<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Kapal Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kapal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kapal/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2020 17:50:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Kapal Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kapal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita ABK Indonesia di Kapal China: Tidur Tiga Jam, Makan &#8216;Umpan Ikan&#8217;, dan Pahitnya Melarung Jenazah Teman</title>
		<link>https://prokabar.com/cerita-abk-indonesia-di-kapal-china-tidur-tiga-jam-makan-umpan-ikan-dan-pahitnya-melarung-jenazah-teman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2020 17:44:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ABK]]></category>
		<category><![CDATA[#Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=67166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Lima orang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal China Long Xing 629 bercerita mengenai pengalaman mereka bekerja di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-abk-indonesia-di-kapal-china-tidur-tiga-jam-makan-umpan-ikan-dan-pahitnya-melarung-jenazah-teman/">Cerita ABK Indonesia di Kapal China: Tidur Tiga Jam, Makan &#8216;Umpan Ikan&#8217;, dan Pahitnya Melarung Jenazah Teman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Lima orang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal China Long Xing 629 bercerita mengenai pengalaman mereka bekerja di kapal itu selama sekitar 14 bulan. Mereka dan sembilan ABK lainnya, yang kini ada di Busan, Korea Selatan, dijadwalkan untuk kembali pulang ke Indonesia Jumat (08/05).</p>
<p>Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengumumkan empat dari ABK yang bekerja di kapal itu meninggal dunia. Tiga dikuburkan di laut (dilarung), sementara satu orang meninggal dunia di satu fasilitas kesehatan di Busan.</p>
<p>Pemerintah Indonesia meminta pemerintah China menyelidiki kasus ini dan meminta perusahaan kapal itu bertanggung jawab. Kasus ini juga tengah diselidiki aparat keamanan di Korea Selatan. Inilah kisah yang dituturkan lima ABK dari Busan.</p>
<p><strong>&#8216;Tidur hanya tiga jam&#8217;</strong><br />
Para ABK asal Indonesia bekerja di kapal penangkap ikan yang memburu sirip hiu<br />
Salah satu ABK Indonesia itu, BR, mengatakan ia tidak mampu bekerja di atas kapal ikan berbendera China itu, karena jam kerjanya yang di luar batas.</p>
<p>&#8220;Bekerja terus, buat makan (hanya dapat waktu) sekitar 10 menit dan 15 menit. Kami bekerja mulai jam 11 siang sampai jam 4 dan 5 pagi,&#8221; ujarnya dalam wawancara melalui video online, Kamis (07/05). &#8220;Setiap hari begitu.&#8221;katanya.</p>
<p>Rekannya, MY, 20 tahun, mengatakan hal serupa. Pria lulusan SMK di Kepulauan Natuna, Riau ini, acap kali &#8220;hanya tidur tiga jam&#8221;. Sisanya membanting tulang mencari ikan. &#8220;Kalau kita ngeburu kerjaan (mencari ikan), kadang kita tidur cuma tiga jam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mereka mengatakan kapten kapal mengharuskan pada ABK Indonesia mencapai &#8220;target&#8221; ikan dalam jumlah tertentu setiap harinya. &#8220;Mau protes, susah sekali, kita di tengah laut,&#8221; kata BR.</p>
<p>Sejumlah ABK mengatakan kontrak kerjanya tidak mengatur soal jam kerja. RV, 27 tahun asal Ambon, Maluku, adalah salah satunya. &#8220;Tidak tertulis soal jam kerja, jadi baru diatur oleh kapten kapal saat di laut,&#8221; ujar RV.</p>
<p>Namun, ada juga ABK Indonesia, yang diberangkatkan agen lain, yang jam kerjanya diatur di kontrak. Beberapa sempat menanyakan soal jam kerja, namun tidak berlanjut, karena mengaku &#8220;takut dipulangkan&#8221;. Meski bekerja membanting tulang, sejumlah ABK itu mengaku gaji mereka belum dibayar.</p>
<p><strong>&#8216;Makan umpan ikan, minum sulingan air laut&#8217;</strong><br />
