kondisi kualitas udara belum stabil.</p>
<p>Untuk SMA/SMK/SLB sederajat serta RA, MI, MTs dan MA sederajat, pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan petunjuk teknis dan kebijakan instansi yang berwenang.</p>
<p>Surat Edaran tersebut berlaku Selasa hingga Jumat, 15–18 September 2026, dan akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-semakin-pekat-pembelajaran-di-tanah-datar-dialihkan-ke-pjj/">Kabut Asap Semakin Pekat, Pembelajaran di Tanah Datar Dialihkan ke PJJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Hutan dan Lahan Kosong Terjadi di Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/kebakaran-hutan-dan-lahan-kosong-terjadi-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 14:58:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#GunungBungsu]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#pagaruyung]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#saruaso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=128031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Sebanyak 4 titik api dari hutan dan lahan kosong ditemukan di wilayah Tanah Datar sepanjang rabu hingga kamis malam (9-10/7/25). Dua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kebakaran-hutan-dan-lahan-kosong-terjadi-di-tanah-datar/">Kebakaran Hutan dan Lahan Kosong Terjadi di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Sebanyak 4 titik api dari hutan dan lahan kosong ditemukan di wilayah Tanah Datar sepanjang rabu hingga kamis malam (9-10/7/25).</p>
<p>Dua titik api muncul di kawasan gunung bungsu Pagaruyung, satu titik api di kawasan hutan bukit tunggang Saruaso, dan satu titik api membakar lahan kosong di Pagaruyung.</p>
<p>Damkar Tanah Datar baru bisa memadamkan api disatu titik lahan kosong, sedangkan untuk tiga titik lainnya sulit untuk dijangkau karena berada di lereng perbukitan.</p>
<p>Dendi, Kasi Ops dan penyelamatan Damkar Tanah Datar menyampaikan untuk kebakaran hutan ditiga titik hutan, pihaknya terkendala kondisi api yang berada di lereng bukit dan sulit untuk dijangkau oleh peralatan pemadam.</p>
<p>&#8221; titik apinya berada jauh dari jalan, alat kita tidak bisa menyentuh hingga kesana. Meski demikian kita tetap waspada terhadap seluruh kemungkinan yang terjadi,&#8221; ujarnya saat ditemui usai memadamkan api disebuah lahan kosong di Pagaruyung.</p>
<p>Dugaan sementara, peristiwa kebakaran hutan ini terjadi karena adanya aktifitas pembukaan lahan baru dan pembakaran sampah.</p>
<p>Damkar juga belum mengetahui secara pasti luas lahan gunung bungsu yang terbakar, karena hingga kamis malam api masih membakar kawasan hutan tersebut.</p>
<p>Sedangkan lahan yang terbakar di bukit tunggang Saruaso diperkirakan mencapai empat hektar lebih.</p>
<p>Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan pertanian baru. Kemarau yang telah berlansung sejak dua bulan terakhir, sangat rentan terbakar hingga meluas. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kebakaran-hutan-dan-lahan-kosong-terjadi-di-tanah-datar/">Kebakaran Hutan dan Lahan Kosong Terjadi di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lahan Sawit ini Kembali Terbakar Di Tanjung Mutiara</title>
		<link>https://prokabar.com/lahan-sawit-ini-kembali-terbakar-di-tanjung-mutiara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 08:30:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82064</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Setelah seminggu lebih Tim BPBD Kabupaten Agam berjibaku memadamkan api kebakaran lahan sawit di Jorong Aia Maruok, Nagari Persiapan Durian Kapeh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lahan-sawit-ini-kembali-terbakar-di-tanjung-mutiara/">Lahan Sawit ini Kembali Terbakar Di Tanjung Mutiara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Setelah seminggu lebih Tim BPBD Kabupaten Agam berjibaku memadamkan api kebakaran lahan sawit di Jorong Aia Maruok, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, kini kembali terbakar.</p>
<p>&#8220;Sekitar 3 hektar lahan sawit kembali terbakar. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang, menjadi kendala utama kita dalam menjinakan api ini,&#8221; ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal, Senin (22/2).</p>
<p>Sekitar pukul 12.56 WIB, Tim BPBD bersama pemilik lahan berusaha memadamkan api.</p>
