<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kampar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kampar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kampar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 May 2024 01:38:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kampar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kampar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Budaya Kampar, Elok Dijaga</title>
		<link>https://prokabar.com/budaya-kampar-elok-dijaga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 01:12:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ocu]]></category>
		<category><![CDATA[Teratak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Kampar mempunyai sebuah sejarah yang cukup menarik. Pembagian wilayahnya pada zaman jajahan Belanda secara administratif, dilihat berdasarkan hukum adat. Terdapat beberapa kelompok regional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/budaya-kampar-elok-dijaga/">Budaya Kampar, Elok Dijaga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Kampar mempunyai sebuah sejarah yang cukup menarik. Pembagian wilayahnya pada zaman jajahan Belanda secara administratif, dilihat berdasarkan hukum adat. Terdapat beberapa kelompok <em>regional </em>Kabupaten Kampar, yaitu:</p>
<ol>
<li>Desa</li>
</ol>
<p>Desa Swapraja meliputi beberapa daerah seperti Kunto Darussalam, Tambusai dan Kepenuhan, Rambah, dan Rokan.</p>
<ol start="2">
<li>Kedemangan</li>
</ol>
<p>Kedemangan Bangkinang membawahi daerah Kuok, Salo, Air Tiris, dan Batu Bersurat. Kedemangan Bangkinang menggunakan struktur daerah yang sama dengan Minangkabau yaitu koto, nagari, dan teratak.</p>
<ol start="3">
<li>Desa Swapraja Bagian</li>
</ol>
<p>Desa Swapraja bagian Pelalawan meliputi daerah Pangkalan Kuras, Bunut, Serapung dan Kuala Kampar.</p>
<ol start="4">
<li>Desa Swapraja Bagian Sebapelan</li>
</ol>
<p>Desa Swapraja ini meliputi daerah Gunung Sahilan, Kewedanan Kampar Kiri, Kuantan Singingi sampai Tapung Kiri dan Tapung Kanan, dan Kesultanan Siak.</p>
<p>Kabupaten Kampar sekarang berada di posisi ke-II di Provinsi Riau dengan infrastruktur pembangunan yang cukup baik. Menurut perspektif sejarah, Kabupaten Kampar termasuk ke dalam Luhak Lima Puluh Kota yang terdiri dari Bangkinang, Salo, Kuok, dan Air Tiris.</p>
<p>Kabupaten Kampar masih memegang struktur kebudayaan Minangkabau seperti lingkungan tempat tinggal masyarakat, dan kesenian. Dalam lingkungan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>masyarakat terdapat koto, dusun, dan teratak, sedangkan bagian tradisi seperti <em>ayi ayo onam</em>, <em>batobo</em>. Adapun kesenian yang terdapat di Bangkinang seperti tari piring, <em>randai</em>, <em>calempong, cong</em>, <em>badikiu</em>, <em>berzanzi</em>, dan rebana. Tari piring dan randai merupakan kesenian yang berasal dari Minangkabau dan biasanya dilakukan ketika acara adat serta pernikahan.</p>
<p>Tari piring merupakan salah satu tarian yang berasal dari Minangkabau. Tarian ini dalam Bahasa Minangkabau disebut sebagai tari piriang dengan menjadikan piring sebagai media utama. Dahulu tari piring merupakan sebuah gerakan atau ritual sebagai ucapan rasa syukur terhadap para dewa setelah memperoleh hasil panen. Namun, setelah agama Islam telah masuk ke Minangkabau, maka tari piring tidak lagi digunakan dalam ritual ucapan rasa syukur terhadap para dewa, tapi dilaksanakan untuk hiburan masyarakat dan dalam sebuah acara seperti pernikahan.</p>
<p>Selain tari piring, dalam kesenian Kabupaten Kampar terdapat namanya tradisi <em>Batobo</em>. Tradisi <em>batobo </em>juga disebut sebagai arisan tani karena para petani akan melakukan gotong royong dalam mengerjakan pekerjaan sawah. Kata <em>batobo </em>berasal dari bahasa daerah Bangkinang, memiliki filosofi yaitu suatu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat selesai jika dikerjakan secara bersama-sama.</p>
