<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kabutasap Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kabutasap/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kabutasap/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 05:19:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kabutasap Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kabutasap/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabut Asap Semakin Pekat, Pembelajaran di Tanah Datar Dialihkan ke PJJ</title>
		<link>https://prokabar.com/kabut-asap-semakin-pekat-pembelajaran-di-tanah-datar-dialihkan-ke-pjj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:19:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#sekolahdiliburkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Pemerintah kabupaten Tanah Datar akhirnya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh tingkatan satuan pendidikan. Keputusan ini tertuang dalam edaran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-semakin-pekat-pembelajaran-di-tanah-datar-dialihkan-ke-pjj/">Kabut Asap Semakin Pekat, Pembelajaran di Tanah Datar Dialihkan ke PJJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> — Pemerintah kabupaten Tanah Datar akhirnya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh tingkatan satuan pendidikan. Keputusan ini tertuang dalam edaran bupati Tanah Datar1 Nomor 00.3.4.2/2027/DIKBUD-2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan dalam rangka Antisipasi Penurunan Kualitas Udara di Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Kondisi kualitas udara di Kabupaten Tanah Datar yang berfluktuasi dari kategori sedang hingga tidak sehat menjadi menjadi acuan PJJ. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 51–152, kondisi tersebut berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.</p>
<p>Dalam SE tersebut disampaikan bahwa pembelajaran pada PAUD dan TK diliburkan sepenuhnya, sedangkan untuk SD dan SMP, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring terstruktur. Ketentuan serupa juga berlaku bagi satuan pendidikan nonformal.</p>
<p>“Pembatasan aktivitas di luar rumah, penggunaan masker jika berada di luar rumah serta pemantauan kesehatan anak,” demikian disampaikan dalam SE tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik selama kondisi kualitas udara belum stabil.</p>
<p>Untuk SMA/SMK/SLB sederajat serta RA, MI, MTs dan MA sederajat, pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan petunjuk teknis dan kebijakan instansi yang berwenang.</p>
<p>Surat Edaran tersebut berlaku Selasa hingga Jumat, 15–18 September 2026, dan akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-semakin-pekat-pembelajaran-di-tanah-datar-dialihkan-ke-pjj/">Kabut Asap Semakin Pekat, Pembelajaran di Tanah Datar Dialihkan ke PJJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kualitas Udara Memburuk, Warga Dihimbau Gunakan Masker</title>
		<link>https://prokabar.com/kualitas-udara-memburuk-warga-dihimbau-gunakan-masker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 15:06:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Dinasperkimlhtanahdatar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kualitasudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Aktifitas masyarakat diruang publik di Tanah Datar masih berjalan normal meski ancaman kabut asap mengganggu kesehatan. Terpantau, indeks kualitas udara di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-memburuk-warga-dihimbau-gunakan-masker/">Kualitas Udara Memburuk, Warga Dihimbau Gunakan Masker</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Aktifitas masyarakat diruang publik di Tanah Datar masih berjalan normal meski ancaman kabut asap mengganggu kesehatan. Terpantau, indeks kualitas udara di Kabupaten berjuluk Luhak nan Tuo ini lebih dari 170.</p>
<p>Januar Pempri, Kepala dinas Perkim LH Tanah Datar menyebut, pihaknya akan melakukan uji petik terhadap kualitas udara dalam minggu ini. Pengujian kualitas udara menggandeng pemerintah provinsi atau kota Padang.</p>
<p>&#8221; Karena kita tidak punya labor di Tanah Datar, jadi rencananya kita akan meminta bantuan dari Dinas Lingkungan Hidpup Provinsi Sumatera Barat atau Kota Padang, InsyaAllah dalam minggu ini akan turun, ujarnya saat ditemui pada Senin (7/9/26).</p>
<p>Uji petik ini lanjutnya, petugas akan turun lansung kelapangan dan mengambil beberapa sampel dibeberapa titik di Tanah Datar.</p>
<p>Pempri tak menampik, kualitas udara akibat kabut asap kiriman di Tanah Datar terus menurun dan saat ini tergolong buruk terhadap kesehatan.</p>
<p>&#8221; Masyarakat kita himbau untuk bisa menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah dan hal ini guna menjaga dampak kabut asap terhadap kesehatan,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-memburuk-warga-dihimbau-gunakan-masker/">Kualitas Udara Memburuk, Warga Dihimbau Gunakan Masker</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kualitas Udara Sumatera Barat Terpantau Membaik</title>