<p>&#8220;Menurut keterangan saksi sekaligus pemilik lahan itu, api kembali menyala pada Minggu 21 Februari 2021 pukul 18.00 WIB. Total lahan terbakar mencapai 6,5 hektar. Pemilik lahan diketahui bernama Purnawirawan Brigjen TNI Dasiri Musnal Dt. Rang Kayo Bungsu,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Lahan lahan terbakar hari ini diperkirakan mencapai 2 ha dan ditambah pada hari Minggu (21/2) dan Senin (22/2) seluas 1,5 hektar. Milik Jarot (55) dengan luas lahan tebakar 3 hektar,&#8221; tutup Syafrizal. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lahan-sawit-ini-kembali-terbakar-di-tanjung-mutiara/">Lahan Sawit ini Kembali Terbakar Di Tanjung Mutiara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Si Jago Merah Melahap Berhektar Hutan di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/si-jago-merah-melahap-berhektar-hutan-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 13:35:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Kebakaran hutan terjadi di Pasaman. Sekitar enam hektar hutan di kawasan Bukik Talang Sanua Kampung Aia Dadok, Jorong Rumah Nan XXX, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/si-jago-merah-melahap-berhektar-hutan-di-pasaman/">Si Jago Merah Melahap Berhektar Hutan di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Kebakaran hutan terjadi di Pasaman. Sekitar enam hektar hutan di kawasan Bukik Talang Sanua Kampung Aia Dadok, Jorong Rumah Nan XXX, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping ludes dilahap si jago merah.</p>
<p>Salah seorang personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pasaman, Novia Indra dari lokasi kejadian mengatakan, hingga Selasa (10/3) sore, kobaran api masih terus menjalar ke lahan lainnya.</p>
<p>&#8220;Diperkirakan mulai terbakar sejak pukul 11.00 WIB tadi. Kami yang mendapat laporan masyarakat langsung ke lokasi bersama sejumlah personil Satgas Karhutla untuk melakukan pemadaman,&#8221; terang Novia Indra.</p>
<p>Novia Indra menyebutkan api melalap lahan masyarakat dan hutan dengan ketinggian api mencapai lima meter.</p>
<p>&#8220;Saat ini titik api mulai menyebar. Kebakaran terparah ada di dua titik dengan perkiraan lahan yang terbakar mencapai 6 Hektare,&#8221; katanya.</p>
<p>Tim diakui Novia kesulitan mendekati api yang masih terus menjalar disertai angin kencang.</p>
<p>&#8220;Untuk saat ini kami hanya fokus menjaga kobaran api agar tidak meluas ke lahan lain. Sebab api sulit didekati untuk melakukan pemadaman. Ditambah angin kencang yang membuat api semakin membesar dan berbahaya didekati,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga mengaku kesulitan mendapatkan sumber air di lokasi kejadian yang juga menjadi kendala petugas dalam pemadaman.</p>
<p>&#8220;Bagi pinggir lahan terbakar hanya dipadamkan dengan potongan kayu dan ranting seadanya. Sebab ketersediaan air yang memadai sangat sulit didapatkan dilokasi. Sementara api masih terus meluas,&#8221; jelas Novia.</p>
<p>Belum diketahui penyebab kebakaran ini. Sebab dari keterangan warga, memang tidak ada masyarakat yang melakukan pembakaran lahan sebelum kejadian. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/si-jago-merah-melahap-berhektar-hutan-di-pasaman/">Si Jago Merah Melahap Berhektar Hutan di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akibat Musim Kemarau dan Angin Kencang, Sehektar Kebun Ludes Terbakar di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/akibat-musim-kemarau-dan-angin-kencang-sehektar-kebun-ludes-terbakar-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 14:15:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61466</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Musim kemarau sedang melanda Pasaman. Tak terhindarkan, kebakaran lahan ikut terjadi. Sekitar satu hektar lahan masyarakat mengalami kebakaran di pinggir jalan arah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akibat-musim-kemarau-dan-angin-kencang-sehektar-kebun-ludes-terbakar-di-pasaman/">Akibat Musim Kemarau dan Angin Kencang, Sehektar Kebun Ludes Terbakar di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Musim kemarau sedang melanda Pasaman. Tak terhindarkan, kebakaran lahan ikut terjadi. Sekitar satu hektar lahan masyarakat mengalami kebakaran di pinggir jalan arah Air Abu, Jorong Pandam, Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol.</p>
<p>Kapolsek Bonjol, Iptu Roni mengatakan, belum diketahui penyebab kebakaran lahan milik Bujang (60), warga setempat itu. Diduga kuat, percikan api tidak sengaja muncul di lahan itu yang kemudian merambat dengan cepat karena faktor kemarau dan angin kencang.</p>
<p>“Saat terjadi kebakaran, ada warga yang melapor. Kamipun langsung berkoordinasi dengan TNI dan pihak BPBD. Alhamdulilla, api berhasil dipadamkan,” kata Roni, usai kejadian naas tersebut, Senin (2/3).</p>
<p>Lebi lanjut, Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati ditengah cuaca ektrim dan angin kencang ini. &#8220;Tadi malam juga kami mendapat laporan dari anggota ada petani didaerah Taluak Ambun, Kecamatan Lubuk Sikaping membakar lahan kebunnya hingga sampe malam baru bisa dipadamkan. Hal ini sebenarnya tidak bisa juga kita batasi dalam hal aktifitas pertanian. Namun kami tetap meminta masyarakat tidak membakar lahan pertanian untuk sementara hingga cuaca ini stabil,&#8221; kata Ricky.</p>
<p>Hal tersebut dilakukan kata dia untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara luas. &#8220;Kejadian kebakaran di Bonjil ini beruntung di pinggir jalan. Kalau sampai nanti di tengah hutan terjadi, tentu akan menyulitkan petugas dalam pemadaman. Kemudian jelas berdampak pada perusakan ekosistem hutan dan memunculkan kabut asap yang mengganggu pernapasan,&#8221; tukas Ricky. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akibat-musim-kemarau-dan-angin-kencang-sehektar-kebun-ludes-terbakar-di-pasaman/">Akibat Musim Kemarau dan Angin Kencang, Sehektar Kebun Ludes Terbakar di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Hutan Terus Berlangsung Di Lahan Sawit Tanjung Mutiara</title>