<p>Selain mempunyai unsur makna gotong royong dan kebersamaan, <em>batobo </em>juga memiliki filosofi dalam hal tertib. Setiap anggota <em>batobo </em>harus menunggu jadwal pengerjaan sawah secara bergiliran, dengan kata lain bahwa akan lebih cepat selesai, <em>easy</em>, dan hasilnya dapat dinikmati secara bersama-sama.</p>
<p>Selain <em>batobo </em>yang menjadi ciri khas budaya Kabupaten Kampar, terdapat sebuah tradisi yang dilaksanakan ketika lebaran idul fitri. Tradisi ini dinamakan <em>ayi ayo onam/ zorah </em>atau hari raya enam/ ziarah yang dilaksanakan setelah hari pertama lebaran idul fitri.</p>
<p><em>Ayi Ayo Onam </em>(hari raya enam) merupakan sebuah tradisi dari daerah Kabupaten Kampar, terkhusus Bangkinang Seberang. <em>Ay</em>i <em>Ayo Onam </em>lebih meriah dilaksanakan daripada hari raya idul fitri. Sebelum melaksanakan <em>ayi ayo onam,</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>terlebih dahulu masyarakat melaksanakn puasa sunnah enam di bulan Syawal. Ayi ayo onam dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal dan terlebih dahulu mengerjakan puasa sunnah enam hari.</p>
<p>Unsur kebudayaan yang ada di Kabupaten Kampar selain tradisi adalah bahasa yang menjadi sarana komunikasi masyarakat. Masyarakat Kabupaten Kampar lebih dominan menggunakan bahasa daerah daripada bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan adalah bahasa <em>Ocu </em>yang mempunyai kemiripan dengan bahasa Minang.</p>
<p><em>Ocu </em>merupakan salah satu suku yang tidak terlalu besar di Riau dan Melayu. Suku <em>Ocu </em>adalah orang asli yang berasal dari Kabupaten Kampar dan mempunyai sejarah tersendiri dalam perkembangannya. Penulis mempunyai pandangan tersendiri terkait orang <em>Ocu </em>ini. Penulis berpandangan bahwa orang <em>Ocu </em>berasal dari Minangkabau, karena dilihat dari lokasinya Kabupaten Kampar berbatasan dengan Sumatera Barat. Selain itu dari perspektif sejarah bahwa dahulu Kabupaten Kampar seperti Bangkinang, Kuok, Salo, Air Tiris termasuk ke dalam Luhak Lima Puluh Kota. Maka hal inilah yang membuat bahasa <em>Ocu </em>hampir persis seperti bahasa Minang.</p>
<p>Bahasa <em>Ocu </em>merupakan percampuran antara bahasa Melayu dan Minang, serta mempunyai kemiripan dengan bahasa Kuantan. Adapun contoh bahasa <em>Ocu </em>sebagai berikut:</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="34">No</td>
<td width="200">Bahasa Indonesia</td>
<td width="164">Bahasa Minang</td>
<td width="154">Bahasa <em>Ocu</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="34">1</td>
<td width="200">Saya pengen pergi ke Riau</td>
<td width="164"><em>Awak nio pai ka Riau</em></td>
<td width="154"><em>Deyen</em> <em>nio</em> <em>poi ka Riau</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="34">2</td>
<td width="200">Saya tidak mau makan</td>
<td width="164"><em>Ndak amuah awak </em><em>makan</em></td>
<td width="154"><em>Ndak nio deyen </em><em>makan do</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="34">3</td>
<td width="200">Saya suka dengan dia</td>
<td width="164"><em>Aden suko samo paja tu</em></td>
<td width="154"><em>Den cinan ka inyo</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan kesamaan bahasa antara <em>Ocu </em>dan Minang, hal inilah yang membuat pandangan penulis semakin kuat tentang orang Ocu adalah masyarakat Minangkabau yang merantau dan menetap di Kabupaten Kampar, jauh sebelum wilayah ini masuk ke dalam Provinsi Riau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fakhrul Haq<br />
Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/budaya-kampar-elok-dijaga/">Budaya Kampar, Elok Dijaga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Fakta Sosok Leani Ratri Oktila, Pebulutangkis Riau</title>
