<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kampunghamka Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kampunghamka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kampunghamka/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 May 2019 15:52:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kampunghamka Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kampunghamka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini yang Dilakukan Masyarakat Kampung Buya Hamka untuk Pererat Kebersamaan</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-yang-dilakukan-masyarakat-kampung-buya-hamka-untuk-pererat-kebersamaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2019 19:49:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1440 H]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampunghamka]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=38299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batung Panjang, Prokabar — Ramadan tidak hanya sekedar bulan ibadah puasa bagi umat muslim. Bahkan mampu menjadi momentum pengikat erat jalinan hati yang sempat terputus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-yang-dilakukan-masyarakat-kampung-buya-hamka-untuk-pererat-kebersamaan/">Ini yang Dilakukan Masyarakat Kampung Buya Hamka untuk Pererat Kebersamaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batung</strong> <strong>Panjang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Ramadan tidak hanya sekedar bulan ibadah puasa bagi umat muslim. Bahkan mampu menjadi momentum pengikat erat jalinan hati yang sempat terputus sebelumnya. Begitulah yang dilakukan masyarakat Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Kegiatan dihadiri langsung Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Walinagari Sungai Batang, Wali Jorong Batung Panjang bersama Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan pemuda-pemudi. Anak-anak turut meramaikan Mushalla Al Ihsan tersebut.</p>
<p>Menurut Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, sebagai kampung halaman Buya Hamka, sudah saatnya marwah dan jejak ulama besar tersebut. &#8220;Saya sangat berharap, kita di sini membangkitkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi perkembangan Islam pernah hidup dan melahirkan ulama-ulama hebat dari sini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia melanjutkan melalui Komunita Pemuda Generas Hamka sebagai penggagas dan penggeraknya, bisa bersinergi dengan Alim Ulama, Ninik Mamak, dan Bundo Kanduang. &#8220;Saya sangat apresiasi pemuda-pemuda ini. Dan kita seluruh komponen masyarakat harus mendukung dan bersama-sama mewujudkan Kampung Religius Buya Hamka ini,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Dasri, salah satu mubalig Sungai Batang menambahkan, melalui berbuka bersama di setiap masjid atau mushalla di 4 tapian Jorong Batung Panjang. &#8220;Hal ini menjadi momentum untuk seluruh masyarakat Batung Panjang. Berbuka bersama digagas KPGH ini, Insya Allah mempererat tali silahturahmi masyarakat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Seiring cita-cita KPGH ini, teringat pesan Buya Hamka di saat ia memberi dakwah di Pekanbaru.</p>
<p>&#8220;Ada 3 bentuk Hidayah yang diberikan kepada kita umat manusia. Pertama Hidayah Panca Indra, kedua Hidayah Akal dan ketiga Hidayah Wahyu,&#8221; ungkap Dasri.</p>
<p>Ia menjelaskan, Hidayah Panca Indra merupakan rahmat dan nikmat penglihatan, pendengaran, penciuman dan peraba. Hidayah Akal merupakan rahmat penentu membedakan kita dengan makluk lainnya. Akal sebagai alat untuk menjalankan hidup lebih baik. Namun kedua hidayah itu tidak dijalankan sesuai perintah Allah, maka disinilah kebenaran hakiki diabaikan. Terjerumus dengan hawa nafsu duniawi semata.</p>
<p>&#8220;Itulah gunanya Wahyu Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Mengatur dan mengkontrol penggunaan panca indra dan akal manusia, menjalankan hidup di dunia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>KPGH selaku generasi penerus sangat tepat menggagas membangkitkan nilai-nilai Islami, sesuai dititipkan Buya Hamka, yang juga menjunjung tinggi Al-Quran sebagai pegangan hidup dirinya. &#8220;Kami akan alim ulama, akan terus mendukung pergerakan ini,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-yang-dilakukan-masyarakat-kampung-buya-hamka-untuk-pererat-kebersamaan/">Ini yang Dilakukan Masyarakat Kampung Buya Hamka untuk Pererat Kebersamaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ</title>