		<link>https://prokabar.com/kualitas-udara-sumatera-barat-terpantau-membaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2019 10:57:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49276</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kualitas udara di Sumatera Barat mulai membaik, berdasarkan Citra GSMaP terpantau telah terjadi hujan hampir di seluruh Sumbar dalam 24 jam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-sumatera-barat-terpantau-membaik/">Kualitas Udara Sumatera Barat Terpantau Membaik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Kualitas udara di Sumatera Barat mulai membaik, berdasarkan Citra GSMaP terpantau telah terjadi hujan hampir di seluruh Sumbar dalam 24 jam terakhir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global<span class="Apple-converted-space">  </span>(SPAG/GAW) Bukit Kototabang Wan Dayantolis menjelaskan, dengan sifat hujan sebagai pembersih udara, terpantau parameter PM10 berada pada level baik berkisar 5-20 ug/m3.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Adapun estimasi AOD model menunjukkan hampir di seluruh Sumbar nilainya &lt;0.5 kecuali sebagian kecil di wilayah selatan berkisar 0.5 -1. Artinya keberadaan partikulat padat seperti debu dan hasil pembakaran telah jauh berkurang dibanding beberapa hari sebelumnya.” ujarnya melalui keterangan tertulis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia mengatakan kondisi ini telah terlihat sejak pukul 14.00 wib Kamis kemarin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Analisis citra satelit Himawari oleh BMKG pada selasa 18 Okt 2019 pkl 08.00 menunjukkan tidak ada sebaran asap yang masuk ke wilayah Sumbar.” sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, terjadinya hujan merata baru di wilayah Sumbar, belum menghilangkan sumber asapnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hotspot masih terpantau masif di Wilayah Jambi. Keberadaan hotspot tersebut masih berpotensi menyebarkan asap ke wilayah Sumbar khususnya bagian selatan, di mana angin masih berhembus dari arah timur-tenggara Sumbar.” ungkapnya. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-sumatera-barat-terpantau-membaik/">Kualitas Udara Sumatera Barat Terpantau Membaik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap, Disdik Tanah Datar Pulangkan Lebih Awal Peserta Didik</title>
		<link>https://prokabar.com/kabut-asap-disdik-tanah-datar-pulangkan-lebih-awal-peserta-didik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2019 05:32:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali mengeluarkan kebijakan terkait kabut asap yang saat ini menyelimuti wilayah itu. Melalui Kadis Pendidikan, pemerintah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-disdik-tanah-datar-pulangkan-lebih-awal-peserta-didik/">Kabut Asap, Disdik Tanah Datar Pulangkan Lebih Awal Peserta Didik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali mengeluarkan kebijakan terkait kabut asap yang saat ini menyelimuti wilayah itu. Melalui Kadis Pendidikan, pemerintah mengeluarkan edarab untuk memulangkan lebih awal seluruh peserta didik pada kamis (17/10).</p>
<p>Dalam edaran tersebut, menyikapi kabut asap hingga pukul 11.00, seluruh keoala sekolah diperbolehkan memulangkan siswanya lebih awal dengan harapan disiapkan tugas rumah. Selain memulangkan lebih awal, edaran itu juga menyebutkan jika jumat (18/10) dan sabtu (19/10) libur belajar di sekolah.</p>
<p>&#8220;Assalamualaikum wr wb,yth bpk/ibuk kepsek menyikapi kondisi kabut asap sampai jam 11 hari ini maka silahkan siswa dipulangkan lbh awal dg harapan disiapkan tugas rumah, lalu mulai jumat dan sabtu 18-19 oktober 2019 libur belajar di sekolah,&#8221; tulis Kadis Pendidikan Tanah Datar, Riswandi.</p>
<p>Ia menambahkan, siswa akan kembali belajar secara efektif hari senen 21 oktober 2019. Meski meliburkan peserta didik, namun kepala sekolah dan guru serta pegawai Tata Usaha tetap melaksanakan tugas tugas strategis di sekolah.</p>
<p>&#8221; Tugas strategis terkait laporan laporan dan persiapan mengajar,&#8221; tutupnya. (<b>eym</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-disdik-tanah-datar-pulangkan-lebih-awal-peserta-didik/">Kabut Asap, Disdik Tanah Datar Pulangkan Lebih Awal Peserta Didik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Makin Pekat, Empat Daerah Liburkan Siswa</title>
		<link>https://prokabar.com/kabut-asap-makin-pekat-empat-daerah-liburkan-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2019 04:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kabut asap yang semakin pekat di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar) memaksa pemerintah setempat meliburkan siswa. Sejauh ini tercatat, empat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-makin-pekat-empat-daerah-liburkan-siswa/">Kabut Asap Makin Pekat, Empat Daerah Liburkan Siswa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kabut asap yang semakin pekat di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar) memaksa pemerintah setempat meliburkan siswa.</p>