		<link>https://prokabar.com/4-fakta-sosok-leani-ratri-oktila-pebulutangkis-riau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 15:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<category><![CDATA[#Riau]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia emas]]></category>
		<category><![CDATA[leani ratri oktila]]></category>
		<category><![CDATA[paralimpiade tokyo 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94104</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Siapa yang tak kenal Leani Ratri Oktila. Ia adalah atlet badminton dari Indonesia yang telah meraih 3 medali sekaligus dalam satu ajang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-fakta-sosok-leani-ratri-oktila-pebulutangkis-riau/">4 Fakta Sosok Leani Ratri Oktila, Pebulutangkis Riau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com &#8211;</a> </strong>Siapa yang tak kenal Leani Ratri Oktila. Ia adalah atlet badminton dari Indonesia yang telah meraih 3 medali sekaligus dalam satu ajang bergengsi di dunia.</p>
<p>Leani Ratri Oktila bersama rekan timnya berhasil meraih 2 emas dan 1 perak di bidang Para-Badminton Paralimpiade Tokyo 2020.</p>
<p>Nama Leani Ratri Oktila sangat menarik perhatian warga Indonesia. Pasalnya, atlet asal Kampar, Riau ini mampu menyabet 3 medali sekaligus dalam satu ajang bergengsi.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li>
<h4 class="post-title entry-title left"><strong><a href="https://prokabar.com/tour-de-singkarak-2021-resmi-dibatalkan/">Tour De Singkarak 2021 Resmi Dibatalkan</a></strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/futuristik-timur-tengah-miliki-supermarket-tanpa-kasir-pertama/">Futuristik, Timur Tengah Miliki Supermarket Tanpa Kasir Pertama!</a></strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Tak hanya masyarakat Indonesia yang bangga dengan pencapaian Leani, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga turut mengapresiasinya.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi, selamat kepada Leani Ratri Oktila dan Hary Susanto,&#8221; kata Presiden Jokowi setelah ganda campuran Indonesia ini kembali berhasil meraih kemenangan.</p>
<p>Kemudian, Jokowi akan memberikan hadiah dan juga bonus kepada para atlet peraih medali di Paralimpiade bersamaan dengan atlet yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.</p>
<p>Melansir Tribunnews &#8220;Jadi untuk peraih medali emas Rp 5,5 miliar, peraih medali perak Rp 2,5 miliar, kemudian peraih medali perunggu Rp 1,5 miliar,&#8221; ujar Jokowi ketika memberikan sambutan bertemua kontingen atlet Indonesia untuk Olimpiade Tokyo di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jum&#8217;at (13/8/).</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li>
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/candi-muara-takus-kerajaan-dan-pusat-peradaban-sumatera-yang-terlupakan/">Candi Muara Takus, Kerajaan Dan Pusat Peradaban Sumatera yang Terlupakan</a></strong></h4>
</li>
<li>
<h4 class="post-title entry-title left"><strong><a href="https://prokabar.com/5-juta-dosis-vaksin-sinovac-tiba-di-indonesia/">5 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia</a></strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Selain itu, Gubernur Riau Syamsuar juga sudah menyiapkan bonus untuk Leani Ratri Oktila. Sekaligus Syamsuar akan menyambut langsung Leani ketika tiba di Riau.</p>
<p>&#8220;Nanti kita sambut kehadirannya <em>balek</em> kampung dan dikasih bonus. Saya juga nonton kemarin pas dia main badminton,&#8221; kata Syamsuar, Minggu (5/9).</p>
<h4><strong>Berikut 4 fakta Leani Ratri Oktila</strong></h4>
<ol>
<li>Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah merupakan pasangan ganda putri nomor 2 di dunia.</li>
<li>Ratri sejak umur 7 tahun sudah familiar dengan olahraga bulutangkis</li>
<li>Kaki Leani Ratri Oktila lebih pendek 7 cm dari kaki kanannya akibat kecelakaan berkendara pada tahun 2011</li>