Tidak hanya masalah jam kerja yang di luar batas, NA, 20 tahun, anak buah kapal Long Xin 629 asal Makasar, Sulsel, mengaku &#8216;dianaktirikan&#8217; soal makan dan minum. Menurutnya, ABK yang non-Indonesia mendapat jatah makanan yang &#8220;lebih bergizi&#8221; ketimbang mereka. &#8220;Kita dibedain dengan orang dia.&#8221;</p>
<p>Di dalam kapal penangkap ikan itu, awalnya ada 20 ABK WNI dan sekitar enam orang adalah ABK asal China. &#8220;Air minumnya, kalau dia minum air mineral, kalau kami minum air sulingan dari air laut. Kalau makanan, mereka makan yang segar-segar,&#8221; kata NA.</p>
<p>KR, 19 tahun, asal Manado, menambahkan, &#8220;Mereka makan enak-enak, kalau kami seringkali makan ikan yang biasanya buat umpan itu.&#8221;</p>
<p><strong>&#8216;Melepaskan jenazah&#8217;</strong><br />
Pengalaman pahit yang sulit mereka lupakan adalah ketika harus melarung empat jenazah rekannya ke lautan lepas. Upaya mereka agar jenazah &#8216;disimpan&#8217; di ruang berpendingin, dan kelak dikubur &#8220;secara layak&#8221; di daratan, ditolak kapten kapal.</p>
<p>Mereka berulang-ulang meminta kepada kapten kapal agar jenazah rekannya itu dikubur saat kapal berlabuh. &#8220;Kami sudah ngotot, tapi kami tidak bisa memaksa, wewenang dari dia [kapten kapal] semua,&#8221; kata NA.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-67167" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/05/abk-300x169.jpg" alt="" width="591" height="333" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/05/abk-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/05/abk.jpg 624w" sizes="(max-width: 591px) 100vw, 591px" /></p>
<p>&#8220;Mereka beralasan, kalau mayat dibawah ke daratan, semua negara akan menolaknya,&#8221; NA menirukan jawaban kapten kapal. Mereka mengaku harus bekerja selama 18 jam per hari, beberapa di antaranya harus bekerja selama dua hari berturut-turut</p>
<p>Dihadapkan kenyataan pahit seperti itu, NA dan rekan-rekannya yang beragama Islam, akhirnya hanya bisa memandikan dan mensalati jenazah rekan-rekannya. &#8220;Kami mandikan, salati dan baru &#8216;dibuang&#8217;,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>MY mengatakan, hal itu melanggar kontrak ABK, karena di perjanjian awal &#8220;[jenazah] ABK bisa dipulangkan.&#8221;</p>
<p>Minta pemerintah gugat<br />
Baik RV, BR maupun KR, MY maupun NA sepakat bahwa pemerintah Indonesia harus melakukan gugatan hukum kepada pemilik kapal asing. &#8220;Agar kejadian ini tidak terulang lagi,&#8221; ujar mereka.</p>
<p>Sementara, MY dan NA berharap pengalaman buruk mereka di atas kapal Long Xin 629 tidak dialami warga Indonesia yang tertarik untuk &#8220;melaut&#8221;. Untuk itulah, mereka mengharapkan agar perusahaan yang mengirimkan calon ABK agar lebih memperhatikan soal hak-hak mereka sebagai ABK.</p>
<p>&#8220;Kita kan sudah ada perjanjian, dan ada pelanggaran kayak gini. Kita maunya perusahaan [yang mengirimkan mereka] bersikap lebih tegas. &#8216;ABK, pekerjaan berisiko tinggi.&#8221;kata My.</p>
<p>Koordinator ILO Asia Tenggara untuk Proyek Perikanan, Abdul Hakim, mengatakan para pekerja berhak tahu rincian pekerjaan mereka, seperti jam kerja, di kontrak awal.&#8221;Itu pelanggaran,&#8221; kata Abdul menanggapi pengakuan sejumlah ABK Indonesia yang mengaku kontrak kerjanya tak keterangan itu.</p>
<p>Ia mengatakan harusnya jam kerja hingga hak-hak pekerja untuk beristirahat dicantumkan di kontrak kerja. Konvensi ILO No. 188 tahun 2007 Mengenai Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan, kata Abdul, mengatur ABK berhak beristirahat selama 10 jam sehari pada kapal yang tetap di laut selama tiga hari.</p>
<p>&#8220;Problemnya (dalam kasus ini) ada di soal kelelahan, keletihan, dan tidak terjaminnya masa istirahat,&#8221; ujar Abdul.</p>
<p>Sementara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ABK di kapal ikan termasuk pekerjaan yang berisiko tinggi. Ia mengatakan masalah seperti ini, harus diselesaikan dari hulu.</p>