<p>Sejauh ini tercatat, empat daerah telah mengambil langkah untuk meliburkan siswa. Adapun daerah yang mengeluarkan surat edaran adalah, Kabupaten Solok Selatan, Sijunjung, Kota Solok dan Sawahlunto.</p>
<p>Keempat daerah tersebut seragam soal waktu libur, yakni mulai besok hingga Sabtu 19 Oktober. Kegaitan belajar mengajar akan dimulai pada Senin 21 Oktober 2019.</p>
<p>Siswa dirumahkan, sementara guru diminta untuk memberikan tugas mandiri di rumah kepada peserta didik dan dikerjakan dalam ruangan.</p>
<p>Orang tua diminta untuk mengawasi anak untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Kemudian menyarankan untuk banyak mengkonsumsi buah-buahan dan air putih.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang, Agam, Sumbar, Wan Dayantolis, menyampaikan, kualitas udara di Sumatera Barat (Sumbar) masuk dalam kategori tidak sehat karena terpapar asap kiriman dari daerah tetangga.</p>
<p>Asap itu diduga berasal dari Riau, Jambi dan Sumatera Selatan yang saat ini memiliki hot spot kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>&#8220;Pagi ini partikel debu PM 10 sudah berada di atas baku mutu yaitu 150 ug/m3. Ini sudah masuk level tidak sehat,&#8221; ujarnya. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-makin-pekat-empat-daerah-liburkan-siswa/">Kabut Asap Makin Pekat, Empat Daerah Liburkan Siswa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumsel dan Jambi Masih Diselimuti Kabut Asap Cukup Tebal</title>
		<link>https://prokabar.com/sumsel-dan-jambi-masih-diselimuti-kabut-asap-cukup-tebal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2019 03:06:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#daruratasap]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#jamb]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<category><![CDATA[#Palembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kondisi umum di Sumatra masih terdeteksi asap yang cukup tebal di Jambi dan Sumatra Selatan hal ini terlihat dari jarak pandang yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sumsel-dan-jambi-masih-diselimuti-kabut-asap-cukup-tebal/">Sumsel dan Jambi Masih Diselimuti Kabut Asap Cukup Tebal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kondisi umum di Sumatra masih terdeteksi asap yang cukup tebal di Jambi dan Sumatra Selatan hal ini terlihat dari jarak pandang yang pendek dan kondisi cuaca yang berasap. Sedangkan di Kalimantan karhutla relatif sudah berkurang dan tidak terdeteksi asap di seluruh Kalimantan. Berikut adalah data jarak pandang dan cuaca di beberapa bandara di Sumatra dan Kalimantan yaitu Sibolga 3.2 km (berasap), Pekanbaru 2.0 km (udara kabur), Kerinci 3.0 km (berawan), Jambi 0.4 km (berasap), Palembang 0.8 km (berasap), Pontianak lebih dari 10 km (berawan), Sintang 5.0 km (udara kabur), Pangkalan Bun 6.0 km (berawan), Sampit 7 km (berawan), Palangkaraya lebih dari 10 km (berawan), dan Banjarmasin 5.0 km (udara kabur).</p>
<p>Menurut Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo berdasarkan pantauan hotspot dari LAPAN yang dianalisis oleh BMKG pada jam 07.00 WIB dengan tingkat kepercayaan 81% &#8211; 100%,, menunjukkan Riau 16 titik, Jambi 134 titik, Sumatra Selatan 89 titik, Kalimantan Barat 1 titik, Kalimantan tengah 21 titik, dan Kalimantan Selatan 8 titik.</p>
<p>“Terlihat jumlah <em>hotspot </em>yang cukup banyak di Papua yaitu 267 titik yang sebagian besar terdapat di Kabupaten Merauke yaitu 263 titik yang tersebar di 17 distrik antara lain Animha, Elikobel, Ilwayab, Jagebob, Kaptel, Kimaan, Kurik, Malind, Merauke, Muting, Naukenjerai, Ngguti, Okaba, Sota, Tabonjo, Tanahmiring, Tubang, dan Waan.” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Kamis (17/10).</p>
<p>Sementara itu, kemarin (16/10) terdeteksi 23 titik api terdeteksi di 11 Distrik di Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (16/10/2019). Berdasarkan data laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Liaison Officer (LO) BNPB Satuan Danrem Merauke, rata-rata kebakaran lahan tersebut disebabkan oleh faktor kesengajaan manusia untuk tujuan tertentu.</p>
<p>Adapun rincian wilayah yang terdeteksi di antaranya adalah 3 titik di Distrik Animha berupa lahan ladang karet dan akasia dan vegetasi rawa. Masyarakat sengaja membakar untuk membuka lahan akan tetapi upaya pembakaran tersebut dijaga oleh masyarakat supaya apinya tidak menjalar. Selain untuk membuka lahan, tujuan dari pembakaran lahan itu juga dilakukan masyarakan untuk mencari ikan gastor.</p>
<p>Kemudian 2 titik api ditemukan di Distrik Ilwayab masing-masing di Kampung Bibikem dan Kampung Padua. Kebakaran lahan tersebut disebabkan oleh faktor kesengajaan manusia dengan tujuan untuk merangsang pertumbuhan rumput pascakebakaran sebagai makanan utama rusa dan kanguru sebagai hewan buruan masyarakat sekitar. Selain itu pembakaran juga dilakukan sebagai tradisi meminta hujan.</p>