<li>Selama di Jepang Ratri tidak pernah makan nasi, kecuali saat sudah masuk babak final.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-fakta-sosok-leani-ratri-oktila-pebulutangkis-riau/">4 Fakta Sosok Leani Ratri Oktila, Pebulutangkis Riau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Kabupaten Kampar Keciduk Polisi Mengirim Narkoba ke Lapas Bangkinang</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-kabupaten-kampar-keciduk-polisi-mengirim-markoba-ke-lapas-bangkinang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2021 16:25:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<category><![CDATA[#Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[#Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkinang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Polres Kampar tangkap warga Bangkinang yang tinggal di Jalan Kartini karena narkoba. Pihak Kepolisian meringkus RS (24) ketika hendak mengirim narkotika jenis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-kabupaten-kampar-keciduk-polisi-mengirim-markoba-ke-lapas-bangkinang/">Warga Kabupaten Kampar Keciduk Polisi Mengirim Narkoba ke Lapas Bangkinang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar.com &#8211; </strong>Polres Kampar tangkap warga Bangkinang yang tinggal di Jalan Kartini karena narkoba. Pihak Kepolisian meringkus RS (24) ketika hendak mengirim narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Kelas IIA Bangkinang.</p>
<p>Kasus ini terungkap pada hari Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 04.30 WIB.</p>
<p>&#8220;Pengungkapan kasus ini berawal pada Kamis (26/8) sekira pukul 04.30 WIB,&#8221; Ujar Kapolres Kampar AKBP Rido Purba melalui Kasatres Narkoba Daren Maysar, Minggu (29/8).</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li>
<h4 class="post-title entry-title left"><strong><a href="https://prokabar.com/sebelum-membenahi-wisata-bedahi-dulu-budayanya/">Sebelum Membenahi Wisata, Bedahi Dulu Budayanya!</a></strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/who-kirimkan-bantuan-obat-obatan-ke-afghanistan/">WHO Kirimkan Bantuan Obat-obatan ke Afghanistan</a></strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Narkotika jenis sabu itu hendak dimasukkan RS dengan cara melemparkan lewat tembok bagian belakang lapas.</p>
<p>&#8220;Saat itu Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar melakukan penyelidikan terhadap tersangka pengedar narkotika jenis sabu di perkebunan sawit Jalan Lembaga Bukit Cadika tepatnya belakang Lapas Bangkinang,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Daren mengatakan, hasil penyelidikan telah diamankan seorang tersangka yang hendak mengirim narkotika jenis sabu ke dalam lapas. Tersangka berupaya melempar sabu lewat tembok bagian belakang lapas.</p>
<p>Pihak Polres Kampar juga telah mengumpulkan bukti-bukti dari aksi tersangka.</p>
<p>&#8220;Dari pelaku ditemukan barang bukti 8 paket narkotika jenis sabu terbungkus plastik bening seberat 74,12 gram, 4 unit Handphone berbagai merek, 1 unit sepeda motor Vega RR, 10 buah headset, sebuah tangga stainles dan sejumlah barang bukti lainnya terkait kasus ini,&#8221; ungkap Daren.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li>
<h4 class="post-title entry-title left"><strong><a href="https://prokabar.com/dorong-capaian-vaksinasi-nasional-di-sumbar-darul-siska-gelar-vaksinasi-massal/">Dorong capaian vaksinasi nasional di Sumbar, Darul Siska gelar vaksinasi massal</a></strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/menghadapi-tekanan-china-taiwan-luncurkan-platform-berita-bahasa-inggris/">Menghadapi Tekanan China, Taiwan Luncurkan Platform Berita Bahasa Inggris</a></strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Sementara tersangka saat ini telah diamankan di Mapolres Kampar.</p>