		<link>https://prokabar.com/menggali-situs-dan-sejarah-ulama-ini-yang-dilakukan-pemuda-kampung-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2019 01:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampunghamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarahminangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=36739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Catatan sejarah ulama di sejumlah daerah rata-rata mulai tidak menarik bagi generasi muda. Bahkan banyak situs-situs peninggalan sejarah dahulu itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menggali-situs-dan-sejarah-ulama-ini-yang-dilakukan-pemuda-kampung-hamka/">Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang,</strong> <strong>Prokabar</strong> — Catatan sejarah ulama di sejumlah daerah rata-rata mulai tidak menarik bagi generasi muda. Bahkan banyak situs-situs peninggalan sejarah dahulu itu tidak terurus sebagai mana mestinya. Padahal situs itu dapat dimanfaatkan sebagai wisata edukasi, sejarah dan reliqius (halal tourism).</p>
<p>Melalui pemikiran tersebut sekelompok pemuda di kampung halaman Buya Hamka atau yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJ), bersatu untuk membangkitkan kembali sejarah ulamanya. Berharap dapat mengembalikan kejayaannya dan meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat. Mereka sadar melalui pendekatan Agama, segala pengaruh buruk dapat terbentengi.</p>
<p>Sebelumnya, mereka telah berhasil membersihkan sebuah jenjang sangat bersejarah di Tanjung Raya. Jenjang atau jalan satu-satunya menuju pelosok perkampungan Data Kampung Dadok, Kampung Tangah, Tanah Sirah, Tanjung Sani, Batung Panjang, dan Batung Ajung.</p>
<p>Selanjutnya, mereka juga mendalami sejarah Makam Inyiak D-R beserta Kutubchanah beserta manuskrip karya Ayah Buya Hamka tersebut. Inyiak D-R atau Haji Abdul Karim Amrullah (Haka), diketahui lahir Ahad, 17 Safar 1296 Hijriah atau 10 Februari 1879 Masehi. Meninggal di Jakarta, 2 Juni 1945 dalam usia 67 tahun.</p>
<p>Berdasarkan permintaan pihak keluarga, makam Muhammad Rasul itu dipindahkan dari Jakart ke depan Kutubchanah, tempat ia biasa membaca, berfikir dan berkarya di Muara Pauh, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Agam.</p>
<p>Penelusuran kemudian berlanjut ke Makam Syekh Guguk Katur dan Syekh Muhammad Amrullah di Jorong Nagari (Sungai Batang). Di Makam Syekh Guguk Katur melalu perbukitan kecil. Dan terukir nama Abdullah Saleh di menhir tersebut. Tertera pula 17 Muharam 1285 Hijriah dengan aksara jawi atau arab melayu.</p>
<p>Sekitar 100 meter dari makam Syekh Guguk Katur, menuju sebuah masjid tua terdapat pula makam. Merupakan makam Syekh Muhammad Amrullah. Menurut Buya Hamka di Buku Ayahku, Syekh Tuanku Kisa&#8217;i itu lahir pada Bulan Rajab 1256 Hijriah. Meninggal pada Rabi&#8217;ul Akhir 1325 Hijriah atau tahun 1907 Masehi dalam usia 79 tahun.</p>
<p>&#8220;Kami sangat semangat untuk menggali lagi sejarah ulama besar ini. Catatan sejarahnya seperti tidak ada tersisa dan tidak dipedulikan banyak orang. Padahal nama besar tersebut bernaung hebat di negara-negara mayorita Islam di Asia dan Timur Tengah sana.&#8221; ujar Rudi, Koordinator KPGH Tanjung Raya.</p>
<p>Sementara itu, Fajri, Wakil Koordinator sekaligus pemuda setempat mengungkapkan semangat itu tumbuh didasari dorongan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, digagas seorang jurnalis asal Padang.</p>
<p>&#8220;Di sini kita sudah berada di Makam Guguk Katur. Buyut dari Buya Hamka dan sangat disegani ulama serta tokoh masyarakat pada saat itu,&#8221; ungkap Fajri saat besrkunjung dan berada di Makam Guguk Katur.</p>
<p>Usai di Makam Abdullah Saleh, Komumitas diwakili 5 orang pemuda itu melanjutkan tujuan ke Makam Syekh Muhammad Amrullah. Namun perjalanan tersebut sangat beruntung. Pasalnya, salah satu tokoh besar bernama Angku Yus Datuak Perpatih berada di rumahnya yang sangat dekat di makam kakek Buya Hamka tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya juga tidak terlalu banyak mengetahui betul sejarah Syekh Guguk Gatur. Akan tetapi catatan sejarahnya dapat kita dapati di Buku Ayahku karya Buya Hamka,&#8221; terangnya.</p>
<p>Namun meski demikian lanjutnya, beliau penganut paham tarikat yang suka berkhalawat. Salah satu sosok tokoh yang menguasai adat Istiadat Minangkabau. &#8220;Beliau seringkali menjadi penasihat dan menuntaskan pertikaian sesuatu kaum atau kelompok,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Setelah mendapat wejangan dari Angku Yus Datuak Parpatih, keesokannya, perjalanan dilanjutkan ke Surau Tuo Inyiak D-R di Kampuang Kabun, Batuang Panjang. Di sana pihak suku Jambak telah merencanakan rehap surau. Di samping surau itu, terdapat rumah gadang kaum suku Jambak, garis keturunan Inyiak Rasul tersebut. &#8220;Hanya Satu Rumah yang di Huni, satu lagi sudah tidak ditempati,&#8221; sebut Ardiansyah Dt. Rajo Ameh, salah satu pemuka suku Jambak tersebut.</p>