<p>Selanjutnya 3 titik api terpantau berada di Distrik Kurik masing-masing tersebar di Kampung Harapan, Kampung Ivimahad dan Kampung Salor Indah. Titik api tersebut terdeteksi dari jerami yang sengaja dibakar masyarakat dengan tujuan untuk membuka kembali lahan pertanian pascapanen.</p>
<p>Sama halnya dengan Distrik Kurik, titik api yang terdeteksi di 2 lokasi di Distrik Malind masing-masing Kampung Kumbe dan Kampung Rawasari juga terdeteksi dari jerami yang sengaja dibakar masyarakat dengan tujuan untuk membuka kembali lahan pertanian pascapanen.</p>
<p>Kemudian 2 titik api terdeteksi di Distrik Merauke dan 4 di Distrik Naukenjerai dari kebakaran ilalang dan jerami yang sengaja dibakar oleh orang tak dikenal dengan tujuan untuk membersihkan lahan pada musim kemarau dan mencari tikus. Selanjutnya 1 titik api terdeteksi di Kampung Okaba, Distrik Okaba berupa rawa kering yang sengaja dibakar untuk mencari ikan. Titik api selanjutnya terdeteksi di jalan Trans Papua di Distrik Sota dari kebakaran yang berupa ilalang dan semak di kanan-kiri jalan oleh oknum tak dikenal. Adapun tujuannya ialah untuk berburu dan tradisi adat.</p>
<p>Kemudian 2 titik api terdeteksi di Kampung Suwam Distrik Tabonji berupa lahan dan ilalang yang sengaja dibakar untuk merangsang pertumbuhan rumput sebagai makanan utama rusa dan kanguru, hewan buruan masyarakat. Hal serupa juga terjadi di Distrik Tanah Miring dan Distrik Kimaam, yang mana masyarakat masih memegang teguh tradisi berburu dengan cara tersebut selama bertahun-tahun.</p>
<p>Dalam mengatasi hal tersebut , sejauh ini pihak-pihak berwenang telah melakukan langkah upaya pemadaman bersama masyarakat menggunakan alat manual. Selain itu sosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan dan larangan membuka lahan dengan cara membakar hutan juga telah dilakukan bersama unsur TNI/POLRI dan Pemerintah Daerah setempat. Kendati demikian masyarakat tetap melakukan pembakaran karena kepercayan mereka hingga saat ini. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sumsel-dan-jambi-masih-diselimuti-kabut-asap-cukup-tebal/">Sumsel dan Jambi Masih Diselimuti Kabut Asap Cukup Tebal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kualitas Udara Sumbar Sentuh Level Diatas Baku Mutu</title>
		<link>https://prokabar.com/kualitas-udara-sumbar-sentuh-level-diatas-baku-mutu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2019 06:04:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#cuacasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49109</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG/GAW) Bukit Kototabang, Wan Dayantolis mengatakan, kualitas udara di Sumatra Barat (Sumbar) sudah menyentuh level di atas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-sumbar-sentuh-level-diatas-baku-mutu/">Kualitas Udara Sumbar Sentuh Level Diatas Baku Mutu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG/GAW) Bukit Kototabang, Wan Dayantolis mengatakan, kualitas udara di Sumatra Barat (Sumbar) sudah menyentuh level di atas baku mutu.</p>
<p>&#8220;Pada pagi ini, sejak pukul 06.00 WIB, PM10 sudah terpantau berada level di atas baku mutu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Berdasarkan prediksi model menurutnya, terdapat potensi penurunan kualitas udara ke level sedang secara meluas dan akan mencapai puncak pada Rabu, 16 Oktober 2019, pagi hingga malam hari iniPM10 adalah partikel padat atau cairan di atmosfer yang dihasilkan oleh pembakaran, baik pembakaran biasa atau juga dari kendaraan bermotor.</p>
<p>Dampak yang umum terasa adalah penurunan jarak pandang. &#8221; Kami minta pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah dan juga limbah pertanian,&#8221; sarannya.</p>
<p>Wan menyebutkan, keberadaan PM10 dengan konsentrasi pada level sedang biasanya memberi dampak kurang baik pada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia serta kelompok yang memang memiliki riwayat gangguan saluran pernafasan. &#8220;Pada kelompok tersebut kiranya dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan,&#8221; sarannya.</p>
<p>Adanya potensi pengurangan jarak pandang hingga &lt;5km, maka pengendara kendaraan bermotor sebaiknya menyalakan lampu utama pada sepeda motor dan lampu senja pada kendaraan roda empat. &#8220;Jika berada di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker guna antisipasi gangguan kesehatan,&#8221; ujarnya lagi. (*/<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-sumbar-sentuh-level-diatas-baku-mutu/">Kualitas Udara Sumbar Sentuh Level Diatas Baku Mutu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Minta Masyarakat Wasapada, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/bmkg-minta-masyarakat-wasapada-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 02:40:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48999</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bmkg-minta-masyarakat-wasapada-ini-sebabnya/">BMKG Minta Masyarakat Wasapada, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di beberapa wilayah Sumatra dan Kalimantan.</p>