<p>&#8220;Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Akibat perbuatan tersangka, ia terancam hukuman atas pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara paling sedikit 6 tahun dan paling banyak 20 tahun.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-kabupaten-kampar-keciduk-polisi-mengirim-markoba-ke-lapas-bangkinang/">Warga Kabupaten Kampar Keciduk Polisi Mengirim Narkoba ke Lapas Bangkinang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif Dari Kampar, Provinsi Riau. &#8220;Gadis Tangguh Itu Bernama Sari Santika&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-inspiratif-dari-kampar-provinsi-riau-gadis-tangguh-itu-bernama-sari-santika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 02:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#guru]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<category><![CDATA[#kisah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Riau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kampar, Prokabar —  Jauh dari pedalaman Desa Balung, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terdapat kisah tangguh seorang gadis manis berhijab. Kisah perjuangannya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-inspiratif-dari-kampar-provinsi-riau-gadis-tangguh-itu-bernama-sari-santika/">Kisah Inspiratif Dari Kampar, Provinsi Riau. &#8220;Gadis Tangguh Itu Bernama Sari Santika&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kampar</strong>, <strong>Prokabar</strong> —  Jauh dari pedalaman Desa Balung, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terdapat kisah tangguh seorang gadis manis berhijab. Kisah perjuangannya hampir seperti manusia setengah malaikat.</p>
<p>Bagaimana tidak, meski sebagai guru hononer yang dinilai hanya Rp350 ribu perbulan, harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan medan jalan dan jembatan rusak parah. Meski pahit, namun senyum gadis manis itu, masih terpancar indah dan menawan. Ketabahan menjalani hidup, memberi makna mendalam setiap insan.</p>
<p>Kepedihan cukup ia pendam dalam dalam hati. Teringat perjuangan kedua orang tuannya, yang telah membesarkannya, hingga mengantarkan ia menjadi seorang sarjana pendidikan.</p>
<p>&#8220;Nama saya Sari Santika, putri sulung dari tiga bersaudara. Saya terlahir dari rahim seorang Ibu bernama Desmawati dan ayah bernama Yan Elvi. Pekerjaan orang tua saya, pedagang sayur dan dimulai semenjak tahun 2016 lalu. Sebelum menjadi pedagang, orang tua saya adalah petani karet,&#8221; ungkap Sari kepada Prokabar.com melalui pesan Whatshapp.</p>
<p>Ia melanjutkan, saya lahir di Desa Balung, 19 Oktober 1994. Dan mendapatkan ilmu sekolah di SDN 028 Balung selama 6 tahun tamat tahun 2006/2007. Sekarang namanya sudah SDN 016 Balung. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Balung selama 3 tahun tamat pada tahun 2010. Seterusnya, masuk ke Madrasah Aliyah Negeri Kuok (MAN KUOK), jurusan IPA 1 di kelas XI, sekarang namanya sudah berganti MAN 1 KAMPAR Akreditasi A. Dan saya berhasil tamat pada tahun 2013.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29205" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB.jpeg 960w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /><br />
Nasip baik terus berlanjut hingga ia masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ia berhasil kuliah di Kampus 2 Air Pacah, Universitas Bung Hatta. &#8220;Saya berhasil masuk di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Alhamdulillah, lulus tepat waktu, pada 16 Juni 2017 lalu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Setelah wisuda lanjutnya, saya berkeinginan untuk melanjutkan S2 di UNP. Akan tetapi dikarenakan biaya dan raut lelah di wajah kedua orang tua, saya merasa tidak sanggup untuk melanjutkannya. Keinginan tersebut terpaksa saya urung karena melihat kedua orang tua saya sudah terlalu lelah untuk mencari biaya.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mencari beasiswa namun apalah daya keadaan jaringan di Desa Balung tidaklah mengizinkan untuk mendapatkan informasi. Lalu, pupuslah sudah mencapai keinginan untuk mendapatkan S2,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Gagal mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2, gadis periang ini pun mengajar di MTs Balung dan dimulai pada Agustus 2017. Sejalan dengan waktu, saya memasukkan lamaran ke SMP SATU ATAP XIII KOTO KAMPAR pada 28 Januari 2018.</p>