<p>Di Jorong Batung Panjang dengan empat tapian (setingkat RT) ini, terdapat banyak situs berupa makam, rumah gadang, rumah tua, surau serta beberapa tempat ulama masalalu beraktifitas di luar bangunan. &#8220;Sangat kita sayangkan, situs tersebut terlupakan dan hampir punah. Padahal dapat membawa keberkahan untuk semua masyarakat. Selain memperdalam sejarah dan peningkatan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT, juga mampu membawa keberkahan peningkatan ekonomi. Dengan menjadikannya sebagai objek kunjungan wisata reliqius,&#8221; pungkas Fauzi, Ketua Harian KPGH didampingi Firman dan Akhyar. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menggali-situs-dan-sejarah-ulama-ini-yang-dilakukan-pemuda-kampung-hamka/">Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Program Prioritas Komunitas Pemuda Kampung Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-program-prioritas-komunitas-pemuda-kampung-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2019 02:11:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampunghamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Setelah melakukan kunjungan ke Komunitas Tabuik Diving Club dan Destinasi Lubuak Nyarai, Komunitas Pemuda Batung Panjang, Kanagarian Sungai Batang merancang strategi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-program-prioritas-komunitas-pemuda-kampung-hamka/">Ini Dia Program Prioritas Komunitas Pemuda Kampung Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Setelah melakukan kunjungan ke Komunitas Tabuik Diving Club dan Destinasi Lubuak Nyarai, Komunitas Pemuda Batung Panjang, Kanagarian Sungai Batang merancang strategi jitu mensukseskan program jangka pendek dan jangka panjang.</p>
<p>Mereka segera membentuk struktur kepengurusan serta melakukan pembenahan diri. Sebagai Pemuda generasi millennial yang akan membangkitkan marwah Buya Hamka beserta Buyutnya, mereka juga akan konsisten melakukan penyuluhan dengan merangkul Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya beserta Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai dalam nagari.</p>
<p>Langkah selanjutnya, mensukseskan kegiatan perbekalan dan loka karya yang akan dihadiri Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Dr. Pramono. M.Hum. Salah satu akademisi ahli Manuskrip sekaligus peneliti sejarah Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dan Haka (Haji Abdul Karim Amrullah).</p>
<p>&#8220;Kami terlebih dahulu menyusun struktural kepengurusan dan langsung rapat menyusun program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,&#8221; tegas Fajri, Ketua Pelaksana Kunjungan Ke Pariaman dan Padang Pariaman.</p>
<p>Sementara itu, Rudi Yudistira, salah seorang penggagas penggerak pemuda tersebut menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan adalah Tikam Jejak Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Kita akan menggali dan mencari kembali restrospeksi masalalu Buya Hamka. Dimana beliau tinggal, mandi, mengaji, bermain dan sebagainnya. Lokasi itu akan dijadikan edukasi wisata sekaligus menanamkan kembali marwah beliau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Komunitas pemuda tersebut juga akan membuat simbol-simbol atau kata-kata bijak Buya Hamka. &#8220;Kita bersama-sama goro membuat kata-kata bijak Hamka dan dipasang di semua titik perkampungan. Sehingga memperkenalkan kembali nilai-nilai filosofi, prinsip maupun mentalitas sesuai ajaran Islam yang dititipkan Ulama tersebut,&#8221; terang Rudi.</p>
<p>Terobosan selanjutnya, komunitas pemuda itu juga akan secepatnya menjalin koordinasi dengan Ninik Mamak melalui Kerapatan Adat Nagari atau KAN, Alim Ulama dan Pemerintah Kenagarian Sungai Batang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Kita harus merangkul seluruh komponen masyarakat. Terutama komponen Tigo Tali Sapilin atau Tigo Tungku Sajarangan dalam Nagari. Agar segala aktifitas kita mendapat dukungan semua pihak,&#8221; Pungkasnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-program-prioritas-komunitas-pemuda-kampung-hamka/">Ini Dia Program Prioritas Komunitas Pemuda Kampung Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Destinasi Di Kampung Hamka, Ini Terobosan Pemuda Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/tingkatkan-destinasi-di-kampung-hamka-ini-terobosan-pemuda-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2019 03:57:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampunghamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=31838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Setelah