		<link>https://prokabar.com/kebakaran-hutan-terus-berlangsung-di-lahan-sawit-tanjung-mutiara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2020 13:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kebakaran lahan sawit terus berlangsung di Kecamatan Tanjung Mutiara. Kali ini terjadi di Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kebakaran-hutan-terus-berlangsung-di-lahan-sawit-tanjung-mutiara/">Kebakaran Hutan Terus Berlangsung Di Lahan Sawit Tanjung Mutiara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Kebakaran lahan sawit terus berlangsung di Kecamatan Tanjung Mutiara. Kali ini terjadi di Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Minggu (1/3). Kebakaran sudah berlangsung sejak Sabtu (29/2), sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran berada dekat sebelah utara PT. Mutiara Agam.</p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Kebakaran lahan perkebun sawit Plasma Tiku V Jorong seluas 12 hektar,&#8221; ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam,<span class="Apple-converted-space">  </span>Syafrizal, Minggu (1/3).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Satgas BPBD Kabupaten Agam, dipimpin Kabid KL, Syafrizal bersama Damkar, TNI, Bhabinsa, Pemerintah Kecamatan, Nagari, TRC PT MA dan masyarakat berusaha pemadam api. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Setelah dilakukan pemadaman, api dapat dikendalikan pada pukul 16.40 WIB, kemudian dilakukan padinginan sampai pukul 18.00 WIB. Proses pendinginan dihentikan pada saat itu, dikarenakan sulitnya penerangan dan kondisi lahan gambut,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kebakaran-hutan-terus-berlangsung-di-lahan-sawit-tanjung-mutiara/">Kebakaran Hutan Terus Berlangsung Di Lahan Sawit Tanjung Mutiara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panas Terik Landa Padang, Hati-hati Kebakaran Hutan dan Lahan</title>
		<link>https://prokabar.com/panas-terik-landa-padang-hati-hati-kebakaran-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2020 06:19:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61263</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Cuaca di Padang masih panas terik. Suhunya mencapai 31 derajat. Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mengingatkan bahaya kebakaran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/panas-terik-landa-padang-hati-hati-kebakaran-karhutla/">Panas Terik Landa Padang, Hati-hati Kebakaran Hutan dan Lahan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Cuaca di Padang masih panas terik. Suhunya mencapai 31 derajat. Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mengingatkan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).</p>
<p>“Inilah kondisi Sumbar yang harus kita pahami. Bulan kemarin, dilanda hujan lebat dan banjir, kemudian cuaca mendadak panas dan angin kering. Makanya kita harus selalu waspada,”sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman.</p>
<p>Dikatakannya, padahal status darurat bencana banjir dan longsor baru berakhir pada 29 Februari 2020. Jika suhu masih rata-rata diatas 30 derjat, BPBD akan mengeluarkan surat edaran bahasa bencana kebakaran.</p>
<p>“Kita sudah rapat dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau, saat ini cuaca di Sumatera Barat lebih terlihat kering. Suhu panas diiringi angin kencang, telah berlangsung beberapa hari terakhir ini. Kita kaji lagi, apakah kita akan keluarkan surat edaran,”ujarnya.</p>
<p>Dikatakannya, beberapa hari belakangan sudah ada kebakaran lahan, salah satunya di Padang tepatnya di Lubuk Minturun. Selain itu juga ada di Padang Pariaman, Lubuk Alung dan Kabupaten Agam.</p>
<p>“Sudah ada tiga laporan, mudah-mudahan tidak ada lagi,”sebutnya. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/panas-terik-landa-padang-hati-hati-kebakaran-karhutla/">Panas Terik Landa Padang, Hati-hati Kebakaran Hutan dan Lahan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>45 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera</title>
		<link>https://prokabar.com/45-titik-panas-terdeteksi-di-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 22:59:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pekanbaru, Prokabar — Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terdeteksi, setidaknya hingga kemarin (29/2) ada 30 hotspot terpantau di Riau. Prakirawan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/45-titik-panas-terdeteksi-di-sumatera/">45 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekanbaru, Prokabar — </strong>Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terdeteksi, setidaknya hingga kemarin (29/2) ada 30 hotspot terpantau di Riau.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Putri Santy Siregar menjelaskan, secara umum titik panas di Sumatra berjumlah 45 titik. Titik panas ini terpantau di 4 provinsi yakni Aceh 4 titik, Sumbar 2 titik, Sumut 9 titik dan Riau 30 titik.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Titik panas itu memiliki tingkat kepercayaan (<em data-reader-unique-id="17">confidence</em>) di atas 50 persen. Sementara untuk level di atas 70 persen, di Riau hanya terdeteksi 12 titik. &#8220;Hotspot yang memiliki <em data-reader-unique-id="18">confidence</em> 50 persen itu ada 30 titik di Riau yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota,&#8221; katanya.</p>