<p>Ia langsung diterima karena kondisi jalan menuju sekolah sangat mengkhawatirkan dan mengerikan untuk dilewati masyarakat. Maka tidak jarang guru yang pernah mengajar di sana tidak akan ada yg bertahan sampai 1 tahun.</p>
<p>Lokasi sekolah SD-SMP Satu Atap XIII Koto Kampar terletak di Dusun V  Siasam. Tepatnya jalan Lipat Kain &#8211; Balung KM.12, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar,  Provinsi Riau.</p>
<p>&#8220;Saya tidak berkecil hati untuk tidak dapat mencapai keinginan melanjutkan S2 di UNP. Namun saya sangat merasa sedih dengan nasib yang kami jalani sekeluarga. Ayah dan Ibu setiap minggu melewati jalan Balung-Siasam. Sebagai pedagang sayuran dan saya sebagai guru honor, harus menempuh jalan puluh kilometer dengan lumpur yang sangat tebal. Belum lagi melalui pendakian terjal serta beberapa jembatan yang rusak parah. Bahkan ada melalui sungai, dengan dalam mencapai ketiak orang dewasa&#8221; tutur Sari.</p>
<p>Anak Sulung dari tiga bersaudara tersebut kembali menceritakan, Ia mengajar setiap hari Senin hingga Rabu. Sekali seminggu, ibunya juga melewati jalan tersebut. &#8220;Ibu saya berangkat Rabu siang ke Siasam. Dan Jumat siang, baru bisa pulang ke rumah di Balung,&#8221; kisahnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29206" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2.jpeg 960w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /><br />
Situasi yang saya hadapi selama 1 tahun mengajar di SMP SATU ATAP XIII KOTO KAMPAR ini bercampur suka dan duka. Namun cerita duka, selalu menjadi bagian tidak terlupakan. Dimulai dari guru yang mengajar sampai terhadap siswa dan siswi yang menuntut ilmu di sekolah ini.</p>
<p>&#8220;Jalan menuju sekolah terdapat satu perlintasan melewati sungai. Apabila memasuki musim hujan, airnya akan naik dan tidak akan bisa menyeberang. Air sungai sangat deras dan mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Bahkan sampai setinggi ketiak orang dewasa,&#8221; ungkap gadis manis berhijab tersebut.</p>
<p>Selain sungai, ada pula beberapa jembatan maut. &#8220;Jalan menuju sekolah jika musim hujan, akan sangat licin. Hanya Allah Mahakuasa yang tahu penderitaan kami selaku guru yang berjuang dengan maut menuju sekolah ini. Kondisi jalan yang masih bertanah kuning belum pernah ada pengerasan selama saya ketahui. Sangat licin dan lumpurnya tidak jarang mencapai setinggi lutut. Dengan susah payah saya selalu turun dari sepeda motor butut yang saya miliki supaya sepeda motornya bisa naik ke puncak pendakian.</p>
<p>&#8220;Walaupun sudah turun dari sepeda motor dan kaki bertumpu pada tanah yang berlumpur, serta tangan yang memegang stang gas sepeda motor, tetap saja tidak bisa naik. Dan pada akhirnya saya duduk berjam-jam untuk menunggu orang lewat supaya bisa minta tolong untuk mendorong sepeda motor saya,&#8221; urainya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29207" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E.jpeg 960w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju sekolah SD-SMP SATU ATAP XIII KOTO KAMPAR, ada empat titik yang membuat detak jantung berdetak kencang tidak beraturan gadis teguh dan berwatak keras ini. Pertama pendakian Batang Samir. Kedua, Jembatan Kotua Kociak, ketiga Jembatan Kotua Godang, dan keempat Pendakian Sungai Merbau.</p>