berjumpa dan ungkap harapan ke Camat Tanjung Raya, Pemuda Nagari Sungai Batang, khususnya di Jorong Batung Panjang melakukan beberapa aksi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-destinasi-di-kampung-hamka-ini-terobosan-pemuda-sungai-batang/">Tingkatkan Destinasi Di Kampung Hamka, Ini Terobosan Pemuda Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> &#8211; Setelah berjumpa dan ungkap harapan ke Camat Tanjung Raya, Pemuda Nagari Sungai Batang, khususnya di Jorong Batung Panjang melakukan beberapa aksi dan realisasi. Minimnya pengetahuan tentang ilmu managemen wisata, mendorong mereka melakukan tour edukasi ke sejumlah lokasi destinasi yang sudah dikelola dengan baik.</p>
<p>Tujuan pertama mereka adalah Konservasi Penyu Kota Pariaman. Di sana mereka akan berjumpa rekan-rekan komunitas pecinta alam, Tabuik Diving Club (TDC). Komunitas diving yang hobi sekaligus mitra pemerintah daerah, dalam merealisasikan monitoring terumbu karang, penyu bertelur hingga perawatan hutan mangrove (bakau). Jembatan Hutan Mangrove salah satu andalan wisata Pariaman saat ini.</p>
<p>&#8220;Kami sangat membutuhkan wawasan dan ilmu pengetahuan, untuk mengelola objek wisata yang profesional. Selama ini, kami belum menikmati destinasi wisata di kampung halaman kami ini. Padahal, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka setiap saat, dikunjungi puluhan bahkan ratusan wisatawan Malaysia,&#8221; ungkap Fauzi Sutan Endah, salah seorang tokoh pemuda setempat kepada Prokabar.com.</p>
<p>Senada dengan Angku Imam Hendri. Mengaku sangat minim mendapat bimbingan dari pemerintah dan pemimpin sebelumnya. &#8220;Kami sangat miskin arahan dan bimbingan. Alhamdulillah, melalui Pak Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, sangat berbeda. Kami bahkan langsung difasilitasi melakukan perencanaan kedepan,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Kami benar-benar mendapatkan orang tua atau pemimpin yang sangat peduli pada pemuda,&#8221; lanjutnya lagi.</p>
<p>Angku Imam menambahkan, akan mengoptimalkan kesempatan ini sebaik-baik mungkin. Sehingga wawasan dan ilmu pengetahuan semakin bertambah.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Tahap awal penting mempelajari sejarah lengkap Buya Hamka beserta ayahnya Haka. Dalam hal ini, lagi-lagi kami difasilitasi Pak Camat dan jajarannya, untuk mengikuti pembelajaran, mendatangkan pemateri Dr. Pramono, M.Hum dari Fakuktas Ilmu Budaya Unand.</p>
<p>Pembelajaran menjadi pengelola destinasi wisata juga akan didapatkan melalui kunjungan ke sejumlah destinasi yang lebih dulu maju.</p>
<p>&#8220;Perkembangan pariwisata saat ini, tidak lagi modren dan seenaknya. Melainkan, berbasis kearifan lokal yang dikelola langsung masyarakat setempat. Dan contoh sudah banyak kita lihat. Termasuk objek wisata yang kita tuju kali ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tujuan kunjungan kedua, mereka berencana ke Kawasan Wisata Adventure Lubuk Alung, Padang Pariaman. Di sana pemuda ini akan melihat dan belajar secara langsung pengelolaan Objek Wisata Lubuak Nyarai dan Arung Jeram.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Di sana kami akan bertemu dengan Pemuda Pelopor Transformer Pembalak Liar bernama Ritno Kurniawan. Berhasil mengubah mata pencarian masyarakat dari pembabat hutan menjadi pemandu pariwisata,&#8221; ungkap Fajri, salah satu pemuda Sungai Batang.</p>
<p>Selain melakukan study kooperatif, pemuda Sungai Batang itu juga akan mengikuti training motivation dan Loka Karya Tikam Jejak Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Khusus Loka Karya atau seminar, Pak Camat Tanjung Raya memberikan kami pembelajaran dari pemateri berkompeten. Beliau sangat antusian membimbing dan mencerdaskan kami. Jujur, kami sangat senang atas dukungan Pak Camat Handria Asmi,&#8221; tutur Fajri.</p>
<p>Meski demikian, perjalanan untuk mendobrak perubahan kemajuan ini masih panjang. Tekat kuat dengan kebersamaan adalah kunci keberhasilan. Berusaha saling merangkul dan menguatkan semangat.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Dan kami yakin dengan Ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kejayaan Islam di Sungai Batang melalui Wisata Reliqius Buya Hamka dapat terwujud,&#8221; pungkas Ketua Pemuda Muhammadiyah Sungai Batang tersebut. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-destinasi-di-kampung-hamka-ini-terobosan-pemuda-sungai-batang/">Tingkatkan Destinasi Di Kampung Hamka, Ini Terobosan Pemuda Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/91 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:23:40 by W3 Total Cache
-->