<p data-reader-unique-id="19">Dari data yang dirilis BMKG, titik panas yang diyakini sebagai titik api terdapat di Dumai 6 titik, Bengkalis 2 titik, Meranti 2 titik dan Rohil 2 titik. &#8220;Sementara untuk jarak pandang masih normal hampir di seluruh wilayah Riau,&#8221; tutup dia. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/45-titik-panas-terdeteksi-di-sumatera/">45 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Karhutla, Kapolres Doni Rangkul Pemkab-Pemnag Bentuk Satgas</title>
		<link>https://prokabar.com/cegah-karhutla-kapolres-doni-rangkul-pemkab-pemnag-bentuk-satgas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 02:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#LimaPuluhKota]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar — Kepolisian Resor Payakumbuh, Polda Sumbar terus meluncurkan program inovatif di tengah-tengah masyarakat. Sukses dengan program aplikasi berbasis IT Polisiku dan transparansi pelayanan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-karhutla-kapolres-doni-rangkul-pemkab-pemnag-bentuk-satgas/">Cegah Karhutla, Kapolres Doni Rangkul Pemkab-Pemnag Bentuk Satgas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar — </strong>Kepolisian Resor Payakumbuh, Polda Sumbar terus meluncurkan program inovatif di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Sukses dengan program aplikasi berbasis IT Polisiku dan transparansi pelayanan, maka Selasa (25/2) kemarin, Kapolres AKBP Doni Setyawan merangkul Pemkab dan Pemnag di wilayah administratif Limapuluh Kota yang masuk wilkum Payakumbuh, membentuk Satgas Karhutla.</p>
<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Nagari, kami bangga dan apresiasi yang tinggi dengan kepedulian Kapolres panutan pak Doni (AKBP Doni Setyawan,-red),&#8221; kata Walinagari Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, DV Dt Tan Marajo.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Tan Marajo, dalam Focus Group Discution (FGD) yang digelar Polres Payakumbuh. Hadir dalam kegiatan itu, selain Kapolres dan PJU Polres, Kadis PUPR Limapuluh Kota Yunire Yunirman, Kepala Pelaksana BPBD Lima Puluh Kota Joni Amir dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Eki Hari Pratama dan seluruh walinagari se wilkum Payakumbuh.</p>
<p>&#8220;Situjuah Batua, sebelumnya memiliki 4 Pernag Krusial. Yang salah satu nya mengatur tentang Karhutla. Jadi, ada korelasi yang jelas, dengan kegiatan yang difasilitasi pak Kapolres sekarang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kapolres Doni Setyawan menyebut, perlu dibentuk Satgas Karhutla dengan Melibatkan Semua Pihak dengan leading Sektor BPBD Limapuluh Kota</p>
<p>&#8220;Saat ini yang menjadi acuan penanganan Karhutla adalah Provinsi Riau dengan menggunakan aplikasi Lancang Kuning,&#8221; jelas Dony Setyawan.</p>
<p>Dia meminta, konsepkan strategi dengan mensinergikan sumber teknologi dan sumber daya manusia dan selaraskan dengan kondisi di Lima Puluh Kota</p>
<p>&#8220;Paparkan situasi, jumlah karhutla, dan strategi dalam merubah kebiasaan masyarakat yang suka membakar lahan, serta bentuk strategi jangka panjang dalam penanganan Karhutla,&#8221; tutur Kapolres.</p>
<p>Berdasarkan penelitian, kata Dony Setyawan, 80 % penyebab kebakaran karena ulah manusia baik itu personal maupun Korporasi.</p>
<p>&#8220;Maka, perlu dibentuk Satgas- Satgas dengan rumusan tugas yang jelas dan tanggung jawab yang jelas,&#8221; demikian Doni Setyawan.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Eki Hari Pratama mengaku, hakikat FGD adalah meminta pokok-pokok pikiran semua pihak dalam merumuskan permasalahan, early warning system, kesadaran terhadap bencana, manajemen penanganan bencana sehingga terbentuk sistem yang baik.</p>
<p>&#8220;Pembakaran lahan terjadi saat petani membuka lahan perkebunan, untuk Wilkum Polres Payakumbuh terdapat di Lareh Sago Halaban, Sebagian Situjuh,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala BPBD Limapuluh Kota Jhoni Amir mengatakan, sudah ada Peraturan Bupati tentang Karhutla namun setiap tahun dirubah sesuai situasional.</p>
<p>Dia merinci, infografis bencana Limapuluh Kota tahun lalu. Untuk banjir (39 kejadian), kebakaran hutan dan lahan ( 3 kali kejadian), angin puting beliung dan longsor beberapa kali.</p>
<p>Kepala UPTD KPHL Lima Puluh Kota diwakili Kasi Perlindungan KSDAE dan PM Ismet Fanani mengatakan, kewenangan Dinas kehutanan berada dibawah Pemerintah Provinsi.</p>