<p>Berdasarkan pantauan satelit Modis (Terra Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama seminggu terakhir (8 Oktober 2019 – 14 Oktober 2019), sejak tanggal 9 Oktober 2019  BMKG mendeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas di beberapa wilayah Indonesia yang saat ini tercatat sebesar 1.547 titik.</p>
<p>“Titik panas tersebut khususnya muncul di wilayah  Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi dan Kalimantan Timur, sedangkan jumlah titik panas di Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat cenderung menurun,” kata Mulyono Rahardi Prabowo, Deputi Metereologi BMKG, dalam siaran persnya, Selasa (15/10) pagi.</p>
<p>Berdasarkan pantauan citra Himawari-8 dan potensi angin bergerak ke arah Barat Daya, menurut Mulyono, sebaran asap dari jumlah titik <em>hotspot</em> ini cenderung meluas di Sumatra Selatan, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.</p>
<p>Deputi Bidang Metereologi BMKG itu menambahkan, meski di beberapa wilayah Sumatra dan kalimantan sudah mulai turun hujan ringan – sedang, namun masyarakat masih harus mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).</p>
<p>BMKG, lanjut Mulyono, berperan aktif bersama dengan TNI, BPPT dan BNPB pada upayakan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di daerah terjadinya karhutla dengan melakukan kegiatan teknologi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.</p>
<p>“BMKG mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di wilayah dekat dengan karhutla untuk selalu mewaspadai untuk selalu berhati-hati akan adanya potensi sebaran asap,” pesan Deputi Bidang Metereologi BMKG itu. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bmkg-minta-masyarakat-wasapada-ini-sebabnya/">BMKG Minta Masyarakat Wasapada, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asap Terpantau Masuk Wilayah Sumbar, Waspada Penurunan Kualitas Udara</title>
		<link>https://prokabar.com/asap-terpantau-masuk-wilayah-sumbar-waspada-penurunan-kualitas-udara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 07:08:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kota Padang kembali diselimuti kabut asap. Jarak pandang diperkirakan mencapai tujuh kilometer setelah sebelumnya kondisi udara sempat membaik. Menurut Kepala Seksi Observasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/asap-terpantau-masuk-wilayah-sumbar-waspada-penurunan-kualitas-udara/">Asap Terpantau Masuk Wilayah Sumbar, Waspada Penurunan Kualitas Udara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Kota Padang kembali diselimuti kabut asap. Jarak pandang diperkirakan mencapai tujuh kilometer setelah sebelumnya kondisi udara sempat membaik.</p>
<p>Menurut Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha, Senin (14/10) mengatakan, berdasarkan pantauan 13 Oktober 2019, pantauan satelit Terra, Aquam, SNPP dan NOAA20 terdapat peningkatan titik api di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi yakni 324 titik.<br />
&#8220;Sampai saat ini asap terdeteksi di Wilayah Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu BMKG juga mendeteksi arah sebaran asap yang berasal dari wilayah tersebut menyebar ke arah Barat Laut.</p>
<p>&#8220;Melihat arah angin berasal dari Tenggara, sebaran asap dapat meluas hingga ke Sumatera Barat terutama Sumbar bagian Tenggara dan Selatan termasuk juga ke Solok, Kabupaten Solok, Agam, Tanah Datar, Sijunjung, Solok Selatan dan Bukittinggi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengatakan kualitas udara sempat mengalami penurunan dengan nilai PM10 dalam kategori sedang.</p>
<p>Berdasarkan citra satelit Himawari-8 Rainfall Potensial, belum terdapat potensi hujan di wilayah Sumbar. (<b>Eym/gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/asap-terpantau-masuk-wilayah-sumbar-waspada-penurunan-kualitas-udara/">Asap Terpantau Masuk Wilayah Sumbar, Waspada Penurunan Kualitas Udara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Kembali Menyelimuti Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/kabut-asap-kembali-menyelimuti-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 06:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Sempat cerah beberapa minggu, pada Senin (14/10), kabut asap kembali menyelimuti wilayah kabupaten Tanah Datar? Kabut asap yang menyelimuti langit...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-kembali-menyelimuti-tanah-datar/">Kabut Asap Kembali Menyelimuti Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Sempat cerah beberapa minggu, pada Senin (14/10), kabut asap kembali menyelimuti wilayah kabupaten Tanah Datar? Kabut asap yang menyelimuti langit wilayah Tanah Datar ini telah terlihat sejak beberapa hari lalu, namun pada Senin siang, kondisi kabut asap mulai membuat jarak pandang menurun.</p>