<p>Pendakian Batang Samir sangat licin ketika musim hujan. &#8220;Untuk menurun pun kendaraan harus digas, kalau nggak digas nggak akan turun karena jalannya berlumpur tanah napa. Air selalu mengalir dan menggenangi jalur di sepanjang jalan. Bayangkan saja bagaimana lumpurnya. Tentu saja kita tidak mau melewati jalan yang seperti itu, bila ada jalan alternatif lain. Namun apa boleh buat, itu jalan satu-satunya,&#8221; terangnya lagi.</p>
<p>Setelah Batang Samir, sekitar 5 KM perjalanan akan melewati Jembatan Kotua Kociak. &#8220;Dengan memperbanyak istighfar, berulang-ulang saya coba untuk melanjutkan perjalanan. Setelah melewati jalan licin dan berlumpur saya harus melewati jembatan yang saya beri nama jembatan Siratal Mustaqim,&#8221; Ungkap Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra UBH Padang ini.</p>
<p>Walaupun tidak ada persamaan dengan jembatan yang dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an terangnya, namun karena rasa takut dan cemas yang saya alami disepanjang jalan, maka saya beranggapan bahwa saya sudah mencapai penderitaan selanjutnya, yaitu jembatan Siratal Mustaqim. Dan ada dua jembatan yangg sangat parah kondisinya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29208" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /><br />
Walaupun jalan ini hak paten dari pihak pemerintah, namun sedikit pun belum pernah ada tindakan dari desa. Semisalnya, mengajak masyarakat gotongroyong atau mendatangkan alat berat untuk memperbaiki jalan.</p>
<p>&#8220;Kondisi lantai jembatan di tengahnya sudah 90 derajat miring, bayangkan saja jika telapak tangan dimiringkan. Nah seperti itulah kondisi jembatan Kotua Kociak ini,&#8221; paparnya lagi.</p>
<p>Papan untuk ditengahnya itu untuk jalan sepeda motor. Sisi kiri dan sisi kanan dibuat titian untuk ban mobil. Yang lebih menakutkan lagi, jarak papan tengah yang miring dengan setinggi paha orang dewasa. Jika kita mengendarai sepeda motor dan melewati papan ditengah yang miring tersebut, separoh badan kita tidak akan kelihatan diantara titian mobil yang posisinya di kiri dan kanan.</p>
<p>Pernah saya sekali mencoba mencari jalan pintas karena saking sudah parahnya kondisi jembatan tersebut. Namun sia-sia, meski sudah berusaha mencari dan bertanya kepada masyarakat setempat, tidak ada ditemukan jalan pintas. &#8220;Dengan memperbanyak Istigfar dan bertasbih kepada Allah, saya kembali memberanikan diri melewati jembatan tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ada suatu ketika, gadis berhijab ini pernah mencoba mengikuti tes CPNS. Dengan hati yang penuh kecemasan dan bercampur ketakutan, ia melewati jembatan yang panjang lebih kurang 3 meter tersebut. Ia agar bisa lulus menjadi seorang PNS. &#8220;Saya selalu berdoa, ya Allah jika doa orang teraniaya benar-benar dikabulkan, sekarang hamba dalam keadaan teraniaya, mohon luluskan hamba CPNS, Ya Allah. lalu mulailah saya mengucapkan Basmallah sambil berujar lulus PNS ya Allah, Lulus PNS Ya Allah, sepanjang meniti jembatan Siratal Mustaqim,&#8221; terang Sari.</p>
<p>Jika diingat-ingat sepanjang jalan lanjutnya, saya tersenyum-senyum terhadap apa yang saya lakukan disepanjang jembatan. Betis dan telapak kaki yang sering hijau berminggu-minggu terkena sepeda motor, dan bertumpu ke tanah. Serta terkena kayu yang melintang di badan jalan.</p>
<p>&#8220;Saya berdoa semoga saya panjang umur dan setiap gerak-gerik yang saya lakukan ini bernilai ibadah yang berlipat ganda. Serta menjadi penyelamat saya di akhirat nantinya. Aamiin,&#8221; ungkapnya lagi.</p>
<p>Tangan kecil kurus ini terasa sangat lelah dan memerah bahkan sampai melepuh karena meng-gas sepeda motor menuju sekolah SMP SATAP XIII KOTO KAMPAR. Terkadang saya ingin menangis, akan tetapi saya teringat wajah kedua orang tua saya. Sudah puluhan tahun mereka merasakan yang saya rasakan hari ini. Dengan begitu saya mendapatkan kembali rasa berjuang untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah.</p>