<p>&#8220;(Pemerintah) mendorong pengawasan lebih ketat terhadap penyusunan perjanjian kerja laut antara awak kapal dengan pihak pemilik kapal sehingga tidak ada klausul yang merugikan hak-hak awak kapal,&#8221; ujar Retno.</p>
<p>&#8220;Mendorong penegakan hukum terhadap -pihak yang memberangkatkan awak kapal tanpa melalui prosedur. Pelaksanaan hukuman perlu dikedepankan berdasarkan UU 21/2007 tentang tindak pidana perdagangan orang.&#8221;</p>
<p>Retno mengatakan dalam konferensi pers secara daring (07/05) bahwa pihaknya telah mengadakan komunikasi dengan Dubes Tiongkok terkait kasus itu. Salah satu yang dituntutnya adalah tanggung jawab dari perusahaan China yang mempekerjakan para ABK.</p>
<p>&#8220;Meminta dukungan pemerintah Tiongkok untuk membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan atas hak para awak kapal Indonesia, termasuk pembayaran gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Retno mengatakan, pemerintah China mengklaim, mereka akan memastikan agar perusahaan kapal China itu bertanggung jawab untuk mematuhi hukum yang berlaku dan kontrak yang sudah disepakati. Namun Retno mengatakan pelarungan jenazah ABK Indonesia sudah sesuai dengan standar yang diterapkan ILO.(*)</p>
<p>Sumber: BBC News Indonesia</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-abk-indonesia-di-kapal-china-tidur-tiga-jam-makan-umpan-ikan-dan-pahitnya-melarung-jenazah-teman/">Cerita ABK Indonesia di Kapal China: Tidur Tiga Jam, Makan &#8216;Umpan Ikan&#8217;, dan Pahitnya Melarung Jenazah Teman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelni Tawarkan Sensasi Menikmati Konser Di Atas Kapal</title>
		<link>https://prokabar.com/pelni-tawarkan-sensasi-menikmati-konser-di-atas-kapal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2018 02:21:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[#konsermusik]]></category>
		<category><![CDATA[#musisi]]></category>
		<category><![CDATA[#Pelni]]></category>
		<category><![CDATA[#pesiar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22690</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Setelah sukses menggelar beberapa event di atas kapal dengan serangkaian Wisata Bahari dan &#8216;MICE On Board&#8217;, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelni-tawarkan-sensasi-menikmati-konser-di-atas-kapal/">Pelni Tawarkan Sensasi Menikmati Konser Di Atas Kapal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Setelah sukses menggelar beberapa event di atas kapal dengan serangkaian Wisata Bahari dan &#8216;MICE On Board&#8217;, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI kembali menggelar konser musik di atas kapal.</p>
<p>Kali ini PELNI menyiapkan KM Kelud untuk berlayar ke Pulau Edam, Kepulauan Seribu dengan kemasan &#8216;Rhythm of The Sea&#8217; pada Jumat (9/11) mendatang.</p>
<p>&#8220;&#8216;Rhythm of The Sea&#8217; berkonsep memberikan pengalaman berlayar dengan menghadirkan pagelaran musik serta makan malam di atas kapal. Kegiatan ini merupakan ajakan untuk berkunjung ke kapal PELNI guna menikmati sensasi yang berbeda di atas kapal dengan nuansa pagelaran musik seperti layaknya di darat,&#8221; jelas Kepala Kesekretariatan PT PELNI (Persero) Ridwan Mandaliko.</p>
<p>Sebagai BUMN jasa transportasi laut yang melayani masyarakat ke seluruh pelosok nusantara, PELNI ingin memperkenalkan kapal laut kepada seluruh masyarakat yang belum mengenal kapal laut PELNI dengan kemasan yang menghibur.</p>
<p>Kegiatan ini tidak terbatas bagi warga yang tinggal di sekitar Jakarta, namun terbuka luas untuk masyarakat dari berbagai kota.</p>
<p>“Sebagai negara maritim, kami ingin memperkenalkan kapal laut PELNI yang dapat digunakan untuk  kegiatan MICE dan beberapa acara- acara lain seperti study on board. Venue untuk reuni dan pertemuan-pertemuan komunitas, hiburan hingga acara pernikahan di atas kapal,&#8221; katanya.</p>