<p>Nal, seorang petani di Jorong Piliang Kecamatan Lima Kaum membenarkan jika kondisi kabut asap kembali pekat. Padahal, beberapa hari lalu tidak sepekat dibandingkan pada hari Senin.</p>
<p>&#8220;Mulai parah lagi kabutnya, lhiat itu, Gunung Bungsu saja tidak tampak lagi, entah dimana pula kebakaran hutan terjadi ini, padahal katanya sudah padam, padahal jaraknya (diambil lurus) sekitat 4 kilometer,&#8221; ucapnya sambil menunjuk ke arah Gunung Bungsu.</p>
<p>Ia mengatakan, dampak kabut asap yang melanda saat ini mulai mempengaruhi saluran pernafasan. Ia mengaku merasakan sesak nafas saat beraktifitas di sawah dan ladang.</p>
<p>Dari pantauan Prokabar.com, memang benar jika dari Jorong Piliang Gunung Bungsu akan terlihat jelas jika dalam kondisi cuaca cerah. Namun saat ini, rimbunya pepohonan perbukitan itu tidak lagi dapat terlihat karena tertutup kabut asap.</p>
<p>Meski kabut asap mulai terasa pekat dan menurunkan jarak pandang, namun belum ada masyarakat yang menggunakan masker atau penutup hidup saat beraktifitas diluar ruangan. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabut-asap-kembali-menyelimuti-tanah-datar/">Kabut Asap Kembali Menyelimuti Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Titik Api Berkurang, BPBD Riau Tetap Siaga Antisipasi Karhutla</title>
		<link>https://prokabar.com/titik-api-berkuranh-bpbd-riau-tetap-siaga-antisipasi-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 06:18:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#Riau]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48291</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riau, Prokabar — Meskipun titik api (hotspot) di Riau terus memperlihatkan penurunan signifikan, langkah antisipasi tetap menjadi perhatian. Khususnya terhadap daerah yang tergolong rawan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/titik-api-berkuranh-bpbd-riau-tetap-siaga-antisipasi-karhutla/">Titik Api Berkurang, BPBD Riau Tetap Siaga Antisipasi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Riau, Prokabar —</strong> Meskipun titik api (hotspot) di Riau terus memperlihatkan penurunan signifikan, langkah antisipasi tetap menjadi perhatian. Khususnya terhadap daerah yang tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Riau. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Untuk itu, langkah inventarisasi dan penanganan terus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Untuk sementara, tercatat ada 8.968,25 hektare lahan telah hangus terbakar sepanjang 2019 ini,&#8221; kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger dilansir melalui keterangan tertulis, Minggu (6/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menegaskan bahwa pihaknya terus menginventarisasi lahan terbakar di provinsi Riau sejak Januari hingga awal Oktober 2019. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi wilayah yang terluas mengalami Karhutla dengan luas mencapai 1.939,45 hektare. Lalu disusul Kabupaten Bengkalis dengan luasan lahan terbakar 1.907,34 hektare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita terus menginventarisiasi angka karhutla. Untuk yang terluas (Karhutla) di Wilayah Rohil. Untuk di Bengkalis terdapat pulau yang berlokasi di bibir Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu mengalami kebakaran beberapa waktu lalu,” papar dia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tidak hanya Bengkalis, kebakaran turut melanda wilayah Indragiri Hulu (Inhu) dengan luas kebakaran mencapai 1.172,3 hektare. Selanjutnya Indragiri Hilir (Inhil) 1.071,85 hektare, Kabupaten Siak 867,87 hektare dan Kabupaten Pelalawan seluas 548,2 hektare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kemudian Kabupaten Kepulauan Meranti lahan terbakar 368,5 hektare, Kabupaten Kampar 352,03 hektare dan Kota Dumai 351,75 hektare. Untuk di Pekanbaru 280,11 hektare, Kuansing 20,1 hektare, dan Rokan Hulu 89,25 hektare. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/titik-api-berkuranh-bpbd-riau-tetap-siaga-antisipasi-karhutla/">Titik Api Berkurang, BPBD Riau Tetap Siaga Antisipasi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Titik Panas Terpantau Sudah Berkurang Drastis</title>
		<link>https://prokabar.com/titik-panas-terpantau-sudah-berkurang-drastis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 03:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaranhutan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenlhk]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Hasil pantauan dua satelit NOAA dan TERRA terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebutkan telah terjadi penurunan secara drastis pada sejumlah daerah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/titik-panas-terpantau-sudah-berkurang-drastis/">Titik Panas Terpantau Sudah Berkurang Drastis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Hasil pantauan dua satelit NOAA dan TERRA terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebutkan telah terjadi penurunan secara drastis pada sejumlah daerah rawan berpotensi terbakar.</p>