<p>Bukannya tidak bersyukur, akan tetapi saya ini juga manusia biasa. Dengan gaji 350 ribu sebulan dan keluar sekali dalam delapan bulan. Saya mewakili teman-teman seperjuangan &#8220;merasa tidak adil&#8221; karena diluar sana diberikan insentif khusus, dan segala macamnya, walaupun daerah mereka tidak terisolir. Sekolah kami sudah melebihi 3 T nya. Namun tidak ada upaya pemerintah untuk mensejahterakan guru-guru yang mengabdi di sini.</p>
<p>&#8220;Walaupun kami tidak mempunya NUPTK Dan lain sebagainya atau guru-gurunya tamat SMA, bukankah ini daerah pengecualian, tidak bisa disamakan dengan sekolah diluar sana,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sari kembali mengungkapkan ini adalah segelintir cerita pahit, menakutkan, dan menyedihkan disepanjang hidup saya yang harus saya lewati. Berharap adanya tindakan dari pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan daerah telisolir tersebut.</p>
<p>&#8220;Terkadang saya merasa kecewa dengan keadaan. Tidak ada satupun tindakan baik dari masyarakat, desa maupun kabupaten untuk memperbaiki jalan Balung- Siasam ini. Pada hal ini adalah jalan lintas yang tembus ke Lipat Kain, dan bisa tembus ke Payakumbuh melewati kampar kiri,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-inspiratif-dari-kampar-provinsi-riau-gadis-tangguh-itu-bernama-sari-santika/">Kisah Inspiratif Dari Kampar, Provinsi Riau. &#8220;Gadis Tangguh Itu Bernama Sari Santika&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temukan Jejak Kaki Harimau di Kampar, BKSDA Pasang Kamera Trap</title>
		<link>https://prokabar.com/temukan-jejak-kaki-harimau-di-kampar-bksda-pasang-kamera-trap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2018 02:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kampar, Prokabar — Masyarakat Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar gempar ketika ditemukan jejak kaki diduga Harimau.  Terkait hal itu, Kepala Bidang Konservasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/temukan-jejak-kaki-harimau-di-kampar-bksda-pasang-kamera-trap/">Temukan Jejak Kaki Harimau di Kampar, BKSDA Pasang Kamera Trap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kampar, Prokabar — </strong>Masyarakat Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar gempar ketika ditemukan jejak kaki diduga Harimau.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Terkait hal itu, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II, Heru Sutmantoro menjelaskan bahwa Kepala Desa/wali Koto Tuo sudah bertemu dengan beliau dan membahas tindak lanjut penanganan Harimau Sumatera tersebut.</p>
<p>Setelah pemasangan umpan tidak berhasil maka akan dipasang tiga buah kamera trap/jebak  di lokasi perjumpaan warga dengan Harimau Sumatera. Dengan pemasangan kamera trap diharapkan dapat mendokumentasikan Harimau Sumatera yang melintas sehingga dapat diketahui jenis kelamin dan perkiraan umurnya.</p>
<p>&#8220;Kepada warga diminta bisa menjamin keamanan kamera trap yang dipasang karena kamera trap akan beroperasi kurang lebih sebulan,&#8221; terang Heru, Selasa (17/7).</p>
<p>Apabila kamera trap berhasil mendokumentasikan Harimau Sumatera maka akan diambil tindakan lebih lanjut.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Misalnya penghalauan atau penggiringan ke habitatnya yang paling memungkinkan untuk menjauhi pemukiman warga, demikian ungkap Heru Sutmantoro lebih lanjut. (<b>*/hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/temukan-jejak-kaki-harimau-di-kampar-bksda-pasang-kamera-trap/">Temukan Jejak Kaki Harimau di Kampar, BKSDA Pasang Kamera Trap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/135 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.021 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:32:56 by W3 Total Cache
-->