<p>Acara &#8216;Rhythm of The Sea&#8217; di KM Kelud merupakan kerjasama PELNI dengan I-Radio, Jakarta. Acara akan dimulai pukul 14.00, diawali dengan check in peserta yang sudah terdaftar dan mentransfer biayanya. KM Kelud akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pukul 16.00 dari Terminal Penumpang Nusantara, dan pada pukul 20.00 kapal telah kembali di dermaga 106, sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum masuk ke kapal, peserta wajib verifikasi tiket di terminal penumpang Tanjung Priok,&#8221; jelas Ridwan.</p>
<p>Adapun harga tiket &#8216;Rhythm  of The Sea&#8217; di KM Kelud di bandroll seharga Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah) per orang, peserta dapat menikmati transportasi kapal laut dari Tanjung Priok ke Pulau Edam, Kepulauan Seribu pergi pulang, sunset dari top deck, pagelaran musik bersama Ari Laso di salon kapal, serta makan malam bernuansa kapal pesiar.</p>
<p>Sebagai informasi, KM Kelud berkapasitas 2.000 penumpang. Namun, kapasitas salon atau tempat makan malam dan pertunjukan musik hanya 250 orang.</p>
<p>PELNI telah menginformasikan kegiatan ini melalui media sosial Pelni162 dan I-Radio. &#8220;Dalam tempo 2 hari sejak diunggah di media sosial dan disiarkan di radio, tiket telah habis terjual,&#8221; tutup Ridwan. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelni-tawarkan-sensasi-menikmati-konser-di-atas-kapal/">Pelni Tawarkan Sensasi Menikmati Konser Di Atas Kapal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ganti Kapal Cargo, Menhub Bantu 5 Kapal Layak Ditumpangi Pemudik</title>
		<link>https://prokabar.com/ganti-kapal-cargo-menhub-bantu-5-kapal-layak-ditumpangi-pemudik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2018 12:58:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[#Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[#mudik2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=9472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surabaya, Prokabar.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan 5 kapal cadangan untuk meningkatkan pelayanan bagi pemudik melakukan peninjauan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ganti-kapal-cargo-menhub-bantu-5-kapal-layak-ditumpangi-pemudik/">Ganti Kapal Cargo, Menhub Bantu 5 Kapal Layak Ditumpangi Pemudik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Surabaya, Prokabar</b>.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan 5 kapal cadangan untuk meningkatkan pelayanan bagi pemudik melakukan peninjauan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu (9/6).. Bantuan Kapal ini guna memaksimalkan angkutan lebaran dengan moda transportasi kapal di Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Saya berharap dengan adanya bantuan 5 kapal ini, masyarakat yang mudik menggunakan kapal akan meningkat. Maka dari itu kita perbanyak, kita bantu dari pusat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Bantuan ini diberikan karena mengingat tahun lalu kapal yang digunakan adalah kapal cargo. Harapannya tahun ini bisa lebih memberikan sarana kapal yang lebih baik bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tahun lalu yang digunakan penumpang adalah kapal cargo, sekarang yang digunakan adalah kapal penumpang. Kita juga berikan kapal cadangan yang merupakan kapal latih dari sekolah-sekolah yang dinaungi oleh Kementerian Perhubungan. Kapal tersebut juga akan ditempatkan secara khusus di berbagai lokasi,&#8221; imbuh Menhub.</p>
<p>Lebih lanjut Menhub menjelaskan telah menyediakan 5 kapal yang terdiri dari kapal latih, kapal patroli, dan kapal navigasi. Hal ini juga bertujuan untuk memantau dan membantu masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Kami telah menyiapkan 5 kapal cadangan yang terdiri dari 2 kapal latih, 2 kapal patroli, dan 1 kapal navigasi. Kita siapkan untuk memantau dan membantu masyarakat berpindah dari satu tempat ke tempat lain,&#8221; jelas Menhub.</p>