<p>Dirilis dari situs lhk.go.id pada Senin (30/9) menyatakan, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan per 27 September 2019 pukul 18.00 WIB, satelit NOAA menunjukkan tidak adanya titik panas (hotspot) di beberapa wilayah rawan karhutla. Sedangkan Satelit TERRA/AQUA (NASA) dengan level confidence 80 persen menunjukkan hotspot hanya berada di wilayah Jambi sebanyak 3 titik, Kalimantan Timur sebanyak 9 titik, dan Kalimantan Utara sebanyak 2 titik.</p>
<p>Tren titik api pada minggu ini menurun jika dibanding jumlah titik api pada minggu lalu. Jika pada tanggal 14-20 September 2019 total titik panas, yang diambil dari pantauan sipongi.menlhk.go.id di seluruh wilayah Indonesia yang terpantau oleh satelit TERRA AQUA LAPAN dengan tingkat confidence 80 persen sebanyak 5.106 titik panas.</p>
<p>Sedangkan untuk minggu ini dari 21-27 September 2019, jumlahnya turun signifikan menjadi 3.211 titik panas. Sebagai catatan titik panas (hotspot) berbeda dengan titik api (fire spot), sehingga untuk memastikan wilayah tersebut mengalami titik api harus dilakukan pengecekan lapangan (ground check) secara langsung.</p>
<p>Meskipun tren hotspot menurun, Satgas Karhutla tetap melakukan upaya pemadaman lanjutan. Pemadaman terus dilakukan di lahan-lahan yang kebanyakan adalah lahan gambut. Seperti yang dilakukan di Daerah Operasi (Daops) Palangkaraya, tepatnya di daerah Kel.Kalampangan Kec. Sabangau Kota Palangka Raya, juga di Jln. Karan Paci Kel. Panarung, Kec. Pahandut.</p>
<p>Di Provinsi Riau, kegiatan pemadaman serta pendinginan dilakukan Manggala Agni KLHK Daops Dumai. Lahan gambut seluas 7 Hektare (Ha) di Jl. Sidodadi, Kel. Lubuk Gaung, Kec. Sungai Sembilan, Kota Dumai ini terbakar di permukaannya juga di lapisan bawahnya.</p>
<p>Pemadaman juga dilakukan di Desa Pare Pare Kec. Merbau Kab. Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara. Lahan gambut seluas ± 3,5 ha berhasil dipadamkan. Kondisi terakhir, Lahan milik masyarakat ini masih menyisakan bara dan asap.</p>
<p>Diketahui, hotspot tahun 2019 ini meningkat daripada tahun lalu, namun luasan lahan yang terbakar tahun ini masih lebih sedikit dibandingkan tahun 2018. Tahun lalu, luasan lahan yang terbakar adalah seluas 510.564 ha, dan tahun 2019, luasan lahan terbakar hanya sekitar 328.724 ha. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/titik-panas-terpantau-sudah-berkurang-drastis/">Titik Panas Terpantau Sudah Berkurang Drastis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bantu Korban Kabut Asap di Riau, ACT Sumbar Kirim Truk Kemanusian</title>
		<link>https://prokabar.com/bantu-korban-kabut-asap-di-riau-act-sumbar-kirim-truk-kemanusian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Sep 2019 04:01:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#act]]></category>
		<category><![CDATA[#actsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<category><![CDATA[#Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat mengirim truk Kemanusian untuk membantu korban bencana kabut asap di Riau. Pelepasan truk Kemanusian dilakukan di kantor...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bantu-korban-kabut-asap-di-riau-act-sumbar-kirim-truk-kemanusian/">Bantu Korban Kabut Asap di Riau, ACT Sumbar Kirim Truk Kemanusian</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar — </strong>Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat mengirim truk Kemanusian untuk membantu korban bencana kabut asap di Riau. Pelepasan truk Kemanusian dilakukan di kantor ACT Sumbar, Ulak Karang, Padang, Jumat (27/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala ACT Cabang Sumbar Zeng Wellf mengatakan pengiriman truk Kemanusian ini bentuk kepedulian terhadap korban kabut asap di Sumatera, yakni Riau dan Jambi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“ACT Sumbar hari ini mengirim bantuan logistik untuk saudara kita di Riau. Untuk tahap pertama ini sebanyak tujuh ton beras yang kita himpun dari masyarakat” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya mengatakan, selain bantuan logistik pihaknya juga telah mengirim sejumlah relawan. “Sebelumnya kita telah mengirim sepuluh relawan ke Riau yang terdiri dari tim rescue dan tim kesehatan. Selain itu kemarin juga relawan ke Jambi untuk membantu pemadaman, karena disana masih banyak titik api,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dirinya menambahkan, selain ACT Sumbar, besok ACT Aceh juga akan menyalurkan bantuan, “Bantuan akan terus mengalir, hari minggu ACT Medan akan mengirimkan bantuan juga untuk suport saudara kita di Riau dan Jambi, mohon doa agar lancar,” tutupnya. (<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bantu-korban-kabut-asap-di-riau-act-sumbar-kirim-truk-kemanusian/">Bantu Korban Kabut Asap di Riau, ACT Sumbar Kirim Truk Kemanusian</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Guyur Pasaman, Masyarakat dan Penambang Pasir Bersyukur</title>