<p>Dinas kehutanan, kata dia, membentuk MPA (Masyarakat Peduli Api) yang sudah ada di Nagari-Nagari untuk penanggulangan Karhutla seperti di Sungai Balantiak.</p>
<p>&#8220;PPHBN dibentuk dan di SK kan oleh Walinagari untuk Penanganan Karhutla di Nagari dan sudah ada dana intensif sebanyak Rp. 200.000,- perbulan dengan dibayarkan per Triwulan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kadis PUPR Limapuluh Kota Hj Yunire Yunirman mengatakan, kebakaran hutan akan berakibat kepada longsor dan terdapat 3 tipe jalan. Yaitu jalan nasional, jalan Provinsi, dan jalan Kabupaten. &#8220;Alat-alat berat stand-by di daerah-daerah rawan namun jika ada daerah yang jauh dari alat akan lama menunggu alat,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Membangun infrastruktur sangat mahal, sedangkan dana terbatas. Setelah bencana selesai, maka PUPR akan memberikan bantuan dengan pasir karung, turab, dan lain-lain,&#8221; kata Yunire. (<b>Vbm</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-karhutla-kapolres-doni-rangkul-pemkab-pemnag-bentuk-satgas/">Cegah Karhutla, Kapolres Doni Rangkul Pemkab-Pemnag Bentuk Satgas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem, Kebakaran Lahan Mulai Marak di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/cuaca-ekstrem-kebakaran-lahan-mulai-marak-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 16:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kebakaran Hutan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam. Rata-rata lahan sawit menjadi sasaran utama kebakaran tersebut. Kebakaran lahan pertama terjadi di Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cuaca-ekstrem-kebakaran-lahan-mulai-marak-di-agam/">Cuaca Ekstrem, Kebakaran Lahan Mulai Marak di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Kebakaran Hutan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam. Rata-rata lahan sawit menjadi sasaran utama kebakaran tersebut.</p>
<p>Kebakaran lahan pertama terjadi di Padang Joagam, Jorong Tandikek, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Senin (24/2). Kejadian diperkirakan pukul 09.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Kebakaran itu menghanguskan lahan Karet milik Kaban (82). Sekitar setengah hektat hangus terbakar. Lahan kedua, milik Almarhum Datuak Kunyian dengan luas sekitar 0,4 hektar. Saat ini api masih hidup dan masih dalam proses pemadaman. Dan lahan yang terbakar berjarak lebih kurang 50 meter dari permukiman,&#8221; ungkap Kalaksa BPBD Agam, melalui Kabid KL, Syafrizal, Senin (24/2).</p>
<p>Kejadian kedua terjadi di kebun warga di Tantaman, Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Sabtu (22/2). Kejadian sekitar pukul 23.30 WIB.</p>
<p>&#8220;Sekitar lahan seluas 1 hektar perkebunan sawit dan karet hangus terbakar si jago merah. Pemilik atas nama Ati (65),&#8221; terangnya.</p>
<p>Kebakaran lahan pada pohon sawit mati juga terjadi di Jorong Kajai Pisik, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Minggu (23/2). Lahan milik Irman Tasri (47) dan Andin (35) diperkirakan hangus terbakar lebih kurang 5 hektar.</p>
<p>&#8220;Sumber api diketahui sisa pembakaran sampah daun hidup kembali. Api cepat merambat karena cuaca panas dan angin kencang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Terakhir, kebakaran lahan terjadi di Jorong Sigiran, Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Minggu, (23/2) pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Lahan milik Kari Buyuang hangus terbakar sekitar setengah hektar. &#8220;Kebakaran lahan tersebut langsung mendapat tanggapan cepat dari Damkar Agam dibantu BPBD Agam. Sejumlah titik itu telah didata dan ditanggulangi dengan cepat. Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga lahan pertaniannya. Menghindari pembakaran lahan disaat cuaca ekstrim masih berlangsung. Terjadinya kebakaran akan berdampak buruk pada diri dan orang banyak,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cuaca-ekstrem-kebakaran-lahan-mulai-marak-di-agam/">Cuaca Ekstrem, Kebakaran Lahan Mulai Marak di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rakornas Karhutla, Presiden Minta Penegakan Hukum Tegas</title>
		<link>https://prokabar.com/rakornas-karhutla-presiden-minta-penegakan-hukum-tegas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2020 08:10:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=59031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait reward dan insentif. Untuk Kapolri, Presiden minta untuk tidak usah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rakornas-karhutla-presiden-minta-penegakan-hukum-tegas/">Rakornas Karhutla, Presiden Minta Penegakan Hukum Tegas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait <em data-reader-unique-id="5">r</em><em data-reader-unique-id="6">eward</em> dan insentif. Untuk Kapolri, Presiden minta untuk tidak usah pikir panjang soal penegakan hukum (<em data-reader-unique-id="7">punishment),</em>harus dilakukan dengan tegas, baik itu administratif, perdata, maupun pidana, lakukan tegas-tegas, siapapun pemiliknya.</p>