<p>Menhub juga meminta kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk secara intensif menyediakan sarana yang baik bagi masyarakat terutama pada kawasan Pulau Madura dan sekitarnya yang cakupannya cukup luas.</p>
<p>&#8220;Saya teliti Pulau Madura memiliki seribu pulau seperti Jakarta. Saya harap Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Dinas Perhubungan secara intensif menyediakan sarana yang baik.</p>
<p>Mengenai kapal angkutan dari Jawa Timur, Surabaya menuju Masalembo, Menhub mengakui memang memiliki resiko yang cukup besar. Namun harapannya tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Mengenai kapal angkutan dari Jawa Timur, Surabaya ke Masalembo itu memang resiko. Tahun lalu cukup bermasalah, tahun ini kita ingin dan harus tidak ada masalah. Pesan saya untuk nakhoda harus tetap tertib jangan sampai melampaui batas kapasitas,&#8221; ujar Menhub.</p>
<p>Mengakhiri peninjauan, Menhub menjelaskan ada 100 kapal sudah standby di Pelabuhan Tanjung Perak dan 6 kapal yang sudah jalan melayani banyaknya jumlah pemudik dari Tanjung Perak.</p>
<p>&#8220;Total pemudik yang menggunakan mudik gratis sebanyak 14 ribu. Pemudik yang berangkat dari Tanjung Perak sebanyak 8.400 orang dan sisanya berangkat dari Semarang. Total seluruh pemudik yang dari dan ke Surabaya sebanyak 21 ribu dan sudah keluar Surabaya 4.800. Saat ini pun 100 kapal sudah standby di Tanjung Perak dan 6 kapal standby,&#8221; tutup Menhub.</p>
<p>Turut mendampingi peninjauan adalah Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Amiruddin, dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Herwanto. <b>(*/Kp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ganti-kapal-cargo-menhub-bantu-5-kapal-layak-ditumpangi-pemudik/">Ganti Kapal Cargo, Menhub Bantu 5 Kapal Layak Ditumpangi Pemudik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wilayah Pencarian Kapal Hilang Diperluas</title>
		<link>https://prokabar.com/wilayah-pencarian-kapal-hilang-diperluas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2018 05:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[#Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[#Pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=6206</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8212; Kapal  KM Harapan Bersama yang bawa kopra hilang. Upaya pencarian di laut Mentawai  terus dilakukan. Sejak dua hari lalu wilayah pencarian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wilayah-pencarian-kapal-hilang-diperluas/">Wilayah Pencarian Kapal Hilang Diperluas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8212;</strong> Kapal  KM Harapan Bersama yang bawa kopra hilang. Upaya pencarian di laut Mentawai  terus dilakukan.</p>
<p>Sejak dua hari lalu wilayah pencarian terus dilakukan. Data dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas B dan SAR Mentawai, Rabu malam, menjelaskan luas pencarian yang telah dilakukan tercatat 420 NM dan jalur penyisiran 230 NM.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai Akmal mengungkapkan, kapal SAR Ramawijaya 240 Mentawai pads radial 9° jarak 18,55 NM dari germaga Maileipet.</p>
<p>Dengan titik koordinat yakni, pada 01°15&#8217;50&#8221; S &#8211; 99°14&#8217;34&#8221; E, 00°54&#8217;48&#8221; S &#8211; 99°14.33&#8243; E, 00°54&#8217;38&#8221; S &#8211; 99°22&#8217;36&#8221; E dan 01°15&#8217;52&#8221; S &#8211; 99°22&#8217;38&#8221; E, tapi hasil masih nihil.</p>
<p>Sedangkan area penyisiran oleh KN Sar Yudhistira 227 Padang, pada radial 278,94° jarak 51&#8217;07 NM dari Dermaga Barau Bungus Padang.</p>
<p>Dengan titik koordinat area pencarian, meliputi 01°15&#8217;54&#8221; S &#8211; 99°26&#8217;45&#8221; E, 00°54&#8217;42&#8221; S &#8211; 99°26.52&#8243; E, 00°54&#8217;48&#8221; S &#8211; 99°34&#8217;31&#8221; E, dan 01°15&#8217;50&#8221; S &#8211; 99°34&#8217;31&#8221; E, akan tetapi belum membuahkan hasil.</p>