		<link>https://prokabar.com/hujan-guyur-pasaman-masyarakat-dan-penambang-pasir-bersyukur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2019 14:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hujan]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Hujan deras mengguyur Pasaman seharian. Sedari pagi hingga malam. Tidak deras, namun turunnya hujan membuat harapan masyarakat lega dan bersyukur. &#8220;Hujan la...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hujan-guyur-pasaman-masyarakat-dan-penambang-pasir-bersyukur/">Hujan Guyur Pasaman, Masyarakat dan Penambang Pasir Bersyukur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Hujan deras mengguyur Pasaman seharian. Sedari pagi hingga malam. Tidak deras, namun turunnya hujan membuat harapan masyarakat lega dan bersyukur.</p>
<p>&#8220;Hujan la terus ya Allah, biar berkurang kabut asap ini,&#8221; pinta Mak Nal, salah seorang masyarakat Lubuk Sikaping.</p>
<p>Tidak saja untuk mengurangi kabut asap, hujan deras juga diminta-minta oleh para penambang pasir dan batu kerikil sungai. Sebab, sudah sepekan lebih, kelangkaan pasir terjadi. Sementara, di Pasaman beberapa proyek pembangunan pemerintah sedang berjalan, dan membutuhkan material dari sungai tersebut.</p>
<p>&#8220;Iya, susah sekali pasir saat ini. Hujan tidak turun-turun, kalau turun, pasir di hulu sampai ke sungai yang di bawah, roda perekonomianpun berputar, kami penambang terbantu, supir truck hingga pemborong bangunan,&#8221; lanjut Mak Karak, salah satu supir truck pengangkut orderan pasir.</p>
<p>Di sisi lain, pantauan Prokabar.com, di Pasaman kabut asap masih mengkhawatirkan namun tidak setebal seperti hari sebelumnya. Bahkan aktifitas murid sekolah kembali berjalan yang sebelumnya libur sejak Senin kemarin.</p>
<p>Tidak itu saja, penjual masker juga menjamur. Jadi sumber rezki pula dampak kabut asap ini bagi sebagian masyarakat. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hujan-guyur-pasaman-masyarakat-dan-penambang-pasir-bersyukur/">Hujan Guyur Pasaman, Masyarakat dan Penambang Pasir Bersyukur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kualitas Udara Sumbar Mulai Membaik</title>
		<link>https://prokabar.com/kualitas-udara-sumbar-mulai-membaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2019 06:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#daruratasap]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47398</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Berdasarkan pantauan GAW Koto Tabang pagi ini, konsentrasi PM10 telah berada di bawah baku mutu yaitu 47 ug/m3 dan AOD menunjukan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-sumbar-mulai-membaik/">Kualitas Udara Sumbar Mulai Membaik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Berdasarkan pantauan GAW Koto Tabang pagi ini, konsentrasi PM10 telah berada di bawah baku mutu yaitu 47 ug/m3 dan AOD menunjukan indeks &lt;1 yang berarti tingkat partikulat pada pada lapisan atmosfer sudah kondisi baik.</p>
<p>Namun pada beberapa tempat udara masih terlihat kabur meski jarak pandang &gt; 5 km karena hujan yang belum merata sehingga belum membersihkan semua partikel polutan di udara pada tempat-tempat tersebut utamanya pada wilayah dekat pantai.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Wan Dayantolis melalui update informasi perkiraan cuaca BKMG Sumatra Barat, Rabu (25/9).</p>
<p>Sebelumnya, minggu dan senin awal pekan ini sebaran PM10 mencapai level maksimum dengan sebaran tertinggi pada wilayah timur dan perbukitan Sumbar lanjutnya. “Adapun pada pesisir dan pantai barat tingkat partikulat akibat sebaran asap berada pada level moderat. Pada Selasa 24 September kemarin PM10 konsisten berada pada level menengah di bawah baku mutu,” terangnya.</p>
<p>Membaiknya kondisi kualitas udara ini disebabkan adanya hujan yang terjadi mulai senin malam hingga pagi ini, baik di wilayah Sumbar maupun pada daerah-daerah di luar Sumbar yang memiliki kejadian karhutla. “Karna sifat hujan yang bersifat mencuci udara sehingga partikulat polutan di atmosfer terbawa turun ke permukaan bumi,” tuturnya.</p>
<p>Berdasarkan citra satelit Himawari-8 tidak terdeteksi lagi adanya asap di wilayah Sumbar, namun masih terdapat sebaran kecil pada beberapa wilayah di luar Sumbar. Prediksi ke depan, berdasarkan prediksi model global dan adanya potensi curah hujan hingga beberapa hari ke depan, kondisi baik ini akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Update akan segera disampaikan jika parameter kualitas udara yang ada menunjukkan perubahan yang signifikan,” pungkas Wan Dayantolis. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kualitas-udara-sumbar-mulai-membaik/">Kualitas Udara Sumbar Mulai Membaik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 51/229 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/11 queries in 0.025 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:44:19 by W3 Total Cache
-->