<p data-reader-unique-id="9">“Saya kira tahun-tahun kemarin sudah banyak yang terkena urusan penegakan hukum ini, sehingga kita harapkan ini membuat efek jera bagi pembakar hutan, baik itu perusahaan maupun perorangan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2020 di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (6/2).</p>
<p data-reader-unique-id="10">Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa perubahan iklim dan panasnya sekarang ini semua merasakan sehingga jangan sampai terjadi kebakaran dan membesar pada saat cuaca sangat panas dan sulit dikendalikan.</p>
<p data-reader-unique-id="11">”Dan seperti yang saya sampaikan di berbagai kesempatan, bahwa kita perlu mencari sebuah solusi yang permanen dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan ini. Kita telah membentuk yang namanya Badan Restorasi Gambut (BRG). Saya ingatkan kepada Kepala BRG agar pembasahan itu terus dijaga,” sambungnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Kanal-kanal, menurut Presiden dijaga betul agar basah terus, terutama di daerah-daerah gambut yang mengalami penurunan muka air secara drastis di musim-musim kemarau, pembasahan masif.</p>
<p data-reader-unique-id="13">”Ini memang yang paling kita takutkan memang di gambut, karena betul-betul di situ adalah tingkatnya paling sulit untuk dipadamkan. Sekat kanal, timbun kanal, embung, sumur bor, terus saya selalu mendapatkan laporan sudah berapa banyak yang kita kerjakan mengenai ini. Saya ikuti terus ini,” tambah Presiden.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Mengenai penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut, Presiden mengingatkan untuk hati-hati karena yang namanya kubah gambut harus terus dilanjutkan secara konsisten dan diminta kalau itu di dalam area konsesi sudah harus dijaga.</p>
<p data-reader-unique-id="15">”Karena kalau tidak, yang namanya tempatnya air kemudian diganti dengan tanaman industri, ini berbahaya. Kemudian juga carikan solusi yang lebih permanen untuk upaya pembakaran hutan dan lahan yang sengaja untuk motif ekonomi,” jelas Presiden.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Dari laporan yang diterima, menurut Presiden, 99 persen kebakaran hutan dan lahan itu terjadi karena ulah manusia yang disengaja untuk motif ekonomi, dan seluruh luas yang terbakar itu hampir 80 persen langsung masuk ke kebun.</p>
<p data-reader-unique-id="17">”Karena memang pembersihan lahan (<em data-reader-unique-id="18">land clearing)</em> yang paling murah itu memang lewat pembakaran. Sehingga mulai harus kita kata ulang kembali,” katanya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rakornas-karhutla-presiden-minta-penegakan-hukum-tegas/">Rakornas Karhutla, Presiden Minta Penegakan Hukum Tegas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Strategi Pemerintah Cegah Kebakaran Hutan di Tahun 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-strategi-pemerintah-cegah-kebakaran-hutan-di-tahun-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 02:27:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah lintas kementerian/lembaga kembali mempersiapkan strategi dan program guna menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih kerap terjadi di Indonesia....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-strategi-pemerintah-cegah-kebakaran-hutan-di-tahun-2020/">Ini Strategi Pemerintah Cegah Kebakaran Hutan di Tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah lintas kementerian/lembaga kembali mempersiapkan strategi dan program guna menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih kerap terjadi di Indonesia.</p>
<p>Berdasar data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per-Oktober 2019 luas areal yang terbakar seluas 942.465 hektare terdiri dari lahan mineral 672.708 ha (71%) dan lahan gambut 269.777 ha (29%). Dana siap pakai yang sudah digunakan untuk keperluan penanggulangan karhutla sampai 5 Desember 2019 mencapai Rp3,4 triliun.</p>
<p>Sebagai bukti komitmen dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla, Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Doddy Usodo Hargo menghadiri Rapat Kordinasi Khusus Tingkat Menteri  tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung Manggala Wanabakti, KLHK, Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Tujuan rapat tersebut adalah untuk menyusun program dan strategi pemerintah dalam melaksanakan pencegahan terjadinya kahutla di tahun 2020 mendatang.</p>
<p>Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyatakan, perlu pemberian <em>reward</em> atau penghargaan kepada pemerintah, aparat TNI/POLRI, relawan dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla. &#8220;Selain itu juga perlunya upaya meningkatkan program pengolahan lahan tanpa bakar (PLTB),&#8221; ujar Siti.</p>
<p>Sedangkan, Mendagri Tito Karnavian menegaskan ke depan pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan segera melakukan mitigasi bencana. Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan jalan yang terbaik dibandingkan dengan memadamkan kebakaran.</p>