<p>KM Harapan Bersama merupakan kapal kargo yang saat peristiwa terjadi sedang mengangkut kopra dan manaun&#8211;komoditas unggulan masyarakat Mentawai&#8211; untuk diangkut ke pasar hasil bumi di Kota Padang.</p>
<p>Kapal kargo yang panjang 26 meter dan GT 180 T dinakodai oleh Zalnudin dan tujuh orang Anak Buah Kapal (ABK), dan pemiliknya atas nama Andreas.<strong>(*/cpp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wilayah-pencarian-kapal-hilang-diperluas/">Wilayah Pencarian Kapal Hilang Diperluas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Bikin Kapal? Datang Saja ke Sini</title>
		<link>https://prokabar.com/mau-bikin-kapal-datang-saja-ke-sini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 May 2018 12:50:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[#Painan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/mau-bikin-kapal-datang-saja-ke-sini/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Painan, Prokabar &#8211; Pembuat kapal kayu yang sehari-harinya bekerja di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kambang, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat mampu menyelesaikan enam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mau-bikin-kapal-datang-saja-ke-sini/">Mau Bikin Kapal? Datang Saja ke Sini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Painan, Prokabar &#8211;</b> Pembuat kapal kayu yang sehari-harinya bekerja di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kambang, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat mampu menyelesaikan enam unit kapal kayu dengan berat 6 ton dalam setahun.</p>
<p>&#8220;Untuk membuat satu unit kapal kami memerlukan waktu paling lama satu setengah bulan dengan lima pekerja. Kemudian satu mandor dan jika pesanan tetap kami terima dalam setahun paling sedikit kami bisa menyelesaikan enam unit,&#8221; kata Andri (35) di lokasi, Rabu.</p>
<p>Kendati demikian, ungkapnya, pesanan tersebut tidak selalu ada. Pada waktu tertentu pesanan membludak akibatnya pekerja dan mandor didatangkan dari luar daerah.</p>
<p>&#8220;Saat ini di TPI Kambang ada pembuatan tiga unit kapal, dua dikerjakan oleh orang Pesisir Selatan sementara satunya lagi dari Pariaman,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyebutkan dalam membuat satu unit kapal, pembuatan &#8220;bidai&#8221; atau papan yang dipasang di bagian bawah kapal merupakan yang paling sulit. Bahkan untuk memasang dua lembar papan saja menghabiskan waktu satu hari, hal itu karena papan mesti dilengkungkan sesuai dengan bentuk kapal.</p>
<p>Agar kapal tidak bocor para tukang menggunakan tali yang mereka sebut dengan nama tali &#8220;pakalan&#8221;. Tali ini dijadikan sebagai pembatas antar papan ke papan. Selanjutnya diberi getah damar, berikutnya dilapisi seng lalu dicat.</p>
<figure style="width: 500px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/kapal-laut-229901393..jpg" class="wp-image-6133 size-full" width="500" height="356"><figcaption class="wp-caption-text">Ilustrasi Kapal (net)</figcaption></figure>
<p>Untuk membuat satu unit kapal kayu dengan berat enam ton, si pemesan mesti mengeluarkan upah Rp25 juta. Harga itu bisa saja berubah sesuai dengan negosiasinya dengan sang mandor.</p>
<p>&#8220;Total anggaran yang mesti dikeluarkan hingga kapal bisa digunakan mencari ikan mencapai Rp250 juta yang terdiri dari upah tukang, material hingga mesin,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Arlindawati menyebutkan di TPI Kambang dibuat belasan unit kapal kayu jenis Tondo setiap tahunnya. Di lokasi selain dengan mudah ditemui para tukang pembuat kapal, sarana dan prasarana pendukungnya juga tersedia<b>.(*/lgs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mau-bikin-kapal-datang-saja-ke-sini/">Mau Bikin Kapal? Datang Saja ke Sini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/124 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:23:18 by W3 Total Cache
-->