<p>&#8220;Pemerintah perlu melakukan pendekatan ke daerah yang umumnya sering terjadi karhutla agar terjadi lagi pembakaran lahan untuk pembukaan lahan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Panglima TNI Hadi Tjajanto berharap Pangdam dan Kapolda dapat memetakan daerah yang mungkin terjadi karhutla sehingga ketika musim kemarau tiba, sudah bisa melakukan pencegahan, dan ditambah melakukan patroli udara di daerah-daerah tertentu untuk memantau adanya titik api.</p>
<p>Menurut Kapolri Idham Azis, pihaknya telah melakukan penegakan hukum bagi para pembakar hutan di tahun 2019. Sampai 5 Desember lalu, penegakan hukum yang sudah dilakukan sejumlah 363, 191 kasus statusnya P21 oleh kejaksaan, 165 proses sidik, 7 kasus proses penyelidikan, dan jumlah tersangka 416, 393 perorangan dan 23 korporasi.</p>
<p>&#8220;Strategi ke depan membentuk satgas didaerah-daerah yang mungkin terjadinya karhutla dan kami sudah berkordinasi dengan Jaksa Agung dan Mahkamah Agung agar para pelaku dapat dihukum dengan seadil adilnya dan tidak ada SP3 untuk kasus ini,&#8221; ujar Idham.</p>
<p>Menko Polhukam Mahfud MD pada akhir acara memastikan pemerintah akan mencegah terjadinya karhutla pada 2020. Setelah rapat akan diusulkan program kepada Presiden yang nantinya akan menjadi tindak lanjut untuk mencegah karhutla. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-strategi-pemerintah-cegah-kebakaran-hutan-di-tahun-2020/">Ini Strategi Pemerintah Cegah Kebakaran Hutan di Tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB Bantu 10 Unit Pompa Air ke Pemprov Riau</title>
		<link>https://prokabar.com/bnpb-bantu-10-unit-pompa-air-ke-pemprov-riau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 00:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riau, Prokabar —Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan 10 unit pompa air kepada Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) dengan kapasitas mesin yang mampu mendorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bnpb-bantu-10-unit-pompa-air-ke-pemprov-riau/">BNPB Bantu 10 Unit Pompa Air ke Pemprov Riau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Riau, Prokabar —</strong>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan 10 unit pompa air kepada Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) dengan kapasitas mesin yang mampu mendorong air melalui rangkaian selang hingga sepanjang 10 kilometer.</p>
<p>Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Utama BNPB Harmensyah kepada Gubernur Riau Syamsuar dan disaksikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edwar Sanger pada saat Apel Pagi di Halaman Kantor BPBD Provinsi Riau.</p>
<p>&#8220;Alat ini bisa dipakai untuk operasi pencegahan karhutla dengan mengisi kanal, canal block atau sekat kanal hingga mengisi embung. Jadi kita bisa jamin gambut bisa basah. Kan, namanya rawa gambut, hakikatnya gambut itu basah. Jadi harus basah. Selain itu pompa ini juga bisa untuk operasi pemadaman darat,&#8221; jelas Sekretaris Utama BNPB Harmensyah dalam keterangan tertulis yang diterima Prokabar, Selasa (5/11).</p>
<p>Penyerahan bantuan pompa tersebut diharapkan dapat melengkapi kebutuhan operasional lapangan dan mampu meningkatkan performa Pemerintah Provinsi Riau dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya melalui penerapan metode pencegahan dengan mengembalikan hakikat gambut sebagai vegetasi basah. Selain itu juga dapat memaksimalkan operasi pemadaman darat saat tanggap darurat.</p>
<p>Syamsuar pun mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia berharap agar seluruh anggota BPBD di lingkup administrasi Provinsi Riau dapat mengoptimalkan penggunaan pompa sebagai penguatan dalam prabencana maupun tanggap darurat.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada BNPB. Saya berharap agar alat ini bisa membantu rekan-rekan BPBD se-Provinsi Riau dalam mengoptimalkan operasi pencegahan maupun tanggap darurat bencana karhutla,&#8221; ungkap Gubernur Riau.</p>
<p>Usai melakukan serah terima, tim BPBD Provinsi Riau juga melakukan uji coba pompa tersebut di sela rangkaian apel pagi dan disaksikan oleh Sekretaris Utama BNPB, Gubernur Riau, Kalaks BPBD Riau, jajaran pegawai Pemerintah Provinsi Riau maupun BPBD Riau.</p>
<p>Sebagai informasi, mesin pompa ini menggunakan teknologi transisi 4 langkah dengan sistem injeksi berbahan bakar bensin dan memiliki kapasitas setara 75 tenaga kuda, sehingga tak heran jika pompa ini mampu menyemprotkan air melalui rangkaian selang hingga 10 km.</p>
<p>Pompa dengan tipe NP-20/100, sentrifugal, konsol, dua langkah ini memiliki dimensi panjang 1300mm, lebar 780mm dan tinggi 930mm dan berat kering mencapai 215 kilogram. Pompa ini dioperasikan secara portable dan dapat ditarik menggunakan mobil 4&#215;4 dengan mengaitkan trailer empat roda yang mampu menahan beban maksimal hingga 2 ton. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bnpb-bantu-10-unit-pompa-air-ke-pemprov-riau/">BNPB Bantu 10 Unit Pompa Air ke Pemprov Riau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla</title>
		<link>https://prokabar.com/anomali-cuaca-di-sumsel-picu-kekeringan-dan-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2019 03:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#anomalicuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[#Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembang, Prokabar — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo menjelaskan, saat ini terjadi Anomali Cuaca yang berdampak pada beberapa hal antara lain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anomali-cuaca-di-sumsel-picu-kekeringan-dan-karhutla/">Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s2"><strong>Palembang, Prokabar —</strong> Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo menjelaskan, saat ini terjadi Anomali Cuaca yang berdampak pada beberapa hal antara lain kemunduran musim hujan di Sumsel dan Indonesia, serta cuaca kering dan angin kencang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Akibat Anomali Cuaca, potensi hujan diprediksi ada di tgl.27 &#8211; 30 Oktober 2019,&#8221; ujar Nuga, dilansir dari keterangan tertulis, Sabtu (26/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hari Tanpa Hujan di Tahun 2019 lebih panjang dibanding Tahun 2018 yang saat ini mengalami 30 Hari Tanpa Hujan, sehingga kondisi ini menjadi sumber pemicu kekeringan di beberapa lahan gambut yang mengakibatkan karhutla, terlebih di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memang notabene lahan nya merupakan lahan gambut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Anomali cuaca adalah kondisi tidak teraturnya cuaca yang menyimpang dari keadaan normalnya secara rata-rata,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu Kepala BPBD Prov Sumsel, Iriansyah menjelaskan tentang upaya-upaya yang di lakukan Pemprov Sumsel bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat dalam mengatasi Karhutla antara lain tambahan Heli untuk Water Bombing, Pesawat TMC, Penambahan Pasukan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Kemrin (25/10), Gubernur Sumsel H.  Deru bersama Kapolda Irjen.Pol.Firli Bahuri dan Pangdam II SWJ Mayjen Irwan, telah memberangkatkan pasukan tambahan berjumlah 500 personil dari unsur TNI,Polri, Pol PP dan BPBD untuk membantu pasukan yang telah ada dalam memadamkan Karhutla di Kab.OKI,&#8221; ujar Iriansyah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dirinya mengatakan, Pemprov mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan doa dan sholat istisqo meminta hujan, untuk mengatasi Karhutla. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anomali-cuaca-di-sumsel-picu-kekeringan-dan-karhutla/">Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Minta Masyarakat Wasapada, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/bmkg-minta-masyarakat-wasapada-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 02:40:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48999</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bmkg-minta-masyarakat-wasapada-ini-sebabnya/">BMKG Minta Masyarakat Wasapada, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di beberapa wilayah Sumatra dan Kalimantan.</p>
<p>Berdasarkan pantauan satelit Modis (Terra Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama seminggu terakhir (8 Oktober 2019 – 14 Oktober 2019), sejak tanggal 9 Oktober 2019  BMKG mendeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas di beberapa wilayah Indonesia yang saat ini tercatat sebesar 1.547 titik.</p>
<p>“Titik panas tersebut khususnya muncul di wilayah  Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi dan Kalimantan Timur, sedangkan jumlah titik panas di Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat cenderung menurun,” kata Mulyono Rahardi Prabowo, Deputi Metereologi BMKG, dalam siaran persnya, Selasa (15/10) pagi.</p>
<p>Berdasarkan pantauan citra Himawari-8 dan potensi angin bergerak ke arah Barat Daya, menurut Mulyono, sebaran asap dari jumlah titik <em>hotspot</em> ini cenderung meluas di Sumatra Selatan, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.</p>
<p>Deputi Bidang Metereologi BMKG itu menambahkan, meski di beberapa wilayah Sumatra dan kalimantan sudah mulai turun hujan ringan – sedang, namun masyarakat masih harus mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).</p>
<p>BMKG, lanjut Mulyono, berperan aktif bersama dengan TNI, BPPT dan BNPB pada upayakan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di daerah terjadinya karhutla dengan melakukan kegiatan teknologi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.</p>
<p>“BMKG mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di wilayah dekat dengan karhutla untuk selalu mewaspadai untuk selalu berhati-hati akan adanya potensi sebaran asap,” pesan Deputi Bidang Metereologi BMKG itu. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bmkg-minta-masyarakat-wasapada-ini-sebabnya/">BMKG Minta Masyarakat Wasapada, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 52/222 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:37:30 by W3 Total Cache
-->